Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'mati'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 11 results

  1. Pasien penderita penyakit komplikasi yang lama terbaring di rumah sakit tak jarang membuat harapan untuk kembali sembuh kian tipis. Tak jarang dokter tak mampu berbuat banyak, lantaran kondisi pasien yang sudah di penghujung kematian. Dalam kondisi ini, Google mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk memprediksi waktu kematian seseorang. Algoritme Google membaca 175.639 poin data dari seorang pasien pengidap kanker payudara stadium lanjut. Penyakit ini membuat cairan memenuhi paru-paru dan organ vital lainnya sehingga dokter memperkirakan ia hanya memiliki peluang hidup sebesar 9,3 persen. Sebaliknya, algoritme Google justru memperkirakan harapan hidup sedikit lebih besar. Dari data yang diperoleh, Google memperkirakan peluang kematian perempuan itu mencapai 19,9 persen. Meski beberapa hari kemudian pasien dinyatakan meninggal dunia. Belajar dari kasus tersebut, Google mengembangkan alat untuk memperkirakan peluang hidup pasien, termasuk berapa lama ia harus dirawat di rumah sakit, hingga kemungkinan pasien perlu dirawat kembali, dan waktu meninggal yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. Kecerdasan buatan ini mengolah semua informasi dan menghasilkan prediksi, jauh lebih cepat dan akurat dari teknik-teknik yang telah ada sebelumnya. Algoritme Google bahkan menunjukkan data mana yang akan berujung pada penarikan konklusi. Nigam Shah, profesor dari Stanford University sekaligus salah satu penulis dalam riset ini menyebut metode yang ada sekarang menghabiskan 80 persen waktu untuk membuat data laik saji. Sementara pendekatan yang digunakan Google justru menghindari hal tersebut. Kemampuan Google dalam menyaring data, termasuk catatan yang terkubur dalam dokumen dan grafik lama tak dipungkiri membuat rumah sakit, dokter dan penyedia layanan kesehatan kagum. Mengingat sejauh ini lembaga kesehatan telah berupaya bertahun-tahun untuk menggunakan rekam jejak kesehatan dan data pasien untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Jeff Dean, kepala bagian kecerdasan buatan Google kepada Bloomberg mengatakan tahap berikutnya yang akan ditempu yakni mengintegrasikan sistem yang memprediksi gejala penyakit ke klinik-klinik. Ia menyebut tingkat akurasi prediksi penyakit diharapkan bisa menjadi harapan dan alarm. "Mereka memahami masalah apa yang perlu segera dicarikan solusinya. Sejauh mereka (Google) telah melakukan cukup eksperimen kecil untuk mengetahui hasil yang berbeda-beda dari setiap pengujian," ungkap Jeff. Ia berharap kecerdasan buatan ini mampu mengarahkan para dokter kepada pengobatan tertentu dan membantu mendiagnosa penyakit pasien dengan lebih tepat.
  2. suatmiko_sutioso

    Apa yang terjadi ketika kita mati?

    Masih penasaran, waktu kita mati itu apa yg dirasain?
  3. Apa yang dirasakan manusia saat akan meninggal? Ilmuwan berupaya menjelaskan apa yang dirasakan ketika saat tersebut tiba. Ajal adalah sesuatu yang dialami manusia sekali seumur hidupnya dan sangat jarang kita mendengar kesaksian bagaimana saat itu tiba. Kendati begitu ilmuwan dari The American Chemical Society membuat video mengenai apa yang dirasakan saat kematian tiba. Menurut asosiasi tersebut, menyaksikan seseorang dikejar-kejar pembunuh yang membawa kampak dalam film horor menciptakan perasaan yang sama seperti Anda yang tengah dikejar pembunuh tersebut. Dalam video tersebut ilmuwan The American Chemical Society menjelaskan bagaimana perubahan kimia dalam otak beberapa saat sebelum seseorang dibunuh oleh pembunuh berkampak. Rasa takut - seperti dijelaskan ilmuwan - merupakan respon kognitif yang memperingatkan kita saat berada dalam bahaya. Dari berbagai sudut pandang ilmuwan medis, Anda bisa meninggal karena ketakutan. Rasa takut tersebut dikirimkan ke bagian otak yang disebut Thalamus dimana pesan itu menjelaskan kepada tubuh bahwa kita dalam kondisi bertarung. "Saat sinyal rasa takut itu mencapai otak di bagian periaqueductal, kondisi itu memerintahkan otak untuk bersiaga," papar ilmuwan. Lalu mengapa kita berteriak saat kita ketakutan? Ilmuwan menjelaskan bahwa perilaku tersebut merupakan respon otomatis dari tubuh. Kita akan berusaha memberitahu orang lain dengan berteriak sekaligus menyatakan apa yang tengah dirasakan dengan harapan mendapatkan bantuan. "Berbeda dengan saat kita berbicara biasa, suara teriakan yang diterima telinga langsung menuju daerah Amygdala dimana itu adalah pusat darurat otak. Hal itu seperti halnya seseorang yang berteriak berusaha berbagi dengan Anda bagaimana kondisi otaknya," jelas ilmuwan. Saat pembunuh berkampak dalam film horor tersebut berhasil menangkap korban dan membunuhnya secara brutal serta menghentikan teriakan otomatis tadi. Rasa sakit menurut ilmuwan merupakan perasaan yang sangat berbeda dari sentuhan dan rasa tersebut memberitahukan tubuh bahwa apa yang baru terjadi tidak boleh terulang. Dengan mengasumsikan tidak terjadi kerusakan otak, sesuatu yang menarik terjadi saat ajal menjelang. Ketika jantung berhenti berdenyut dan Anda tak lagi bernafas saat itulah yang disebut kematian klinis. Ketika itu otak masih terus bekerja dan memasuki kondisi aktivitas perseptual-neural. Langkah terakhir dari kematian adalah saat otak berhenti bekerja dan itu yang disebut kematian biologis. Ketika itu seseorang benar-benar disebut meninggal dunia.
  4. restiani

    Tentang Mati Syahid

    Syahid secara bahasa merupakan turunan dari kata sya-hi-da [arab: شهد] yang artinya bersaksi atau hadir. Saksi kejadian, artinya hadir dan ada di tempat kejadian. Istilah ini umumnya digunakan untuk menyebut orang yang meninggal di medan jihad dalam rangka menegakkan kalimat Allah. Ulama berbeda pendapat tentang alasan mengapa mereka disebut syahid. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan sekitar 14 pendapat ulama tentang makna syahid. Berikut diantaranya, Karena orang yang mati syahid hakekatnya masih hidup, seolah ruhnya menyaksikan, artinya hadir. Ini merupakan pendapat An-Nadhr bin Syumail. Karena Allah dan para malaikatnya bersaksi bahwa dia ahli surga. Ini merupakan pendapat Ibnul Anbari. Karena ketika ruhnya keluar, dia menyaksikan bahwa dirinya akan mendapatkan pahala yang dijanjikan. Karena disaksikan bahwa dirinya mendapat jaminan keamanan dari neraka. Karena ketika meninggal tidak ada yang menyaksikannya kecuali malaikat penebar rahmat. Dan masih beberapa pendapat lainnya yang dirinci oleh ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari syarh Shahih Bukhari (6/42 – 43). Hukum Khusus untuk Jenazah Mati Syahid Ada 4 kewajiban kaum muslimin terhadap jenazah muslim yang lain: dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan dikubur. Khusus untuk jenazah muslim yang mati syahid, ada 2 hukum khusus: 1. Tidak boleh dimandikan Jenazah ini dibiarkan sebagaimana kondisi dia meninggal, sehingga dia dimakamkan bersama darahnya yang keluar. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda terkait jenazaj korban perang Uhud: لَا تُغَسِّلُوهُمْ، فَإِنَّ كُلَّ جُرْحٍ – أَوْ كُلَّ دَمٍ – يَفُوحُ مِسْكًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Jangan kalian mandikan mereka, karena setiap luka atau darah, akan mengelluarkan bau harum minyak misk pada hari kiamat.” (HR. Ahmad 14189 dan dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth). Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda ketika perang Uhud: ادْفِنُوهُمْ فِي دِمَائِهِمْ “Kuburkan mereka bersama darah mereka.” Jabir mengatakan: “Mereka tidak dimandikan.” (HR. Bukhari 1346) 2. Boleh tidak dishalatkan Artinya, jenazah korban perang fi sabilillah tidak wajib dishalatkan, dan boleh juga dishalatkan. Jenazah yang meninggal di perang Uhud, dimakamkan tanpa dishalatkan. Jabir mengatakan, وَأَمَرَ بِدَفْنِهِمْ فِي دِمَائِهِمْ، وَلَمْ يُغَسَّلُوا، وَلَمْ يُصَلَّ عَلَيْهِمْ “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar memakamkan mereka bersama dengan darah mereka, tidak dimandikan dan tidak dishalatkan. (HR. Bukhari 1343) Sementara dalil bahwa mereka boleh dishalatkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menshalatkan jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib, paman beliau yang meninggal ketika perang Uhud. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan, أنّ شهداء أُحد لم يغسّلوا، ودفنوا بدمائهم، ولم يُصَلَّ عليهم؛ غير حمزة “Para syuhada perang Uhud tidak dimandikan, mereka dikuburkan bersama darahnya, tidak dishalatkan, selain Hamzah.” (Shahih Sunan Abu Daud no. 2688). Bukan Syahid tapi Mendapat Pahala Syahid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan beberapa orang yang mati di selain medan jihad, namun beliau menggelarinya sebagai syahid. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah syahid menurut kalian?” ‘Orang yang mati di jalan Allah, itulah syahid.’ Jawab para sahabat serempak. “Berarti orang yang mati syahid di kalangan umatku hanya sedikit.” Lanjut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. ‘Lalu siapa saja mereka, wahai Rasulullah?’ tanya sahabat. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan daftar orang yang bergelar syahid, مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ “Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915). Dalam hadis lain, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ “Siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid.” (HR. Bukhari 2480). Dari Jabir bin Atik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ “Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.” (HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan Al-Albani). Mereka digelari oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai syahid, namun jenazahnya disikapi sebagaimana jenazah kaum muslimin pada umumnya. Artinya tetap wajib dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan dimakamkan. Para ulama mengistilahkan dengan syahid akhirat. Di akhirat dia mendapat pahala syahid, namun di dunia dia ditangani sebagaimana umumnya jenazah. Ketika mejelaskan hadis daftar orang yang mati syahid selain di medan jihad, Al-Hafidz Al-Aini mengatakan, فهم شُهَدَاء حكما لَا حَقِيقَة، وَهَذَا فضل من الله تَعَالَى لهَذِهِ الْأمة بِأَن جعل مَا جرى عَلَيْهِم تمحيصاً لذنوبهم وَزِيَادَة فِي أجرهم بَلغهُمْ بهَا دَرَجَات الشُّهَدَاء الْحَقِيقِيَّة ومراتبهم، فَلهَذَا يغسلون وَيعْمل بهم مَا يعْمل بِسَائِر أموات الْمُسلمين “Mereka mendapat gelar syahid secara status, bukan hakiki. Dan ini karunia Allah untuk umat ini, dimana Dia menjadikan musibah yang mereka alami (ketika mati) sebagai pembersih atas dosa-dosa mereka, dan ditambah dengan pahala yang besar, sehingga mengantarkan mereka mencapai derajat dan tingkatan para syuhada hakiki. Karena itu, mereka tetap dimandikan, dan ditangani sebagaimana umumnya jenazah kaum muslimin.” (Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/128). Macam-Macam Syahid Dari berbagai hadis yang menyebutkan tentang mati syahid, Al-Hafidz Al-Aini membagi syahid menjadi tiga macam. Beliau mengatakan dalam lanjutan penkelsannya, وَفِي (التَّوْضِيح) : الشُّهَدَاء ثَلَاثَة أَقسَام: شَهِيد فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة، وَهُوَ الْمَقْتُول فِي حَرْب الْكفَّار بِسَبَب من الْأَسْبَاب، وشهيد فِي الْآخِرَة دون أَحْكَام الدُّنْيَا، وهم من ذكرُوا آنِفا. وشهيد فِي الدُّنْيَا دون الْآخِرَة، وَهُوَ من غل فِي الْغَنِيمَة وَمن قتل مُدبرا أَو مَا فِي مَعْنَاهُ. Dalam kitab ‘At-Taudhih’ disebutkan: Orang yang mati syahid ada 3: Syahid dunia dan akhirat, merekalah orang yang terbunuh karena sebab apapun di medan perang melawan orang kafir. Syahid akhirat, namun hukum di dunia tidak syahid. Mereka adalah orang yang disebut syahid, namun mati di selain medan perang. Syahid dunia, dan bukan akhirat. Dialah orang yang mati di medan jihad, sementara dia ghulul (mencuri ghanimah), atau terbunuh ketika lari dari medan perang, atau sebab lainnya. (Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/128). Untuk orang yang berstatus syahid dunia, namun bukan akhirat, karena ketika dia mati, kaum muslimin menyikapinya sebagaimana orang yang mati di medan perang, jasadnya tidak dimandikan. Namun mengingat orang ini melakukan pelanggaran ketika jihad, dia tidak mendapatkan pahala mati syahid di akhirat. Allahu a’lam
  5. Akibat gegar otak yang sering dideritanya, seorang pemuda pemain sepak bola harus meregang nyawa karena penyakit degeneratif pada otaknya. Padahal penyakit seperti itu biasanya dialami orang yang telah berumur lanjut, sedangkan ia baru 25 tahun. Penyakit otak yang menyerangnya bernama chronic traumatic encephalopathy (CTE), terjadi pada orang yang mengalami trauma berulang pada otaknya. Para peneliti mengatakan, CTE hanya bisa didiagnosis lewat otopsi. Kasus yang menyerang atlet sepak bola muda tersebut juga merupakan kasus CTE langka karena telah menyerangnya di waktu muda. Walaupun sebenarnya, kata peneliti, tanda-tanda dan perkembangan penyakit ini telah diketahui sejak usia 17 tahun. "Atlet ini hanya salah satu mantan atlet olahraga dengan kontak fisik tinggi, yang juga pernah bermain dalam American Football, yang terbukti mengidap ETC ketika diotopsi," kata salah satu penulis jurnal JAMA Neurologi, James M. Noble. "Beberapa mantan atlet meskipun masih muda tapi telah terindentifikasi dengan temuan patologi tersebut," kata Noble yang merupakan ahli saraf di Colombia University. Para peneliti juga menemukan ada infeksi bakteri pada hati pemain sepak bola muda itu. Selain itu, mereka juga mewawancarai keluarga sang atlet dan melihat hasil tes neuropsikologis yang dilakukan ketika pemuda tersebut berumur 24 tahun. Dari hasil penelitiannya, para peneliti mengatakan pemuda itu mulai main sepak bola ketika ia berumur enam tahun hingga 16 tahun kemudian. Ia pun pernah 10 kali gegar otak ketika bermain bola. Pemuda itu mengalami gegar otak pertamanya pada saat berusia 8 tahun. Kemungkinan besar, ia juga mengalami kerusakan otak saat itu. Kerusakan itu dinilai lebih berbahaya ketika terjadi pada usia muda dibandingkan ketika sudah dewasa. Dalam salah satu kecelakaan yang dialami ketika baru saja duduk di bangku kuliah, ia pun sempat kehilangan kesadaran sesaat dan mengalami sakit kepala berkelanjutan, penglihatannya menurun, insomnia, dan masalah memori lainnya. Kendati tengah berusaha untuk mengobati gejala tersebut, masalah itu tetap ada. Dan akhirnya ia berhenti bermain sepak bola. Sang pemuda mengakhiri sekolahnya dengan IPK 1,9, akibat fungsi otak yang menurun. Tak hanya itu, beberapa gejala lain juga dideritanya, seperti lesu, nafsu makan menurun, dan muncul pemikiran-pemikiran untuk bunuh diri. Ia juga mengalami kesulitan dalam bekerja dan mulai menggunakan obat-obatan terlarang, termasuk ganja, untuk membantunya bertahan dari sakit kepala dan membantunya tidur. Secara verbal, ia juga lebih agresif, bahkan melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya. Tapi, bagaimanapun, Noble mengatakan masih banyak pertanyaan yang tidak terjawab tentang penyakit ini. Ia belum menemukan bukti yang kuat mengapa 10 persen altlet yang menderita gegar otak sembuh lebih lama dari biasanya. Dan masih menjadi pertanyaan besar juga mengapa CTE lebih banyak menimpa para atlet.
  6. Bayangkan jika ada sebuah gadget yang dapat menghitung mundur tanggal kematian Anda, pastinya terlihat sangat mengerikan. Namun ada sebuah inovasi baru pada perangkat jam tangan yang dapat meramalkan kapan tanggal kematian sang pengunannya. Ya, jam tangan ini bernama Tikker, yang juga dijuluki sebagai “Jam kematian”. Meski terdengar menyeramkan, namun sebenarnya jam tangan ini dapat membantu Anda untuk mengatur pola gaya hidup yang lebih sehat. Jam tangan kematian ini dirancang oleh seorang penemu asal Swedia, yang mengklaim bahwa jam tangan miliknya dapat menghitung harapan hidup seseorang bahkan dapat menghitung mundur kapan pengguna itu akan meninggal dunia. Jam tangan kematian ini diciptakan oleh, Fredrik Colting. Namun Colting menyebut jam ini sebagai The Happiness Watch atau jam kebahagiaan, karena ia menciptakan jam ini bertujuan agar orang-orang dapat menghargai waktu dan menyayangi diri sendiri. Untuk menggunakan jam tangan ini pun diperlukan persyaratan terlebih dahulu, yakni Anda diminta mengisi Kuesioner yang telah disediakan sebagai basis informasi. Nantinya Anda akan diminta untuk mengisi riwayat kesehatan Anda, termasuk alergi terhadap sesuatu atau penyakit. Tak hanya itu saja, pengguna juga akan ditanya, apakah mereka merokok dan apakah ada kasus riwayat penyakit kanker, diabetes dan penyakit lainnya dalam keluarga mereka. Pengguna juga disodorkan pertanyaan tambahan, seberapa sering mereka berolahraga dan seberapa sering pengguna menimbang berat badan mereka. Setelah semua informasi mengenai diri sendiri sudah dimasikan, usia pengguna akan dikurangi dengan prediksi yang ditetapkan oleh Tikker. Selain dapat memprediksikan batas usia penggunanya, Tikker juga menampilkan waktu lokal serta mulai menghitung mundur kapan pengguna akan meninggal. Setelah selesai melewati kampanye di rowsfounding, kini jam tangan kematian ini sudah dapat diboyong denga harga £49,99 atau sekitar satu jutaan rupiah. kehadiran jam tangan ini memang kontroversial, bayangkan jika ada yang mengatakan kepada Anda bahwa usia Anda tinggal satu tahun lagi, apa yang bakal Anda lakukan untuk mengubah gaya hidup Anda? Jam tangan ini memiliki tiga baris penunjuk waktu, baris paling atas menunjukan tahun, bulan, dan hari. Sedangkan untuk baris kedua menampilkan hitungan mundur jam, menit, dan detik. Untuk baris ketiga menunujan waktu lokal atau waktu yang sedang berjalan saat ini. Kematian adalah hal yang tak bisa dikompromi, kedatangannya sangat tidak bisa diduga-duga dan sangat mustahil untuk ditentukan, bahkan oleh perangkat buatan manusia secanggih apapun. Karena pada dasarnya, kematian hanya milik sang pencipta. Namun hal positif yang dapat kita ambil dari Tikker ini adalah, kita diajarkan untuk menghargai waktu, menjalankan pola gaya hidup yang lebih sehat.
  7. Hidup dan mati adalah urusan Tuhan. Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan menakdirkan kita untuk meninggalkan dunia ini. Andai kita tahu, mungkin kita sudah mempersiapkan kain kafan atau peti mati jauh-jauh hari, bahkan mungkin menulis list hal-hal yang harus dilakukan sebelum mati. Tapi bukan Tuhan saja yang bisa mengatur takdir kita. Kita pun bisa ikut mengatur takdir ini, karena jika kita melakukan hal-hal berikut, niscaya kita akan mati. Minum Baygon, HIT, dan Kawan-Kawannya Terjun dari Lantai 100 Menelepon Atau SMS Sambil Berkendara Tubuh Gemuk Merokok
  8. Lebih dari sepertiga populasi manusia mendapatkan kurang dari enam jam tidur malam. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko kematian dini sebesar 12 persen. Dewan kesehatan di Inggris memperingatkan, kurang tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk di antaranya adalah diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. “Kurang tidur merupakan masalah yang semakin berkembang,” kata Lisa Artis dari British Sleep Council. “Pertama, orang-orang tidak menempatkan pentingnya tidur cukup dan manfaat kesehatan yang bisa didapat dari istirahat cukup.” Yang kedua, menurut Lisa, tidak seperti perubahan gaya hidup lain, seperti makan buah dan sayuran sebanyak lima porsi sehari, tidur benar-benar tidak masuk ke dalam agenda kesehatan. Lisa menambahkan, tidak seperti pola makan, tidur adalah pola hidup yang sulit. Faktor-faktor seperti, kehadiran anak-anak kecil, masalah kesehatan, dan faktor lingkungan, semua dapat menggangu pola tidur. Kondisi kurang tidur dapat melepas hormon yang meningkatkan stres, pada gilirannya dapat mempercepat denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah serta memicu sejumlah masalah kesehatan. Penelitian menunjukkan, tidur yang kurang dari enam jam secara rutin bisa berdampak pada perhatian, konsentrasi, dan memori yang juga dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Saat ini, Badan Kesehatan Masyarakat Inggris tengah mendorong orang-orang untuk tidur lebih banyak lewat kampanye pemerintah yang bertujuan membantu orang-orang menjalankan gaya hidup sehat. Dengan fokus pada orang-orang paruh baya, kampanye baru tersebut meminta orang membuat tujuh perubahan gaya hidup. Di antaranya, merokok, mengurangi minuman beralkohol, lebih banyak berolahraga, dan memperbaiki pola tidur. Dalam sebuah dokumen yang dirilis pada bulan lalu, kampanye baru Badan Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan, “Hanya sekitar 20-30 persen dari apa yang kita anggap sebagai penuaan adalah (masalah) biologis, sisanya adalah 'pembusukan' atau 'kerusakan' yang secara aktif bisa dikelola atau dicegah.” Menurutnya, di usia sekitar 40 dan 60 tahun merupakan kesempatan yang unik, tapi kerap diabaikan. Lisa mengatakan, “Orang tua membutuhkan tidur kurang adalah mitos. Orang-orang paruh baya membutuhkan jumlah tidur yang sama, meskipun mereka tidak mendapatkan jumlah tidur yang sama seperti saat mereka berusia 20-an dan 30-an. Itu artinya mereka harus mengejar dengan tidur siang.”
  9. Julukan "literary he-man" atau "perkasa" tidak begitu saja disematkan kepada jurnalis dan penulis kenamaan yang hari jadinya diperingati setiap 21 Juli, Ernest Hemingway. Ernest Hemingway Sejak pertama kali menghirup udara dunia pada 1899 hingga mengembuskan napas terakhirnya pada 1961, Hemingway sudah beberapa kali berhadapan sangat dekat dengan maut layaknya tokoh fiksi karangannya. Hemingway memang sangat terobsesi dengan kematian. Semua karyanya pun dilumuri kisah mengenai kematian tokoh di tangan tentara hingga ditanduk banteng. Apa yang ia tulis ternyata juga tersirat dalam penampilannya sehari-hari. Dalam sebuah laporan pada 1961, TIME menuliskan, "Semua yang ada dalam diri Hemingway terlihat seperti apa yang dilihat pada seorang pria di hari di mana ia tahu akan meninggal." Rangkaian kata tersebut dirasa sangat tepat menggambarkan sosok Hemingway. Setiap harinya, ia seakan sudah berkemas dan siap kapan pun ajal menjemputnya. Sebelum akhirnya ia tewas akibat luka bunuh diri, Hemingway tercatat lima kali lolos dari jurang kematian. Berikut daftarnya seperti dilansir TIME. 1. Tersambar peluru meriam Austria Hemingway pernah ambil andil dalam Perang Dunia I. Tak angkat senjata, Hemingway memegang kemudi ambulans Palang Merah. Pada 8 Juli 1918, ia tersambar pecahan peluru yang terlontar dari meriam pasukan Austria dengan kecepatan tinggi. Seketika itu juga, Hemingway merasa nyawanya hampir keluar dari tubuhnya. Dengan 237 pecahan peluru bersarang di tubuhnya, Hemingway berhasil lolos dari maut untuk pertama kalinya. 2. Tertembak saat berhadapan dengan hiu Dalam salah satu artikel di Esquire, pada 1935, Hemingway pernah menuliskan sebuah kiat membunuh hewan buas di depan mata. "Tembak bagian otak jika jaraknya sangat dekat, jantungnya jika jauh, atau tulang punggungnya jika Anda harus menghentikannya dengan segera," tulisnya. Hemingway yakin cara paling jitu adalah menyerang tubuh hiu tepat sasaran. Anjuran ini pun dianggap sangat dapat dipercaya. Pasalnya, Hemingway menuliskan kiat tersebut setelah mengalami sendiri kejadian menegangkan berhadapan langsung dengan hiu di perairan Key West, California. Panik menghadapi hewan buas, Hemingway melepaskan tembakan ke arah hiu yang ternyata tak tepat sasaran. Alih-alih menewaskan sang hiu, Hemingway pulang dengan peluru tertanam di pahanya. 3. Memburu kapal selam Jerman Pada era 1942-1943, Hemingway tidak produktif menulis. Ia lebih memilih mengarungi perairan Gulf Stream dengan kapal kayu sepanjang 11,5 meter. Bersenjatakan granat dan senapan ringan, Hemingway memburu satu kapal selam milik Jerman. Dalam benaknya, Hemingway berpikir bahwa jika ia telah menemukan lokasi kapal selam tersebut, Angkatan Laut akan lebih mudah menghancurkannya. "Solusinya sangat berkarakter. Ia akan menyerang kapal tersebut secara tiba-tiba dan tak terduga dan mengejarnya," ujar penulis buku The Hemingway Patrols, Terry Mort. Rencana ini dianggap kurang matang oleh beberapa kalangan. Untungnya, Hemingway pun tidak pernah berkesempatan menjalankan misi tersebut. 4 (dan 5). Dua kali menjadi korban pesawat jatuh Saat sedang berkunjung ke Afrika, Hemingway memacu adrenalin dengan bersafari. Dalam dua hari itu pula, jantung Hemingway berdebar kencang ketika pesawat yang ditumpanginya jatuh. Insiden pertama terjadi ketika pesawat Cessna yang membawa Hemingway dan istrinya sedang berupaya menghindari iringan unggas melintas. Sang pilot pun harus memilih menukikkan pesawat ke arah enam buaya yang sedang berjemur atau sekelompok gajah di tengah hutan. Pilot tersebut lebih memilih melakukan pendaratan mendadak tak sempurna di tempat gajah berkerumun. Mereka pun menghabiskan malam di tengah hutan bersama gaja-gajah. Keesokan harinya, Hemingway mempertaruhkan nyawanya dengan menaiki pesawat yang sama. Belum lama lepas landas, pesawat tersebut terbakar. Melihat luka bakar yang begitu serius, berbagai media pun mulai memberitakan kematian Hemingway dan istrinya. Namun Hemingway menampik semua rumor tersebut hanya dengan keluar dari hutan membawa beberapa tandan pisang dan sebotol gin. "Keberuntungan saya bekerja sangat baik," katanya.
  10. Kematian memang merupakan suatu hal yang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Namun beberapa kebiasaan atau perilaku tidak sehat yang Anda lakukan setiap hari mampu berujung pada penyakit berbahaya yang mengakibatkan kematian. Terkadang kebiasaan tersebut bahkan tidak Anda sadari mampu menyebabkan kematian mendadak. 1. Tidur dengan ponsel berada di dekat Anda Sekitar 8 dari 10 manusia pasti akan selalu meletakkan ponsel di dekat mereka saat tidur. Alasannya, agar Anda langsung terjaga saat ada sms, telpon, atau email penting yang masuk. Sudah banyak penelitian kesehatan yang mengatakan bahwa kebiasaan ini membahayakan kesehatan Anda. Salah satu alasannya adalah eksposur cahaya biru atau blue light akan mengganggu kerja otak Anda yang kemudian akan menekan sekresi hormon melatonin dari tubuh yang akan selalu membuat Anda waspada. Sehingga sudah bisa ditebak bahwa kualitas tidur Anda akan terganggu. 2. Jadwal menstruasi yang tidak teratur Kebanyakan wanita seringkali mengabaikan jadwal menstruasi mereka yang tidak teratur. Stres atau mendekati masa menopause kebanyakan menjadi alasan kenapa hal ini terjadi. Walaupun begitu jika Anda mengalaminya, sebaiknya segera periksakan hal tersebut pada ginekolog Anda sebab menstruasi yang tidak teratur bisa menjadi tanda awal dari berbagai penyakit berbahaya seperti infeksi, kanker, atau gangguan pada rahim Anda. 3. Sering duduk Pernahkah Anda menghitung berapa waktu yang Anda habiskan untuk duduk dalam sehari? Bisa jadi lebih dari 10 jam sehari. Para ahli kesehatan memperingatkan jika Anda sering duduk terutama dalam posisi yang tidak sehat maka akan mengakibatkan Anda mengalami sakit punggung yang bisa berujung pada munculnya berbagai macam penyakit berbahaya lainnya. Solusinya, segera perbaiki postur saat Anda duduk dan seimbangkan dengan aktivitas lainnya yang sehat. 4. Jarang memakai sun block Sebagian besar orang seringkali lupa atau mengoleskan sun block di kulit mereka. Padahal Indonesia termasuk negara dengan paparan sinar matahari yang cukup tinggi. Tahukah Anda bahwa kebiasaan ini mampu membuat Anda memiliki risiko tinggi untuk terkena kanker kulit terutama di daerah kelapa, leher, dan tangan Anda. Oleh karena itu, jangan pernah lupa untuk mengoleskan sun block setiap kali Anda beraktivitas di luar ruangan atau melindungi kulit Anda dengan mengenakan payung, scarf, atau jaket. Itulah beberapa kebiasaan sehari-hari yang membuat Anda berada dalam risiko besar bahaya kesehatan. Semoga informasi sehat ini bermanfaat!
  11. Misteri gozu, siapa yang menceritakan dan mendengarkan cerita ini akan mati. Pembaca kumpulan misteri, hal inilah yang diyakini oleh orang-orang Jepang sehingga misteri tentang Gozu pun banyak ditakuti. Bahkan karena begitu misteriusnya kisah ini di Jepang, maka kisah ini pun menyebar dengan mudah ke berbagai belahan dunia. Menurut urban legend dan legenda yang berkembang di negara Jepang, memang ada sebuah cerita pendek yang dikenal dengan Gozu. Dalam bahasa Jepang Gozu adalah Cow Head atau kepala sapi. Konon kabarnya, kisah tersebut berasal dari abad 17. Meskipun demikian, cerita asli dari Gozu sendiri sampai saat ini masih tetap menjadi misteri dan belum dapat ditemukan di mana pun. Pasalnya ada kepercayaan siapa yang menceritakan atau bahkan hanya mendengarkan kisah asli Gozu akan mati. Beberapa tulisan di era tersebut mengungkapkan bahwa Gozu adalah sebuah kisah yang amat mengerikan. Namun tulisan-tulisan tersebut hanya berani menuliskan judulnya saja dan tidak berani untuk menulis ceritanya secara keseluruhan. Bahkan saking menakutkannya cerita tersebut, beberapa tulisan termasuk salinan yang menceritakan kisah tersebut sudah dibakar habis. Sejumlah salinan yang berhasil diselamatkan dari pemusnahan tersebut dipecah menjadi beberapa bagian, setelah itu disebar ke seluruh penjuru negeri sakura ini. Menurut rumor yang berkembang, jika kisah ini diceritakan, pada pendengar kisah Gozu akan mendapatkan teror yang sangat luar biasa. Demikian halnya dengan orang yang menceritakan atau membaca kisah-kisah tersebut bisa mati karena takut seperti dilansir dari Scary For Kids. Hal ini pada akhirnya membuat cerita Gozu hadir dalam berbagai versi dan mungkin saja tidak ada satu pun yang sama persis dengan kisah asli dari Gozu itu sendiri. Hasilnya munculah misteri gozu, siapa yang menceritakan dan mendengarkan cerita ini akan mati. Gozu Versi Baik Hati Gozu Versi Sakyo Kumatsu
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi