Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'makan'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

  • Calendar

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 29 results

  1. Hi ndral, Gw tahun baru mau nanya, mending sarapan dulu atau mandi dulu?
  2. Obesitas pada anakmerupakan salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang tua saat ini. Menutur laporan dari US Centers for Disease Control and Prevention, seorang anakyang terserang obesitas cenderung rawan terkena resiko diabetes, penyakit jantung serta kanker. Hal tersebut biasa menjangkiti anak-anak pada rekapan usia antara 6 hingga 11 tahun. Pada usia ini, biasanya anak-anak cenderung sedang dalam tahap hiperaktif dan sulit untuk di kontrol aktifitasnya, terutama berkaitan dengan pola makan, aktifits keseharian dan ritunitas olah raga. Namun, sebenarnya obesitas dapat dicegah sejak dini, dan itu tentu saja menuntut peranan serta dukungan ekstra dari orang tua. Berikut ini adalah beberapa tips jitu yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindari terjadinya Obesitas Pada Anak Perhatikanlah pola makan anak Obesitas banyak menjangkiti sebagian besar anak yang cenderung tidak terkontrol dengan baik pola makannya. Terutama jenis makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, minuman yang bersoda, makanan cepat saji dan makanan sereal. Jenis makanan tersebut biasanya menjadi menu favorit anak-anak. Maka dari itu, orang tua harus rutin mengawasi anak mengenai jenis makanan atau jajanan ringan yang di konsumsi. Kalau bisa, latihlah anak untuk menyukai buah-buahan dan sayur mayur sejak dini, hal ini akan sangat membantu dalam menyeimbangkan berat badan serta baik untuk menunjang kesehatan dan pertumbuhan. Latihlah anak untuk membiasakan sejak dini gaya hidup yang seimbang Mayoritas anak-anak, mereka sangat menyukai jenis kegiatan seperti bermain game, nonton video dan nonton tv. Padahal, kebiasaan tersebut merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan kelebihan berat badan. Jadi, sebisa mungkin bagi orang tua untuk mengarahkan pada anak supaya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu menekuni rutinitas tersebut. Latihlah anak untuk mencintai olah raga Kebiasaan oleh raga yang teratur sejak dini bukan hanya baik untuk kesehatan anak, namun juga sangat penting dalam mengontrol keseimbangan hormon yang dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan dan berat badan, sehingga terhindar dari obesitas. Kenali jenis menu died yang sehat untuk anak Orang tua harus mengetahui bahwa menu died sehat untuk anak-anak berbeda dengan menu died untuk orang tua. Jika perlu, bertanyalah pada ahli kesehatan mengenai menu yang cocok dan tepat untuk anak sesuai dengan tingkat usia. Biasakan mengajak anak untuk berkumpul bersama keluarga Ajarkanlah pada anak untuk terbiasa berkumpul dengan keluarga, terutama saat makan malam. Dalam kondisi ini, biasanya seorang anak cenderung lebih tenang dan terbuka pada orang tuanya. Jadi, di sini orang tua memiliki kesempatan yang luas untuk memberikan arahan pada anak dengan cara yang santai dan menyenangkan.
  3. Gula mungkin memang dibutuhkan tubuh karena mengandung karbohidrat yang mudah diubah jadi energi. Bagaimana pun kamu juga pasti tak akan bisa hidup dengan menghindari makanan manis, karena makanan manis mudah sekali didapat. Tapi kamu juga pasti sudah tahu bahwa gula bisa menyebabkan penyakit, salah satunya yang parah adalah diabetes. Tapi bukan hanya reaksi negatif ini saja yang bisa dilakukan gula, ternyata gula juga menyakiti otak kamu. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa mengonsumsi fruktosa dosis tinggi (berasal dari gula tambahan) bisa merusak hingga 940 gen otak. Para peneliti secara spesifik mengkaji bagaimana makanan bisa mempengaruhi gen tubuh. Di sini kamu jadi tahu makanan apa yang baik atau buruk pengaruhnya terhadap tubuh. Dalam penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa gula-gula tambahan bisa merusak 734 gen dalam hipotalamus dan 206 gen hipokampus. Kedua bagian otak ini memegang peranan penting menjalankan fungsi organ tubuh, metabolisme, inflamasi, dan fungsi otak keseluruhan. Adanya perubahan atau kerusakan kecil dalam otak bisa jadi berpengaruh terhadap resistensi tubuh terhadap penyakit. Manusia jadi lebih rentan depresi, mengalami sindrom metabolisme, terserang parkinson dan bahkan bipolar disorder. Tapi kamu bisa mengembalikan kerusakan gen karena gula dengan mengonsumsi DHA asam lemak omega-3. Meski begitu bukan berarti kamu harus menghindari gula. Gula yang bisa kamu konsumsi seperti pada buah dan sayur. Yuk lebih sehat memilih manakan manis setiap hari.
  4. Perut mual dan menjadikan kita muntah adalah suatu hal yang sangat mungkin terjadi. Mual dan muntah ini sendiri bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Bisa saja hal tersebut adalah karena mencium bau sesuatu yang sangat menyengat dan membuat mual serta muntah, karena sedang melakukan perjalanan dan akhirnya mabuk perjalanan atau bisa juga karena kondisi kesehatan fisik yang sedang drop. Kalau muntah di hari biasa hal ini hukumnya boleh-boleh saja. Tapi, bagaimana jika muntah saat kita sedang menjalankan ibadah puasa? Dikutip dari laman emirates247.com, muntah selama berpuasa akan menjadikannya memiliki dua hukum. Hukum pertama yakni boleh-boleh saja dan membuat puasa tetap sah. Sementara hukum kedua tidak boleh dan muntah akan membatalkan ibadah puasa. Dr Ali Ahmed Mashael dari Grand Mufti di Islamic Affairs & Charitable Department di Dubai mengatakan bahwa, Apa yang dikatakan Dr Ahmed Mashael tentang muntah tidak membatalkan puasa juga dijelaskan dalam sebuah hadist, "Tiga perkara yang tidak membatalkan puasa adalah muntah, hijamah (bekam) dan ihtilam (mimpi basah). (HR Tirmizy dan Al-Baihaqi)." Tapi tetap ingat, beberapa ulama mengatakan bahwa muntah yang tidak membatalkan puasa adalah muntah yang tidak disengaja. Untuk muntah yang disengaja, hal ini tetap membatalkan puasa. So, buat kamu yang puasanya tidak batal hingga beduk maghrib tiba, pastikan untuk tidak muntah secara disengaja. Pastikan pula bahwa kamu tidak melakukan berbagai aktivitas yang memungkinkan kamu muntah nantinya. Semoga, informasi ini bermanfaat. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan tetap semangat ya?
  5. Masih banyak orang yang melupakan pentingnya menyantap makan siang, terutama anak-anak. Padahal, makan siang yang mereka lahap dapat berdampak pada asupan vitamin serta mineral yang masuk ke dalam tubuh. Para peneliti dari Nestle Research Center mengatakan, anak-anak yang tak menyantap makan siang tak akan mendapatkan asupan vitamin serta mineral dari makanan yang mereka konsumsi di sore atau malam harinya. Para peneliti itu berusaha untuk membuktikannya dengan meneliti 4,800 anak-anak sekolah dan menemukan bahwa 7 hingga 20 persen dari mereka tidak menyantap makan siang. "Makan siang sangat penting untuk membantu anak-anak dalam memenuhi kandungan nutrisi mereka, terutama vitamin A dan D, mineral seperti kalsium, fosfor, magnesium yang penting untuk kesehatan tulang, serta serat makanan," ujar Alison Eldridge, selaku peneliti dari Nestle, dikutip Fox News. Beberapa studi sebelumnya sudah menyatakan bahwa melewatkan makan siang kita adalah hal yang merugikan, namun tidak satu pun dari studi itu yang melihat dampak pada anak-anak jika mereka tidak menyantap makan siang. Untuk menjawab isu tersebut, Elridge dan rekan-rekannya meminta ionformasi dari Badan Survei Kesehatan dan Nutrisi Nasional pada tahun 2009-2010 dan 2011-2012. Hasilnya, sekitar 7 persen dari anak berumur 4 hingga 8 tahun, 16 persen dari anak berumur 9 hingga 13 tahun, serta 17 persen dari anak berusia 14 hingga 18 tahun, cenderung tak menyantap makan siang. Anak terkecil dari kategori di atas biasanya tak menyantap siang di akhir pekan, sedangkan anak perempuan berusia 9 hingga 18 tahun dapat meninggalkan santap siang mereka hingga seminggu penuh. Menurut Elridge, anak-anak yang tak menyantap makan siang cenderung akan kekurangan vitamin A, D, E, dan K, serta beberapa mineral penting lainnya. Parahnya lagi, asupan mereka akan lemak dan gula juga tinggi, sama seperti anak-anak yang menyantap makan siangnya. "Kami sangat terkejut melihat jumlah dari anak-anak dan remaja yang tidak memakan makan siangnya, terutama di akhir pekan," ujarnya. "Kami juga terkejut melihat anak-anak dan remaja yang tak menyantap makan siang dan lebih memilih makanan berkalori 'kosong'," ia menambahkan. Eldridge sangat menyayangkan bahwa anak-anak seringkali meninggalkan makan siangnya. Padahal, masa kanak-kanak sangat penting untuk membentuk kebiasaan yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan jangka panjang. "Orang tua memiliki peran penting untuk memberi contoh terkait makan siang, dengan cara memberikan makanan bernutrisi kepada anak, dan memberi tahu anak untuk menyantap makanan mereka dengan rutin," paparnya. Sama seperti Eldridge, Sarah Arevalo, ahli nutrisi dari rumah sakit anak-anak di New York, menegaskan bahwa makan siang dapat membantu mengatur nafsu makan dan metabolisme. "Anak-anak yang tak makan siang di sekolah dan menghabiskan waktu dengan waktu kosong cenderung lebih memilih memakan snack dan menyantap makanan berat di malam hari," tutur Aravelo. Ia menceritakan, tak semua makan siang di sekolah memiliki nutrisi yang memadai untuk tubuh anak-anak. Maka dari itu, ia menyarankan kepada setiap orang tua untuk membekali anaknya dengan makanan seperti yogurt, sayuran, dan buah-buahan.
  6. Sebuah riset yang dilakukan oleh Organization for Economic Coooperation and Development menyebut bahwa orang-orang di seluruh dunia rata-rata mengkonsumsi 34 kilogram daging per orang selama satu tahun. Daging yang dimaksud adalah daging babi, sapi, unggas dan daging domba. Tentunya, angka tersebut tidak menyebar dengan merata di seluruh dunia. Beberapa negara merupakan 'karnivora' yang mengkonsumsi daging lebih banyak dibanding negara lain. Sedangkan, ada juga negara lain yang warganya hanya mengkonsumsi daging tidak lebih dari 12 tangkup burger per tahun. Harga daging yang terbilang mahal, membuat orang-orang di negara berkembang sedikit mengkonsumsi daging. Seperti halnya dengan aturan tradisi di India, yang kebanyakan adalah warga Hindu, yang membuat masyarakatnya memilih menjadi vegetarian. Dari riset tersebut, diketahui Amerika Serikat dan Australia adalah pelahap daging paling banyak di dunia. Rata-rata, dalam satu tahun, kedua negara itu mengonsumsi sekitar 90 kilogram daging per orang. Tentu saja, angka itu jauh dari jumlah konsumsi warga Indonesia yakni sebesar 10,69 kilogram per orang per tahun. Data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balibangkes) Kementerian Kesehatan tentang diet total di Indonesia pada 2015, menyebutkan total konsumsi daging, unggas, dan ikan-ikanan masyarakat Indonesia ialah sebanyak 123 gram per hari. Konsumsi yang paling tinggi dari makanan sumber protein ini adalah ikan dan kerang sebanyak 78,4 gram, daging dan unggas 42,8 gram, dan sejumlah kecil jeroan 2,1 gram. Jumlah konsumsi itu masih jauh lebih sedikit daripada negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, dan Malaysia yang masing-masing mengonsumsi daging sebesar 28,58 kg/tahun; 51,26 kg/tahun, dan 53,01 kg/tahun. Adapun, dari daftar negara yang disurvei, India dan Bangladesh menempati posisi buncit dengan jumlah konsumsi daging sebanyak 3,25 kg dan 3,24 kg per tahun. Berikut daftar negara pelahap daging terbanyak sepanjang 2015, seperti dikutip dari Techinsider. 1. Australia = 90,2 kilogram 2. Amerika = 90,04 kilogram 3. Argentina = 86,5 kilogram 4. Israel = 86 kilogram 5. Brazil = 78,04 kilogram 6. Uruguay = 75,7 kilogram 7. New Zealand = 72,79 kilogram 8. Chili = 69,8 kilogram 9. Kanada = 69,01 kilogram 10.European Union = 64,81 kilogram 11.Rusia = 60,84 kilogram 12.Arab Saudi = 53,85 kilogram 13.Malaysia = 53,01 kilogram 14.Korea = 51,48 kilogram 15.Vietnam = 51,26 kilogram 16.China = 49,85 kilogram 17.Afrika Selatan = 48,38 kilogram 18.Kazakhstan = 46,69 kilogram 19.Meksiko = 46,65 kilogram 20.Ukraina = 46,21 kilogram 21.Peru = 45,29 kilogram 22.Kolombia = 39,04 kilogram 23.Jepang = 35,67 kilogram 24.Iran = 29,22 kilogram 25.Filipina = 28,58 kilogram 26.Turki = 28,32 kilogram 27.Paraguay = 27,73 kilogram 28.Mesir = 23,44 kilogram 29.Thailand = 19,92 kilogram 30.Algeria = 16,89 kilogram 31.Sudan = 14,45 kilogram 32.Haiti = 13,39 kilogram 33.Pakistan = 12,54 kilogram 34.Indonesia = 10,69 kilogram 35.Ghana = 10,23 kilogram 36.Zambia = 7,80 kilogram 37.Nigeria = 6,54 kilogram 38.Mozambik = 6,35 kilogram 39.Tanzania = 6,25 kilogram 40.Ethiopia = 4,16 kilogram 41.India = 3,25 kilogram 42.Bangladesh = 3,24 kilogram
  7. Makan ikan itu menyehatkan. Masalahnya, ada saja anak yang akan mengalami alergi kalau makan ikan. Lantas, bagaimana asupan gizinya? Kandungan gizi dari seekor ikan dapat membantu pertumbuhan syaraf pada otak dan mempertajam sel motorik anak. Ikan laut memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, dan akan lebih tinggi lagi ketika ikan dalam keadaan telah diolah seperti ikan kering, karena kadar air yang menyusut membuat kandungan protein meningkat. Faktanya ikan yang ditangkap dari lautan tidak secara langsung diolah melainkan didiamkan beberapa waktu hingga akhirnya sampai ke rumah. Pada saat itulah mikroba bertumbuh dan menurunkan kualitas ikan, yang mengakibatkan alergi bagi yang mengkonsumsinya. Alergi pada ikan biasanya merupakan bawaan keturunan. Kepada CNN Student, Prof. Ali Khomsan, seorang ahli gizi dari IPB, mengatakan bila dilatih makan ikan sejak dini, sedikit sedikit gejala alergi akan berkurang. Dia menyarankan memilih ikan segar dengan warna insang yang masih fresh. Seseorang yang mengalami alergi terhadap ikan memiliki tubuh dengan reaksi yang menganggap protein sebagai musuh. Sehingga tubuh mengeluarkan gejala pembengkakan, gatal, dan kulit memerah, bahkan hingga sesak bernafas. Untuk alternatif lain, jika anak sangat sensitif terhadap ikan, dapat digantikan dengan sumber protein lain seperti kacang polong dan kedelai. Sedangkan untuk zat omega 3 Orang tua dapat menggantinya dengan telur ayam yang khusus mengandung omega 3 tinggi.
  8. Pada musim liburan, pola makan kita seringkali jadi tidak terkontrol. Apalagi ketika berkunjung ke tempat baru, rasanya sayang jika harus melewati wisata kuliner khas daerah tersebut. Nah, lalu apa yang terjadi pada tubuhmu ketika kamu makan terlalu banyak? Ketika kamu baru saja makan terlalu banyak, kadang-kadang kamu merasa seperti akan meledak. Meski ada kemungkinan perutmu akan pecah setelah makan berlebihan, refleks muntah mungkin akan lebih dulu terjadi sebelum kamu mencapai titik itu. Perut manusia rata-rata dapat menampung satu dan satu setengah liter makanan sebelum mendapat dorongan untuk membuangnya kembali, tetapi dapat meregang sampai empat kali lebih banyak sebelum pecah terjadi. Ketika kamu makan makanan yang tinggi lemak, gula dan karbohidrat, sistem saraf parasimpatismu memberi tahu tubuhmu untuk memperlambat aktivitas dan fokus tertuju pada mencerna makanan, menyebabkan kamu merasa lesu. Ketika makanan dicerna, sel-sel di pankreas memproduksi hormon insulin yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan melatonin dan serotonin, hormon yang membuat kamu merasa ngantuk dan bahagia. Kamu juga mungkin berjuang untuk menjaga matamu tetap terbuka berkat lonjakan kadar glukosa dari makanan yang kamu makan. Hal ini dapat mengganggu neuron dalam otakmu yang biasanya menghasilkan protein orexin yang menjaga kamu tetap terjaga dan waspada. Sel-sel lemakmu memproduksi hormon leptin, yang mengikat reseptor di otak untuk memberi tahu bahwa kamu tidak lagi lapar. Teratur makan lebih dari kebutuhan tubuhmu atau terbiasa makan terlalu banyak akan menyebabkan tubuhmu menghasilkan lebih banyak hormon ini. Karena tingkat leptin berhubungan dengan jumlah lemak tubuh seseorang. Dalam kasus tersebut, orang mungkin membangun perlawanan atau pertahanan terhadap leptin, yang mengganggu kemampuan otak untuk mengenali ketika kamu sudah sangat kenyang, menyebabkan kamu makan berlebihan dan menambah berat badan. Jadi, semakin kamu terbiasa makan banyak, semakin tubuhmu akan terbiasa pula dengan porsi makanmu. Hal inilah yang membuat tingkat kenyangmu pun ikut menyesuaikan. Jangan makan berlebihan ya, karena bisa membuatmu kelebihan berat badan juga.
  9. Masalah makanan yang biasanya terjadi pada anak-anak adalah sikap mereka yang sulit mengonsumsi sayuran. Padahal, sayuran merupakan sumber nutrisi seperti vitamin dan mineral yang baik bagi anak-anak. Penelitian yang dilakukan the University of Alberta menunjukkan bahwa ada banyak trik yang dapat dilakukan oleh orang tua guna membuat sang anak mau mengonsumsi sayur. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Public Health Nutritionitu menunjukkan bahwa anak-anak yang dapat memasak lebih sehat dibandingkan yang tak pernah memasak. Penelitian yang melibatkan 151 anak sekolah itu menunjukkan bahwa anak yang kerap membantu ibunya memasak, mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah ketimbang yang tak pernah membantu bunda di dapur. Mereka yang membantu sang bunda dalam pengolahan makanan di rumah memiliki tingat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam memilih makanan sehat di sekolah. Studi ini menyimpulkan bahwa mendorong anak terlibat aktif dalam persiapan makanan di rumah menjadi salah satu strategi kesehatan yang efektif. Meski penelitian tersebut masih perlu diuji lebih lanjut, namun tak ada salahnya mengajak sang buah hati mengenal makanan yang akan mereka konsumsi. Tindakan ini dapat membuat mereka memiliki hubungan positif dengan makanan. Namun para orang tua juga perlu memperhatikan keamanan ketika sang buah hati dengan riang membantu di dapur, peralatan dapur yang tajam, panas, dan berat tidak boleh mudah diakses oleh anak-anak. Selain itu, kegiatan yang dapat diberikan kepada anak di dapur adalah hal sederhana seperti mencampurkan salad, memilih sayuran yang bagus untuk diolah, serta membumbui sayuran. Teknik pengolahan juga dapat membantu anak untuk tidak menyingkirkan sayuran dari piring mereka, yaitu seperti membumbui brokoli dengan perasan lemon agar terasa segar dan membuat kacang yang renyah untuk dikonsumsi.
  10. Menurut kalangan ilmiah, serangga bisa menjadi sumber pangan penting untuk masa depan. Tak hanya lezat, peneliti Belanda Arnold van Huis mengatakan serangga‎ juga lebih ramah lingkungan. Bapak van Huis, apa Anda sendiri pemakan serangga? Arnold van Huis: Ya, sekitar sekali seminggu. Ada sejumlah toko di Belanda, tempat membeli serangga. Atau bisa juga pesan di internet. Serangga mana yang paling lezat? Belalang. Dan juga jangkrik, tapi mereka belum tersedia untuk pasar Belanda. Seperti apa rasanya? Seperti ayam atau daging sapi saja, harus dimasak dengan baik dan diracik sedemikian rupa. Dan juga tergantung jenis serangganya. Jangkrik terasa enak kalau hanya digongseng sedikit. Begitu juga dengan belalang. Bagaimana cara terbaik menambahkan rasa pada serangga? Dengan sedikit garam, tomat dan bawang. Terkadang juga dibuat pucat atau dimasak. Bisa juga dihaluskan dan diubah menjadi berbagai macam produk. Mengapa serangga adalah sumber pangan penting untuk masa depan? Lebih dari 70 persen lahan pertanian di seluruh dunia digunakan untuk hewan ternak. Ketika permintaan atas daging meningkat, kita perlu sumber protein baru. Dan serangga adalah, dari segi diet, cukup serupa. Mereka bahkan lebih baik. Apakah mereka baik bagi lingkungan? Ya, serangga memproduksi lebih sedikit gas rumah kaca dan amonia. Mereka sangat efisien dalam mengubah apa yang mereka makan menjadi bobot tubuh. Mungkin karena serangga berdarah dingin. Mereka tidak perlu makanan ekstra untuk menjaga suhu tubuh yang hangat. Untuk memproduksi satu kilogram daging sapi diperlukan 25 kilogram pakan ternak. Untuk satu kilogram serangga, pangan yang dibutuhkan hanya dua kilogram. Namun kebanyakan warga Eropa saat ini tidak dapat membayangkan makan serangga. Benar, tapi ini berhubungan dengan persepsi dan perasaan kita. Ini sebuah fenomena psikologis. Masalahnya bukan pada rasa serangga, kita bisa membuatnya lezat. Apa rencana Anda untuk meyakinkan orang hingga mau makan serangga? Pertama-tama harus menyediakan cukup informasi mengenai serangga, termasuk keterangan bahwa menyantap serangga tidak berbahaya. Banyak orang yang mengaitkan serangga dengan hal-hal yang kotor. Juga para penggelut gastronomi harus mencari cara untuk menciptakan hidangan serangga yang lezat. Apa sudah ada restoran yang menawarkan serangga dalam menu? Ya, contohnya restoran Noma di Kopenhagen, yang sekali lagi diakui sebagai restoran terbaik di dunia. Mereka punya serangga dalam menu. Seringkali para koki menyontek resep koki-koki terkenal. Itulah mengapa kami berharap bakal ada juga acara televisi yang mempraktekkan masak dengan bahan serangga. Kalau sudah mencapai titik ini, mentalitas dan persepsi orang dapat berubah dengan cepat. Arnold van Huis adalah seorang periset serangga di Universitas Wageningen, Belanda, dan salah satu penyelenggara konferensi 'Insects to feed the world.' Ia juga telah menerbitkan sebuah buku resep untuk serangga.
  11. Menariknya, apa yang dilakukan Kim tersebut bisa mendatangkan penghasilan yang lumayan hingga Rp 20 juta. Dream - Setiap malam, remaja 14 tahun Kim Sung-jin asal Korea Utara selalu memesan ayam goreng, pizza atau masakan Tionghoa untuk dimakan di kamarnya yang kecil di selatan kota Seoul. Ritual yang dilakukan Kim semenjak usia 11 tahun selalu direkam dan diunggah ke Youtube. Anehnya, kebiasaan Kim makan malam itu berhasil mengundang penonton dari kalangan remaja Korea Selatan yang tak sedikit, bahkan bisa mencapai ribuan. Menariknya, apa yang dilakukan Kim tersebut bisa mendatangkan penghasilan yang lumayan hingga Rp 20 juta. Dikenal dengan julukan Patoo, Kim adalah salah satu selebrita termuda di Afreeca TV -sebuah aplikasi siaran video online. Kim, yang memiliki fisik sedikit kurus, telah menyiarkan dirinya makan hampir setiap malam sejak ia berusia 11 tahun. Kadang-kadang ia mengajak teman-teman untuk makan dan sesekali berpakaian seperti wanita untuk sekedar lucu-lucuan. Mungkin orang merasa heran para remaja Korea Selatan begitu betah menyaksikan orang makan. Tetapi Afreeca TV telah menjadi bagian budaya online dan kehidupan sosial remaja di sana. Pertunjukkan seperti yang diperlihatkan Kim disebut Meok Bang, yaitu semacam siaran acara kuliner. Kim tinggal bersama kakek dan neneknya. Mereka sering makan lebih dahulu, sehingga Kim menjadi lapar lagi saat malam hari. Dia mengatakan acara tersebut membuat jadwal makannya lebih teratur. Meskipun sebagian besar makan malamnya di Afreeca TV dimulai setelah jam 10. "Acara ini mendatangkan kebahagiaan dan ketenaraan yang tak terduga. Orang-orang sering menyapa saya di jalan," kata Kim. Ketenaran acara Meok Bang telah dikaitkan dengan meningkatnya aspek sosial tentang makanan yang kuat di masyarakat Korea Selatan. Seorang siswa 17 tahun, Ahn Won-jun, lebih suka makan malam di kamarnya sambil menyaksikan Kim daripada bersama orang tuanya di meja makan.
  12. Selama ini kita melihat ular memangsa hewan hewan bahkan manusia, tapi kali ini ular ini makan sesama ular! Penasaran? Yuk lihat langsung video nya ndral
  13. Kalung emas 25 gram senilai Rp12,8 juta sekarang berada di lambung pencurinya. Di India, seorang pencuri yang menelan kalung emas dipaksa makan pisang dan cairan khusus, dengan harapan dia akan mengeluarkannya saat buang air besar. Anil Yadav ditangkap hari Senin 27 April 2015 setelah dikejar polisi dan masyarakat ketika dia merampas kalung senilai 63.000 rupees atau Rp12,8 juta dari seorang wanita. Dia diberikan makanan khusus setelah pemindaian sinar X tubuhnya menunjukkan kalung berada di dalam tubuhnya. Kalung yang memiliki liontin besar tersebut sekarang sudah mencapai lambungnya. Yadav, 30 tahun, merenggut kalung seberat 25 gram dari seorang wanita berumur 52 tahun saat dia berjalan pulang di daerah Sion, Mumbai, kata petugas polisi Rahul Pawar kepada BBC. "Setelah wanita itu berteriak meminta tolong, patroli polisi kami dan anggota masyarakat mengejar dan menangkapnya," kata Pawar. "Kami menggeledahnya dengan seksama di kantor polisi tetapi tidak menemukan kalung. Kemudian orang-orang yang menangkapnya mengatakan kepada kami bahwa mereka melihatnya menelan sesuatu," katanya.
  14. Anjing ini pura-pura terluka parah pada bagian kaki belakang dan berjalan dengan menyeret kaki belakangnya itu untuk mendapatkan belas kasihan dari orang. Aktingnya itu sangat meyakinkan hingga bisa membuat orang di sekitarnya merasa kasihan. Namun tak lama kemudian anjing itu bisa berjalan normal lagi, bahkan berlari. Yuk tonton:
  15. Sesekali makan di luar rumah boleh saja dilakukan. Namun bila terlalu sering, pikir-pikirlah dahulu. Sebab, selain lebih boros, ada risiko kesehatan yang mesti ditanggung. Sebuah penelitian menunjukan makan di luar rumah dengan menu daging bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Untuk menginvestigasi keterkaitan itu, peneliti melakukan survei pada 501 pria dewasa berusia 18-40 tahun yang pernah atau sedang kuliah di Singapura. Survei itu mengumpulkan informasi tentang tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh, gaya hidup, tingkat aktivitas fisik, dan seberapa sering mereka makan di luar. Informasi yang dikumpulkan menunjukkan 27,4 persen mahasiswa memiliki pra-hipertensi, 4 persen partisipan laki-laki dan 9 persen partisipan perempuan mengidap pra-hipertensi, dan 38 persen mahasiswa makan menu daging di luar rumah lebih dari 12 kali setiap pekan. Peneliti menemukan bahwa mahasiswa dengan hipertensi atau pra-hipertensi lebih sering makan di luar rumah lebih ketimbang partisipan tanpa hipertensi atau pra-hipertensi. Selain hipertensi, kecenderungan pada mahasiswa yang sering makan di luar rumah adalah indeks massa tubuh yang lebih besar, tingkat aktivitas tinggi yang lebih sedikit, dan menjadi perokok saat ini. Peneliti juga menemukan bahwa makan satu kali menu daging di luar rumah berkaitan dengan kenaikan risiko pra-hipertensi sebesar enam persen. “Sementara ada studi yang dilakukan Amerika dan Jepang untuk menemukan perilaku yang dikaitkan dengan hipertensi, sangat sedikit survei yang dilakukan di populasi Asia Tenggara. Studi kami menemukan faktor gaya hidup yang berkaitan dengan pra-hipertensi dan hipertensi yang bisa dimodifikasi serta bisa diaplikasikan untuk orang dewasa secara global, khususnya keturunan Asia,” kata peneliti Tazeen Jafar, dari Program Layanan dan Sistem Kesehatan Duke-NUS Graduate Medical School Singapore, seperti dilansir situs medik News Today, Senin, 13 April 2015. Berdasarkan studi ini, peneliti menyarankan dokter untuk menasihati orang dewasa, khususnya pasien pria, untuk memodifikasi perilaku makan mereka. Dokter juga diminta pasien lebih sadar tentang risiko pra-hipertensi.
  16. Limpa adalah bagian usus yang terletak lebih dalam daripada lambung dan hati, berada di antara diafragma dan ginjal kiri. Limpa menghasilkan getah bening yang berfungsi untuk memecah sel darah yang sudah tua. Saat tubuh memerlukan kiriman darah yang lebih banyak, limpa akan mengerut sambil mengeluarkannya. Namun, sewaktu lambung atau hati memerlukan darah untuk mencerna makanan, dan selama itu kita berolahraga, limpa harus mengirimkan darah ke ototpada waktu bersamaan. Bila begini, limpa akan terlalu mengerut sehingga menimbulkan rasa sakit.
  17. Memasak menggunakan api mengubah protein secara kimia. Dalam proses ini, akan terbentuk zat penyebab KANKER, "benzopiren" dalam beberapa makanannya, terutama yang sudah gosong. Dalam buangan gas, asap cerobong pabrik, dan asap rokok pun ditemukan benzopiren.
  18. Apakah Bahaya makan Mie instan dengan nasi ? Mie instan memang merupakan makanan yang murah dan cukup menjadi favorit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Karena rasanya yang gurih dan beraneka ragam, bahkan beberapa orang suka makan mie instan dikombinasikan dengan nasi putih. Mie instan memang merupakan makanan yang sudah umum dikonsumsi oleh orang-orang. Walaupun mungkin sebagian besar dari kita juga sudah mengerti bahwa mie instan termasuk dalam makanan yang mengandung bahan pengawet dan bisa memiliki efek negatif untuk jangka panjangnya, tetapi ternyata mie instan tak hanya terkenal di negara Indonesia saja, melainkan sudah sampai hingga negara Jepang dan negara Eropa lainnya, beberapa ada yang dengan merek berbeda. Kenyataan di hidup Anda sekarang ini bahwa mie instan sudah menjadi komoditi bisnis dalam skala yang cukup besar, bahkan hingga di sudut-sudut pasar serta tempat lain, Anda akan dengan mudah menemukan produk yang namanya mie instan, bahkan warung-warung pun sudah banyak yang menjual produk mie instan ini. Mie instan dicampur nasi kenyang tetapi berbahaya untuk Kesehatan Terkadang bagi orang yang sudah merasa lapar, akan dengan mudah makan mie instan dicampur dengan nasi, dengan anggapan supaya murah dan kenyang, tetapi ternyata fakta di balik itu semua cukup miris, yaitu kombinasi kedua makanan ini bisa berbahaya bagi kesehatan bahkan jika terlalu sering dilakukan dapat membahayakan. Anda tentu sudah mengetahui bahwa jumlah kalori dari mie instan dan nasi sendiri, walaupun sendiri-sendiri sudah cukup tinggi, apalagi jika Anda mengkonsumsinya bersama-sama, maka konsumsi kalori Anda yaitu 600 hingga 700 kalori per santap. Itu jika Anda hanya memakan nasi dan mie instan saja, bagaimana jika Anda menambahkan menu lain bersamaan? Anda dapat membayangkan berapa kalori yang tertimbun dalam tubuh Anda? Apalagi jika Anda jarang berolahraga, ini benar-benar berbahaya. Jika berbicara tentang bahaya dari kalori yang Anda peroleh secara berlebihan, maka Anda secara tak langsung akan harus bersiap-siap dalam menghadapi penyakit obesitas dan diabetes. Di mana, Anda tak dapat meremehkan kedua penyakit tersebut. Obesitas merupakan kegemukan, sementara diabetes yaitu gula darah berlebih. Dan dari obesitas saja, dapat menimbulkan penyakit lain seperti penyakit jantung yang tentunya lebih berbahaya lagi. Selain kalori yang terlalu banyak, belum lagi karena kandungan yang terdapat dalam mie instan, yaitu kandungan garam dan MSG yang buruk bagi kesehatan Anda. Walaupun memang berbahaya, namun Anda boleh memakannya hanya jangan berlebihan saja, dan jangan terlalu sering, akan lebih baik jika diberikan rentang waktu, selain itu jangan langsung mengkombinasikan makanan berupa mie instan dengan nasi, sebaiknya jika makan mie instan ya jangan makan nasi, dan sebaliknya jika makan nasi sebaiknya jangan langsung berbarengan dengan makan mie instan, berilah jarak. Juga, direkomendasikan bagi Anda untuk menambahkan menu ini apabila ingin makan mie instan, contohnya telur, sayur beserta daging, supaya Anda tak kekurangan gizi karena hanya makan mie instan saja. Jangan membiasakan diri untuk makan mie instan, sebaiknya diberi jarak, misalkan 2 hari sekali saja, atau mungkin jika bisa seminggu sekali baru makan mie instan, dan itu juga jika Anda benar-benar ingin, jangan hanya karena mengikuti keinginan belaka, akhirnya kesehatan Anda dikorbankan, itu bukanlah pilihan yang bijak. Demikianlah artikel tentang bahaya makan mie instan dengan nasi, semoga berguna.
  19. Anda pasti tahu bahwa kebanyakan orang di seluruh dunia ini menerapkan aturan makan tiga kali sehari untuk bisa beraktivitas dengan baik tanpa kelaparan dan lain sebagainya. Namun makan 3 kali sehari ternyata bukanlah solusi terbaik untuk menjaga kesehatan Anda. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menerapkan makan 3 kali sehari bisa membuat tubuh Anda sehat, begitu juga jika Anda melewatkan makan malam atau hanya makan dua kali sehari. Kebanyakan ahli mengatakan bahwa puasa justru dapat memperkuat sistem imun, menurunkan berat badan dan memaksimalkan kesehatan tubuh. Makan 3 kali sehari sudah menjadi rutinitas, namun kebutuhan makanan setiap orang bisa berbeda-beda, dan kebanyakan makan akan merusak tubuh. Tidak ada bukti kuat bahwa makan 3 kali sehari atau lebih bisa menjaga kesehatan tubuh, namun jika Anda melewatkan makan atau puasa, justru bisa meningkatkan kesehatan. Kalori akan tetap jadi kalori kapan pun Anda makan, dan akan digunakan tubuh kapan pun Anda melakukan aktivitas. Mungkin prinsip ini juga dipegang oleh diet Deddy Corbuzier dengan OCD-nya. Kapan pun Anda makan, tidak peduli sarapan, atau makan siang dan malam, kalori tetap kalori. Yang perlu Anda lakukan adalah membatasi asupan kalori dan 'puasa' dengan tidak memasukkan makanan berkalori lain selama sehari. Tidak perlu memaksakan diet menyiksa, cukup perhatikan asupan kalori Anda. Nah, masih suka makan 3 kali sehari, ndral?
  20. Segelas teh adalah minuman favorit banyak orang setelah makan. Sebagian orang ada juga yang punya kebiasaan langsung merokok setelah makan, sementara sebagian lagi memilih tidur. Kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak semuanya baik karena bisa menghambat kerja organ pencernaan. Ketahui apa saja kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah makan: Tidur Tidur setelah makan besar bisa memperlambat organ pencernaan sehingga kita akan merasa kembung dan tidak nyaman saat bangun. Tidur telentang juga akan menyebabkan makanan langsung masuk ke kerongkongan dan menyebabkan rasa terbakar di dada. Sebaiknya tunggu setidaknya satu jam setelah makan sebelum tidur, sehingga organ pencernaan telah memecah makanan. Makan buah Kecepatan tubuh dalam mencerna makanan ternyata berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya. Buah dicerna dengan cepat, sehingga jika kita mengonsumsinya langsung setelah makan, mereka akan diam lama, terfermentasi dan menyebabkan gas. Konsumsilah buah satu atau dua jam sebelum makan. Kebiasaan ini juga membantu kita makan berlebihan di waktu makan. Minum teh Minum teh setelah makan akan mengganggu organ pencernaan karena daun teh bersifat asam sehingga memengaruhi kemampuan tubuh mencerna makanan. Asam dari teh juga membuat protein yang kita asup lebih sulit dicerna. Teh juga mengandung polifenol dan tanin yang mengikat zat besi dalam makanan dan membuatnya sulit diserap tubuh. Padahal, bagi ibu hamil dan anak-anak zat besi adalah mineral penting. Minum banyak air Hindari minum terlalu banyak air saat sedang makan atau setelah makan karena bisa membuat asam lambung dan enzim lebih encer sehingga harus bekerja keras mencerna makanan. Menurut ilmu Ayurveda, minum teh jahe setelah makan justru bisa membantu kerja organ pencernaan. Kandungan dalam jahe bisa mempercepat pergerakan makanan dari lambung ke usus halus, merangsang produksi enzim pencernaan dan meredakan kram perut. Merokok Ada pendapat yang mengatakan bahwa merokok satu batang setelah makan setara dengan merokok 10 batang. Walau hal itu masih diperdebatkan, tapi merokok pada waktu apa pun sebenarnya memang buruk bagi kesehatan. Olahraga Setelah makan, fokus utama tubuh adalah mencerna makanan. Jika Anda langsung berolahraga setelah makan berat, organ pencernaan akan kekurangan daya untuk mencerna. Efek yang bisa kita rasakan antara lain kram perut, pusing, atau diare. Sebagai gantinya, lakukan olahraga ringan seperti berjalan santai sekitar 30 menit setelah makan. Selain membantu kerja organ pencernaan, aktivitas ini juga membantu menurunkan berat badan.
  21. Di beberapa negara Asia termasuk di Indonesia, makan dengan menjadikan daun pisang sebagai piring merupakan hal yang normal. Bahkan beberapa orang menyebutkan bahwa makan berpiringkan daun pisang bisa memberikan kenikmatan rasa yang begitu lezat. Nyatanya tak hanya lezat, makan menggunakan daun pisang sebagai piring bisa memberikan banyak manfaat sehat. Dilansir dari healthmeup.com, berikut adalah manfaat sehatnya. Lebih sehat Daun pisang yang dikemas dengan senyawa nabati disebut polifenol epigallocatechin gallate atau EGCG yang juga ditemukan dalam teh hijau. Polifenol merupakan antioksidan alami yang memerangi radikal bebas dan mencegah penyakit. Sementara daun pisang tidak mudah dicerna jika dimakan langsung maka makanan menyerap polifenol dari daun, sehingga Anda mendapatkan manfaat nutrisi tersebut. Selain itu, daun pisang juga memiliki sifat anti-bakteri yang membunuh semua kuman dalam makanan dan mengurangi kemungkinan Anda untuk jatuh sakit. Membuat makanan terasa lebih enak Daun pisang memiliki lapisan lilin aman yang memiliki rasa halus namun berbeda. Ketika makanan panas ditempatkan pada daun, lilin mencair dan membuat rasa makanan menjadi lebih enak. Ramah lingkungan Makan dengan piring daun pisang sudah dipastikan lebih ramah lingkungan daripada makan menggunakan piring plastik. Sebab daun pisang sendiri membutuhkan waktu sebentar untuk terurai. Higienis Saat Anda menggunakan piring daun pisang, maka Anda tidak perlu membilasnya secara khusus. Anda hanya perlu mengelapnya dengan air sedikit. Bebas bahan kimia Karena piring dicuci dengan sabun yang mengandung bahan kimia, tentu meninggalkan residu yang membahayakan. Sementara jika Anda menggunakan alas daun pisang, Anda bebas dari bahan kimia tersebut. Praktis Saat Anda menggunakan daun pisang, Anda tidak perlu repot untuk mencucinya. Tentu saja hal tersebut lebih praktis. Daun pisang sendiri juga tahan air berkat lapisan lilin di atasnya. Itulah keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan makan menggunakan alas daun pisang.
  22. Walaupun tampaknya normal dan tidak berbahaya untuk dilakukan, makan di meja kerja untuk kita yang sehari-hari berkecimpung di dunia kerja ternyata memiliki beberapa risiko. Menurut sebuah studi, makan di meja kerja akan membuat tubuh lebih cepat gemuk. Selain itu, studi yang melibatkan 8.314 orang di Inggris dan dipimpin oleh Ashima Kant ini mengungkapkan bahwa kebiasaan makan di meja kerja bisa membuat tubuh kurang vitamin dan meningkatkan kadar kolesterol pada tubuh. Menurut Kant, studi yang ia lakukan bersama timnya menemukan bahwa mereka yang makan tidak di meja makan memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi dan dalam darahnya terdapat kolesterol yang berlebih. Mereka juga diketahui kekurangan nutrisi, termasuk vitamn E dan C. Kondisi ini menjadi lebih parah karena mereka sering makan makanan take away di restoran, dengan asalan tidak sempat masak di rumah. Melihat hasil studi ini, kita sebaiknya menghentikan kebiasaan makan di meja kerja. Selain itu, selalu menjaga pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi dan bila diperlukan konsumsi juga suplemen kesehatan. Tubuh yang sehat dan prima sudah pasti akan meningkatkan motivisi kerja dan produkstivitas kita di tempat kerja.
  23. Berbicara soal kecepatan makan, laki-laki selalu bisa menyantap makanan lebih cepat dibandingkan perempuan. Bahkan porsinya pun bisa lebih banyak. Mereka pun dapat mengahabiskan makanan dalam waktu beberapa menit, bahkan hitungan detik. Sekelompok peneliti dari Universitas Semyung di Korea Selatan melakukan sebuah studi untuk lebih memahami mengenai perbedaan mengunyah dan makan antara laki-laki dan perempuan. Mereka juga ingin menemukan apakah pola mengunyah dapat memengaruhi berat badan. Dalam studi mereka, yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior, mereka menemukan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kecepatan mengunyah yang sangat berbeda. Selain itu, mereka juga menemukan bahwa obesitas dipengaruhi oleh proses mengunyah makanan. Meski Anda sering mengabaikannya, mengunyah makanan memiliki peranan penting dalam proses awal pencernaan makanan. Gigi membantu membuat makanan menjadi lebih halus sehingga dapat dengan mudah dicerna oleh enzim pencernaan. Studi ini dilakukan untuk menginvestigasi terapi obesitas, dengan memodifikasi pola makan. Cara Anda mengunyah makanan dan seberapa cepat Anda mengunyahnya akan memengaruhi jumlah makanan yang Anda konsumsi dalam waktu sekali makan. Umumnya, orang-orang yang mengalami obesitas cenderung mengunyah makanan lebih cepat, sehingga terkadang mereka menelan makanan bulat-bulat, dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat tubuh normal. Beberapa peneliti lainnya mengatakan proses makan dan mengunyah yang lebih lama benar-benar berhubungan dengan penurunan berat badan karena akan memperpanjang masa pengaturan hormon ghrelin, yang dikenal sebagai hormon rasa lapar. Hal ini akan membantu Anda lebih cepat kenyang, meski makan dengan porsi yang lebih sedikit. Penelitian ini dilakukan terhadap 24 laki-laki dan 24 perempuan. Mereka diberi elektroda yang melekat pada otot-otot rahang mereka. Setiap peserta diminta untuk mengonsumsi 152 gram nasi putih, sementara peneliti mengukur gigitan mereka, jumlah makanan yang tertelan setiap menit, dan jumlah mengunyah. Para peneliti menemukan bahwa laki-laki mengunyah lebih cepat dan memiliki ukuran gigitan yang lebih besar daripada perempuan. Sementara perempuan mengunyah makanan lebih lama sehingga membuat mereka cepat kenyang. Meski dalam studi tersebut ditemukan perbedaan yang signifikan antara pola mengunyah laki-laki dan perempuan, hal itu tidak sepenuhnya menjelaskan apakah mengunyah berhubungan langsung dengan kenaikan berat badan atau penurunan berat badan. Mengunyah lebih cepat dan menelan porsi makanan dalam jumlah besar dalam waktu singkat mungkin menjadi salah satu faktor penentu obesitas. Namun, hal-hal lain seperti aktivitas fisik, depresi, dan genetika juga harus dipertimbangkan untuk menentukan penyebab obesitas seseorang.
  24. Dulu zamannya ane masih kecil, suka bercanda nyolek-nyolek upil pakai jari telunjuk, terus diliatin ketemen kalau upilnya dimakan, padahal pakai jari tengah pas adegan makan upilnya. Ya itu kisah bercandaan zaman kecil dulu. Kalau video kali ini ternyata beneran, ada loh orang lagi duduk di tempat umum, mancing upil, terus habis gitu dimakan. Ente kayak gitu juga gak? Atau ada temen ente yang kayak gitu?
  25. Salah satu kebiasaan yang paling sulit dipelihara setiap hari adalah makan dengan ukuran porsi yang tepat. Jika Anda benar-benar khawatir tentang kondisi kesehatan dan berat badan, ingin mengurangi berat sedikit demi sedikit untuk kesehatan dan penampilan, selain meningkatkan pilihan makanan dan minuman Anda, mempertahankan kontrol atas porsi saat makan akan sangat penting pula untuk keberhasilan Anda. Titik kunci yang harus diingat adalah: makan makanan secara berlebihan, bahkan makanan yang sehat sekalipun, akan menyebabkan kenaikan berat badan. Ini adalah salah satu aspek yang paling sering disalahartikan oleh orang. Ketika mereka memakan makanan sehat seperti ayam panggang, sayuran kukus, beras merah, dan lainnya, mereka makan dengan porsi berlebihan dengan asumsi makanan tersebut tetap berefek positif pada mereka. Sekali lagi, hal ini salah. Semua hal yang berhubungan dengan diet dan kesehatan kembali bermuara pada kalori. Ambil contoh individu yang setiap hari hanya bisa mengkonsumsi 1.800 kalori untuk menurunkan 1 pon berat badan per minggu. Artinya, segala hal yang diletakkan orang tersebut ke dalam mulutnya, mulai dari bangun pagi sampai saat tidur malam harus berkisar antara 1.800 kalori. Berikut kami berikan hitungan beberapa sampel makanan sehat tergantung pada kalori yang dikandungnya. Ayam panggang tanpa kulit (4 ons 140 kalori), beras merah (1 cup - 215 kalori), dan sayuran kukus (90 kalori), dan akan berjumlah sekitar 445 kalori dengan asumsi air putih adalah minuman yang dipilih. Jika tiga kali makan porsi seperti ini secara harian, akan memberikan orang ini total 1.290 kalori, menyisakan 510 kalori untuk 2 atau 3 kali makanan ringan di antara waktu makan. Intinya, batasi diri Anda dari memakan makanan secara berlebihan. Berhentilah makan sebelum kenyang, karena segala sesuatu yang berlebihan memang sifatnya tidak baik. Mudah-mudahan Anda akan dapat mempertahankan ukuran porsi yang tepat dan tidak membiarkan porsi makanan terlupakan dan menumpuk di dalam tubuh Anda dan menjadi sumber dari penyakit suatu hari nantinya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy