Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'korea selatan'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 8 results

  1. im Eun-hee baru berusia 10 tahun, seorang siswa sekolah dasar dengan mimpi menjadi bintang tenis saat dia diperkosa oleh pelatihnya untuk pertama kali. Tidak hanya sekali, perkosaan itu berulang kali dilakukan oleh si pelatih terhadap Kim. Saat itu, calon juara Korea itu masih terlalu kecil untuk tahu bahwa dia telah menjadi korban perkosaan. Tetapi dia tahu bahwa dia merasa takut akan perintah berulang untuk datang ke kamar pelatihnya di kamp pelatihan mereka, rasa sakit yang dialami dan penghinaan yang dirasakan. "Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyadari bahwa itu adalah perkosaan," kata Kim. "Dia terus memerkosa saya selama dua tahun... Dia mengatakan kepada saya itu adalah rahasia yang harus dijaga antara dia dan saya." Saat ini, 17 tahun kemudian, Kim Eun-hee yang berusia 27 tahun berbicara kepada media internasional untuk pertama kalinya dan tanpa menyamarkan identitasnya, mengungkapkan bagaimana atlet di Korea Selatan telah lama diam, menderita pelecehan seksual oleh pelatih mereka. Korsel, selain dikenal dengan keunggulan teknologi dan bisnis pertunjukannya, juga memiliki reputasi yang baik di bidang olah raga. Negeri Ginseng adalah satu-satunya negara Asia, selain Jepang yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin. Negara itu juga secara rutin berada di peringkat 10 besar di kedua ajang olah raga besar itu dengan dominasi di cabang taekwondo, memanah dan seluncur. Meski begitu, sistem di bidang tersebut masih berdasarkan hierarki dan patriarki dalam berbagai sisi, seperti memiliki koneksi pribadi terkadang lebih penting performa yang ditunjukkan dalam mendorong karier seseorang. Dalam persaingan yang sangat ketat, banyak atlet muda yang meninggalkan sekolah atau tinggal jauh dari orangtua mereka dan tinggal di asrama selama bertahun-tahun untuk berlatih dengan pelatih dan rekan-rekannya secara penuh waktu. Sistem kamp pelatihan yang diterapkan di Korsel mirip dengan sistem latihan di China, yang meski dianggap berhasil mendorong prestasi atlet Negeri Ginseng di dunia internasional, telah terbukti mendorong penyiksaan di beberapa cabang olah raga. Penyiksaan ini terutama terjadi pada atlet-atlet di bawah umur yang berada di bawah kendali pelatih mereka. "Pelatih adalah raja dari dunia saya, dia mendiktekan segala sesuatu tentang kehidupan sehari-hari saya dari cara berolahraga sampai kapan harus tidur dan apa yang dimakan," kata Kim kepada AFP. Dia mengatakan, pelatihnya juga memukulinya berulang kali sebagai bagian dari latihan. Banyak korban terpaksa diam mengenai perlakuan yang mereka terima karena dalam sebagian besar kasus, mengungkap hal ini ke publik berarti berakhirnya mimpi mereka untuk menjadi bintang. "Ini adalah komunitas di mana orang-orang yang berbicara dikucilkan dan di-bully sebagai 'pengkhianat' yang membuat malu olah raga itu," kata Profesor Psikologi Olah Raga Universitas Sogang, Chung Yong-chul. Survei Komite Olahraga & Olimpiade Korea pada 2014 menunjukkan bahwa sekira satu dari tujuh atlet wanita mengalami pelecehan seksual pada tahun sebelumnya, namun, 70 persen dari mereka tidak mencari bantuan dalam bentuk apa pun. Kim Eun-hee yang kini telah pensiun mengatakan, “Saya merasa ngeri melihat pemerkosa saya terus melatih pemain tenis muda selama lebih dari satu dekade seolah-olah tidak ada yang terjadi. Saya berpikir, 'Saya tidak akan memberinya kesempatan untuk melecehkan gadis-gadis kecil lagi .'" Kim mengajukan tuntutan pidana terhadap pelatihnya yang kemudian didakwa. Pada Oktober lalu, Kim Eun-hee berdiri di luar pengadilan untuk mendengar dakwaan dibacakan terhadap mantan pelatihnya atas tuduhan perkosaan yang membuat pria itu dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. "Saya terus menangis dan menangis, mengatasi semua emosi ini dari kesedihan menuju kebahagiaan," katanya.
  2. Kalau lu pencinta reality show Running Man, pasti sudah tak asing dengan Taman Bermain Everland, yang sering dijadikan tempat adu nyali para peserta acara tersebut. Nah, taman ini sebenarnya merupakan taman bermain terbesar di Korea Selatan dan punya wahana ekstrem. Salah satu wahana yang terkenal ekstrem itu T Express, sebuah roller coaster yang terbuat dari kayu. Kereta bakal bawa lu berpetualangan dan mendebarkan jantung hingga ketinggian 200 kaki dan juga ada jalur bundar dengan angel 77 derajat di ketinggian 5 ribu kaki. Dijamin, jantung lu berdetak hebat waktu mengendarai wahana yang satu ini. Namun, buat yang suka tantangan, lebih baik duduk di bangku depan dan nikmati wahana lebih dekat lagi serta jangan lupa untuk mengikuti tantangan juga. Selain adanya roller coaster kayu, Taman Bermain ini juga punya wahana Hurricane dan dijamin bakal bikin lu pusing. Soalnya lu bakal diguncang dan diajak berputar 360 derajat serta mengudara dengan kecepatan tinggi. Ketinggiannya mencapai 19 meter, dan hanya orang dengan tinggi 130 cm saja yang boleh mengendarainya. Ada juga wahana tak kalah menyeramkan lainnya kayak Colombus Adventure yang bentuknya kayak Kora-Kora di Ancol, hanya saja ini lebih ekstrem. Lu bakal diajak berayun dengan ketinggian hingga 33 meter, dan kemiringan hingga 77 derajat. Bayangin kayak apa naikinya? Yuk langsung pergi ke sana saja. Gue ikut tapi bayari ya?
  3. Kerjasama di bidang pendidikan dengan kota Busan dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, karena menganggap banyak hal posistif yang bisa ditiru oleh Surabaya dari Busan. Rektor Dong Eui Universiti, Busan memberikan keterangan terkait kerjasama pendidikan dengan Pemerintah Kota Surabaya, Kamis 24 September 2015 (Foto: VOA/Petrus). Dilansir dari VOA Indonesia, kota Surabaya dan Kota Busan di Korea Selatan semakin intensif meningkatkan hubungan kerjasama khususnya di bidang pendidikan, setelah kedua kota menjalin hubungan sister city sejak 20 tahun lalu. Ratusan pelajar serta guru sekolah menengah di Surabaya telah dikirim ke Busan untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan pelatihan guru, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Surabaya. Kerjasama di bidang pendidikan dengan kota Busan dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, karena menganggap banyak hal posistif yang bisa ditiru oleh Surabaya dari Busan. Menurut Yanuar Hermawan selaku Kepala Sub Bagian Kerjasama Luar Negeri, Pemerintah Kota Surabaya, etos kerja serta karakter yang kuat dari orang Korea menjadi salah satu alasan menjadikan sistem pendidikan di Busan sebagai acuan. Menurut Yanuar, keberhasilan pembangunan suatu daerah ditentukan salah satunya oleh keberhasilan pendidikan, dari generasi mudanya. “Belajar tentang sistem pengajaran secara komprehensif ya, jadi sistem belajar mengajar, terus penyediaan infrastruktur, dan juga materi tidak kalah penting. Artinya kita melihat Korea itu kan, karakter buildingnya kan kuat dan itu memang mau tidak mau kita melihatnya dari basic, pendidikan," kata Yanuar Hermawan, Kasubbag Kerjasama Luar Negeri Pemkot Surabaya. "Bagaimana menciptakan generasi yang mandiri, bagaimana menciptakan generasi yang tidak gampang menyerah dan itu juga hal-hal yang bisa kita pelajari untuk bisa kita terapkan disini, karena pendidikan, ya saya pikir kita semua sepakat pendidikan adalah yang penting untuk bisa meningkatkan kualitas generasi,” imbuhnya. Sejak lima tahun terakhir Pemerintah Kota Surabaya rutin mengirimkan delegasi pendidikan ke Busan, yaitu kelompok guru sekolah menengah dan juga pelajar serta mahasiswa untuk belajar di Busan. Yunsook Jun selaku Wakil Kepala Institut Pendidikan dan Pelatihan Dong Eui University mengatakan, pengajaran dan pelatihan yang diberikan kepada guru-guru dari Surabaya telah diberikan seperti sistem pengajaran di Korea, dimana para guru diajarkan untuk dapat menjadikan para murid lebih aktif, dan mampu mengungkapkan pendapat secara bebas. “Kami disini mengajarkan sistem pengajaran Korea kepada para guru, jadi bagaimana mengajarkan guru-guru di Indonesia mengenai bagaimana mengajarkan murid-murid bisa lebih aktif di kelas. Jadi bukan hanya guru yang menerangkan, tapi murid-murid juga beraktifitas seperti melakukan presentasi maupun bertanya kepada guru, artinya supaya murid-murid lebih aktif,” kata Yunsook Jun, Wakil Kepala Education Training Institut, Dong Eui University. Keunggulan sistem pendidikan di Busan, Korea Selatan juga diakui Caroline, salah seorang mahasiswi asal Indonesia. Menurutnya sistem pendidikan di Korea mengharuskan para murid untuk bekerja keras agar memperoleh hasil yang baik. Semangat kerja keras yang dimiliki orang Korea, merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan di Busan. “Kalau aku bilang disini kemauan buat belajarnya, kalau disini itu bisa dibilang mereka itu kerja keras buat belajar, kalau orang SMA (di Indonesia) dari jam 7 pagi sampai jam 2 (siang), disini juga sama jam 7 pagi sampai jam 2 (siang) tapi setelah selesai jam 2 mereka ada program belajar lagi di sekolah sampai jam 9 malam,” kata Caroline, Mahasiswi Indonesia di Busan, Korea Selatan. Caroline, mahasiswi Kyungsung University di Busang berharap, pemerintah Indonesia lebih memperhatikan perbaikan dan kemajuan pendidikan sebagai kunci keberhasilan sebuah bangsa. Kendala berupa tenaga pengajar yang terbatas khususnya di daerah terpencil, serta dana pendidikan yang masih sangat minim di beberapa daerah, harus menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia untuk memajukan dunia pendidikan di tanah air. “Karena kita kurang ada dukungan dari pemerintah misalnya kurang dana dari pemerintah, pasokan gurunya itu kurang ke daerah-daerah. Mungkin di kota-kota besar kayak Jakarta, Surabaya, itu guru-gurunya tidak kurang, di daerah kita bisa lihat sedikit banget. Jadi mereka juga yang dari daerah susah buat ke kota besar untuk melakukan pendidikan," kata Caroline. "Terus yang aku lihat sekarang itu, daripada kota besar, orang-orang daerah lebih mempunyai kemauan untuk belajarnya lebih tinggi, jadi kalau misalnya kita bisa kirim guru atau kita bisa nyumbang dana buat orang daerah datang ke kota besar untuk belajar itu lebih efektif, jadi persaingannya juga lebih tinggi,” imbuhnya.
  4. Organisasi Kesehatan Dunia pekan lalu menuduh kegagalan pihak berwenang disana melaksanakan langkah pengendalian yang memadai sebagai penyebab besarnya wabah di Korea Selatan itu. Seorang pekerja di distrik perkantoran Dongdaemun, Seoul, Korea Selatan mengenakan masker untuk tindakan pencegahan penularan virus MERS Korea Selatan melaporkan satu lagi penderita baru Sindrom Pernafasan Timur Tengah atau MERS, hari Sabtu, yang menjadikan jumlah penderita di negara itu 182, yang paling besar di luar Arab Saudi. Kementerian Kesehatan mengatakan tidak ada korban jiwa baru dilaporkan, sehingga jumlah yang meninggal akibat virus itu tetap 31. Organisasi Kesehatan Dunia pekan lalu menuduh kegagalan pihak berwenang disana melaksanakan langkah pengendalian yang memadai sebagai penyebab besarnya wabah di Korea Selatan itu. WHO mengatakan kurangnya kesadaran akan risiko MERS di antara staff perawatan kesehatan, dan langkah pengendalian dan pencegahan infeksi rumah sakit tidak mencukupi. Namun, badan PBB itu mengatakan wabah tersebut belum dianggap keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi keprihatinan internasional. Gejala MERS, antara lain, batuk-batuk dan nafas pendek – semuanya juga biasanya dianggap indikasi penyakit yang tidak serius seperti pilek. Sumber: VOA Indonesia
  5. Saya ingin KakaoTalk menjadi platform bagi orang-orang muda untuk secara bebas menyebarkan mimpinya.” (Kim Bum-Soo, pendiri KakaoTalk) Nama KakaoTalk menjadi perbincangan publik dan pengamat teknologi dunia setelah melakukan akuisisi terhadap Path, aplikasi media sosial besutan Dave Morin. Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pasar Daum Kakao (pemilik merek KakaoTalk) di kawasan Asia, khususnya Indonesia, yang menjadi salah satu pasar terbesar Path. Namun, di balik layar KakaoTalk, tersimpan kisah inspiratif dari pendirinya yang bernama Kim Bum-Soo. Melalui tangan Kim, lahirlah KakaoTalk yang mendunia dan menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan. Ia bahkan digadang sebagai salah satu ikon kesuksesan entrepreneur digital asal Negeri Ginseng tersebut. Kesuksesan KakaoTalk di pasar mobile messaging mengantarkan Kim ke jajaran orang terkaya di dunia. MajalahForbes menaksir kekayaan pria berusia 49 tahun itu senilai US$2,2 miliar. Ia adalah salah salah satu wiraswastawan internet paling sukses di Korsel. Kehadirannya merupakan sebuah fenomena karena kebanyakan konglomerat di Korsel mendapatkan kekayaannya secara turun temurun. Akan tetapi, Kim bukanlah dari keluarga konglomerat. Jangankan limpahan harta, untuk makan sehari-hari pun keluarganya mengalami kesulitan. Ayah Kim hanya merupakan buruh di sebuah pabrik pulpen, sedangkan sang ibu adalah seorang pelayan hotel berpendidikan rendah. Kim dan empat saudaranya harus tinggal berjejalan di sebuah apartemen sempit. Ketika kedua orang tuanya bercerai, Kim kemudian diasuh oleh neneknya. Meski kondisi keluarganya pas-pasan, Kim dikenal sebagai anak yang cerdas. Ia merupakan anak pertama yang berhasil menembus bangku kuliah. Tidak tanggung-tanggung, ia berhasil kuliah di universitas paling bergengsi, Seoul National University. Kim membiayai sendiri kuliahnya dengan memberikan les privat. Kim terkadang tidak makan untuk menghemat uang. Namun, kampus itu pula yang mengubah hidupnya. Di bangku kuliah, Kim untuk pertama kalinya Kim melihat komputer milik kawannya yang terhubung ke bulletin board system, sebuah layanan pesan online yang cukup beken di kala itu. “Itulah pertama kalinya saya melihat internet dan terkoneksi dengan dunia,” kata pria yang sering disapa Brian itu, seperti dikutip dari Forbes. Lulus dari Seoul National University, Kim sempat mengabdi ke Samsung selama lima tahun. Pada tahun 1998, Kim memutuskan untuk keluar dan mendirikan perusahaan game online, Hangame. Setahun kemudian, Hangame melakukan merger dengan Naver menjadi NHN, yang kemudian mendominasi Korsel dalam situs pencarian. Sukses menggawangi NHN, Kim pindah ke Silicon Valley pada Juli 2005 untuk menancapkan kehadiran perusahaan di Negeri Paman Sam. Ia menjalankan perusahaan selama dua tahun sebelum akhirnya meninggalkan NHN karena adanya perbedaan tentang arah bisnis dengan partner bisnisnya. Selama dua tahun Kim menganggur. Memasuki tahun ketiga, Kim membujuk istri dan kedua anaknya untuk kembali ke Korsel. Ia bahkan menyuruh anak-anaknya untuk istirahat sejenak dari bangku sekolah. Kim membiarkan anak-anaknya bermain, dan tidak melakukan apapun selain bersenang-senang. Mereka berempat benar-benar menikmati kehidupannya tanpa kerumitan sekolah dan pekerjaan. “Saya sepertinya perlu menemukan keinginan terdalam saya kembali. Sesuatu yang saya sukai, sesuatu dengan nilai dan arti, yang hilang selama saya mendapatkan kekayaan. Saya sangat bahagia,” ucapnya. Lahirnya KakaoTalk Setelah setahun bersenang-senang menikmati hidup bersama keluarganya, Kim akhirnya memutuskan untuk memulai lagi pekerjaannya. “Saya merasa sepertinya saya harus bekerja lagi,” ujarnya. Pada Maret 2010, KakaoTalk lahir. Kim mengambil peluang dari booming telepon pintar. KakaoTalk menawarkan layanan online messaging untuk menggantikan pesan singkat (SMS) yang dianggap kuno dan harus berbayar. KakaoTalk langsung sukses besar. Di bulan pertamanya, pengguna KakaoTalk mencapai 2 juta orang. Saat ini, KakaoTalk digunakan oleh hampir 93 persen pengguna telepon pintar Korsel dan 75 persen penduduk Korsel. Menurut Nielsen, KakaoTalk digunakan oleh warga Korea rata-rata 33 menit per hari. Jumlah pengguna total KakaoTalk di seluruh dunia mencapai 158 juta. Namun kesuksesan Kim bukan sekadar membuat aplikasi chat. Kim berhasil memadukan layanan mobile messagingdengan aplikasi games, belanja, dan feature lain. Kim berhasil menunjukkan bahwa aplikasi layanan pesan tidak hanya sekadar chat. Platformnya bisa digunakan untuk meraup keuntungan dari jasa lain seperti games atau penjualan kupon dan stiker. Aplikasi lainnya itulah yang menyumbang pendapatan besar. KakaoTalk melaporkan 64 persen pendapatannya darigames seperti Anipang dan Candy Crush. Pencapaian itu membuat KakaoTalk menjadi salah satu dari sedikit perusahaan jasa perpesanan mobile yang berhasil meraup laba. Pada tahun 2014, KakaoTalk meraup laba hingga US$52 juta. “KakaoTalk memungkinkan penggunanya untuk berbagi apa pun yang mereka harapkan dengan siapa pun di seluruh dunia,” ujar Kim. Dari Teman Jadi Lawan Kesuksesan KakaoTalk ternyata menginspirasi layanan sejenis. Yang mungkin agak ironis, persaingan itu datang dari Lee Hae-Jin, sesama pendiri NHN sekaligus teman lama Kim. Lee membuat Line yang kini sukses menguasai pasar Jepang. Saingan lain KakaoTalk adalah WeChat yang kini menguasai China. WeChat sendiri adalah produk mobile messaging Tencent, yang terkenal dengan layanan QQ (messaging berbasisdesktop). Ironisnya lagi, awalnya Kim dan Tencent sebenarnya ingin melakukan kerjasama membuat aplikasi mobile messaging untuk pasar China. Namun belakangan Tencent meniru semua langkah KakaoTalk, bahkan kini memiliki jumlah pengguna jauh lebih besar dibanding KakaoTalk. “Hubungan kami menjadi tidak sehat lagi,” ujar Kim. Persaingan keras itulah yang mendorong KakaoTalk untuk melakukan merger dengan Daum Communication; perusahaan pencarian terbesar kedua di Korea Selatan. Dengan kesepakatan ini, Kim ingin menancapkan dominasi KakaoTalk di Korea Selatan. Ia kini juga memiliki cukup tenaga untuk bersaing dengan Line dan WeChat di kawasan masing-masing. “Di dunia mobile messaging, mereka yang berhasil menjadi pionir dan menguasai sebuah area cenderung sulit digeser,” ungkap Kim kepada Forbes. Harus ada cara istimewa untuk melakukan hal yang sulit itu. Dan cara istimewa itulah yang harus dilakukan Kim.
  6. Korea Selatan menyerukan pembebasan terhadap empat warganya yang ditahan oleh Korea Utara. Dua di antaranya mengaku bahwa mereka bekerja sebagai mata-mata bagi Badan Intelijen Korea Selatan (NIS). Kim Kuk Gi dan Choe Chun Gil menuturkan kisahnya. Saat pertama kali ditemui dengan pendamping dari Korea Utara, mereka mengakui tuduhan spionase tersebut. Dalam wawancara dengan pengawalan tersebut, kedua pria yang dibekuk pada Maret lalu ini memastikan bahwa mereka tidak mendapatkan arahan jawaban dari Korea Utara. Pengakuan mereka sama dengan pemberitaan di media-media Korea Utara sebelumnya. Namun, Korea Selatan membantah keras tuduhan tersebut. Saat ditemui terpisah di sebuah ruang hotel di Pyongyang pada Minggu (3/5), kedua warga Korea Selatan tersebut tetap mengakui hal yang sama. Mereka bahkan memaparkan lebih jelas apa saja yang mereka lakukan bagi NIS. Choe, 56, menuturkan bahwa ia sedang menjalani profesinya sebagai pebisnis di utara Tiongkok yang berbatasan dengan Korea Utara ketika ia dihubungi oleh NIS. Badan intelijen tersebut meminta Choe untuk menghimpun informasi dan materi dari Korea Utara. Ia bekerja sebagai mata-mata di bawah naungan NIS selama tiga tahun sebelum akhirnya ditahan di dekat perbatasan dengan Tiongkok. Kala itu, Choe sedang berusaha menyelundupkan beberapa kotak materi dari dalam Korea Utara. Salah satu kotak tersebut berisi material yang dapat digunakan dalam aplikasi militer. Sementara itu, Kim, 61, mengisahkan bahwa ia adalah seorang misionaris di Tiongkok utara yang sedang dijerat masalah keuangan saat NIS merekrutnya. Dengan masalah ekonomi yang sedang melandanya, Kim diiming-imingi bayaran untuk setiap informasi mengenai Korea Utara. Jenis informasi yang dikumpulkan termasuk rencana perjalanan para pemimpin negara ke luar negeri dan salinan mata uang Korea Utara yang baru untuk dipalsukan. Bekerja bagi NIS selama sembilan tahun, Kim mengaku telah meraup uang sebesar US$500 ribu atau setara Rp6,5 miliar sebelum akhirnya ditangkap ketika sedang menggali informasi dari seorang informan. Selama ditahan, kedua warga Korea Selatan ini mengaku diperlakukan dengan baik. Mereka tidak ditahan di balik jeruji besi, melainkan di sebuah tempat milik agen yang menginvestigasi mereka. Hingga saat ini, mereka belum diadili. Namun, mereka menjamin bahwa mereka akan menerima apapun hukuman yang dijatuhkan oleh Korea Utara. Di tengah wawancara, Choe kerap emosional, apalagi ketika berbicara tentang keluarganya. Istri dan seorang putrinya kini sedang berada di Tiongkok, sementara anak perempuannya yang lain berada di Korea Selatan. Merasa menjerumuskan keluarganya ke dalam masalah, Choe meminta maaf. Di lain pihak, Kim mengaku tidak memiliki keluarga yang perlu dirisaukan. Namun, ia mengingatkan warga Korea Selatan yang lain untuk tidak mengikuti jejaknya. Dalam perbincangan tersebut, Kim terus menyanjung pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. Korea Utara memang dikenal sebagai salah satu rezim paling represif di bumi. Dengan sitem peradilan yang buram, Korea Utara kerap menahan orang dengan pengakuan paksaan. Pada 2013, seorang veteran Amerika yang bertempur dalam Perang Korea ditahan oleh Korea Utara. Ia dipaksa meminta maaf di hadapan media nasional dengan kalimat yang sudah diberitahukan oleh Korea Utara. Sesi wawancara ini berlangsung hanya berselang sehari setelah Korea Utara menahan seorang warga Korea Selata yang berdomisili di New Jersey setelah memasuki wilayah mereka secara ilegal. Seorang warga Korea Selatan lain, Kim Jung-wook, tahun lalu dijatuhi hukuman kerja paksa seumur hidup setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan aksi melawan negara.
  7. Selayang Pandang Tentang Korea.. Korea Selatan suatu Negara berbentuk Republik dengan ibukota Seoul. Negara ini memiliki 4 musim yaitu musim gugur, dingin, semi dan panas. Musim dingin suhunya bisa mencapai 10-15 derajat celcius. Luas wilayah mencapai 99.392 km dan hampir 70 % tanah Korea Selatan terdiri dari daerah pegunungan, kecuali tanah datar di sebelah barat, 10 %. Jumlah penduduk sebanyak + 65.000.000 jiwa. Mayoritas beragama budha, dan Korea Selatan adalah sebuah Negara industri baru di kawasan Asia dan dengan mata uang yang berlaku adalah Won. Makanan favorit penduduk Korea Selatan adalah Kim-chi (asinan sayur yang rasanya asam pedas) dan Bul-gogi (semur daging). Masyarakat Korsel memiliki etos kerja dan disiplin yang tinggi. Orang Korsel bertemperamen tinggi, kasar sehingga untuk mendisiplinkan orang asing sering dengan bicara yang sangat keras seperti orang marah, diselingi makian. Tak jarang mereka menunjuk sesuatu menggunakan kaki dan kadang tangan memegang / mendorong kepala TKI adalah hal dianggap hal biasa. (Ups, dilarang dicontoh yah anak-anak.wkwkwkk) Karena kebiasaan itu tak jarang sering terjadi kesalahpahaman/perselisihan bahkan kadang perkelahian antara TKI dengan warga Korsel. ------------------------------------------------------------------------------------ Penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) Kondisi bangsa Indonesia sejak tahun 1995 mengalami multi krisis, hingga kini bisa dikatakan masih dalam proses pemulihan dan belum 100 persen berhasil. Terutama di bidang ekonomi, gejolak harga dan pengangguran masih menjadi persoalan mendesak yang perlu perhatian serius. Salah satu upaya untuk memecahkan permasalahan tersebut maka pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri (TKI) yang salah satu tujuannya adalah Negara Korea Selatan sejak tahun 1995, melalui mekanisme yang disebut Industrial Training System (ITS). Perekrutan di Indonesia dilakukan oleh delapan PJTKI yang ditunjuk dan pengelolaan di Korsel dilakukan oleh Korea Federation of Small and Medium Business (KFSB). Semua pekerja asing yang datang ke Korsel melalui cara ini mempunyai status sebagai tenaga magang (trainee), bukan pekerja. Puluhan ribu tenaga kerja magang asing berbondong-bondong datang mengadu untung di Korsel. Namun menurut sebuah sumber di Kementerian Tenaga Kerja Korsel, saat itu jumlah pekerja asing ilegal juga membengkak sampai angka yang mengkhawatirkan yaitu 80% dari total pekerja asing. Disamping itu, banyak kritik terhadap status trainee yang disandang pekerja asing. (Huaaaa???parah.ckck Nara, Juli pulang woy. Ilegal lu.hahaha peace) Tidak hanya karena kenyataan bahwa mereka sesungguhnya bekerja dan digaji dan bukan mendapatkan pelatihan. Status trainee menyebabkan para pekerja asing tidak mendapatkan perlindungan hukum yang diatur dalam UU Perburuhan Korsel. Pemerintah Korsel akhirnya mengeluarkan undang-undang yang mengatur perijinan bagi pekerja asing (Act concerning the Employment Permit for Migrant Worker) pada tahun 2003. UU ini mengharuskan pengiriman tenaga kerja asing melalui kerjasama bilateral antara pemerintah Korsel dengan negara pengirim. Dengan peraturan baru ini, pekerja asing dengan tingkat ketrampilan rendah mempunyai status sebagai pekerja (employees) bukan trainees. Tahun 2004 Indonesia dan lima negara pengirim tenaga kerja lainnya yaitu Mongolia, Filipina, Vietnam, Thailand dan Sri Lanka menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah Korsel mengenai pengiriman tenaga kerja menggunakan mekanisme baru yaitu Employment Permit System (EPS). Tahun 2008 jumlah negara yang mengirim tenaga kerja dengan skema EPS bertambah yaitu RRC, Kamboja, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Bangladesh dan Timor Leste. Dengan sistem baru ini pengiriman TKI menjadi lebih teratur, transparan dan murah, karena ditangani langsung oleh pemerintah kedua negara. Kecenderungan untuk menjadi pekerja ilegal diharapkan menurun. TKI yang bekerja di Korsel melalui program ITS digabungkan dengan program EPS melalui prosedur tertentu. Sejak tahun 2004, pengiriman TKI ke Korsel sudah melalui program EPS. Dan kini tenaga kerja asing di Korsel , China menempati urutan pertama, disusul Pakistan, Bangladesh dan Indonesia. Dan menurut catatan KBRI Seoul, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Korea Selatan jumlahnya mencapai 27 ribu dengan 95% adalah TKI yang mengadu nasibnya. Yang tersebar disejumlah kota seperti di Ansan,Suwon,Taejon,Taegu dan Busan. Dan sebagian besar bekerja di perusahaan dengan skala usaha kecil dan menengah, mayoritas di sektor manufaktur,pertanian,pertenakan dan perikanan. ------------------------------------------------------------------------------------ Cara TKI di Korea Bentengi Diri yaitu dengan Bentuk Kelompok Pengajian,Ciptakan Suasana Agamis ala Kampung Halaman. Korea Selatan merupakan salah satu negara di Asia yang menganut sistem kebebasan. Tidak ada satu norma agama yang menjadi standar dalam kehidupan, mereka bebas melakukan apa saja selama tidak merugikan orang lain. Kebebasan ini tercermin dalam bentuk kebijakan negara sehingga pemerintah memberikan kebebasan penuh kepada rakyatnya untuk memeluk agama atau bahkan tidak sama sekali. Kondisi ini otomatis berimbas pada tingkah laku keseharian, dimana masyarakat Korea Selatan lebih mengedepankan kesenangan yang bersifat lahiriah dan materialis daripada nilai hukum religius.“Pokoknya kalau kita tidak kuat iman, banyak godaan di Korea, Mbak,” ujar Ketua Pumita, Lilik Abdul Muhit kepada Memo, Minggu lalu. Masih menurut Lilik, kemajuan pembangunan Korea Selatan tiap waktu, sungguh membuat iri dan itu patut untuk ditiru. Orang Korea memang suka kerja keras. Sayangnya itu, tidak diimbangi dengan kemajuan dalam hal kebudayaan dan nilai-nilai hidup yang lebih baik. Pada kenyataannya nilai-nilai ini cenderung lebih condong untuk meniru (terpolarisasi) ke kebudayaan Barat yang liberal daripada mempertahankan identitas budaya Timurnya. Dalam banyak hal, mereka hampir sama persis dengan orang Barat, mulai dari budaya bergaul dengan lawan jenis, free sexs, sampai dengan bersenang-senang dan lupa waktu. Kondisi yang jauh dari nilai-nilai agama ini (terutama agama Islam) ternyata sangat mempengaruhi perilaku para pekerja Indonesia yang kebanyakan beragama Islam. Ada sebagian dari mereka- jadi tidak seluruhnya- larut dalam gaya kehidupan masyarakat Korea. Salah satu contoh sederhana adalah kebiasaan minum minuman keras, mode pakaian yang menonjolkan aurat, memakai anting bagi pria sudah melanda masyarakat Indonesia di Korea. Kondisi ini apabila dibiarkan akan menjadi kebiasaan bahkan sampai kembali ke Indonesia nanti. “Tapi kami bersyukur, tidak sedikit teman-teman di sini menyadari keadaan yang ada, sehingga tidak sampai larut, ikut-ikutan kehidupan orang orang Korea,” tambah Lilik dibenarkan teman-teman lainnya. Keadaan ini tentu memprihatinkan karena mereka melakukannya dengan sadar atau tidak, telah merusak akhlak dan mental serta jasmani seorang warga Indonesia yang notabene muslim. (Amien, ya robbal alamin. Dengerin woy, ni mbak liliklagi ceramah nih.wkwkwk) Kebiasaan hidup masyarakat Korea ini ternyata membuat trauma masyarakat Indonesia, terutama para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mempunyai komitmen agama yang kuat. Mereka berusaha untuk tidak larut dalam kehidupan bebas di Korea. Para TKI ini lantas membentuk kelompok kecil untuk mengukuhkan pendirian dan keimanan mereka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembinaan warga negara Indonesia/TKI yang hidup di perantauan. Beberapa daerah di kantong-kantong TKI, semisal Seoul, Busan, Daegu, Kwangju dan lain-lain berusaha membentuk organisasi dan melakukan kegiatan yang bertujuan untuk membentengi diri dari pengaruh budaya buruk tersebut. Beberapa organisasi tersebut diantaranya: -Indonesian Muslim Society in Korea (IMUSKA) -Al Amin, Daegu -Kyungnam Muslim Community (KMC), Chang Won -Ikatan Muslim Indonesia Daejeon (IMNIDA) -Jama’ah Shirothol Mustaqim, Ansan -Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI), Seoul -Persaudaraan Muslim Indonesia (PMI) -Ikatan Keluarga Muslim Indonesia Korea (IKMIK) -Paguyuban Tombo Ati -Jama’ah Yasin, Jincheon (bagoooossss hore hore) ------------------------------------------------------------------------------------ Ada persatuan namanya PUMITA di Busan. PUMITA singkatan dari Persaudaraan Umat Muslim Indonesia Al Fatah dan sebagai salah satu organisasi warga negara Indonesia di Korea Selatan yang bernafaskan Islam yang berdomisili di Busan. Menurut Lilik, PUMITA berdiri pada tanggal 19 Agustus 2001. Hal yang mendasari berdirinya PUMITA ini adalah kerinduan akan nuansa islam selama tinggal dan hidup dinegeri orang. Tidak ada jumlah pasti anggota PUMITA karena anggota PUMITA adalah muslim Indonesia yang berada di ruang lingkup Mesjid Al-Fatah, Busan. Untuk pengurus PUMITA sendiri sekitar 50 orang yang membawahi berbagai bidang antara lain : Bidang Da’wah,Pendidikan dan Seni Budaya ,Litbag, Humas, Jasmani dan Kepemudaan,Media dan Informasi, Zakat/Infaq, Logistik dan Keputrian. Kegiatan yang rutin diadakan oleh PUMITA antara lain Yasinan,pengajian,pembahasan fiqih dan olahraga bersama bahkan disetiap akhir minggu setelah sholat fardu diadakan kultum. Dan selama menjelang ramadhan PUMITA mengadakan pesantren kilat yang meliputi lomba qiro’atil qur’an, lomba adzan, lomba baca puisi, lomba pidato dan tadarus al qur’an. Sebagai bukti kepedulian Organisasi PUMITA terhadap sesama PUMITA bekerja sama dengan PUMITA cabang Indonesia melakukan berbagai macam kegiatan, penggalangan dana untuk aksi social Gempa Jogja 2006, penyaluran zakat untuk wilayah jawa-sumatra, sunatan massal 2009 jogjakarta, bantuan gempa situ gintung serta bantuan untuk panti asuhan yatim piatu dan pembangunan masjid di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, dinamika perjalanan Pumita semakin semarak. Ini karena hadirnya dan bergabungnya para mahasiswa dari Indonesia. Keterlibatan para mahasiswa indonesia di Busan dan sekitarnya secara langsung membawa perubahan baik dari sisi semangat maupun isi dari organisasi Pumita. Materi-materi keorganisasian dan kewirausahaan mulai diperkenalkan dalam berbagai acara antara lain Pelatihan Teknologi Tepat Guna (PTTG) di bawah koordinasi devisi Litbang-Pumita. Materi ini mendapat sambutan positif dan hangat dari kalangan anggota Pumita, diharapakan pemberian materi kewirausahaan akan memunculkan ide dan semangat para TKI untuk mau memulai usaha mandiri setelah tibanya di kampung halaman.
  8. Fasilitas pembangkit nuklir di Middletown, Pennsylvania, AS. Sistem komputer pada perusahaan operator pembangkit nuklir di Korea Selatan telah dibajak, Senin (22/12). Perusahaan mengakui bahwa ada sejumlah data yang hilang, namun tidak bersifat penting dan tak ada risiko terhadap keselamatan instalasi nuklir, termasuk 23 reaktor atom di negara tersebut. Kementerian Energi Korea Selatan, juga menegaskan bahwa perisitiwa peretasan tersebut tak membahayakan keselamatan warga. "Dari penilaian kami, sistem kontrol itu dirancang sedemikian rupa dan tidak ada risiko apapun," kata Chung Yang-ho, Wakil Menteri Energi Korea Selatan seperti dikutip dari Reuters. Penyerangan ini terjadi di tengah isu keterlibatan Korea Utara terhadap peretasan yang menghancurkan sistem komputer Sony Pictures Entertainment. FBI mengatakan Korea Utara bertanggungjawab atas serangan ini. Pejabat di Korea Hydro and Nuclear Power (KHNP), perusahaan operator nuklir tersebut, mengatakan bahwa peretasan ini tampaknya ingin menimbulkan keresahan sosial. "Ini 100 persen tidak mungkin peretas dapat menghentikan pembangkit listrik tenaga nuklir karena sistem pemantauan pengendalian benar-benar independen dan tertutup," kata pejabat itu. Salah seorang pengguna Twitter mempublikasi bahwa ia bertanggungjawab atas serangan pembangkit nuklir Korea Selatan ini dan menuntut agar operator menutup tiga reaktor nuklir. Pengguna itu mengaku sebagai ketua kelompok anti-nuklir yang berbasis di Hawaii. Ia mengancam akan mempublikasi dokumen milik operator pembangkit nuklir. Saat ini, penegak hukum di Seoul sedang menyelidiki kebocoran data dari KHNP, termasuk cetak biru dari beberapa reaktor nuklir hingga data perkiraan radiasinya.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi