Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'menikah'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 11 results

  1. Waktu begitu cepat berlalu. Hari, pekan, bulan, hingga tahun berganti, namun Anda tak kunjung memiliki pendamping hidup. Bahkan, kini Anda berada di penghujung tahun 2016. Tak masalah dengan status single atau memiliki kekasih. Tapi, kenyataannya Anda belum juga naik pelaminan. Lantas, apa lagi alasan Anda mempertahankan hubungan? Dalam situasi sulit menentukan pilihan, Psikolog Klinis, Karina Priliani menyarankan wanita melakukan pertimbangan tepat berdasarkan kualitas pasangan. "Pertimbangan yang tepat adalah bagaimana kualitas diri pasangan dan perkembangan diri Anda saat bersama dengannya. Pasangan yang mencintai Anda apa adanya, setia, dan mau berusaha untuk Anda tentu pantas untuk dipertahankan," papar Karina. Selain itu, psikolog lulusan Universitas Tarumanegara ini menyarankan agar wanita introspeksi diri. Melihat bagaimana perasaan diri Anda saat menjalani hubungan dengan pasangan. "Jika Anda dapat mencintai pasangan dengan tulus dan menjadi pribadi yang lebih baik saat bersamanya, hal tersebut merupakan indikator hubungan yang pantas untuk dipertahankan," jawabnya lugas.
  2. Perubahan sikap bisa menjadi sebuah tanda bahwa dia selingkuh. Namun sebelum menuduhnya selingkuh, pastikan beberapa hal terlebih dahulu. Sebelum Anda menghajarnya dengan tuduhan membabi buta, ada baiknya ketahui tanda-tanda yang menunjukkan dia sedang berkhianat. Berikut beberapa tanda kekasih sedang menjalin hubungan dengan orang lain. Tidak mesra lagi Hubungan Anda terasa lebih hambar dan jauh dari kemesraan seperti yang selama ini dirasakan. Dia sudah tidak bergairah melakukan hal-hal yang romantis. Jika dia melakukan hal ini dalam beberapa waktu yang cukup lama, bisa jadi ini tanda dia sedang selingkuh. Datang terlambat Jika dia datang terlambat dari waktu yang telah kalian sepakati, tidak bisa dipastikan bahwa dia selingkuh. Namun, jika hal tersebut terjadi berkali-kali tanpa alasan yang masuk akal, bisa jadi sedang ada yang dia prioritaskan di atas Anda. Anda perlu membuktikan bahwa kecurigaan ini benar adanya. Punya firasat Meski firasat tidak sepenuhnya benar, namun terkadang naluri memberi banyak tanda pada Anda. Jika dia tidak berupaya memperbaiki tingkah lakunya yang berubah menjadi dingin, kemungkinan penilaian Anda memang benar.
  3. Zaman sekarang banyak orang khususnya anak muda yang meyakini bahwa tulus tidaknya cinta itu harus dibuktikan dengan pelukan dan ciuman. Sehingga banyak dari mereka yang menganggap bahwa sentuhan dan hubungan fisik adalah hal lumrah dilakukan sekalipun belum menikah. Padahal pembuktian cinta itu bisa dilakukan dengan banyak cara. Maggie dan Drew, pasangan ini memutuskan untuk menyimpan ciuman pertama mereka untuk hari pernikahan. Dilansir dari faithtap.com, Maggie sudah lama berdoa bisa bertemu pria yang pengertian dan Drew datang sebagai jawaban atas doanya. Dengan keyakinan yang ia anut, ia memutuskan untuk benar-benar menjaga hubungan mereka, terlebih dalam urusan kedekatan intim secara fisik sebelum benar-benar menikah. Lima tahun menjalin hubungan, Maggie dan Drew tak pernah berciuman. Meski banyak orang yang menganggap hubungan tanpa ciuman itu kuno dan ketinggalan zaman, tapi Maggie dan Drew punya keyakinan bahwa menjaga hubungan mereka tanpa ciuman sebelum menikah itu akan membuat mereka berdua makin kuat. Tanpa ada tekanan untuk membuktikan cinta dengan sentuhan fisik, Maggie dan Drew malah punya cara lain yang lebih indah untuk membangun cinta mereka. Kesucian cinta itu dijaga betul-betul dengan kesabaran dan keikhlasan. Hingga pada akhirnya mereka menikah, ada rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Senyuman bahagia Maggie dan Drew menyimpan makna yang dalam. Ada penantian yang begitu dalam yang mereka rasa. Sehingga saat keduanya sah menjadi suami istri, ciuman pertama itu membuat segala sesuatunya jadi terasa lebih istimewa. Meski awalnya mereka terlihat canggung bahkan malu-malu, ada rasa bahagia yang berlipat ganda yang mereka rasa. Ladies, apakah kamu juga akan menyimpan ciuman pertamamu untuk menikah nanti?
  4. Perkembangan zaman dan era globalisasi menimbulkan banyak perubahan, terutama terkait dengan pola pikir perempuan usia produktif tentang pernikahan. Di beberapa negara maju, perempuan lebih memilih melajang atau berpasangan tanpa pernikahan, seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Dalam sebuah survei yang dilakukan pada 2014, jumlah penduduk usia produktif di Amerika Serikat yang memilih untuk tidak menikah semakin bertumbuh hingga menjadi 25 persen. Kebanyakan mereka mengaku tidak siap untuk hidup dalam komitmen atau merasa terlalu muda untuk menikah. Begitu pula yang terjadi di Jepang, jumlah wanita yang tetap menginginkan hidup melajang terus bertambah hingga mencapai 28,8 persen. Survei tersebut dilakukan pada 2015 lalu. Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan hal berbeda. Berdasarkan data persentase rumah tangga menurut daerah tempat tinggal yang dihimpun pada 2009 hingga 2013, jumlah perempuan di usia produktif yang menikah tetap tinggi. Usia produktif didefinisikan antara 18 hingga 44 tahun. Dalam data tersebut, jumlah perempuan usia produktif yang menikah dari 2009 hingga 2013 terus bertambah, baik yang menetap di perkotaan ataupun di pedesaan. Pada 2013, jumlah usia di bawah 24 tahun yang lajang atau belum menikah sebesar 90,35 persen dari total populasi, sedangkan yang sudah menikah hanya berjumlah 5,61 persen. Namun pada kategori usia 24 hingga 44 tahun, jumlah wanita lajang menipis tajam menjadi 17,13 persen. Di sisi lain, jumlah wanita menikah di kategori usia ini mencapai 26,73 persen, persentase tertinggi dibandingkan kategori usia lainnya. Tren wanita Indonesia menikah di usia produktif dari 2009 hingga 2013 mengalami variasi dengan kecenderungan naik, rata-rata bertambah 1,54 persen setiap tahunnya. Di era moderen saat ini, banyak wanita banyak yang mengejar kariernya dibandingkan dengan pernikahan. Pengaruh Budaya Sosiolog Ida Ruwaida menjawab alasan tren pernikahan di Indonesia yang tetap tinggi meskipun terjadi perubahan di negara lainnya di dunia. Ia beranggapan bahwa di Indonesia, perempuan akan selalu dikaitkan dengan budaya yang hidup dalam masyarakat lokal, entah di perkotaan ataupun di desa. "Di Indonesia, perempuan selalu dikaitkan dengan status perkawinannya," kata Ida saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (8/3). "Anggapan masyarakat tersebut melekat pada dirinya dan menjadi beban bagi keluarga." Bukan hanya pandangan masyarakat yang mempengaruhi status perkawinan dari seorang perempuan Indonesia. Ida berpendapat, agama juga ikut mempengaruhi. Pun dengan budaya suku tertentu seperti Batak, dimana keberlangsungan marga dipengaruhi keberadaan keturunan. Hal ini yang menjadikan pernikahan menjadi sebuah tuntutan sosial-kultur sehingga membuat para orang tua yang memiliki anak lajang untuk 'mewanti-wanti', bahkan sampai mencarikan pasangan bagi sang anak. Sedangkan dari sudut pandang perempuan, Ida juga berpendapat bahwa menikah akan memberikan keistimewaan secara strata sosial, atau social prestige, bahwa perempuan tersebut memiliki seseorang yang dapat menjamin kehidupannya. "Namun pada wanita yang bekerja, ia akan mengalami dilema peran antara peran domestik sebagai Ibu Rumah Tangga dengan peran publik sebagai wanita karier," kata Ida. Menurut sosiolog Ida Ruwaida, wanita yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga dan wanita karier akan mengalami dilema peran. Menurut Ida, kondisi ini berbeda dengan yang terjadi di Jepang. Ida berpendapat, di Negara Matahari Terbit ada kecenderungan anggapan peran ganda sebagai istri dan wanita karier adalah berat. Karena itu, para wanita Jepang lebih cenderung memilih menjalani kehidupan melajang dan berkarier. Namun bukan berarti Indonesia tidak mengalami kondisi wanita yang memilih karier dibanding berkeluarga. Jumlah persentase wanita lajang di atas usia produktif seperti pada data BPS menunjukkan hal tersebut, namun dalam kondisi lebih longgar dibandingkan yang ada di Jepang. Kondisi adanya wanita lajang ini terjadi lebih besar pada daerah perkotaan karena ketersediaan fasilitas yang menunjang karier seorang wanita menjadi lebih terbuka. "Di perkotaan pun banyak istri yang sekaligus bekerja karena ketika tinggal di kota dengan penghasilan hanya dari suami, seakan tidak cukup. Kondisi ini pula yang membuat para pasangan mengatur strategi lain seperti menitipkan anak kepada orang tuanya," tutur Ida.
  5. Menikah perlu modal (uang) besar, kelas menengah butuh minimal 10 juta rupiah untuk menyelenggarakan pernikahan, kelas atas mulai 70 juta hingga milyaran rupiah, sedangkan kelas bawah cukup 50 ribu saja. Benarkah modal menikah besar sekali? Penghuni kelas menengah memang paling rumit, mereka dianggap mampu padahal terengah-engah menjalani hidup. Mereka tidak mau dikatakan orang tidak mampu, tapi tidak bisa naik ke kelas atas. Penghuni kelas bawah yang cuek malah berpikiran santai, penting ijab kabul. Sebanyak-banyaknya mereka mengadakan syukuran paling hanya 2 juta rupiah. Ada yang perlu diluruskan dalam konsep pernikahan. Modal menikah tidak hanya berupa uang, namun ada beberapa modal yang harus disiapkan sebelum menikah. Kali ini kita sedikit membahas modal menikah bagi pria. 1. Niat yang lurus 2. Modal Agama 3. Modal Memimpin 4. Harta
  6. Sekarang masih ada ajah ya orang yang sinis bilang “ngapain sih sok traveling, kan ngabis-ngabisin uang”. Nah orang yang kaya gini ini gak tau nih esensi dari melakukan traveling. Kalian tau gak, traveling itu ternyata cukup penting lho buat kalian lakukan dalam hidup terutama sebelum menikah. Kenapa, karena traveling akan mengajari kalian belajar berproses. Traveling itu semata-mata bukan cuma main ketempat wisatanya tapi bagaimana kalian bisa memaknai setiap perjalanan untuk menemukan keindahan yang alam ini tawarkan. Ini dia alasannya Sebelum menikah, kalian masih bebas melakukan apapun untuk mencari kesenangan pribadi. Cobalah bersenang-senang sebelum kesenangan itu nantinya dibatasi dengan hubungan pernikahan. Yah inti dari melakukan traveling adalah memaksimalkan hidup yang kamu punya sih. Kamu punya hak kok buat bersenang-senang dengan hidupmu. Sebelum kamu menyesal karena belum merasakan kebahagiaan dalam hidup dengan melakukan banyak hal yang kamu suka, coba dech buat keluar dari kebiasaanmu sebentar, ambil cuti, dan lakukan perjalanan. Belajar keluar dari kamar, keluar rumah, dan main-mainlah. Dunia ini luas. Sebelum memperhatikan pasanganmu, kamu harus bisa memberi perhatian buat dirimu sendiri. Kenali dirimu sendiri, kenali apa maumu, siapa kamu, dan lakukan solo traveling buat mengerti itu. Kalian gak bisa terus-terusan ngasih hal yang orang lain perlu, tapi kalian gak tau apa yang kalian perlu. Banyak lho pasangan yang sering bertengkar karena pasangannya dianggap tidak bisa memenuhi kemauan dirinya, sedangkan dirinya sendiri tidak tau apa yang dia mau. Lah kalo gini terus gimana. Yah intinya orang ini belum kenal betul siapa dirinya. Coba dech ambil waktu buat memperhatikan dirimu sendiri. Jadikan dirimu adalah orang yang paling mengenali dirimu sendiri. Solo traveling akan membantumu karena kamu akan menghabiskan banyak waktu sendirian. Dalam Traveling kalian akan belajar caranya menyelesaikan masalah. Kalian akan selalu siap menghadapi masalah itu, menyelesaikannya dan bukan lari darinya. Traveling atau berpetualang menuntut kemampuan seseorang untuk tanggap mengambil keputusan dalam menghadapi sebuah masalah. Hal ini akan sangat berguna dalam kehidupan rumah tangga kalian. Dalam rumah tangga pasti akan ada banyak masalah donk, nah mentalmu harus benar-benar sudah siap dengan hal ini. Masalah tidak bisa dihindari, dia harus dihadapi dan diselesaikan. Orang yang terbiasa berpetualang atau melakukan traveling akan sangat terlatih dalam hal me-manage dirinya untuk menghadapi setiap problem. Biasanya mereka juga akan lebih kreatif dalam menemukan solusi masalah. Hal ini tak lain karena pengalaman yang sering mereka temukan selama melakukan petualangan yang tidak jauh-jauh dari berbagai masalah. Traveling akan membuka pandanganmu akan dunia. Mana yang tidak bangga jika pasangannya memiliki wawasan yang begitu luas. Melakukan perjalanan atau traveling terbukti ampuh dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Dalam perjalanan seseorang bisa melihatnya langsung bukan lagi hanya mendengar kata orang atau apa yang buku ceritakan. Dengan pengalaman yang luas inilah yang akan menjadikan kalian bersama pasangan akan punya banyak bahan untuk dibagikan. Jadi hubungan kalian tidak akan terasa membosankan. Lakukanlah perjalanan, kumpulkan pengetahuan sebanyak-banyaknya sebagai bahan untuk kamu bagi dengan anak-anak dikala mendatang. Sebagai orang tua, tentu saja kita wajib membagi banyak hal tentang dunia untuk membuka wawasan anak-anak kita. Traveling sangat efektif dalam membantu hal ini. Kalian tentu saja akan merasa sangat berguna dihadapan anak-anak kalian, dengan membagi banyak pengalaman yang kalian hadapi dilapangan jadi bisa membantu anak-anak dalam memahami dunia. Mumpung kamu masih sendiri dan masih punya banyak waktu, cobalah lakukan traveling. Percayalah, akan sangat susah saat kamu sudah memiliki keluarga. Jika kamu ingin merasakan sensasi bertraveling, segeralah lakukan sebelum menikah. Karena percayalah saat sudah menikah kalian akan sangat susah untuk melakukan traveling. Waktu bersama keluarga akan menjadi sesuatu yang sangat berharga. Keuanganmu bukan lagi untuk kebutuhanmu sendiri, tapi juga untuk kebutuhan pasangan dan anak-anakmu. Mumpung masih sendiri, gunakan uang milikmu untuk mencoba sensasi traveling ini. Saat sudah berkeluarga keuangan kalian juga akan sangat berbeda. Kalian akan mencari uang untuk memenuhi kebutuhan lebih dari satu kepala. Kalian juga akan mengikis segala hal yang mengeluarkan uang untuk memenuhi hal yang kalian sukai. Mumpung masih single dan uangnya masih untuk kebutuhan pribadi, coba dech lakukan traveling biar jiwamu sehat
  7. Menikah dengan wanita yang berusia 53 tahun lebih tua dan masih berstatus istri orang membuat banyak media luar mengulas makna pernikahan bocah 8 tahun, Sanele Masilela. Bukan atas dasar cinta atau perasaan, tapi melainkan atas dasar wasiat yang diberikan oleh mendiang leluhurnya. Keluarga Sanele percaya, jika pernikahan ini adalah wasiat yang harus dijalankan dan dipatuhi. Mereka takut, seandainya tidak terlaksana malapetaka akan mendatangi kehidupan keluarganya. Dengan uang sebesar £ 500 atau Rp 720 ribu untuk mas kawin, pesta seharga £ 1.000 setara Rp 1,5 juta pun digelar secara meriah. "Ini adalah pertama kalinya yang terjadi dalam keluarga," ujar ibu Sinele, seperti yang dilansir Daily Mail. Dengan dasi kupu-kupu dan jas berwarna abu-abu, bocah 8 tahun itu meresmikan pernikahannya dengan Helen Shabangu di depan 100 tamu undangan dan pendeta. Seperti layaknya upacara pernikahan yang sakral, Sanele melakukan tukar cincin pada ibu lima anak itu, dan juga sebuah ciuman di bibir. Meski harus menikah dengan wanita yang usia yang lebih tua, Sanele tidak merasa sedih atau terpaksa. Ia merasa yakin jika dirinya akan dapat meminang wanita yang ia cintai saat dewasa nanti. Pasalnya, bagi keluarga dua belah pihak pernikahan ini hanyalah sebuah ritual dan tradisi bukan ikatan hukum. Helen dipilih menjadi pasangan Sanele karena ia dianggap sebagai wanita yang penyayang dan baik. Di samping itu, hal ini juga dikarenakan mendiang kakek Sanele yang juga mencintai Helen semasa hidupnya.
  8. I do, i do, i do..saat para wanita kembar tiga identik menikah pada hari yang sama, dan pada waktu yang sama, para pengantin pria pun menjadi bingung. Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Rafaela, (29), Rochele, (29) dan Tagiane Bini, (29), yang berasal dari Passo Fundo, Brasil Selatan, menikah pada hari yang sama. Tiga kembar identik yang berprofesi sebagai suster ini, mengenakan gaun pengantin yang sama, gaya ramput dan makeup yang sama. Para tamu dengan antusias melihat tiga saudara kembar ini mengikat simpul sehidup semati pada upacara pernikahan yang sama. Kembar triplets Rafaela, Rochele dan Tagiane Bini, terbiasa merayakan hari ulang tahun yang sama, dan sekarang mereka menikahi pria yang mirip satu sama lain. Sebagai perbedaan agar tidak membingungkan pasangan masing-masing, mereka membawa buket bunga dengan warna yang berbeda. Para calon pengantin pria awalnya khawatir karena takut mereka salah bertukar sumpah dengan calon istri mereka. Pada suatu saat, saat mereka berkumpul bersama, biasanya tugas Rochele yang menyiapkan makanan, Gabriel yang mencuci piring, dan Rafaela yang memasak. Para pria tunangan mereka seringkali salah mengira, karena tiga wanita kembar ini sangat mirip. Orang tua mereka, Pedro dan Salete, sebelumnya sudah memiliki seorang anak perempuan sebelum mereka lahir, yang bernama Liziele. Rafaela adalah yang pertama kali menemukan calon pendamping, yaitu Rafael. Setahun kemudian, Rochele berkumpul dengan Gabriel. Lalu Tagiane bertunangan dengan Eduardo. Akhirnya mereka memutuskan untuk menikah bersamaan di gereja katedral Katolik Nossa Senhora Aparecida di Passo Fundo, Brasil. Eduardo, pasangan Tagiane, mengatakan jika dirinya selalu berdoa agar pernikahan mereka diberkahi dan menjalani kehidupan berumah tangga yang penuh dengan cinta.
  9. Inilah beberapa penyebab badan menjadi melar setelah menikah. Bisa jadi Anda termasuk didalamnya. Ada yang bilang, gemuk setelah menikah adalah simbol kemakmuran dan kenyamanan. Bisa jadi lho. Ya, menikah bukanlah perkara simpel, yang diputuskan begitu secara sepihak. Kini, di era modern ini, hampir setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih pasangan hidup yang membuatnya nyaman dan bahagia. Tak heran, jika usia menikah muda pun kian berkurang, diiringi dengan tuntutan karir dan kemapanan sebelum menikah. Ya, kedua hal tersebut dianggap penting sebagai salah satu dari sekian faktor yang mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Nah, lalu kenapa ya,rata-rata pasangan setelah menikah menjadi lebih berisi? Kondisi Emosional Yang Mempengaruhi Hormon Pola Hidup Setelah Menikah Kurangnya Olah Raga
  10. Menjalin hubungan asmara punya banyak efek positif, mulai dari membangun rasa percaya diri, meningkatkan mood hingga menyehatkan tubuh. Semakin lama usia pacaran, keuntungan yang didapat, baik bagi diri sendiri maupun pasangan akan lebih bertambah. Apa saja? 1. Keintiman yang Kuat Keintiman tidak selalu dikaitkan dengan seks. Intim di sini berarti, berusaha membangun kedekatan fisik antara Anda dan pasangan sesering mungkin. Dalam hal ini, fokusnya lebih kepada tindakan-tindakan kecil untuk menunjukkan kasih sayang dan keintiman yang bisa membuat Anda berdua merasa senang setiap hari. Tindakan kecil seperti pelukan saat kekasih mengalami hari yang buruk, tepukan di bahu untuk memberi dukungan, usapan di punggung yang menyamankan, atau kontak fisik lain yang bisa membuat dua orang lebih dekat. Melakukan hal-hal ini secara rutin akan membuat hubungan asmara yang telah terjalin lama tetap mesra. 2. Memiliki Teman Ngobrol Saat hubungan asmara sudah berlangsung lama, Anda akan memiliki seseorang yang selalu siap sedia memasangkan telinganya untuk mendengarkan curahan hati Anda kapanpun. Ini adalah salah satu keuntungan dari hubungan jangka panjang. Anda memiliki orang yang mengenal Anda lebih dari siapapun, siap mendengar ketakutan, kegelisahan dan masalah, juga jadi tempat ideal jika ada sesuatu yang ingin didiskusikan. Intinya, asmara jangka panjang membuat Anda jadi lebih terbuka dengan sang kekasih. Tapi lakukan juga hal yang sama ketika si dia perlu seseorang untuk bicara dan berkeluh kesah. Mendengarkan dan membantu satu sama lain di masa sulit ataupun senang, adalah momen berharga yang didapat ketika dua orang bersama. 3. Persahabatan Keuntungan lain yang didapat dari hubungan asmara yang awet, adalah melihat percintaan sudah seperti persahabatan. Anda tak lagi hanya memandang si dia sebagai kekasih, tapi juga seseorang yang bisa Anda ajak berbagi segala hal. Menjalin persahabatan dengan kekasih, berarti Anda selalu punya seseorang untuk jalan-jalan, melakukan hobi bersama, tertawa bersama dan membuat Anda nyaman menjadi diri sendiri juga sebaliknya. 4. Mewujudkan Visi Bersama Hubungan asmara yang telah terjalin lama tidak hanya membuat Anda dan pasangan jadi sepasang tim yang solid, tapi juga bisa mewujudkan visi atau keinginan yang selama ini belum terlaksana. Misalnya saja, Anda punya mimpi bisa keliling Eropa tapi belum juga terlaksana karena masih banyak keraguan. Tapi ketika Anda mengutarakan keinginan itu pada pasangan, dan ternyata dia juga punya antusiasme dan mimpi yang sama, mewujudkannya akan lebih mudah dan menyenangkan. Baik itu keliling dunia atau membuka bisnis butik atau makanan kecil-kecilan bersama, bisa berbagi visi dengan orang yang kita cintai adalah momen yang sangat berharga.
  11. Setiap pasangan kekasih tentunya memimpikan agar kisah cinta mereka akan berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Pernikahan sendiri telah menjadi keinginan dan garis hidup setiap manusia, namun umumnya setiap pasangan setelah menikah biasanya mereka akan mengalami beberapa masalah khususnya pada bentuk tubuh. Hal tersebut tentunya sudah menjadi pengetahuan umum di seluruh kalangan masyarakat, bahkan pada kasus kebanyakan pria dan wanita akan mengalami penambahan berat badan pasca menikah. Kondisi tersebut merupakan sebuah fakta yang sebenarnya tidak dapat mereka sadari dan sudah menjadi kondisi yang normal dalam kehidupan rumah tangga. Banyak kalangan yang beranggapan jika setiap pasangan yang telah menikah umumnya akan mengalami masalah pada penampilan mereka secara fisik yaitu penambahan berat badan. Hal tersebut memang merupakan kondisi yang sudah banyak terjadi, tapi dalam kasus kebanyakan masalah berat badan lebih condong dialami oleh wanita ketimbang pria. Kondisi tersebut tentunya menjadi sebuah masalah wanita itu sendiri karena tidak menutup kemungkinan jika masalah berat badan akan mempengaruhi gairah suami terhadap istrinya. Bahkan bisa saja hal tersebut dapat memicu terjadinya perselingkuhan. Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut ini beberapa tips yang bisa menjadi perhatian Anda untuk mengatasi kegemukan setelah menikah. Cara Mengatasi Kegemukan Setelah Menikah Untuk menanggulangi masalah kegemukan setelah menikah yang banyak dialami oleh wanita khususnya pasca persalinan, hal utama yang harus menjadi perhatian Anda adalah penyebab Anda mengalami kegemukan. Umumnya penyebab kegemukan diakibatkan oleh semakin sedikitnya waktu untuk mengurus diri sendiri karena sebagian besar waktu mereka tersita untuk mengurus suami tercinta dan juga buah hatinya. Namun tidak sedikit wanita mengaku bahwa setelah menikah mereka sudah tidak terlalu memperdulikan penampilan mereka, tapi dari beberapa penelitian para pakar menemukan bahwa penyebab utama wanita mengalami kegemukan setelah bersuami dikarenakan oleh perasaan bahagia mereka yang terus terbawa setelah melalui fase indah bulan madu. Sangat dianjurkan agar setiap wanita tetap menjaga penampilannya khususnya menjaga berat badan dengan rajin berolahraga dan menjaga asupan makanan atau melakukan posisi bercinta yang ampuh untuk membakar lemak, cara tersebut sangat baik agar terhindar dari resiko berbagai penyakit dan agar suami Anda tetap betah berada di rumah.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy