Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'lanjut usia'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Siapa yang nggak pengen punya pasangan hidup yang langgeng sampai tua? Rasanya semua orang pasti mendambakannya. Ketika usia sudah lanjut, tetap menjadi pasangan yang romantis tentu sangat membahagiakan. Nah, seorang fotografer pernikahan Stephanie Jarstad berhasil mengabadikan momen istimewa kemesraan 12 pasangan kakek dan nenek. Seperti lupa dengan usia, pasangan-pasangan ini bagaikan remaja yang sedang dimabuk asmara. 1. Doug dan Fran, usia pernikahan 55 tahun 2. Steve dan Cheryl, usia pernikahan 49 tahun 3. Ray dan Tess, usia pernikahan 54 tahun 4. Lloyd dan Helen Fay, usia pernikahan 64 tahun 5. Robert dan Patricia, usia pernikahan 23 tahun 6. Chancey dan Bertha, usia pernikahan 71 tahun 7. Jan dan Richard, usia pernikahan 69 tahun 8. Larry dan Darylnn, usia pernikahan 44 tahun 9. Andrew dan Norma, usia pernikahan 57 tahun 10. Alan dan Melanie, usia pernikahan 11 tahun 11. George dan Diane, usia pernikahan 60 tahun 12. Mervin dan Carolyn Beckstrand, usia pernikahan 56 tahun
  2. Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masyarakat Indonesia yang mengalami demensia atau kepikunan, per 2015 sudah lebih dari 1 juta jiwa. Kondisi ini semakin diperparah dengan kemungkinan penderita yang akan meningkat hingga 2 juta jiwa pada 2030. Namun sayangnya, tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengerti dan bahkan mengetahui apa arti dari demensia, dan bagaimana menghadapinya. Dalam hal ini, dapat dilihat dari kacamata si penderita. Berdasarkan hasil penelitian dari Alzheimer's Desease International pada 2012, banyak penderita mengalami demensia atau kepikunan yang dipicu oleh beberapa hal seperti malu, terisolasi, kehilangan kemampuan melakukan kegiatan, hingga kehilangan status di dalam masyarakat. "Hal ini tentunya berkaitan dengan bagaimana lingkungan memperlakukan si penderita," ujar Nicole Batschc, seorang peneliti Alzheimer dari Kings College, di London, Inggris. Untuk itu, menurut Nicole, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi orang dengan demensia atau ODD, agar gejala demensia tidak semakin parah dan menyebabkan gangguan lain seperti Alzheimer, salah satunya. Kunci utamanya, menurut Nicole, ialah pemberdayaan lansia. "Buatlah lansia lebih aktif, dengan hobi atau kegiatan yang banyak. Berbicara di depan publik, dan melakukan kegiatan yang melatih kerja otak seperti main catur, teka teki silang," ujar dia, di sela presentasinya mengenai penyakit Demensia Alzheimer di Pusat Kebudayaan Belanda, Selasa, 7 April 2015. "Semua kegiatan yang disukai itu bisa membuat otak serta tubuh penderita tidak mati karena usia senja," tuturnya. Nicole juga menjelaskan, memperlakukan ODD bukan berarti harus menjauhkannya dari semua kegiatan yang biasa dilakukannya sebelum terkena demensia. Berikanlah kepercayaan pada ODD dalam melakukan semua kegiatan. "Namun, jangan lepaskan dampingan Anda," ujarnya. Yang terakhir yang tak kalah penting ialah menjaga koneksi dengan ODD di mana pun dan kapan pun dibutuhkan. Selalu ajak berkomunikasi dan berikan perhatian serta dukungan kepada ODD, agar penderita tidak semakin merasa terpojok, dan semakin memperburuk kondisi kesehatannya. "Periksakan ke dokter dan selalu dampingi dengan kasih sayang," kata Nicole.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy