Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'lansia'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Sebelum adanya vaksin melawan Covid, virus korona paling memukul warga usia 65 tahun ke atas, terutama penghuni panti lansia. Di AS, pandemi juga menguak tak memadainya jumlah staf panti lansia dan tak maksimalnya perawatan. Pandemi juga menambah "burnout" staf panti, sehingga banyak yang berhenti.
  2. Masalah terbesar para lansia untuk berlibur adalah kesehatan. Makanya penting bagi para lansia untuk memahami kondisi kesehatan dirinya. Berikut beberapa tips yang harus diperhatikan bagi para lansia saat berlibur. Periksa kondisi ‎kesehatan setidaknya setiap pagi dalam perjalan liburan. Hal ini penting agar bisa merancang kegiatan sepanjang hari. Bila merasa tak sehat, segera konsultasi ke dokter. Bila mampu tak ada salahnya membawa serta perawat khusus. Jangan melakukan kegiatan yang padat agar badan tidak terlalu lelah. Satu hari cukup dua tempat atau dua atraksi. Pilihlah atraksi yang tidak menyita banyak tenaga dan memacu adrenalin. Penting adalah melakukan kegiatan yang menyenangkan hati dan tidak dipaksakan. Jangan melakukan perjalanan jauh. Carilah destinasi yang jaraknya dekat. Idealnya bagi lansia perjalanan maksimal adalah 12 jam. Carilah tempat penginapan, transportasi, dan atraksi yang ramah lansia. Misal: tangganya tidak tinggi, jaminan makanannya yang bersih dan sehat, cuaca tidak ekstrem, dan lain sebagainya. Terakhir, jika pergi bersama grup, hindari grup besar. Satu grup maksimal 20 orang. Grup kecil akan mempermudah koordinasi dan ‎komunikasi. Grup kecil juga mempermudah penanganan bila terjadi sesuatu kecelakaan atau sakit tertentu.
  3. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh mereka yanag telah lanjut usia adalah kepikunan. Beberapa cara diketahui dan terbukti efektif mencegah dan memperlambat kepikunan. Salah satu yang paling sering didengar adalah dengan memberikan teka teki silang pada orang tua untuk mempertajam daya ingat. Ini juga disebut brain exercise atau olahraga otak. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua PERGEMI (Persatuan Gerontologi Medik Indonesia) Prof. Dr. Siti Setiati,SpPD.KGer. "Olahraga atau bergerak dapat membuat aliran darah ke otak mendapat cukup oksigen, selain itu juga konsumsi makanan sehat. Selain itu juga perlu diberikan aktivitas yang merangsang aktivitas otak,” kata Siti saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Mei 2016. Ia juga menyarankan agar Anda selalu meminta orang tua untuk terus belajar. Dengan begitu otak akan dirancang untuk terus beraktivitas. “Baca sesuatu yang baru, jangan hal yang sama tapi diulang-ulang. Kalau perlu orang tua bisa sekolah lagi. Kalau sudah mulai malas belajar itu tanda mulai tua,” ujar dia. Tidak hanya belajar, ternyata memainkan permainan online dan penggunaan laptop pun bisa membantu orang tua mencegah dan memperlambat terjadinya kepikunan. "Intinya itu jangan berhenti belajar, belajar bermain game di ponsel juga bisa, atau ajari orang tua untuk menggunakan laptop," imbuhnya.
  4. Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masyarakat Indonesia yang mengalami demensia atau kepikunan, per 2015 sudah lebih dari 1 juta jiwa. Kondisi ini semakin diperparah dengan kemungkinan penderita yang akan meningkat hingga 2 juta jiwa pada 2030. Namun sayangnya, tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengerti dan bahkan mengetahui apa arti dari demensia, dan bagaimana menghadapinya. Dalam hal ini, dapat dilihat dari kacamata si penderita. Berdasarkan hasil penelitian dari Alzheimer's Desease International pada 2012, banyak penderita mengalami demensia atau kepikunan yang dipicu oleh beberapa hal seperti malu, terisolasi, kehilangan kemampuan melakukan kegiatan, hingga kehilangan status di dalam masyarakat. "Hal ini tentunya berkaitan dengan bagaimana lingkungan memperlakukan si penderita," ujar Nicole Batschc, seorang peneliti Alzheimer dari Kings College, di London, Inggris. Untuk itu, menurut Nicole, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi orang dengan demensia atau ODD, agar gejala demensia tidak semakin parah dan menyebabkan gangguan lain seperti Alzheimer, salah satunya. Kunci utamanya, menurut Nicole, ialah pemberdayaan lansia. "Buatlah lansia lebih aktif, dengan hobi atau kegiatan yang banyak. Berbicara di depan publik, dan melakukan kegiatan yang melatih kerja otak seperti main catur, teka teki silang," ujar dia, di sela presentasinya mengenai penyakit Demensia Alzheimer di Pusat Kebudayaan Belanda, Selasa, 7 April 2015. "Semua kegiatan yang disukai itu bisa membuat otak serta tubuh penderita tidak mati karena usia senja," tuturnya. Nicole juga menjelaskan, memperlakukan ODD bukan berarti harus menjauhkannya dari semua kegiatan yang biasa dilakukannya sebelum terkena demensia. Berikanlah kepercayaan pada ODD dalam melakukan semua kegiatan. "Namun, jangan lepaskan dampingan Anda," ujarnya. Yang terakhir yang tak kalah penting ialah menjaga koneksi dengan ODD di mana pun dan kapan pun dibutuhkan. Selalu ajak berkomunikasi dan berikan perhatian serta dukungan kepada ODD, agar penderita tidak semakin merasa terpojok, dan semakin memperburuk kondisi kesehatannya. "Periksakan ke dokter dan selalu dampingi dengan kasih sayang," kata Nicole.
  5. Teknologi pintar, termasuk yang dipasang di elektronik wearables bukan hanya untuk kaum muda yang ingin memantau kegiatan fitness. Teknologi seperti ini juga bisa digunakan kaum lansia yang ingin tetap hidup mandiri. VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com Ngobas: http://ngobas.com
  6. Pengusaha asal Jepang yang bergerak di teknologi robotika, Yoshiyuki Sankai memiliki tujuan mulia di balik perusahaan besutannya. Ia ingin memberikan pelayanan bermanfaat bagi para lansia melalui teknologi robot. Cyberdyne didirikan 11 tahun silam, tepatnya pada 24 Juni 2004. Cyberdyne menarik banyak investor untuk berinvestasi di perusahaan sejak Maret tahun lalu. Cyberdyne tak pernah betul-betul menciptakan uang, namun harga sahamnya melonjak empat kali lipat dan membuat Sankai sebagai salah satu orang Jepang terkaya dengan kekayaan bersih US$ 1,2 miliar atau setara Rp 15,8 triliun. Robot seperti apa yang diciptakan Sankai di 'dapur' Cyberdyne ini? Produk pertama yang berhasil dirakit Sankai adalah Hybrid Assistive Limb (HAL). Mengutip situs Forbes, Sankai telah mengembangkan HAL lebih dari dua dekade selagi mengajar di University of Tsukuba yang letaknya di utara Tokyo. Robot ini dipasangkan di salah satu atau kedua kaki untuk membantu pergerakan. Bisa dikatakan, robot ciptaan Sankai diperuntukan bagi masyarakat lansia atau penderita penyakit stroke dan sklerosis. Robot HAL juga bisa membantu mengangkat barang berat di pabrik-pabrik hingga mengangkat pasien di panti jompo. Kini, Cyberdyne mengembangkan seragam robot full-body yang bisa membantu seluruh pergerakan tungkai manusia. Seragam ini memiliki sistem pendingin dan lapisan radiasi untuk melindungi para buruh pabrik dari reaktor nuklir di Fukushima Daiichi Nuclear Power Plant. Robot wearable hasil rakitan Cyberdyne menggunakan mesin kecil yang ditenagai oleh baterai yang bisa diisi ulang. Ketika sensor melekat pada kulit manusia, maka ada dorongan listrik kecil dari otak untuk menunjukkan gerakan yang akan datang. Hal ini yang dapat membantu anggota tubuh bergerak. University of Tsukuba memegang paten teknologi sensor dan kontrol HAL, namun membiarkan Cyberdyne secara eksklusif menggunakannya. Sankai juga berharap penggunaan HAL di Jepang sebagai perawatan medis bisa sekaligus membantu masyarakat untuk memulihkan fungsi kaki dengan cara melatih otak dan meningkatkan fungsi sistem saraf.
  7. Memiliki usia sampai dengan 100 tahun relatif jarang untuk manusia, tetapi perlahan tapi pasti jumlah pemilik umur 100tahun meningkat pesat di Jepang. Jumlah penduduk Jepang yang berusia minimal 100 tahun, yang dikenal sebagai Centenarians, telah mencapai 58.820, menurut perkiraan pemerintah terbaru, yang di rilis tiap September untuk menandai Respect-for-the-Aged Day (Penghargaan kepada hari umur nasional) di Jepang, hari libur nasional yang jatuh pada hari Senin. Seorang wanita Jepang adalah orang tertua di dunia, 116 tahun bernama Misao Okawa, menurut Guinness World Records. Pria tertua juga berasal dari Jepang lho ndral, 111 tahun bernama Sakari Momoi. Uniknya nih, salah satu karakter huruf Jepang di nama belakang Momoi berarti “100″, dan nama pertamanya Sakari diterjemahkan sebagai berkembang atau perdana hidup. WOW! Kemajuan dalam perawatan kesehatan berkontribusi sangat besar terhadap peningkatan umur panjang di Jepang dan di tempat lain. Jepang kini memiliki 46,21 centenarians untuk setiap 100.000 orang. WANITA LEBIH HIDUP: Hampir 90% dari centenarians Jepang adalah perempuan. PANJANG HIDUP: Jepang menduduki peringkat atas dalam hidup, usia rata-rata di Jepang: 86,61 tahun untuk perempuan dan 80,21 tahun untuk pria. GAMBARAN KESELURUHAN: Populasi centenarians mencapai 441.000 pada tahun 2013 dan diprediksi akan tumbuh menjadi 3,4 juta pada tahun 2050, menurut PBB. Selain di Jepang, di Amerika pun memiliki centenarians lho ndral: Di AS: Amerika Serikat memiliki 53.364 orang yang berusia minimal 100 tahun saat dilakukan Sensus tahun 2010, atau 17.28 per 100.000 orang. WOW!!! siapa nihh yang pengen punya umur panjang? ayo coba ditiru gaya hidup lansia di Jepang, hehehe~
×
×
  • Create New...