Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'menkominfo'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 8 results

  1. Mengantisipasi lonjakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan seluruh operator seluler Indonesia akan meningkatkan performa jaringan dengan menaruh mobile BTS di seluruh titik arus mudik termasuk bandara. "Kenapa kita lebih khususkan ke bandara? Karena lebih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan pesawat terbang. Jadi saya minta kepada teman-teman operator untuk menaruh mobile BTS di titik-titik keberangkatan dan pulang," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017). Pria yang kerap disapa Chief RA itu juga mengungkapkan, titik bandara yang dimaksud yakni Jakarta (Cengkareng dan Halim), Surabaya dan khususnya Bali. "Sebenarnya, masyarakat terbang ke Bali mungkin bukan buat lebaran mudik ya, tetapi untuk liburan dan perkiraan ini juga diperoleh dari teman-teman Kementerian Perhubungan. Pemerintah juga selalu melakukan koordinasi antara sektor Kementerian untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat," imbuh Chief RA. Chief RA juga memaparkan timnya juga akan berjaga pada jalur darat yakni kereta api. "Kalau kereta api tidak terlalu tinggi seperti bandara, karena infrastruktur kereta api terbatas tidak seperti pesawat, pertumbuhan pembangunannya lebih cepat," tutup Chief RA. Sekadar informasi, Mobile BTS kabarnya akan ditaruh di 300 titik, meliputi titik keberangkatan mudik (Jakarta, Batam, Balikpapan), jalur mudik dan arus balik (kereta api dan jalur darat), serta titik kedatangan mudik (Surabaya, Bandung, Makassar, Medan, Padang, Lampung, Semarang).
  2. Salah satu pendiri perusahaan raksasa teknologi Google, Sergey Brin, sedang berada di Jakarta sejak beberapa hari lalu. Hari ini, Brin diketahui berada di Jakarta dan ia menyembatkan diri menemui Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Rudiantara mengatakan ada beberapa hal yang ingin ia sampaikan kepada Brin yang memang dijadwalkan melakukan kunjungan ke Gedung Kemenkominfo di Jalan Medan Merdeka, Jakarta. "Saya akan bicara tentang kelanjutan Project Loon dan program 1.000 startup," ucap Rudiantara. Rudiantara pada Oktober 2015 lalu, mengunjungi negara bagian California di Amerika Serikat, untuk bertemu dengan komunitas teknologi serta mendukung Google melakukan uji coba balon udara penyebar akses Internet (Google Project Loon) memanfaatkan jaringan operator seluler Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat. Dalam pertemuan kali ini, Rudiantara berkata hendak menindaklanjuti pembicaraannya dengan Brin soal balon udara Google. Menurut rencana, uji coba penyebaran akses Wi-Fi dengan teknologi 4G LTE dari balon udara Google dan jaringan operator seluler di Indonesia ini akan dimulai pada 2016, terutama di kawasan Indonesia timur, memanfaatkan spektrum 900 MHz milik tiga operator besar Indonesia. Proyek balon Internet Loon ini diharapkan Rudiantara agar tidak tumpang tindih dengan jaringan yang sudah ada dan dilakukan di daerah yang belum tersedia akses Internet. Selain itu, Rudiantara juga punya misi bersama pelaku industri kreatif untuk mencetak 1.000 pengusaha teknologi berkualitas pada tahun 2020 dengan total valuasi US$ 10 miliar. Upaya mencapai misi tersebut salah satunya dilakukan dengan memelajari ekosistem matang ekonomi digital dari Amerika Serikat (AS).
  3. Aplikasi I-Doser belakangan menjadi bahan perbincangan karena dinilai memberikan efek seperti menggunakan narkotika. Menanggapi asumsi tersebut, Menkominfo Rudiantara mengatakan belum dapat mengambil kesimpulan. Rudiantara mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih jauh aplikasi I-Doser untuk memastikan apakah aplikasi tersebut berbahaya atau tidak. "Sebetulnya, I-Doser bukan dalam artian narkotika secara fisik, ya. Teman-teman (di Kominfo, red) sedang cek apakah aplikasi ini memberikan efek seperti hipnotis atau apa," kata Rudiantara. Ia mengatakan pendalaman terkait efek aplikasi tersebut tidak akan memakan waktu lama. Hari ini pun, kata Rudiantara, aplikasi tersebut tengah dievaluasi. "Kami harus konsultasi dulu dengan psikolog. Kalau memang berbahaya, ya akan kami blokir," katanya. Dalam situs resminya, dijelaskan bahwa I-Doser menawarkan layanan stimulasi otak melalui gelombang suara. Beberapa testimoni yang dipajang dalam situs resmi tersebut menyatakan bahwa aplikasi ini dapat memengaruhi suasana hati. "Saya melihat pola dan warna! Ketika sudah berhenti, saya tetap melihatnya selama 15 menit! Dan suasana hati saya pun sangat baik selama satu jam!" demikian tertulis dalam sebuah testimoni. "Aplikasi ini yang terbaik karena Anda seperti terbang menyusuri pikiran Anda! Dan ketika semuanya selesai, saya merasa sangat tenang dan relaks. Saya tidak sabar mencobanya lagi!" bunyi testimoni lainnya. Aplikasi I-Doser ini daoat diunduh di ponsel berbasis Android atau iOS. Pengguna komputer atau laptop pun bisa mendapatkannya dengan membayar sejumlah biaya untuk mendengarkannya.
  4. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana untuk mendorong penggunaan domain web .di (dot id) bagi pelaku internet di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara telah mengonfirmasi hal tersebut. Menurut Rudiantara, ada beberapa benefit atau keuntungan yang bisa didapatkan jika domain web .id semakin banyak dipakai. "Manfaatnya banyak, salah satunya dari sisi kecepatan," ujar Rudiantara. Ditambahkannya, secara teoritis jika menggunakan domain .id dan hosting server dari dalam negeri, maka akses situs akan lebih cepat. "Yang kedua, ada penghematan dari bandwidth internasional," demikian kata pria yang kerap disapa Chief RA itu. Menurut RA, bandwidth internasional memang masih akan dipakai saat seseorang dari luar akan mengakses situs-situs di dalam negeri, namun menurutnya mayoritas transaksi tetap akan terjadi di dalam negeri. Sebelumnya, wacana pengadaan satu juta domain web .id itu dilontarkan Rudiantara pada Senin (6/4/2015) di kantor Kemenkominfo. Rudiantara mengatakan siap menggelontorkan dana Rp 50 miliar untuk mewujudkan program tersebut. "Kita rekomendasikan untuk pakai .id, kalau 2016 nanti kita berikan sejuta domain .id, dananya Rp 50 miliar, coba hitung berapa saving bandwidth-nya kalau yang menggunakan .com pindah ke sini," ujar RA. Benarkah Hemat Bandwidth? Penghematan bandwidth yang dimaksud teorinya akan terjadi saat resolving DNS, yaitu ketika sistem melakukan "pencarian" lokasi sesungguhnya dari situs tersebut (menerjemahkan dari alamat www.kompas.com ke alamat IP tertentu, misalnya). Jika diakses dari dalam negeri, resolving DNS untuk alamat .id seharusnya sepenuhnya di Indonesia. Namun, apakah resolving DNS untuk .com dan domain berakhiran lainnya harus dilakukan ke luar negeri? Jawabannya tidak sesederhana itu. Terkadang, "pencarian" DNS itu bisa dilakukan pada local cache saja. Tergantung situasi dan kondisi. Penghematan yang lebih besar boleh diduga akan terjadi pada saat kontennya juga di-hosting di Indonesia. Nah, dengan makin maraknya teknologi berbasis cloud -- termasuk untuk layanan content delivery network -- lokasi konten juga kadang menjadi tidak pasti. Bisa jadi, konten yang diinginkan ada di lokasi penyedia cloud computing yang ada di luar negeri. Atau, bisa saja penyedia layanan komputasi awan itu sudah memiliki server lokal, demi mengejar kecepatan misalnya.
  5. Pendekatan berbeda diupayakan oleh Menkominfo Rudiantara untuk menyelesaikan polemik pemblokiran Vimeo. Ketimbang memblokir layanan video tersebut secara utuh, Rudiantara menginginkan Vimeo melakukan filtering secara otomatis untuk konten yang berbau pornografi. Menkominfo sebelumnya Tifatul Sembiring, berdasarkan laporan Trust Positif, telah memblok akses ke situs konten video Vimeo sejak bulan Mei lalu karena indikasi memuat konten yang tidak sesuai. Rudiantara mengatakan, “Saya sudah dua malam ini, mencoba telepon legal consult Vimeo langsung di New York, cuma belum berhasil. Saya tinggalkan pesan juga. Nah kalau memang nggak, saya kirim email. Kita kan punya generasi yang harus kita jaga ke depan. kita hutang kepada mereka agar internet sehat dan aman.” Sesungguhnya langkah filtering seperti ini menurut kami lebih efektif untuk memblok konten pornografi. Ketimbang memblok akses ke keseluruhan situs, yang tidak melulu berisi konten yang dianggap tidak sesuai, lebih baik hanya menutup akses untuk konten tertentu saja. Faktanya Vimeo banyak digunakan juga oleh pembuat konten video di Indonesia untuk membagikan video berkualitas tinggi, karena hal tersebut merupakan keunggulan Vimeo dibandingkan YouTube. Menurut pemantauan kami, filtering terhadap konten video tertentu sudah dilakukan oleh penyedia layanan video DailyMotion. Untuk keyword tertentu, mereka memblok akses terhadap konten-konten yang tidak diinginkan. Melihat bahwa pemblokiran konten di DailyMotion tidak menunjukkan label “Internet Sehat”, hanya sekedar menghilangkan akses terhadap konten tersebut, berarti DailyMotion sudah melakukan filtering untuk pengaksesan yang menggunakan IP Indonesia. Untuk mengurangi “kebocoran” akibat skema pemblokan melalui DNS yang digalakkan pemerintah, Kementerian Kominfo juga telah menginstruksikan semua penyedia layanan Internet untuk memblok akses ke DNS alternatif, seperti Google Public DNS dan OpenDNS.
  6. Penunjukkan Rudiantara sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menuai respon positif dari pengamat dan penggiat teknologi telekomunikasi, Onno W. Purbo. "Beliau tahu seluk beluk dan arah ICT, khususnya telekomunikasi. Saya tak ragu soal itu," kata Onno. Namun, tokoh yang namanya juga sempat disebut sebagai calon Menkominfo ini menambahkan bahwa Rudiantara menghadapi banyak pekerjaan rumah terkait persoalan-persoalan yang ada di dunia telekomunikasi Indonesia. Onno mengatakan ada sejumlah "PR" yang harus menjadi perhatian Rudiantara. Penjabarannya sebagai berikut, dibedakan berdasar tingkat urgensi masing-masing: Masalah mendesak 1. Kasus Indosat IM2 yang sudah merembet ke 16 penyelenggara layanan internet (ISP) lain. 2. Menyelesaikan penataan 4G di frekuensi 2,3 GHz 3. Meminta KPK atau BPK untuk melakukan audit proyek USO/ PLIK/ MPLIK/ IX. 4. Menyelesaikan konflik PNPB ISP. 5. Membebaskan Warnet dan RT/ RW Net dari keharusan memiliki izin ISP. 6. Memastikan frekuensi 2,4 GHz dan 5,8 GHz bebas digunakan. 7. Menyelesaikan masalah clusterisasi (pembatasan wilayah penjualan) pulsa seluler. 8. Menyelesaikan masalah intrusive ads (iklan peralihan) operator seluler. Jangka menengah 1. Memasukkan kembali mata pelajaran ICT/ TIK ke dalam kurikulum sekolah. 2. Mendukung agar semua sekolah dan kampus tersambung ke internet. 3. Mendukung e-blusukan/ blusukan online agar hemat biaya rapat. 4. Mengarahkan Indonesia ke penggunaan teknologi open source. 5. Bermitra untuk mendukung DeMIT (Desa Melek IT). 6. Memberdayakan upaya telekomunikasi rakyat berbasis IP (OpenBTS, VoIP, ENUM). 7. Bermitra dengan TNI agar alutsista berbasis TIK buatan Indonesia. 8. Bermitra dengan TNI/ operator untuk telekomunikasi perbatasan. 9. Alokasi LTE di frekuensi 700 MHz untuk pertahanan, daerah perbatasan, dan pedalaman. Jangka Panjang 1. Berkoordinasi untuk menumbuhkan industri IT (misalnya produksi ponsel lokal). 2. Memberikan dukungan kepada sekolah/ kampus yang mendukung industri IT melalui kurikulum. 3. Membantu sekolah/ kampus dalam menyelenggarakan e-learning/ pendidikan jarak jauh. 4. Membantu para pengembang distro Linux dan repo lokal. 5. Membantu para penulis buku-buku IT lokal. 6. Menggelar IPv6 di jaringan Indonesia.
  7. Menkominfo Tifatul Sembiring memblokir akses ke website berbagi video, vimeo.com, karena mengandung konten pornografi. Tapi beredar kabar kalau pemblokiran itu sebenarnya karena ada video kampanye dangdutan PKS yang terlalu vulgar. Kacau dehh...
  8. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring angkat bicara soal hasil penelitian lembaga riset dari Amerika Serikat, Akamai, yang menyebut kecepatan internet di Indonesia dinilai paling lambat se-Asia. Menurutnya, penetapan kecepatan internet itu urusan operator, bukan pemerintah. "Saya terima tuduhan (hasil riset) itu. Tapi seharusnya itu urusan operator, kan mereka yang berjualan. Penetapan kecepatan internet itu bukan urusan pemerintah," kata Tifatul selepas melantik pengurus baru Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (2/5/2012). Menurut Tifatul, meski bukan urusan pemerintah, Kemenkominfo tidak memiliki hak untuk memaksakan operator dalam menaikkan kecepatan internet di Tanah Air. Dengan demikian, hanya operator yang bisa menentukan kecepatan internet sekaligus tarifnya. Namun, Kemenkominfo berjanji untuk selalu mendorong operator dalam menyediakan akses internet cepat, stabil, sekaligus murah di Tanah Air. "Penyediaan akses internet cepat memang jadi prioritas dari program Kemenkominfo," tambahnya. Sekadar catatan, berdasarkan data dari lembaga riset oleh Akamai, kecepatan koneksi internet rata-rata di Indonesia sekitar 772 kbps. Kecepatan koneksi internet tersebut masih jauh dari kecepatan internet di global yang mencapai 2,3 mbps. Kecepatan koneksi internet di Indonesia juga tertinggal dengan negara-negara di kawasan Asia. Misalnya, kalah dengan Malaysia 1,7 mbps, Thailand 3 mbps, Filipina 1 mbps, Vietnam 1,5 mbps, Kamboja 1,2 mbps, dan Laos 956 kbps. Indonesia hanya lebih baik dari Timor Leste (260 kbps) dan Papua Niugini (693 kbps). Pakistan dan India juga lebih baik dari Indonesia, masing-masing 787 kbps dan 839 kbps. Sumber: tekno.kompas.com
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy