Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'mahasiswa'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 15 results

  1. Di berbagai universitas di AS, jumlah mahasisiwi jurusan informatika kurang dari 20 persen dibanding mahasiswanya. Namun tidak demikian di Universitas Harvey Mudd, Los Angeles, kaena lebih dari separuh mahasiswa jurusan informatika yang lulus tahun lalu adalah perempuan. Simak dalam liputan berikut.
  2. Tim SAR mengevakuasi jenazah pendaki Gunung Mas, Bogor Dunia pendakian Tanah Air kembali berduka. Edward (20), pendaki yang merupakan mahasiswa di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta, meninggal dunia saat mendaki kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/12). Edward yang mendaki bersama 16 rekannya diduga tewas akibat mengalami hipotermia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para mahasiswa tersebut berniat mendaki Gunung Gede melalui jalur Gunung Mas, yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tersebut. Proses evakuasi jenazah Edward akhirnya berhasil dilakukan pada Selasa siang dengan melibatkan Tim SAR gabungan dari Muspika Cisarua, Tagana, RAPI dan Orari. "Sekitar pukul 14.30 seluruh tim evaluasi dan korban pendakian yang meninggal telah kembali dari gunung. Korban meninggal langsung dibawa ke RSPG Cibeureum, Cisarua, Puncak," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusril Yinus. Kepala Resor Cisarua Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), Tarya Nuryahya mengungkapkan bahwa para mahasiswa tersebut tidak berkoordinasi dengan pihak pengelola Gunung Mas untuk melakukan pendakian, sehingga pendakian mereka bisa dikategorikan ilegal. "Mereka lewat pos depan, beli tiket juga. Tapi tidak bilang untuk mendaki. Jadi mereka masuk secara ilegal,” ujar Tarya. Selain itu, jalur yang digunakan oleh para mahasiswa itu bukanlah jalur resmi untuk pendakian, melainkan termasuk kawasan hutan lindung Gunung Mas. "Bukan, ini bukan jalur untuk pendakian resmi. Ini hanya kawasan hutan lindung Gunung Mas yang berbatasan langsung dengan Gunung Gede-Pangrango," kata Tarya. Kurangnya Persiapan Kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat dan angin kencang memang menjadi momok menakutkan bagi para pendaki yang tidak mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, seringkali para pendaki melupakan hal-hal mendasar yang harus disiapkan sebelum pendakian. Akibatnya, nyawa bisa jadi taruhannya. Salah satu pendaki Indonesia yang telah mendaki tujuh puncak tertingi di dunia, Iwan Irawan atau akrab disapa Kwecheng menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas insiden yang mengakibatkan meninggalnya salah satu pendaki asal Jakarta tersebut. Ia juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh tiap pendaki sebelum melakukan pendakian untuk menghindari kecelakaan fatal. "Kondisi fisik yang prima adalah modal awal. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan petualangan serta kemampuan perencanaan perjalanan juga mutlak disiapkan oleh setiap pendaki," ujarnya. Kwecheng menambahkan, “Persiapan fisik serta pendampingan oleh orang yang berpengalaman bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi resiko terburuk saat menghadapi kondisi yang tak menguntungkan saat pendakian.”
  3. Laporan tenaga kerja AS terkini menunjukkan prospek karir dan optimisme membaik di antara lulusan universitas Amerika tahun 2016 ini. Namun hal ini tidak dirasakan oleh mahasiswa asing, yang terus mengalami sejumlah hambatan hukum dan sosial, ketika berusaha memasuki lapangan kerja Amerika.
  4. Wilson Anthony Halim, mahasiswa Indonesia tahun ke-4 di Suffolk University, di kota Boston negara bagian Massachusetts, kini berada dalam tahanan karena dikenai tuduhan pemerkosaan disertai kekerasan terhadap korban seorang anak di bawah umur.
  5. Para pekerja magang dan pegawai asal Indonesia yang bekerja di berbagai perusahaan teknologi di Silicon Valley, California, AS Silicon Valley adalah sebuah kawasan di selatan San Francisco Bay Area yang merupakan pusat dari ratusan perusahaan teknologi global, termasuk Google, Apple dan Facebook. Sekelompok pemuda Indonesia mengadakan program mentoring untuk membantu para pelajar dan mahasiswa Indonesia magang di Silicon Valley, Amerika Serikat. Silicon Valley adalah sebuah kawasan di sebelah selatan San Francisco Bay Area yang merupakan pusat dari ratusan perusahaan teknologi global, termasuk Google, Apple, dan Facebook. Reinardus Surya Pradhitya (Adhit), 24 tahun, merasakan sendiri betapa sulitnya menembus perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley. Karena itu setelah diterima di Facebook pada tahun 2013 sebagai Software Engineer, dia memutuskan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Nino Aquinas (kiri) dan Reinardus Surya Pradhitya (Adhit) penggagas program "Indo2SV" (foto: courtesy). Pada tahun 2014, Adhit dan temannya, Nino Aquinas, yang bekerja di perusahaan teknologi Quora menggagas pendirian Indo2SV. Ini adalah sebuah program yang bertujuan membantu para mahasiswa Indonesia mempersiapkan diri dengan matang agar diterima magang di Silicon Valley. Setiap tahun Indo2SV menyeleksi ratusan pendaftar dan memilih delapan orang peserta. Selama tiga bulan, para peserta di Indonesia dipandu lewat e-mail dan Skype oleh para mentor yang berbasis di California. Pada tahun pertama, hanya ada enam mentor yang terlibat, kini bertambah menjadi delapan mentor. Semuanya adalah warga Indonesia yang bekerja di berbagai perusahaan teknologi di Silicon Valley. Hal-hal yang mereka ajarkan mulai dari cara menulis surat lamaran, programming, sampai wawancara. Adhit mengatakan bahwa pelajaran tersebut sebenarnya tersedia secara luas di internet, namun Indo2SV menawarkan sesuatu yang berbeda. Sekelompok pemuda Indonesia mengadakan program mentoring untuk membantu para pelajar dan mahasiswa Indonesia magang di Silicon Valley, Amerika Serikat. Silicon Valley adalah sebuah kawasan di sebelah selatan San Francisco Bay Area yang merupakan pusat dari ratusan perusahaan teknologi global, termasuk Google, Apple, dan Facebook. Reinardus Surya Pradhitya (Adhit), 24 tahun, merasakan sendiri betapa sulitnya menembus perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley. Karena itu setelah diterima di Facebook pada tahun 2013 sebagai Software Engineer, dia memutuskan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Pada tahun 2014, Adhit dan temannya, Nino Aquinas, yang bekerja di perusahaan teknologi Quora menggagas pendirian Indo2SV. Ini adalah sebuah program yang bertujuan membantu para mahasiswa Indonesia mempersiapkan diri dengan matang agar diterima magang di Silicon Valley. Setiap tahun Indo2SV menyeleksi ratusan pendaftar dan memilih delapan orang peserta. Selama tiga bulan, para peserta di Indonesia dipandu lewat e-mail dan Skype oleh para mentor yang berbasis di California. Pada tahun pertama, hanya ada enam mentor yang terlibat, kini bertambah menjadi delapan mentor. Semuanya adalah warga Indonesia yang bekerja di berbagai perusahaan teknologi di Silicon Valley. Hal-hal yang mereka ajarkan mulai dari cara menulis surat lamaran, programming, sampai wawancara. Adhit mengatakan kepada VOA bahwa pelajaran tersebut sebenarnya tersedia secara luas di internet, namun Indo2SV menawarkan sesuatu yang berbeda.
  6. Saat di bangku kuliah, kamu pasti menemukan ada anak yang bisa mendapatkan nilai bagus dan ada yang nilainya pas-pasan. Bahkan ada yang sering mendapatkan nilai C. Di dalam mindset-mu, pelajar yang mendapatkan nilai A biasanya dinilai pandai dan akan menjadi orang sukses dan pelajar yang dapat nilai C itu berarti bodoh karena mereka malas. Hmm... Benarkah?? Tapi ternyata, yang mendapatkan nilai C bukan berarti bodoh. Bahkan, kelak mereka yang nilainya C pun bisa menjadi orang tersukses di dunia. Yuk simak alasannya berikut ini. 1. Mereka Berinisiatif untuk Bekerja Lebih Dulu 2. Mereka Lebih Suka Take Action Daripada Buang-Buang Waktu Duduk di Dalam Kelas 3. Tahu Cara Menikmati Hidup 4. Mereka Sibuk Mencari Jaringan daripada Mengejar Nilai Bagus 5. Mengikuti Mimpinya 6. Punya Solusi Paling Sederhana untuk Menyelesaikan Masalah 7. Mereka Cerdas dalam Bidang Emosional Bukan Bidang Akademik Jangan remehkan anak dengan nilai C ya, guys, apalagi malah dijauhin.
  7. Clubbing, oleh beberapa orang dipersepsikan sebagai suatu hal yang negatif, karena kegiatan ini dilakukan di malam hari hingga pagi dini hari, juga dengan tempat gelap, lampu warna-warni dan berbagai macam minuman beralkohol, mulai dari Cocktails hingga yang alkohol murni. Juga dengan asap rokok yang memenuhi ruangan dan para Clubbers, istilah untuk pelaku clubbing, memenuhi dance floor yang di iringi musik yang dimainkan oleh sang DJ (disc jockey). Dunia malam yang semakin ramai di Jakarta ini, dan dengan semakin banyaknya club-club malam yang baru di buka belakangan ini di Jakarta, semakin menarik perhatian sebagian orang dari berbagai macam kalangan, salah satunya mahasiswa. Tak bisa dipungkiri dunia malam tersebut menjadi tujuan para mahasiswa untuk menghibur diri dan menghilangkan penat di akhir pekan. Bahkan di hari-hari biasa pun banyak juga yang tetap pergi ke tempat-tempat tersebut, meskipun keesokan harinya mereka harus mengikuti kegiatan perkuliahan. Kadek, mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini merupakan salah satu dari sekian banyaknya mahasiswa yang menikmati hiburan malam tersebut. Ia mengatakan dalam sebulan ia bisa tiga hingga empat kali clubbing. Lalu ia menambahkan, bahwa dirinya pernah dalam tiga malam berturut-turut pergi clubbing. Tempat yang menjadi favoritnya adalah X2 club di bilangan Senayan. Kadek mengaku ia awalnya hanya ingin tahu seperti apa rasanya clubbing. “Waktu itu sih aku cuma nyoba aja. Eh, taunya seru, keterusan deh.“ Rasa penasaran memang salah satu awal perkenalan mahasiswa dengan dunia malam tersebut, ada pula yang disebabkan oleh ajakan teman. Namun, ada juga yang mengatakan alasan mereka menjadikan clubbing sebagai gaya hidup dikarenakan adanya gengsi dan ingin disebut ‘gaul’. Sehingga gaya hidup seperti ini sudah bisa menjadi trend berharga di kalangan mereka. Bahkan menjadi semacam kebutuhan yang harus terlaksana sebagai media penghiburan diri. Bagi para mahasiswa, hiburan malam tersebut dapat membawa pengaruh negatif ke dalam kehidupan mereka, salah satunya adalah masuknya seseorang kedalam gaya hedonisme. Hedonisme adalah sebuah gaya hidup dimana penganutnya berfikir kalau hidup adalah untuk bersenang senang, foya-foya dan menghamburkan uang. Contoh dampak negative lain dari clubbing adalah dapat memberikan efek buruk terhadap kesehatan. Kegiatan yang dilakukan malam hari ini, dimana seharusnya tubuh kita beristirahat, ditambah banyaknya asap rokok di dalam ruangan, minuman beralkohol, dan juga sudah menjadi rahasia umum banyaknya pengedar dan pengguna narkoba di dalam club-club malam. Selain itu juga memberikan efek buruk terhadap produktivitas mahasiswa terhadap kegiatan perkuliahan. Hal ini bisa berdampak lebih lanjut terhadap nilai maupun absensi mahasiswa tersebut. Tetapi semuanya kembali pada diri masing-masing. Jika, kita dapat memanfaatkan hiburan ini secara bijak dan bertanggung jawab juga benar-benar memanfaatkannya sebagai media untuk melepaskan rasa jenuh dari aktivitas sehari-hari dan tidak menganggu aktivitas perkuliahan juga tidak menjadikannya gaya hidup, tidaklah salah menjadikan clubbing sebagai sarana hiburan di akhir pekan.
  8. Waktu itu saya pernah di tanya oleh adik tingkat saya yang baru saja masuk di Universitas saya. Dia bertanya, "Kak, prospek kerja jurusan kita apa ya?". Saya dengan gampang menjawab "saya tidak tahu". Jujur saja, saya kuliah bukan karena ingin mencari kerja, atau sengaja mengambil jurusan saya saat ini sebagai batu loncatan saya dalam mencari kerja. Saya kuliah karena saya ingin kuliah. Hanya ingin mencari pengalaman. Banyak orang beranggapan bahwa kuliah itu semacam alat untuk mempermudah mereka dalam mencari pekerjaan, agar mereka bisa mengalahkan mereka yang tidak kuliah. Hal semacam itu memang tidak dapat disalahkan. Karena memang banyak perusahaan saat ini menggunakan standar pendidikan, yang bahkan minimal S1. Tentu saja orang berbondong-bondong untuk kuliah karena mengejar pekerjaan, karena takut tidak bisa bersaing dengan mereka yang telah berpendidikan lebih tinggi. Pada akhirnya pendidikan hanya sebagai alat untuk mempermudah mereka saja, tanpa memahami makna dan manfaat sebenarnya dari pendidikan tersebut. Padahal pada zaman dahulu, saat pendidikan sangat susah untuk diperoleh, pendidikan merupakan sarana untuk mendapatkan ilmu. Orang-orang berusaha untuk mendapatkan pendidikan agar tidak tertinggal, dari mereka yang telah mendahului mereka dalam mendapatkan pendidikan. Contohnya saja, para nenek moyang kita, pada saat zaman penjajahan Belanda, berjuang dengan susah payah untuk bisa bersekolah di sekolah-sekolah para kolonial Belanda. Mereka tidak dituntut untuk mendapatkan pendidikan agar dapat bekerja. Tapi sebagian besar dari mereka mencari pendidikan untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahu. Memang pada saat itu belum ada standar minimum pendidikan untuk melamar pekerjaan. Namun tetap saja, mereka kan belajar atas kemauan mereka sendiri, tanpa ada tuntutan apapun. Saya secara pribadi pun menempuh pendidikan saya sampai saat ini hanya karena "rasa ingin tahu" saya yang begitu besar. Saya hanya belajar karena saya ingin tahu. Apapun itu. Saya bahkan tidak pernah memikirkan kemana saya nanti akan bekerja (mohon jangan ditiru). Saya hanya memikirkan sejauh mana pendidikan tersebut dapat memuaskan rasa ingin tahu saya. Kalau ditanya mengapa saya mengambil jurusan saya saat ini (yaitu Sosiologi), jawabnya "Saya Tidak Tahu". Saya hanya sekedar ingin mencari pengalaman, mendapatkan pendidikan, mendapatkan teman, membentuk kepribadian, hidup mandiri, dan lain-lain, yang meurut saya itu lebih penting dari pada merisaukan kemana, atau seperti apa, pekerjaan yang akan kita dapat dari kuliah tersebut. Saya yakin, meskipun saya tidak melakukan penelitian secara langsung, 80% mahasiswa saat ini, atau bahkan di Kampus saya, lebih merisaukan ke mana pendidikan mereka itu dapat membantu mereka dalam mendapatkan pekerjaan, daripada merisaukan mampukah saya memiliki pengetahuan lebih banyak lagi. Orang yang berada di pihak yang menempuh pendidikan untuk mendapatkan pekerjaan akan membela diri seperti ini, "Kita kan butuh pendidikan minimal S1 untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, agar bisa mendapat penghasilan tetap, dan tentunya akan hidup bahagia dengan kecukupan tersebut, tentu saja pendidikan itu untuk mendapat pekerjaan, jangan munafik-lah". Saya mengakui bahwa pindidikan memang alat untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Namun bukan berarti itulah inti dari manfaat pendidikan. Masih sangat banyak manfaat yang bisa kita ambil dari pendidikan tersebut, jurusan apapun yang anda ambil. Pendidikan itu lebih dari sekedar alat untuk mendapatkan uang, namun lebih dari itu, pendidikan bisa membuka pikiran kita dari ketidak tahuan kita mengenai apapun yang terjadi di dunia ini, agar kita tidak menjadi orang yang buta di tengah keluasan dan ketidak terbatasan pengetahuan di dunia ini. Kalau masalah pekerjaan, itu tergantung dari anda bisa atau tidaknya menggunakan dan memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.
  9. Tulisan tangan di selembar kertas itu menjadi misteri kematian Akseyna Ahad Dori, mahasiswa UI. Maklum isinya menimbulkan banyak tafsir, "will not return for please don’t search for existence my apologies for everything eternally." Kertas itu menempel di dinding kamar kos Akseyna di Jalan Kabel 3, Kecamatan Beji, Kota Depok. Mahasiswa jurusan biologi, FMIPA UI Angkatan 2013 ini ditemukan tewas mengapung di Danau Kenanga UI, pada Kamis, 26 Maret 2015. Apakah tulisan itu menjadi pesan Ace, panggilan akrab Akseyna, sebelum mengakhiri hidupnya ? Atau, ada seseorang yang berbuat jahat kepada Ace dan membuat alibi bawa alhamrhumah tewas karena bunuh diri. "Itu benar tulisan Ace," kata Perwira Urusan Hubungan Masyarakat, Kepolisian Resor Depok, Inspektur Dua Bagus Suwardi. Penyidik telah memeriksa surat tersebut. Menurut Bagus, yang memastikan bahwa tulisan tersebut buatan Ace adalah orang tua dan temannya Walau sudah dapat sosok yang menulis itu, kata Bagus, kepolisian masih mendalami kasus tewasnya Ace. Karena, polisi harus berhati-hati menentukan penyebab tewasnya Ace. Sampai saat ini, polisi telah memeriksa 15 saksi, terdiri dari 11 mahasiswa UI, orang tua korban, pihak kos serta yang menemukan jenazah Ace di Danau Kenanga. Edi Sukardi, penjaga kos tempat Ace tinggal mengatakan dia tidak percaya penghuni kamar nomor 208 itu tewas dengan dugaan bunuh diri. Menurut Edi, dia terakhir melihat Ace pada Rabu, 25 Maret 2015, sekitar pukul 00.00 WIB. Dia yakin Ace masih tidur di hari yang sama. "Mungkin dia keluar saat jam makan malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Tapi saya tidak melihatnya," kata dia. Edi pun kaget mendengar info bahwa jenazah yang ditemukan di Danau Kenanga itu merupakan penghuni kamar kosannya. Karena, kata dia, Ace tidak menunjukkan keanehan. "Memang dia orang yang pendiam, namun, baik," katanya.
  10. Mayat yang ditemukan tewas mengambang di Danau UI. Suasana duka menyelimuti rumah orang tua Akseyna Ahad Dori di Perumahan TNI Angkatan Udara, Griya Avia Ceria, Tegalsari, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Akseya adalah Mahasiswa Universitas Indonesia yang ditemukan meninggal di Danau Kampus Universitas Indonesia, Kamis 26 Maret 2015. Jenazah Akseyna, sapaan akrab Akseyna tiba di Yogyakarta, Selasa 31 Maret 2015 pukul 08.00 WIB dan dimakamkan pukul 10.00 WIB. Ace merupakan putra kedua dari perwira menengah yang bekerja sebagai dosen di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Kolonel Sus Murdoto. Sedangkan ibunya adalah dosen di Universitas Islam Indonesia. Ibu Akseyna, masih ingat rencana liburan untuk menemui anaknya di Depok, Jawa Barat, 3 April 2015. “Rencananya saya yang mau ke sana. Dia juga bercerita sedang persiapan untuk mengikuti olimpiade,” kata Ibu korban. Akseyna selalu memberi kabar ketika pergi ke mana pun, baik tidak pulang ke kos atau menginap di tempat temannya. Dia selalu mengabari pergerakannya. Setiap akhir pekan, ibu Akseyna selalu selalu menghubunginya. Pada hari jenazah Akseyna ditemukan, yakni Kamis 26 Maret 2015, sang ibu mencoba menghubunginya berkali-kali, namun tak bisa. Hatinya pun gelisah, bertanya-tanya apa yang terjadi pada anaknya. Orang tua korban mengaku melakukan komunikasi terakhir dengan Ace, pada 21 Maret 2015 melalui telepon. Saat itu Akseyna bercerita membatalkan niatnya untuk membeli sepeda motor dan menggantinya dengan sepeda. Sejak 29 Maret 2015, Akseyna sudah tak bisa dikontak. Ponselnya tak aktif dan pesan pendek dari orang tuanya tak pernah terkirim. Orang tua Akseyna mengenali jenazah yang tenggelam di danau Kenanga UI itu adalah anaknya melalui beberapa barang, seperti sapu tangan, kaus, jaket, dan celana. Jasad Akseyna dimakamkan di tempat pemakaman umum TNI Angkatan Udara, Karedenan, Yogyakarta. Kepolisian masih kesulitan memastikan apakah kematiannya akibat dibunuh atau bunuh diri. Sebab, saat pertama kali ditemukan, di dalam tas ransel korban terdapat beberapa batu. Dugaannya, batu tersebut digunakan untuk menenggelamkan korban. Perwira Urusan Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Depok Inspektur Dua Bagus Suwardi mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi dan bukti-bukti di lapangan. "Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Akseyna," ujarnya. Juru Bicara Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Ajun Komisaris Besar Kritianingsih mengatakan, pihaknya tak bisa membuka hasil visum. "Kalau dilihat dari korban pertama kali ditemukan, kemungkinan dibunuh," kata dia. Namun, ia tak mau berspekulasi. Ia menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Akseyna tercatat sebagai mahasiswa Program Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI angkatan 2013. Dia diketahui sebagai mahasiswa berprestasi yang pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional bidang biologi di Manado pada 2011.
  11. Pengetahuan umum dalam dunia bisnis adalah jika Anda ingin menjadi seorang entrepreneur, maka Anda harus mendapat gelar MBA. Karena ‘si MBA’ akan mengajarkan prinsip untuk menjalankan perusahaan yang baru atau yang sudah matang, cara menghindari kesalahan, dan bahkan teori yang dibutuhkan untuk membuat brand yang menghasilkan. Yang menarik adalah, kebanyakan nasehat-nasehat tersebut bisa diputarbalikkan atau bahkan diacuhkan. Cara lama praktek ‘learning by doing’ tetaplah metode yang terbaik, dan market sebenarnya adalah kelas belajar terbaik. Jadi yang ingin saya tawarkan pada Anda hari ini adalah pelajaran-pelajaran yang saya dan pemilik bisnis sukses yang lain serta manager yang sudah belajar melalui pengalaman. Ini adalah pelajaran yang akan membantu Anda membuat brand yang dikenal dunia, menghasilkan leads, mendominasi kompetisi dan menghasilkan uang. Mari kita lihat sepuluh pelajaran branding yang tidak akan Anda pelajari di sekolah. Pelajaran #1: Pintar tidak cukup untuk membuat brand yang besar Anda juga harus menjadi seorang pemimpin. Inilah pelajaran yang ditemukan oleh Drew Houston, pendiri DropBox saat masih berada di bangku kuliah. Dia menikmati bisnisnya saat bisnisnya hanya terdiri dari dirinya sendiri dan barisan kode program yang ditulisnya. Tapi dia akhirnya menemukan sebuah buku yang mengubah perspektif berpikirnya. Buku tersebut adalah Emotional Intelligence yang ditulis oleh Daniel Goleman. Setelah membacanya, dia yakin bahwa, jika dia ingin membuat sebuah perusahaan dengan brand yang besar, maka dia membutuhkan lebih dari sekedar pengetahuan dan gelar. Saat itulah dia mulai membaca buku tentang bisnis, kepemimpinan, dan management. Dia secara langsung menggunakan pengetahuan tersebut dengan memimpin dua organisasi saat kuliah. Pengalaman tersebut yang menjadi pelajaran berat tentang menyelesaikan sesuatu melalui orang lain. Takeaway: Beli atau pinjam sebanyak mungkin buku tentang kepemimpinan, management, dan sales. Dekati mentor bisnis yang berada di tempat yang ingin Anda capai. Milikilah semangat yang lebih besar dari semua orang lain. Pelajaran #2: Bangunlah sebuah ‘tempat pemujaan’, bukan sebuah perusahaan. Apple adalah salah satu brand paling dikenal di dunia, dan juga memiliki salah satu basis fans yang paling setia. Kenapa? Karena Apple menciptakan sebuah brand yang jauh lebih populer dari semua produk yang mereka ciptakan. Perhatikan, tidak perduli jika yang dimiliki adalah sebuah Mac, iPhone atau iPad. Yang penting adalah itu adalah produk Apple. Bandingkan dengan Research in Motion (RIM), pembuat Blackberry. Smartphone mereka sangat lebih keren dan terkenal jika dibandingkan dengan perusahaannya. Faktanya, jika Anda bertanya pada orang-orang apakah mereka pernah mendengar tentang RIM, kebanyakan dari mereka tidak akan bisa menjawab apa-apa. Faktanya, coba cari ‘Blackberry’ dan ‘RIM’ di Google Insights, dan Anda akan menyadari bahwa volume pencarian untuk produknya pasti lebih tinggi dari perusahaannya. Lakukan hal yang sama untuk Apple dan iPhone, dan Anda akan melihat bahwa keduanya hampir sama, yang artinya orang-orang membicarakan tentang perusahaan hampir sama banyaknya dengan produknya. Takeaway: Ciptakan produk dan experience yang berbasis pada brand dan pesan utama Anda agar bisa menciptakan efek yang sama dengan Apple, sebuah hubungan dengan pelanggan. Fokuslah untuk membangun ‘killer brand’, bukan ‘killer product’.
  12. Ketika kamu ingin melakukan praktek kerja magang, sangat mudah bagimu untuk tertarik pada perusahaan-perusahaan besar. Siapa yang tidak ingin bergabung dengan PwC, KPMG, JP Morgan atau Google sebagai pilihannya? Namun, justru di sinilah letak kegagalan mahasiswa dalam menyadari suatu hal, yakni semakin besar sebuah perusahaan, semakin kecil juga lowongan kerja yang hebat untukmu. Setelah magang pada perusahaan yang memiliki karyawan hampir 300 orang, dan perusahaan yang hanya memiliki 15 – 20 karyawan, kita akan bisa membedakan antara perusahaan yang cukup besar dengan sebuah startup. Ada banyak yang bisa diperoleh dengan bekerja pada sebuah perusahaan yang lebih kecil, khususnya ketika kamu baru pertama kali memasuki dunia kerja. Dengan bekerja untuk sebuah perusahaan teknologi yang belum memiliki nama terkenal dan tipe perusahaan yang mungkin tidak dicari oleh teman-teman konsultan dan keuanganmu, sesungguhnya akan memberikanmu pengalaman nyata yang sulit untuk didapat di perusahaan lain. Berikut adalah beberapa alasan mengapa bekerja di sebuah startup bisa menjadi salah satu pertimbangan magangmu. 1. Kamu akan Memiliki Tanggung Jawab yang Nyata Khususnya pada startup yang masih berada pada tahap awal, waktu menjadi hal yang sangat berharga dan setiap orang dalam tim memiliki peran yang besar untuk membangun startup – termasuk para pekerja magang. Itu berarti kamu akan memegang suatu proyek yang bisa berdampak langsung bagi pengguna/klien, terdengar keren bukan? Menampilkan produksi pertamamu dan mempublikasikannya, serta mengecek kinerja sebuah situs, mungkin akan terdengar menakutkan di awal. Tapi bekerja beriringan dengan ketakutan-ketakutan itu dan belajar untuk mengambil tanggung jawab dalam hal tersebut, akan membuatmu mendapat banyak keuntungan. Selain kamu dapat menunjukkan bahwa kamu memegang proyek yang penting, hal tersebut juga menumbuhkan kepercayaan diri untuk tahu jika sesungguhnya kamu berkemampuan dalam menangani dan memimpin proyek di masa depan nanti. Contohnya saja, pada minggu awal magang di Liv.it&Labster, kamu akan diminta memegang seluruh akun media sosial, kampanye iklan online dan kontrol penuh terhadap semua hal-hal dasar atas akuisisi pelanggan dan strategi online. Lalu, foundernya akan menilai kamu secara cepat, penilaiannya hanya ada pada dua hal: kamu akan gagal atau berhasil dalam waktu cepat. Mereka akan memberikanmu tanggung jawab penuh , mengecek laporan mingguan dan akan memberikan komentar atau saran yang berharga untukmu, bukan hanya memberikan tugas-tugas secara acak yang terkadang tidak penting. Kamu justru belajar untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang luas. 2. Kamu akan Belajar Banyak Mengenai Cara Kerja Perusahaan Jika menjadi karyawan di perusahaan besar, sebagian besar waktu yang akan kamu habiskan hanyalah untuk bekerja dalam departemen dengan sebuah tim. Perkembangan dirimu sering kali terbatas karena kamu hanya mendapat porsi kecil untuk terlibat langsung. Dengan jumlah karyawan ratusan, kamu hanya akan mendapat pengalaman bisnis yang rendah. Tapi, dalam startup yang masih baru, itu tidak akan terjadi. Kamu akan dilibatkan setiap harinya dalam operasional perusahaan. Menjadi bagian tim kecil berarti kamu akan mengenal orang-orang dari berbagai bagian di perusahaan. Dan, sebagian besar startup akan memastikan tiap orang selalu berada dalam satu lingkaran. Seperti halnya Labster, mereka membuat pertemuan setiap hari Senin dengan timnya, jadi setiap orang bisa tahu apa saja yang terjadi dalam kurun waktu seminggu dan apa saja yang sudah dicapai dalam seminggu itu, gunanya untuk memastikan tiap orang mengetahui hal terbaru terhadap proses kemajuan suatu perusahaan. 3. Kamu akan Mengenal Hal-hal Keren Pada prosesnya, startup akan terus menggunakan perangkat-perangkat situs terbaru dan metodologi-metodologinya. Sudah menjadi suatu kewajiban untuk menjadi ‘lean’ dan mencoba marketing tools baru yang ada di dunia startup. Contohnya lagi, sebelum Kamu bergabung dengan Ozhut misalnya, kamu mungkin benar-benar tidak tahu apapun tentang Facebook Ads, Google Adwords, content marketing, SEO, email marketing, retargeting atapun database querying. Kamu mungkin tidak pernah menulis atau membuat iklan di Facebook/Google untuk kampanye online dan memonitor trafik sebuah situs, ataupun mengecek perilaku pengguna lewat Google Analytics sebelumnya. Tapi lewat startup, kamu akan mengenal itu semua. Dan, juga yang tidak terlupa adalah, kamu bisa mendapatkan pengetahuan yang tak ternilai, yang tidak akan Kamu dapatkan di perguruan tinggi. Percayalah, pengalaman ini adalah hal yang berharga dalam dunia kerja digital sekarang ini. 4. Kamu Akan Dikelilingi Orang-orang yang Berbakat dan Memotivasi Startup yang baik mampu menjadi magnet bagi orang-orang terbaik. Dan pada dasarnya, mereka adalah orang-orang yang menikmati dan mencintai apa yang mereka lakukan. Siapa yang tidak ingin mempekerjakan orang-orang terbaik dari yang terhebat untuk bekerja dalam pembangunan startupnya? Satu hal terbesar mengenai startup kecil adalah jika kamu bekerja dengan karyawan kurang dari dua puluh, kamu akan memiliki kesempatan mengenal banyak orang. Dan, mereka adalah orang-orang yang bisa menjadi teman sekaligus rekan bisnismu selama bertahun-tahun lamanya. Ketika kamu bekerja pada salah satu co-working space bernama Livit Space, kamu bisa bertemu dengan para pengusaha dari seluruh dunia lulusan UCL, mereka adalah orang-orang yang menciptakan konsep layar sentuh bagi Apple – keren sekali! Kamu juga akan belajar satu hal bahwa startup adalah tempat orang-orang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka satu sama lain. Dan, kamu bisa belajar semua ini dan mendapatkan inspirasi dari pengusaha-pengusaha itu dalam waktu singkat. 5. Kamu akan Merasakan Suasana Santai dan Atmosfer yang Fleksibel Dalam dunia startup, kamu akan sering mendengar orang-orang mengatakan dua hal ini; gagal cepat dan belajar cepat. Startup tidak memiliki banyak sumber daya untuk memeriksa semua pekerjaanmu, maka itu, jika kamu mendapat sebuah tugas, kamu diharapkan bisa mengerjakannya dengan tuntas. Tentu saja kamu bisa meminta bantuan atau saran sepanjang pekerjaan, namun perbedaan utamanya adalah hasil pekerjaanmu akan menentukan bagaimana orang-orang menilai kinerjamu. Lalu, kamu akan melakukan kesalahan (setiap orang melakukannya), tapi karenanya, kamu akan belajar hal baru lebih cepat dan seluruh tim akan mengenal apa yang telah kamu kerjakan. Dan, hal menarik yang tak terlupa adalah suasana santai dan fleksibelnya. Kamu akan memiliki meja tenis, bilyar dan permainan-permainan yang tersedia pada ruangan khusus untuk mengurangi stress atau tekanan setelah lama bekerja.
  13. Lima mahasiswa Thailand yang melambaikan tangan tiga jari - meniru film Hollywood The Hunger Games- ke arah Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha telah ditahan. Salam tiga jari digunakan oleh para pengunjuk rasa menentang kudeta militer Thailand bulan Mei lalu. Militer mengancam bulan Juni lalu untuk menahan siapapun yang menolak menghentikan salam tiga jari. Jendral Prayuth memimpin kudeta yang terjadi setelah kebuntuan politik berbulan-bulan dan menjadi perdana menteri Agustus lalu. Prayuth berpidato hari Rabu (18/11) dalam acara di propinsi Khon Kaen dan saat itu lima mahasiswa dari universitas setempat duduk di dekat podium dan berdiri. Mereka mengangkat kaus dan memperlihatkan kaus dalam dengan tulisan "Jangan Kudeta" dan memberikan salam tiga jari. Polisi dan tentara segera menciduk mereka. Salam tiga hari ini digunakan oleh karakter dalam film Hunger Games melambangkan penentang yang diam dalam menghadapi rezim otoriter. Salam ini sangat populer setelah kudeta Thailand dan pemerintah memperingatkan akan menahan siapapun dalam jumlah besar yang memberikan salam ini dan menolak perintah menurunkan tangan.
  14. Biaya hidup Peraturan di Australia mengharuskan mahasiswa internasional buat menunjukkan bukti bahwa mereka dapat menunjang diri mereka sendiri. Ini buat memastikan mahasiswa luar negeri agar dapat tinggal dengan nyaman, aman dan nikmat selama berada di Australia. Mahasiswa internasional dapat menambah gaya hidup mereka melalui pekerjaan paruh waktu, namun persyaratan 'biaya hidup' membantu buat memastikan kesuksesan mahasiswa pada masa kuliah mereka sehingga mereka nggak harus bergantung pada pekerjaan buat menutupi segala pengeluaran mereka. Sejak 1 Januari 2010 pendaftar visa calon mahasiswa, dan anggota keluarga mereka, wajib memiliki akses kepada dana berikut ini buat memenuhi persyaratan biaya hidup: A$18.000 per tahun buat mahasiswa utama A$6.300 per tahun buat pasangannya mahasiswa A$3.600 per tahun buat anak pertama mahasiswa dan A$2.700 per tahun buat setiap anak lainnya dan di mana diperlukan. Buat informasi lebih lanjut silakan kunjungi immi.gov.au Di bawah ini disajikan beberapa perkiraan biaya buat belanja rumah tangga dan barang lainnya. Seloyang roti - A$2.50 sampai A$4.00 Dua liter susu - A$2.20 sampai A$3.60 Koran - A$1.50 sampai A$3.00; Sekotak sereal sarapan - A$3.00 sampai A$5.60 100 kantung teh - A$3.50 - A$5.00 Sebotol minuman ringan - A$1.50 sampai A$3.00; Sebotol sampo - A$2.50 sampai A$6.50; Daging cincang (500 gram) - A$3.00 sampai A$7.50 Paha ayam tanpa tulang (500 gram) - A$5.50 sampai A$7.00 Buat informasi lebih lanjut tentang penyusunan anggaran kunjungi understandingmoney.gov.au Hiburan dengan anggaran ketat Australia memiliki banyak buat ditawarkan kepada mereka dengan anggaran ketat. Ketika kamu sudah mendapatkan keindahan alam yang mengagumkan di ambang pintu, iklim yang nyaman sepanjang tahun, dan banyak taman-taman nasional dan pantai buat berjalan-jalan, berlari atau bersepeda sepanjang pantai, kamu nggak perlu membelanjakan dolar kamu buat mendapatkan kesenangan. Kegiatan bebas biaya lainnya di Australia termasuk: Berkunjung ke banyak pasar akhir pekan yang penuh keramaian dan fantastis; belajar tentang seni dan sejarah Australia di galeri bebas biaya dan museum; atau saksikan salah satu festival Australia yang berlangsung di kota dan pantai di seluruh negara bagian. Setiap tahun keluarga Australia berkumpul bersama di luar rumah buat mengikuti festival makanan, anggur dan musik gratis; dan kompetisi berselancar buat penyelamatan adalah yang biasa dilakukan pada musim panas di pantai. Orang Australia sangat suka berada di luar rumah sehingga selalu ada banyak kesenangan gratis yang dapat diperoleh. Periksalah koran lokal kamu buat melihat apa yang sedang berlangsung di area kamu. Bagaimana membuka akun di bank Membuka akun bank di Australia relatif mudah buat mahasiswa luar negeri. Disarankan kamu melakukan ini secepat mungkin setelah kamu tiba. Yang kamu perlukan hanya paspor dan bukti alamat. Bank akan kemudian membuka akun buat kamu dan mengirim kartu ATM kamu yang memberi kamu akses ke uang kamu dari sejumlah mesin ATM di kota kecil maupun kota besar. Beberapa bank akan menghapuskan biaya akun bulanan jika kamu memberi bukti penerimaan sebagai mahasiswa purna waktu pendidikan tersier. Buat informasi lebih lanjut ada baiknya mengunjungi situs bank dimana kamu bermaksud buat membuka akun. MAKANAN Makan di luar Mereka bilang orang Australia adalah bangsa yang mencintai olah raga, tetapi hal yang sama berlaku buat kecintaan mereka pada makanan. Australia memiliki sejumlah koki terbaik dunia dan restoran pemenang penghargaan. Nggak dapat diragukan lagi, orang Australia menganggap makanan mereka hal yang serius. Berkat pengaruh budaya internasional di Australia di mana kamu dapat makan apa pun dan semuanya; dari Vietnam ke Venezuela, Maroko ke Meksiko, Turki ke Tapas, Jepang, Jerman dan banyak lagi..... Iklimnya sangat bervariasi dari utara hingga selatan sehingga banyak ragam penawaran hasil pertanian, dan dengan garis pantai yang begitu besar, Australia membanggakan hidangan laut segar, yang berlimpah ruah dan lezat. Makan di luar adalah cara hidup normal bagi masyarakat Australia dan pada umumnya makan di restoran adalah hal yang cukup biasa. Hal Ini juga sangat terjangkau, dengan beberapa restoran setempat yang lebih kecil mengenakan biaya sekecil $5 buat hidangan utama. Tentu saja ada beberapa restoran jenjang menengah dan kelas atas juga (untuk lebih royal!) dan di dalam kota-kota utama sudah pasti nggak ada kekurangan tempat buat menemukan makanan yang baik! Di Australia banyak restoran adalah BYO (Bawa Sendiri) yang artinya kamu dapat menghemat uang cukup banyak buat tagihannya. Jika restoran mengatakan BYO, kamu diperbolehkan buat membawa minuman beralkohol sendiri. Biaya "melepas sumbatan" kecil sering kali ditambahkan pada tagihan kamu - pastikan kamu memeriksa berapa biaya melepas sumbatan karena dapat berbeda sangat banyak. Makan di rumah Makan di rumah juga merupakan kegembiraan bagi warga Australia, khususnya dalam bulan-bulan musim panas ketika mereka menyalakan api "barbie" (atau barbecue) dan memanggang udang atau 'snags' (sosis). Barbecue akhir pekan adalah cara yang sangat populer buat bersosialisasi dengan teman di rumah, dan makanan dapat dibeli dengan harga relatif murah di supermarket lokal, pasar tani, atau pasar makanan. Buat pembelian makanan sehari-hari ada dua supermarket utama di Australia: Woolworths dan Coles; dan kamu biasanya nggak pernah jauh dari salah satunya di kota-kota utama. IGA adalah supermarket independen yang menawarkan penghematan saat berbelanja. Rantai supermarket lainnya, ALDI, beroperasi di wilayah Eastern Seaboard (NSW, QLD, ACT, VIC) menawarkan para pelanggan nilai belanja lebih baik. BEKERJA DI AUSTRALIA Pekerjaan paruh waktu Mahasiswa dengan visa yang diterbitkan sesudah 26 April 2008 mendapat izin buat bekerja selama 20 jam per minggu buat menunjang proses belajar mereka sambil hidup di Australia. Apabila kamu membawa keluarga kamu, tanggungan kamu dapat juga bekerja sampai dengan 20 jam per minggu saat kamu telah mulai program kuliah kamu di Australia. Buat informasi lebih lanjut silakan lihat situs DIAC. Banyak mahasiswa bekerja buat mendapatkan sedikit penghasilan tambahan agar mereka dapat bepergian atau menyimpan, lainnya bekerja buat memperoleh pengalaman, bertemu warga setempat dan berteman. Mahasiswa dapat memilih buat bekerja di bar, restoran, dan kafe, atau buat melakukan kerja paruh waktu di industri yang terkait dengan bidang kuliah mereka. Kesempatan kerja paruh waktu dapat ditemukan di koran lokal dan di internet, seperti situs seek.com.au atau careerone.com.au Mahasiswa yang ingin bekerja (atau buat memperoleh akun bank) memerlukan Tax File (Berkas Pajak) yang dapat kamu peroleh dengan mudah melalui pendaftaran di Laman Beranda Kantor Pajak Australia dan mengikuti instruksi buat mengisi formulir; proses biasanya memerlukan 2-3 minggu. Bekerja sukarela Bekerja sukarela adalah cara yang baik sekali buat mengenal orang lain di komunitas Australia dan berteman. Selain itu, banyak mahasiswa bekerja sukarela agar mereka dapat memperoleh keterampilan ekstra kurikuler atau memperluas cakrawala budaya mereka. Peluang bekerja sukarela dapat melibatkan kerja dengan organisasi nirlaba atau komunitas; atau membantu bisnis yang terkait dengan studi mereka. Di Australia bekerja sukarela dapat mengerjakan apa saja dari menanam pohon, membersihkan pantai, menyelamatkan hidup peselancar, bekerja di acara olahraga utama atau musik, atau membantu komunitas orang tua. Mungkin hanya sejam per minggu, atau sedikit komitmen lebih, namun ini merupakan kesempatan baik sekali buat menonjol dari keramaian. Mahasiswa dengan keterampilan tambahan dan pengalaman sering dipandang dengan baik oleh pemberi kerja potensial. Institusi pendidikan kamu dapat juga memasang iklan peluang bekerja sukarela. Baca lebih lanjut tentang bekerja sukarela di: govolunteer.com.au Menjaga kesehatan Ketika kamu tiba di Australia kamu sebaiknya mendaftar pada dokter lokal/GP. Australia memiliki sistem kesehatan yang melindungi mahasiswa internasional secara spesifik disebut Overseas Student Health Cover (OSHC). kamu perlu buat membeli OSHC sebelum kamu datang ke Australia buat melindungi kamu pada saat kedatangan. kamu perlu mempertahankan OSHC selama kamu tinggal berbasis visa mahasiswa di Australia. OSHC kamu akan membantu kamu membayar perawatan medis atau rumah sakit apa pun yang mungkin kamu perlukan selama kamu belajar di Australia, dan itu akan berperan terhadap biaya dari sebagian besar resep obat-obatan, dan layanan darurat. Ada lima penyedia OSHC di Australia. Lihat tautan di bawah buat mendapatkan informasi lebih mendetil tentang masing-masing penyedia: Australian Health Management OSHC BUPA Australia Medibank Private OSHC Worldcare NIB OSHC OSHC nggak mencakup perawatan gigi, mata atau fisioterapi. kamu tetap dapat menggunakan layanan kesehatan ini, namun apabila kamu ingin terlindungi buat perawatan tersebut kamu akan perlu membeli tambahan asuransi kesehatan pribadi. Layanan darurat Dalam keadaan darurat, nomor buat dihubungi adalah 000.
  15. Kuliah di Jogja identik dengan kuliah di UGM, berkonvoi ramai-ramai bareng teman satu jurusan atau satu organisasi ke pantai atau makrab ke kaliurang. Itu merupakan sedikit gambaran bagaimana rasanya menjadi mahasiswa di kota Yogyakarta, baik itu mahasiswa perantauan atau asli Jogja hampir semua memiliki kesamaan dalam setiap aktivitas yang pernah mereka lakukan selama masa-masa kuliah, kalau menurut saya tulisan mengenai 123 Fakta Unik Mahasiswa Jogja dari bang ariesadhar ini sangat menyentuh sekali, bikin kita tertawa sendiri kalau ingat hal-hal yang disebutin. Kalau kamu mahasiswa jogja atau calon mahasiswa Jogja wajib baca artikel ini. 1. Mahasiswa Jogja adalah lulusan sekolah menengah (ya iyalah!) 2. Mahasiswa Jogja justru lebih banyak yang tinggal dan kuliah di Sleman 3. Atau Bantul 4. Dan tetap ngaku-ngaku kuliah di Jogja! 5. Sebagian mahasiswa Jogja adalah perantauan 6. Baik itu merantau dari Muntilan 7. Atau Sintang 8. Atau bahkan dari Merauke 9. Hingga Filipina 10. Sebagian mahasiswa Jogja yang perantauan adalah lulusan SMA-SMA yang juga ada di Jogja 11. Jadi intinya mereka merantau sejak SMA 12. Pada intinya mereka gagal move on 13. Tak bisa ke lain kota 14. Mahasiswa Jogja yang perantauan umumnya mudik waktu libur semester 15. Atau pada libur lebaran 16. Kecuali mahasiswa yang kere (kayak saya dulu) 17. Makanya, kalau libur lebaran, daerah kampus sepi nyenyet 18. Padahal Malioboro macet total 19. Sebagian mahasiswa Jogja datang tanpa pengetahuan bahasa Jawa 20. Jenis mahasiswa yang ini adalah korban jebakan betmen boso jowo 21. Semisal, “Kulo segaw*n” 22. Atau, “Ayo, k*nt*” 23. Sebagian mahasiswa Jogja tempoe doeloe pernah ke lantai atas gedung perpus UGM, cuma mau kirim-kirim salam di Swaragama 24. Atau SMS kirim-kirim salam ke Geronimo 25. Mahasiswa Jogja pasti familar dengan soundtrack acara memori di Yasika 26. Dan juga tagline GCD FM Bukit Pathuk Gunungkidul, radio yang sebaiknya anda tahu! Ting tung ting tung! 27. Harap maklum, hanya punya radio sebagai hiburan di kos-kosan28. Sebagian kecil mahasiswa Jogja yang perantauan tinggal di rumah saudaranya 29. Sebagian besarnya kos 30. Ada yang juga di asrama 31. Yang jelas nggak ada yang nginep di hotel 32. Oh, kecuali yang mahasiswa S2 ya! 33. Sisanya, tentu saja asli Jogja 34. Yang asli Jogja umumnya pernah tidur siang di kos-kosan temannya 35. Atau nginep 36. Yang ngekos pernah numpang makan di rumah temannya 37. Atau numpang tidur 38. Ehm, selain di kos-kosan teman, kadang-kadang juga di kos-kosan pacar 39. Bisa dilihat dari hadirnya sandal wanita di kos pria 40. Dan sandal pria di kos wanita 41. *kenyataan memang kadang bikin geleng-geleng* 42. Belum sah jadi mahasiswa Jogja kalau belum pulang dinihari 43. Dengan alasan, “dolan!” 44. Mahasiswa Jogja pasti pernah makrab di Kaliurang 45. Atau sekitar Kalikuning 46. Ya pokoknya ngadem di kaki Merapi47. Mahasiswa Jogja pernah ke pantai 48. Biasanya sih naik motor rame-rame 49. Mahasiswa Jogja pasti tahu Terban 50. Dan juga Shopping 51. Atau setidaknya Toko Buku Social Agency 52. Yang nggak pernah ke 3 tempat itu, pasti anak horangkayah53. Mahasiswa Jogja pasti pernah ke Sunday Morning 54. Kalau nggak? Nggak gaul 55. Padahal cuma ngeceng doang56. Mahasiswa Jogja, utamanya yang lelaki, pasti pernah ke burjo 57. Bahkan kenal dengan Aa burjonya 58. Kadang malah punya nomor HP Aa-nya 59. Lalu galau waktu Aa-nya mudik lebaran bisa sampai 2 minggu 60. Mahasiswa Jogja, pasti pernah ke angkringan 61. Bahkan kenal dengan Mas-Mas Angkringannya 62. Kadang malah punya nomor HP Mas-Mas-nya 63. Mahasiswa Jogja pernah kalap pesan makanan di angkringan 64. Tapi pernah pesen teh anget segelas, terus ngobrolnya 4 jam 65. Mahasiswa Jogja mestinya tahu angkringan Tugu 66. Termasuk kopi joss-nya! 67. Mahasiswa Jogja pasti tahu kepanjangan dari Intel Goreng 68. Atau Tante Rebus 69. Kalau nggak tahu, pasti juga anak horangkayah 70. Mahasiswa Jogja masa lalu pasti heran dengan ramainya selokan Mataram sekarang 71. Mahasiswa Jogja masa kini pernah makan di salah satu destinasi di sepanjang selokan Mataram72. Mahasiswa Jogja selalu nongkrong di fotokopian pada masa menjelang ujian 73. Tidak semua mahasiswa Jogja pernah ke Gembira Loka 74. Tapi hampir semuanya pernah ke Alkid 75. Sebagian mahasiswa kere akan mampir beli awul di Sekaten 76. Sebagian mahasiswa Jogja pernah foto berlatar Tugu 77. Kalau mahasiswa Jogja jadul pernah duduk di Tugu 78. Yang masa kini iri hati, soalnya udah nggak boleh 79. Belum afdol jadi mahasiswa Jogja kalau belum pernah kena cegatan 80. Ketiklah ‘fakta mahasiswa jogja’ di Google dan yang keluar kebanyakan tentang seks bebas 81. Mahasiswa Jogja nggak pernah pesan ‘es teh manis’ 82. Karena di Jogja ‘es teh’ sudah berarti ‘es teh manis’ 83. Sebagian mahasiswa Jogja memulai karier enterpreneur-nya sewaktu kuliah84. Mahasiswa Jogja memenuhi antrean ATM di kampus-kampus pada tanggal muda 85. Mahasiswa Jogja kepepet akan mendatangi ATM 20 ribu 86. Selalu ada mahasiswa Jogja yang ke kampus dengan naik sepeda 87. Dan selalu ada yang ke kampus dengan diantar supirnya 88. Adalah mahasiswa Jogja tempoe doeloe jika masih berangkat kuliah naik angkot warna kuning89. Mahasiswa Jogja yang dari rantau, kebanyakan stres pada makanan Jogja 90. Soalnya rata-rata manis 91. Kayak kamu! #eh 92. Apalagi mahasiswa Jogja yang berasal dari Sumatera atau daerah lain yang terbiasa dengan makanan gurih 93. Kalau mahasiswa Jogja ditanya “kuliah dimana?”, lalu dijawab “Jogja!”, pasti dikira kuliah di UGM 94. Padahal ada banyak universitas, institut, akademi, dan sekolah tinggi di Jogja 96. Ya mau gimana lagi, udah trademark-nya sih 97. Buku Oom Alfa adalah cerita seorang mahasiswa Jogja #faktapenting2014 98. Sepeda motornya mahasiswa Jogja bervariasi mulai dari Pitung sampai Ninja dan CBR terbaru 99. Sebagian mahasiswa Jogja pernah bikin duplikat kunci di dekat De Britto 100. Kalau pas orangtua datang ke Jogja, pasti ujung-ujungnya adalah jalan-jalan ke Malioboro 101. Atau Candi Prambanan 102. Atau Borobudur 103. Yang jelas bukan ke Sarkem104. Sebagian mahasiswa Jogja tahu tempat dugem 105. Tapi nggak pernah masuk, soalnya kere 106. Selalu ada mahasiswa Jogja yang sampai lulusnya nggak bisa ngomong pakai bahasa Jawa 107. Kalau udah mau lulus, mahasiswa Jogja mendadak mellow saat mendengar “Yogyakarta”-nya KLA Project 108. Sudahlah jauh-jauh ke Jogja buat sekolah, tapi kadang kalau nyari dana malah kudu NGAMEN! 109. Lokasi ngamen favorit adalah sekitar Jakal atau Sunmor 110. Atau tempat lain yang punya tempat makan berderet-deret 111. Biasanya ngamennya keroyokan alias rame-rame 112. Makanya pengamen di Jogja yang ramean itu kece-kece, lha mahasiswa je! 113. Mahasiswa Jogja ngerasa paling kece kalau sudah ke Alkid lalu foto pakai sepeda tandem 114. Atau ngerasa paling update kalau sudah melakukan tradisi “Masangin” 115. Itu loh, jalan dari satu beringin ke beringin lain dengan mata tertutup 116. Saking populernya, sampai ada penyewan tutup mata segala117. Kalau pas 16 Agustus malam, mahasiswa Jogja yang ngekos bakal kelaparan karena pemilik warung makan dan angkringan pada Tirakatan 118. Mau ke McD nggak punya duit pula 119. Mahasiswa Jogja kalau kefefet pasti beli bensinnya eceran 120. Cuma seliter pulak!121. Tidak ada mahasiswa Jogja yang tidak tahu Toko Merah 122. Tapi kayaknya nih, 80,3% mahasiswa Jogja belum pernah ketemu Sultan 123. Seperti kata Anies Baswedan, bagi yang pernah hidup di Jogja, pasti merasa bahwa setiap titik di Jogja adalah romantis! Jogja memang selalu istimewa.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy