Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'laut'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 19 results

  1. Restoran "Under” berada lima meter di bawah permukaan laut Spangereid di selatan Norwegia. Kata "Under” dalam bahasa Norwegia juga berarti "keajaiban”.Restoranini baru diluncurkan Rabu (20/3) lalu, dengan dihadiri keluarga serta teman-teman dari pemiliknya. Baru di bulan April restoran ini akan dibuka untuk umum. Sebagai restoran bawah laut terbesar di dunia, "Under” dapat menampung hingga 100 tamu. Salah satu pemiliknya, Gaute Ubostad, optimis dengan konsep restoran. "Restoran kami akan mendatangkan turis dari seluruh dunia. Itulah tujuan kami,” katanya. Bagunan restoran dibuat menyerupai batu besar yang muncul dari dalam laut. Restoran "Under" tingginya 34 meter dan sengaja didesain menyatu dengan lingkungan laut. Permukaan betonnya sengaja dibuat kasar dengan maksud sebagai terumbu karang buatan bagi rumput laut dan limpet. Kantor arsitektur asal Norwegia, Snoehetta, yang mewujudkan karya ini. Mereka juga dikenal dengan karya arsitekturnya untuk Museum 11 September di New York dan gedung opera di Oslo. Restoran dilengkapi dengan jendela-jendela yang besar. Sambil menyantap hidangan, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan bawah laut. Kepiting, lobster, ikan hiu kecil atau dogfish, ikan pollack dan ikan kod adalah beberapa ikan yang biasanya akan terlihat diantara rumput laut. Sang arsitek, Kjetil Traedal Thorsen mengatakan: "Jendela besar bukan dimaksudkan sebagai akuarium, melainkan untuk melihat hal yang sesungguhnya.” Anjing laut tidak akan ditemukan dalam pandangan sebab kehadirannya justru membuat takut ikan-ikan yang lebih kecil. Pencahayaan buatan akan digunakan untuk menuntun ikan-ikan ke mangsanya yang berada di dekat jendela. "Salah satu tujuan kami adalah kepuasan tamu untuk bisa merasakan pengalaman unik di dalam laut," lanjut Ubostad. Hidangan laut tentunya ada di daftar menu, juga daging burung laut dan domba sebagai menu santap malam. Nicolai Ellitsgaard Pedersen didaulat sebagai koki utama. Dia pernah bekerja di restoran "Maltid” di Kristiansand dan di Henne Kirkeby Kro, sebuah restoran Michelin di Denmark. Sudah 7000 orang memesan tempat di restoran itu untuk menu "Under”, yang diperkirakan akan dihargai sampai 376 Euro atau sekitar enam juta Rupiah. Ubostad berharap per tahunnya restoran akan kedatangan sekitar dua belas ribu orang. Hal ini juga baik bagi bisnis perhotelan di sekitar restoran.
  2. Dengan tema penyelamatan lingkungan hidup, Adidas rilis produksi dari material sampah laut yang telah didaur ulang. Seperti apa? Adidas bekerjasama dengan Parley For The Oceans untuk membuat produk sepatu yang terbuat dari material sampah-sampah di lautan yang didaur ulang. Mengutip HuffingtonPost, sepatu ini dibuat dari bahan pukat dan material-material buangan lainnya yang ditemukan di lautan oleh pihak Sea Shepherd (rekan dari Parley). Produk sepatu Adidas 'daur ulang' ini dipresentasikan di forum PBB, sebagai bagian dari seri perbincangan usaha konservasi lautan dari pihak Parley.Pihak Adidas mengatakan bahwa mereka berencana untuk menggunakan material plastik daur ulang ke produk mereka, mulai tahun 2016.
  3. Sebuah postingan dari selebgram Anya Geraldine bikin miris. Lagi snorkeling saat liburan, ia malah angkat bintang laut untuk foto. Padahal itu nggak boleh! Selebgram Anya Geraldine sedang asyik liburan bersama kekasihnya. Seperti yang diintip detikTravel dari akun Instagramnya, Rabu (16/5/2018) ia mengangkat bintang laut biru untuk berfoto bersama. Ternyata, mengangkat biota laut dari air nggak boleh lho traveler. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP, Dr Ir Diah Permata Msc. "Itu yang diangkat jenis bintang laut biru Linckia laevigata yang memang banyak dijumpai di area terumbu yang dangkal," ungkap Diah. Diah mengatakan bahwa tindakan mengangkat binatang dan tumbuhan laut adalah hal yang dilarang. "Semua binatang laut atau tumbuhan laut yang sebaiknya tidak diangkat-angkat," ujar Diah. Walaupun mampu untuk bertahan, namun tindakan ini dapat membuat si bintang laut terganggu. "Meski tidak termasuk binatang yang dilindungi namun mengangkat-angkat seperti itu artinya membuat stress si bintang. Ini tentunya berdampak buruk untuk binatangnya," jelas Diah. Dari pengamatan Prof Yamaguchi dari Universitas of Hawaii at Manoa, eksposur terhadap udara yang berlebihan dapat menyebabkan kematian pada bintang laut. Duh, kasian ya... "Ya mungkin tidak sekali diangkat langsung mati. Tapi berkali-kali diangkat maka akan menimbulkan stress berlebihan karena terekspos udara. Dari kondisi tersebut kematian bisa terjadi," tambah Diah. Foto yang diposting oleh Anya Geraldine bisa menularkan kebiasaan yang salah. Hal ini akan dianggap wajar dan diikuti oleh traveler lainnya. Traveler yang mau melakukan aktivitas liburan di laut sebaiknya mencari tahu beberapa hal yang dilarang di laut. Mengangkat bintang laut ke luar air salah satunya ya!
  4. Sebuah alat generator gelombang air buatan dibuat untuk membantu kita dalam membangun kota-kota yang tahan badai dan banjir. Alat yang bernama Delta Flume ini mampu menghasilkan ombat buatan setinggi empat meter, dan dibuat sebagai simulator pembangunan kota-kota anti-banjir dan badai. Kolam di Delta Flume sendiri adalah sepanjang 299 meter dan sedalam sembilan meter.Delta Flume sepenuhnya beroperasi pada hari ini, 5 Oktober 2015, dan diklaim merupakan generator ombak terbesar yang pernah ada.Simak videonya di bawah ini. https://youtu.be/alvABRdEMC0
  5. Di dunia ini, perempuan atau betina ditakdirkan untuk mengandung dan melahirkan. Namun, hal berbeda dialami kuda laut. Kuda laut mengalami hal yang sangat tidak umum di dunia binatang untuk hamil dan melahirkan. Para ahli bahkan tidak memiliki penjelasan mengapa kuda laut melalui pengalaman tersebut meski mereka berteori itu adalah cara kuda laut membantu anak mereka bertahan hidup. Meski kuda laut jantan yang mengandung, jangan salah bahwa mereka merupakan hermafrodit atau berkelamin ganda. Pejantan tetap membutuhkan telur yang disuntikkan ke kantong pejantan oleh betina ketika mereka kawin. Kantong pejantan tersebut adalah organ yang sangat kompleks yang mampu mengatur suhu, aliran darat, serta salinitas air untuk telur ketika mereka menetas, sehingga bayi-bayi mereka siap dilahirkan di laut. Teori lainnya yang menjelaskan mengapa pejantan yang mengandung adalah agar kuda laut lebih cepat membuat bayi. Sang betina mendepostikan telurnya yang siap dibuahi ketika kawin dengan pejantan sehingga mereka bisa membuat lebih banyak telur. Jadi ketika pejantan hamil, para betina memproduksi sel telur. Hal tersebut dilakukan agar ketika pejantan melahirkan, mereka siap disuntik telur lagi dan bisa hamil. Ini menghemat waktu dan energi para betina. Menurut para ahli, ini adalah acara kuda laut untuk membagi beban. Membuat telur adalah hal yang membutuhkan banyak energi sehingga para betina perlu berkonsentrasi penuh. Sementara itu, para jantan mampu menyediakan “rumah” untuk bayi mereka. Menariknya, rumah tersebut bisa dihuni lebih dari seribu bayi pada saat yang sama. Namun, hanya sekira lima dari mereka yang bertahan hidup hingga dewasa. Bayi-bayi tersebut sangat kecil dan tak bisa memakan plankton yang sama dengan orangtua mereka sehingga pilihan mereka sangat sedikit. Saking kecilnya, mereka juga terbawa arus laut dan terpelanting terkena batu.
  6. Perusahaan teknologi raksasa Microsoft dan Facebook mengumumkan rencana untuk bekerjasama meningkatkan akses internet berkecepatan tinggi dan layanan cloud. Keduanya akan membangun kabel bawah laut yang menghubungkan Virginia dan Spanyol. Kabel bawah laut yang dibangun Microsoft dan Facebook bernama kabel MAREA yang artinya gelombang dalam bahasa Spanyol. Kabel ini berkapasitas tinggi yang pernah menyeberangi Atlantik, dan akan menyebabkan pertumbuhan yang lebih cepat di tingkat bandwidth internet. MAREA akan mulai dibangun pada bulan Agustus dan diharapkan akan selesai pada Oktober 2017, menurut perusahaan. Ini akan dioperasikan dan dikelola oleh Telxius, yaitu perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang dulunya dimiliki pemerintah Spanyol, yang berharap untuk menangkap peluang pasar di Eropa Barat dan di Afrika Utara sebagai bagian dari kesepakatan. MAREA juga diklaim mampu mengirimkan data dengan kecepatan 160 terabyte data per detik. Microsoft meyakini bahwa kolaborasinya dengan Facebook melalui kabel bawah laut ini akan mendukung pertumbuhan cloud keduanya. Namun, MAREA sebenarnya bukan kabel bawah laut pertama di dunia. Sebelumnya, dua tahun lalu, Google mengumumkan kesepakatan serupa dengan lima perusahaan Asia untuk memasang kabel jaringan trans-Pasifik yang menghubungkan Amerika dengan Jepang. Pusat-pusat data di bawah laut juga dianggap sebagai kemungkinan untuk menyimpan dan mengelola data dalam jumlah teramat besar dengan menggunakan sumber daya energi laut supaya tetap dingin.
  7. Wooo, teknologi memang dahsyat dan kadang lucu juga penerapannya. Kita tentu sudah sangat tahu kalau pohon bisa membantu mengurangi polusi, lalu ada juga cat yang bisa mengurangi polusi, atau ada juga beton yang bisa menyerap polusi udara dan mengubahnya menjadi udara yang lebih bersih. Tapi lucunya ada bikini yang didesain bisa menyerap polutan dari lautan saat penggunanya sedang berenang. Bikini yang terbuat dari material semacam Spon ini didesain oleh Universitas California yang memenangkan hadiah Reshape15: Wearable Technology Competition. Selain fungsinya yang bisa membantu lingkungan, bahan pembuat bikini ini pun ramah lingkungan karena bisa didaur ulang. Bahan material mirip spon khusus bernama Sponge Suit dari bikini ini bisa menyerap polutan, bisa membersihkan bahan oli atau tumpahan bahan kimia yang ada di lautan dan material ini dimasukkan ke dalam kerangka/basis bikini elastis yang dicetak dengan printer 3D. Namun hebatnya material ini menolak air alias tidak ikutan menyimpan air ke dalamnya. Produk ini adalah karya tim yang dipimpin oleh profesor teknik elektro Mihri Ozkan yang dibantu oleh perusahaan desain Eray Carbajo yang berhasil mengimplementasikan ide ini menjadi produk yang nyata. Material polutan yang diserap disimpan aman dalam pori-pori material sehingga tidak akan mengenai tubuh pemakai bikininya. Cara mengeluarkan material polutan yang tersimpan ini pun tidak mudah, harus dengan memanaskannya sampai suhu 1000 derajat Celcius dan hal ini bisa dilakukan sampai 10 kali saja sebelum bahan ini akan kehilangan daya serapnya.
  8. Keindahan bawah laut Australia memang indah. Tapi bagaimana jika dilihatnya dari pandangan seekor kura-kura? WWF Australia mengunggah video dari sudut pandang seekor kura-kura, ketika berenang di wilayah perairan Great Barrier Reef, Australia.Video ini direkam dengan menggunakan kamera GoPro dan diperuntukkan bagi kampanye pelestarian terumbu karang di Great Barrier Reef yang memiliki 6.000 spesies. https://youtu.be/2I6hDqCrI9o
  9. Dubai memang negara kaya yang luar biasa dengan bangunan-bangunan unik dan megah. Setelah sebelumnya membangun sebuah lapangan tenis di atas gedung Burj al Arab dengan ketinggian 1000 kaki, untuk mempromosikan Dubai Tennis Championship, kini Dubai segera memiliki lapangan tenis bawah laut yang tak kalah megahnya. Seorang arsitek asal Polandia bernama Krysztof Kotala yang mengajukan proposal perihal rencana lapangan tenis bawah laut tersebut. Pria lulusan London Royal Institute of British Architects, lalu melanjutkan ke Polandia Krakow Politeknik, dan Munster University of Applied Sciences di Jerman itu punya desain keren untuk mewujudkannya. Rancangannya itu mengambil lokasi di lepas pantai Teluk Persia, antara Burj al Arab dan pulau Palma Jumeirah, pulau buatan yang luar biasa indahnya di Dubai. Rancangannya itu akan membawa keindahan bawah laut sebagai atap dari sebuah lapangan tenis. Atol yang ada di laut pun akan terlihat indah dari tribune dan lapangan penonton. Melihat desain yang sangat rumit tersebut pastinya akan jadi tantangan untuk membawanya dalam kenyataan. Hal itu pun sudah dipikirkan oleh Kotala, termasuk membuat kaca luar biasa kuat yang harus mampu menahan tekanan air dan menutupi struktur bangunan di bawahnya dengan baik. Proyek ini memang belum dikerjakan, sebab masih dalam pertimbangan pengembang, namun jika jadi direalisasikan, maka Kotala berfikir lapangan tenis bawah air ini sempurna untuk Grand Slam kelima kelak.
  10. Penemuan kapal selam Nazi di Laut Karimunjawa (Dok. TNI AL) Tahun lalu, 2014, Komando Pasukan Katak TNI Angkatan Laut menemukan kapal selam Nazi asal Jerman, U-boat, yang karam di perairan Karimunjawa di era Perang Dunia II. Sampai saat ini, Selasa (14/4), kapal tersebut ternyata dibiarkan terkubur di dasar Laut Karimunjawa. “U-boat tetap di dasar laut, tak diangkat, sebab perlu biaya besar untuk mengangkatnya,” kata Ketua Tim Peneliti Pusat Arkeologi Nasional Bambang Budi Utomo kepada CNN Indonesia. Bambang saat itu memimpin tim peneliti kapal U-boat yang menyelam ke dasar laut. Menurut Bambang, bangkai kapal selam Nazi itu tak terlalu berguna pula untuk diangkat ke daratan, sebab telah terpotong menjadi dua bagian. Tim hanya mengambil benda-benda yang berada di U-boat untuk dijadikan barang bukti bahwa mereka telah menemukan bangkai kapal selam Nazi tersebut. Namun barang-barang yang diambil itu tak lantas menjadi milik Indonesia. Benda-benda tersebut tetap menjadi hak pemerintah Jerman sebagai negara asal kapal itu, sesuai perjanjian internasional yang berlaku. Penelusuran terhadap kapal selam Nazi itu dilakukan Kopaska TNI AL sejak 30 Mei 2014. Semula tim menyadari adanya kemungkinan kapal Nazi yang karam dari publikasi sebuah media di Jawa yang memberitakan U-boat ditenggelamkan di dekat Pulau Karimunjawa. Namun saat itu tak ada tindak lanjut untuk mencari tahu kebenaran berita tersebut sehingga Kopaska memutuskan untuk melakukan ekspedisi kecil. Tim yang berjumlah 10 orang berangkat dari Jepara, Jawa Tengah, menuju Pulau Karimunjawa menggunakan kapal feri, kemudian disambung naik kapal kayu menuju perairan yang menjadi target penyelidikan. Setelah menghabiskan 10 jam di kapal kayu akibat kecepatan kapal yang lambat, U-boat akhirnya ditemukan di kedalaman 25 meter. Sesungguhnya posisi kapal selam karam sepanjang 30 meter itu lebih dekat ke Pulau Kalimantan ketimbang Pulau Karimunjawa.
  11. Solusi meredam peredaran sampah plastik ialah menghentikan pemakaian barang plastik sekali pakai. Sekitar delapan juta ton sampah plastik beredar di lautan dunia setiap tahun, menurut riset yang dikemukakan pada pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS). Dr Jenna Jembeck, kepala tim ilmuwan dari Universitas Georgia, AS, berupaya mengetahui seberapa banyak sampah plastik yang beredar di lautan dunia dengan mengumpulkan data internasional mengenai populasi, sampah yang dihasilkan, tata kelola sampah, dan kesalahan dalam mengelola sampah. Dari data-data tersebut, Jembeck dan rekan-rekannya menciptakan beberapa model skenario untuk mengestimasi kemungkinan jumlah plastik yang masuk ke laut. Untuk tahun 2010, misalnya, jumlah sampah diperkirakan mencapai 4,8 hingga 12,7 juta ton. Batas bawah yang ditetapkan sebesar 4,8 juta ton itu kurang lebih sama dengan jumlah ikan tuna yang ditangkap di seluruh dunia "Kita seperti mengambil ikan tuna dan menggantikannya dengan plastik," komentar salah satu peserta studi Kara Lavender Law dari Sea Education Assocation di Woods Hole. Dari kisaran 4,8 juta ton hingga 12,7 juta ton, para ilmuwan menetapkan 8 juta ton sebagai perkiraan rata-rata. Jumlah itu hanyalah sekian persen dari total sampah plastik yang dihasilkan penduduk dunia setiap tahun. "Kuantitas sampah plastik yang ditemukan di laut sama dengan sekitar lima kantong belanja berisi plastik untuk setiap meter garis pantai di dunia," kata Jembeck. Produksi sampah Dalam kajian yang juga diterbitkan Science Magazine tersebut, para peneliti telah membuat daftar negara-negara yang punya andil atas sampah plastik di lautan. Sebanyak 20 negara teratas dalam daftar bertanggung jawab atas 83% dari semua sampah yang berujung di lautan. Cina, yang menghasilkan lebih dari satu juta ton sampah di laut, bertengger pada posisi puncak daftar tersebut. Posisi Cina itu, menurut para peneliti, merupakan konsekuensi dari jumlah penduduk Cina yang banyak dan sebagian besar tinggal di sepanjang garis pantai. Demikian juga Amerika Serikat yang masuk 20 besar dalam daftar itu. Kendati AS memiliki pengelolaan sampah yang lebih baik, volume sampah yang dihasilkan oleh masing-masing individu di sana luar biasa banyak. Jumlah sampah plastik sama dengan lima kantong belanja berisi plastik untuk setiap meter garis pantai dunia. Solusi Sebagai solusi, Dr Jembeck dan rekan-rekannya mengimbau kepada negara-negara kaya agar mengurangi konsumsi barang-barang plastik sekali pakai, seperti tas belanja. Adapun negara-negara berkembang harus meningkatkan praktik pengelolaan limbah mereka. Hal ini terbukti dari daftar yang termasuk beberapa negara-negara yang sedang berkembang pesat dan memiliki pendapatan menegah yang sedang mengalami kesulitan akut. “Saat ini pertumbuhan ekonomi memang positif, namun yang sering Anda lihat di negara-negara berkembang adalah infrastruktur pengelolaan sampah dikesampingkan. Dan memang demikian karena mereka lebih peduli pada mendapatkan air minum bersih dan meningkatkan sanitasi. "Namun dari perspektif limbah, saya tidak ingin mereka melupakan masalah pengelolaan ini karena bila dilupakan hanya akan bertambah buruk,” kata Dr Jembeck. Studi ini menunjukkan bahwa bila sampah plastik dibiarkan, 17,5 juta ton plastik per tahun dapat memasuki lautan pada 2025. Bila jumlah sampah plastik diakumulasikan dari tahun ini sampai 2025 , sedikitnya 155 juta ton plastik akan beredar di lautan. Salah satu peneliti lain, Roland Geyer dari University of California di Santa Barbara, mengatakan membersihkan lautan dari sampah plastik sangatlah tidak mungkin. “Menghentikan membuang sampah ke laut dari awal merupakan satu-satunya solusi. Bagaimana mungkin Anda membersihkan plastik di dasar laut yang rata-rata kedalamannya mencapai 4.200 meter?”
  12. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan mengirimkan surat kepada Balai Arkeologi Yogyakarta, yang berisi permohonan permintaan penelitian lokasi temuan paus purba, di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang. “Surat permohonan penelitian lokasi penemuan fosil ikan paus purba akan kami antar sendiri ke Balai Arkeologi Yogyakarta agar bisa memperoleh perhatian,” kata Penyuluh Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Novi Bahrul Munif, di Bojonegoro, Jumat, 3 April 2015. Menurut Novi, lokasi temuan fosil paus purba di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, mendesak diteliti untuk menentukan kemungkinan dilakukan ekskavasi. Sebab, lokasi ditemukannya fosil paus purba itu berada di tikungan sungai yang arusnya deras. Di lokasi temuan juga dimanfaatkan warga untuk pembuatan batu bata, sehingga dikhawatirkan lokasi akan tergerus. “Kondisi lingkungan ditemukannya fosil terancam hancur karena berada di tikungan sungai yang arusnya deras,” katanya. Sesuai UU Cagar Budaya No. 11 tahun 2010 (pasal 5-10), fosil paus purba memenuhi syarat kriteria cagar budaya, karena usianya 3 juta-700.000 tahun silam. Fosil paus purba yang ditemukan Supangat pada Agustus 2012 itu panjangnya mencapai sekitar 3 meter. “Saat ini di lokasi temuan juga terdapat sejumlah fosil gigi hiu yang menempel di batu,” ujar Novi. Menurut Ketua Komunitas “Banyungawan Bojanegara” Kabupaten Bojonegoro Nunung Dianawati, fosil purba yang ditemukan Supangat kemungkinan panjangnya mencapai 8 meter. “Karena yang ditemukan panjangnya baru sekitar 3 meter, kemungkinan lainnya masih terpendam di lokasi temuan,” kata Nunung. Novi Bahrul Munif menjelaskan, penemuan fosil paus purba itu sangat berarti bagi ilmu pengetahuan, baik geologi, paleontologi, arkeologi, atau sejarah terbentuknya bumi Bojonegoro. Apalagi, keberadaan fosil paus di Desa Buntalan itu berada di bukit kendeng yang jauh dari laut, sehingga merupakan salah satu bukti penting bagi dunia penelitian modern. “Hipotesa bahwa wilayah Bojonegoro adalah bekas laut dalam, perlu dibuktikan dengan penelitian yang profesional,” ujarnya. Novi menyebutkan fosil paus purba yang ditemukan di daerahnya itu juga merupakan temuan sangat penting di Asia. Fosil serupa berupa fosil Paus Wadi Al Hitan ditemukan di Mesir pada 1902. Lalu, pada 2008 fosil paus purba juga ditemukan di Gurun Pisco Ica, Peru. Bukan hanya itu. Kuburan massal fosil paus purba juga ditemukan di Cerro Ballena, Cile, pada 2010, fosil paus purba di Kutub Selatan 2011, dan paus purba di California, Amerika Selatan, 2014.
  13. Bioskop Paling Unik Di Tengah Laut - Selepas beraktivitas akan sangat menyenangkan jika bersantai sembari menonton film bersama teman atau pasangan, bukan? Di mana tempat Anda biasa menonton film? Bioskop atau di kamar melalui DVD? Jika Anda bosan dengan tempat yang itu-itu saja, mungkin Anda bisa mengintip bioskop yang paling unik di dunia ini. Dilkutip dari whenonearth.net, seorang arsitek bernama Ole Scheeren merancang sebuah bioskop yang mengapung di air. Bioskop unik ini terletak di laguna Nai Pi Lae, Kepulauan Kudu, Thailand. Ole mendirikan bioskop ini dalam rangka festival bertajuk Film on the Rocks Yao Noi Film Festival. Bioskop ini bertempat di laguna yang biasanya digunakan nelayan lobster beristirahat. Sebuah layar besar ditempatkan di antara 2 batu besar di tengah laut. Hasilnya adalah pengalaman yang sungguh tak terlupakan dalam menonton film di alam terbuka. Unik! Sayangnya, kegiatan yang direncanakan akan diadakan setiap tahun ini tidak lagi diadakan.
  14. Sebuah makhluk misterius raksasa tertangkap kamera satelit Google Earth yang muncul di Teluk Oke, Kepulauan Bay, Selandia Baru. Seperti apa? Penampakan tersebut kali pertama dilihat oleh seorang insinyur, Pita Witehira, yang melihat makhluk tersebut melalui Google Earth. Saat itu, ia ingin melihat rumah yang akan digunakannya untuk berlibur. Namun, ia justru dikagetkan dengan penampakan makhluk raksasa berukuran sekitar 12 meter di teluk tersebut. “Makhluk itu muncul tidak seperti ikan paus. Tapi makhluk itu terlalu besar jika dikatakan sebagai hiu. Ia bergerak dengan sangat cepat dan berputar dengan tajam,” kata Witehira seperti dilansir Dailymail. Jejak air tersebut ia pastikan bukanlah sebuah bekas lintasan kapal, karena tidak ada buih berwarna putih yang diakibatkan putaran baling-baling mesin kapal. “Makhluk itu sangat besar dan panjang. Ukurannya sangat besar sehingga bisa menciptakan jejak air memanjang semacam itu,” tambah Witehira. Gimana ndral? Percaya gak jika itu adalah monster laut raksasa?
  15. Saat kita berenang di laut yang cukup dalam saat diving, mungkin tubuh kita harus menyesuaikan dengan tekanan yang ada. Jika tidak, kita akan meninggal karena tekanan yang kuat. Demikian juga ikan, mempunyai tahapan kedalaman, di mana mereka bisa hidup. Pada catatan rekor sebelumnya, ikan Snailfish berhasil mencatatkan rekor sebagai ikan yang mampu hidup di kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut. Namun rekor baru tercatat oleh ikan snailfish di palung Mariana, yang merupakan laut paling dalam yang pernah tercatat. Ikan snailfish atau ikan siput ini, ternyata mampuu hidup di kedalaman lebih dari 8.000 meter, tepatnya 8.145 meter di bawah permukaan laut. Ikan ini ditemukan dalam rangkaian ekspedisi, untuk melihat kehidupan di laut dengan kedalaman ekstrem. Dalam sebuah video, ikan ini memiliki mata yang sangat kecil, dengan kepala yang cukup besar. Ukurannya dperkirakan sebesar lengan manusia. "Ini adalah ikan laut dalam yang belum pernah kita lihat sebelumnya, tidak seperti yang kami bayangkan dan ketahui. Ini benar-benar sangat rapuh, sayap besarnya berfungsi seperti sirip, dan kepanya seperti tidak seimbang," ucap Dr Alan Jamieson dari Universitas Aberdeen. Penelitian ini menggunakan kapal selam khusus, yang tahan akan tekanan yang cukup tinggi, dan juga dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi, yang diberi nama Hadal Lander yang diciptakan di Aberdeen.
  16. Sebuah penelitian dari Wildlife Conservation Society (WCS), American Museum of Natural History (AMNH), Environment Society of Oman, dan organisasi lainnya mendapati sekelompok paus bungkuk di Laut Arab hidup terisolir. Paus bungkuk atau Megaptera novaeangliae Ternyata kelompok paus bernama spesies Megaptera novaeangliae ini punya genetika yang berbeda dan kemungkinan yang paling terisolasi di dunia. Hasil penelitian yang dilakukan di Samudera Hindia sebelah utara tersebut menunjukkan paus bungkuk di sana telah terpisah dari ‘saudara-saudaranya’ selama kurang lebih 70 ribu tahun. Hal ini dianggap tidak biasa untuk sebuah spesies terkenal yang melakukan migrasi jarak jauh. Namun ini juga menjadi indikasi kuat tentang adanya paus bungkuk yang menjaga 'rumah' mereka agar tetap sama selama ribuan tahun. "Migrasi musiman paus bungkuk yang epik di tempat lain memang terkenal, namun populasi kecil non-migrasi ini menyajikan teka-teki yang indah dan menarik," ujar peneliti WCS, Tim Collins. "Mereka juga memicu banyak pertanyaan seputar bagaimana dan dari mana populasinya berasal, bagaimana mereka bertahan, dan bagaimana membedakan perilaku mereka dengan paus bungkuk lainnya," kata Collins lagi. Penelitian yang dimuat di jurnal PLOS ONE itu menyebutkan, para ilmuwan melakukan perbandingan sampel mitokondria dan DNA yang diambil dari sekitar 70 paus bungkuk di Laut Arab, dengan rangkaian DNA dari populasi paus bungkuk yang berada di Samudera Pasifik sebelah utara dan bagian selatan Bumi. Hasilnya, paus bungkuk di Laut Arab sangat berbeda dengan sepupunya di belahan bumi selatan dan di Pasifik Utara. Aliran gen dan perbedaan itu menunjukkan bahwa populasi paus bungkuk berasal dari Samudera Hindia bagian selatan dan terisolasi di sana selama 70 ribu tahun.
  17. Ocean Spiral Sphere Manusia telah mengkolonisasi bumi, hutan, gunung dan banyak lokasi lainnya. Namun, bagaimana dengan laut? Wilayah berair itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menjadi tempat tinggal manusia. Manusia memang lebih cocok untuk hidup di daratan dan tidak bisa berlama-lama berada di laut. Padahal, 71 persen bumi terdiri dari lautan. Kini, sebuah perusahaan Jepang berhasil membuat tempat tinggal manusia di laut. Perusahaan asal Jepang, Shimizu Corporation, telah membuat desain futuristik untuk 'rumah manusia' di laut. Desain kota bulat ini bisa ditempatkan di permukaan maupun di dalam air. Saat berada di permukaan, dia bisa mengapung, namun jika kondisi cuaca tidak bagus, dia bisa menenggelamkan diri. Dengan menggunakan teknologi tingkat tinggi, kota bola berukuran besar ini bisa ditinggali oleh 5.000 orang, sekaligus sebagai tempat riset di lautan. Di Indonesia, Shimizu dikenal sebagai perusahaan pompa air. Dilansir Daily Mail, Selasa 25 November 2014, konsep futuristik ini dibuat oleh perusahaan Shimizu bekerja sama dengan Tokyo University dan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (Jamstec). Ukuran kota bulat itu ditopang oleh sebuah tiang dengan struktur spiral yang menjuntai sepanjang 4 kilometer di bawah permukaan air. Mereka tidak hanya menciptakan satu desain kota bulan di laut, tapi banyak. Kesemuanya bisa bertahan di kondisi cuaca dan bencana apapun, termasuk gempa bumi yang sering terjadi di Jepang. Soal lapisan udara, Shimizu mengatakan jika mikroorganisme bernama methanogens bisa digunakan untuk mengkonversi karbondioksida yang ditangkap di permukaan untuk diubah menjadi methane. Perbedaan besar terkait suhu dan tekanan antara atas dan bawah laut bisa juga digunakan untuk menghasilkan tenaga. Setiap Spiral Laut yang dibuat membutuhkan dana US$25 miliar. Jika konstruksi dimulai dalam waktu dekat, satu buat Spiral Laut ini bisa terwujud pada 2030.
  18. Ruby Holt menghabiskan sebagian besar hidupnya di sebuah peternakan di Tennessee Hanya beberapa minggu sebelum ulang tahunnya ke 101, Ruby Holt melihat laut untuk kali pertama. Dia menghabiskan sebagian besar hidupnya di sebuah peternakan di Tennessee, memetik kapas dan mengatakan tidak pernah punya waktu atau uang untuk pergi ke pantai. "Saya pernah mendengar orang berbicara tentang laut dan betapa indahnya itu dan ingin melihatnya, tapi saya tidak pernah punya kesempatan untuk melakukannya," katanya. Kini, dia mengunjungi Teluk Meksiko melalui sebuah badan amal yang membiayai seluruh perjalanannya. Badan amal tersebut memenuhi keinginan orang-orang lanjut usia melalui sebuah program yang dinamankan Wish of a Lifetime. Ruby Holt terkagum diam saat melihat laut untuk kali pertama Mark Davis, direktur eksekutif Brookdale di Sterling House, dimana Ruby Holt tinggal mengatakan, dua karyawan mengisi aplikasi Wish of Lifetime untuknya setelah mengetahui bahwa dia ingin melihat laut untuk kali pertama. "Mereka bermain pistol air di halaman selama musim panas dan saat itulah Ruby Holt mengatakan kepada para petugas bahwa dia belum pernah melihat laut," kata Davis. "Ketika kami ke kamarnya kemarin (setelah tiba di Teluk Meksiko) dia hanya menunjuk ke arah laut dan, Anda tahu, ekspresi wajahnya... dia hanya terdiam kagum." Holt mengatakan dia belum pernah melihat sesuatu sebesar laut dan menggambarkan cuaca November sebagai "dingin".
  19. Laut Mati, membacanya sedikit menyeramkan bukan? Namun pada kenyataannya tidak mematikan. Namun sejarah dan cerita yang mengiringinya cukup membuat tubuh merinding. Laut Mati menjadi bukti kekuasaan Tuhan yang menenggelamkan umat Nabi Luth AS atas maksiat yang mereka lakukan kira-kira 3900 tahun yang lampau, yakni homoseksual. Nah Jendral, mari mengetahui lebih dalam tentang Laut Mati, yang merupakan daerah paling rendah di dunia karena berada pada 420 meter di bawah permukaan laut. Laut Mati terletak sekitar 50 km dari Amman- ibu negara Jordan, dan sekitar 95 km dari Mantiqah Karak. Laut Mati sebenarnya bukanlah seperti laut kebanyakan yang bermuara pada samudra. Pasalnya laut Mati hanya seperti danau yang luas. Mengapa disebut laut mati, karena air didanau ini terasa sangat asin dan lahan danau yang sangat luas. Dalam bahasa Arab, Laut Mati bernama 'Bahrul Mayyit' yang artinya ya sama yaitu Laut Mati juga. Sedangkan dalam bahasa Ibrani lama menyebutnya dengan 'Yam ha Maved' yang berarti ‘Laut Pembunuh’. Danau ini memiliki panjang mencapai 47 mil atau sekitar 75 km lebih. Sementara lebarnya mencapai 10 mil atau sekitar 16 km. Kedalam LautMati bisa mencapai 422 meter. Laut Mati ini terletak di persimpangan dan perbatasan beberapa negara. Di sisi sebelah Barat, laut ini diapit oleh negara Israel dan Palestina (Tepi Barat) dan di sisi Timur adalah berada dalam kawasan Yordania. Kandungan garam laut mati ini adalah 33,7% atau sekitar 8,6 kali lebih banyak dari kandungan garam di laut biasa. Setiap benda yang dimasukan kesana akan terpaung karena tingginya kadar garam ini, termasuk juga tubuh manusia. Karena kadar garam yang tinggi juga, semua jenis makhluk hidup tidak bisa hidup disana. Jangankan hidup, berenang pun ikan akan sulit karena dia pasti akan terapung terus. Air yang berada di Laut Mati merupakan air yang berasal dari sungai Jordan. Akan tetapi, jika air yang udah masuk ke laut ini tidak akan mengalir dan bergeser dan di buang ke tempat lain. Padahal di tempat lain di Yordan ada juga danau yang tidak asin di tempat lain yang akan menerima aliran air dan memberikan pada orang lain jika udah berlimpah, termasuk memberi manfaat buat kehidupan, semisal bisa diminum dan buat penopang hidup makhluk lain di sekitarnya. Sedangkan di laut mati, semua aliran akan berhenti, dan tidak bisa digunakan buat minum. Bahkan banyak orang yang menjauh dari laut ini, karena juga menyimpan bau garam yang menyengat. Sementara itu, Laut Mati juga menyimpan kisah sejarah tentang Laknat Allah terhadap kaum Nabi Luth. Dalam Alquran disebutkan, di sana bahwa Nabi Luth diperintahkan Tuhan buat memperingatkan kaumnya yang melegalkan perilaku homoseksual. Karena umat Luth mengabaikan seruan sang Nabi, maka Allah memerintahkan Nabi Luth buat menyingkir dari kota Sodom dan Gomorah tersebut. Setelah itu terjadi sebuah gempa vulkanis yang diikuti letusan lava, kota-kota tersebut diruntuhkan, lalu dijungkirbalikkan hingga semuanya masuk ke dalam Laut Mati ini. Inilah bukti sejarah mematikan dan penenggelaman dari sebuah kaum yang juga berujung pada kematian. Ini pula yang konon melatari penyebutan laut mati dalam berbagai versi, termasuk bahasa Ibrani dan Arab tersebut. Nah Jendral sekarang udah taukan kenapa Danau ini disebut Laut Mati? Secara sejarah dan penelitian yang dihasilkan, memang namanya udah pas buat penyebutan Danau ini. Walau banyak orang yang menjauhi, ternyata banyak juga wisatawan yang datang buat menikmati hari dengan mengapung di atas permukaan air.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy