Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'love'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Aku percaya bahwa kamu adalah pasangan baik untukku. Aku sangat berterimakasih padamu karena kamu telah memilihku menjadi pasanganmu. Aku juga berterimakasih kamu telah berusaha membahagiakanku dan melakukan banyak pengorbanan untukku. Namun, maaf, aku terpaksa mengakhiri hubungan kita sampai sini saja. Bukannya aku tidak mencintaimu lagi atau aku sudah menemukan cinta selain kamu. Tidak ada yang salah dalam hubungan kita. Aku terpaksa mengakhirinya karena kamu dan aku adalah orang baik yang sayangnya, kita bukanlah orang yang tepat untuk satu sama lain. Namun, perkenankanlah aku mengutarakan alasanku kenapa aku harus mengakhiri hubungan kita yang indah ini. Sudah cukup lama kita menjalin hubungan ini, tetapi aku masih belum bisa menemukan kenyamanan darimu. Banyak sekali ungkapan rasa dan gelisah yang harus kusimpan dalam hati karena aku takut kamu akan marah padaku. Aku juga tidak merasa bebas bercanda dan bersenda gurau denganmu karena aku khawatir kamu tidak menyukai candaanku. Maafkan aku karena jati diriku tidak bisa membuatku nyaman bersamamu. Aku tidak bisa meneruskan hubungan yang mengekang aku untuk menjadi diriku sendiri yang terbaik. Selalu saja ada perbedaan pendapat di antara kita. Aku paham bahwa kita tidak bisa selamanya sependapat. Namun, perbedaan pendapat malah meracuni hubungan kita. Lihat saja kita yang sering bertengkar dan mau menang sendiri saat berdebat. Kita tidak bisa membangun hubungan tanpa saling memahami, menghargai, dan menghormati satu sama lain. Maafkan aku karena tidak mampu memahami kamu, dan aku tidak bisa terus menuntutmu untuk memahamiku juga. Sadarkah kamu, kamu selalu menyalahkan aku ketika kamu sedang kesal? Apapun yang kulakukan untuk meringankan beban hatimu rasanya selalu salah dan malah menambah kekesalanmu. Ketika aku sedang mencari ketenangan dengan menyendiri atau berkumpul dengan temanku, kamu selalu marah dan menuduhku tidak pernah ada buatmu. Aku sangat mencintaimu, tetapi aku tidak bisa meneruskan hubungan yang dapat merusak kebahagiaanku dan kesehatan emosionalku. Memang, kita saling membutuhkan, tetapi rasanya sulit sekali bagi kita menyempatkan waktu untuk satu sama lain. Setiap kali aku menghubungimu, kamu selalu sibuk, seolah aku mengganggumu. Tidak hanya itu, kamu juga sering menuntutku untuk meluangkan waktuku untukmu tanpa memahami bahwa aku juga memiliki kehidupan lain di luar hubungan kita. Mungkin sekarang saatnya menyadari bahwa kita menjalani hubungan ini di waktu yang tidak tepat. Selama ini aku hanya membohongi diriku sendiri dan orang lain bahwa hubungan kita membahagiakan dan baik-baik saja. Aku selalu merasa kewalahan dan lelah saat bersamamu. Aku tidak sanggup lagi berpura-pura demi hubungan kita. Segala usaha yang aku berikan dalam hubungan selalu sia-sia. Seolah-olah semua yang kulakukan untukmu selama ini hanyalah kewajibanku sebagai pasanganmu, bukannya karena rasa cintaku kepadamu. Baik aku dan kamu bukanlah orang buruk. Kita hanyalah orang baik yang tidak tepat untuk satu sama lain. Maafkan aku karena telah mengakhiri semua ini karena aku tidak mau kita terjerat lebih lama lagi dalam hubungan kita yang kurang tepat. Aku harap kamu dapat menemukan kebahagiaanmu, sebagaimana aku yang berusaha menemukan kebahagiaanku juga.
  2. Mungkin bagi beberapa orang putus dengan pasangan bukanlah hal yang sulit. Tidak bisa dipungkiri memberitahu perihal keinginan putus kepada pasangan bukanlah hal yang mudah. Seringkali masalah ini menjadi drama bersama pasangan. Menjelaskan bahwa hubungan kalian tidak lagi dapat dipertahankan sementara kamu masih mencintainya. Berikut adalah cara putus dengan pasangan yang masih kamu cinta tanpa perlu ada drama. Yuk, baca penjelasannya sebagai berikut: Buat Keputusan Secara Sadar Ketika kamu akan mengambil keputusan berpisah dengan pasangan. Pikirkan secara matang, merenung dan apakah kamu memang benar-benar ingin mengakhiri hubungan kalian. Buat keputusan secara sadar jangan hanya karena ada paksaan dari orang lain. Berikan Tanda Sebelum benar-benar memutuskan berpisah berikan tanda non verbal. Katakan dengan sikap kamu kepadanya. Hindari berkata secara langsung karena akan membuat trauma pada pasanganmu di masa depan. Selain itu, hal ini juga menghindari perdebatan yang tidak perlu saat kamu menyampaikan keinginan kamu untuk putus. Bertemu di Tempat yang Tenang Setelah kamu cukup memberikan tanda, saatnya untuk bertemu dan berbicara langsung dengannya. Pilih tempat yang tenang saat bertemu dengannya. Pastikan kamu menyampaikan hal ini di luar hari istimewa, karena akan membuatnya sulit untuk mengendalikan perasaan. Saatnya Mengatakan Jangan memulai pembicaraan dengan membuat catatan alasan mengapa kamu ingin putus. Mulailah dengan mengajaknya berbicara tentang masa lalu dan mereview hubungan kalian selama ini. Setelah itu, baru katakan bahwa kamu sudah tidak sanggup menjalani hubungan kalian. Jangan Membantah Jangan membuat kesan bahwa memutuskan hubungan adalah cara perang. Tidak perlu membantah dan tidak menerima pendapatnya. Hal ini justru menimbulkan masalah baru. Jangan menambah masalah dengan masalah baru. Mungkin hal ini tidak sesederhana yang kamu bayangkan. Dengan sikap tenang maka dia akan lebih mudah menerima. Tidak perlu drama dan membuat keadaan semakin buruk. Jangan memaksa bertahan dalam satu hubungan yang sudah tidak sehat lagi.
  3. Cerai memang bukan hal yang diinginkan setiap pasangan menikah, tak ada yang menikah hanya untuk bercerai esok harinya. Namun terkadang ketika masalah yang pelik tak bisa diatasi bersama, beberapa pasangan menikah memilih untuk berpisah saja. Tapi untuk kebaikan siapa sebenarnya keputusan cerai? Siapa yang lebih bahagia ketika setelah bercerai? Mungkin orang banyak pula yang berpikir seperti ini karena setelah cerai, masalah tak begitu saja selesai. Berdasarkan hasil survey oleh AVVO yang dilakukan pada 2000 warga Amerika baik pria maupun wanita, menunjukkan bahwa ternyata wanita lah yang banyak menuntut cerai dibanding pria, dengan perbandingan 64 persen untuk wanita dan 44 persen untuk pria. Mengapa wanita yang lebih sering minta cerai? Menurut seksologis dan profesor sosiologi University of Washington, Pepper Schwartz, Ph.D., hal ini dikarenakan kebanyakan wanita menganggap bahwa menyalahkan diri sendiri justru terlihat lemah, dan pria terlihat tidak gentle jika menyalahkan istrinya. Dan siapakah yang lebih bahagia setelah cerai? Ternyata wanita juga lah yang cenderung lebih bahagia. Sebanyak 73 persen wanita mengatakan bahwa mereka tidak menyesali keputusan cerai ini, dan hanya 61 persen pria mengatakan bahwa mereka puas dengan keputusan cerai. Alasan mayoritas wanita lebih bahagia setelah cerai karena mereka merasa lebih nyaman sendirian, bisa lebih sukses, belajar mandiri dan merasa lebih bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Sebaliknya, pria cenderung takut menjalani hidup sendirian setelah sebelumnya mereka memiliki teman dan ada yang mengurus semua hal saat menikah. Itu yang membuat para pria kurang bahagia setelah cerai. Meski memang bukan keputusan yang baik dan diinginkan semua orang, namun perceraian memang tak bisa dipisahkan dari lika-liku rumah tangga. Dan entah pihak mana yang lebih bahagia, semoga keputusan cerai bisa membuat kehidupan kedua belah pihak lebih baik ya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy