Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'market'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Penetapan target market adalah salah satu tahapan penting dalam menyusun strategi pemasaran.Jika strategi menyasarnya tidak diperhitungkan, maka sumber daya yang dikeluarkan pun jadi tidak tepat sasaran. Apa saja strategi targeting yang bisa diimplementasikan? Strategi targeting kerap dilupakan dalam proses pemasaran secara keseluruhan. Setelah perusahaan berhasil mengidentifikasi segmen-segmen pasar yang hendak disasar, mereka perlu mengembangkan strategi targeting yang efektif untuk menyasar semua segmen tersebut. Bagaimanapun, targeting adalah salah satu konsep yang sangat penting dan sangat berisiko terhadap strategi lainnya di pemasaran jika dilakukan dengan salah. Targeting merupakan perwujudan dari upaya pemasar untuk memahami konsumen dan melakukan pendekatan yang lebih bersifat customized. Setiap pelanggan berbeda-beda. Tidak ada pelanggan yang sama. Ini fakta yang tidak bisa dibantah. Idealnya, setiap pemasar mampu melayani setiap pelanggannya secara personal. Sayangnya ini sulit dilakukan. Kecuali perusahaan mau melayani pelanggan dalam skala kecil atau karena bisnisnya B2B. Namun, ketika bergerak di bisnis consumer, yang pelanggannya banyak, sulit melakukan layanan personal karena konsumen bersifat heterogen. Dari sinilah marketer kemudian pertama-tama melakukan segmentasi terlebih dahulu. Konsep ini sebagai alat bantu untuk memetakan pelanggan yang ingin dibidik. Di setiap segmen lalu terjadi pembagian kelas, baik berdasarkan kecenderungan, demografi, perilaku, gaya hidup, dan lainnya. Dari sini kemudian muncullah yang namanya strategi targeting, yaitu strategi untuk menyasar target yang lebih spesifik dari segmen yang ingin dibidik. Satu strategi yang bisa dimanfaatkan adalah menggunakan data pembelian pelanggan yang sebelumnya. Perusahaan bisa menjajal produk baru berdasarkan kesukaan atau habit dari pelanggan yang sudah pernah bertransaksi atau berinteraksi. Strategi ini bisa jadi ampuh untuk secara spesifik menyasar segmen pelanggan tertentu, yang datanya sudah kita miliki. Tapi, untuk memanfaatkan strategi ini diperlukan jumlah data yang sangat besar, plus kemampuan pengelolaan atau manajemen data yang mumpuni—dan masih banyak perusahaan yang menemui kesulitan dalam hal ini. Salah satu contohnya adalah supermarket Tesco yang sukses menerapkan strategi ini dengan mengumpulkan data-data pelanggan lewat program kartu loyalitas pelanggan, lalu memanfaatkan data-data tersebut. Dalam kebanyakan kasus selain mengandalkan data, perusahaan wajib menguasai proses segmentasi. Tahapan berikutnya adalah targeting, yang melibatkan proses pemilihan segmen di mana kita hendak melancarkan pesan promosi atau pemasaran kita, serta bagaimana strategi untuk menyasar segmen tersebut. Pada umumnya, ada tiga strategi targeting yang bisa diimplementasikan, yaituUndifferentiated, Concentrated, atau Differentiated: Strategi Undifferentiated digunakan ketika perusahaan memutuskan untuk mengomunikasikan segala benefit produknya dengan menyampaikan pesan promosi yang sama kepada semua orang. Agar strategi ini berhasil, produk yang diusung perusahaan haruslah dalam kondisi siap, langsung tersedia, dan harganya terjangkau. Satu hal lagi, produk tersebut haruslah memberikan benefit yang sama kepada semua orang. Jika pesaing Anda masih sedikit, strategi ini bisa jadi berhasil karena belum terlalu perlu untuk meng-customize strategi untuk menyasar keinginan atau kebutuhan segmen pasar tertentu yang lebih spesifik. Strategi Concentrated dilakukan dengan memfokuskan diri untuk memilih segmen, target, atau pasar yang niche atau spesifik. Semua effort pemasaran akan dicurahkan ke dalam satu segmen tersebut. Dalam hal ini perusahaan akan fokus pada satu atau dua segmen yang spesifik. Perusahaan harus memahami benar kebutuhan dan keinginan pasar tersebut seintim mungkin. Perusahaan kecil bisa jadi lebih unggul menerapkan strategi ini, dengan memfokuskan diri pada segmen pasar yang sangat spesifik untuk mendapatkan daya saing yang lebih tinggi melawan perusahaan atau pesaing yang sudah lebih besar. Strategi Differentiated dilakukan ketika suatu perusahaan ingin memberikan penawaran yang berbeda-beda kepada setiap segmen pasar yang hendak disasarnya. Strategi ini disebut juga multi-segment targeting. Di sini jelas perusahaan ingin tampil unggul dalam beberapa segmen pasar sekaligus. Setiap segmen disasar secara khusus, dengan metode yang berbeda, dan perusahaan harus memberikan benefit yang unik dan spesifik untuk setiap segmen yang berbeda. Strategi ini bisa jadi meningkatkan penjualan total secara signifikan, tapi biaya pemasaran Anda juga bisa membengkak dalam waktu bersamaan. Supaya berhasil menyasar segmen yang disasarnya, perusahaan harus jeli memilih strategi tertentu agar hasilnya maksimal. Kebanyakan teori targeting beragumen bahwa ketika perusahaan hendak menyasar pasar yang baru, mereka harus sangat hati-hati memilih segmen yang potensial, sekaligus menerapkan strategi yang sesuai untuk menyasarnya. Ini diperlukan supaya perusahaan mempunyai pijakan dan fondasi yang kuat dulu dalam pasar yang baru tersebut. Setelah perhatian dan loyalitas pelanggan didapat, barulah perusahaan memperluas jangkauannya ke segmen pasar yang lain, atau mengembangkan produk baru. Setelah perusahaan mapan dalam berbagai segmen dengan mengusung berbagai produk yang diperlukan, barulah perusahaan tersebut bisa menjangkau pasar lebih luas lagi.
  2. Melakukan pemasaran dengan menggunakan media sosial berbasis teks seperti Facebook dan Twitter sudah semakin lumrah dilakukan oleh brand-brand di Indonesia. Tapi, para digital strategist terus mencari cara untuk menawarkan muatan yang baru seiring persaingan yang kian kompetitif. Kebiasaan konsumen pun lambat laun berubah. Sebelumnya, pengguna internet di Indonesia tergolong rewel terhadap kuota data. Tapi, berbagai promo paket data serta perbaikan kecepatan internet (ditambah mulainya implementasi jaringan 4G LTE) berujung pada peningkatan aktivitas di dunia maya, contohnya menonton streaming video. Peningkatan popularitas layanan streaming video juga didukung tren gadget dengan layar semakin luas. Rata-rata smartphone yang digandrungi konsumen sekarang memiliki ukuran layar 5 inci. Menonton video di gadget pun terasa lebih nyaman. Tren ini tidak luput dari perhatian praktisi pemasaran digital. Format video semakin dilirik sebagai sarana utama maupun pendukung dalam sebuah digital campaign. Maka aktivitas pemasaran pun lebih luas daripada sebatas Facebook dan Twitter karena merambah ke YouTube sebagai kanal paling populer untuk memuat content berbasis video. Tantangannya adalah membuat content video yang mampu memikat konsumen. Sebisa mungkin, video tidak memuat materi yang sifatnya hard selling. Berbeda dengan Facebook dan Twitter di mana brand masih bisa sesekali mem-posting materi yang “jualan” banget. Jika merek sudah ditampilkan sejak awal video, konsumen pasti malas untuk melanjutkan menonton sampai selesai. Di sinilah kepiawaian digital strategist dalam menyusun sebuah kampanye diuji. Taktik yang umumnya mereka pakai yakni content marketing. “Makhluk” apakah itu? Lebih Disukai Daripada Iklan Menurut Content Marketing Institute, content marketing merupakan pendekatan pemasaran yang strateginya berfokus pada menciptakan dan mendistribusikan content yang berguna, relevan, dan konsisten. Tujuannya yaitu menarik dan/atau mempertahankan target audiensi yang jelas sehingga mereka mau melakukan aksi yang menguntungkan bagi pemilik content. Hasilnya bisa dalam bentuk membeli produk/jasa dari pemilik content, peningkatan kesetiaan terhadap pemilik content, ataupun menyebarkan content ini kepada orang lain (efek viral). Dijelaskan bahwa content marketing adalah proses berkelanjutan yang sebaiknya dijadikan bagian integral di dalam strategi pemasaran secara keseluruhan. Misalnya jika content yang dipakai berwujud video, content tersebut harus disosialisasikan juga melalui kanal pemasaran yang lain, seperti media sosial, web, maupun iklan di media online/cetak/televisi. Survei GfK menunjukkan bahwa 80 persen konsumen lebih memilih untuk mendapatkan informasi tentang perusahaan melalui artikel berseri daripada iklan. Sebanyak 70 persen responden menganggap content marketing bisa mendekatkan mereka terhadap pemilik content, sedangkan 60 persen merasa content dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan yang lebih baik.
  3. Anda sudah memiliki bisnis dengan nama yang Anda pilih. Bagaimana nasib dari nama tersebut? Apakah sudah dikenal oleh banyak orang? Apakah orang yang mendengar nama bisnis Anda langsung mengasosiasikan dengan jasa atau produk yang Anda miliki? Nama tidak sama dengan brand. Makna brand jauh lebih besar dari sekedar nama bisnis Anda. Brand adalah nyawa atau ruh dari nama bisnis Anda. Seperti Virgin Group milik Richard Brandson yang memiliki ruh inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Anda juga bisa membuat karakter dari brand Anda sendiri. Dalam berbisnis, kadang kita merasa menjadi ikan kecil di kolam yang sangat besar. Agar terlihat oleh ikan-ikan yang lain kita harus tampil besar. Jika menjadi besar cukup sulit, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah terlihat besar. Cara paling mudah untuk terlihat besar adalah dengan menjadi unik. Keunikan sebuah brand akan mendapatkan tempat tersendiri di mata pelanggan, kompetitor bahkan investor. Tampil beda akan membuat Anda mudah dilihat oleh semua orang. Setelah terlihat, tunjukkanlah kualitas bisnis Anda. Anda tidak ingin membuat pelanggan-pelanggan baru Anda kecewa dengan pelayanan Anda. Berikut adalah cara-cara rahasia untuk menjadikan brand Anda sangat besar : Punya Visi dan Misi Anda wajib memiliki visi dan misi perusahaan. Tanpa ini semua orang akan bingung mau dibawa ke mana perusaah ini. Visi dan misi juga diperlukan untuk mengkomunikasikan rencana-rencana Anda ke depannya. Orang-orang terbaik akan bergabung dengan perusahaan Anda karena melihat masa depan yang cerah. Masa depan itu paling mudah terlihat dengan dikomunikasikan. Jelaskanlah apa visi Anda ke depannya. Jika Anda memiliki keberanian, ungkapkanlah visi Anda ini ke semua orang. Termasuk pelanggan-pelanggan Anda. Hal ini akan membuat pelanggan Anda berfikir bahwa brand Anda akan menjadi besar nantinya. Mereka mungkin tertarik menjadi bagian sejarah dalam proses pembesaran tersebut. Buat Goal dan Cara Mencapainya Selain visi, Anda wajib memiliki goal atau tujuan yang jelas dan rinci. Goal ini harus dibuat ke dalam target-target jangka pendek. Semakin pendek target tersebut semakin mudah untuk diselesaikan. Setiap pencapaian target membuat kita makin semangat untuk mencapai target berikutnya. Target-target kecil itu harus dibuat sesuai dengan visi perusahaan. Anggaplah target-target tersebut sebagai ritual untuk mewujudkan mimpi besar Anda. Makin disiplin Anda mengerjakan ritual-ritual tersebut, makin cepat pula brand Anda menjadi besar. Selain target, Anda harus menyusun strategi mengenai bagaimana mencapai target tersebut. Tanpa langkah-langkah yang jelas akan sulit bagi Anda untuk mencapai target. Target dan langkah tersebut juga harus dikomunikasikan ke orang-orang terkait. Anda tidak bisa mewujudkannya sendiri. Delegasikanlah tanggung jawab dari target ke orang lain. Mereka akan memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab penuh untuk menyelesaikannya. Suntikan DNA ke dalam Brand DNA atau ruh harus kita masukkan ke dalam brand. DNA ini bisa diartikan sebagai karakter dan nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan. Sebagai orangtua dari bayi(bisnis), kita harus mengajari bayi tersebut tentang nilai-nilai yang kita anut. Entah itu kejujuran, kedisiplinan, kebersamaan, dan sebagainya. Nilai-nilai ini akan sangat penting untuk diterapkan. Apalagi jika bisnis Anda makin membesar. Anda tidak bisa menjelaskan DNA tersebut kepada tiap orang secara personal. Oleh karenanya dengan mempraktikkan DNA ini di dalam setiap lini bisnis, budaya baru akan tercipta. Budaya inilah yang akan menjadi karakter dari brand Anda. Brand akan dikenal dari budaya perusahaan. Budaya perusahaan bisa dilihat secara langsung melalui karakter tiap karyawannya. Komunikasikan Terus Menerus Semua visi, misi, target, strategi mencapai target, sampai budaya perusahaan harus Anda komunikasikan terus menerus. Semua orang perlu tahu tentang mau dibawa ke mana perusahaan ini. Walaupun terkadang Anda bosan menceritakan visi dan misi, itu perlu untuk terus dilakukan. Anda perlu meyakinkan tiap orang yang berada di dalam perusahaan Anda tentang cita-cita besar Anda. Sebagai sebuah tim besar, semua orang harus saling bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Seperti kepanjangan TEAM yaitu Together Everyone Actieve More. Terus Tumbuh Progres adalah kata kunci yang sangat penting untuk membesarkan brand kita. Brand besar tidak tercipta dalam satu malam. Ada proses yang harus dilalui. Tiap proses membutuhkan cara yang berbeda untuk melewatinya. Sebagai sebuah perusahaan, kita harus dapat terus beradaptasi untuk menjadi lebih baik. Cara untuk menjadi lebih baik tercepat adalah dengan dipaksakan. Tanpa target dan tenggang waktu yang jelas, proses menjadi besar ini akan terasa sangat lama. Jadi definisi tumbuh di sini harus ditentukan secara sangat jelas. Berbagi dengan Komunitas dan Tim Anda Cobalah untuk berbagi dengan komunitas, orang-orang yang membutuhkan, lingkungan sekitar dan juga tim Anda. Berbagi bisa dilakukan lewat berbagai bentuk. Mulai dari membantu uang, memberi ilmu, sharing pengalaman, dan sebagainya. Orang-orang yang Anda bantu akan merasakan dampak manfaat yang Anda berikan. Hal ini bagus sekali dari sisi ketenangan diri dan juga unsur publikasi. Orang akan mengenal brand Anda sebagai brand yang peduli dengan lingkungan sekitar. Anda juga bisa mengadakan training-training gratis kepada warga yang tidak mampu. Secara sosial Anda akan akrab dengan banyak kalangan. Hal ini sangat membantu dalam proses membesarkan brand. Dalam membesarkan brand siapa yang Anda kenal tidak begitu penting dibandingkan siapa saja yang kenal Anda. Semakin banyak orang yang mengenal Anda dan brand Anda, itu akan menjadi nilai tambah yang sangat bagus. Itulah beberapa cara untuk menjadikan brand Anda menjadi besar. Satu hal yang pasti, untuk menjadi besar, perlu perjuangan super keras dan proses yang harus dihadapi. Seperti statistika yang mengatakan 90 persen dari bisnis tutup sebelum tahun ke 5. Pastikan bisnis Anda tidak termasuk didalamnya. Perjuangkan brand Anda sepenuh hati dan rasakan hasilnya.
  4. Terdapat beberapa aspek dan tahap yang perlu dipenuhi dalam berbisnis waralaba. Tulisan ini akan membahas salah satu diantaranya, yaitu bagaimana cara untuk menjual produk sehingga mendatangkan banyak pembeli. Hal ini sangat penting karena tujuan bisnis waralaba adalah untuk menjual suatu produk. Tidak hanya sekedar menjual, Anda harus berinovasi dan berkembang sehingga nantinya akan mencapai titik penjualan tertinggi yang membuat Anda sukses. Anda pasti menemukan bahwa ada beberapa produk yang tidak terlalu bagus, tetapi memiliki begitu banyak orang yang membelinya. Banyak juga waralaba makanan dan minuman yang Anda pikir biasa saja, tetapi sangat laku dijual di pasaran. Dari sinilah Anda harus mencoba untuk belajar bagaimana teknik pemasaranatau penjualan dari produk yang nanti akan dijual dan tidak kalah laku dengan produk-produk lainnya yang sudah memiliki merek terkenal. Sebelum masuk pada penjelasan teknis. Pastikan produk Anda berkualitas sehingga dapat memberi kesan yang baik bagi para calon pembeli yang nantinya akan membuat mereka membeli kembali dan menjadi pelanggan tetap. Setelah meyakinkan diri bahwa produk waralaba yang Anda miliki layak jual dan sesuai dengan kebutuhan, waktunya untuk menjual produk tersebut dengan cara yang benar karena belum tentu kualitas baik bisa laku untuk dijual. 1. Nama Pemilihan nama suatu produk menjadi sangat penting dalam proses jual-beli produk. Kenali pasar sesuaikan dengan produk apa yang akan dijual. Para pembeli menyukai sesuatu yang dianggap baru dan tidak biasa. Anda tidak akan menjual teh manis dengan nama ‘teh manis’ bukan? Buat pembeli merasa tertarik untuk membeli, buat pembeli merasa penasaran dengan produk yang akan dijual, misalnya Anda bisa menamainya dengan Teh-Bu (Teh Tebu). Untuk menarik pelanggan dengan jumlah yang banyak bisa menggunakan sebuah nama yang mewakili filosofi produk yang ditawarkan. Tetapi perlu diingat kembali bahwa produk yang Anda miliki adalah untuk dijual, filosofi yang layak disukai dan dapat membuat seseorang untuk membeli sangat penting untuk dipertimbangkan. Misalnya Anda adalah seorang yang mencintai negara, dan ingin produk Anda dibeli oleh berbagai kalangan, untuk produk teh, bisa dinamai dengan Teh Nusantara. Nama sebuah merek produk diusahakan untuk sekreatif mungkin tetapi mudah dimengerti oleh para pembeli, sehingga pembeli tahu produk apa yang nanti akan mereka konsumsi. Kreatif memiliki arti membuat seseorang mau membeli produk dan senang dengan nama produk yang segar, jenaka, mudah diucapkan, dan berbeda dari produk yang lainnya. Lebih penting lagi adalah nama produk yang mudah diingat sehingga pembeli tidak akan lupa dengan produk yang Anda miliki. Anda juga bisa merepresentasikan produk yang akan dijual pada nama produk tersebut, seperti Keripik Melek yang memang akan membuat mata terbelalak ketika memakannya. Jika pebisnis adalah orang yang lebih spontan, nama suatu produk tidak perlu ada sangkut-pautnya dengan hal apapun, Anda bisa memberi nama semaunya. Tetapi inti dari pemilihan nama adalah lebih kepada usaha agar para pembeli mengenali produk yang dijual. 2. Media jual-beli Pada zaman seperti sekarang ini, berbisnis waralaba dengan cara yang tradisional sulit sekali mendapatkan tempat. Anda harus mengikuti zaman dalam cara melakukan penjualan produk. Sekarang adalah zaman serba internet, segala hal termasuk jual-beli sudah melalui media internet. Selain membuka satu toko untuk berjualan, Anda juga harus melakukan penjualan melalui internet karena di sana jug lah para pembeli berada. Ikutilah perkembangan yang sedang popular seperti menggunakan media sosial. Dari sana Anda bisa menawarkan produk waralaba. Selain mudah untuk dicari, media internet mudah untuk dikunjungi khususnya bagi para pembeli yang senang untuk keluar dari rumah. Lalu lengkapilah bisnis waralab dengan layanan pengiriman atau dikenal juga dengan delivery untuk menambah jumlah pembeli yang berada di luar jangkuan toko Anda berada. 3. Iklan Iklankan dan promosikan! Tidak akan pernah ada yang tahu jika Anda memiliki suatu produk tetapi tidak pernah mengenalkan kepada orang-orang. Anda bisa membuat sebuah leaflet atau banner, buat semenarik mungkin dan seceria mungkin karena itu akan mengundang pembeli dan memberi kesan positif orang-orang untuk membeli dan mengenal bahwa produk Anda buka lah produk yang negatif dangan pengiklanan seperti itu. Jika memiliki modal yang berlebih, bisa menyewa artis untuk mempromosikan produk Anda. Orang-orang memiliki kecenderungan untuk meniru, apalagi meniru orang-orang yang memiliki kedudukan di suatu masyarakat, oleh karena itu banyak sekali produk yang menggunakan jasa artis sebagai cara promosinya. Atau membuat sebuah video iklan berdurasi 1 menit untuk ditayangkan di televisi. Tetapi tidak semua bisnis waralaba memiliki modal yang besar, jika Anda adalah salah satu orang yang memiliki modal terbatas, gunakanlah media sosial sebagai media untuk beriklan. Selain gratis, banyak orang yang membaca iklan yang dipasang sehingga untuk mengingatkan bahwa penduduk Indonesia adalah peringkat tertinggi pengguna media sosial seperti Facebook, Twitter, Path, dan lainnya. Media sosial menjadi sara iklan terbaik Anda yang mudah dan gratis! Anda juga bisa menggunakan program promo untuk mengenalkan produk yang ditawarkan kepada para pembeli. Selain itu juga bisa memberikan beberapa souvenir (oleh-oleh) atau potongan harga di awal bisnis waralaba yang dijalankan. Setelah orang-orang mau membeli produk Anda yang ditemani dengan bonus ataupun harga miring, setelah itu dengan kualitas produk yang baik, maka setelah mengenali produk Anda, para pembeli akan kembali meski dengan harga yang kembali normal seperti seharusnya. 4. Pertahankan Pertahankan prestasi produk pada level yang optimal. Buat citra positif agar produk tetap baik. Tidak ada yang lebih efektif dalam mendatangkan para pelanggan dan pembeli baru selain konsistensi pada kualitas produk dan pelayanan yang Anda berikan. Jika hal-hal tersebut terpenuhi maka akan ada timbal balik yang baik dan lebih ampuh lagi, yaitu promosi dengan sistem mulut ke mulut. Produk Anda akan diperbincangkan dan dikenal oleh publik. Demikian artikel tentang cara menjual produk waralaba yang efektif. Mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi yang ingin menjalankan bisnis waralaba. Sekian dan terimakasih. Kategori Bisnis Khusus, Marketing, Tips Bisnis Waralaba
×
×
  • Create New...