Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'lgbt'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) makin merebak, para pemilik perilaku seks menyimpang sekarang sudah semakin berani memperlihatkan dirinya di masyarakat, mungkin karena saat ini semakin banyak masyarakat yang tidak lagi mempedulikan orientasi seksual seseorang dan menganggap hal tersebut adalah urusan pribadi yang tidak perlu dicampuri. Betul nggak sih? Akan tetapi, LGBT merupakan bentuk kemunkaran yang perlu kita cegah perluasannya di masyarakat, karena sungguh banyak kerusakan dan penyakit yang akan timbul dari perilaku seksual menyimpang tersebut. Setuju kan ndral? Nah, berikut ini beberapa hal yang menjadi ciri-ciri seorang gay yang perlu diwaspadai, karena kalau tidak hati-hati perilaku ini bisa menular melalui lingkungan pergaulan. Yang jelas, beberapa ciri ini di dapat dari berbagai sumber : 1.Berfoto selfie gaya alay Ada info yang menyebutkan bahwa salah satu ciri gay yang sangat kentara adalah berfoto selfie gaya alay. Makanya buat yang nggak mau disangka gay, jangan iseng-iseng gaya selfie alay apalagi sambil manyun-manyunin bibir ke depan. 2.Suka menatap ke arah bok*ng laki-laki Kabarnya, para gay melihat bok*ng laki-laki bisa dengan tatapan bernafsu atau minimal tatapannya berbeda dan tak wajar. Aiiih, serem. 3.Bisa menatap berkali-kali ke arah laki-laki yang diincar Konon, para gay bisa mengetahui sesama mereka dengan kode tatapan. Orang yang menatap atau curi-curi pandang terus dengan sinar mata tak lazim ke arah cowok incerannya lebih dari 5x, sudah bisa dipastikan gay. 4.Seorang gay biasanya sangat memperhatikan penampilan Ya bagus banget sih kalau berpenampilan bersih, kekar, wangi pula, tapi kalau sampai seorang pria terlalu lama mematut diri di depan kaca, punya berbagai produk kosmetik, ritual perawatan wajah sekian jam. Mandi bisa habisin waktu sejam lebih, nggak lupa perawatan kuku tangan dan kaki, sangat rajin perawatan fitnes, dan tergila-gila pada bentuk tubuhnya sendiri, aduuuh... kayaknya musti introspeksi diri, karena agak berlebihan. Biasanya seorang gay sangat peduli pada penampilan dirinya. Jadi, buat cowok jangan terlalu berlebihan segitunya kalau nggak mau dicurigai. 5.Fashion update Modis, dandy, cowok gay biasanya punya selera fashion yang bagus dan up-to-date. Karena fashionable, cowok gay bisa bikin cewek jadi minder karena kalah saing. Et dah... 6.Wangi Selalu memakai pengharum tubuh dengan bebauan yang agak norak. Bisa jadi emang norak harumnya atau karena sekali semprot langsung habis satu botol. 7.Memakai riasan Tentu hal ini tidak berlaku jika profesinya menuntutnya untuk menggunakan riasan. Tapi kalau pas bersantai aja dia tetap menggunakan riasan meskipun tipis, duuh curiga deh jadinya. Bisa menggunakan blush on warna nude atau pelembab bibir berwarna. Ingatlah, tidak ada pria normal yang akan menggunakan riasan misalkan lipgloss atau maskara sekalipun pas pedekate sama perempuan incarannya. 8.Anting di salah satu telinga (kanan) Ciri-ciri khusus lainnya adalah mengenakan anting di telinga kanan. Cowok pake anting sudah bukan hal aneh sekarang ini ya Sob, terutama buat mereka yang suka musik Punk atau Rock. Penggemar musik keras biasanya menindik di telingan sebelah kiri. Nah, kabarnya... Kaum Homo menindik telinga sebelah kanan mereka untuk menyamarkan identitas mereka dan agar mereka bisa saling mengenali dengan cepat. 9.Mengagumi cowok Cowok mengagumi cowok sebenernya nggak salah, tapi kalau terlalu mengagumi bahkan terobsesi sampai memuja-muji kayaknya udah nggak beres dah. Jika seorang cowok terlalu memuji cowok lainnya, entah itu artis ,pemain bola, atau teman yang pujiannya itu terkesan mengagumi dari lubuk hati yang terdalam, bisa terindikasi gay. Bahkan jika sedang berjalan dan melihat cowok lain yang ‘tipe’nya. Dia akan memperhatikan cowok tersebut dengan seksama. 10.Pakai baju "V" Neck Khususnya di Malaysia, jangan sekali-kali pakai baju, sweater atau atasan apapun dengan model V pada kerah lehernya, karena akan dianggap gay. Semoga informasi yang alakadarnya ini bisa bermanfaat, dan semoga kita terjauh dari perilaku menyimpang yang tak sesuai ya!
  2. Kejadian penembakan pada salah satu klub di Orlando membuat banyak orang patah hati. Banyak yang tidak menyangka, kejadian yang dikira hanya terjadi di film, dapat juga terjadi di kehidupan nyata, tepatnya di kota Orlando. Begitu juga dengan seorang ibu bernama Mina Justice, sudah berjam-jam sejak Mina Justice mendapat kabar terakhir dari Eddie, anaknya yang berumur 30 tahun. Terakhir, putranya memberi kabar kepada Mina jam 2.06 subuh, mengatakan "Ibu, aku mencintaimu". Berikut pesan anaknya Tak lama setelah itu, Eddie mengirim pesan kembali, mengatakan ada penembak di klub yang ia datangi. Ia menyuruh ibunya untuk menelepon polisi Orlando, dan mengatakan ia bersembunyi di kamar mandi dengan orang lain. "Ia datang" tulisnya, "Aku akan mati". Pesan berikutnya tertulis: "Ia menangkap kami, dia disini bersama kami" Ungkap Mina, saat diwawancara oleh The Associated Press. "Itu percakapan terakhir" Jelas Mina saat menguraikan kejadian TragediOrlando. Penembakan dini hari itu terjadi di klub malam Pulse, Orlando, yang di situsnya tertulis sebagai "Orlando Premier Gay Night Club". Pihak berwenang menyatakan setidaknya 50 orang tewas dan 53 lainnya terluka. Tragedi Orlando ini dinilai serangan teror paling mematikan kedua setelah peristiwa 11 September 2011 dalam sejarah AS. Seorang ibu lain bernama Christine Leinonen, juga sangat khawatir saat belum mendengar kabar dari anaknya Christopher, yang berada di dalam klub pada saat penembakan. "Tolong, agar kita semua mencoba untuk menyingkirkan kebencian dan kekerasan," katanya sembari menangis terisak-isak, dalam sebuah wawancara dengan ABC News. Leinonen kemudian mengatakan kepada ABC News bahwa dia menerima konfirmasi bahwa anaknya adalah salah satu korban yang telah mati. Penyelidik telah mengidentifikasi penembak bernama Omar Mateen dari St. Lucie County, Florida, seorang warga negara AS dengan orang tua berdarah Afghanistan. Pendukung ISIS telah memuji pembantaian tersebut secara online. Dari pihak ISIS juga telah mengaku bahwa penembak tersebut adalah salah satu "pejuang" mereka. FBI mengatakan bahwa Omar telah mempersiapkan penyerangan ini dengan sangat teratur dan terencana. Sebenarnya, Omar sendiri telah di bawah pengawasan petugas, namun tidak sebagai target investigasi. Awalnya, petugas polisi yang bekerja di klub malam tersebut telah melakukan baku tembak dengan Omar di luar gedung jam 02:02 pagi. Lalu kemudian Omar masuk ke klub, di mana ada sekitar 320 orang di dalam, dan melepaskan tembakan. Tak lama Omar mulai mengambil sandera, ia membawa senapan serbu, pistol, dan beberapa jenis perangkat lainnya. Berita penembakan di sebuah klub Orlando segera menyebar setelah pukul 2 pagi. Setelah klub malam Pulse mengunggah pesan "Semua orang keluar dari pulsa dan segera berlari." di halaman Facebook-nya, Polisi Orlando mengikuti dengan mengirim pesan di Twitter "Penembakan terjadi pada klub malam Pulse di S Orange. Banyak yang cedera. Hindari area ini." Tim SWAT masuk untuk menyelamatkan para sandera pada sekitar pukul 5 pagi. Penembak tewas dalam baku tembak dengan petugas, jelas salah satu juru bicara FBI. Kemudian, pada pukul 5:53 polisi Orlando menulis di Twitter, "Penembak dalam klub malam sudah mati".
  3. Angie Abadi is a 45-year-old lesbian who now lives with her partner in Hobart, Tasmania. But she was born and raised in Yogyakarta, Central Java. When she was 12, she realized her attraction to the same gender. But not until she was in university did she come out to her parents about her sexual orientation. Luckily, her parents accepted her despite the social risks. Not everyone is so accepting in a society where anti-gay rhetoric is still common and public figures quickly speak out against lesbians, gays, bisexuals and transgendered people (LGBT). Angie realized that living as a lesbian in Indonesia might bring social problems to her family. “I want to live in somewhere else out of Indonesia, far far away from my family, that’s what in my head when I realized that I was gay, because I know that the way I am is going to influence my family,” Abadi said. In 2002, Angie decided to pack her bags and moved to Australia. LGBT spotlight Being gay or lesbian has never been outlawed in Indonesia, except in the province of Aceh, where sharia, or Islamic law, has been implemented. But recent controversies about gays and lesbians in Indonesia have been surfacing in the public and on social media. It was started by outrage over a counseling brochure distributed by a gay support group. Support Group and Resource Center of Sexualities Studies (SGRC), established at the University of Indonesia in 2014, says it aims to promote, educate and develop programs related to sexuality, reproduction and sexual orientation. SGRC has been criticized and accused by public officials as being pro gay rights. Lack of understanding Andreas Harsono, an Indonesian researcher for Human Rights Watch says the gay and lesbian community in Indonesia has been facing discrimination for years despite their reluctance to campaign for rights like same sex marriage. He said this minority group only wants certain rights to be respected, like the rights to be able to work and gather with the community where they can freely express themselves, discuss or ask questions about being different. “But now it’s becoming more complicated for them just to ask a question, poor them. There are so many people who have given anti-LGBT comments who don’t understand the real problem,” Harsono said. FILE - A member of the Islamic Defenders Front (FPI) holds up posters protesting against films in Jakarta, Sep. 28, 2010. The gay and lesbian community in Indonesia faces discrimination. FILE - A member of the Islamic Defenders Front (FPI) holds up posters protesting against films in Jakarta, Sep. 28, 2010. The gay and lesbian community in Indonesia faces discrimination. Restriction implementation The Indonesian Broadcasting Commission banned radio and television stations from airing any program that portrayed lesbian, gay, bisexual and transgender behavior as normal. The ban reportedly followed a meeting with the Indonesian Child Protection Commission, which was concerned about the increasing number of television programs starring members of the LGBT community. Before that, the Indonesian government ordered the instant messaging app called Line to remove all same-sex emojis or be banned from the country. Ismail Yusanto, a spokesman from one of the biggest Muslim organizations in Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia, believes the government should make regulations to ban LGBT activities and action before the community grows too large. Yusanto added LGBT people can be "back to normal" after they repent. “We believe that based on science and according to experts that actually LGBT [people] could become normal,” Yusanto said. The belief that sexual orientation is a contagious disease that can be cured is common in Indonesia, where the sentiment frequently shows up in social media comments. The lack of understanding and education about LGBT in Indonesia often creates wider prejudice, according to Hartoyo, director of an NGO that supports LGBT rights. “For the LGBT issue in Indonesia, [we] don’t have many information about LGBT rights, or information about sexuality, about gender identity, about sexual orientation. So [its a] very moral panic,” said Hartoyo, who goes by one name. Many who are fighting for public education and for the rights of gays and lesbians say they are no longer safe, saying they have been the targets of threats and intimidation in the past month. The growing discrimination and intolerance related to LGBT draw the attention and concern of Angie in Tasmania. In her home town, authorities have decided to close down an Islamic school for transgender students after receiving pressure from local religious hardliners. Source: VOA
  4. Pada awalnya saya juga ngga percaya. Sebab, Whatsapp (WA) saya ngga ada. Ternyata setelah bertanya dengan teman, mereka melihatnya ketika menggunakan WA via Web (Desktop) dan WA yang sudah di-upgrade. So, ini kampanye baru LGBT. Sekarang, Anda lihat sendiri emoticon berikut ini. Hmm.. rada aneh kan? Terutama emoticon yang ada Love antara perempuan dengan perempuan, yaitu gambar manusia dengan rambut panjang sebahu. Kalau emoticon lelaki biasanya memang beda. Lalu, ada emotican yang menggambarkan keluarga. Ada Pria dengan Pria (berbaju biru) dan menghasilkan anak-anak lelaki. Begitupun sebaliknya, wanita dengan wanita dengan muka berbahagia, dan anak-anak dari mereka. Tentu bisa saja, itu tante-tante dan ponakan mungkin ya? Tapi apa iya, maksud gambar tersebut adalah itu? Seorang teman memajang emoticon dengan cemas di sebuah grup WA seperti ini, yang lengkap yang dia temukan sendiri. Bukan hasil forward. Jangan terlalu terpaku lihat kalimat awal dan akhir, karena itu sepenuhnya pendapat si pemilik akun WA yang posting. Tapi lihat saja gambar-gambar emoticon tersebut. Baju warna biru memang menggambarkan lelaki, berambut pendek. Sudah lazim di WA. Juga perempuan baju Pink. Kabarnya, gambar demikian juga ada di BBM (Blackberry Messenger). Karena saya ngga pakai BBM, saya nggak bisa buktikan. Bagaimana menurut Anda?
  5. Banyak singkatan yang menunjukkan orientasi seksual seseorang selain LGBT. Istilah LGBT -lesbian, gay, biseksual, transgender- banyak muncul dalam tiga minggu terakhir di tengah kontroversi terkait kelompok ini. Isu yang diperdebatkan dalam akun media sosial BBC Indonesia antara lain terkait tentang toleransi terhadap kelompok ini, namun banyak mendapat penentangan. Ricky Iskandar Tansari melalui Facebook BBC Indonesia antara lain menulis, "Pengalaman saya di Jerman, toleransi terhadap kaum LGBT sudah bertahun-tahun, tapi yang dominan di masyakarat tetap hetero alias 'normal', yang LGBT dianggap biasa aja." Pernyataan Ricky ini antara lain ditanggapi oleh Sembara Septiandi Wibowo yang menulis, "Yang ditakutkan 'virus' LGBT akan menyebar ke anak dan saudara-saudara Anda," dan Septian Setiawan yang mengatakan, "Berdoa aja anak cucu gak jadi LGBT bawaan dari lahir kalau gitu." Tanggapan lain dari akun Lang Lang Buana yang menulis singkat, "LGBT itu makanan apa sih, apa merek HP?" Ada berbagai singkatan untuk menggambarkan orientasi seksual, bukan hanya LGBT tetapi ada juga LGBTQ, LGBTQA atau TBLG. Singkatan yang lebih panjang terdiri dari 10 huruf, LGBTQQIAAP yang menggambarkan gender dan seksualitas seseorang. Sejumlah orang menggambarkan dirinya dengan lebih dari satu huruf. Lalu apa singkatan huruf LGBTQQIAAP dan apa artinya?
  6. Guest

    LGBT di Amerika Serikat

    Perjuangan kaum LGBT di AS untuk mendapatkan persamaan hak seperti sekarang melalui proses panjang dan penuh kontroversi. Meskipun demikian masih banyak kelompok-kelompok yang menentang keberadaan mereka. Simak laporan Patsy Widakuswara dan Supri Yono dalam Apa Kabar Amerika berikut ini.
  7. Menurut data yang dikeluarkan Facebook, Rabu 10 Februari 2016, dari data sampai akhir 2015, jumlah mereka yang menyatakan identitas seksual mereka naik dua kali lipat dibandingkan di awal tahun. Para peneliti mengatakan sosial media juga semakin menjadi platform yang berguna bagi komunitas LGBTI untuk berhubungan dan berbagi cerita dan informasi. Pada 2015, topik kesetaraan pernikahan (marriage equality) menjadi topik keenam paling banyak diperbincangkan di Facebook secara global, dan merupakan topik nomor 11 paling populer diperbincangkan di Amerika Serikat. Analisa ini tidak menyebut angka per hari jumlah warga Australia yang menyatakan identitas seksual mereka di akun mereka, atau jumlah warga Australia yang menjadi komunitas LGBTI, namun Facebook mengatakan jumlah warga Australia yang menyatakan diri LGBTI di Facebook meningkat pesat." Facebook memantau jumlah LGBTI di Australia dengan melihat 14 akun di Australia yang mengubah fitur "interested in" (tertarik dengan) masalah 'jenis kelamin yang sama, ketertarikan akan kedua gender, menulis status hubungan sesama jenis atau mengklik klasifikasi yang sudah ada. Menurut Facebook, juga terjadi peningkatan 'likes' untuk berita berkaitan dengan LGBTI seperti ketika berlangsung peristiwa seperti Mardi Gras2015, referendum di Irlandia yang mendukung pernikahan sesama jenis pada Mei, dan keputusan Mahkamah Agung Amerika di Juni yang mengesahkan pernikahan sesama jenis.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy