Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'kosmetik'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Make up adalah hal esensial dalam kehidupan kaum hawa. Coba saja periksa tas para wanita, setidaknya ada satu kantong yang diisi pernak-pernik kecantikan dari bedak, lipstik hingga maskara. Tapi, tahukah Anda, kosmetik yang dibawa kemana-mana setiap hari dalam tas, juga bisa menyebabkan flu dan alergi. Faktanya, kosmetik yang Anda gunakan sehari-hari mengandung jutaan kuman. Dan, di musim hujan seperti sekarang ini, bisa dipastikan kuman semakin banyak bertambah karena iklim yang lembab, membuat jamur dan kuman lebih cepat berkembang biak. Lalu, bagaimana cara mencegah flu datang tanpa harus membuang semua kosmetik dalam tas? Melansir laman Huffington Post, penata rias selebriti Janis Marino punya tips khusus. Pertama, bersihkan kantong kosmetik Anda secara teratur. Faktanya, wanita kerap alpa membersihkan tempat make up mereka. Imbasnya, make up bertumpuk dalam tas hingga hitungan bulan, bahkan tahun. Hal itu tentu saja membuat kuman semakin banyak berkembang biak. Membersihkan make up pun tidak bisa sembarangan, Marino menyarankan Anda untuk menyemprot kantong kosmetik dengan cairan alkohol setelah dibersihkan. Anda juga harus menyeka kuas kosmetik dengan tisu antibakteri sebelum digunakan. Selain itu, sebelum menggunakan kosmetik, ada baiknya menyeka tangan dengan gel pembersih tangan atau hand sanitizer. Saran lain yang dianjurkan Marino adalah mengganti tempat penyimpanan kosmetik dengan yang berbahan plastik ketimbang kain atau kanvas. Alasannya plastik lebih mudah dibersihkan dengan tisu antibakteri, sementara kantong kain lebih mudah menyimpan kuman dan harus dicuci bersih sebelum digunakan kembali. Terakhir, Marino menyarankan untuk mengurangi intensitas pertukaran kosmetik karena hal itu bisa menyebarkan kuman. Dia juga menekankan pentingnya penggunaan kuas yang terpisah. Dengan kata lain, kuas lipstik hanya untuk bibir, begitu juga dengan kuas mata. "Maskara adalah tempat kuman paling banyak bersarang. Selalu ganti kuas maskara setiap tiga bulan," kata Marino.
  2. Coba cek meja rias di rumah Anda. Selain susu pembersih, toner, dan pelembab yang sehari-hari Anda gunakan, mungkin di sana juga ada krim malam yang tak pernah lagi Anda sentuh. Kemudian coba cek laci-lacinya. Bisa jadi, di sana Anda juga akan menemukan beberapa lipstik atau eye shadow yang jarang sekali Anda pakai karena warnanya sudah sedikit ‘ajaib’. Begitulah wanita, mudah sekali tergiur membeli produk kecantikan yang memberi janji-janji manis. Lalu mudah pula untuk segera beralih ke produk lain. Berganti-ganti produk dengan alasan bosan atau tak puas, bukan hanya memberatkan kulit Anda, terutama jika kulit Anda sensitif, tetapi juga boros. Hitung saja, berapa biaya yang Anda keluarkan untuk gonta-ganti krim malam atau aneka lipstik yang akhirnya tersia-sia. Lumayan, kan? Nah, supaya tidak terus-terusan kebobolan, mengapa tidak mencoba merevisi cara Anda belanja kosmetik? Lebih Mahal Lebih Baik? Urusan mempercantik diri, Anda pasti ingin yang terbaik. Kalau perlu, beli produk premium yang harganya selangit. Tujuannya, apa lagi kalau bukan kualitas yang baik dan hasil maksimal. Sejumlah ahli tata rias merekomendasikan untuk membelanjakan uang lebih banyak pada produk-produk perawatan kulit, seperti pelembap, atau krim antiaging. Alasannya, produk tersebut akan memberikan tampilan permukaan kulit yang halus, sehingga tata rias yang dihasilkan pun tampak sempurna. Tapi, benarkah begitu? Menurut dr. Hanny Nilasari, SpKK, dari FKUI, sebenarnya tak selamanya produk berharga mahal memiliki kualitas yang lebih tinggi dibanding produk berharga lebih murah. “Kalau dibilang berbeda, pasti ada bedanya. Tapi kalau lebih baik, belum tentu,” kata Hanny. Namun, menurut Hanny, tak perlu memaksakan diri membeli produk perawatan premium. Bukan soal harga semata. “Produk mahal banyak yang merupakan produk impor. Uji klinis mengenai efektivitas produk mereka umumnya juga dilakukan di negara asalnya. Respondennya pasti orang sana juga. Padahal, jenis dan tipe kulit orang Indonesia, jauh berbeda dengan mereka. Sedangkan produk dalam negeri, uji klinis biasanya dilakukan di dalam negeri, dengan orang yang tipe kulitnya serupa dengan kita,” demikian papar Hanny. Jadi, bisa saja berdasarkan riset, produk impor efektif menghilangkan flek hitam. Tapi harus Anda perhatikan juga, efektif terhadap siapa? Bedanya produk premium dan yang lebih murah, kira-kira begini: Sumber bahan aktif Produk berbahan aktif sama, seperti krim pencerah wajah yang mengandung buah mulberry. Yang membedakan, produk berharga mahal bisa jadi mengandung ekstrak mulberry dalam kadar tertentu, yang berdasarkan pengujian terbukti membuat kulit tampak lebih cerah setelah pemakaian 2 minggu. Sedangkan produk sejenis dengan harga lebih murah, mungkin hanya mengandung sedikit kandungan buah mulberry. Produk-produk yang mengandung bahan sintetis yang canggih, macam silicone, hyaluronic acid, dan kinetin, umumnya juga berharga lebih mahal dibanding produk yang hanya mengandung minyak dan air. Biaya riset Beberapa produsen kosmetik merek premium biasanya akan melakukan uji klinis sebelum meluncurkan produk baru. Tujuannya untuk mengetahui khasiat bahan aktif yang digunakan. Otomatis, tingginya biaya penelitian, biaya para ahli, serta mempatenkan kandungan produk, harga produk pun ikut tinggi. Penambahan bahan lain Produk kecantikan tak hanya berisi bahan aktif yang sesuai dengan penggunaannya, tetapi juga ditambahkan bahan lain untuk membuat produk tersebut terasa nyaman saat digunakan. Sebut saja pelembut, pewangi, dan zat anti alergi. Semakin banyak bahan ditambahkan, tentu akan semakin meningkatkan harga jual produk tersebut. Pilih yang Anda butuhkan Selalu saja ada godaan ketika Anda sedang mencari produk kecantikan di gerai kosmetik. Biasanya bermula dari rayuan sang konsultan/ penjaga gerai yang menawarkan produk terbaru dengan iming-iming dasyat. Alih-alih membeli produk yang Anda butuhkan, Anda malah membeli produk mutakhir yang pada akhirnya hanya Anda pakai sesekali. Mubazir kalau tak Anda manfaatkan dengan optimal. Selain memilih produk kecantikan yang paling sesuai dengan kondisi kulit dan kebutuhan, menurut Hanny ada cara jitu untuk menghemat penggunaan kosmetik. “Rawat kulit sebaik mungkin supaya tidak terjadi proses-proses yang tak diinginkan, seperti jerawat, flek hitam, atau kulit kusam. Jangan lewatkan perawatan sehari-hari, seperti jaga kebersihan kulit, jaga kelembapan, dan tidak sembarangan mengaplikasikan produk baru tanpa tahu efektivitasnya. Kalau ada masalah, segera atasi dengan berkonsultasi pada dokter kulit,” demikian saran Hanny. Terkadang, dengan berkonsultasi pada dokter kulit, Anda jadi tahu masalah apa yang terjadi pada kulit Anda, sekaligus mendapatkan solusi terbaik cara mengatasinya, dibanding jika Anda datang langsung kecounter kosmetik dan berkonsultasi dengan beauty consultant. Supaya tak mudah terbujuk atau asal membeli, ketahui produk kecantikan yang sebenarnya perlu Anda dahulukan: Produk perawatan kulit Yang wajib Anda miliki adalah pembersih, toner, tabir surya, dan pelembap. Yang paling penting pilih yang betul-betul cocok dengan kondisi kulit Anda. Artinya, terasa nyaman saat digunakan, tidak menimbulkan iritasi dan alergi, serta dapat membuat kulit tampil lebih baik. Produk perawatan kulit lain, seperti krim antiaging, krim pemutih, sebaiknya dibeli jika Anda memang benar-benar membutuhkannya. Misalnya, Anda yang menjelang 40 tahun, tentu lebih membutuhkan krim antiaging dibanding mereka yang baru 20 tahun. Lebih penting lagi, jangan lupa digunakan menurut petunjuk. Kosmetik dekoratif Anda tipe orang yang tak mungkin ngantor tanpa bedak, lipstik, dan maskara? Jika ya, berarti ketiganya wajib Anda miliki. Namun produk dekoratif yang hanya Anda pakai sesekali, seperti eye shadow, blush on, dan eyeliner, tak harus menghabiskan banyak uang untuk membeli merek premium. Lebih baik pilih yang aman di kulit. Pilihan warnanya pun sebaiknya tak aneh-aneh. Misalnya, pilih warna dasar, seperti coklat muda, atau merah bata. Tertarik membeli warna-warni yang sedang tren? Beli dalam kemasan mini, karena sifatnya yang musiman. Produk perawatan rambut Jangan terlalu mengandalkan salon untuk melakukan perawatan rambut. Jadi, produk perawatan rambut yang harus Anda miliki pun tak sekedar sampo dan conditioner. Miliki juga masker rambut, tonik, atau produk perawatan rambut yang spesifik sesuai dengan kebutuhan rambut Anda. Misalnya, leave-on conditioner untuk Anda yang tak selalu sempat mengenakan conditioner bilas. Tak harus produk khusus seperti di salon. Produk perawatan rambut yang biasa dijual di swalayan juga sama manfaatnya, kok. Harganya pun pasti lebih murah dibanding produk yang dijual eksklusif di salon kecantikan.
  3. Di jaman teknologi internet, segala sesuatu bisa diperjualbelikan secara online, termasuk kebutuhan wanita akan kosmetik. Kemudahan ini membuat kosmetik dari berbagai negara dapat dibeli dan dinikmati, tanpa harus khawatir tak adanya cosmetic store di negaranya. Puluhan hingga ratusan online shop menawarkan jasa pembelian aneka brand kosmetik. Alhasil, pembelian online semakin meningkat. Di mana ada kesempatan, di situlah kriminal juga tumbuh. Karena ada permintaan yang tinggi akan produk kosmetik, tak sedikit oknum nakal memanfaatkan hal ini untuk meraih keuntungan yang besar. Apabila dulu kosmetik palsu hanya dijual door to door atau di toko-toko kecil, kini kosmetik palsu merambah dunia online shop. Berbekal iming-iming harga murah, tak sedikit orang yang kemudian tertipu karena ingin ikut mencoba hasil dari suatu produk kecantikan. Bahkan menurut eBay.com, ada juga lho seller-seller yang memposting barang-barang palsu di akun mereka. Merebaknya fenomena ini tampaknya sulit dikendalikan karena hilang satu tumbuh seribu. Sudah banyak ketentuan dan aturan dikeluarkan oleh eBay, sayangnya masih saja ada seller nakal. Tak hanya di eBay saja lho, di online shop besar maupun kecil lain, seller nakal banyak ditemukan. Agar Anda tidak tertipu, ketahui ciri-ciri kosmetik palsu yang dijual di online shop. Ciri 1: Lihat testimoninya Sebelum memutuskan membeli produk di seorang seller, baca dan telusuri testimoninya. Temukan apakah pernah ada konsumen yang komplain bahwa produknya palsu atau tidak ori. Ciri 2: Jumlah produk yang dijual Berapa banyak jumlah produk yang ia sediakan? Apabila Anda tahu bahwa produk yang ditawarkan unlimited dan ternyata ia punya banyak stock, waspadalah bahwa produk tersebut produk palsu atau KW. Ciri 3: Kualitas foto Sekalipun barang dan foto tidak selalu sama, namun setidaknya bisa membantu Anda menentukan apakah Anda akan membelinya atau tidak. Produk ORI disertai foto dengan kualitas tinggi dan penataan foto yang indah karena mereka juga memperhatikan branding produk tersebut. Ciri 4: Produk diskontinyu atau limited Apabila produk tidak pernah Anda lihat iklan atau wujudnya di toko-toko lain dan tiba-tiba seorang seller menawarkannya secara online, tanyakan dengan detail tentang produk tersebut. Bila ia bilang bahwa produk diskontinyu atau limited edition dan tidak dijual di tempat lain, maka ketahuilah bahwa produk tersebut 80% palsu. Ciri 5: Kemasan dan penulisan nama Browsing terlebih dahulu bagaimana kemasan dan penulisan yang benar dari produk ORI, kemudian bandingkan dengan produk yang ditawarkan di online shop tersebut. Umumnya, produk palsu akan mengubah sedikit tampilan kemasan maupun nama. Ciri 6: Harga yang sangat jauh lebih murah Jangan keburu tertipu harga murah, entah itu alasannya tidak akan diproduksi lagi atau sedang promo besar-besaran. Apalagi jika harganya di bawah separuh harga normal, karena hal ini mengindikasikan ia adalah produk palsu. Ciri 7: Tidak ditemukan di web aslinya Apabila produk yang Anda incar adalah produk ternama, maka cek terlebih dahulu produk tersebut di web aslinya. Bandingkan dengan yang ada di web asli, apabila jelas berbeda, maka produk tersebut FAKE alias palsu. Ingin cantik adalah idaman setiap wanita, tetapi ingatlah bahwa kualitas produk yang Anda gunakan, memberikan efek pada kulit Anda. Untuk itu, lebih berhati-hati ya ladies, jangan sampai tergiur harga atau promo dan malah terjebak dengan produk palsu.
×
×
  • Create New...