Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'korban'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Jumlah korban minuman keras atau miras oplosan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendekati dua ratus orang. Berdasarkan data yang dimutakhirkan pada Rabu malam, total korban mencapai 189 orang dan 38 di antaranya tewas. Semua korban dirawat di tiga rumah sakit, yakni RSUD Cicalengka, RSUD Ebah Majalaya, dan RS AMC Cileunyi, sejak Jumat pekan lalu. Sebanyak 188 korban laki-laki dan seorang perempuan. RSUD Cicalengka mencatat, sebagian besar pasien yang keracunan miras yang konon dicampur dengan sari ginseng itu berlatar belakang keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. "Banyaknya yang putus sekolah, buruh, buruh bangunan banyak, (tukang) ojek," kata Direktur Utama RSUD Cicalengka, Yani Sumpena, kepada wartawan pada Rabu malam, 11 Maret 2018. Rumah sakit, kata Yani, membebaskan biaya perawatan para korban karena memang sudah ditanggung oleh pemerintah setelah peristiwa itu ditetapkan sebagai kejadian luar biasa atau KLB. Jika ada pasien yang sempat membayar, manajemen rumah sakit akan mengembalikannya sepanjang dokumen atau berkas-berkas buktinya lengkap. Dinas Kesehatan setempat mengkonfirmasi soal pembebasan biaya itu tetapi sepenuhnya menjadi kewenangan rumah sakit tempat para korban dirawat. Pemerintah Kabupaten hanya menunggu tagihan yang diklaimkan oleh rumah sakit kepada pemerintah. "Dinas menunggu klaim dari rumah sakit. Paling enggak bakalan lebih dari seratus juta (rupiah). Kita melihatnya bencana sosial dan kepedulian Pemda serta keluarga korbannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Ahmad Kustijadi, dihubungi secara terpisah. Bupati Dadang Nasser mendesak polisi menghukum berat para peracik dan penjual miras oploosan itu."Dari sisi penanganan korban, kami menyatakan KLB, yaitu kejadian luar biasa. Biasanya (KLB ini) penyakit menular, bencana alam; ini bencana moral, bencana sosial," katanya. Sumber: https://id.crowdvoice.com/posts/korban-miras-oplosan-di-bandung-mendekati-200-orang-2KtC
  2. Mobil listrik Tesla Model S yang sudah dilengkapi teknologi tanpa sopir atau otonom mengalami kecelakaan dan menewaskan penggunanya. Badan Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Amerika Serikat (NHTSA) kini sedang menyelidiki kasus yang terjadi di Florida pada 7 Mei 2016 itu. Demikian dikutip dari Reuters, Minggu (3/7/2016). Ini merupakan kasus kematian pertama akibat kecelakaan pada mobil otonom Tesla. Mobil yang mengalami kecelakaan adalah sedan Model S tahun 2015. Dalam pernyataannya, NHTSA akan melakukan pemeriksaan terhadap desain dan performa teknologi otonom yang digunakan korban saat terjadi kecelakaan. Sementara Tesla Motors membenarkan bahwa kecelakaan terjadi saat pengemudi, Joshua Brown, mengaktifkan mode 'autopilot' di mana kendaraan bisa melaju sendiri tanpa harus dikendalikan pengemudi. "Ini merupakan kasus kecelakaan yang menyebabkan korban tewas pertama setelah 209 juta kilometer sejak fitur autopilot digunakan," demikian keterangan Tesla Motors. Tesla pun mendukung penyelidikan yang dilakukan NHTSA sebagai evaluasi awal untuk mengetahui apakah teknologi otonom pada mobil Model S sudah sesuai yang diharapkan atau belum. Berdasarkan laporan awal, kecelakaan terjadi karena di depan mobil Tesla Model S ada truk trailer yang tiba-tiba berbelok ke kiri. Namun, sistem di mobil itu tidak dengan cepat merespons pergerakan truk sehingga benturan tidak bisa dihindari. Tesla sendiri sudah memasangkan teknologi otonom pada produk-produknya sejak tahun lalu. Mobil bisa berpindah jalur, mengatur kecepatan, bahkan mengerem secara otomatis, tanpa campur tangan pengemudi. Sistem autopilot ini diaktifkan dan dinonaktifkan oleh pengemudi sesuai kebutuhan. Artinya, pengemudi bisa saja mengemudikan mobil tersebut secara manual.
  3. Robert Pickton, seorang hartawan peternak babi, dihukum untuk pembunuhan terhadap enam perempuan, dan 20 kasus pembunuhan lain belum disidangkan. Sebuah memoar yang ternyata ditulis oleh seorang pembunuh berantai Kanada, yang dijual online, membangkitkan kemarahan sanak keluarga. Mantan multi-jutawan peternak babi Robert Pickton dihukum pada tahun 2007 untuk pembunuhan terhadap enam perempuan. Dakwaan terkait pembunuhan terhadap 20 orang lain masih belum dilangsungkan. Naskah buku itu lolos ke luar penjara, rupanya berkat bantuan seorang narapidana lain, demikian dilaporkan CTV. Para pejabat di British Columbia menegaskan pihaknya akan mencegah Pickton, yang mengaku tidak bersalah, dari kemungkinan mendapat keuntungan dari penjualan buku itu. "Tidaklah benar, seroang yang telah menyebabkan penderitaan begitu banyak orang, bisa memetik keuntungan dari perbuatannya itu," kata Menteri Keamanan Umum, Mike Morris, dalam sebuah pernyataan. Buku itu, berjudul Pickton: Dalam Kata-katanya Sendiri, sempat muncul di situs penjualan online Amazon Kanada, namun dijabut beberapa jam kemudian. Amazon belum memberikan pernyataan tentang munculnya buku itu di situs mereka.
  4. Karla Jacinto, baru berusia 12 tahun saat dia ditipu untuk menjadi pekerja prostitusi cilik di Meksiko. Dia mengaku telah diperkosa oleh lelaki hidung belang sebanyak 43.200 kali ketika empat tahun terjerembab di lembah hitam. Seingat dia, setiap hari ada sekitar 30 lelaki yang terpaksa harus dia layani, tujuh hari sepekan, selama empat tahun, maka keluarlah angka 43.200 kali. Kisah Karla menjadi cerminan buramnya penegakan hukum di Meksiko, terutama terkait perdagangan manusia dan pelacuran anak di bawah umur. Puluhan ribu wanita Meksiko diperjualbelikan hingga ke Amerika Serikat, salah satunya di kota Atlanta dan New York. Jika bicara soal perdagangan manusia Meksiko, ada sebuah kota yang menjadi perhatian utama, kota kelahiran Karla, yaitu Tenancingo. Susan Coppedge, Duta Kementerian Luar Negeri AS untuk Pemberantasan Perdagangan Manusia mengatakan, perdagangan manusia, mucikari dan prostitusi merupakan industri besar di kota berpenduduk 13 ribu orang itu. Karla diambil dari Zacatelco, sebuah permukiman kecil di Tenancingo. Dia mengatakan, keluarganya bermasalah. Ibunya tidak memedulikannya, dan dia telah menjadi korban pelecehan seksual sejak usia lima tahun oleh kerabatnya sendiri. Saat dia berusia 12 tahun, dia termakan bujuk rayu seorang pria yang 10 tahun lebih dua dari dirinya. Saat itu, kata dia, pria itu mengiminginya dengan mobil besar dan kehidupan yang lebih baik. Karla termakan umpan saat kebenciannya kepada ibunya memuncak ketika dia dikunci di luar rumah lantaran terlambat pulang. "Sehari setelahnya saya pergi dengan pria itu. Saya tinggal dengan dia selama tiga bulan, dia perlakukan saya dengan baik. Dia membelikan saya pakaian, sepatu, bunga, cokelat dan semuanya sangat indah," kata Karla. Namun kebahagiaan itu ternyata semu. Karla dikirim ke Guadalajara, kota terbesar di Meksiko, untuk menjadi pelacur cilik bersama korban lainnya. Saat itu dia mulai bekerja pukul 10 pagi, selesai tengah malam. Seminggu dia berada di kota itu sebelum dipindahkan ke kota-kota lainnya di Meksiko. "Kami seminggu di Guadalajara. Saya menghitung. Dua puluh pria per hari selama seminggu. Beberapa pria tertawa melihat saya menangis. Saya harus menutup mata agar tidak bisa melihat apa yang mereka lakukan pada saya, agar saya tidak merasakan apa pun," ujar Karla. Karla berpindah ke beberapa kota. Dia ditempatkan di rumah-rumah bordil, motel pinggir jalan, dan pekerja seks panggilan yang biasa mangkal di trotoar. Tidak ada hari libur. Setiap hari sedikitnya 30 pria dia layani, tujuh hari sepekan. Dia pernah dipukuli oleh pria yang menjebaknya karena ada bekas ciuman di tubuhnya. "Dia memukuli seluruh tubuh saya dengan rantai. Ditinju, ditendang, dijambak rambut saya, diludahi wajah saya, dan dia membakar saya dengan seterika," ujar Karla. Suatu hari, polisi pernah menggerebek hotel tempatnya bekerja. Karla berpikir ini adalah hari baik karena dia akan diselamatkan oleh petugas. Tapi pikiran itu salah. Polisi malah mengambil video anak-anak itu dengan posisi cabul, mengancam akan menyebarkannya ke keluarga mereka jika Karla dan kawan-kawannya tidak menurut. Padahal saat itu Karla baru berusia 13 tahun. Di usia 15 tahun, Karla hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan. Mucikarinya menjadikan bayi ini sebagai ancaman. Jika Karla berani berulah atau kabur, bayi itu akan dibunuh. Karla tidak bisa menemui bayinya hingga berusia satu tahun. Tahun 2006, Karla diselamatkan oleh operasi anti-perdagangan manusia kepolisian Mexico City. Saat itu usianya 16 tahun dan telah empat tahun merasakan kegetiran hidup. Saat ini Karla berusia 23 tahun dan menjadi aktivis anti perdagangan manusia. Karla telah menceritakan kisahnya di berbagai konferensi dan pertemuan publik. Salah satunya, dia pernah menceritakan pengalamannya ini kepada Paus Fransiskus saat mengunjungi Vatikan pada Juli lalu dan kepada Kongres AS pada Mei. Pengakuannya akan menjadi dasar dari Undang-undang Megan di AS yang memungkinkan aparat membagi informasi soal pelaku kejahatan seks terhadap anak asal Amerika kepada berbagai negara. Jika pelaku keluar negeri, dia akan langsung ditangkap. Dalam pesannya, Karla mengatakan bahwa pelacuran dan perdagangan anak masih terjadi dan tugas negara untuk menghentikannya. "Anak-anak ini diculik, dipancing, dan direnggut dari keluarga mereka. Jangan hanya mendengarkan saya. Anda harus mengerti apa yang terjadi pada saya dan lepaskan penutup mata Anda," kata Karla.
  5. Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Arsyad Hidayat mengatakan sampai Sabtu (12/9) 01.00 Waktu Arab Saudi jamaah Indonesia yang menjadi korban peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram mencapai 33 orang. Dua di antaranya meninggal dunia dan selebihnya luka-luka. "Satu (korban luka) dirawat di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia), dan 30 lainnya dirawat di RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi)," katanya di Mekkah, Arab Saudi, seperti dikutip Antara. Berikut nama-nama korban meninggal dunia dan luka-luka: Iti Rasti Darmini, dari kloter 23 embarkasi Jakarta-Bekasi (wafat)Masnauli Sijuadil Hasibuan, dari kloter 009 embarkasi Medan (wafat)Suji Syahbaini Irono, dari kloter 014 embarkasi Batam (BPHI)Ernawati Muhammad Saad, kloter 01 embarkasi Batam (RSAS)Kursia Nanting Lembong, kloter 016 embarkasi Batam (RSAS)Nasriah Binti Muhammad Abdurrahman, kloter 01 embarkasi Aceh (RSAS)Ardian Sukarno Effien, kloter 007 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (RSAS)Teti Herawati Mad Saleh, kloter 005 embarkasi Jakarta-Bekasi (RSAS)Apip Sahroni Rohman, kloter 005 embarkasi Jakarta-Bekasi (RSAS)Emmiwatty Janahar Saleh, kloter 008 embarkasi Medan (RSAS)Nur Baik Nasution, kloter 009 embarkasi Medan (RSAS)Sopiah Taizir Nasution, kloter 009 embarkasi Medan(RSAS)Tri Murti Ali, kloter 003 embarkasi Padang (RSAS)Zulfitri Zaini Haji, kloter 003 embarkasi Padang (RSAS)Zalniwarti Munaf Umma, kloter 004 embarkasi Padang (RSAS)Ali Sabri Selamun, kloter 007 embarkasi Padang (RSAS)Umi Dalijah Amat Rais, kloter 024 embarkasi Solo (RSAS)Endang Kaswinarni POerwomarton, kloter 046 embarkasi 046 (RSAS)Djumali Jamari Setro Wijoyo, kloter 052 embarkasi Solo (RSAS)Murodi Yahya Kasani, kloter 001 embarkasi Surabaya (RSAS)Hasan Mansur Ahmad, kloter 010 embarkasi Surabaya (RSAS)Sainten Said Tarub, kloter 015 embarkasi Surabaya (RSAS)Nurrudin Baasith Sujiyono, kloter 021 embarkasi Surabaya (RSAS)Isnainy Fadjarijah Abdul Djumali, kloter 021 embarkasi Surabaya (RSAS)Saharmi Umar Kulasse, kloter 002 embarkasi Makasar (RSAS)Norma Latang Kullase, kloter 005 embarkasi Makasar (RSAS)Rosnallang Caco Baba, kloter 005 embarkasi Makasar (RSAS)Hadiah Syamsuddin Sako, kloter 015 embarkasi Makasar (RSAS)Muhammad Harun Abdul Hamid, kloter 016 embarkasi Makasar (RSAS)Fatmawati Abdul Djalil, kloter 018 embarkasi Makasar (RSAS)Abdul Djalil Conci Leta, kloter 018 embarkasi Makasar (RSAS)Rosdiana Mudu Toheng, kloter 018 embarkasi Makasar (RSAS)Erni Sampe Dosen, kloter 018 embarkasi Makasar (RSAS)
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy