Jump to content
  • advertisement_alt
  • advertisement_alt
  • advertisement_alt

Search the Community

Showing results for tags 'mafia'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 7 results

  1. Kisah tentang mafia yang banyak diangkat oleh industri film Amerika Serikat, Hollywood, membuat kita antara percaya tidak percaya dengan adanya mafia. Meski terdengar layaknya dongeng, jaringan mafiaadalah kenyataan yang benar-benar ada, meskipun mafia di dunia nyata tentu berbeda dengan mafia dalam film-film. Dalam realitanya, mafia yang ada di dunia lebih berfokus pada aksi kriminal yang mendatangkan uang, seperti perdagangan narkoba, perdagangan manusia, ataupun korupsi dan pencucian uang. Tidak seperti yang digambarkan dalam film-film dimana mafia berfokus pada kekerasan semata. Uang menjadi motif besar dibalik kekerasan yang dilakukan oleh organisasi kriminal berbahaya ini. Ternyata, organisasi kriminal pun ada di hampir setiap negara, mulai dari Amerika Serikat hingga Kenya. Penasaran dengan organisasi mafia yang ada di dunia? Berikut 7 organisasi mafia paling berbahaya yang berhasil Yukepo temukan! Yuk, kepo! 1. Yakuza, Jepang Kita pasti pernah mendengar mengenai Yakuza, nama lain dari sebuah organisasi kriminal di Jepang. Yakuza tidak hanya dikenal dengan aksi kriminalnya, namun juga dengan seni tatonya yang indah. Selain itu, Yakuza di Jepang juga memiliki keunikan tersendiri. Semua anggota Yakuza ujung jari kelingkingnya telah dipotong sebagai tanda kesetiaan terhadap bos mereka. 2. 18th Street Gang, Amerika Serikat Organisasi kriminal ini disebut juga dengan “The Children’s Army” karena organisasi ini kerap merekrut anak-anak sebagai anggotanya. 18th Street Gang atau yang juga sering disebut M-18, memiliki basis di Los Angeles, Amerika Serikat. Organisasi ini terlibat dalam kartel narkoba Meksiko dan juga beberapa jaringan kriminal di Amerika Latin. 3. Russian Mafia, Rusia Tidak banyak yang diketahui mengenai mafia Rusia. Namun kabarnya, organisasi kriminal dari Rusia sangat mengerikan. Selain melakukan berbagai bisnis ilegal seperti perdagangan organ manusia, atau jasa pembunuh bayaran, organisasi ini juga kabarnya kerap menggunakan metode kekerasan demi melancarkan bisnis ilegal mereka. 4. Mungiki, Kenya Organisasi kriminal di Kenya ini merupakan organisasi yang paling ditakuti di negaranya. Mungiki kerap melakukan pemerasan kepada masyarakat Kenya yang berada di pinggiran dan menguasai industri taksi di Kenya. Mereka terkenal dengan aksi kekerasannya yang brutal terhadap siapapun yang menghalangi jalannya organisasi kriminal mereka. 5. Rizzuto Family, Kanada Keluarga ini adalah keluarga yang mengatur sindikat kriminal terbesar di Montreal, Kanada. Selain terkenal dengan metode kekerasan yang digunakan oleh keluarga Rizzuto untuk memperlancar bisnisnya, keluarga ini juga memiliki mayoritas perusahaan kontraktor di Montreal. 6. Mara Salvatrucha, Amerika Serikat Mara Salvatrucha, atau yang disingkat dengan MS-13 adalah saingan terbesar dari organisasi 18th Street Gang di Amerika Serikat. Organisasi ini terlibat dalam kartel narkoba Sinaloa dan terkenal dengan kekerasannya. Anggota MS-13 dapat diidentifikasi melalui berbagai tato pada tubuh dan wajah anggotanya dan gerakan tangan rahasia yang menjadi ciri khas organisasi kriminal ini. 7. Albanian Mob, Albania Seperti dalam film Godfather, organisasi kriminal dari Albania ini merupakan organisasi yang berbasis keluarga. Organisasi ini berfokus pada perdagangan ilegal narkoba. Bahkan seorang pemimpin organisasi kriminal ini teridentifikasi sebagai bandar narkoba terbesar di Eropa. Organisasi kriminal memang fenomena yang nyata adanya, meski sulit untuk dirasakan kehadirannya karena mereka beroperasi di balik bayang-bayang. Hmm, kira-kira seperti apa ya organisasi mafia yang ada di Indonesia? Ada yang tahu?
  2. anonymous_content

    Mafia Berkeley Pemegang Manipulasi Ekonomi Indonesia

    Dalam buku yang ditulis John Pilger dan yang juga ada film dokumenternya, dengan judul The New Rulers of the World, antara lain, dikatakan: “Dalam dunia ini, yang tidak dilihat oleh bagian terbesar dari kami yang hidup di belahan utara dunia, cara perampokan yang canggih telah memaksa lebih dari sembilan puluh negara masuk ke dalam program penyesuaian struktural sejak tahun delapan puluhan, yang membuat kesenjangan antara kaya dan miskin semakin menjadi lebar”. Ini terkenal dengan istilah nation building dan good governance oleh “empat serangkai” yang mendominasi World Trade Organisation (Amerika Serikat, Eropa, Canada, dan Jepang), dan triumvirat Washington (Bank Dunia, IMF, dan Departemen Keuangan AS). Mereka mengendalikan setiap aspek detail dari kebijakan pemerintah di negara-negara berkembang. Kekuasaan mereka diperoleh dari utang yang belum terbayar, yang memaksa negara-negara termiskin membayar USD 100 juta per hari kepada para kreditor Barat. Akibatnya adalah sebuah dunia yang elitenya -dengan jumlah lebih sedikit dari satu miliar orang- menguasai 80 persen kekayaan seluruh umat manusia.” Itu ditulis oleh John Pilger, seorang wartawan Australia yang bermukim di London, yang tidak saya kenal. Antara John Pilger dan saya, tidak pernah ada komunikasi. Namun, ada beberapa kata yang saya rasakan berlaku untuk bangsa Indonesia dan yang relevan dengan yang baru saya kemukakan. Kalimat John Pilger itu begini: “Their power derives largely from an unrepayable debt that forces the poorest countres…” dan seterusnya. Dalam hal Indonesia, keuangan negara sudah bangkrut pada 1967. Paling tidak, demikianlah yang digambarkan oleh para teknokrat ekonom Orde Baru yang dipercaya oleh Presiden Soeharto untuk memegang tampuk pimpinan dalam bidang perekonomian. Maka, dalam buku John Pilger tersebut, antara lain, juga dikemukakan sebagai berikut: (Saya kutip halaman 37) “Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya ’hadiah terbesar’, hasil tangkapannya dibagi. The Time-Life Corporation mensponsori konferensi istimewa di Jenewa yang dalam waktu tiga hari merancang pengambilalihan Indonesia. Para pesertanya meliputi para kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti David Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili: perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel. Di seberang meja adalah orang-orangnya Soeharto yang oleh Rockefeller disebut “ekonoom-ekonoom Indonesia yang top”. “Di Jenewa, Tim Indonesia terkenal dengan sebutan ’the Berkeley Mafia’, karena beberapa di antaranya pernah menikmati beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas California di Berkeley. Mereka datang sebagai peminta-minta yang menyuarakan hal-hal yang diinginkan oleh para majikan yang hadir. Menyodorkan butir-butir yang dijual dari negara dan bangsanya, mereka menawarkan : … buruh murah yang melimpah… cadangan besar dari sumber daya alam … pasar yang besar.” Di halaman 39 ditulis: “Pada hari kedua, ekonomi Indonesia telah dibagi, sektor demi sektor. ’Ini dilakukan dengan cara yang spektakuler’ kata Jeffry Winters, guru besar pada Northwestern University, Chicago, yang dengan mahasiwanya yang sedang bekerja untuk gelar doktornya, Brad Sampson, telah mempelajari dokumen-dokumen konferensi. ’Mereka membaginya ke dalam lima seksi: pertambangan di satu kamar, jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamar lain, perbankan dan keuangan di kamar lain lagi; yang dilakukan oleh Chase Manhattan duduk dengan sebuah delegasi yang mendiktekan kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh mereka dan para investor lainnya. Kita saksikan para pemimpin korporasi besar ini berkeliling dari satu meja ke meja yang lain, mengatakan: ini yang kami inginkan: ini, ini, dan ini, dan mereka pada dasarnya merancang infrastruktur hukum untuk berinvestasi di Indonesia. Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan para wakil dari negara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri. Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan tembaga di Papua Barat (Henry Kissinger duduk dalam board). Sebuah konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang, dan Prancis mendapat hutan-hutan tropis di Sumatera, Papua Barat, dan Kalimantan. Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan buru-buru disodorkan kepada Soeharto membuat perampokan ini bebas pajak untuk lima tahun lamanya. Nyata dan secara rahasia, kendali ekonomi Indonesia pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Kanada, Eropa, Australia dan, yang terpenting, Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.” Sekali lagi, semuanya itu tadi kalimat-kalimatnya John Pilger yang tidak saya kenal. Kalau kita percaya John Pilger, Brad Sampson, dan Jeffry Winters, sejak 1967 Indonesia sudah mulai dihabisi (plundered) dengan tuntunan oleh para elite bangsa Indonesia sendiri yang ketika itu berkuasa. Sejak itu, Indonesia dikepung oleh kekuatan Barat yang terorganisasi dengan sangat rapi. Instrumen utamanya adalah pemberian utang terus-menerus sehingga utang luar negeri semakin lama semakin besar. Dengan sendirinya, beban pembayaran cicilan utang pokok dan bunganya semakin lama semakin berat. Kita menjadi semakin tergantung pada utang luar negeri. Ketergantungan inilah yang dijadikan leverage atau kekuatan untuk mendikte semua kebijakan pemerintah Indonesia. Tidak saja dalam bentuk ekonomi dan keuangan, tetapi jauh lebih luas dari itu. Utang luar negeri kepada Indonesia diberikan secara sistematis, berkesinambungan, dan terorganisasi secara sangat rapi dengan sikap yang keras serta persyaratan-persyaratan yang berat. Sebagai negara pemberi utang, mereka tidak sendiri-sendiri, tetapi menyatukan diri dalam organisasi yang disebut CGI. Negara-negara yang sama sebagai pemberi penundaan pembayaran cicilan utang pokok dan bunganya yang jatuh tempo menyatukan diri dalam organisasi yang bernama Paris Club. Pemerintah Indonesia ditekan oleh semua kreditor yang memberikan pinjaman kepada swasta Indonesia supaya pemerintah menekan para kreditor swasta itu membayar tepat waktu dalam satu klub lagi yang bernama London Club. Secara kolektif, tanpa dapat dikenali negara per negara, utang diberikan oleh lembaga multilateral yang bernama Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia. Pengatur dan pemimpin kesemuanya itu adalah IMF. Jadi, kesemuanya itu tidak ada bedanya dengan kartel internasional yang sudah berhasil membuat Indonesia sebagai pengutang yang terseok-seok. Sejak itu, utang diberikan terus sampai hari ini. Dalam krisis di tahun 1997, Indonesia sebagai anggota IMF menggunakan haknya untuk memperoleh bantuan. Ternyata, ada aturan ketat untuk bantuan itu. Bantuan uang tidak ada, hanya dapat dipakai dengan persyaratan yang dibuat demikian rupa, sehingga praktis tidak akan pernah terpakai. Dengan dipegangnya pinjaman dari IMF sebagai show case, IMF mendikte kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia, yang dengan segala senang hati dipenuhi oleh para menteri ekonomi Indonesia, karena mereka orang-orang pilihan yang dijadikan kroni dan kompradornya. Maka, dalam ikatan EFF itulah, pemerintah dipaksa menerbitan surat utang dalam jumlah Rp 430 triliun untuk mem-bail out para pemilik bank yang menggelapkan uang masyarakat yang dipercayakan pada bank-bank mereka. Mereka tidak dihukum, sebaliknya justru dibuatkan perjanjian perdata bernama MSAA yang harus dapat meniadakan pelanggaran pidana menurut undang-undang perbankan. Dalam perjanjian perdata itu, asalkan penggelap uang rakyat yang diganti oleh pemerintah itu dapat mengembalikan dalam bentuk aset yang nilainya sekitar 15 persen, dianggap masalahnya sudah selesai, diberikan release and discharge. Lima tahun lamanya, yaitu untuk tahun 1999 sampai dengan tahun 2003, pembayaran utang luar negeri yang sudah jatuh tempo ditunda. Namun, mulai tahun 2004, utang yang jatuh tempo beserta bunganya harus dibayar sepenuhnya. Pertimbangannya tidak karena keuangan negara sudah lebih kuat, tetapi karena sudah tidak lagi menjalankan program IMF dalam bentuk yang paling keras dan ketat, yaitu EFF atau LoI. Setelah keuangan negara dibuat bangkrut, Indonesia diberi pinjaman yang tidak boleh dipakai sebelum cadangan devisanya sendiri habis total. Pinjaman diberikan setiap pemerintah menyelesaikan program yang didiktekan oleh IMF dalam bentuk LoI demi LoI. Kalau setiap pelaksanaan LoI dinilai baik, pinjaman sebesar rata-rata USD 400 juta diberikan. Pinjaman ini menumpuk sampai jumlah USD 9 miliar, tiga kali lipat melampaui kuota Indonesia sebesar USD 3 miliar. Karena saldo pinjaman dari IMF melampaui kuota, Indonesia dikenai program pemandoran yang dinamakan Post Program Monitoring. Mengapa Indonesia tidak mengembalikan saja yang USD 6 miliar supaya saldo menjadi USD 3 miliar sesuai kuota agar terlepas dari post program monitoring. Berkali-kali saya mengusulkan dalam sidang kabinet agar seluruh saldo utang sebesar USD 9 miliar dikembalikan. Alasannya, kita harus membayar, sedangkan uang ini tidak boleh dipakai sebelum cadangan devisa milik sendiri habis total. Cadangan devisa kita ketika itu sudah mencapai USD 25 miliar, sedangkan selama Orde Baru hanya sekitar USD 14 miliar. Yang USD 9 miliar itu harus dicicil sesuai jadwal yang ditentukan oleh IMF. Skemanya diatur sedemikian rupa sehingga pada akhir 2007 saldonya tinggal USD 3 miliar. Ketika itulah, baru program pemandoran dilepas. Alasannya kalau yang USD 9 miliar dibayarkan sekarang, cadangan devisa kita akan merosot dari USD 34 miliar menjadi USD 25 miliar. Saya mengatakan, kalau yang USD 9 miliar dibayarkan, cadangan devisa kita meningkat dari USD 14 miliar menjadi USD 25 miliar. Toh pendapat saya dianggap angin lalu sampai hari ini. Mari sekarang kita bayangkan, seandainya cadangan devisa kita habis pada akhir 2007. Ketika itu, utang dari IMF tinggal USD 3 miliar sesuai kuota. Barulah ketika itu utang dari IMF boleh dipakai. Olehnya secara implisit dianggap bahwa ini lebih kredibel, yaitu mengumumkan bahwa cadangan devisa tinggal USD 3 miliar yang berasal dari utang IMF. Kalau seluruh utang yang USD 9 miliar dibayar kembali karena sudah mempunyai cadangan devisa sendiri sebesar USD 25 miliar dikatakan bahwa Indonesia tidak akan kredibel karena cadangan devisa merosot dari USD 34 miliar menjadi USD 25 miliar. Jelas sekali sangat tidak logisnya kita dipaksa untuk memegang utang dari IMF dengan pengenaan bunga yang tinggi, sekitar 4 persen setahun, tanpa boleh dipakai. Jelas sekali bahwa Indonesia dipaksa berutang yang jumlahnya melampaui kuota yang sama sekali tidak kita butuhkan. Tujuannya hanya supaya Indonesia dikenai pemandoran yang bernama post program monitoring. Jelas ini hanya mungkin dengan dukungan dan kerja sama dari kroni-kroninya Kartel IMF. Mengapa kami dan teman-teman yang sepikiran dan sepaham dikalahkan terus-menerus? Mengapa pikiran yang tidak masuk akal seabsurd itu dipertahankan? Sebab, para menteri ekonomi yang ada dalam kabinet dan otoritas moneter sedikit pun tidak menanggapinya. Memberikan komentar pun tidak mau. Mengapa? Sebab, perang modern yang menggunakan seluruh sektor ekonomi sebagai senjata, terutama sektor moneternya, membutuhkan kroni atau komprador bangsa Indonesia sendiri yang mutlak mengabdi pada kepentingan agresor. Kalau kita percaya pada Brad Sampson, Jeffrey Winters, dan John Pilger, dan kita perhatikan serta ikuti terus sikap satu kelompok tertentu, kiranya jelas bahwa kelompok pakar ekonomi yang dijuluki “the Berkeley Mafia” adalah kelompok kroni dalam bidang ekonomi dan keuangan. Lahirnya kelompok tersebut telah dikemukakan dalam studi Brad Sampson yang tadi saya kutip. Pengamatan saya sendiri juga membenarkan bahwa kelompok itu menempatkan dan memfungsikan diri sebagai kroni kekuatan asing. Yang paling akhir menjadi kontroversi adalah sikap beberapa menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu terhadap uluran tangan spontan dari beberapa kepala pemerintahan beberapa negara Eropa penting berkenaan dengan bencana tsunami. Baru kemarin media massa penuh dengan komentar minor mengapa tim ekonomi pemerintah utang lagi dalam jumlah besar sehingga jumlah stok utang luar negeri keseluruhannya bertambah? Ini sangat bertentangan dengan yang dikatakan selama kampanye presiden dan juga dikatakan oleh para menteri ekonomi sendiri bahwa stok utang akan dikurangi. Berdasar pengalaman, saya yakin bahwa kartel IMF yang memaksa kita berutang dalam jumlah besar supaya dapat membayar utang yang jatuh tempo. Buat mereka, yang terpenting memperoleh pendapatan bunga dan mengendalikan Indonesia dengan menggunakan utang luar negeri yang sulit dibayar kembali. Mafia Berkeley Mafia Berkeley adalah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB). Mereka mempunyai atau menciptakan keturunan-keturunan. Para pendirinya memang sudah sepuh, yaitu Prof Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Emil Salim, Soebroto, Moh. Sadli, J.B. Soemarlin, Adrianus Mooy, dan masih sangat banyak lagi. Yang sekarang dominan adalah Sri Mulyani, Moh. Ikhsan, Chatib Basri, dan masih banyak lagi. Mereka tersebar pada seluruh departemen dan menduduki jabatan eselon I dan II, sampai kepala biro. Ciri kelompok itu ialah masuk ke dalam kabinet tanpa peduli siapa presidennya. Mereka mendesakkan diri dengan bantuan kekuatan agresor. Kalau kita ingat, sejak akhir era Orde Lama, Emil Salim sudah anggota penting dari KOTOE dan Widjojo Nitisastro sudah sekretaris Perdana Menteri Djuanda. Widjojo akhirnya menjabat sebagai ketua Bappenas dan bermarkas di sana. Setelah itu, presiden berganti beberapa kali. Yang “kecolongan” tidak masuk ke dalam kabinet adalah ketika Gus Dur menjadi presiden. Namun, begitu mereka mengetahui, mereka tidak terima. Mereka mendesak supaya Gus Dur membentuk Dewan Ekonomi Nasional. Seperti kita ketahui, ketuanya adalah Emil Salim dan sekretarisnya Sri Mulyani. Mereka berhasil mempengaruhi atau “memaksa” Gus Dur bahwa mereka diperbolehkan hadir dalam setiap rapat koordinasi bidang ekuin. Tidak puas lagi, mereka berhasil membentuk Tim Asistensi pada Menko Ekuin yang terdiri atas dua orang saja, yaitu Widjojo Nitisastro dan Sri Mulyani. Dipaksakan bahwa mereka harus ikut mendampingi Menko Ekuin dan menteri keuangan dalam perundingan Paris Club pada 12 April 2000, walaupun mereka sama sekali di luar struktur dan sama sekali tidak dibutuhkan. Mereka membentuk opini publik bahwa ekonomi akan porak-poranda di bawah kendali tim ekonomi yang ada. Padahal, kinerja tim ekonomi di tahun 2000 tidak jelek kalau kita pelajari statistiknya sekarang. Yang mengejutkan adalah Presiden Megawati yang mengangkat Boediono sebagai menteri keuangan dan Dorodjatun sebagai Menko Perekonomian. Aliran pikir dan sikap Laksamana Sukardi sangat jelas sama dengan Berkeley Mafia, walaupun dia bukan anggotanya. Ada penjelasan tersendiri tentang hal ini. Presiden SBY sudah mengetahui semuanya. Toh tidak dapat menolak dimasukkannya ke dalam kabinet tokoh-tokoh Berkeley Mafia seperti Sri Mulyani, Jusuf Anwar, dan Mari Pangestu, seperti yang telah disinaylir oleh beberapa media massa.
  3. Guest

    Sosok Ibu Mafia Ohio

    Elizabeth Collins, atau yang akrab dipanggil ibu Collins oleh mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Ohio University memang tak asing dengan Indonesia. Profesor pada program kajian Asia Tenggara ini pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia pada tahun 1971. Ia datang ke Indonesia untuk menemani suaminya yang merupakan seorang antropolog untuk melakukan riset di Pagar Alam, Sumatra Selatan selama dua tahun. "Ketika saya kembali ke Indonesia sekitar tahun 1992 sampai 1994 untuk memulai riset saya sendiri, Indonesia, khususnya Sumatra Selatan sudah menjadi tempat yang berbeda," jelasnya kepada VOA Indonesia. Elizabeth menemukan banyak permasalahan sehingga menimbulkan protes dari kalangan mahasiswa dan petani, hingga berlanjut pada jatuhnya pemerintahan rezim Soeharto. "Jadi daripada menulis tentang masalah pembangunan yang dihadapi Indonesia sekitar tahun 90-an, saya memutuskan untuk meneliti bagaimana masalah-masalah ini dapat membuat Indonesia berubah menjadi lebih Demokratis dan pemerintahannya lebih terdesentralisasi. Penelitian ini membuat saya bekerja di Indonesia selama sepuluh tahun, sejak tahun 1994 hingga 2004 dengan aktivis dari Sumatra Selatan dan Jakarta," sambungnya. Penelitian ini juga melahirkan buku pertama bu Collins yang berjudul "Indonesia Betrayed" atau "Indonesia Dikhianati". Dalam dunia pendidikan, bu Collins juga banyak membantuk mahasiswa Indonesia yang kerap disebut "mafia Ohio". "Di Ohio University, saya berhasil membantu beberapa mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa untuk belajar di sini, juga ada beberapa mahasiswa Fulbright, dimana kita akhirnya membentuk suatu komunitas. Komunitas ini namanya "Nurani Dunia" dan telah memiliki jaringannya sendiri. Jadi kalau ada hal yang saya pelajari dari orang Indonesia adalah kekuatan jaringannya," sambung bu Collins. Yayasan "Nurani Dunia" adalah lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk bersama sosiolog Imam Prasodjo di tahun 1997. Setelah kunjungannya ke Ambon, yayasan ini telah mendirikan lebih dari lima belas sekolah dengan pengelolaan yang transparan. "Perjalanan ke Ambon adalah perjalanan yang mengubah hidup saya. Saya menyadari bahwa saya bisa memberikan kontribusi untuk Indonesia, dengan bantuan people-to-people, di mana masyarakat yang beragama Kristen bisa membantu masyarakat Muslim dan begitupun sebaliknya. Kami mencoba untuk menjembatani hubungan yang mulai renggang," jelasnya. Bu Collins juga ikut berperan dalam mendirikan pusat studi antar kelompok dan resolusi konflik di FISIP UI. Pusat studi ini memiliki aktivitas seperti mengadakan pelatihan seperti membuat pelaporan mengenai konflik, menyatukan masyarakat dan membahas perbedaan yang ada. "Ini adalah keuntungan dari menjadi seorang akademisi, di mana saya bisa melakukan berbagai aktivitas ini, dan juga merupakan tugas saya untuk berbagi apa yang telah saya pelajari kepada orang lain," ujar bu Collins.
  4. Awalnya 234 SC merupakan komunitas yang hanya berisikan anggota keluarga dan kerabat dekat KPH. Japto Sulistio Soerjosoemarno. SH. Kini 234 SC jadi komunitas terbesar di Indonesia semenjak R.M Sahid Abi Shalom (Abi Japto) dan R.M Yedidiah dipercaya sang ayah untuk meneruskannya. Sejarah terbentuknya 234 SC sendiri sangatlah unik. Ternyata angka 234 diambil dari merk rokok terkenal di Indonesia, 'Dji Sam Soe' di mana memang kerabat Japto dikenal sebagai pengagum rokok legendaris yang hingga kini masih bertahan. Sementara itu, huruf SC merupakan singkatan dari Soerjosoemarno Clan. Lambang dasar 234 SC yang memakai gambar perpaduan 'orang bersayap', merupakan ide pemikiran Japto dengan ayahandanya, Jendral H. KPH. Soetarjo Soerjosoemarno. Lambang itu diambil dari kegemaran Japto akan olahraga ektrim terjun payung. Terlebih Japto sukses merengkuh juara 2 pada kejuaraan terjun payung di Australia sekitar tahun 1970-an. Arti sayap itu sendiri ternyata punya filosofi, yakni dengan pola pikir bisa terbang kemana-mana. Kini di tangan Abi, kiprah 234 SC semakin menggila dan membuat banyak orang tertarik ingin bergabung masuk ke dalam keluarga besar 234 SC. Melihat antusiasme masyarakat, para petinggi 234 SC sepakat membukanya untuk umum. Tak heran jika 234 SC sukses jadi komunitas terbesar di Indonesia. Abi yang hingga saat ini dipercaya memegang penuh kendali 234 SC akhirnya merubah singkatan SC menjadi 'Solidarity Community'. "Asal mulanya adalah hanya komunitas keluarga dan orang-orang terdekat Bapak, KPH. Japto Sulistio Soerjosoemarno. SH. Dengan lambangnya yang begitu menarik dan mengandung arti yang telah dirumuskan bersama ayahandanya, Bapak Jendral Soetarjo Soerjosoemarno (alm). Kini lambang itu sudah dipatenkan dan jangan coba-coba untuk menjiplaknya," kata ketua Region Wilayah (Regwil) Cianjur, Jawa Barat, Ichwan Achadi Rachmat kepada Wartabuana.com. Pria yang punya nama alias IchwanNezt ini mengatakan, 234 SC bukan hanya sekedar tempat atau organisasi yang tanpa tujuan, melainkan ikut berperan penting di tengah-tengah masyarakat. 234 SC juga punya selogan yakni 'meski tak satu darah, namun melebihi saudara'. "Kami (234 SC) juga sering melakukan kegiatan sosial seperti adakan operasi bibir sumbing, santunan anak yatim. Selain itu kami juga melakukan kegiatan keagamaan, seni budaya, dan juga olah raga. Makanya, ketua umum kami tak sungkan memberi uang untuk pembinaan dan beasiswa kepada para anggota yang berprestasi," terang Ichwan. Selain itu, 234 SC juga memiliki program kerja yang tiap tahunnya akan ada laporan perkembangan baik Koordinator Wilayah (Korwil)maupun Regional Wilayah (Regwil) di wilayah masih-masing daerah, bahkan hingga sampai di luar negri. "Setiap tahun pasti ada laporan kegiatan-kegiatan Korwil dan Regwil ke Kornas yang akan di sampaikan pada Dewan Perwakilan Pusat (DPP). Untuk rapat kerjanya diadakan satu tahun 3 kali untuk membahas kemajuan setiap Korwil dan Regwil yang sudah terbentuk diberapa negara seperti di Singapore, Malaysia, Arab Saudi, Amerika, Beijing, serta Australia," lanjut pria keturunan sunda ini. Untuk masuk ke dalam keluarga besar 234 SC, Ichwan mengatakan syaratnya tidak terlalu sulit. Hanya dengan registrasi pendaftaran KTP dan pas photo, serta membayar administrasi untuk seragamnya, anggota tersebut sudah sah masuk ke dalam keluarga besar 234 SC. "Kalau untuk anggota sendiri sudah tak terhitung. Setiap provinsinya bisa mencapai ribuan. Belum lagi di luar Indonesia." "Kenapa banyak yang mau bergabung? Saya pikir karena figur ketum (Abi) yang sangat ramah dan bersahaja. Kepintaran dan keberaniannya yang tak terbatas membuat banyak orang kagum dengannya. Bahkan bukan hanya di Indonesia, melainkan hingga ke luar negri. Makanya kami sangat bangga mempunyai ketua umum seperti beliau. Mas Abi sangat perhatian sama teman-temannya dan juga anggotanya tanpa melihat ras atau golongan," katanya seraya mengagumi Abi. Setelah resmi masuk sebagai keluarga besar 234 SC, maka para anggota tersebut harus mematuhi 6 kode etik 234 SC, yaitu : Taat kepada tuhan yang maha esa menurut agama masing-masing. Taat dan tunduk kepada hukum yang berlaku di negeri ini. Tidak terlibat penggunaan dan peredaran narkoba. Bersifat setia kawan dan menjaga kesatuan dalam rasa kekeluargaan. Menjaga nama baik dan keutuhan organisasi. Selalu rendah diri dan saling mengayomi antar anggota maupun kepada masyarakat. Dalam kegiatannya, 234 SC dan Pemuda Pancasila (PP) memang merupakan dua organisasi yang berbeda. Dikatakan oleh Ichwan, 234 SC lebih mengutamakan kegiatan sosial. "Bedanya sangat tipis. Kalau 234 SC tidak berpolitik, dan kalau PP sudah banyak yang berpolitik. Kalau 234 SC lebih banyak mengutamakan kegiatan-kegiatan sosial. Selain itu, melahirkan banyak atlet yang berprestasi," lanjut pria kelahiran 1975 ini. Ichwan menolak jika 234 SC disamakan dengan mafia jalanan. Terlebih 234 SC dan PP kerap melakukan tindakan keributan dengan ormas betawi di berbagai kota, khususnya di Jakarta. "Yang jelas kami tidak mendahului karena itu bukan citra kami. Kami tidak diajari untuk menjual tapi kami diajari untuk membeli dan memborong. Kita suatu komunitas yang punya etika dan intelektual yang mengkedepankan musyawarah di banding arogansi. Namun setelah kami ajak musyawarah tapi tidak dihiraukan, apa boleh buat. Kita terlahir dari darah, ketika harus mati berdarah-darah itu hal yang biasa," jelasnya. Ichwan mengaku tak segan-segan jika ada anggotanya melakukan tindakan kriminal, maka akan langsung diserahkan kepada pihak yang berwajib. "Kita komunitas yang taat akan hukum. Jadi setiap warga berhak untuk mendapatkan perlindungan dan perlakuan hukum yang sama. Jika ada diantara kita melanggar hukum, maka kita serahkan kepada pihak yang berwajib," ucapnya.
  5. drg. David Andreas Mito di Jawa Timur dikenal sebagai dalang dibalik sejumlah proyek pengadaan barang yang terindikasi korupsi. David juga disebutkan mampu mempengaruhi proses penyidikan sebuah kasus hingga menetapkan lawan bisnisnya menjadi tersangka kasus korupsi. David yang dikenal sebagai pemilik Klinik Jet Z di kawasan Villa Bukit Mas Surabaya, Jatim diduga mengatur proyek pemerintah dengan mengatasnamakan Kejaksaan dan mengaku-ngaku orang dekat dengan para pejabat di lingkungan Polri, bahkan pimpinan KPK AS. "Kami berharap kepada seluruh aparat penegak hukum terkait tetap berpegang teguh pada 'Hukum Harus Ditegakkan Sekalipun Langit Akan Runtuh'," kata Lembaga Investigasi Nasional. Selain pimpinan KPK AS, petinggi aparat hukum yang sering dicatut namanya oleh David diantaranya adalah petinggi kejaksaan agung berinitial Arm, Wp dll yang dikatakan menduduki sebagai Jaksa Agung Muda dan petinggi di Mabes Polri BS, IR dll. Dengan mencatut nama para petinggi aparat hukum tersebut digunakan untuk menakut2i pejabat didaerah agar proyek pembangunan di daerah harus diatur olehnya. David juga diduga terkait dugaan korupsi pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Kabupaten Mojokerto, Jatim. Dimana dalam kasus yang tak terdengar lagi pengusutannya ini. Anggaran negara sebesar 30 milyar yang seharusnya dipakai membangun fasilitas penerangan jalan umum, akan tetapi realitanya hanya dibelikan lampu yang dibagikan pada desa2 di Mojokerto, dan jika mau berfungsi maka desa2 tersebut harus membangun sendiri tiang lampu penerangan jalan yang dananya dari swadaya desa atau sumber dana pembangunan yang lain. Entahlah meskipun dugaan korupsi ini berlangsung secara terang benderang, akan tetapi aparat hukum di daerah tampaknya ketakutan untuk mengusut lebih lanjut. Ketika dikonfirmasi wartawan terkait kasus ini, David juga sempat mengancam. "Kalo ada wartawan yang berani mengangkat masalah ini, saya akan mengerahkan Ormas Surabaya untuk mencari," ancam David. Davi juga disebut2 dalam dugaan korupsi pengadaan & markup alat kesehatan di rumah sakit dr Soewandhie Surabaya sebesar 14 milyar, dimana akhirnya alat2 kesehatan tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kasus lain yang diduga melibatkan David berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi alat kesehatan Rp 4,5M untuk Rumah Sakit Dolopo Madiun. Serikat Mahasiswa Surabaya membuat sebuah petisi yang mempertanyakan apakah memang kasus dugaan korupsi yang ditangani aparat kejaksaan ada indikasi korupsi atau hanya merupakan persaingan usaha dari para distributor alat kesehatan. Dalam petisi yang diunggah pada 20 November 2014 ini disebutkan bahwa pada awalnya kasus ini menjadi perhatian kejaksaan negeri Mejayan Jawa Timur, karena adanya laporan dari dokter gigi David Andreas Mito yang merupakan salah satu distributor alat kesehatan di Jawa Timur sebagaimana diberitakan Bahkan mungkin karena merasa kebal hukum, David tak segan mengaku bisa menyetir kebijakan partai politik besar dan merupakan fasilitator pertemuan antara pimpinan KPK dengan petinggi PDIP yang akhirnya ikut meramaikan polemik perseteruan antara pimpinan KPK & pimpinan Polri
  6. womanthings

    Permainan Mafia Beras

    Harga beras di pasaran masih tak stabil sobat lintas. Hal inilah yang membuat masyarakat harus 'berteriak' setiap ada kenaikan harga. Padahal daya beli masyarakat tak berbanding lurus dengan penghasilan masyarakat. Bahkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) sudah mewanti-wanti bahwa pasti ada oknum penimbun beras atau mafia beras untuk melakukan penimbunan beras sebanyak mungkin. Dengan terjadinya kelangkaan beras yang terjadi belakangan ini, juga disebabkan adanya masalah administrasi yang menghambat penyaluran beras. Padahal, produksi beras di tanah air masih berjalan baik dan mencukupi kebutuhan nasional. Demi meninjau kasus mafia beras ini, Wakil Presiden memerintahkan Perum Bulog untuk menyalurkan beras bagi rakyat miskin (raskin) sebanyak 300.000 ton mulai bulan ini. Nantinya ada pengharapan penyaluran raskin tersebut bisa menstabilkan harga beras di pasaran.
  7. Ngeri ya, perampok negara sektor migas .setya novanto, prijono, purnomo yusgiantoro, widjanarko kebetulan nonmuslim Mafia Migas RI, merampok US$ 3 miliar (35 T), US$ 583 juta, US$ 803 juta ! Nih exxon mobil korupsi US$ 3 miliar (35 triliun) dibiarkan saja sama @KPK_RI Nih ..si perampok Honggo Wendratno enak saja merampok migas, US$ 600 juta + US$ 203 juta Jika anda merampok 1 - 10 triliun, aparat hukum akan sujud di kaki anda kayak jongos Dokumen yang kami miliki lengkap..sdh dilaporkan ke @KPK_RI ..ga bakal diusut selama si jongos BW msh disana Silahkan pelajari dokumen2 ini..bukan rhaasia negara tapi hasil kerja tim intelijen kami Bacalah..jk anda tdk marah kekayaan negara kita dirampok mafia migas ..ga ngerti kami apa yg salah pada diri anda Mereka merampok kekayaan negara, ubah pidana jadi perdata dan utang piutang sepanjang masa..macet atau dimacetkan Utang 203 juta USD dikorting jadi 140 juta atau 1.5 triliun,,sgguh lezatnya..1 T korupsinya dibagi2 Sudah saatnya anda bawa golok sembelih mereka para mafia korupsi migas di BP/BPH/SKK Migas Migas kita adalah pusaka NKRI, puluhan tahun jadi bancakan mereka .. Tandai nama mrka, mungkin halal darahnya ditumpahkan, nyawnya dihilangkan.. Bacalah baik2 ..siapa tahu anda minat penggal kepala mereka hehe Baca baik2 ..mana tahu suatu saat nanti anda akan jadi mafia juga hehw ..mafia koruptor migas indonesia Bacalah Untuk loloskan ini, BP migas suap kom VII US$ 1 juta , US$ 500,000 sdh dibayar eks kepala BP Migas R Prijono Inilah kekayaan migas RI yg jadi bancakan setiap hari Cost recovery beban apbn naik terus tapi kok produksi migas RI tetap? KPK gila ga bs tangkap koruptornya
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi