Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'mars'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 17 results

  1. Presiden Obama mengatakan bahwa dengan kerjasama perusahaan swasta, Amerika akan mengirimkan manusia ke planet Mars pada tahun 2030-an mendatang.
  2. Musk menegaskan demi biaya US$200.000 maka sistem transportasi harus bisa digunakan kembali. Pengusaha Elon Musk sudah menjelaskan rencananya untuk mengirim koloni manusia ke Mars, untuk orang yang mampu membayar tiket US$200.000 atau sekitar Rp2,5 miliar. Pendiri perusahaan ruang angkasa SpaceX ini mengungkapkannya dalam Kongres Astronautika Interansional, IAC, di Meksiko, Selasa 27 September. Sebuah armada kolonisasi terdiri dari seribu pesawat ruang angkasa bertenaga metan dan oksigen dari Bumi, jelasnya, akan melakukan pengisian bahan bakar ulang dengan propelan yang diproduksi oleh Planet Merah tersebut. "Jika kita mendapatkan perjalanan ke Mars kira-kira sama dengan harga rata-rata rumah di Amerika Serikat, yaitu sektiar US$200.000, maka saya pikir kemungkinan untuk mengembangkan peradaban yang menopang dirinya sendiri amat tinggi," jelasnya. Sistem transportasi SpaceX akan mengandalkan bahan bakar propelan yang diproduksi Mars. Miliuner ini menambahkan bahwa SpaceX sedang mengembangkan kembali sistem roketnya untuk membawa jutaan ton kargo antarplanet. Badan Ruang Angkasa Amerika Serikat, NASA, mendukung misi pertama SpaceX ke Mars, yang rencananya akan diluncurkan tahun 2018 mendatang. Penjelasannya tentang misi ke Mars mendapat perhatian besar karena SpaceX sudah berhasil mewujudkan beberapa pencapaian sebagai perusahaan ruang angkasa swasata, antara lain meluncurkan roket secara tegak. Roket Falcon 9 milik SpaceX meledak saat uji coba peluncuran awal September. Bagaimanapun pidatonya di kota Guadalajara ini dibayang-bayangi dengan meledaknya Falcon 9 -salah satu roket tanpa awak milik SpaceX- di Cape Canaveral di Florida, awal September. Menurut Musk, untuk mempertahankan biaya yang 'hanya' sebesar US$200.000 per orang, maka seluruh sistem transportasinya harus bisa digunakan kembali. Dengan menggunakan metode tradisional, menurut Musk, biaya untuk perjalanan ke Mars mencapai US$10 miliar per orang. Oleh karena itu dibutuhkan empat kriteria guna mewujudkan visinya dalam mengantarkan manusia ke Mars: Bisa digunakan kembali (pesawat ruang angkasa) Pengisian bahan bakar di orbit Produksi propelan di Mars Memilih bahan bakar yang tepat
  3. Produk yang ditarik memiliki masa kadaluwarsa antara 19 Juni 2016 hingga 8 Januari 2017. Produsen coklat Mars menarik jajanan coklat Mars dan Snickers di 55 negara setelah kepingan plastik ditemukan di dalam salah satu produk yang dihasilkan oleh pabriknya di Belanda. Sebelumnya Mars hanya mengumumkan penarikan kedua jajanan coklat tersebut di Jerman. Produk lainnya yang juga terkena dampaknya adalah Milky Way Minis, Miniatures, dan beberapa kotak coklat Celebrations. Perusahaan Amerika Serikat itu tidak mengatakan berapa banyak produk yang terkena. "Sejauh yang kami ketahui, ada 55 negara yang tercakup" kata Eline Bijveld, salah seorang juru bicara Mars Belanda kepada kantor berita AFP. Dia menambahkan bahwa produk yang ditarik adalah yang dibuat di pabrik di Mars di Veghel, Belanda, yang juga diekspor ke luar negeri. Produk-produk tersebut memiliki masa kedaluwarsa antara 19 Juni 2016 hingga 8 Januari 2017. Kepingan plastik yang ditemukan di satu batang coklat itu dikhawatirkan bisa menyebabkan pelanggan tercekik. Daftar lengkap dari produk yang terkena dampak ini antara lain bisa ditemukan di situs perusahaan, www.mars.de.
  4. Misi penjelajah ke planet Mars ala astronot NASA coba dihadirkan dalam bentuk program realitas virtual (virtual reality/VR), yang diberi nama Mars 2030. Program yang menghadirkan pengalaman bak astronot menjelajah daratan planet merah ini merupakan hasil kerja sama NASA dengan Space Systems Laboratory MIT dan beberapa firma media multi-platform seperti Fusion Media. NASA juga akan mengajak publik untuk bisa merasakan pengalaman virtual di planet merah, yang biasanya hanya dihadirkan untuk kepentingan simulasi misi eksplorasi ini. “Selain memiliki fungsi praktis sebagai bentuk latihan, virtual reality menawarkan metode yang menarik untuk membagikan hasil pekerjaan yang telah dilakukan untuk merancang misi manusia yang berkelanjutan serta untuk menginspirasi generasi berikutnya sebagai penjelajah luar angkasa,” kata Jason Crusan, Director Advanced Exploration Systems Division NASA. Di awal tahun 2015, ilmuwan NASA juga telah merilis perangkat lunak bernama Onsight sebagai salah satu fondasi bagi program VR yang ingin dikembangkan ke depan. Onsight merupakan hasil kolaborasi dengan Hololens Microsoft. Pengguna bisa merasakan sensasi menjelajah lingkungan virtual 3D planet berbatu yang menyimpan sejuta misteri ini dari data-data yang diperoleh robot penjelajah Mars, Curiosity. Rencananya, program ini akan dirilis pada kuartal pertama tahun 2016 dan tersedia di iTunes dan Google Play bagi para pengguna iOS dan Android. Selain itu, program ini juga akan diberikan secara gratis bagi para pemilik Google Cardboard, Samsung VR Gear, dan Oculus Rift. “Kami bersyukur untuk kesempatan menghadirkan pengalaman virtual dari FUSION, sedekat mungkin dengan realita yang kita ketahui berdasarkan hasil studi arsitektur permukaan Mars yang telah dilakukan selama bertahun-tahun,” tambahnya. Dikabarkan, NASA akan memperkenalkan Mars 2030 kepada publik di Texas pada bulan Maret 2016 mendatang.
  5. Hampir semua dari kita pasti akan berpikir bahwa sesuatu yang padat seperti sebuah bulan akan ada selamanya. Tapi Phobos, bulan Mars memiliki tanggal kedaluwarsa. Para ilmuwan baru-baru ini menyajikan sebuah teori bahwa Phobos perlahan-lahan hancur berantakan karena gravitasi Mars, dan bisa tidak ada lagi dalam 30-50 juta tahun yang akan datang. Penelitian ini dipresentasikan pada Meeting of the Division of Planetary Sciences di American Astronomical Society. Para peneliti menganggap bahwa adanya alur linear panjang di permukaan bulan adalah indikasi bahwa bulan secara perlahan akan luruh. Teori sebelumnya menyatakan bahwa garis tersebut disebabkan oleh meteorit besar yang menghantam permukaan bulan. Sekarang, para ilmuwan meyakini bahwa Phobos tidak padat, melainkan tumpukan puing dilapisi dengan lapisan tebal debu yang membuatnya tampak padat. Dalam beberapa juta tahun ke depan, bulan bisa saja hancur lebur tak bersisa. Phobos hanya mengorbit sekitar 3.700 mil di atas permukaan Mars. Itu lebih dekat daripada bulan lainnya di tata surya, dan menyebabkan Phobos tertarik 6 kaki lebih dekat ke permukaan Mars setiap abadnya. Sebagai perbandingan, bulan Bumi, yang padat, adalah 238.900 mil jauhnya. Tentu saja, satu-satunya cara untuk benar-benar memastikan apa yang terjadi dengan Phobos yaitu dengan melihat lebih dekat. Rusia berusaha untuk mengirim sebuah pesawat luar angkasa untuk Phobos pada tahun 2011, tetapi pesawat ruang angkasa Phobos-Grunt tak pernah meninggalkan orbit Bumi. Jepang berencana untuk meluncurkan pesawat luar angkasa ke Phobos sekitar 2022. Jika semua berjalan dengan baik, kita mungkin mendapatkan pemandangan Phobos lebih baik sebelum ia memenuhi kematian utamanya.
  6. Gambar-gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter memperlihatkan bahwa selokan-selokan panjang pada kawah dan lereng, kemungkinan dibentuk oleh air asin yang mengalir di permukaannya hingga sekarang.
  7. Enam ilmuwan yang hidup di dalam ruang simulasi Mars berkubah di gunung berapi Hawaii selama delapan bulan akhirnya keluar dari masa isolasi. Para ilmuwan ini adalah bagian dari penelitian badan antariksa NASA yang memantau bagaimana mereka bekerja sama dalam suatu ruang isolasi 'Mars' itu. Keenan ilmuwan keluar dari ruang berkubah dan berjalan sepanjang 2,4 kilometer menuju lereng Mauna Loa untuk merasakan udara segar pada Sabtu kemarin (13/6). Ini pertama kalinya mereka berkeliaran tanpa seragam antariksa. Selama delapan bulan, mereka telah dipantau oleh kamera pengawasan, pelacak pergerakan tubuh, dan survei elektronik. Jocelyn Dunn, salah satu anggota ilmuwan dari Purdue University, Indiana, mengatakan ia merasa senang untuk bisa merasakan sensasi angin yang menerpa kulitnya. "Saat kami keluar dari ruang simulator, awalnya cukup menakutkan tak mengenakan seragam antariksa. Kami sudah berpura-pura berada di Mars untuk waktu yang cukup lama," tutur Dunn yang berusia 27 tahun itu, seperti dikutip dari The Guardian. Lokasi ruang simulasi berkubah tersebut dianggap sangat sunyi dan cocok sebagai 'tiruan' atmosfer yang mirip dengan antariksa. Menurut profesor Kim Binsted dari University of Hawaii selaku pimpinan studi ini, jika melihat dari jendela ruang simulasi itu, semua ilmuwan bisa melihat 'gudang' lava dan pegunungan. Memantau perasaan dan performa dari seluruh kru ilmuwan selama berada di lingkungan terisolasi dinilai bisa membantu staf di Bumi nantinya ketika misi penjelajahan Mars di masa depan sudah dilakukan. Semuanya bertujuan untuk menentukan apakah awak astronaut mengalami depresi atau masalah komunikasi. "Astronaut adalah orang-orang yang sangat tabah, berkepala dingin, dan terdapat keraguan dalam melaporkan masalah," ucap Binsted. Ia melanjutkan, "Dari pantauan emosi dan performa inilah orang-orang di Bumi nanti bisa mendeteksi masalah tersebut." Keenam ilmuwan menghabiskan waktu delapan bulan untuk 'mengurung diri' di ruang simulasi yang terisolasi tentu memiliki tantangan sendiri. Masih dari situs The Guardian, mereka meredakan stres dengan cara olahraga dan yoga. Di sana mereka bisa menggunakan treadmill tenaga surya dan sepeda statis namun hanya untuk waktu siang hari. "Saat hari sedang baik, tentu menyenangkan. Anda punya teman di sekitar Anda untuk saling berbagi. Tapi jika suasana hati Anda sedang buruk, cukup sulit. Anda tak bisa berjalan keluar. Dan apa yang Anda lakukan disaksikan oleh semua orang di dalam," cerita Dunn. Saat keenam ilmuwan ini berhasil keluar dari ruang simulasi, mereka langsung menyantap makanan yang selama ini mereka idamkan, seperti semangka, telur rebus, buah persik, hingga croissant. Misi pengiriman astronaut ke Mars yang digagas oleh NASA rencananya akan dijalankan pada tahun 2020 atau 2030-an, yang rencananya menggunakan pesawat Orion. NASA telah menghabiskan dana lebih dari US$ 9 miliar untuk mengembangkan Orion yang dibangun oleh perusahaan dirgantara Lockheed Martin dan Boeing. Badan antariksa ini sudah melalukan uji coba penerbangan Orion pada 5 Desember 2014 lalu. Orion meluncur pada pukul 07.05 waktu Florida dari fasilitas peluncuran roket Cape Canaveral Air Force Station dengan roket Delta IV Heavy.
  8. Anda pernah mendengar tentang misi Mars One, ya misi ini merupakan misi dimana 100 orang astronot akan diterbangkan ke pelanet Mars, untuk membangun sebuah koloni manusia disana. Proyek unik ini rencananya akan diwujudkan pada tahun 2024 nanti,namun saat ini seleksi untuk menjadi manusia Mars telah dilakukan, setidaknya 100 dari 200 orang pendaftar telah terseleksi. Hasil dari seleksi yang telah didapatkan, nantinya akan diterbangkan ke Mars untuk menghuni Mars, dan tidak akan lagi kembali ke bumi. Dapat dukungan dari keluarga dan kerabat Nama Maggie Lieu, merupakan satu dari 100 orang hasil seleksi yang dipastikan akan segera diterbangkan ke Mars pada tahun 2024 nanti. Wanita 24 tahun ini merasa bangga bisa menjadi kandidat manusia yang akan mengawali kehidupan manusia di Mars, bahkan ia juga telah mendapatkan dukungan dari sang bunda. Ia menyatakan bahwa ibunya sangat bahagiya dan bangga terhadapnya. Meskipun resiko kematian bagi Maggie sangat tinggi namun, ia tetap optimis untuk hal tersebut. Oleh karena itu doa dan harapan dari keluarga terus mengalir untuknya. Kematian itu pasti terjadi pada siapapun karena hal tersebut adalah takdir dari Tuhan, namun jika harus mati di pelanet lain, jauh dari kerabat saudara dan keluarga hal itu rasanya sangat menyedihkan. Namun dukungan dari para kerabat, rekan serta keluarganya membuat Maggie kuat untuk merealisasikan misi tersebut. Bakal lahirkan bayi Mars pertama Misi Mars One, dimana tujuan utamanya adalah untuk membangun koloni manusia di Mars, tentunya adalah hal baru dalam dunia penelitian. Tidak ada seorangpun yang peraneh melakukan penelitian itu, terutama penelitian dalam hal kelahiran bayi pada lingkungan dengan tingkat gravitasi yang sangat rendah. Selain belum pernah terjadi, hal ini juga rentan denagn banyak resiko berbahaya. Namun Maggie tetap optimis untuk hal ini, bahkan ia merasa sanget tertantang untuk melahirkan bayi pertama di planet merah tersebut. Ia bahkan sangat penasaran dengan dampak misi yang akan ia ikuti tersebut, akankan misi tersebut akan merubah ilmu pengetahuan melahirkan dan mengandung di luar angkasa?, entahlah, namun saat ini Maggie telah menjalankan berbagai pelatihan demi mewujudkan misisnya di tahun 2024 nanti. Rencananya misi Mars One ini akan mengantarkan sekitar100 orang untuk menjadi penghuni baru secara bertahap ke pelanet Mars.
  9. Hampir tiga tahun sejak robot mobil penjelajah milik NASA alias NASA Curiosity melakukan investigasinya di Mars. Selama itu pula robot mobil hanya mampu menemukan bongkahan batu-batuan tak berarti, dan NASA akhirnya dilaporkan menemukan bukti kongkret keberadaan air di Planet Merah. Ditemukannya bukti keberadaan air tentunya turut menguatkan bukti adanya kehidupan di luar Bumi, yakni di Mars. Meski tak menemukan wujud air yang nyata seperti sungai atau lautan, NASA dilaporkan menemukan material benda cair yang membeku dalam bentuk permafrost. Satu hal menarik lainnya, lembaga antariksa Amerika Serikat itu juga mendapatkan temuan terbaru tentang tanah di Mars yang basah dengan air garam cair. Pada dasarnya, air garam yang ditemukan di Planet Merah itu merupakan H2O yang sebenarnya tidak mungkin dapat eksis di tanah Mars karena dinginnya suhu di sana. Meski air yang ditemukan di Mars disebut-sebut dapat membuktikan kehidupan mahluk asing di sana, namun ilmuwan masih ragu dengan hal tersebut. Itu dikarenakan melihat kondisi lingkungan Mars yang sangat asin tak memungkinkan makhluk apapun untuk hidup. Ditambah lagi, tingginya tingkat radiasi dan udara yang sangat dingin yang mampu menyebabkan pembekuan pembuluh darah. Meski kemungkinan sangat kecil mahluk hidup dapat bertahan di Mars, tak menutup kemungkinan tentang adanya kehidupan lain di Planet Merah. Ada sebagian tumbuhan di Bumi bernama halophiles yang ternyata dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang sama asin dengan Mars. Meski makhluk itu juga tak dapat menahan radiasi dan musim dingin berkepanjangan, tetap ada kemungkinan makhluk hidup untuk tinggal di Planet Merah.
  10. Para ilmuwan dari Universitas Southampton Inggris berencana menanam sayuran berupa selada di Mars. Agenda ini sangat penting untuk membuka kemungkinan suatu saat nanti manusia benar-benar bisa tinggal di planet merah yang selama ini disebut-sebut sebagai kembaran bumi tersebut. Ada ambisi besar agar manusia tidak hanya bisa melakukan pendaratan di bulan saja, tetapi juga di Mars. Bahkan lebih jauh lagi, ilmuwan Universitas Southampton membuka kemungkinan Mars menjadi koloni bumi suatu saat nanti. Namun mereka menyadari, ambisi itu tidak mungkin jika Mars tidak disiapkan dahulu menyesuaikan keadaan di bumi. Dalam proyek ini, para ilmuwan akan menggunakan rumah kaca yang memanfaatkan atmosfer planet dan cahaya matahari. Rumah kaca tersebut akan dikirim melalui pesawat antariksa dengan bibit selada yang dibekukan, disertai air, nutrasi, dan sistem yang berguna untuk proses pertumbuhan jenis sayuran tersebut di Mars. Begitu pesawat antariksa tiba di planet Mars, nantinya rumah kaca tersebut akan mendapatkan pasokan daya dan elemen penghangat. Ini penting untuk menjaga suhu sekitar 21 sampai 24 derajat celcius yang merupakan suhu ideal. Mengenai karbondioksida yang dibutuhkan tumbuhan, akan ada penyulingan dari atmosfer Mars sebelum memasuki rumah kaca. Menurut Suzanna Lucarotti, ada potensi rencana ini berhasil. Dan, ini bukan satu-satunya ide untuk rencana pembangunan koloni di Mars. Ilmuwan lain dari Universitas Ohio juga merencanakan penemuan unuk, yaitu GreenBox, tabung yang mampu mengubah urine menjadi air minum siap konsumsi
  11. Robot yang ditugasi untuk mengeksplorasi planet Mars mengalami kerusakan. Cukup fatal, hingga membuat ingatannya terhapus sesaat. Opportunity, salah satu robot eksplorasi milik NASA, sudah mendarat di Mars sejak Januari 2004. Robot ini memang sudah beberapa kali mengalami kerusakan namun belum pernah mengalami hal serius hingga memorinya terhapus. Masalah dimulai pada akhir 2014 lalu. Saat itu Opportunity bermasalah hingga memaksa para teknisi untuk membuat software baru. Peranti lunak itu kemudian diunggah ke dalam sistem Opportunity pada 20 Maret 2015 lalu. Namun entah mengapa software yang harusnya memperbaiki Opportunity justru malah membuatnya seperti terkena amnesia. Robot tersebut jadi tak berfungsi, NASA pun tak tau harus berbuat apa. "Kami masih belum mengearti apa penyebabnya. Investigasi masalah pada flash sedang dilakukan, saat ini hanya waktu yang bisa menjawab," kata John Callas, pemimpin proyek Opportunity untuk NASA yang berada di laboraturium di Pasadena, California. Untungnya masalah tersebut tidak menyebabkan hilangnya data penelitian. Selain Opportunity NASA juga mendaratkan robot kembarannya yang bernama Spirit. Keduanya bertugas untuk mencari jejak kehidupan di planet merah itu, dan selama 11 tahun berjalan sudah banyak temuan unik yang didapat keduanya. Pekan lalu Opportunity juga telah memecahkan rekor misi terlama yang dijalankan oleh robot. Mengalahkan rekor robot Uni Soviet yakni Lunokhod 2 yang beroperasi pada 1973.
  12. Planet Mars dan Venus diprediksi akan terlihat secara berdekatan satu sama lain di langit senja pada tanggal 21 dan 22 Februari 2015. Situs Space Reporter mewartakan, Venus akan memancarkan cahayanya ratusan kali lipat lebih terang dari Mars, sehingga menjadikan Venus sebagai objek paling bersinar di langit malam akhir Februari ini. Tanggal 22 (Februari) terjadi konjungsi Venus dan Mars. Kedua planet ini akan terlihat terpisah sekitar setengah derajat. Sementara situs The Guardian menyatakan bahwa Venus dan Mars akan tampil memukau di langit kawasan Barat pada 20 Februari petang, sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Sedangkan jadwal kedua planet berdekatan untuk wilayah Barat akan jatuh pada 21 Februari. Bagaimana dengan Indonesia? Bisa terlihat di sore hari. Saya rasa semua area bisa melihatnya jika memakai teropong.
  13. Pesawat nirawak Dawn milik badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA), dilaporkan sudah mendekati asteroid Ceres. Jarak Dawn saat ini sudah berada di 640 ribu kilometer dari Ceres dengan kecepatan 725 kilometer per jam. Ceres sendiri merupakan objek terbesar di sabuk asteroid yang terletak antara orbit Jupiter dan Mars. Asteroid yang kerap dijuluki 'planet kerdil' itu memiliki diameter 950 kilometer, seringkali diibaratkan dengan luas negara bagian Texas di Amerika Serikat. Dawn baru memperoleh kemampuannya kembali untuk berkomunikasi dengan pusat kontrol sejak ia muncul dari konjungsi matahari, sebelumnya Dawn menjelajah di sisi seberang matahari. Sejak diluncurkan pada 27 September 2007 silam, Dawn diprediksi akan menyambangi Ceres pada 6 Maret 2015 dan akan menjadi pesawat antariksa pertama yang menjelajah asteroid raksasa tersebut. Ceres mengandung banyak materi es dan dipercaya bisa mengungkapkan asal-usul kehidupan Bumi. Seperti Bumi, pada bagian perutnya, poros Ceres memiliki material lebih padat dan kandungan mineral yang lebih ringan pada bagian permukaan. Karena kerak Ceres lebih tipis ketimbang Bumi, para ahli astronomi meyakini kemungkinan ada air es yang terkubur di bawah keraknya. Mereka juga memperkirakan Ceres mengandung 25 persen air yang kemungkinan lebih banyak daripada air tawar yang ada di Bumi, sekitar 40 kali lipatnya Selain Ceres, pesawat Dawn memiliki tujuan untuk mempelajari Vesta, asteroid yang komposisinya penuh dengan bebatuan.
  14. NASA kembali menemukan informasi baru mengenai keberadaan air di planet Mars. Berdasarkan informasi yang dikirimkan oleh robot penjelajah, Curiosity Rover, diperkirakan planet merah ini pernah memiliki sebuah danau besar di atas permukaan tanah. Hal ini disimpulkan berdasarkan temuan dari Pegunungan Sharp di Mars. Pegunungan dengan tinggi hampir 5.000 meter ini berada di sekitar Kawah Gale yang ada di planet Mars. Gunung ini ternyata terbuat dari berbagai jenis dan lapisan sedimen, di mana lapisan ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya kandungan air berupa danau atau sungai. Lihat juga: Mantan Astronot Sarankan Manusia Hidup di Bulan "Curiosity bergerak pada ketinggian pegunungan Sharp, kita memiliki serangkaian percobaan untuk menunjukan pola bagaimana atmosfer dan air berinteraksi," ujar John Grotzinger, ilmuwan yang bekerja untuk Curiosity, dikutip dari Washington Post. "Kita mungkin akan melihat beberapa reaksi kimia tentang perubahan danau di planet ini dari waktu ke waktu. Ini adalah hipotesis yang didukung oleh hal-hal yang kita amati sejauh ini," lanjutnya. Lihat juga: Ditemukan, Bentuk Aneh Seperti Ular di Mars Selain itu, Michael Meyer, seorang ilmuwan untuk NASA Mars Exploration Program mengatakan bahwa Mars pernah memiliki kandungan bahan-bahan kimia dan kondisi lingkungan yang diperlukan untuk mendukung kehidupan mikroba di sana. "Ukuran danau di Kawah Gale dan lamanya waktu kemunculan air di sana menyiratkan bahwa mungkin ada waktu yang cukup bagi kehidupan untuk berkembang," ujar Meyer. Lihat juga: Benarkah Ada Manusia di Planet Mars? Keberadaan air di Mars memang masih menjadi tanda tanya besar bagi para peneliti. Untuk saat ini, NASA belum memiliki cukup data untuk dapat memperkirakan keberadaan kandungan air di planet merah ini. Namun penemuan baru ini memberikan harapan besar untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di planet ini.
  15. Olympus Mons (Latin, "Mount Olympus") adalah gunung berapi terbesar yang pernah diketahui di tata surya. Gunung ini terletak di planet Mars. Sebelum satelit luar angkasa mengidentifikasikannya sebagai gunung, Olympus Mons disebut sebagai fitur albedo, Nix Olympica ("Salju Olympus") oleh astronom; sejak akhir abad ke-19, diduga bahwa objek ini bergunung. Dengan tinggi hingga mencapai 14 mil, atau sekitar 22.530 meter, Olympus Mons yang merupakan gunung berapi di planet Mars saat ini juga menjadi gunung tertinggi yang pernah terdeteksi di seluruh tata surya hingga saat ini. Saking tingginya, jika seorang pendaki gunung berdiri di kaki Olympus Mons, ia tidak akan mampu melihat puncak gunung itu. Menurut David Baker dan Todd Ratcliff, peneliti dari Goddard Space Flight Center dan Kennedy Space Center NASA pada laporannya, seperti dikutip dari Extremesolarsystem, 31 Desember 2010. Mengatakan bahwa Gunung raksasa ini diperkirakan terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya gunung-gunung di planet Bumi, yakni berdiri di titik di mana batu-batuan panas dari bagian dalam planet terlontar ke atas. Meski demikian, gunung Olympus Mons masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi dengan cara yang berbeda dengan gunung berapi di planet Bumi karena planet Mars tidak memiliki lempeng tektonik. Di Bumi, sebut kedua peneliti itu, lempeng tektonik berfungsi seperti ban berjalan di atas bara yang panas. “Gunung-gunung terbentuk, mati, dan kemudian membentuk gunung baru karena lempeng bergerak di atas titik panas yang menghasilkan rangkaian gunung berapi,” sebutnya. Dengan tidak adanya lempeng yang bergerak di planet Mars, Olympus Mons kemungkinan berada di sebuah saluran pembentuk gunung berapi untuk jangka yang sangat panjang. Sebagai gambaran, Mars merupakan planet kecil yang berukuran hanya sekitar separuh planet Bumi. Bayangkan betapa signifikannya gunung Olympus Mons terhadap planet itu. Apa yang menyebabkannya? Salah satu penyebab mengapa Gunung Olympus bisa demikian besar adalah tingginya laju erupsi dan rendahnya gravitasi di Mars. Faktor penyebab lainnya adalah pergerakan kerak kedua planet berbeda. Di Bumi titik-titik yang “memproduksi” lava tetap, tetapi lempeng-lempeng kerak bumi bergerak di atasnya. Ketika lempeng itu bergerak, gunung berapi yang baru terbentuk, sedangkan yang lama menjadi mati atau tidak aktif lagi. Dengan demikian total volume lava didistribusikan ke banyak gunung berapi. Pulau-pulau di Hawaii merupakan hasil dari pergerakan lempeng Pasifik ke arah barat laut. Di lain pihak, lempeng kerak Mars tidak bergerak dan lava menggunduk menjadi satu gunung berapi yang sangat besar akibat erupsi yang berulang-ulang. Gunung Olympus tampak seperti tameng raksasa karena gunung ini termasuk landai. Saking landai dan besarnya, kalau kalian berdiri di lerengnya tanpa diberitahu berada di gunung, setelah melihat sekeliling mungkin kalian akan merasa berada di dataran yang melandai. Nah, bercita-cita mendaki Gunung Olympus?
  16. Kendaraan penjelajah planet besutan NASA, Curiosity baru saja mendarat di Mars pada Minggu malam. Planet tetangga Bumi ini telah menjadi objek utama penjelajahan luar angkasa selama berpuluh tahun. Alasan berbagai penjelajahan luar angkasa ke planet ini sebagian adalah karena iklimnya pada 3,5 miliar tahun lalu, diyakini hangat dan basah layaknya bumi di masa awal. Namun ada fakta lain mengenai planet ini. 1. Warna Nama lain Mars adalah Planet Merah. Alasan penjulukan menggunakan nama tersebut adalah pemandangan di planet ini. Mars tampak berwarna merah-karat karena debunya yang kaya dengan besi. 2. Bobot Jadi Ringan Gravitasi di Mars hanya sekira 38 persen dibandingkan gravitasi di Bumi. Ini bisa membuat bobot tubuh orang yang berada di sana jadi lebih ringan ketimbang di Bumi. Misalnya, Anda memiliki bobot 150 kilogram di Bumi, di Mars sana, bobot Anda akan berkurang menjadi 57 kilogram. 3. Panas dan Dingin Suhu di Mars bisa bervariasi mulai panas sampai sangat dingin. Di garis khatulistiwanya, suhu Mars bis amencapai 80 derajat sedangkan di kutub suhunya bisa mencapai minus 199 derajat. 4. Udara Berbeda Atmosfer di Mars berbeda dengan Bumi. Atmosfer Planet Merah tersebut sebagian besar terdiri dari Karbondioksida dengan sedikit nitrogen dan argon. Sementara itu, atmosfer Bumi merupakan campuran dari nitrogen, oksigen dan gas lainnnya. 5. Hari Lebih Panjang Satu hari di Mars berbeda dengan di Bumi. Satu hari di planet merah tersebut lebih lama sekira 40 menit ketimbang satu hari di Bumi.
  17. Kendaraan penjelajah planet besutan NASA, Curiosity baru saja mendarat di Mars pada Minggu malam. Planet tetangga Bumi ini telah menjadi objek utama penjelajahan luar angkasa selama berpuluh tahun. Alasan berbagai penjelajahan luar angkasa ke planet ini sebagian adalah karena iklimnya pada 3,5 miliar tahun lalu, diyakini hangat dan basah layaknya bumi di masa awal. Namun ada fakta lain mengenai planet ini. Berikut adalah lima fakta lain Mars. 1. Warna Nama lain Mars adalah Planet Merah. Alasan penjulukan menggunakan nama tersebut adalah pemandangan di planet ini. Mars tampak berwarna merah-karat karena debunya yang kaya dengan besi. 2. Bobot Jadi Ringan Gravitasi di Mars hanya sekira 38 persen dibandingkan gravitasi di Bumi. Ini bisa membuat bobot tubuh orang yang berada di sana jadi lebih ringan ketimbang di Bumi. Misalnya, Anda memiliki bobot 150 kilogram di Bumi, di Mars sana, bobot Anda akan berkurang menjadi 57 kilogram. 3. Panas dan Dingin Suhu di Mars bisa bervariasi mulai panas sampai sangat dingin. Di garis khatulistiwanya, suhu Mars bis amencapai 80 derajat sedangkan di kutub suhunya bisa mencapai minus 199 derajat. 4. Udara Berbeda Atmosfer di Mars berbeda dengan Bumi. Atmosfer Planet Merah tersebut sebagian besar terdiri dari Karbondioksida dengan sedikit nitrogen dan argon. Sementara itu, atmosfer Bumi merupakan campuran dari nitrogen, oksigen dan gas lainnnya. 5. Hari Lebih Panjang Satu hari di Mars berbeda dengan di Bumi. Satu hari di planet merah tersebut lebih lama sekira 40 menit ketimbang satu hari di Bumi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy