Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'macet'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Arus mudik Lebaran 2016 telah berlalu. Saatnya mempersiapkan arus balik yang puncaknya diprediksi terjadi pada 9–10 Juli 2016. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, akan ada empat titik yang menjadi fokus saat arus balik nanti. "Pertama, pintu masuk Tol Pastur Bandung; kedua Tol Cikarang Utama jalur Cikampek-Jakarta; ketiga, pintu Tol Karang Tengah jalur Merak-Jakarta; dan keempat, pintu Tol Cimanggis," ujarnya di Kantor Pusat Kendali (PK) Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2016). Jonan mengungkapkan, untuk detail antisipasi di setiap jalur tol tersebut, bisa tanyakan ke pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dirinya hanya mengimbau kepada seluruh Badan Penyelenggaran Jalan Tol (BPJT) atau operator jalan tol untuk kerja ekstra saat arus balik nanti. Pasalnya saat arus mudik lalu, salah satu penyebab kemacetan adalah antrean saat pembayaran di setiap gerbang tol (GT) yang prosesnya masih menggunakan uang tunai. "Antisipasinya, kita sudah minta teman-teman BPJT harus kerja luar biasa nanti. Seperti Dirut Jasa Marga sudah menyampaikan, kalau macet ya akan digratiskan tarif tolnya," tutur dia. Menurut Jonan, tak ada alasan BPJT menyatakan kemacetan terjadi bukan di jalan tol tetapi di luar jalan tol. "Enggak mungkin macet itu terjadi karena jalan arteri. Kalau di tolnya lancar, pasti keluarnya lancar. Coba saja," terang dia. Oleh karena itu, Jonan mengimbau kepada para operator jalan tol untuk menggunakan layanan pembayaran digital. Seperti halnya KRL, meski ramai penumpang, proses pembayarannya tetap lancar. "Coba KRL ya, pintu digital ada 577. Memang pintu tol ada 1.000, enggak kan. KRL saja bisa, masak tol enggak bisa. Mungkin gaptek kali ya," tutup Jonan.
  2. Kakorlantas Mabes Polri Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan pada arus balik nanti pemudik akan digratiskan biaya jalan tol ketika terjadi kepadatan kendaraan yang sudah mencapai 5 kilometer (km). Hal itu dilakukan untuk mengurai antrean panjang di gerbang tol. "Pembagian prioritas dari arah timur begitu kemacetan sampai 5 kilometer akan saya buka gratis. Tapi jika seperempat jam lancar akan dibuka pembayaran lagi," kata Agung di Gedung NTMC, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (7/7/2016). Agung mengungkapkan, menggratiskan biaya jalan tol sudah disepakati oleh seluruh instansi terkait. Selain itu, dirinya juga menjamin hal tersebut akan terlaksana. Namun, apabila terjadi kesalahan teknis dirinya siap menanggung biaya tol dengan gaji kerjanya. "Sudah sepakat gratis kalau macet. Kalau tidak, akan saya tanggung dengan gaji saya satu tahun," kelakar Agung kepada para awak media. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sempat memberikan usulan untuk menggratiskan biaya jalan tol jika kembali terjadi kemacetan panjang seperti arus mudik lalu.
  3. Tinggal di tengah-tengah kota pastilah berurusan dengan kemacetan. Kalau jenuh waktu berjam-jam habis di jalan, sepertinya cara yang dipilih lelaki asal China ini cukup jitu untuk anda tiru di Ibu Kota Jakarta. Pria tak disebut namanya ini nyaris setiap hari menggunakan kuda buat menghindari kemacetan lalu lintas. Karena melintas di Jalan Xiongchu di pusat kota, pengendara kuda ini segera jadi buah bibir. Foto-fotonya berangkat kerja viral di Internet. Pegawai kantoran ini kebetulan anggota Klub Joki Kuda Wuhan. Tak heran jika dia terampil mengendarai hewan pacu tersebut. Dia mengatakan lelah dengan kemacetan yang harus dihadapinya setiap hari. "Biasanya saya berangkat mengendarai mobil, namun saya selalu terlambat karena macet. Saking lelahnya dengan kemacetan, saya menggunakan kuda ini," katanya. Aksinya mendapat sambutan meriah dari netizen Weibo, salah satu sosial media di China. Mereka merasa idenya cukup brilian. "Dia bisa menjadi orang yang cinta lingkungan," ujar salah seorang netizen.
  4. "Bikin naik darah," kata pengguna Facebook, KaMandala P, ketika berbicara tentang kemacetan yang menjadi-jadi. Jakarta baru saja dinobatkan sebagai kota paling macet di dunia berdasarkan indeks Castrol's Magnatec Stop-Start. Indeks ini mengukur waktu mobil berhenti dan berjalan per kilometer dan Jakarta berada di peringkat teratas dengan 33.240 kali berhenti-berjalan per tahun. Sementara kota Surabaya berada di tempat keempat, sesudah Istanbul dan Mexico City. Fransiska Meily Zhang mengatakan perjalanan dari daerah Rasuna Said, Kuningan sampai Karet Tengsin pernah ditempuh dua setengah jam. "Itu kalau jalan kaki, 30 menit juga palingan sudah sampai," katanya. Adapun Ema Hartati mengaku menghabiskan enam jam tiap hari di jalan. "Setiap hari saya duduk di bus dengan kemacetan menuju Sarinah-Thamrin bisa berangkat tiga jam, pulangnya tiga jam." Warga Manado juga ikut komentar dan menulis "Oktober 2014 aku ke Jakarta kemudian ingin jalan-jalan ke mall baru," kata Lilies Supartini. "Dari depok ke tempat itu macetnya...minta ampun. Awalnya aku menikmati kemacetan itu karena di Manado tidak semacet itu. Lama-lama aku bete....dan ingin buru-buru balik ke Manado. Enggak tahan, panas, macet. Wow! Goodbye Jakarta." Kurang fokus Pengamat Transportasi, Darmaningtyas, mengatakan sistem transportasi di DKI Jakarta dalam masa pemerintahan Jakarta Baru (sejak Oktober 2012) malah tambah buruk. "Pengguna Transjakarta misalnya pada 2014 turun lebih dari 10 juta dibandingkan 2013 artinya kinerjanya turun, sementara Metro Mini dan mikrolet juga belum berubah," katanya. Dia mengatakan perbaikan Transjakarta sangat penting untuk membuat pengguna mobil beralih ke angkutan umum. Darmaningtyas mencontohkan kesuksesan kereta KRL Commuter Line yang dalam waktu 1,5 tahun penumpangnya bisa naik dua kali lipat. "Solusinya Ahok (Gubernur Jakarta) itu tidak perlu banyak berwacana, fokus saja beresi Transjakarta," katanya. Program perbaikan TransJakarta saat ini memang menjadi salah satu program pemerintah, salah satu upayanya adalah dengan menerapkan sistem tiket elektronik dan penambahan armada bus. Selain itu, Ahok juga mulai melarang lewatnya sepeda motor di Jalan Thamrin dan Merdeka Barat. Sementara proyek Mass Rapid Transit (MRT) diperkirakan akan selesai pada 2018 mendatang. Ahok mengakui kemacetan Jakarta saat ini memang sudah parah. "Saya akui itu. Tapi kita juga tidak bisa berdiam diri saja dengan keadaan ini," katanya. Namun seberapapun semerawutnya ibu kota, sejumlah warga tetap merasa bangga. "Mau kota termacet kek, terbanjir, terbanyak mall-nya kek. Gue tetap bangga punya ibu kota negara Jakarta gitu loh," kata Mardani Hary dari Facebook BBC Indonesia.
  5. Macet adalah masalah di kebanyakan kota-kota besar, termasuk di Indonesia. Pakar informatika Jerman mengembangkan sistem navigasi yang tidak hanya menghindari kemacetan, tapi juga mampu mencegah kemacetan. Masalah yang dikenal setiap pengemudi mobil. Jalan yang macet total. Laporan kemacetan dari sistem GPS juga tidak membantu. Sebaliknya, sistem navigasi mobil turut menyebabkan kepadatan jalan. Christian Brüggemann adalah pendiri perusahaan Graphmasters yang tengah mengembang tekonologi GPS baru. "Ini karena semakin banyak sistem navigasi yang tersambung data lalu lintas real time. Sistem lalu bereaksi jika ada laporan macet. Tapi GPS bereaksi dengan cara yang sama. Jalur alternatif untuk mengatasi kemacetan yang diberikan sistem navigasi juga sama. Jadi pada akhirnya pengemudi kembali terjebak macet di jalur baru tersebut." Usulan rute berbeda Solusinya: sistem yang mengenal kepadatan jalan dan memberikan usulan rute yang berbeda bagi setiap kendaraan. Ini akan mencegah terjadinya macet. Brüggemann menjelaskan: "Istimewanya, begitu saya mendapat rute, di waktu bersamaan tiap-tiap jalan di rute ini berdasarkan waktu tertentu diblokir khusus untuk saya. Seperti sistem pemanasan. Jadi bisa terhindarkan ada terlalu banyak kendaraan yang secara bersamaan diarahkan ke jalan dan rute yang sama." Software GPS menunjukkan kapasitas tertentu tiap jalan, berdasarkan jumlah lajur dan pembatas kecepatan. Saat pengemudi meminta rute dari GPS, sistem memperhitungkan kapan mobil akan melewati jalan-jalan tersebut. Begitu batas kapasitas jalan tercapai, mobil secara otomatis diarahkan ke rute alternatif. "Pada GPS kami banyak rute berbeda yang diberikan karena adanya sistem pemesanan jalan. Lalu lintas disebar secara ideal pada infrastruktur. Seluruh kota dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga bisa sampai ke tujuan dengan lebih cepat. Di sebelah kanan, hampir semua kendaraan mencoba masuk ke lajur utama lalu lintas, sehingga kemacetan dengan cepat terjadi di daerah ini", demikian analisa Brüggemann. 30 persen lebih cepat Sistem ini bisa mencegah macet secara aktif. Untuk itu kecepatan dan posisi mobil di daerah tertentu tercatat dalam real time. Pada simulasi komputer lalu lintas 30 persen lebih cepat mengalir dengan sistem ini. Saat jam sibuk, aplikasi ini bahkan bisa membantu sampai ke tujuan dua kali lebih cepat. Semakin banyak mobil yang dilengkapi dengan sistem GPS baru ini, semakin baik rute yang diberikan untuk menghindari macet. Namun, menurut Brüggemann ada syaratnya. "Supaya arus lalu lintas membaik dan macet terhindarkan, sekitar 10 persen pengemudi harus turut serta. Ini tidak hanya membantu 10 persen pengemudi, tetapi juga semua pengemudi lainnya. Karena berkatnya, kemacetan bisa dicegah." Butuh kerjasama produsen mobil Tapi 10 persen tersebut tidak akan tercapai hanya lewat app yang dibuat oleh tim Christian Brüggemann. Karena itu, rencananya adalah: antarmuka terbuka yang bisa mengintegrasi software dengan mudah ke sistem navigasi lainnya. Kerjasama telah disepakati dengan Bosch yang menyuplai GPS bagi Ford dan Opel (GM). Pasar berikut yang menjadi sasaran adalah Amerika Serikat. Uji coba sistem menunjukkan kemampuannya. "Setiap pagi saat saya berangkat ke kantor, hampir setiap hari saya diarahkan ke rute yang berbeda. Tapi pada dasarnya hampir selalu tiba di waktu yang sama. Kesimpulannya, jalanan cukup untuk semua mobil, tapi tidak dimanfaatkan. Sistem kami bisa membantu mobil memanfaatan semua lajur yang ada dan sampai lebih cepat di tujuan", ujar Brüggemann. GPS baru ini tidak hanya menghemat waktu. Mobil yang tiba di tujuan lebih cepat, berarti juga menghemat bensin dan mengeluarkan gas CO2 lebih sedikit. Sistem navigasi yang ramah lingkungan, dan bisa menghindari terjebak kemacetan berkat informasi rute yang individual.
  6. Kata orang, hidup di Jakarta itu tua di jalan. Perjalanan yang normalnya bisa ditempuh dalam waktu 10 sampai 15 menit, ternyata memakan waktu dua jam, bahkan lebih. Ukuran normal pun berubah. Dan kita pun pasti punya ukuran masing-masing dalam hal estimasi waktu agar dapat sampai di kantor tepat waktu, nggak terlambat waktu meeting, atau pun agar pasangan nggak marah karena kita terlambat menjemput. Semuanya udah menjadi makanan kita sehari-hari. Macet ibarat nafasnya orang Jakarta. Capek? Udah pasti. Kesel? Setiap hari. Marah? Sering. Namun apakah semuanya dapat mengurangi kemacetan dan dalam sekejap membuat Jakarta menjadi kota dengan lalu lintas yang teratur? Jawabannya tentu saja nggak. Dan yang bisa kita lakukan adalah mensyukuri dan menikmati kenyataan dengan cara-cara yang kita miliki. Karena seperti kata pepatah, life isn’t about waiting for the storm to pass, it’s about learning to dance in the rain. Tulisan ini pun ditujukan buat hal itu. Kita bakal mencoba buat melihat kemacetan dari kacamata yang berbeda. Jika selama ini kita selalu melihat kemacetan dengan kacamata minus, kali ini kita bakal mencoba buat melihatnya dengan kacamata hitam. Kacamata yang lebih positif, santai, dan bahagia. Pertanyaan berikutnya adalah, gimana bisa positif, santai, atau bahagia kalau kenyataannya kemacetan selalu membuat kita naik darah setiap hari? Kuncinya adalah bagaimana kita bersyukur dan percaya bahwa selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, termasuk di balik kemacetan. Hikmah pertama: Menikmati musik. Mari kita hitung berapa rupiah yang udah kita keluarkan buat membeli koleksi CD kita (pastinya CD asli ya, bukan bajakan). Atau mungkin berapa banyak hutang yang harus kita bayar kepada bank karena menggesek kartu kredit buat membeli lagu yang akhirnya terputar di iPod kita. Dengan adanya kemacetan, artinya kita mempunyai waktu lebih buat menikmati koleksi musik yang kita miliki. Bahkan sampai hapal liriknya! Hikmah kedua: Ngobrol. Terjebak di dalam mobil berjam-jam tentunya bakal jadi nggak terasa kalau ada orang lain yang bersama kita di dalam mobil yang sama. Karena kita bakal menghabiskan waktu buat ngobrol ngalor ngidul. Dan buat yang lagi galau, momen ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin buat curhat. Hikmah ketiga: Introspeksi diri. Jika kasusnya adalah kita terjebak macet sendirian, maka kita nggak mempunyai pilihan lain selain diam atau bernyanyi (bukan main handphone!). Namun selain kedua hal tersebut, sebenarnya kita juga bisa memanfaatkan momen ini buat merenung, introspeksi diri, atau memikirkan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi. Tapi hati-hati, jangan ngelamun, nanti nabrak mobil depan atau masih berhenti padahal mobil-mobil lain udah jalan. Hikmah keempat: Tidur. Daripada sibuk mengumpat, sebenarnya kita bisa menggunakan waktu kita yg terbuang berjam-jam di jalan buat sesuatu yang lebih bermanfaat, yaitu tidur. Membayar waktu tidur malam kita yang terpotong karena lembur atau terlalu banyak agenda bergaul. Hal ini bisa dilakukan kalau kita menggunakan kendaraan umum, dengan tetap waspada terhadap barang bawaan kita pastinya. Atau kalau menggunakan mobil pribadi, berarti kondisinya adalah harus ada orang lain yang mengemudikan mobil kita. Jika yang mengemudi adalah pasangan atau sahabat kita, maka pastikan kita udah memberitahu mereka bahwa kita bakal tidur. Karena kalau nggak, hal ini berpotensi buat menyinggung perasaan. Disangka supir kali! Hikmah kelima: Dandan. Untuk orang-orang dengan aktivitas sehari-hari yang padat dan mobilitas yang tinggi, macet bakal sangat berguna buat dandan atau ganti baju. buat yang kedua, pastikan kita nggak sedang di dalam kendaraan umum, atau di dalam mobil dengan kaca yang terang benderang, karena berpotensi mengganggu ketertiban umum. Selain yang udah disebutkan, pastinya masih banyak hikmah atau cara lain yang bisa kita ambil atau gunakan buat menikmati rutinitas kita ini. Apapun itu, semuanya kembali lagi ke pilihan kita masing-masing. Because life is about choosing, right? Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai macam pilihan buat kita ambil, mulai dari memilih menu makan siang, memilih baju buat ngedate, hingga memilih buat terkena macet itu sendiri. Dimana sebenarnya kita pun bisa memilih buat nggak terkena macet yaitu dengan pulang kantor lebih malam, lewat jalan tikus, atau mungkin naik ojek. Akan tetapi, kita lah yg memilih buat hidup dengan kemacetan. Kita lah yang memilih buat hidup di Jakarta di waktu sebenarnya kita punya pilihan buat pergi. Lalu apa yang membuat kita memutuskan buat tetap tinggal? Jawabannya adalah cinta. Cinta terhadap rumah kita. Cinta terhadap ladang penghidupan kita. Cinta terhadap taman bermain kita. Cinta kita buat Jakarta, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Say it out loud: I HEART JAKARTA!
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy