Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'luar negeri'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Pertama kali merantau jauh hingga ke luar negeri, memang membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi. Apalagi jika negara yang kita tinggali sangat berbeda kondisinya dengan negara asal kita, Indonesia. Mulai dati bahasa, kebiasaan, musim, dan lain-lain. Nah, simak yuk beberapa cara agar kamu mudah beradaptasi saat tinggal di luar negeri untuk pertama kali. 1. Pelajari bahasa di negara tempat kamu tinggal Bahasa, merupakan cara kita dalam berkomunikasi. Saat tinggal di negara lain, maka kamu perlu mempelajari bahasanya. Agar kamu tidak salah dalam menyampaikan maksud. Dan juga agar kamu mudah dalam mencari teman baru. Apalagi sekarang zaman sudah canggih, kamu juga bisa belajar bahasa dari beragam aplikasi yang ada di handphone. 2. Pelajari rute transportasi umum Melakukan aktivitas sehari-hari di negara baru, juga membutuhkan informasi dan akses menggunakan transportasi umum. Seperti bus, kereta api maupun sepeda milik umum. Pelajari juga hal ini agar memudahkan gerakmu menuju ke tempat tujuan. 3. Jangan segan bergabung dengan komunitas setempat Kebanyakan dari kita saat ke luar negeri akan mencari komunitas asal Indonesia, bukan? Tentu hal ini tidak ada salahnya. Namun, agar kamu semakin memperlancar penggunaan bahasamu sekaligus menambah teman baru, kamu juga bisa bergabung dengan komunitas setempat yang sesuai minat dan bakatmu. Udah coba? 4. Biasakan bertanya agar kamu tak tersesat Sebagian orang ragu untuk bertanya saat ia tidak tahu. Ada baiknya kamu jangan malu untuk bertanya ya! Usahakan tidak terulang lagi kejadian orang yang tersesat karena malu bertanya. 5. Waspadai orang asing atau orang yang baru dikenal Berhati-hatilah dengan orang yang baru kamu kenal. Bukan bermaksud mencurigai, tapi ini juga demi keselamatanmu. keep safety, guys! Agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, cobalah beberapa cara di atas agar memudahkanmu beradaptasi nantinya. Semoga segera betah di negara tempatmu tinggal ya!
  2. Kota Tangerang Selatan menjadi pusat perhatian dalam Pilkada serentak tahun ini. Selain dikunjungi beberapa pejabat negara, Tangerang Selatan juga diketahui menjadi target peninjauan pelaksanaan Pilkada serentak oleh pengamat dari negara di luar Indonesia. Menurut Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, besarnya perhatian yang diberikan ke Tangerang Selatan dalam Pilkada tahun ini bukan tanpa alasan. Perhatian masif diberikan karena persaingan antar Calon Kepala Daerah di Pilkada Kota Tangerang Selatan tahun ini diprediksi sangat kuat. "Saya juga kaget karena sampai (pengamat) dari 35 negara dibagi dalam 3 kelompok meninjau di sini. Ternyata baik, karena tadinya kita pikir persaingan paling keras di sini. Mungkin persiapan dari polisi juga bagus sehingga kelihatan semua kondisinya bagus," kata Luhut di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (9/12). Tercatat ada 70 lebih pengamat internasional yang mendatangi Tangerang Selatan di hari pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini. Tidak diketahui secara jelas apa tujuan mereka datang ke Tangerang Selatan saat Pilkada berlangsung. Sebagai informasi, Pilkada di Tangerang Selatan diramaikan oleh tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ketiga pasangan yang bersaing di Pilkada Tangerang Selatan adalah Ikhsan Modjo dengan Li Claudia, Arsid dengan Elvier Ariadianni, dan pasangan petahana Airin Rachmi dengan Benyamin Davnie.
  3. Kota Tangerang Selatan menjadi pusat perhatian dalam Pilkada serentak tahun ini. Selain dikunjungi beberapa pejabat negara, Tangerang Selatan juga diketahui menjadi target peninjauan pelaksanaan Pilkada serentak oleh pengamat dari negara di luar Indonesia. Menurut Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, besarnya perhatian yang diberikan ke Tangerang Selatan dalam Pilkada tahun ini bukan tanpa alasan. Perhatian masif diberikan karena persaingan antar Calon Kepala Daerah di Pilkada Kota Tangerang Selatan tahun ini diprediksi sangat kuat. "Saya juga kaget karena sampai (pengamat) dari 35 negara dibagi dalam 3 kelompok meninjau di sini. Ternyata baik, karena tadinya kita pikir persaingan paling keras di sini. Mungkin persiapan dari polisi juga bagus sehingga kelihatan semua kondisinya bagus," kata Luhut di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (9/12). Tercatat ada 70 lebih pengamat internasional yang mendatangi Tangerang Selatan di hari pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini. Tidak diketahui secara jelas apa tujuan mereka datang ke Tangerang Selatan saat Pilkada berlangsung. Sebagai informasi, Pilkada di Tangerang Selatan diramaikan oleh tiga pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ketiga pasangan yang bersaing di Pilkada Tangerang Selatan adalah Ikhsan Modjo dengan Li Claudia, Arsid dengan Elvier Ariadianni, dan pasangan petahana Airin Rachmi dengan Benyamin Davnie.
  4. Hapus dari pikiran Anda bahwa kuliah di Jepang itu sulit. Membiasakan diri dengan budaya baru memang tidak bisa dihindari, tapi semua tantangan akan terbayar oleh pengalaman yang didapat. “Sebenarnya kehidupan di Tokyo tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Yang paling beda itu transportasi, cuaca, dan harga. Untuk mengatasi perbedaan itu ya jalani saja,” ujar Caleb Merson Hasibuan, siswa Tokyo International University. Menurut Caleb, perbedaan tersebut justru melatihnya hidup lebih mandiri. Misalnya, ia harus menyesuaikan jadwal dengan jadwal bus yang tepat waktu dan belajar cermat mengeluarkan uang karena ongkos harian di sana mahal. “Kami mengandalkan gaji kerja part time untuk biaya hidup tambahan. Mendapatkan pekerjaannya juga gampang. Kita bisa jadi kasir swalayan, koki, pelayan, dan lainnya. Bisa bahasa Jepangbasic saja sudah cukup,” tutur Caleb. Ya, pemerintah Jepang memang memberikan waktu kerja 28 jam seminggu untuk mahasiswa internasional. Rata-rata gaji per bulan biasanya digunakan untuk membayar sewa apartemen dan biaya hidup sehari-hari. Joshua Emor, mahasiswa S-1 program English Track, Tokyo International University, bertutur, kesulitan menyesuaikan diri dengan kebiasaan penduduk lokal pasti ada. Namun, tantangan itu dapat diatasi dengan beradaptasi. “Saya pikir hampir semua siswa bisa beradaptasi dengan baik. Yang terpenting itu kerajinan. Rajin dalam segala aspek sangat diperlukan di Jepang,” kata Joshua. Berbagi tips, Joshua menyarankan para calon mahasiswa internasional setidaknya mempelajari bahasa dan informasi dasar tentang negara tujuan sebelum berangkat. Termasuk, soal budaya, peraturan spesifik, dan kebutuhan dasar lain. Rata-rata kesulitan yang dialami pelajar internasional di Jepang adalah perbedaan bahasa. Meski begitu, hal tersebut tak perlu jadi alasan untuk patah semangat berangkat kuliah ke Jepang. Terlebih lagi, Pemerintah Jepang setiap tahun membuka sekolah bahasa yang bisa ditempuh selama 6 bulan sampai 2 tahun. Kelas berbahasa Inggris Alternatif lainnya, pelajar dapat memilih program kuliah dengan pengantar bahasa Inggris. Misalnya, belajar melalui program English Track (E-Track) di Tokyo International University (TIU). Program ini cenderung menghemat waktu belajar karena tidak mensyaratkan kemampuan bahasa. Meski begitu, pelajaran bahasa dan budaya Jepang tetap diajarkan sebagai mata kuliah wajib. E-Track program di TIU membuka jurusan Hubungan Internasional dan Ekonomi Bisnis. Setelah mendaftar, calon pelajar berpeluang mendapatkan beasiswa berupa potongan biaya kuliah sebesar 30 persen sampai 100 persen. Untuk tahun ini, pendaftaran dapat dilakukan pada 6-20 November 2015. Bagi yang berminat, cukup menyerahkan esai dalam bahasa Inggris, ijazah, nilai rapor, dan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS (skor minimal 5,5), TOEFL IBT (skor minimal 61) atau TOEIC (skor minimal 700). Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran online di situs https://tiu.applyjapan.com. Formulir aplikasi dengan mudah dapat diunduh melalui http://www.tiu.ac.jp/english/etrack/asset/docs/Application_Guideline_2016.pdf. Konsultasi langsung juga dapat dilakukan mahasiswa dengan menghubungi PIC TIU di Jakarta (Fuji Staff) dalam bahasa Indonesia melalui telepon 021-252-3716 atau e-mail: tiu@fujistaff.co.id. Anda juga bisa berkomunikasi dengan Tokyo Office menggunakan bahasa Inggris atau Jepang lewat nomor +81-3-3362-9644 dan e-mail:etrack@tiu.ac.jp. TIU akan hadir pula dalam Education Fair Jasso yang akan diadakan pada 14 November 2015 di The Square Ballroom, Surabaya; dan pada 15 November 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy