Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'leopard'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Pemerintah Jerman berencana membeli kembali 100 tank yang sempat dijual ke industri pertahanan. Langkah itu ditempuh di tengah laporan bahwa NATO sepakat menggandakan kekuatan guna menghadapi krisis di Ukraina. Sebagaimana dikatakan juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman, Jens Flosdorff, pihaknya akan membeli kembali 100 unit tank Leopard 2 dari industri pertahanan. Tank-tank tersebut selama ini disimpan di gudang dan tak pernah dipakai dalam pertempuran. Perangkat pertahanan itu dijual empat tahun lalu sebagai bagian dari pemangkasan anggaran militer setelah Perang Dingin. Biaya yang akan dikeluarkan untuk membeli 100 tank tersebut mencapai 22 juta euro atau setara dengan Rp300,7 miliar. Dana itu amat mungkin belum mencakup biaya modernisasi tank yang akan dimulai pada 2017 mendatang. Pembelian itu akan menambah jumlah tank yang dimiliki militer Jerman menjadi 328 unit. Dengan penambahan tank, menurut Flosdorff yang mengonfirmasi laporan majalah Der Spiegel, Jerman harus bisa memastikan dapat memobilisasi pasukan ke lokasi yang tepat dan dalam waktu yang singkat. Rencana Jerman mengemuka di tengah laporan bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hendak menciptakan unit pasukan reaksi cepat guna menghadapi krisis di Ukraina. Para menteri negara anggota NATO juga sepakat menggandakan jumlah pasukan. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa NATO akan merespons lebih jauh konflik di Ukraina yang juga melibatkan Rusia.
  2. Ternyata Tank Leopard Tidak Rusak Aspal Jalanan Surabaya. Ini sekedar masalah Fisika. Kenapa kapal besi yang berat tidak tenggelam di air? Kenapa pesawat terbang dari besi yang besar kok bisa terbang di udara? Kenapa Tank Leopard yang berat itu tidak ambles / merusak jalan? Itu semua masalah Fisika. Jika orang paham Fisika, niscaya tahu Tank Leopard tidak akan merusak aspal jalanan Surabaya, Jakarta, atau pun kota2 lainnya. Dan dalam perang di mana gedung2 dan jalan2 serta jembatan akan hancur dibom lawan, jangan mikirin jalan rusak lagi. Langsung saja pakai tanknya buat perang…
  3. Salah besar jika Anda berpikir naluri keibuan itu hanya milik makhluk bernama manusia. Karena sesungguhnya Tuhan Maha Adil, naluri keibuan adalah fitrah, bahkan hewan buas pun memilikinya. Tak peduli apakah sang induk dan sang anak berasal dari jenis yang sangat jauh berbeda, tak peduli jika salah satunya adalah predator bagi yang lainnya, naluri keibuan itu akan tetap muncul untuk menyayangi satu sama lainnya. Video dokumenter Natgeo 2006 (Eye Of The Leopard) Seperti yang tersirat dalam video dokumenter National Geographic 2006 berjudul “Eye Of The Leopard” ini, yang menangkap momen luar biasa ketika naluri keibuan seekor macan tutul melebihi sifat predatornya. Adalah Legadema, sosok leopard alias macan tutul yang hidup di padang savana Afrika. Di umurnya yang beranjak 3 tahun, Legadema adalah sosok predator utama di habitatnya. Instingnya sebagai pembunuh pun tak terbantahkan. Sekali terkam, mangsa pun tak lagi sanggup hidup. Namun pada suatu ketika, saat matanya menatap seekor bayi baboon yang induknya baru saja meregang nyawa karena cengkramannya, hukum rimba pun tertulis ulang! Dalam video tersebut, nampak Legadema telah memburu sang baboon dari kejauhan. Ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menerkam saat baboon itu lengah. Sayangnya, Legadema tak mengetahui bahwa baboon itu sedang menyusui bayinya. Setelah mencabik-cabik sang baboon, Legadema pun membawa mangsanya ke atas pohon. Ia pun terperanjat, saat menyadari ada seekor bayi baboon yang masih tersangkut di payudara sang induk baboon, sang bayi baboon yang sedang menyusui itu pun jatuh ke bawah. Legadema menghampirinya, namun ajaibnya, predator buas itu bukannya memangsa si bayi baboon, Legadema malah menatapnya lekat, lalu ia pun merebahkan diri sejenak di samping si bayi, seakan tak tahu apa yang harus dia lakukan. Terpancar raut penyesalan di wajah buasnya. Yang terjadi kemudian, tentu akan membuat Anda menitikkan air mata. Bagaimana seekor predator buas memilih untuk merengkuh tangan kecil dan merawat serta melindungi sang bayi baboon tersebut. Seandainya Legadema bisa bicara, mungkin ia akan berkata “Inilah wujud penyesalan terdalam atas apa yang baru saja aku lakukan terhadap induknya” Legadema pun membawa sang bayi baboon ke sebuah batang pohon yang lebih terlindung dari predator lain yang dapat memangsa si bayi baboon. Bahkan saat seekor hyna datang untuk memangsa, Legadema sigap melindungi sang baboon kecil. Bahkan saat malam tiba, ketika sang bayi berkali-kali jatuh dari batang pohon, Legadema pun segera turun dan menjemputnya sebelum hyna berhasil memangsanya, Legadema pun kembali merengkuh sang bayi baboon dalam dekapannya. Seperti seorang ibu meninabobokan anaknya. Sayangnya, takdir berkata lain. Saat pagi tiba, sang kameramen pun menyadari bahwa sang bayi baboon tak bernafas lagi. Menurutnya, sulit bagi seorang bayi baboon hidup tanpa sentuhan induknya kala itu. Dan saat menyadari bayi baboon itu mati, Legadema pun beranjak pergi dengan tatapan sendu. Para kru film pun meninggalkan Legadema di habitatnya. Beberapa bulan terlewati, sebuah kabar baik pun sampai ke telinga para kru film. Dereck Joubert, sang pembuat film tersebut mengatakan bahwa Legadema tengah mengandung bayinya. "Kami baru saja mendengar bahwa ia akan segera memiliki bayi sendiri untuk dirawatya , ya seperti saat dia merawat si babon kecil dengan penuh kasih," ujar Joubert. Kisah nyata di alam liar ini tentu membuat suatu pelajaran berarti bagi kita manusia, dimana pemberitaan miris tentang bayi-bayi yang dibuang ibunya seperti tak ada habisnya, tentang bayi-bayi yang dibunuh orang tuanya secara kejam karena himpitan ekonomi. Maka, berkacalah pada Legadema, seekor predator buas sepertinya pun masih memiliki rasa penyesalan yang mendalam. Ia bahkan sanggup membunuh insting pembunuh di otaknya untuk memertanggungjawabkan kesalahannya tersebut. Lalu bagaimana dengan kita, makhluk bernama manusia?

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy