Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'konsumen'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 9 results

  1. Istilah 'tinggal gesek' untuk membayar ternyata mulai dijauhi kaum millennial AS, yakni mereka yang berusia antara 18 hingga 35 tahun. Ini tercermin dalam kepemilikan kartu kredit oleh konsumen generasi ini di AS yang mencapai titik terendah dalam seperempat abad lebih.
  2. Perubahan demografi, teknologi, dan lingkungan yang terjadi di Indonesia akan mengubah perilaku konsumen di Indonesia. Muncul konsumen-konsumen jenis baru yang akan mengubah gaya pemasaran di masa mendatang. Seperti apa perubahan yang terjadi? Xiaomi mendapatkan momen penjualan paling fantastis di Indonesia. Ponsel buatan Tiongkok yang sedang happening di negaranya itu berhasil terjual 15 ribu unit dalam waktu 10 menit! Merek Xiaomi dijual melalui situs online Lazada. Melalui cara penjualan flash sale, dimana pembeli hanya diberi waktu singkat untuk melakukan pembelian, maka banjir pembelian pun terjadi. Tentu saja penjualan yang habis dalam waktu 10 menit tersebut hanya bisa dilakukan lewat online. Ini berbeda dengan rekor-rekor penjualan ponsel sebelumnya seperti Nexian maupun Blackberry yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk habis karena adanya antrean di toko. Menjadi salah satu pemilik merek ponsel yang pertama seperti menjadi gengsi bagi konsumen. Apalagilaunching ponsel selalu disertai diskon “gila-gilaan”. Namun, ambisi ini makin termanjakan dengan adanya internet. Konsumen mudah mencari-cari di internet dan kemudian membeli melalui sentuhan jari saja. Kedekatan konsumen dengan dunia online menjadi salah satu ciri saja perilaku konsumen yang terlihat berbeda akhir-akhir ini. Pertumbuhan internet di Indonesia yang semakin dahsyat memang menciptakan konsumen yang mulai memilih belanja online sebagai salah satu cara berbelanja. Selain itu juga ada beberapa perubahan perilaku yang mewarnai konsumen Indonesia, sehingga para marketer pun perlu mewaspadai perubahan ini dengan baik. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi konsumen Indonesia mengalami perubahan perilaku? Sepuluh tahun yang lalu, Handi Irawan pernah meluncurkan buku tentang 10 perilaku konsumen Indonesia. Seperti diprediksi oleh Handi Irawan, beberapa perilaku dalam buku tersebut akan mengalami perubahan di masa mendatang. Jika dahulu konsumen Indonesia tidak sadar lingkungan dan tidak peduli lingkungan, maka pada masa sekarang konsumen sudah mulai memilih makanan yang sehat dan memerhatikan lingkungan dalam memilih produk. Perubahan demografi adalah salah satu pendorong terjadinya perubahan perilaku konsumen di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir ini terjadi perubahan demografi di Indonesia. Semakin meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat Indonesia menciptakan masyarakat baru di Indonesia, seperti kelas menengah yang semakin besar, meningkatnya kelompok-kelompok produktif, dan berkurangnya tingkat kelahiran. Pendapatan masyarakat yang semakin besar di satu sisi memang terlihat baik. Namun di sisi lain, semakin tingginya kemakmuran masyarakat di sebuah negara menciptakan berbagai penyakit baru. Bila pada saat negara masih miskin, penyakit-penyakit seperti cacar dan muntaber menjadi penyakit yang dominan. Namun saat negara makin makmur, penyakit-penyakit modern menjadi dominan seperti stroke, jantung, kanker, AIDS, dan lain-lain. Jangan heran jika Anda akan menemukan jenis-jenis penyakit baru di masa mendatang. Selain demografi, perubahan teknologi juga menjadi penyebab terjadinya perubahan perilaku konsumen. Yang banyak terlihat adalah masuknya internet dalam keseharian konsumen. Kini konsumen merasa tidak bisa hidup tanpa bantuan internet. Konsumen bahkan merasa terdorong untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Konsumen juga semakin percaya bahwa internet menjadi saluran komunikasi dan distribusi bagi produk-produk yang mereka inginkan. Sebetulnya internet tidak hanya menjadi satu-satunya perubahan teknologi yang muncul di masyarakat. Teknologi seperti biotechnology dan medical technology membuat konsumen semakin percaya terhadap teknologi yang mengatur dan membantu kehidupan mereka. Faktor lain yang akan mengubah perilaku konsumen adalah masalah lingkungan. Kerusakan lingkungan yang semakin parah, isu global warming, dan sulitnya mendapatkan sumber daya alam perlahan akan membuat konsumen semakin sadar lingkungan. Harus diakui, perhatian konsumen di Indonesia terhadap lingkungan sampai sekarang masih terbilang minim. Namun, adanya tekanan danpolicy dari pemerintah serta keadaan lingkungan yang dirasakan akan memaksa konsumen untuk sadar terhadap lingkungan. Salah satu masalah yang dihadapi konsumen adalah sampah yang semakin menumpuk. Manajemen sampah akan menjadi masalah di tiap rumah tangga sehingga konsumen akan mulai berpikir untuk membeli produk-produk daur ulang dan tidak terbebani sampah. Salah satunya dilakukan juga dengan mengurangi konsumsi plastik dan material lain yang tidak langsung hancur oleh tanah. Online Consumers Konsumen baru di Indonesia akan semakin menjadi konsumen online. Para marketer nantinya tidak lagi melakukan segmentasi pasar secara tradisional, namun mereka harus berpikir bagaimana membagi segmen konsumen mereka secara online. Berdasarkan hasil survei, orang-orang yang berusia mapan akan semakin banyak melakukan belanja online. Jika dulu belanja online didominasi oleh kelompok muda, kini kelompok 30 tahun ke atas semakin banyak yang berbelanja online. Itu artinya pasar online pun akan semakin membesar dan marketer harus mulai berpikir memindahkan sebagian channel mereka ke online. Connected Consumers Konsumen baru akan selalu merasa terhubung dan ingin terhubung dengan orang lain. Mereka selalu meminta rekomendasi dari orang lain ketika membeli produk atau merek. Mereka juga terbiasa membagi sesuatu. Connect dan share menjadi bagian dari kehidupan konsumen. Oleh karenanya marketer tidak boleh melihat konsumen sebagai satu konsumen, tetapi merupakan satu jaringan yang terhubung dengan konsumen lain. Termasuk juga adaptasi dengan budaya lain secara mudah dan cepat dapat dilakukan konsumen. Long Term Consumers Konsumen baru di Indonesia semakin berpikiran jangka panjang. Internet membuat konsumen semakin terinformasi dengan baik akan hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan. Konsumen lebih bisa memprediksi sesuatu sehingga merasa membutuhkan persiapan jangka panjang. Apalagi pendapatan konsumen Indonesia juga semakin meningkat sehingga pengeluaran untuk hal-hal yang bersifat jangka panjang bisa mereka lakukan. Pertumbuhan pengguna asuransi yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa konsumen makin melihat jangka panjang. Loping Consumers Konsumen mudah berpindah-pindah dari satu hal ke hal lain. Ini dikarenakan teknologi memudahkan mereka untuk melihat-lihat serta berpindah dari satu window ke window yang lain. Akibatnya dalam keseharian mereka semakin sulit menjadi loyal, terbiasa multitasking, dan cenderung mencoba berbagai merek karena rekomendasi orang lain. Lihat saja merek Xiaomi yang tiba-tiba melejit dan banyak dibeli konsumen di Indonesia. Padahal sebelumnya kita tidak pernah mengenal merek ini. Di masa mendatang akan timbul-tenggelam merek-merek baru, dan marketer harus mengantisipasi hal ini. Health Conscious Consumers Konsumen baru Indonesia akan mempertimbangkan kesehatan sebagai salah satu faktor dalam memilih produk. Berkembangnya outlet-outlet modern akan semakin mengakomodasi kebutuhan konsumen akan produk yang menyehatkan. Sekalipun mungkin konsumen tidak paham benar soal kandungan produk yang sehat dan tidak, namun konsumen membutuhkan komunikasi soal “sehat” di dalam produk yang akan mereka beli. Demam lari dan bersepeda juga menjadi contoh bahwa konsumen Indonesia semakin sadar akan kesehatan. Environmental Friendly Consumers Benarkah konsumen Indonesia peduli lingkungan? Banyak yang masih pesimistis soal ini. Dalam hal lingkungan, konsumen Indonesia belum sampai tahap tidak membeli produk-produk yang tak ramah lingkungan, tetapi mereka akan mulai berpikir soal efisiensi dan penghematan sumber daya. Misalnya, ketika membeli mobil, mereka akan berpikir soal bagaimana mengirit bahan bakar kendaraan. Konsumen juga mulai memilih produk-produk yang hemat listrik dan makan dengan bungkusan yang praktis dan tidak menghabiskan tempat.
  3. Dalam bisnis, Anda tentu mengejar keuntungan usaha. Perlu ada strategi khusus agar keuntungan yang Anda kejar bisa maksimal. Salah satu yang harus menjadi fokus perhatian Anda dalam mengejar keuntungan tersebut adalah konsumen. Seberapa pun bagus produk yang Anda miliki, jika tidak dilirik konsumen, maka akan sia-sia. Ada tiga ciri yang menjadi tanda bahwa Anda sudah mampu melayani konsumen dengan baik. Repeat order Mendapat pelanggan baru itu bagus. Tetapi lebih bagus lagi jika pelanggan baru itu melakukan pembelian kedua, ketiga dan seterusnya. Artinya, saat Anda mendapatkan pelanggan baru, carilah jalan agar mereka datang kembali untuk melakukan transaksi berikutnya. Memberikan sedikit diskon bisa dicoba. Transaksi meningkat Anda bisa dikatakan mampu melayani konsumen dengan baik, jika pada transaksi berikutnya, mereka menaikkan jumlah pembelian. Misal, pada kunjungan pertama hanya berbelanja sebesar Rp100.000, pada kunjungan berikutnya menjadi Rp200.000. Rekomendasi Pepatah “tidak puas beri tahu kami, jika Anda puas beri tahu teman” yang sering kita baca di warung makan ada benarnya. Saat pelanggan Anda membawa pelanggan baru ke tempat usaha Anda, itu berarti mereka sudah menjadi perpanjangan tangan bisnis Anda. Jaga hubungan baik tersebut dan jadikan mereka sebagai media promosi gratis.
  4. Gerakan farm to table yang mendekatkan konsumen ke proses produksi pangan semakin marak di AS. Kini gerakan tersebut didukung sejumlah inovasi teknologi keluaran perusahaan start up yang bergerak di bidang pertanian dan produksi pangan. Selengkapnya ikuti laporan reporter VOA Patsy Widakuswara.
  5. Perceived value adalah nilai/value dari suatu produk di benak konsumen. Jujur saja: 95% dari semua produk yang ada, memiliki karakter yang sama, jika ada perbedaan pun, tidaklah signifikan. Walaupun banyak produk terlihat mirip dan sama satu sama lain, terkadang harganya bisa berbeda jauh. Jadi, pertanyaannya adalah mengapa banyak orang bersedia membayar lebih untuk produk yang dasarnya memiliki kemiripan dengan produk lainnya yang lebih murah? Ini tentang nilai produk atau perceived value di mata konsumen. Berikut adalah cara-cara untuk meningkatkan perceived value: 1. Naikkan Harga Produk Konsumen khususnya yang berasal dari Amerika, percaya jika harga yang mahal atas sebuah produk, berarti kualitas dan nilai atas produk tersebut juga bagus. Tapi, untuk ini, Anda harus benar-benar memastikan jika uang yang telah konsumen keluarkan bisa sepadan dengan kualitas produk yang Anda jual. Karena jika mereka mendapatkan produk yang buruk dengan harga tinggi, simpulannya mudah saja: mereka tidak akan pernah membeli produk Anda lagi. 2. Tawarkan Garansi/Jaminan yang Kuat dan Meyakinkan Buat garansi produk Anda selama 60 hari lamanya, dengan jaminan uang kembali berlipat ganda jika kualitas produk Anda tiak sesuai dengan yang dikatakan. Bukankah hanya produk yang mengagumkan dan berkualitaslah yang berani melakukan hal ini? 3. Beri Beberapa Bonus Mungkin Anda pernah mendengar mengenai stereotip terhadap iklan/promosi yang muncul pada larut malam dan sore hari. Dimana seorang salesman mempromosikan produknya dengan berkoar-koar dan terdengar menjengkelkan bagi Anda. Mereka memberitahu Anda seberapa hebat produk yang mereka jual, serta mengatakan pada Anda, jika Anda membeli produk mereka, mereka akan menawarkan banyak bonus-bonus nantinya. Sesungguhnya, cara promosi penjualan produk dengan bonus sangatlah baik, meskipun itu kerap mengganggu. Namun pada umumnya penawaran bonus-bonus bagi konsumen Anda akan sangat membantu peningkatan penjualan Anda. 4. Promosikan secara Optimal Fungsi Produk yang Anda Jual Ketahuilah, orang tidak membeli sekop hanya karena orang itu suka dengan warnanya. Orang membelinya karena kegunaan benda tersebut , yang mampu membantu menggali lubang di tanah. Dan, semakin Anda bisa menjual fungsi produk Anda kepada konsumen, akan semakin bernilai produk Anda di mata konsumen. Dan, ketika Anda mengiklankan produk Anda, bahas tentang bagaimana produk Anda sangat bermanfaat dan dengan mudah bisa menyelesaikan kesulitan yang konsumen hadapi. 5. Cantumkan Harga Produk dengan Cara Berbeda Jika Anda menjual produk dengan harga mahal, coba cara kreatif untuk menyatakan harga produk Anda dengan cara yang berbeda. Misalnya, “Hanya dengan harga seperti ini, Anda sudah bisa mendapatkan (uraikan sederetan kelebihan produk Anda yang bisa menguntungkan konsumen jika membelinya)”. Terkadang, cara seperti ini membuat harga produk tak terlihat mahal lagi. 6. Yang Anda promosikan adalah hasilnya / resultnya, bukan prosesnya, kalau bisa dengan testimoni Apakah produk Anda berhasil membuat orang menurunkan berat badannya, mengurangi rasa sakit, atau membantu orang untuk mendapat keuntungan? Anda bisa mengatakan itu semua pada konsumen Anda, tapi konsumen Anda akan lebih percaya jika itu dikatakan oleh orang lain – bukan hanya Anda. Jadi, Anda membutuhkan sejumlah testimonial baik dari banyak konsumen yang telah memakai produk Anda, serta tanyakan pada mereka, apa saja keuntungan yang telah mereka dapatkan dari produk Anda. Meningkatkan nilai/kualitas produk Anda adalah suatu hal yang penting, tak hanya bagi Anda, tapi juga konsumen Anda. Pastikan juga semuanya berjalan baik dan jujur, maksudnya, Anda harus bisa memastikan jika kualitas dan nilai produk Anda sebanding dengan harga yang Anda minta.
  6. Line baru saja merilis aplikasi bernama Line@ yang memungkinkan penggunanya untuk membuat sebuah akun bagi bisnis yang mereka miliki. Aplikasi yang tersedia untuk iOS dan Android ini memungkinkan brand untuk berkomunikasi dengan para konsumennya – serupa dengan apa yang dilakukan oleh BBM Channel dan WeChat. Untuk mendaftar ke dalam aplikasi ini, Anda akan memerlukan sebuah akun Line yang sudah diverifikasi. Nantinya, satu akun ini bisa membuat beberapa akun bisnis sekaligus dan Anda dapat mengatur administrator dari akun bisnis tersebut. Akun ini nantinya bisa mengirim pesan broadcast kepada para pengikutnya, chatting secara pribadi dengan para konsumen, dan juga membuat sebuah update pada timeline profil akun bisnis tersebut. Jika Anda mendaftar sebelum tanggal 30 April 2015, Anda akan mendapatkan promo berupa pengiriman pesan kepada para konsumen dengan jumlah yang tidak terbatas. Setelah tanggal 30 April, Anda hanya bisa mengirim sebanyak 1.000 pesan per bulannya. Untuk meningkatkan jumlah pesan yang bisa dikirim setelah masa promo berakhir, Anda dapat menggunakan fitur berlangganan dengan biaya USD 50 (Rp 600 ribu) yang memberi kuota 50.000 pesan per bulan dan biaya tambahan USD 0,01 (Rp 120) jika sudah melebihi angka tersebut. Dan jika Anda ingin, Anda dapat membuat akun premium dengan biaya sebesar USD 12 (Rp 140 ribu) per tahun dan pembayaran sebesar USD 24 (Rp 280 ribu) untuk tahun pertama. Akun premium ini memungkinkan Anda untuk menggunakan nama dengan jumlah 18 karakter dan nantinya dapat dicari melalui fitur Search yang ada di dalam aplikasi Line. Akun reguler hanya dapat menggunakan delapan karakter dan akun bisnis Anda tidak dapat dicari dalam fitur Search. Peluang baru bagi UKM di Indonesia Ketersediaan aplikasi ini tentunya dapat membuka banyak peluang di Indonesia. Salah satunya adalah layanan komunikasi bagi para pelaku UKM dengan konsumennya di tanah air. Anda mempunyai sebuah toko online dan membutuhkan akses untuk berkomunikasi dengan pelanggan yang lebih nyaman? Atau mungkin Anda sedang berniat membuat sebuah brand dan ingin agar brand Anda diketahui oleh banyak orang? Platform Line yang mempunyai jumlah pengguna sebanyak 30 juta di Indonesia tentunya merupakan sebuah potensi yang cukup besar. Bagaimana dengan Anda sendiri? Tertarik untuk menggunakan aplikasi Line@ untuk bisnis yang Anda miliki? Sampaikan komentar Anda pada kolom komentar di bawah.
  7. Kepuasan pelanggan atau konsumen merupakan hal terpenting dalam dunia bisnis, bahkan hal tersebut ibratan sebuah nilai yang tidak bisa ditolerir demi perkembangan perusahaan. Para pelaku bisnis tentu sudah pamah betul seberapa pentingkan kepuasan dari setiap pelanggan, tapi sayangnya sampai sekarang masih cukup banyak pebisnis yang kesulitan untuk menilai kepuasan konsumen. Bagi Anda para pelaku bisnis menilai seberapa jauh nilai kepuasan yang diraih oleh para pelanggan Anda merupakan sebuah tolak ukur dari posisi produk hingga bisnis Anda di pasaran. Bahkan dengan melakukan penilaian ini akan sangat membantu Anda untuk mengembangkan produk dan juga perusahaan agar lebih baik. Menilai atau mengukur tingkat kepuasan pelanggan tidak hanya membantu Anda untuk mengembangkan produk tapi juga sangat menunjang seberapa jauhnya perusahaan Anda bertahan menghadapi persaingan. Nah, untuk membantu Anda berikut ini beberapa cara mengukur kepuasan konsumen yang bisa Anda lakukan. Bandingkan dengan Pesaing Anda Persaingan merupakan salah satu kondisi yang pasti akan di hadapi para pebisnis. Persaingan tidak selamanya menrupakan hal yang negatif, pasalnya bagi Anda yang ingin berkembang tentu Anda akan menilai persaingan sebagai pembanding yang bisa membuat Anda jauh lebih baik. Filosofi seperti ini pula yang bisa Anda lakukan untuk menilai kepuasan pelanggan Anda. Tidak ada salahnya untuk membangun komunikasi dengan konsumen Anda untuk mencari tahu tingkap kepuasan yang diraihnya dengan produk dari pesaing Anda. Dari sini Anda akan menemukan satu kelebihan pesaing dan juga kekurangan Anda, tinggal Anda menentukan apakah Anda ingin menyamai atau tetap dengan kekurangan Anda. Anda juga bisa menilai dari konsumen yang berpaling dari Anda. Buka Pelayanan Keluhan Kota keluhan dan saran saat ini menjadi opsi yang banyak di gunakan pebisnis untuk menilai seberapa puasnya para pelanggan mereka. Cara ini memang terbilang efektif karena saat konsumen tidak puas dengan pelayanan atau produk yang Anda berikan. Jangan takut menerima kritikan! Survei Survei merupakan salah satu cara yang terbilang efektif untuk menilai kepuasan pelanggan Anda. Pasalnya dari sini Anda tidak hanya bisa membangun perhatian pada konsumen tapi Anda juga bisa membangun komunikasi yang efektif dengan para pelanggan Anda. Konsumen Bayangan Satu lagi cara yang cukup efektif untuk menilai seperti apa kepuasan yang diraih pelanggan Anda dalam pelayanan yaitu menjadi konsumen bayangan atau pembeli fiktif. Menjadi calon pembeli bayangan Anda tidak hanya bisa menilai seperti apa pelayanan Anda pada konsumen tapi juga bisa membantu Anda untuk menilai letak kekurangan Anda. Bahkan Anda juga bisa melakukan ini pada pesaing Anda.
  8. Dropshipping biasa disebut juga dengan anonim seller. Dimana penjual produk dengan sistem dropship ini bukanlah pemilik produk yang sebenarnya. Namun produk tersebut berasal dari pemilik utama yang identitasnya telah diganti oleh penjual kedua. Terkadang masih banyak yang belum mengerti ketika akan memulai bisnis dropship ini. Beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh calon dropshipper diantaranya adalah, bagaimana memulai bisnis ini, apa saja yang harus dipersiapkan, dan bagaimana cara mengelola agar produk tersebut benar-benar bisa sampai pada tangan buyer dengan kondisi baik, dan pengirimannya juga tepat waktu. Selain itu juga banyak yang masih bingung dengan pemilihan produk apa yang tepat untuk dijual? Jika Anda akan memulai bisnis dropshipping namun masih belum tahu kira-kira produk apa yang tepat untuk dijual? Dibawah ini ada beberapa contoh produk dropship yang cukup diminati oleh buyer. 1. Fashion Produk dropship yang pertama ini cukup populer. Anda bisa memilih beberapa produk yang terkait dengan fashion seperti jersey, baju, celana, jam sampai dengan sepatu semuanya cukup diminati pasar. Mungkin Anda tidak harus menjual produk fashion itu semua. Fokus saja pada salah satu produk itu sudah cukup bagus untuk mengangkat brand Anda sendiri. Tidak perlu memiliki modal banyak, tidak perlu memiliki produk, yang penting pengelolaan Anda bisa terus berkelanjutan. Serta yang respon yang Anda berikan kepada buyer bisa cepat, maka 1 tahun dari sekarang omzet Anda akan terus meningkat tajam. 2. Buku Meski profit keuntungan tiap produkya terhitung kecil, namun buku merupakan salah satu produk dropship yang cukup diminati oleh buyer. Jika sehari saja Anda bisa menjual minimal 5 buah buku saja secara terus menerus, dengan perhari rata-rata keuntungan yang Anda peroleh sebesar 50 ribu tentu ini bukanlah nominal yang sedikit jika melihat modal yang Anda keluarkan tidak begitu banyak. 3. Gadget Perkembangan teknologi seakan tak pernah lepas dari yang namanya gadget. Beberapa produk gadget, misalnya smartphone dan perlengkapan accessoris lainnya menjadi pilihan bagi pebisnis online yang memilih sistem dropship. Menjual produk-produk yang berkaitan dengan teknologi ini keuntungannya bisa dibilang besar. Namun resiko yang diterimapun juga cukup besar. Biasanya yang sering terjadi adalah ketika proses pengiriman dilakukan. Pada saat produk diterima oleh buyer barangnya rusak atau cacat. Sehingga Anda sebagai pihak yang bersangkutan secara langsung dengan buyer harus berani memberikan jaminan retur demi mendapatkan trust dari pihak buyer. (baca juga : Pahami Untung Rugi Menjalankan Bisnis Dropship) Jadi, sudah ada ide mau jualan apa? Intinya untuk menjalankan bisnis dropship harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan pihak pemasok dan juga pembeli. Khusus untuk pemasok kalau perlu Anda sebelumnya sudah mengenalnya. Jadi nantinya komunikasi Anda sebagai dropshipper dengan pemasok jauh lebih mudah. Satu hal yang perlu Anda ingat bahwa menjalankan bisnis online itu termasuk gampang-gampang susah, yang dibutuhkan hanyalah ketekunan dan fokus agar bisa mendapatkan keuntungan seperti yang Anda harapkan.
  9. Di era modern ini, hampir semua orang telah memanfaatkan internet untuk mengembangkan usahanya. Namun tidak semua orang berhasil meraih kesuksesan. Kebanyakan dari kegagalan tersebut biasanya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai perilaku calon konsumen. Mengetahui perilaku calon konsumen yang menggunakan internet untuk mencari produk atau layanan yang mereka inginkan adalah mutlak untuk dilakukan. Mengapa? Karena dengan mengetahui perilaku calon konsumen, Anda dapat menyusun strategi untuk membuat para calon konsumen tersebut tertarik dengan produk Anda. Butuh banyak waktu untuk melakukan riset dan memahaminya. Namun jangan khawatir, berikut ini kami rangkumkan fakta-fakta hasil penelitian perilaku calon konsumen dari Rubimarketer, sebagai berikut: 1. 42 % calon konsumen melakukan riset produk/layanan yang mereka inginkan Dengan semakin mudahnya mendapatkan informasi melalui internet, maka semakin besar pula kemungkinan seorang calon konsumen melakukan riset atas produk/layanan sebelum mereka melakukan transaksi. Kemudahan untuk mendapatkan informasi inilah yang nantinya menjadikan calon konsumen lebih berhati-hati sebelum melakukan transaksi. 2. 21% calon konsumen membaca ulasan dari ahli atau testimoni dari pengguna produk/layanan tersebut Salah satu hal penting lain yang harus diperhatikan saat ini adalah kecenderungan calon konsumen untuk mencari tahu pendapat orang lain tentang produk/layanan yang ingin mereka beli. Pendapat para ahli adalah salah satu faktor yang penting untuk mempengaruhi keputusan calon konsumen untuk membeli produk/layanan Anda. Selain itu, pendapat orang yang telah memakai produk/layanan Anda tidak kalah penting untuk mempengaruhi keputusan calon konsumen. Jadi, jangan lupa untuk mencantumkan testimoni dari para ahli maupun pelanggan di website Anda. Jaga selalu kualitas produk dan layanan Anda agar lebih banyak lagi orang yang akan memberikan komentar positif tentang produk/layanan Anda. Ini akan berpengaruh besar pada penjualan Anda. 3. 16% calon pembeli melakukan perbandingan harga sebelum melakukan transaksi Dengan adanya sistem keterbukaan informasi melalui internet, calon konsumen bisa mendapatkan informasi mengenai harga dan kualitas produk/layanan kompetitor Anda. Tentu saja calon konsumen tersebut akan membanding-bandingkannya sebelum menentukan pilihan untuk melakukan transaksi. Baca artikel terdahulu kami tentang menampilkan harga produk/layanan di website Anda untuk mengetahui bagaimana cara terbaik untuk memenangkan persaingan usaha dan meraih kesuksesan. 4. 14% calon konsumen mencari kesempatan untuk mendapatkan kupon diskon Perilaku calon konsumen yang satu ini cukup unik namun cukup memiliki pengaruh yang signifikan. Tidak disangkal lagi bahwa diskon adalah salah satu hal yang bisa menarik calon konsumen. Ini bisa menjadi salah satu pertimbangan Anda untuk meningkatkan penjualan Anda.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy