Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'kreatif'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Gimana gak ikhlas kasih beberapa uang buat seniman seniman seperti ini yang sangat sangat kreatif mencari uang.
  2. Secara harfiah Halte bus adalah tempat untuk menunggu bus yang terletak di pinggir jalan. Pastinya ada definisinya secara teknis menurut PU. Di berbagai belahan di dunia sebuah halte memiliki ciri tersendiri dalam hal desain. Memang hal ini tidak terlalu penting untuk sebuah halte. Tapi setidaknya dari situ kita bisa lihat seberapa besar perhatian pemerintah kota memperhatikan keindahan kotanya. Yang kemudian hal itu akan berdampak kepada produktivitas warganya.
  3. Saat masih sekolah, kita sering diingatkan oleh ibu kita untuk selalu merapikan setiap barang yang kita pakai. Rapikan mainan dan simpan lagi ke tempat semula. Jangan menaruh barang di tempat yang tidak sesuai. Jangan membuat berantakan ruangan, karena untuk membereskannya lagi membutuhkan tenaga ekstra. Bukan hanya di rumah, di sekolah pun kita menghadapi situasi yang sama: “Rapikan dan Bereskan.” Banyak yang mencekoki kita, terbiasa terorganisir sejak kecil adalah kunci kesuksesan, sementara terbiasa berantakan adalah jalan tercepat menuju kegagalan. Namun bagi jiwa-jiwa pemberantak ruangan, mengikuti aturan baku tentu sulit. Tidak mudah untuk membereskan kamar karena saking acak-acakannya. Masih ada bekas bungkus snack bertebaran di lantai, kaus kaki bekas tersembunyi di setiap sudut, baju bekas ganti masih ada di bawah tempat tidur, dan lain sebagainya. Tekanan untuk selalu menjaga kerapian membuat mereka cenderung lebih malas dan membuat ruangan jauh lebih berantakan. Apalagi jika mereka tahu penelitian yang dilakukan University of Minnesota tahun lalu, yang ternyata mendukung sisi hidup berantakan orang-orang seperti ini. Selama ini kita mengenal legenda urban di dunia modern yang mengatakan bahwa meja seorang pekerja yang berantakan, itu artinya dia memiliki sisi kreatif yang tidak pernah diketahui siapapun sebelumnya. Bandingkan saja dengan meja teman-teman kantornya yang cenderung bersih. Ini seolah menjadi simbol bagi orang tersebut untuk bisa bertahan di balik kemapanannya di tempat bekerja. Pakar psikologi Kathlen Vohs dari Unversity of Minnesota mengatakan bahwa ternyata ini tidak sejalan dengan penelitiannya. Dengan menggunakan paradigma perbandingan satu kamar yang berantakan satu kamar yang rapi, Vohs menyatakan bahwa kamar yang berantakan bisa membuktikan bahwa pemiliknya adalah seseorang yang memiliki pola pikir kreatif dan ada bukti ilmiahnya. Berpikir kreatif merupakan bentuk pikiran yang melenceng dari tatanan yang ada. Pola pikir kreatif berada di luar lingkungan sempurna yang selama ini menaunginya. Sehingga jika kamar yang rapi diibaratkan ruang konvensional, maka kamar yang berantakan merupakan bentuk melenceng dari ruang konvensional tersebut. Meja Albert Einstein mungkin akan membuat kepala pusing karena seperti baru dibom atom. Namun justru itu yang membuatnya bisa berpikir kreatif, bahkan menelurkan sejumlah teori yang masih berlaku hingga kini. Bukan hanya Einstein, Mark Twain yang merupakan pengarang berkebangsaan Amerika juga dikenal sebagai orang yang berantakan. Dia adalah seorang yang memiliki imajinasi tingkat tinggi untuk ukuran orang di zamannya. Steve Jobs adalah contoh lain yang akan membuat kita tercengang. Ruang kerjanya selalu seperti baru terkena Badai Katrina, diserbu ribuan gajah, dan bisa jadi tidak ada ruang yang bisa disebut sebagai tempat duduk bagi tamu. Namun hasil karyanya yaitu iPod, iPhone, dan Macintosh. Tapi apakah teori ini selalu benar? Dua hal ini memang berkorelasi. Satu-satunya cara untuk membuktikannya adalah dengan mencoba membereskan segala hal yang berantakan. Jika ini bisa mematikan proses berpikir kreatif kita, berarti berantakan tidaklah selalu menjadi hal yang jelek.
  4. Kolam ikan itu bisa nambah keindahan area rumah kita ndral, terus bisa juga buat budidaya ikan ikan, tapi sayangnya, buat bikin kolam ikan itu butuh modal besar. eits, tp aku punya caranya buat bikin kolam ikan tanpa perlu modal besar, lihat ini urutan gambarnya, nunjukin cara bikin kolamnya. Intinya kamu butuh ban bekas nantinya buat bikin kolam bekas dengan modal minimum. Dan hasilnya adalah: Gimana? Unik dan kreatif bukan? Silahkan dicoba dirumah kamu ya!
  5. Tak bisa dipungkiri bila sejak beberapa tahun belakangan ini pertumbuhan industri kreatif di Indonesia semakin menunjukan perkembangan yang semakin mantap. Berbagai macam peluang usaha kreatif pun kini mulai bermunculan di berbagai penjuru nusantara seiring dengan meningkatknya kreativitas masyarakat di negara kita. Melihat kondisi tersebut, banyak orang mulai tertarik menekuni bisnis kreatif untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya. Mulai dari menekuni bisnis periklanan yang semakin menjanjikan, bisnis kerajinan yang semakin beragam, menekuni bisnis desain yang kian menguntungkan, hingga terjun ke bidang perfilman, dan segudang kegiatan kreatif lainnya seperti bisnis percetakan, pengembangan teknologi informasi, bisnis riset dan pengembangan, bisnis fesyen, dan lain sebagainya. Maraknya peluang dan banyaknya pekerja kreatif yang bermunculan di berbagai daerah, tentunya membuat persaingan pasar di industri tersebut semakin hari semakin meningkat pesat. Oleh karena itu, untuk membantu para pelaku usaha agar bisa terus bertahan di sektor industri kreatif. Pada kesempatan kali ini sengaja kami uraikan beberapa tips cerdas menekuni industri kreatif yang bisa Anda terapkan dalam menjalankan rantai usaha. Bidik target dan segmen pasar yang benar-benar potensial. Dalam menjalankan sebuah usaha, penting bagi kita untuk menentukan target serta segmen pasar yang akan kita bidik. Sebab, hal ini akan sangat mempengaruhi kita dalam menentukan desain produk, strategi pemasaran, kisaran harga, cara pelayanan kepada konsumen, serta rencana pengembangan produk agar lebih kreatif dan inovatif, dan akhirnya konsumen tertarik dengan produk yang Anda tawarkan. Kenali kelebihan dan kekurangan produk Anda. Sebuah usaha tentunya tidak bisa terlepas dari adanya resiko persaingan. Karena itu, cermati kelebihan dan kekurangan produk Anda dibandingkan dengan produk lainnya yang sejenis. Misalnya saja membandingkan desain dan kualitas produk Anda dengan milik kompetitor, membandingkan harga produk Anda dengan produk serupa di pasaran, serta membandingkan keunikan strategi pemasaran yang digunakan para pekerja kreatif lainnya. Dengan begitu, Anda bisa mempelajari kekurangan dan kelebihan para kompetitor, dan mulai menonjolkan kelebihan produk Anda untuk menanamkan ciri khas dan identitas tertentu yang membedakan produk Anda dengan yang lain. Jangan terpengaruh perang harga dan mengesampingkan kualitas produk. Meskipun sekarang ini banyak pelaku usaha yang berlomba-lomba menawarkan harga murah ataupun diskon besar-besaran untuk menjaring calon pelanggan. Sebaiknya Anda jangan terpengaruh dan mengambil strategi yang sama untuk menarik calon konsumen. Sebab, hal tersebut hanya akan melunturkan ciri khas maupun identitas usaha yang Anda bangun, karena biasanya untuk menekan biaya produksi yang lebih murah, para pelaku usaha menurunkan kualitas produk yang mereka tawarkan. Untuk menyiasati kondisi seperti ini, sebaiknya tingkatkan kreativitas Anda dan ciptakan produk unik yang pastinya terjaga kualitasnya. Terus belajar dan ciptakan ide-ide segar. Sebagai pelaku industri kreatif, tentunya Anda harus memiliki wawasan yang luas untuk menciptakan ide-ide segar dan mengembangkan kreasi produk yang Anda tawarkan. Karena itu, teruslah belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan yang Anda miliki. Contohnya saja seperti dengan membaca buku, mengamati trend pasar melalui majalah, tabloid, dan surat kabar lainnya, mencari ide-ide segar melalui internet ataupun bertemu dengan orang-orang baru untuk berbagi ilmu dan bertukar ide dengan mereka. Setelah membahas empat tips bisnis kreatif yang bisa dijalankan para pelaku usaha, kini saatnya Anda mempraktekannya langsung untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya. Kembangkan kreativitas dalam diri Anda dan ciptakan produk-produk baru yang pastinya unik dan menarik. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.
  6. Menjadi seseorang yang selalu berpikir kreatif dan inovatif dalam dunia bisnis merupakan hal mutlak yang dibutuhkan oleh pebisnis. Jika Anda tidak mampu untuk berpikir kreatif dan inovatif, maka cepat atau lambat para pesaing bisnis Anda pasti akan dengan mudah menggilas roda bisnis yang Anda jalankan. Memang bukan hal yang mudah untuk menjadi seseorang yang memiliki berbagai ide-ide cemerlang disertai dengan kreasi dan inovasi tanpa henti. Tidak jarang gagasan atau ide bisnis yang bagus akan mudah muncul dan dapat menyelesaikan sebagian kecil dari masalah bisnis yang Anda jalankan. Namun, sebuah ide bisnis yang besar dan hebat justru sebaliknya, karena ide itu hanya sesekali saja bisa muncul dan jika tidak segera dieksekusi pun akan cepat lenyap ditelan oleh kesibukan Anda sendiri. Cara Menggali Kreativitas Untuk menjadi seseorang yang memiliki banyak gagasan atau ide kreatif dan cermat dalam menggali sebuah ide bisnis maka dibutuhkan beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Nah, beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk bisa terus menggali ide-ide bisnis yang hebat adalah sebagai berikut : 1. Jangan Terlalu Cepat Membuat Asumsi Terlalu cepat dalam mengambil asumsi merupakan salah satu sikap malas berpikir. Dimana Anda tidak mau menunggu untuk mendapatkan semua informasi yang Anda perlukan untuk memperoleh sebuah kesimpulan yang benar. Jika Anda ingin menarik sebuah kesimpulan, usahakan Anda sudah mendapatkan banyak informasi. Kesabaran serta kemauan untuk mendapatkan banyak informasi merupakan salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menggali kreativitas. 2. Melihat Hal Dari Sudut Pandang Orang Lain Bukalah pikiran Anda dan belajarlah untuk bisa menerima sudut pandang orang lain yang mungkin lebih valid, bukan hanya mengandalkan sudut pandang Anda sendiri. Anda boleh saja hebat, namun bisa saja orang lain memiliki banyak informasi yang belum pernah Anda dapatkan. 3. Menghindari Berpikir Plinplan Beberapa orang mempunyai kecenderungan dari suasana hati yang sangat positif dalam waktu satu menit dan sangat negatif untuk waktu selanjutnya, semuanya tergantung pada apa yang dilihat di depannya. Pikiran naik turun tersebut biasa disebut dengan mood. Jika Anda tergantung pada mood, maka pikiran Anda tidak akan bisa bekerja dengan baik. Oleh sebab itu, mulailah belajar untuk bisa berpikir tanpa harus dipengaruhi oleh mood yang tidak menentu. 4. Menghilangkan Kebiasaan Malas Berpikir Kebiasaan malas berpikir dapat menjadi batu sandungan yang besar untuk bisa berpikir jernih. Jadi, jangan pernah berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi selalu dengan cara biasanya. Bisa saja untuk yang kali ini berubah. Ciri orang-orang yang malas berpikir adalah orang-orang yang selalu beralasan dengan “biasanya”. 5. Berpikirlah Untuk Diri Kita Tahukah Anda bahwa jika kita sering menonton berita, ada beberapa pola pikir yang secara tidak sadar bisa kita terima. Media memang dipergunakan untuk membentuk sebuah opini. Nah, untuk itu janganlah pernah kita terbawa oleh opini publik dengan mudah. Mungkin Anda merasa hal itu sudah benar karena sudah menjadi opini umum, namun pernahkan Anda berpikir untuk hal yang berbeda? Berusahalah berpikir untuk diri sendiri, jangan hanya mengikuti pendapat orang lain. Jangan biarkan pendapat atau opini orang lain mempengaruhi kita untuk berpikir. Teruslah berkarya dengan menggunakan segala kemampuan yang Anda miliki. Jangan pernah sia-siakan peluang-peluang bisnis di sekitar Anda, karena dari kalangan yang ada disekitar, Anda bisa memperluas jangkauan bisnis.
  7. Game Mat Goceng saat dipamerkan di Essen Spiel '14, Essen, Jerman, 16-19 Oktober 2014. Pelaku industri kreatif digital di Indonesia diyakini tidak akan ketinggalan untuk memanfaatkan infrastruktur yang semakin baik dengan hadirnya 4G. Hal ini pernah dikatakan oleh Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi, Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan IPTEK, Kemenparekraf. Menurutnya, dengan bandwidth yang besar, butuh konten digital dari berbagai sektor. Industri kreatif digital seperti game, animasi dan video online / web series bisa memenuhi hal ini. Hadirnya telekomunikasi seluler generasi keempat (4G) menyediakan lahan yang lebih luas untuk akses informasi dan produksi konten kreatif digital. Tumbuhnya industri kreatif sedikit-banyak bakal memberikan sumbangsih pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Selama 2010-2014 saja, menurut data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, industri kreatif memberikan kontribusi rata-rata 7,13% terhadap produk domestik bruto (PDB). Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menunjukkan kian menguatnya peranan sektor tersebut. Pada 2010, sumbangan ekonomi kreatif terhadap PDB tercatat sebesar Rp 473 triliun, sementara pada 2013 jumlahnya meningkat mencapai Rp 641 triliun. Penyerapan tenaga kerja pun cukup tinggi oleh sektor industri ini, mencapai kisaran angka 11 juta hingga 12 juta jiwa. Namun, sektor ekonomi kreatif tersebut masih didominasi oleh produk-produk fisik seperti kuliner, fesyen maupun kerajinan. Sedangkan industri kreatif digital masih kurang nyaring bunyinya. Nah, soal industri kreatif digital, sebenarnya kita bisa belajar dari Korea Selatan. Dalam makalah ‘Hallyu 2.0: The Korean Wave in the Age of Social Media’ disebutkan, industri kreatif telah menjadi motor penggerak perekonomian Negeri Ginseng sejak tahun 2007. Industri game online di Korea Selatan terdongkrak oleh layanan broadband yang boleh dibilang merata di sana. Dari sisi pendapatan pun bisa menyaingi industri film dan musik. Pada 2000, Korea Selatan baru memiliki nilai ekspor game 102 dollar AS. 10 tahun sejak itu, nilainya mencapai 1,6 miliar dollar AS. Peningkatan 15,7 kali lipat, boleh lah dibilang "Wow!" Indonesia sebenarnya punya potensi besar untuk mencontoh, dan mencapai lebih baik, dari Korea Selatan. Developer game di Indonesia saat ini sedang tumbuh, industrinya pun bergeliat. Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan khazanah budaya lokal yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pasar dalam negeri maupun luar negeri seharusnya bisa menerima itu. Sekadar contoh, dalam ajang Essen Spiel '14 di Jerman, pertengahan Oktober 2014, game asli Indonesia mendapatkan sambutan positif. Game Mat Goceng, yang jelas-jelas menampilkan tokoh Betawi dan Sunda, mampu menarik perhatian pengunjung pameran. Game tersebut pun habis terjual dua hari sebelum pameran -- yang berlangsung selama empat hari itu -- berakhir. "Ini menjadi bukti bahwa, value Indonesia pun bisa diterima oleh pasar luar negeri. Saat memasuki pasar luar negeri, perwakilan Indonesia tidak selalu harus membawa produk yang disesuaikan dengan selera asing," ujar Eko Nugroho CEO Kummara yang menerbitkan Mat Goceng di bawah label Manikmaya Games. Meski demikian Eko mengakui bahwa langkah beberapa produsen game dalam membawa game yang sesuai dengan pasar luar negeri juga terbukti jitu. "Apa yang dilakukan teman-teman itu sudah baik. Secara bisnis, memang harusnya demikian," kata Eko. Namun, ia mengaku merasa tertantang untuk membawa konten yang khas Indonesia ke pasar dunia. "Salah satu misi utama kami adalah mengenalkan Indonesia ke pasar dunia," ujarnya. Menyambut hadirnya 4G, pelaku industri kreatif digital di Indonesia seyogyanya harus mampu menyambar peluang yang muncul. Sudah saatnya Indonesia tidak hanya jadi konsumen, tapi juga jadi produsen. Sudah saatnya produk Indonesia, dengan nilai budaya dan keunikan Indonesia, muncul ke permukaan. sumber: tekno.kompas.com

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy