Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'lazada'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Lazada Indonesia masih belum memberikan komentarnya terkait keputusan Alibaba Group Holding untuk membeli sebagian besar saham Lazada Group dengan nilai US$ 1 miliar atau setara Rp 13,1 triliun. "Kita adalah tim Lazada, bukan Alibaba, jadi kita tidak bisa berkomentar soal itu," kata Florian Hlom, co-CEO Lazada Indonesia saat acara peresmian kerjasama antara Lazada dengan Gojek di Jakarta pada Selasa, (12/04). Padahal sebelumnya, ketika isu akusisi mulai deras diberitakan, Chief Strategy Officer Lazada Indonesia, Magnus Ekbom juga sempat membantahnya. "Itu hanya sebatas rumor. Banyak rumor di luar sana tentang Lazada. Tapi soal akuisisi ini, siapa yang bilang? Ini adalah salah satu (rumor) yang tidak benar," tutur Magnus usai acara ulang tahun Lazada yang keempat. Selain menggelontorkan dana besar untuk kepemilikan saham di Lazada, Alibaba juga sudah menyiapkan dana investasi sebesar US$500 juta atau sekitar Rp6,5 triliun. Sementara laporan Bloomberg menyebutkan sejumlah investor Lazada yang menjual sahamnya kepada Alibaba adalah Rocket Internet SE, Tesco Plc dan Investment AB Kinnevik. Lazada selama ini dikenal sebagai e-commerce yang menjual produk elektronik dan pakaian di enam pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sementara Alibaba jadi penguasa pasar di China. "Dengan investasi di Lazada, Alibaba mendapatkan akses ke platform dengan basis konsumen besar dan berkembang di luar China. Tim manajemen terbukti punya dasar yang kuat," kata Presiden Alibaba Michael Evans dalam sebuah pernyataan. Lazada sendiri didirikan oleh Rocket pada tahun 2012 silam. Situs e-commerce ini sudah beroperasi--khususnya di Asia Tenggara--seperti di Indonesia, Singapura, Thailand dan Vietnam.
  2. Perusahaan penyedia platform perdagangan online Lazada Group dikabarkan telah diakuisisi oleh sebuah perusahaan. Namun, belum jelas siapa dan detail proses akuisisi ini. Meski kabar ini sudah beredar kencang di industri, Chief Strategy Officer Lazada Indonesia Magnus Ekbom, tetap membantah hal tersebut. "Itu hanya sebatas rumor. Banyak rumor di luar sana tentang Lazada. Tapi soal akuisisi ini, siapa yang bilang? Ini adalah salah satu (rumor) yang tidak benar," bantah Magnus usai acara ulang tahun Lazada yang keempat di Jakarta, Senin (14/03). Sejauh ini Lazada beroperasi di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Lazada didirikan oleh Rocket Internet pada 2011 dengan tujuan menjadi Amazon untuk pasar Asia Tenggara. Sejumlah perusahaan besar tercatat telah menginvestasikan dananya di Lazada, antara lain perusahaan finansial JP Morgan, peritel Kinnevik dari Swedia, ekuitas Summit Partners dari Kerman, sampai Temasek Holdings dari Singapura. Rocket Internet sendiri gencar berbisnis di perusahaan Internet, melakukan investasi, bahkan menjual perusahaan rintisannya yang dianggap tak menunjukkan performa. Awal Februari 2016 lalu, perusahaan asal Jerman itu menjual sejumlah startup kulinernya di negara Spanyol (La Nevera Roja), Italia (PizzaBo & Hellofood Italy), Brasil (Hellofood Brazil), dan Meksiko (Hellofood Mexico) kepada Just Eat senilai €125 juta atau sekitar Rp1,8 triliun. Just Eat sendiri merupakan perusahaan asal London yang bergerak di bidang pemesanan dan pengiriman makanan secara online.
  3. Cina kini menjadi market e-commerce terdepan dan Indonesia sebagai market terbesar di Asia Tenggara memiliki potensi terbesar untuk menjadi negara berikutnya yang akan menciptakan tren e-commerce dunia kedepannya. Diperkirakan dalam waktu tiga tahun, setengah dari penduduk dunia akan mencoba berbelanja online dan disaat yang sama rata-rata waktu yang dihabiskan oleh masyarakat Indonesia menggunakan internet melebih rata-rata waktu dari masyarakat di seluruh dunia dalam menggunakan internet. Demikian salah satu hal yang diungkapkan oleh Sebastian Sieber, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia pada acara diskusi terbuka yang diselenggarakan idEA beberapa waktu lalu. Ia pun menambahkan bahwa ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan bagi industri e-commerce di Indonesia, baik bagi pelaku e-commerce yang sudah mapan maupun bagi mereka yang baru pertama memasuki ranah industri e-commerce tanah air. Yang pertama yaitu Operasional dan logistik menjadi mesin penggerak e-commerce. Tahun 2016 akan menjadi tahun dimana para pelaku e-commerce didorong untuk melakukan inovasi untuk sistem operasional dan logistik yang digunakan untuk memenuhi permintaan konsumen belanja online di tanah air. Sebanyak 8.7 juta masyarakat Indonesia diperkirakan akan melakukan belanja online pada tahun 2016. Salah satu usaha yang dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen yang meningkat secara signifikan, tahun ini Lazada Indonesia akan membuka pusat distribusi baru dengan luas lima kali lipat dibandingkan pusat distribusi sebelumnya yang terletak di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Pusat distribusi ini juga didukung dengan fasilitas distribusi lainnya yang terletak di Surabaya, bersama dengan hub pengiriman yang saat ini sudah tersebar di berbagai kota untuk menjangkau konsumen di tanah air Kedua, tahun 2016 menjadi tahun bagi para pengusaha muda kreatif. Industri e-commerce menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis UKM di Indonesia. Pada tahun 2015, para pelaku e-commerce termasuk Lazada Indonesia melakukan berbagai macam kegiatan dan inisiatif untuk memperkenalkan manfaat e-commerce bagi para pelaku UKM. Dengan ribuan pelaku usaha yang bergabung dengan platform marketplace e-commerce, di tahun 2016 para pelaku UKM akan didorong untuk menjadi lebih kreatif dalam menghadirkan produk yang dapat mereka pasarkan melalui e-commerce di tanah air. Dan ketiga adalah kepercayaan dihasilkan dari pengetahuan dan pengalaman. Penetrasi dari e-commerce di Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 13,4%, setengah dari penetrasi e-commerce di Cina saat ini. Kesuksesan Hari Belanja Online Nasional 2015 yang diikuti oleh 140 e-commerce di tanah air menggerakan e-commerce selangkah lebih maju untuk memperkenalkan konsep belanja online. Di tahun 2016, e-commerce akan memasuki fase dimana mayoritas masyarakat Indonesia lebih dari sekedar mengetahui konsep dari belanja online. Potensi terbesar bagi pertumbuhan e-commerce di Indonesia hadir melalui masyarakat Indonesia yang belum mencoba berbelanja online. Jika selama ini kepercayaan dianggap menjadi faktor kunci bagi masyarakat untuk dapat berbelanja online, Lazada Indonesia melihat bahwa pengetahuan menjadi faktor yang mendahului kepercayaan.
  4. Situs web belanja online Lazada Indonesia, jadi target serangan peretas pada Selasa 13 Januari 2015. Pada serangan ini, peretas melakukan serangan dengan mengganti tampilan (deface) sebuah halaman yang berkaitan dengan promosi produk yang dijual di sana, dan bukan halaman utama. PR Manager Lazada Indonesia, Tania Amalia, mengatakan pihaknya sedang melakukan investigasi atas serangan ini. "Data konsumen adalah prioritas kami dan hingga saat ini tidak ada data yang diambil," ujar Tania. Ada beberapa halaman promosi yang berhasil diganti tampilannya oleh peretas, salah satunya adalah halaman dengan alamat http://promo.lazada.co.id/gc.php. Ketika diretas, halaman ini menampilkan gambar kartun sosok monster yang sedang tersenyum dengan latar belakang hitam. Di sana juga terdapat keterangan teks "Tidak ada unsur menjatuhkan, politic, dll cuman ngetest doang kok, no backdoor just nitip file Peace.... Lazada Got pwnz ??? lolz." Peretas juga meninggalkan identitas yang nampaknya adalah nama alias, seperti "SultanHaikal, d3b~X, Index Php, Coup De Grace, Brian Kamikaze, dan Mdn_Newbie."
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy