Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'matahari'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 19 results

  1. Pada dasarnya matahari merupakan salah satu bintang yang berada di tata surya dan menjadi pusatnya. Matahari termasuk bintang karena dapat menghasilkan energi cahaya sendiri. Cahaya matahari dibandingkan bintang yang lain terasa lebih cemerlang. Hal itulah yang menyebabkan pada waktu siang hari kita tidak dapat melihat bintang selain matahari. Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G. Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada matahari. Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu kehilangan empat juta ton massa setiap saat. Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.
  2. Matahari adalah alasan utama bahwa kita memiliki kehidupan di planet kita. Bumi berada dalam sistem tata surya kita hanya dalam posisi ‘yang tepat’ sehingga kita tidak terlalu dekat dengan matahari untuk bisa dibakar sampai kering dan tidak terlalu jauh untuk menjadi bola salju planet. Matahari adalah bola gas panas yang membakar dan mengeluarkan panas yang menghangatkan. Panas ini berekspansi ke tata surya dan lebih jauh itu, semakin dingin itu. Jadi, Kita mungkin bertanya-tanya apa yang menyebabkan matahari untuk membuat begitu banyak panas. Panas pada matahari memiliki proses perjalanan yang sangat kompleks. Ketika Kita melihat keluar ke bintang-bintang Kita benar-benar melihat matahari dari sistem tata surya lain. Untuk seseorang perjalanan di luar sana, matahari kita akan terlihat seperti bintang juga. Ketika matahari kita meledak penciptaan, itu adalah massa berputar-putar gas yang termasuk inti atau pusat yang menekan atom bersama-sama dalam proses yang disebut ‘fusi nuklir’. Tekanan kuat ini menciptakan panas pada suhu yang ada di sekitar 15 juta derajat C. Hal ini cukup panas untuk langsung menguapkan sesuatu sebelum memiliki kesempatan untuk bahkan datang dekat dengan itu. Jumlah besar panas terpancar keluar, dengan cara yang sama bahwa Kita merasa panas dari pemanas ruangan. Semakin dekat bahwa Kita mendapatkan, lebih panas karena mendapat. Matahari memiliki ‘atmosfer’ yang mempertahankan panas. Molekul-molekul panas benar-benar memancar keluar dari inti, terpental sekitar melalui lapisan pertama dekat inti yang disebut ‘zona radiasi’, untuk sekitar satu juta tahun sebelum mulai bergerak ke luar. Lapisan berikutnya yang mencapai disebut ‘zona konvektif’. Suhu di sini hanya sedikit kurang, pada 2 juta derajat C. Ini tinggal di sana, perlahan-lahan menciptakan gelembung besar atom terionisasi yang membentuk menjadi plasma panas. Pada titik ini sudah siap untuk pindah ke lapisan berikutnya yang disebut ‘fotosfer’. Panas Matahari Kita mungkin telah menduga bahwa suhu di fotosfer sedikit lebih dingin, di 5.500 derajat C. fotosfer adalah lokasi di matahari bahwa radiasi dapat dideteksi sebagai sinar matahari yang sebenarnya. Ketika kita melihat bintik matahari pada matahari itu sebenarnya daerah yang lebih dingin dan mereka muncul sebagai bagian gelap dari matahari. Pusat bintik matahari ini memiliki suhu yang dapat sekitar 4.000 derajat C. Tingkat berikutnya suasana matahari terus menjadi lebih dingin, sekitar 4.320 derajat C. Ini disebut kromosfer. Kita biasanya tidak bisa melihat cahaya tampak di daerah ini karena lebih lemah dari fotosfer sekitarnya. Satu-satunya waktu fotosfer terlihat adalah selama gerhana matahari total. Pada saat itu, bulan meliputi fotosfer dan pelek merah yang muncul mengelilingi matahari adalah kromosfer. Korona memiliki suhu tinggi sebagai lolos panas, menyebabkan plasma besar sungai yang puncak keluar seperti poin mahkota itu. Hal ini dapat sepanas 2 juta derajat C. Saat korona dingin kehilangan radiasi dan panas dan karena sekarang di daerah luar matahari itu tertiup angin sebagai angin matahari. Dibutuhkan delapan menit untuk setiap panas matahari mencapai bumi, yaitu 93 juta mil jauhnya.
  3. Beberapa skema terkait kehancuran Bumi menurut peneliti adalah Bumi bertabrakan dengan planet lain atau ditelan oleh lubang hitam. Selain itu, ada kemungkinan asteroid bisa menghantam Bumi. Skenario kehancuran dunia tersebut juga ditambah dengan matahari. Proses terjadinya kehancuran Bumi ini tidak singkat, melainkan melalui beberapa tahap. Peneliti Jillian Scudder, seorang astrofisika di University of Sussex mengatakan, Bumi akan merasakan perjalanan hari yang lebih cepat. Matahari bertahan dengan cara membakar atom hidrogen ke dalam atom helium pada intinya. Kenyataannya, matahari membakar 600 juta ton hidrogen setiap detik. Karena inti matahari jenuh dengan helium ini, maka terjadi penyusutan, menyebabkan reaksi fusi nuklir untuk mempercepat, sehingga matahari akan mengeluarkan energi lebih besar. Faktanya, untuk setiap miliar tahun matahari membakar hidrogen dan mendapatkan 10 persen kekuatan lebih terang. Dengan pertambahan 10 persen itu, mungkin terdengar tidak terlalu besar, namun perbedaan itu bisa menjadi bencana besar bagi planet Bumi. "Prediksi bahwa apa yang sebetulnya akan terjadi pada Bumi karena matahari semakin terang satu miliar tahun berikutnya adalah belum pasti," kata Scudder. Secara umum, meningkatnya panas dari matahari akan menyebabkan lebih banyak air menguap dari permukaan. Dengan demikian, uap air akan tertahan di atmosfer. Air akan bertindak sebagai gas rumah kaca, yang menjebak lebih banyak panas, dan mempercepat penguapan. Energi tinggi dari matahari bisa membombardir atmosfer dan memecah molekul serta memungkinkan air untuk lenyap. Ini akan menyebabkan Bumi mengalami krisis air.
  4. Sains memang selalu berkembang. Dari hasil pengukuran yang didapat dari penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Perancis didapati perbedaan signifikan mengenai suhu lapisan dalam Bumi. Tak tanggung-tanggung perbedaannya mencapai angka 1.000 derajat Celcius. Perbedaan ini memaparkan dengan jelas mengapa ada medan magnet Bumi. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini, untuk memiliki medan magnet kuat, harus ada beda suhu sebesar 1.500 derajat Celcius antara lapisan dalam dan luar Bumi. Berdasarkan pengukuran titik leleh besi, didapatkanlah angka 4.800 derajat Celcius untuk suhu lapisan luar dan 6.000 derajat Celcius untuk suhu lapisan dalam Bumi. Panasnya.
  5. Gerhana Matahari yang akan berlangsung 9 Maret 2016 mendatang memunculkan banyak pertanyaan, apa pengaruhnya bagi Bumi? Hal itu coba dijelaskan oleh Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V, Zem I. Secara umum gerhana tersebut tidak akan menimbulkan dampak langsung bagi Bumi, terutama soal perubahan cuaca yang sekarang ini banyak dikaitkan dengan fenomena alam tersebut. "Jadi dampak Gerhana Matahari ini nantinya lebih kepada magnet bumi, gravitasi, tidak ada berpengaruh pada iklim," katanya. Dalam ilmu astronomi Gernaha Matahari menyebabkan peningkatan daya tarik Matahari dan Bulan terhadap Bumi, inilah satu-satunya dampak yang nantinya bisa diteliti untuk dipelajari. Zem menuturkan hal ini akan diamati dengan pengukuran gravitasi di suatu tempat secara berkelanjutan dan hasilnya akan dibandingkan nilai Bouguer Anomali (BA) jauh sebelum (1 bulan) dan sesudah (1 bulan) terjadi gerhana dengan nilai BA saat terjadi gerhana. "Peristiwa terjadinya Gerhana Matahari Total akan menutup proses pemanasan dan ionisasi di lapisan ionosfer sehingga "arus ionosfer" terganggu, kejadian ini akan mengakibatkan gangguan medan magnet bumi," katanya lagi. Dia menambahkan untuk menguji ini dapat dilakukan dengan membandingkan pengamatan magnet bumi di tempat-tempat yang dilalui gerhana serta stasiun-stasiun geomagnet di luar lintasan gerhana.
  6. Matahari adalah sumber kehidupan di Bumi. Tak hanya menjadi pusat tata surya, Matahari juga menyediakan daya magnet besar yang membuat planet-planet terus mengitarinya dalam orbit. Namun, tahukah Anda mengenai fakta-fakta penting lainnya mengenai Matahari? Berikut ini fakta menarik tersebut, seperti dirangkum Okezone dari berbagai sumber: Matahari (Sun atau Sol) adalah bintang yang memengaruhi cuaca dan iklim Bumi. Matahari berbentuk bola yang hampir sempurna dengan perbedaan hanya 10 km diameter antara kutub dan khatulistiwa. Jari-jari rata-rata Matahari adalah 695.508 km (109,2 kali dari Bumi) yang 20–25 persen darinya adalah inti. Menariknya, 1 juta Bumi akan cukup ditelan Matahari. Ini karena permukaan Matahari seluas 11.990 kali lebih luas daripada Bumi. Pada akhirnya nanti, Bumi memang akan terhisap Matahari ketika senyawa hidrogen yang menjadi bahan bakarnya telah habis. Matahari masih akan terbakar hingga 130 juta tahun lagi, membakar helium hingga akhirnya akan meluas ke Merkurius, Venus, dan Bumi. Dalam tahap itu, Matahari sudah berwarna merah. Kemudian, ukurannya akan menciut hingga seukuran Bumi, hingga mati. Matahari sendiri kini berada usia paruh baya. Usianya 4,5 miliar tahun dan telah membakar separuh hidrogennya. Akibat warnanya yang masih kuning, Matahari juga disebut “Yellow Dwarf”. Sementara Matahari mungkin memiliki jarak yang cukup jauh dari Bumi namun cahayanya bisa mencapai permukaan planet berpenghuni ini dalam waktu delapan menit. Di sisi lain, Matahari perlu 225–250 juta tahun untuk mengorbit Galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 220 km per detik. Hal yang Anda belum ketahui mungkin adalah fakta bahwa jarak Matahari dan Bumi semakin dekat dari tahun ke tahun. Sebab, Bumi mengitari orbit elips Matahari, jarak kedua benda langit itu bisa bervariasi antara 147–152 juta km.
  7. Membayangkan black hole atau lubang hitam biasanya tak lepas dari ukurannya yang besar. Temuan baru dari tim astronom menunjukan bahwa lubang hitam supermasif bisa 'membengkak' sebesar 50 miliar kali Matahari. Dalam sebuah penelitian anyar di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, para ilmuwan awalnya ingin mengetahui seberapa besar sebuah lubang hitam jika sudah berkembang. Mereka kemudian menghitung sampai sejauh mana ukuran lubang hitam hingga bagian ujung luarnya yang menjaga tepian berbentuk piringan atau disc itu agar tidak mengalami pembentukan. Pada akhirnya, para astronom menyatakan bahwa ukuran lubang hitam bisa mencapai 50 miliar massa Matahari. Tak hanya itu, mereka juga menemukan bahwa tanpa tepian atau disc, lubang hitam bisa berhenti tumbuh. Artinya, ukuran 50 miliar Matahari ini secara kasar menjadi batasan paling maksimal dari pertumbuhan lubang hitam. Satu-satunya cara yang mampu membuat lubang hitam bisa tetap tumbuh membesar adalah jika ada bintang jatuh ke dalamnya atau bersatunya satu lubang hitam dengan yang lain. "Inti dari penelitian ini adalah para astronom telah menemukan pertumbuhan maksimum dari lubang hitam dengan mengobservasi banyaknya radiasi yang dilepas oleh gas pada bagian disc," ungkap anggota penelitian, Andrew King. Mereka tetap menekankan, massa lubang hitam masih bisa membesar apabila ia bergabung dengan lubang hitam lainnya, namun tidak akan ada cahaya yang diproduksi apabila dua lubang hitam bersatu. Serta, bersatunya lubang hitam juga diyakini tidak bisa menciptakan tepian atau disc yang bisa menghasilkan cahaya.
  8. Tinggalkan aCommerce, Hadi Wenas Kini Pimpin Salah Satu Perusahaan E-Commerce Terbesar di Asia Tenggara Guna memastikan tujuan bisnis mereka menjadi pemain e-commerce terbesar di Asia Tenggara, Lippo Group menunjuk Hadi Wenas sebagai CEO MatahariMall.com hari ini (9/4). Penggaetan profil besar ini kabarnya juga akan disusul oleh nama-nama lainnya yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Hadi Wenas sebelumnya merupakan seorang pendiri Zalora Indonesia, kemudian melanjutkan karirnya sebagai Co-CEO dari aCommerce yang membantu percepatan bisnis di industri e-commerce Tanah Air. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat rencana Lippo Group untuk menjadikan MatahariMall.com sebagai Alibaba versi Indonesia. Hadi juga sempat membukukan kerjasama antara aCommerce dengan MatahariMall, namun dirinya kini memutuskan untuk berpindah ke MatahariMall. MatahariMall.com sendiri diberitakan memiliki investasi awal untuk membangun tim manajemen,inventory, dan perluasan jaringan bisnis mereka beberapa bulan lalu. Nantinya, MatahariMall diharapkan mampu membuat ekosistem yang jauh lebih baik dengan memberdayakan penjual dan pembeli dengan baik kapanpun dan di manapun. MatahariMall turut mengenalkan layanan unik mereka yaitu O2O. Layanan ini memungkinkan para pelanggan untuk membeli dan membayar secara online, kemudian mengambil dan mengembalikan produk di 131 cabang Matahari Department Store di seluruh Indonesia. Selain Hadi Wenas, MatahariMall.com turut menggaet mantan CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebagai anggota Dewan Direksi dan Chairman MatahariMall.com, sementara ex-Country Manager Google Indonesia Rudy Ramawy yang sekarang menjabat Managing Director Lippo Digital Ventures akan merangkap posisi sebagai Vice Chairman.
  9. National Aeronautics and Space Administration (NASA) dikabarkan tengah merancang misi mengirimkan pesawat antariksa mendekat ke Matahari. Misi ini diklaim akan menjadi jarak terdekat dengan sang surya yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh wahana antariksa manapun. Badan antariksa Amerika Serikat itu akan menerbangkan pesawat bernama Solar Probe Plus ke atmosfer atas Matahari yang jaraknya sekitar 6,4 juta kilometer dari permukaan Matahari. Selama Solar Probe Plus melewati jarak terdekat dengan Matahari, suhu luar pesawat antariksa ini diperkirakan akan mencapai sekitar 1.371 derajat Celsius. Karenanya, untuk pesawat seukuran mobil ini akan dilindungi oleh perisai setebal 4,5 inci terbuat dari perpaduan karbon. Solar Probe Plus bakal membawa empat instrumen ke korona Matahari untuk memelajari angin surya, plasma, medan magnet, serta partikel berenergi seiring mereka meletus dari permukaan Matahari. Instrumen Solar Probe Plus juga akan bertugas memberikan gambar terkait angin surya. Para peneliti sejak lama memang ingin mengirim wahana antariksa ke atmosfer luar Matahari untuk lebih memahami angin surya dan material yang dibawa ke sistem tata surya. Maka, tujuan ilmiah utama dari misi ini adalah untuk mengikuti arus energi serta mencari tahu mekanisme fisik yang mempercepat angin surya dan partikel berenergi tinggi. Area yang akan dijelajahi Solar Probe Plus diklaim belum pernah disambangi oleh pesawat antariksa manapun. Pesawat ini juga sudah mendapat sertifikat Critical Design Review (CDR) jika menilik dari rancangan pesawatnya yang dianggap sangat canggih. Rencananya Solar Probe Plus akan diluncurkan pada Juli 2018 bersamaan roket United Launch Alliance Delta 4-Heavy dari Cape Canaveral, Florida, AS.
  10. Bila dilihat dengan mata telanjang, apakah warna matahari? Kuning dan jingga. Demikian mungkin jawaban mayoritas. Pada faktanya matahari memancarkan sinar nya dalam semua warna, namun karena kuning adalah panjang gelombang yang paling terang dari matahari, maka warna kuninglah yang terlihat mata telanjang. Jadi, sebenarnya matahari penuh warna bila diamati sesuai panjang gelombangnya masing-masing. NASA memiliki instrumen yang telah dibuat khusus untuk mengamati matahari, baik yang ada di bumi maupun yang berada di luar angkasa dapat menangkap cahaya matahari dalam berbagai panjang gelombang yang berbeda. Panjang gelombang yang berbeda memberikan informasi tentang komponen yang berbeda-beda pula di permukaan dan di atmosfir matahari, sehingga dengan menggunakan tekhnik perbedaan panjanga gelombang ini, ilmuwan dapat mempelajari bintang kita yang selalu berubah-ubah dengan konstan setiap waktunya . Sebagai contoh Sinar kuning kehijauan (5500 Angstroms), umumnya berasal dari material yang memiliki kisaran panasn sekitar 5.700 derajat C. Sinar ultraviolet (94 Angstroms) berasal dari atom-atom yang panasnya mencapai 6.300.000 derajat C dan merupakan panjang gelombang yang dapat kita gunakan untuk melihat lidah api atau prominensa. Dengan mempelajari gambar-gambar dari matahari dalam berbagai macam panjang gelombang, ilmuwan dapat mempelajari sekaligus mengenali bagaimana partikel dan panas bergerak di atmosfer matahari. Beberapa contoh teleskop luar angkasa yang digunakan untuk mengamati matahari adalah SDO (Solar Dynamic Observatory), STEREO (Solar Terrestrial Relation Observatory) dan SOHO (ESA/NASA Solar and Heliospheric Observatory) "Cahaya merupakan salah satu contoh gelombang elektromagnetik. Sebuah cahaya yang memancar kemudian menerangi ruangan sekitar kita pada dasar nya disebabkan akibat panjang gelombang cahaya yang dipancarkan diterima oleh mata kita. Namun pada saat panjang gelombang tidak sepanjang yang mata manusia mampu menjangkaunya, maka mata manusia tidak akan dapat melihatnya." Teleskop matahari memberikan kita informasi tentang panjang gelombang dalam dua langkah. Instrumen tertentu yang akrab dikenal dengan spektrometer berfungsi mengamati banyak panjang gelombang secara berkesinambungan dan mampu menghitung berapa panjang gelombang dari sinar yang tersedia. Dengan Hal ini maka dapat membantu menciptakan sebuah pemahaman gabungan tentang jarak suhu berapa yang diperlihatkan oleh material di sekeliling matahari. Spektrograf tidak menghasilkan gambar seperti pada umumnya melainkan menghasilkan grafik yang mengkategorikan jumlah dari tiap-tiap gelombang. Instrumen yang menghasilkan gambar konvensional dari matahari dan hanya terfokus pada sinar di satu panjang gelombang tertentu, terkadang tidak dapat memberikan informasi yang relatif kuat. Ilmuwan SDO memilih 10 panjang gelombang yang berbeda untuk diamati melalui instrumen AIA (Atmospheric Imaging Assembly). Tiap panjang gelombang secara garis besar berdasarkan satu, atau mungkin dua tipe ion. Tiap panjang gelombang telah dipilih untuk menandai bagian tertentu dari atmosfer matahari. Mulai dari permukaan matahari ke luar, panjang gelombang yang teleskop SDO amati diukur dalam satuan Angstrom: 4500: Menunjukkan permukaan matahari atau fotosfer. 1700: Menunjukkan permukaan matahari, termasuk lapisan atmosfer matahari yang disebut kromosfer, yang terletak tepat di atasnya fotosfer dan dimana suhu mulai meningkat. 1600: Menunjukkan campuran antara fotosfer bagian atas dan apa yang disebut sebagai daerah transisi (peralihan), sebuah daerah antara kromosfer dan bagian teratas lapisan atmosfer matahari yang disebut korona. Daerah transisi adalah daerah dimana suhu secara cepat meningkat. 304: Sinar ini dipancarkan dari kromosfer dan daerah transisi. 171: Panjang gelombang ini memperlihatkan atmosfer matahari atau korona, saat mereka diam. Panjang gelombang ini juga memperlihatkan lengkungan magnetik raksasa yang dikenal sebagai lingkaran korona. 193: Memperlihatkan daerah yang sedikit lebih panas di korona, dan juga material lidah api yang lebih panas. 211: Panjang gelombang ini memperlihatkan daerah aktif yang bermagnet dan panas di korona 335: Panjang gelombang juga menunjukkan daerah aktif yang bermagnet dan panas di korona. 94: Panjang gelombang ini menandai daerah di korona saat terjadi lidah api. 131: Material terpanas di lidah api.
  11. Publik diminta tidak mengambil foto narsis atau selfie dengan ponsel pintar ketika berlangsung gerhana matahari karena risiko kebutaan, kata para ahli. Gerhana matahari akan terjadi di Inggris, Jumat 20 maret 2015, yang membuat sebagian besar wilayah di Inggris terasa seperti fajar menyingsing karena 98 persen permukaan matahari akan tertutup bulan. Selain itu, ketika mengambil foto diri, lebih dikenal dengan selfie yang tengah mewabah, para ahli memperkirakan akan ada anggota masyarakat "yang tergoda" untuk mengambil selfie saat terjadi gerhana ini. Saat gerhana ini, melihat secara sekilas matahari bisa menyebabkan kerusakan mata. "Bisa sangat berbahaya karena orang bisa saja tergoda untuk melihat matahari ketika mengatur komposisi di layar ponsel," kata Daniel Hardiman-McCartney, seorang dokter mata di Inggris. "Karena gerhana adalah proses yang berjalan pelan-pelan, bisa jadi orang-orang secara tak sadar akan melihat matahari selama beberapa menit," jelasnya. Ia menekankan bahwa gambar matahari di layar ponsel tidak berbahaya, yang menjadi kekhawatirannya adalah ketika orang melihat matahari dengan mata telanjang saat mengatur komposisi foto.
  12. Matahari dalam sekeping foto. Area gelap di bagian bawah dan atas gambar Matahari ini adalah apa yang disebut sebagai lubang-lubang Corona. Ini adalah arena yang gasnya kurang padat dan material surya mengalir menjauh dari Matahari. Para ahli astronomi menemukan sistem planet yang berbeda dari sistem tata surya yang kita tinggali saat ini. Bernama 30 Ari, sistem planet ini memiliki empat bintang induk yang bersinar. Dalam tata surya bima sakti, seluruh planet termasuk Bumi hanya memiliki satu bintang, yakni Matahari. Sedangkan planet yang berada di 30 Ari itu memiliki setidaknya empat ‘Matahari'. Tak bisa dibayangkan seperti apa panasnya. Seperti yang diberitakan pada situs earthsky.org, planet gas itu sangat besar dengan massa 10 kali lipat Jupiter. Ia mengorbit bintang utamanya setiap 335 hari sekali. 30 Ari berlokasi 136 tahun cahaya dari Bumi dan berada di konstelasi Aries. Jadi, Matahari utama planet ini memiliki pasangan bintang yang dekat. Pasangan utama ini berada di orbit jauh bersama dengan dua Matahari lainnya, yaitu berjarak sekitar 1.670 unit astronomi. Catatan kecil, sebuah unit astronomi adalah sama seperti jarak antara Bumi ke Matahari. Uniknya, keempat Matahari planet raksasa ini akan terlihat seperti Matahari kecil, dua di antaranya bisa terlihat pada siang hari. Sementara satunya jika dipantau dengan teleskop besar akan terlihat seperti ada dua bintang yang saling mengorbit satu sama lain. Dengan kondisi yang sedemikian unik, para ahli astronomi berpendapat planet ini nampaknya tidak mungkin bisa menopang kehidupan. Penelitian ini menggunakan dua instrumen. Pertama, sistem optik adaptif Robo-AO yang dikembangkan oleh Inter-University Center for Astronomy and Astrophysics di India dan California Institute of Technology di Pasadena. Kedua, sistem optik PALM-3000 yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di Pasadena, California, dan Caltech. Kedua instrumen tersebut dipasangkan ke teleskop di Palomar Observatory, San Diego. Dalam beberapa tahun terakhir, ternyata sudah ditemukan lusinan planet yang memiliki dua atau tiga Matahari. Jadi planet seperti ini sepertinya memang bukan sesuatu yang baru. Penemuan terbaru ini menunjukan bahwa planet yang berada di dalam sistem empat Matahari tidak begitu langka seperti yang diperkirakan sebelumnya. Lewis Roberts dari JPL NASA sebagai pemimpin penelitian ini mengatakan, "bentuk sistem bintang atau matahari tak terhitung jumlahnya. Bisa jadi hanya matahari tunggal, matahari berpasangan, matahari rangkap tiga, bahkan hingga rangkap empat. Sangat mengagumkan cara alam menyatukan hal ini secara bersamaan."
  13. Raksasa teknologi Google menginvestasikan dana hingga US$ 300 juta atau sekitar Rp 3,8 triliun untuk mendanai proyek pendirian pemukiman dengan tenaga matahari. Dari Reuters mengabarkan, perusahaan penyedia energi berbasis California, SolarCity Corp menyiapkan dana US$ 750 juta untuk proyek tersebut, di mana Google menyumbang hampir setengahnya. Sementara menurut juru bicara SolarCity, Jonathan Bass menyatakan bahwa US$ 450 juta sisanya berasal dari peminjaman. Dana dari Google akan digunakan untuk membangun panel tenaga matahari pada rumah-rumah. Para pemilik rumah nanti akan membayar biaya sewa panel bulanan dari perusahaan. Tingginya biaya hidup telah menjadikan tenaga listrik berbasis tenaga matahari ini sebagai pilihan bagi rumah tangga yang tidak ingin melakukan pembayaran di muka sekitar US$ 20 ribu sampai US$ 30 ribu untuk sistem tenaga surya standar. SolarCity mengklaim, dana itu termasuk yang terbesar untuk sebuah sistem pemukiman berbasis tenaga matahari dan investasi Google juga menjadi jumlah terbesar dari sebuah perusahaan teknologi bagi energi terbarukan. Google juga bisa mengklaim pajak hak kekayaan hingga 30 persen untuk mengurangi beban pajaknya sendiri.
  14. Saat matahari terbit dan terbenam, sinar dari matahari melakukan perjalanan yang lebih panjang dibandingkan dengan diwaktu lain seperti siang karena jarak antara kita dan matahari di waktu terbit dan terbenam lebih jauh dibandingkan diwaktu siang. Warna sinar yang mampu mencapai kita adalah warna yang mempunyai gelombang sinar lebih panjang yaitu merah. Inilah sebabnya mengapa matahari terlihat merah diwaktu tersebut
  15. Seorang ulama asal Arab Saudi, Sheikh Bandar al-Khaibari mengklaim bahwa Bumi selama ini sifatnya statis dan matahari sebagai objek yang mengorbit Bumi. Mengutip laporan situs Independent, al-Khaibari yang kala itu sedang ceramah di hadapan para mahasiswa di sebuah kampus Uni Emirat Arab, menyampaikan 'teorinya' mengenai Bumi yang diyakininya selama ini tidak bergerak. Ulama itu menunjukan teorinya dengan menggunakan air yang berada di dalam cangkir guna menghilangkan prasangka mengenai teori dunia itu berputar karena mengorbit matahari. "Fokus bersama saya, jadi ini adalah Bumi," ujar al-Khaibari sambil memegang cangkir air tersebut, di dalam sebuah video. "Anda percaya bahwa Bumi berputar, jika kita meninggalkan bandara Sharjah untuk terbang ke Tiongkok dan bayangkan apabila pesawat berhenti di udara, harusnya Tiongkok akan tetap mendekat ke arah kita jika Bumi betulan berputar. Betul atau tidak?" tutur sang ulama berkacamata itu. Lalu, ia melambaikan cangkir tersebut sembari menggerakkan tangan membentuk arah lingkaran, dan berujar, "jika Bumi berotasi dari arah sebaliknya, pesawat tidak akan mencapai Tingkok karena Tiongkok pun juga pasti ikut berotasi." Tak hanya itu, ia juga mengklaim bahwa astronaut tidak pernah betulan menyambangi bulan dan menganggap rekaman pendataran bulan oleh badan antariksa Amerika Serikat, NASA, sebagai kreasi abal-abal Hollywood. Para pakar dari Universitas Cambridge sempat menanggapi bantahan al-Khaibari soal rotasi Bumi. Mereka menyatakan bahwa atmosfer bergerak dengan permukaan Bumi di bawahnya karena ada gesekan. Makhluk hidup di sini terus bergerak bersama permukaan Bumi sehingga tidak ada perbedaan soal penerbangan dengan rotasi Bumi. Dengan kata lain, rotasi Bumi tidak menimbulkan efek apa-apa terhadap durasi penerbangan yang berasal dari arah manapun. Jadi bulan-bulanan di Twitter 'Teori' baru al-Khaibari tidak diterima oleh sejumlah netizen, khususnya pengguna jejaring sosial Twitter. Banyak yang berkicau menggunakan tanda pagar #cleric_rejects_rotation_of_Earth yang berarti "ulama menolak rotasi Bumi". Kicauan dari pengguna @iFAS_x berbunyi, "Jika Bumi tidak bergerak, bagaimana kami bisa dapat siklus siang dan malam." [tweet]https://twitter.com/iFAS_x/status/566977490149597188[/tweet] Namun adapun yang menjadikannya bahan lelucon dengan berkata, "jika saya terus loncat ke atas dan bawah saya akan tiba di Kanada secara cuma-cuma. Saya bisa mengunjungi Bibi! Yes!" begitu kicauan nama pengguna @leeram. http://youtu.be/68f-BnnKj7U
  16. Ahli astronomi baru saja menemukan sebuah Black Hole atau Lubang Hitam superbesar yang massanya setara dengan 12 miliar matahari. Lubang hitam itu ditemukan di dalam sebuah Quasar, sebuah badan astronomik terang, dengan lubang hitam di tengahnya. Menurut ahli, Lubang Hitam itu memang bukan yang terbesar yang pernah ditemukan. Tapi yang menarik, Lubang Hitam itu berasal dari masa-masa awal alam semesta ini terjadi. Lubang Hitam itu mencapai bentuknya yang sekarang hanya 875 juta tahun setelah Big Bang. Hal yang mengejutkan, begitu kata ahli seperti dimuat di Jurnal Nature dan dikutip oleh National Geographic pada Kamis (26/2), Lubang Hitam itu diperkirakan tumbuh dengan relatif lambat. Ia membesar dengan menyedot gas dan bintang-bintang yang mendekatinya. “Bagaimana sebuah Lubang Hitam sebesar itu bisa terjadi dalam waktu yang singkat?” begitu tanya Xue-Bing Wu, ilmuwan dari Universitas Peking di Tiongkok, yang memimpin studi itu. Wu dan koleganya tidak melihat Lubang Hitam itu secara langsung. Soalnya, sebagaimana namanya, karena begitu kuatnya gaya gravitasi di sana, tak ada apapun, termasuk cahaya, yang bisa lolos dari Lubang Hitam itu. Tapi dengan memakai sejumlah teleskop di Tiongkok, Hawaii, Arizona, dan Chile, tim itu menemukan sebuah Quasar, objek yang sangat kuat diterangi oleh gas bercahaya sangat terang. “Ini monster terbesar yang pernah kami deteksi terkait tingkat keterangannya,” tutur Avi Loeb, kepala Departemen Astronomi di Harvard. Dia bilang, kecemerlangannya 40 ribu kali dibandingkan seluruh Galaksi Bima Sakti. Keseluruhan galaksi besar, termasuk Bima Sakti, mempunyai Lubang Hitam masif di intinya. Tapi tak semua dikelilingi gas superpanas. Nah, yang dikeliling gas superpanas itu dikenal dengan nama Quasar. Quasar paling terang yang ditemukan sebelumnya berada pada jarak 13 miliar tahun cahaya dari Bumi. Tapi Quasar baru, yang disebut dengan nama SDSS J010012.021280225.8 itu, lebih terang lagi. Quasar ini berada pada jarak 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Tingkat kecerahannya 420 triliun kali dari Matahari. Kecerahan Quasar yang luar biasa itu memberitahu para ahli astronomi betapa kuatnya gas yang dipanaskan, dan kemudian mengetahui betapa masifnya Lubang Hitam tersebut. “Kami pernah melihat Quasar dari periode yang sama,” kata Wu. “Tapi tak ada yang punya massa sebesar itu.”
  17. Sekelompok pemburu unidentified flying object atau UFO mengklaim melihat penampakan kapal alien sedang melintasi matahari. Objek tersebut didapatkan melalui situs Helioviewer.org Di situs tersebut memang menjadi tempat untuk melihat aktivitas matahir yang di-update secara berkala. Dalam gambar yang dirilis, tampak beberapa gambar di permukaan matahari menemukan objek berukuran sebesar bulan. Pemburu UFO ini mengambarkannya sebagai 'kapal yang besar' dan diduga merupakan kapal alien. Dalam pengamatannya, ukuran tersebut sebesar bulan tetapi hanya memiliki ketebalan setengahnya. Pemburu UFO Scott Waring melihat objek melalui situs yang didanai badan antariksa AS atau NASA itu mengatakan objek ini seperti sebuah kapal dimana bagian tengahnya tipis namun lebih tebal di bagian atas dan ujung bawah. "Objek ini memiliki bentuk persegi panjang dan tebal di ujung atas dan bawah. Ini adalah kapal," katanya. Ia juga mengklaim bahwa para ilmuwan Rusia telah melihat UFO berukuran mirip bulan tahun lalu yang dapat membuat perubahan mendadak dalam arah dan kecepatan. "Saya mendapati foto berikutnya dan mendapati objek tersebut hilang," katanya. Sebagian besar orang mungkin akan meragukan jika 'kapal alien' tersebut dapat terbang melintasi matahari yang panasnya mencapai 28 juta derajat pada intinya. Namun, ada beberapa yang berpikir alien jutaan tahun lebih maju daripada orang di Bumi, dan jadi mungkin, menggunakan lambung sistem pendingin yang sangat efisien.
  18. Wujud asli Matahari memang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang dari Bumi. Namun bisa dengan bantuan lensa kamera khusus. Seperti apa? Sebuah foto yang memperlihatkan wujud asli Matahari dari Bumi bisa terlihat jelas melalui lensa kamera foto khusus. Seorang strophotographer bernama Gran Strand bisa memperlihatkan wujud asli Matahari, baik melalui lensa kamera telephoto normal maupun dari Hydrogen Alpha Telescope. Hasil gambarnya adalah bagaimana wujud asli Matahari jika mata manusia 'dilengkapi' dengan Hydrogen Alpha filter. Foto ini diambil pada bulan Mei 2013 di pulau Froson, Swedia. Foto-foto mengagumkan lainnya karya Goran Strand bisa dilihat di tautan ini ndral.
  19. Badai matahari adalah isu yang meluas akhir-akhir ini. Banyak orang mencemaskannya, bahkan menganggapnya sebagai akhir dunia. Tetapi, apakah badai matahari itu? “Badai matahari” (solar storm) pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan “semburan matahari” (solar flare). Jika kekuatan semburan matahari atau solar flare ini besar, maka akan disebut sebagai badai matahari (solar storm). Semburan matahari adalah saat dimana ada “titik cerah” atau “ledakan energi” di atas permukaan matahari. Para ahli menyatakan bahwa titik cerah ini ditafsirkan sebagai pelepasan energi yang sangat besar (hingga 6×1025 joule , sekitar 1/6 output total energi matahari per detik). Ledakan ini menyemprotkan awan elektron, ion, dan atom melalui korona ke ruang angkasa. Jika cukup besar, maka awan tersebut akan mencapai bumi dalam satu atau dua hari. Pada peristiwa ini, ketika media plasma di permukaan matahari ‘terpanggang’ hingga jutaan derajat celcius, media plasma tersebut akan ‘pecah’ dan meluncurkan berbagai partikelnya (elektron, proton, ion) dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Lontaran energi ini bisa menghasilkan radiasi sinar pada seluruh spektrum elektromagnetik, dari gelombang radio biasa, sinar-x, hingga sinar gamma. Jarang sekali lontaran energi yang berbentuk gelombang ini dapat dilihat dengan mata telanjang, di butuhkan berbagai peralatan khusus untuk mengamatinya. Sinar-X dan radiasi UV yang dipancarkan oleh badai matahari ini dapat mencapai ionosfer bumi dan mengganggu komunikasi radio, radar, internet, dan perangkat lain yang beroperasi dengan menggunakan gelombang. Ia tidak menimbulkan ‘badai’ dalam arti yang sesungguhnya (hujan, angin tornado, dan sebagainya). Solar flare pertama kali diselidiki oleh Richard Christopher Carrington dan independen oleh Richard Hodgson pada tahun 1859. Frekuensi terjadinya badai matahari sangat bervariasi, dari sekali seminggu hingga beberapa kali sehari, mengikuti siklus 11-tahun (siklus matahari). Badai Matahari: Apakah Berbahaya? Berbahaya atau tidaknya badai matahari sangat tergantung dari kekuatannya, tetapi yang jelas, ia hanya mengakibatkan berbagai kerusakan atau gangguan pada peralatan berbasis frekuensi saja. Badai matahari yang paling kuat yang pernah diamati terjadi pada tanggal 1 September 1859, dan dilaporkan oleh astronom Inggris Richard Carrington dan Richard Hodgson. Peristiwa ini dinamai “Solar Storm 1859″ atau “peristiwa Carrington”. Badai ini dapat terlihat oleh mata telanjang (dalam cahaya putih), dan menghasilkan aurora yang menakjubkan di daerah tropis seperti Kuba atau Hawaii. Peristiwa ini dilaporkan menyebabkan banyak alat telegraf waktu itu mati. Badai matahari tersebut juga meninggalkan jejak pada es di Greenland dalam bentuk nitrat dan berilium-10. Di zaman modern, badai matahari besar pernah terjadi pada 4 November 2003, kemudian juga terjadi pada tanggal 2 April 2001 (X20), 28 Oktober 2003 (X17.2 & X10), 7 September 2005 (X17), 17 Februari 2011 (X2), 10 Agustus 2011 (X6.9), serta yang terjadi pada awal tahun 2012 ini. Yang perlu diwaspadai dari badai matahari pada jaman modern di mana perkembangan iptek sangat maju ini adalah justru karena tidak berfungsi atau rusaknya berbagai sarana komunikasi, terutama yang berada di luar angkasa seperti satelit. Rusaknya alat-alat komunikasi ini tentunya akan mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Jaringan internet dan telepon yang terputus selama beberapa hari dan smartphone yang tidak berfungsi normal, tentunya membuat manusia modern menjadi sulit berhubungan apalagi saling terkoneksi dengan situs jejaring sosial. Hal ini tentunya akan mengakibatkan kacaunya dunia bisnis dan komunikasi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy