Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'lubang hitam'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Membayangkan black hole atau lubang hitam biasanya tak lepas dari ukurannya yang besar. Temuan baru dari tim astronom menunjukan bahwa lubang hitam supermasif bisa 'membengkak' sebesar 50 miliar kali Matahari. Dalam sebuah penelitian anyar di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, para ilmuwan awalnya ingin mengetahui seberapa besar sebuah lubang hitam jika sudah berkembang. Mereka kemudian menghitung sampai sejauh mana ukuran lubang hitam hingga bagian ujung luarnya yang menjaga tepian berbentuk piringan atau disc itu agar tidak mengalami pembentukan. Pada akhirnya, para astronom menyatakan bahwa ukuran lubang hitam bisa mencapai 50 miliar massa Matahari. Tak hanya itu, mereka juga menemukan bahwa tanpa tepian atau disc, lubang hitam bisa berhenti tumbuh. Artinya, ukuran 50 miliar Matahari ini secara kasar menjadi batasan paling maksimal dari pertumbuhan lubang hitam. Satu-satunya cara yang mampu membuat lubang hitam bisa tetap tumbuh membesar adalah jika ada bintang jatuh ke dalamnya atau bersatunya satu lubang hitam dengan yang lain. "Inti dari penelitian ini adalah para astronom telah menemukan pertumbuhan maksimum dari lubang hitam dengan mengobservasi banyaknya radiasi yang dilepas oleh gas pada bagian disc," ungkap anggota penelitian, Andrew King. Mereka tetap menekankan, massa lubang hitam masih bisa membesar apabila ia bergabung dengan lubang hitam lainnya, namun tidak akan ada cahaya yang diproduksi apabila dua lubang hitam bersatu. Serta, bersatunya lubang hitam juga diyakini tidak bisa menciptakan tepian atau disc yang bisa menghasilkan cahaya.
  2. Seandainya kita bisa mendengarnya, suara lubang hitam akan terdengar mirip dengan suara gemerisik dari saluran tv yang setelannya buruk. Menggunakan teleskop Hubble, astronom menemukan ada dua lubang hitam raksasa di galaksi Markarian 231. yang berjarak 600 juta tahun cahaya dari Bumi. (Space Telescope Science Institute, Baltimore, Maryland) Antariksa menyimpan sejuta misteri yang menggelitik rasa ingin tahu manusia. Salah satu obyek masih terus diselidiki hingga saat ini adalah Lubang Hitam. Lubang hitam adalah bagian dari ruang waktu yang merupakan gravitasi paling kuat. Medan gravitasi objek seperti ini sangat ekstrim sehingga untuk bisa lepas dari tarikan gravitasinya kita membutuhkan kecepatan cahaya atau bahkan lebih besar dari kecepatan cahaya untuk bisa keluar dari sana. Karena tidak ada objek yang dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya, maka praktis tidak ada partikel apapun yang bisa lolos dari lubang hitam kalau sudah memasuki jarak tertentu dari lubang hitam. Ketika lubang hitam menyedot apapun benda disekitarnya, saat itu mungkin akan terdengar cukup berisik. Lalu, seperti apakah suara lubang hitam? Sebenarnya, karena gelombang suara tidak dapat merambat di ruang hampa seperti di luar angkasa, kita tidak dapat mendengar suara yang dihasilkan lubang hitam. Tapi, seandainya kita bisa mendengarnya, suara itu akan terdengar mirip dengan suara gemerisik dari saluran tv yang setelannya buruk. Setidaknya itulah hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.Kesimpulan itu didapat setelah para peneliti menyoroti perilaku pertambahan ukuran cakram, yang terdiri dari kumpulan materi seperti gas dan debu kosmik di sekeliling lubang hitam. Pertambahan cakram sering digunakan sebagai alat untuk mempelajari lubang hitam, sebab tak seperti lubang hitam itu sendiri, mereka memancarkan cahaya. “Meski lubang hitam tak bisa diamati secara langsung, berkat keberadaan cakram ini kita dapat menyimpulkan seperti apa suara lubang hitam,” ujar Dr. Simone Scaringi, penulis utama. Scaringi merupakan ilmuwan di Max-Planck-Institute for Extraterrestrial Physics di Jerman. “Penting untuk disadari, bagaimana pun juga, karena di luar angkasa merupakan ruang hampa udara, tak ada suara sungguhan. Yang kami lakukan adalah mengamati variasi kecerahan dari waktu ke waktu dalam pertambahan lubang hitam. Kemudian, kami mengkonversi variasi cahaya itu ke dalam variasi suara,” jelasnya. Dengan kata lain, Scaringi dan rekan-rekannya mengobservasi pola pergeseran cahaya dari pertambahan cakram. Mereka menggunakan teleskop luar angkasa Kepler milik NASA, teleskop berbasis darat dan satelit XNM-Newton milik European Space Agency (ESA), kemudian mengubahnya menjadi gelombang suara. Misalnya, jika intensitas cahaya dari pertambahan cakram berfluktuasi 10 kali per detik, itu diubah menjadi gelombang suara 10 siklus per detik, atau 10 Hertz, seperti dilansir dariSpace.com Scaringi lantas menerjemahkan suara tersebut ke dalam rentang frekuensi yang dapat didengar manusia. Variasi yang terlihat di sistem cakram berfrekuensi sangat rendah atau sangat tinggi, tergantung dari ukuran sistem dan akan berada di luar jangkauan pendengaran manusia. “Karena itulah kami harus mengubahnya ke dalam rentang frekuensi yang dapat kita dengar,” ujar Scaringi. Para ilmuwan sangat terkejut ketika menemukan variasi kecerahan semacam itu tak hanya di cakram sekeliling lubang hitam, akan tetapi juga di sekeliling benda-benda langit lainnya, termasuk bintang katai putih dan bintang-bintang muda. "Ini adalah hasil yang benar-benar menarik," kata Dr. Christian Knigge, profesor fisika dan astronomi di University of Southampton di Inggris. Ia menambahkan,"Ini menunjukkan bahwa proses obyek astronomi tumbuh dasarnya sama, terlepas dari jenis, massa atau ukuran objek."
  3. Peneliti mendeteksi sebuah lubang hitam raksasa di pusat galaksi yang baru ditemukan. Galaksi itu sendiri jauh lebih besar dari yang disebut-sebut di berbagai teori. Penelitian dilakukan oleh para astronom di Universitas Keele dan University of Central Lancashire, Inggris. Hasil penelitian tersebut akan dipublikasikan dalam Risalah Bulanan Royal Astronomical Society. Galaksi raksasa yang diberi nama SAGE0536AGN itu ditemukan oleh teleskop antariksa NASA Spitzer. Galaksi itu diduga berusia 9 miliar tahun. Tim peneliti mengatakan telah mengkonfirmasi lubang hitam berada di pusat galaksi raksasa itu dengan mengukur kecepatan gas yang berpusar di sekeliling lubang hitam. Tim kemudian menggunakan Southern African Large Telescope untuk mengumpulkan data guna membantu menentukan ukuran lubang hitam. Menurut astronom, lubang hitam itu sedang mengarah pada tabrakan besar. Penemuan tersebut mematahkan teori tentang bagaimana galaksi mengembang. Rilis Royal Astronomical Society menyatakan data mengindikasikan ukuran lubang hitam itu 30 kali lebih besar dari yang seharusnya untuk ukuran galaksi yang ia diami. “Galaksi memiliki massa yang besar, dan begitu pula lubang hitam pada intinya. Tapi yang satu ini sungguh terlalu besar. Seharusnya tidak begitu,” kata Jacco van Loon, astrofisikawan di Universitas Keele dan penulis utama soal galaksi raksasa tersebut, seperti dilansir CNN. Peneliti mengatakan hal tersebut kemungkinan terjadi karena lubang hitam berkembang jauh lebih cepat dari galaksi yang mengelilinginya, atau karena pertumbuhan galaksi itu berhenti secara prematur. Para ilmuwan tak yakin apakah SAGE0536AGN hanya fenomena berbeda yang kebetulan terjadi, atau apakah mereka telah menemukan galaksi jenis baru.
  4. Berukuran 6,6 milyar massa tata surya, lubang hitam di pusat galaksi M87 merupakan lubang hitam terbesar di mana massa persisnya telah diukur. Dengan menggunakan Teleskop Frederick C. Gillett Gemini di Mauna Kea, Hawaii, satu tim astronom mengkalkulasi massa lubang hitam tersebut, yang lebih besar dari lubang hitam yang berlokasi di pusat Bimasakti, yang berukuran sekitar 4 juta massa tata surya. Astronom Karl Gebhardt dari Universitas Texas, Austin, mempresentasikan hasil penelitian tim tersebut pada hari Rabu, 12 Januari, dalam pertemuan ke-217 Perhimpunan Astronomi Amerika. Dia mengatakan bahwa horison lubang hitam tersebut, yang berukuran 20 milyar km, empat kali lebih besar dari orbit Neptunus dan tiga kali lebih besar dari orbit Pluto. Dengan kata lain, lubang hitam tersebut dapat "menelan" keseluruhan sistem tata surya kita. Sebelumnya para astronom telah memperkirakan massa lubang hitam tersebut sekitar 3 milyar masa tata surya, jadi hasil mereka agak mengejutkan. Untuk mengkalkulasi massa lubang hitam itu, para astronom mengukur seberapa cepat bintang-bintang di sekitar mengorbit lubang hitam tersebut. Mereka menemukan bahwa, rata-rata bintang-bintang tersebut mengorbit dengan kecepatan hampir 500 km per detik (sebagai perbandingan, matahari mengorbit lubang hitam di pusat galaksi Bimasakti sekitar 220 km per detik). Dari pengamatan ini, para astronom bisa menyimpulkan perkiraan yang paling akurat dari massa lubang hitam yang super besar ini. Para astronom menganggap bahwa lubang hitam M87 bertumbuh menjadi sangat besar dengan cara bergabung dengan beberapa lubang hitam lainnya. M87 merupakan galaksi terbesar di alam semesta dekat, dan diperkirakan terbentuk oleh penggabungan kurang lebih 100 galaksi-galaksi yang lebih kecil. Walaupun lubang hitam tersebut berlokasi sekitar 50 juta tahun cahaya, dia dianggap sebagai tetangga kita dalam perspektif kosmologi. Oleh karena ukuran besar dan kedekatan relatifnya, para astronom menganggap bahwa itu merupakan lubang hitam pertama yang benar-benar dapat mereka "lihat". Sejauh ini, tak ada seorangpun yang pernah menemukan bukti pengamatan langsung lubang-lubang hitam. Keberadaan mereka disimpulkan dari bukti tak langsung, khususnya bagaimana mereka mempengaruhi sekitar mereka. Lubang hitam M87 mungkin tidak akan lama mempertahankan gelarnya, karena para astronom berencana untuk melanjutkan mencari dan mengkalkulasi ukuran-ukuran banyak lubang hitam lainnya. Salah satu proyek yang direncanakan melibatkan penghubungan teleskop-teleskop dari seluruh dunia untuk mengamati alam semesta pada panjang gelombang yang lebih pendek dari 1 milimeter. Hal ini mungkin akan memperkenankan para ilmuwan untuk mendeteksi bayangan hitam dari lubang hitam M87 horison. Hal tersebut mungkin juga memperkenankan para ilmuwan untuk mengkalkulasi ukuran lubang hitam lain yang berlokasi di sebuah galaksi sekitar 3,6 milyar tahun cahaya.
  5. Ahli astronomi baru saja menemukan sebuah Black Hole atau Lubang Hitam superbesar yang massanya setara dengan 12 miliar matahari. Lubang hitam itu ditemukan di dalam sebuah Quasar, sebuah badan astronomik terang, dengan lubang hitam di tengahnya. Menurut ahli, Lubang Hitam itu memang bukan yang terbesar yang pernah ditemukan. Tapi yang menarik, Lubang Hitam itu berasal dari masa-masa awal alam semesta ini terjadi. Lubang Hitam itu mencapai bentuknya yang sekarang hanya 875 juta tahun setelah Big Bang. Hal yang mengejutkan, begitu kata ahli seperti dimuat di Jurnal Nature dan dikutip oleh National Geographic pada Kamis (26/2), Lubang Hitam itu diperkirakan tumbuh dengan relatif lambat. Ia membesar dengan menyedot gas dan bintang-bintang yang mendekatinya. “Bagaimana sebuah Lubang Hitam sebesar itu bisa terjadi dalam waktu yang singkat?” begitu tanya Xue-Bing Wu, ilmuwan dari Universitas Peking di Tiongkok, yang memimpin studi itu. Wu dan koleganya tidak melihat Lubang Hitam itu secara langsung. Soalnya, sebagaimana namanya, karena begitu kuatnya gaya gravitasi di sana, tak ada apapun, termasuk cahaya, yang bisa lolos dari Lubang Hitam itu. Tapi dengan memakai sejumlah teleskop di Tiongkok, Hawaii, Arizona, dan Chile, tim itu menemukan sebuah Quasar, objek yang sangat kuat diterangi oleh gas bercahaya sangat terang. “Ini monster terbesar yang pernah kami deteksi terkait tingkat keterangannya,” tutur Avi Loeb, kepala Departemen Astronomi di Harvard. Dia bilang, kecemerlangannya 40 ribu kali dibandingkan seluruh Galaksi Bima Sakti. Keseluruhan galaksi besar, termasuk Bima Sakti, mempunyai Lubang Hitam masif di intinya. Tapi tak semua dikelilingi gas superpanas. Nah, yang dikeliling gas superpanas itu dikenal dengan nama Quasar. Quasar paling terang yang ditemukan sebelumnya berada pada jarak 13 miliar tahun cahaya dari Bumi. Tapi Quasar baru, yang disebut dengan nama SDSS J010012.021280225.8 itu, lebih terang lagi. Quasar ini berada pada jarak 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Tingkat kecerahannya 420 triliun kali dari Matahari. Kecerahan Quasar yang luar biasa itu memberitahu para ahli astronomi betapa kuatnya gas yang dipanaskan, dan kemudian mengetahui betapa masifnya Lubang Hitam tersebut. “Kami pernah melihat Quasar dari periode yang sama,” kata Wu. “Tapi tak ada yang punya massa sebesar itu.”
  6. Pertama kali direkam oleh kamera, Lubang hitam (Black Hole) yang sangat besar di luar angkasa telah menghancurkan kemudian menelan bintang. Kejadian yang jarang terjadi itu (salah satu dari kekuatan yang paling berkuasa dalam alam semesta) menunjukkan aliran plasma mengalir keluar dari ruang raksasa seperti hantu di pusat galaksi yang jauhnya hampir empat miliar tahun cahaya dari Bumi. Dimulainya tampilan yang menakjubkan ini disebabkan oleh serpihan bintang yang digunakan oleh lubang hitam tidak pernah diperhatikan sebelum ini. Dikenal secara ilmiah sebagai 'jet relativitas', mereka bisa mencapai ratusan ribu tahun cahaya panjang. Kebanyakan galaksi memiliki lubang hitam super-besar (suatu ruang yang menghisap ke dalam segala sesuatu yang dekat dengan gravitasi yang kuat) di inti masing-masing, dengan jutaan bahkan milyaran jumlahnya matahari. Penghancuran bintang itu telah terdeteksi oleh Teleskop Swift pada bulan Maret setelah ia mengembara terlalu dekat dengan lubang hitam yang besar itu. Dr David Burrows dan tim ilmuwan di Universitas Pennsylvania State mengatakan analisis kimia sinar ultraviolet yang cerah itu menunjukkan ia datang dari bahan yang tersedot ke dalam lubang hitam yang berukuran jutaan matahari. Menulis dalam jurnal Nature, tim itu melaporkan: "Kami menyimpulkan bahwa kami telah menangkap permulaan aktivitas jet relativistik dari lubang hitam super besar itu. ' Kejadian menelan bintang oleh lubang hitam hanya terjadi sekali dalam setiap 100 juta tahun di dalam galaksi. Lubang hitam kini dipercaya akan menjadi lebih kuat karena massa tambahan dari bintang yang tertelan. Konsumsi massa besar seperti bintang atau lain-lain lubang hitam, memberikan pertumbuhan ke lubang hitam dan melahirkan keberadaan lubang super-besar. Lubang hitam super-besar mungkin berisi hingga miliaran massa matahari. Kisah ini tidak dapat dipastikan apakah NASA mengadakan cerita atau tidak. Walau bagaimana pun, tidak ada yang mustahil jika Allah mengkehendakinya.
  7. Berukuran 6,6 milyar massa tata surya, lubang hitam di pusat galaksi M87 merupakan lubang hitam terbesar di mana massa persisnya telah diukur. Dengan menggunakan Teleskop Frederick C. Gillett Gemini di Mauna Kea, Hawaii, satu tim astronom mengkalkulasi massa lubang hitam tersebut, yang lebih besar dari lubang hitam yang berlokasi di pusat Bimasakti, yang berukuran sekitar 4 juta massa tata surya. Astronom Karl Gebhardt dari Universitas Texas, Austin, mempresentasikan hasil penelitian tim tersebut pada hari Rabu, 12 Januari, dalam pertemuan ke-217 Perhimpunan Astronomi Amerika. Dia mengatakan bahwa horison lubang hitam tersebut, yang berukuran 20 milyar km, empat kali lebih besar dari orbit Neptunus dan tiga kali lebih besar dari orbit Pluto. Dengan kata lain, lubang hitam tersebut dapat "menelan" keseluruhan sistem tata surya kita. Sebelumnya para astronom telah memperkirakan massa lubang hitam tersebut sekitar 3 milyar masa tata surya, jadi hasil mereka agak mengejutkan. Untuk mengkalkulasi massa lubang hitam itu, para astronom mengukur seberapa cepat bintang-bintang di sekitar mengorbit lubang hitam tersebut. Mereka menemukan bahwa, rata-rata bintang-bintang tersebut mengorbit dengan kecepatan hampir 500 km per detik (sebagai perbandingan, matahari mengorbit lubang hitam di pusat galaksi Bimasakti sekitar 220 km per detik). Dari pengamatan ini, para astronom bisa menyimpulkan perkiraan yang paling akurat dari massa lubang hitam yang super besar ini. Para astronom menganggap bahwa lubang hitam M87 bertumbuh menjadi sangat besar dengan cara bergabung dengan beberapa lubang hitam lainnya. M87 merupakan galaksi terbesar di alam semesta dekat, dan diperkirakan terbentuk oleh penggabungan kurang lebih 100 galaksi-galaksi yang lebih kecil. Walaupun lubang hitam tersebut berlokasi sekitar 50 juta tahun cahaya, dia dianggap sebagai tetangga kita dalam perspektif kosmologi. Oleh karena ukuran besar dan kedekatan relatifnya, para astronom menganggap bahwa itu merupakan lubang hitam pertama yang benar-benar dapat mereka "lihat". Sejauh ini, tak ada seorangpun yang pernah menemukan bukti pengamatan langsung lubang-lubang hitam. Keberadaan mereka disimpulkan dari bukti tak langsung, khususnya bagaimana mereka mempengaruhi sekitar mereka. Lubang hitam M87 mungkin tidak akan lama mempertahankan gelarnya, karena para astronom berencana untuk melanjutkan mencari dan mengkalkulasi ukuran-ukuran banyak lubang hitam lainnya. Salah satu proyek yang direncanakan melibatkan penghubungan teleskop-teleskop dari seluruh dunia untuk mengamati alam semesta pada panjang gelombang yang lebih pendek dari 1 milimeter. Hal ini mungkin akan memperkenankan para ilmuwan untuk mendeteksi bayangan hitam dari lubang hitam M87 horison. Hal tersebut mungkin juga memperkenankan para ilmuwan untuk mengkalkulasi ukuran lubang hitam lain yang berlokasi di sebuah galaksi sekitar 3,6 milyar tahun cahaya. Informasi lebih lanjut bisa ditemukan di http://news.sciencemag.org/sciencenow/2011/01/the-solar-system-swallower.html.
×
×
  • Create New...