Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'komunitas'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 9 results

  1. Di tengah era serba teknologi canggih, sebuah toko komik independen berusia lebih dari 40 tahun masih memikat warga dengan koleksi kunonya. Selain komik dan suvenir, toko “Exotic Planterium and Card and Comic Collectorama” juga menawarkan aneka tanaman unik.
  2. Dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak warga Washington DC yang mengadakan konser rumahan, dengan menampilkan seniman lokal. Aktivitas yang dikelola organisasi “Little Salon” ini bertujuan memarkan bakat lokal, dan menghidupkan kembali tradisi apresiasi seni masyarakat urban AS abad ke-19.
  3. Sosok R.A. Kartini menginspirasi banyak orang hingga pada zaman sekarang. Tokoh-tokoh perempuan yang memilih jalan menebarkan kebaikan untuk lingkungan sekitar. Mereka tak butuh uang atau pujian atas apa yang mereka lakukan. Melainkan hanya ingin ikut memperbaiki kondisi masyarakat dengan kemampuan yang dipunyai. Sosok-sosok semacam inilah yang dibutuhkan oleh negeri ini kedepan. Di Kota Malang, sosok perempuan masa kini yang inspiratif cukup banyak. Salah satunya adalah Sindy Ridho Asta Sumartono. Ia mendirikan komunitas A Day to Walk. Komunitas ini bukanlah sekadar komunitas jalan-jalan saja. Namun, lebih dari itu, komunitas ini berusaha melestarikan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Malang. Dan Sindy berperan sebagai penggerak sekaligus "tour guide". Hampir setiap minggu, ia mengajak 30 orang berjalan, mengenalkan gedung-gedung bersejarah, dan berkampanye cinta sejarah. Awalnya, Sindy memang suka jalan kaki. Ia juga geram dengan banyaknya gedung bersejarah di Malang yang ditinggalkan begitu saja, dan banyaknya gedung-gedung baru dibangun. Ia pun bersama kawan-kawannya membentuk komunitas. Jadilah A Day to Walk. Sindy saat memandu peserta di gedung bersejarah Komunitas ini dibentuk karena menurut dia, Malang adalah kota yang memiliki banyak potensi wisata, namun kota ini sendiri kekurangan daya tarik terhadap wisata dalam kotanya sendiri. Jika dilihat sekarang, Malang justru banyak dipenuhi kafe-kafe yang bermunculan. Malang hanya dijadikan sebagai tempat transit, para wisatawan lebih memilih ke Batu atau Malang Selatan untuk berwisata. “Malang itu punya banyak peninggalan sejarah dari zaman kolonial, berupa tata kota yang sangat bagus. Beberapa bangunan kuno bersejarah yang akan sia-sia jika tidak di eksplore. Jadi dari situlah saya membentuk komunitas ini. Jalan-jalan sambil belajar sejarah kota Malang,” ujarnya. Setiap hari Minggu, pendaftaran bagi yang berminat ikut jalan dibuka. Pesertanya kebanyakan adalah mahasiswa arsitektur, mahasiswa sejarah, dan anak-anak muda yang senang sejarah. Setelah siap, mereka jalan-jalan keliling ke gedung-gedung bersejarah dan membahas gedung-gedung atau bangunan tua tersebut. "Sebenernya bebas siapa saja boleh ikut dan gratis," katanya. Tujuan jalan-jalan memang setiap minggunya beda. Karena tidak mungkin dalam sekali waktu bisa menghabiskan tempat-tempat bersejarah di Kota Malang. Misalnya saat menyambut Malang Film Festival, komunitas ini jalan-jalan keliling bioskop-bioskop tua di Kota Malang, seperti gedung bioskop Kelud di jalan Trunojoyo dan gedung bioskop Merdeka yang ada di Jalan Basuki Rahmat. Bersama komunitasnya, Sindy berharap berharap generasi muda bisa lebih menghargai sejarah kotanya, sebelum semua aset sejarah yang ada digusur dan diganti oleh bangunan baru yang lebih kekinian, “Kota Malang dulu tata kotanya sangat bagus, dan salah satu kawasan di Malang yaitu Ijen termasuk kawasan terindah di zaman Hindia Belanda, jadi sayang kalau kita melupakan sejarah begitu saja,” ungkapnya. Sindy ternyata sosok yang inspiratif tak hanya di bidang pelestarian sejarah. Ternyata ia juga aktif di komunitas stand up komedi bernama komunitas Standup Indo Malang. Talenta menulisnya juga diasah, dan sekarang gadis berhijab ini sedang menyelesaikan novel keduanya, setelah sebelumnya dia sudah menulis novel yang berjudul Patah. Bagaimana, apakah kalian para generasi muda masih ingin bermalas-malasan dan hanya melihat perubahan dunia tanpa ikut berperan serta? Yuk mari kita ikuti jejak para penerus Kartini.
  4. Asyik juga lho menikmati gaya freestyle klub-klub freestyle di Indonesia. Gak kalay deh sama yang dari luar. Kemampuan komunitas Freestyle ini bahkan sudah merambah ke luar negeri, walau baru tingkat Asia, lumayan. Siapa coba yang gak terpesona melihat keahlian menari-nari diatas roda dua yang boleh dibilang berakrobatik. Ternyata, bro kita juga punya loh komunitas freestyle motor yang gak kalah heboh. Bahkan melahirkan beberapa nama yang diam-diam sudah go publik bermain di luar negeri, meskipun cakupannya masih di benua Asia. 1. Straight Line 2. Jakarta Street Bike 3. Docter's
  5. 1. SEJARAH SINGKAT MOTOR HARLEY DAVIDSON Sejarah motor Harley Davidson dimulai di Milwaukee pada tahun 1903. Saat itu, Bill Harley dan Arthur Walter Davidson yang mengembangkan sebuah motor satu silinder. Hasil perdana adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc dan berhasil dengan baik. Karena suksesnya dua saudara Arthur tersebut lalu Walter dan William Davidson, ikut bergabung. Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke dalam Harley Davidson Motorcycles Co. Ketika berdiri, perusahaan itu baru memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ‘’pabrik’’ di halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk kecil di belakang rumah keluarga Davidson. Pada tahun 1905, mereka kemudian berhasil membuat 11 unit motor. Pada 1906, perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley- Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah. Pada tahun 1908 produksi meningkat menjadi 154 motor. Akhirnya mereka memiliki sebuah pabrik motor, awalnya hanya terbuat dari papan dan yang membuatnya adalah ayah dari Davidson. Pabrik kecil ini kemudian berkembang, hingga dapat merekrut 20 orang karyawan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Tahun 1910, adalah awal pemasangan logo yang legendaris “Bar and Shield” di motor Harley- Davidson. Pada tahun ini, beberapa lomba balap motor, ketahanan motor dan lomba naik bukit dimenangkan oleh Harley-Davidson. Harley kemudian memproduksi banyak model baru, seperti Sportster pada tahun 1957, Fat Boy di tahun 1990 dan Heritage Springer Softail yang klasik di tahun 1996 dan V-Rod di tahun 2001. Beberapa tipe Harley menjadi legenda dan menjadi idaman pecinta motor besar seperti Super Glide, Low Rider, dan Electra Glide. Di Indonesia ada beberapa komunitas Harley Davidson yang terdaftar resmi sebagai organisasi sosial kemasyarakatan seperti Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) merupakan gabungan motor besar Harley Davidson dan lain-lainnya, Harley Owner Group (HOG) sebagai komunitas dibawah pembinaan resmi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Harley Davidson di Indonesia (PT. Mabua Harley Davidson). Selain itu ada komunitas atau club-club penggemar motor Harley Davidson seperti Ikatan Sport Harley Davidson (ISHD) yang merupakan komunitas pecinta atraksi dengan memperggunakan motor besar Harley Davidson yang telah cukup lama berdiri. Selain sebagai sebuah hobi, memiliki dan mengendarai motor besar Harley Davidson memberikan pengalaman dan kebanggaan sekaligus juga merupakan “Life Style” (gaya hidup) para penggemar dan pecinta motor besar Harley Davidson. Dalam buku “On Brand” (Oleh: Hermawan Kertajaya) menyebutkan bahwa Harley Davidson sebagai salah satu “Brand Religion” dimana Brand Religion ini merupakan pencapaian tertinggi atas sebuah merek. Tahun 2012 ini berarti Harley Davidson sudah mencapai usia 109 tahun, sebuah keberhasilan dan pencapaian prestasi yang hebat sekaligus membanggakan karena dapat bertahan selama itu. 2. SEJARAH SINGKAT TENTANG ORGANISASI HARLEY DAVIDSON CLUB INDONESIA (HDCI) Setelah berakhirnya perang dunia Ke- II dan awal kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat telah mengenal salah satu kendaraan bermotor roda dua dengan merk Harley Davidson, yang merupakan peninggalan tentara sekutu dan Belanda di Indonesia. Kendaraan roda dua Harley Davidson tersebut pada saat itu umumnya digunakan di lingkungan instansi Militer dan Kepolisian sebagai kendaraan dinas untuk tugas- tugas pengawalan dan kurir. Selain itu kendaraan tersebut juga digunakan di perkebunan- perkebunan ex Belanda yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera. Berbekal dari pengalaman mereka yang pernah berdinas menggunakan kendaraan motor besar tersebut dan adanya sekelompok pecinta otomotif kendaraan roda dua serta yang memiliki kesamaan hobi untuk memelihara dan mengendarai motor besar tersebut maka mereka mulai mendirikan wadah perkumpulan dalam bentuk club-club motor dari berbagai jenis kendaraan seperti Harley Davidson, Norton, Triumph, BSA, dan lain-lain. Perkumpulan atau club-club pecinta motor tersebut mulai berdiri, namun sifatnya secara sendiri-sendiri sesuai domisili kelompok yang ada di kota-kota besar baik di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dll maupun kota-kota besar lainnya diluar Pulau Jawa. Di era tahun 1960-an para pecinta motor besar khususnya Harley Davidson yang berada di Jakarta mendirikan club Harley Davidson dengan nama Harley Davidson Club Djakarta (HCD), Harley Davidson Club Bandung (HCB), Harley semua itu merupakan embrio dari terbentuknya organisasi Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang ada pada saat ini. Atas dasar kesamaan hobi dan semangat persaudaraan yang ada dari para pecinta Harley Davidson tersebut maka pada tanggal 13 Agustus tahun 1988 bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Harley Davidson Club Jakarta di Jakarta tercetuslah keinginan bersama dari para pecinta Harley Davidson yang hadir dari berbagai daerah (Jawa, Bali dan Sumatera) untuk membentuk organisasi yang bersifat Nasional sebagai wadah tunggal dari berbagai club Harley Davidson yang ada. Musyawarah Nasional Harley Davidson Club di Bandung pada tanggal 28 Mei 1990 menghasilkan keputusan yaitu membentuk organisasi sebagai wadah tunggal yang dinamakan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Salah satu tokoh penggagas dan pendiri organisasi HDCI adalah Bpk. A. Sentani, SH, beliau yang aktif mempersiapkan dan memfasilitasi pertemuan dan penyelenggaraan pembentukan HDCI yang dilaksanakan di Bandung. Selain beliau ada beberapa tokoh lainnya yang juga berperan aktif dalam proses pembentukan HDCI yaitu Letjend.TNI Dading Kalbuadi, Marsda.TNI. Ibnu Soebroto, Drs. H. Indrojojo Kusumo Negoro (Indro Warkop), Kolonel Polisi (Purn.) Suherman, dan lain-lainnya. Tokoh lainnya yang juga mempunyai andil besar dalam mengembangkan HDCI khususnya di DKI Jakarta adalah Brigjen TNI. Herman Sarens Sudiro, dengan semangat dan kerja keras beliau dalam memotivasi para anggota HDCI telah menjadikan HDCI DKI Jakarta menjadi barometer bagi pengembangan dan kemajuan HDCI yang ada di seluruh Indonesia Sejak berdirinya club Harley Davidson di Indonesia pada tahun 1990 tersebut, HDCI sebagai organisasi motor besar Harley Davidson di Indonesia telah menunjukan aktifitasnya yang sangat positif bagi para anggotanya maupun masyarakat. Hal ini dapat dilihat melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat touring dalam memperkenalkan potensi pariwisata, maupun kegiatan-kegiatan bhakti sosial guna membantu masyarakat yang kurang mampu dan membantu kegiatan penanggulangan korban bencana alam. 3. PERIODE KEPENGURUSAN HARLEY DAVIDSON CLUB INDONESIA (HDCI) a. Periode tahun 1990-1995 dijabat oleh Marsda. TNI. (Purn) Ibnu Soebroto, Sekretaris Jenderal dijabat oleh Drs. H. Indrojojo Kusumo Negoro, Bendahara Umum dijabat oleh A.Sentani, SH, Wakil Bendahara dijabat oleh Tanjaya Ferry. Organisasi HDCI pada saat itu lebih terfokus kepada penataan organisasi dan menyamakan motivasi guna meningkatkan rasa kebersamaan dalam persaudaraan sesama para anggotanya. b. Periode tahun 1995 – 2000 Musyawarah Nasional HDCI Ke- II tahun 1995 dilaksanakan di Jakarta. Pada periode ini Ketua Umum HDCI dijabat oleh Mayjen Polisi. Drs. Hindarto, Ketua Harian merangkap Sekretaris Jenderal dijabat oleh Kolonel Polisi. Drs. Suherman, dan Bendahara Umum dijabat oleh Ir.Toni Sechan. c. Periode tahun 2000-2005 Musyawarah Nasional HDCI Ke- III tahun 2000 dilaksanakan di Bali. Pada periode ini Ketua Umum HDCI dijabat oleh A. Sentani, SH, Ketua Harian dijabat oleh H. Varuna (Haji Una), Sekretaris Jenderal dijabat oleh Djoko Saturi, SH, dan Bendahara Umum dijabat oleh Tanjaya Ferry. Kepengurusan HDCI periode ini hanya bertahan selama kurang lebih 5 bulan, hal tersebut terjadi karena adanya masalah internal dalam organisasi HDCI, yang antara lain disebabkan karena ketidak aktifan Ketua Umum HDCI terpilih dan juga adanya pengunduran diri dari Bendahara Umum (Dikarenakan pertanggung jawaban keuangan Bendahara periode sebelumnya belum dilaksanakan selama 5 bulan). Dengan adanya Ketua Umum HDCI yang mengundurkan diri maka terjadi kekosongan jabatan Ketua Umum, oleh karena itu dilaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) guna memilih kepengurusan HDCI yang baru. Munaslub HDCI dilaksanakan di Mojokerto, Jawa Timur, pada tahun 2001 dan pada saat itu Ketua Umum HDCI yang terpilih adalah Letjen TNI (Purn). R. Soeyono, Sekretaris Jenderal dijabat oleh Djoko Saturi, SH, dan Bendahara Umum dijabat oleh H. Wawan. Kepengurusan periode ini berlangsung sampai dengan tahun 2006. d. Periode tahun 2006-2011 Musyawarah Nasional HDCI Ke- IV tahun 2011 ini Ketua Umum HDCI yang terpilih adalah Letjen TNI (Purn). R. Soeyono, Sekjen HDCI dijabat oleh Djoko Saturi, SH. e. Periode tahun 2011-2016 Musyawarah Nasional HDCI Ke- V tahun 2011 dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada periode kepengurusan HDCI tahun 2006-2011 ini Ketua Umum yang terpilih adalah Komjen Pol. Drs. Nanan Soekarna yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Harian HDCI Pusat. Sekretaris Jenderal HDCI dijabat oleh Marsda TNI (Purn) Pieter Wattimena yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua HDCI DKI Jakarta sejak tahun 2005, dan Bendahara Umum dijabat oleh Tanjaya Ferry. Pada periode ini Kepengurusan HDCI dibawah Ketua Umum HDCI telah melakukan beberapa langkah terobosan untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas dalam manajemen organisasi HDCI yaitu dengan mempersiapkan fasilitas kantor Sekretariat HDCI, Penataan dalam sistem administrasi dan inventarisasi surat menyurat, membuat Website HDCI, melakukan validasi organisasi dan keanggotaan HDCI, menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) baru yang dikeluarkan oleh Pengurus Pusat HDCI untuk disalurkan kepada seluruh Pengda HDCI secara gratis, melakukan penyempurnaan AD/ART HDCI karena AD/ART yang sejak disahkan pada tahun 2000 belum pernah dilakukan revisi atau disempurnakan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Semua upaya tersebut adalah dalam rangka peningkatan kinerja organisasi HDCI agar supaya dapat lebih efektif, efisien dan profesional.
  6. Konon, Komunitas Eden akhirnya gagal mendaratkan UFO di Monas karena rumitnya birokrasi di Indonesia. Padahal tak tanggung-tanggung, komunitas ini sudah menyurati Presiden Jokowi dan Presiden Obama. Apa yang menarik dari kasus UFO ini? Bagi saya, yang menarik justru bukan pada seriusnya komunitas ini mengurus izin pendaratan UFO di Monas. Bukan pula pada tidak seriusnya para penerima surat menanggapinya. Ada hal lain di atas itu semua. Yang menarik bin penting adalah respons kaum beragama terhadap Surat Eden itu. Sebagian orang teriak-teriak minta polisi menangkap Ibu Lia dan kawan-kawan, karena dianggap “meresahkan” publik. Sebagian lain nyinyir dan membuli Komunitas Eden sebagai kelompok irasional yang mimpi di siang bolong, sambil menepuk dada dan berbangga karena merasa agamanya sendiri adalah agama yang rasional. Namun sebagian lain setengah serius mendesak Jokowi untuk memberikan selembar surat izin dan menyiapkan lapangan Monas untuk pendaratan UFO tersebut. Siapa tahu Lia Eden benar. Nah, di situlah letak pentingnya Surat Eden: untuk menguji cara beragama kita dan cara kita memperlakukan keyakinan orang lain. Baiklah, saya hendak bertanya beberapa hal kepada Anda, para Eden haters. Apakah beragama harus rasional? Tengoklah ke dalam diri Anda, agama Anda. Ketahuilah, tak ada satu agamapun di dunia ini yang tak mengandung irasionalitas. Pada titik tertentu, perbandingan antar agama adalah perbandingan antar elemen-elemen irasional, antara mitos-mitos. Kesenjangan antara dunia saintifik dan dunia agama membuktikan itu. Meski demikian, justru kesimpulan para saintis bahwa sejauh ini sains hanya mampu menjawab nol koma sekian persen saja dari misteri alam raya ini, membuat agama masih dibutuhkan. Ini karena agama menyediakan jawaban spekulatif atas misteri yang belum saatnya terpecahkan. Apakah Lia Eden patut diseret ke penjara? Sudah dua kali ia dipenjara karena keyakinannya. Dan ini adalah keputusan pengadilan yang layak dicatat dengan noda hitam. Ya, memenjarakan orang karena keyakinannya adalah absurd. Karena kalau pengadilan yang memutus perkara itu konsisten, para penganut agama kita keluar-masuk penjara dengan mudah. Kalau mau diusut, setiap agama tentu saja menodai agama yang lain. Setiap agama mengandung negasi terhadap kebenaran agama lain. Seberapa besar kadar noda dan kadar negasi itu, bisa kita perdebatkan kemudian. Pertanyaan berikutnya: apakah setelah dipenjara, Lia Eden otomatis merevisi keyakinannya? Tentu tidak, kan sudah minum Combantrin. Buktinya ia dipenjara lagi untuk kedua kalinya. Setelah pemenjaraan kedua itu? Tidak juga. Buktinya ia masih menyebarkan ajaran kepada para pengikutnya, dan nyaris mendarat UFO di Monas. Nah, ini dia absurditas berikutnya; ketika kita memenjara orang karena sesuatu yang ada di pikirannya. Kalau Lia Eden terus meyakini sesuatu yang di luar nalar dan kepercayaan Anda, Anda mau apa? Bisa apa? Kalau Ahmad Mosaddeq meyakini bahwa ia adalah utusan Tuhan, Anda mau apa? Apakah Anda bisa menjamin isi pikiran dia berubah ketika dipaksa menandatangani pertobatan di atas kertas? Lagipula, beragama kok insecure betul, kalau Anda memeluk teguh agama Anda dan yakin bahwa itu jalan yang benar tentu tidak perlu terganggu sama sekali dengan klaim Mosaddeq. Kalau saya menyembah pohon karena dalam keyakinan saya pohon adalah representasi Tuhan di bumi, Anda mau Apa? Anda merasa terganggu lalu menebang pohon yang saya sembah sambil berteriak, “Telah kubunuh Tuhanmu,” begitu? Jika demikian, sayalah yang akan melaporkan Anda karena telah melecehkan keyakinan saya, menodai agama saya. Anda telah melakukan blasfemi alias penistaan agama, maka Anda pantas dipenjara.
  7. Sistem pendidikan di Indonesia mungkin carut-marut. Kurikulum yang selalu berganti, kekacauan program Ujian Nasional, hingga mahalnya biaya "siluman" walau pendidikan gratis sudah berlaku. Di antara apatis dan keprihatinan, masih ada gerakan di masyarakat yang begitu peduli agar pendidikan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kemajuan negeri ini di masa depan ada di tangan para generasi penerus, dan kepada merekalah bekal-bekal pengajaran yang berguna harus terus diberdayakan. Inilah 10 komunitas yang telah berjuang yang memaknai sungguh-sungguh Hari Pendidikan Nasional, terus berupaya mencerahkan Indonesia. Berminat bergabung? 1. Indonesia Mengajar Indonesia mengajar membantu mengisi kekurangan guru sekolah dasar, khususnya di daerah terpencil dengan mengirimkan lulusan terbaik Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah dididik intensif untuk menguasai kapasitas kepengajaran dan kepemimpinan untuk bekerja sebagai guru selama satu tahun. Website: http://www.indonesiamengajar.org Email: info@indonesiamengajar.org Facebook : http://www.facebook.com/IndonesiaMengajar?fref=ts 2. Komunitas 1001 buku Komunitas ini merupakan relawan dan pengelola perpustakaan anak. 1001 buku adalah merupakan organisasi nirlaba, sebuah jaringan relawan dan pengelola taman bacaan anak. Berangkat dari keprihatinan atas kurangnya ketersediaan akses atas bahan bacaan bagi anak-anak Indonesia, 1001buku melakukan pengumpulan dan pendistribusian bahan bacaan anak serta penguatan taman baca melalui saran pengembangan kreativitas anak dari masyarakat.. Sejalan dengan perkembangannya, 1001buku memfasilitasi penguatan taman-taman bacaan anak yang tergabung dalam Jaringan Taman Bacaan Anak 1001buku, melakukan kampanye-kampanye literasi dan memperkokoh jiwa kerelawanan di seluruh nusantara. Jika ingin lebih tahu lebih banyak mengenai komunitas ini, lihat: Website: http://www.1001buku.or.id Email : amaerithia@yahoo.com Twitter : @1001buku 3. Akademi Berbagi Akademi Berbagi adalah gerakan sosial nirlaba yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang bisa diaplikasikan langsung sehingga para peserta bisa meningkatkan kompetensi di bidang yang telah dipilihnya. Bentuknya adalah kelas-kelas pendek yang diajar oleh para ahli dan praktisi di bidangnya masing-masing. Kelasnya pun berpindah-pindah sesuai dengan ketersediaan ruang kelas yang disediakan oleh para donatur ruangan. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan lihat di : Website : http://akademiberbagi.org Email : akademiberbagi@gmail.com 4. Indonesia Bercerita Indonesia bercerita adalah suatu gerakan yang muncul dari insiatif mempromosikan dan memberikan upaya mendidik melalui cerita. Indonesia Bercerita menyediakan podcast (mp3) berisi cerita-cerita yang membebaskan imajinasi anak untuk menemukan diri terbaiknya. Podcast cerita ini dapat diunduh secara gratis. Adanya podcast ini diharapkan adanya penyebaran kebiasaan bercerita sebagai proses pendidikan secara formal maupun informal.Indonesia Bercerita juga melakukan: 1.Pelatihan Pejuang Pencerita 2.Festival Para Pencerita 3.Festival Menciptakan Cerita Untuk keterangan lebih lanjut,bisa didapatkan di Website : http://www.indonesiabercerita.org Email : bukik@idcerita.org Twitter : @IDcerita 5. Pencerah Nusantara Pencerah Nusantara adalah mengenai menciptakan perubahan pola pikir dalam masyarakat. Meskipun berpusat pada upaya kesehatan, mengobati penyakit bukanlah tujuan kami. Dengan adanya para Pencerah Nusantara, di harapkan akan menjadi perubahan paradigma mengenai kesehatan. Menjaga kesehatan adalah upaya mencegah kesakitan yang dilakukan bersama, dan para Pencerah Nusantara lah yang akan memulai perubahan ini.Keterangan lebih lanjut bisa didapatkan di: Website : http://pencerahnusantara.org Email : pencerahnusantara@gmail.com 6. Save Street Child Save Street Child adalah komunitas skala nasional yang berupaya menjadi wadah penggerak yang peduli terhadap permasalahan anak jalanan. Kegiatan yang dilakukan banyak, dengan lebih berfokus pada diseminasi dan kampanye kepedulian tentang anak jalanan. Komunitas Save Street Child berusaha untuk memanusiakan mereka kembali dengan berfokus pada kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti semua lapisan masyarakat supaya bisa bergerak bersama, misalnya even-even, dan program pemberdayaan melalui pendidikan. Komunitas ini juga bekerja sama dengan berbagai pihak tanpa ingin bergantung secara jangka panjang, dan memiliki kegiatan galang-dana (fundraising) untuk menopang keuangan secara mandiri dan independen. Keterangan lebih lanjut,bisa didapatkan di: Website : http://savestreetchild.org Email : gerakan@savestreetchild.org 7. Transformasi Hijau Transformasi Hijau adalah komunitas relawan yang bergerak pada isu pendidikan lingkungan dengan mendorong para generasi muda sebagai pemeran utama dalam upaya pelestarian lingkungan Kegiatan yang dilakukan TRASHI merupakan kegiatan sosial, karena TRASHI tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, selain melibatkan sekolah, TRASHI juga menggandeng komunitas dan organisasi lingkungan di Jakarta seperti GEF, Yayasan KEHATI, Rimbawan Muda Indonesia, Jakarta Green Monster, River For Life, Biotiful Jakarta, Teens Go Green, Jakarta Birdwatcher’s Society, Kelompok Studi Ekologi Perairan Universitas Nasional, dan UKF Institut Pertanian Bogor. Website : http://www.transformasihijau.blogspot.com Email : trashi.info@gmail.com Twitter : @trashicool 8. Komunitas Jendela Komunitas Jendela adalah sebuah komunitas sosial yang bergerak di bidang pendidikan anak, khususnya untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Namun kegiatannya tidak terbatas perpustakaan saja. Sesuai dengan tagline mereka yaitu “We are not just building a library, we are building a future”. Sebenarnya basis Komunitas Jendela itu di Jogja, namun saat ini mereka buka “cabang” di Jakarta. Kegiatan rutin yang sudah dijalankan Komunitas Jendela di Jogja adalah “Bermain Sambil Belajar” bareng anak-anak di shelter Merapi. Untuk yang di Jakarta konsep kegiatan Komunitas Jendela konsepnya sama, namun sasaran mereka adalah anak-anak dari keluarga pemulung yang tidak mempunyai kesempatan untuk bersekolah. Aktivitasnya adalah mengajar membaca, menulis, dan berhitung, sambil tetap memperkenalkan buku ke anak-anak tersebut. Website : www.komunitasjendela.org. Email : komunitasjendela@gmail.com Fanpage Facebook : Komunitas Jendela Twitter : @JendelaJakarta atau @IniJendela 9. Indonesia Menyala Indonesia Menyala adalah gerakan buku dan perpustakaan yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar. Filosofi dibalik pemilihan nama ini, menurut Bapak Anies Baswedan, adalah anak-anak desa yang menyala akal dan budinya karena membaca buku yang baik bersama para Pengajar Muda, bagaikan ribuan dan jutaan lampu yang menyalakan Indonesia. Indonesia menjadi menyala, tidak hanya karena sumber daya alamnya tetapi karena sumber daya manusianya yang menyala. Karena itu, program ini diberi nama Indonesia Menyala. Kegiatan komunitas ini berupa donasi buku,donasi dana,tenaga,ide dan masih banyak lagi. Untuk keterangan lebih lanjut Email : penyala@indonesiamengajar.org FB Group : Indonesia Menyala dan FB Fanpage : Indonesia Menyala Twitter : @Penyala 10. Skholatanpabatas Skholatanpabatas (STB) sebagai wujud keinginan untuk berbagi tanpa batas kepada siapapun yang membutuhkan dalam hal pembelajaran tentunya. Tanpa perlu ada batasan dinding, pakaian, tempat tinggal, strata sosial, suku, agama, gender dan lain-lain dan kesemuanya kami lakukan secara tulus dan ikhlas untuk berbagi kepada sesama. Adapun beberapa program/aktifitas dari STB yaitu: English Weekend/English Day yaitu program pengenalan bahasa Inggris di kalangan peserta didik. Jejaring Anak Indonesia yaitu Program yang merupakan kegiatan berbalas surat/ surat menyurat antara komunitas/sekolah dampingan kami dengan beberapa lembaga/komunitas/sekolah yang ingin melakukan hal yang sama. Training/Workshop/Seminar yaitu program yang dilakukan di komunitas dampingan kami maupun jika ada permintaan untuk melakukan di tempat lain dengan kegiatan yang berkaitan dengan Pendidikan, Kesehatan Lingkungan, Lingkungan Hidup. Skhola berbagi di Panti yaitu program yang dilakukan di beberapa panti asuhan baik yang dilakukan atas inisiatif sendiri maupun atas permintaan panti sebagai salah kepedulian kami untuk sahabat skhola di panti asuhan Website : http://skholatanpabatas.wordpress.com Twitter : @skhola_stb
  8. Ada masa dalam hidup, ketika saya sangat mengagumi Gabriel Batistuta. Ya, ia adalah pemain sepakbola berambut gondrong asal Argentina yang merumput untuk Klub Fiorentina. Sepanjang ingatan saya, klub ini jarang memperoleh ranking yang baik di Serie A Liga Italia. Terlepas dari prestasi klubnya yang kurang menonjol, bahkan beberapa kali terperosok ke zona degradasi, saya melihat Batistuta sebagai figur yang karismatik. Aksinya ketika meliuk mengecoh pemain belakang lawan, serta tendangan-tendangan kanon-nya sering membuat saya terpana di depan layar TV. Mengenai kekaguman ini, saya tidak sendirian. Di kota Florence, Batistuta dipuja bagai dewa sehingga kabarnya masyarakat membuat patungnya didirikan megah di pusat kota. Dalam beberapa hal, saya yakin Anda pun pernah memiliki kekaguman serupa dengan beberapa public figure. Salah seorang rekan saya sangat mengagumi Dian Sastro, ada yang sangat kagum dengan Emha Ainun Najib, bahkan saya pernah melihat ibu-ibu yang rela ikut marah-marah dan membela Roy Marten karena merasa disudutkan dengan pemberitaan miring oleh sebuah acara infotainment. Pembelaan pelanggan terhadap perusahaan pada hakekatnya berada pada sisi yang berbeda dengan kualitas dari objek yang dibela. Tidak selamanya mereka yang dibela memiliki kualitas yang baik. Saya tahu betul bahwa bobotoh Persib Maung Bandung akan tetap menjadi pembela tim biru ini, walaupun mereka dikalahkan oleh lawannya. Saya rasa adalah menjadi impian setiap pemasar untuk menciptakan pelanggan-pelanggan yang mau membela (advocate customer) dan memiliki kedekatan dengan perusahaan. Perasaan dekat seperti ini adalah perasaan dimana kita secara emosional terlibat untuk menyenangi atau memilih. Perasaan inilah yang kemudian diberi nama sebagai Loyalitas. Loyalitas sebenarnya diindikasikan dengan adanya perasaan terikat dengan suatu produk atau perusahaan, bukan hanya seberapa sering pembelian terjadi, atau seberapa lama seseorang menjadi pelanggan. Bahkan lebih dari itu, bukan seberapa besar kepuasan seorang pelanggan pada perusahaan kita. Pada dasarnya, kepuasan pelanggan tidak selamanya berubah menjadi loyalitas. Saya sering menemui rekan-rekan saya terbang untuk berbisnis di berbagai penjuru Indonesia menggunakan maskapai penerbangan yang mereknya sayup-sayup terdengar, bukan karena tidak puas dengan Garuda Indonesia. Namun demikian kiranya jelas bahwa tanpa produk dan layanan prima, yang mendorong kepuasan, akan berat tugas seorang pemasar dalam membangun loyalitas. Kepuasan adalah syarat bagi munculnya Loyalitas. Untuk mengubah kepuasan pelanggan menjadi Loyalitas diperlukan beberapa langkah yang dapat “mengikat” pelanggan agar selalu setia pada perusahaan. Beberapa perusahaan menawarkan hadiah-hadiah dan undian. Ya, kita dapat mengikat pelanggan dengan memberikan reward berupa keuntungan finansial, suatu bahasa yang dipahami secara luas oleh umat manusia. Berikan penghargaan pada nasabah yang memiliki jumlah simpanan terbanyak, sehingga ada bedanya antara mereka yang setia. Pemberian hadiah, diskon, serta produk bundling yang dimaksudkan untuk memberi penghargaan bagi pelanggan yang telah membeli ini disebut sebagai Ikatan Finansial (financial bonding). Ikatan kedua adalah dengan menggunakan sisi emosional dari pelanggan. Kita dapat menyentuh nilai-nilai mendasar dari diri manusia untuk memicu loyalitas. The Body Shop telah bertahun-tahun secara konsisten mengusung tema Green Product, produk tetumbuhan yang ramah dengan lingkungan dan menentang percobaan pada hewan. Bagi sebagian orang nilai-nilai ini adalah nilai dasar yang patut dibela, demikian pula perusahaan yang menganutnya. Sisi emosional dapat disentuh dengan memberikan penghargaan yang sifatnya beyond financial. Bagi para wanita, tidaklah ada momen yang lebih menyentuh daripada beberapa kuntum mawar merah dengan sepucuk kartu ucapan terikat pita emas di ujungnya, di hari ulang tahun. Beberapa perusahaan mencatat hari ulang tahun pelanggan utamanya sebagai aset besar pemicu loyalitas. Perasaan menjadi bagian dari satu komunitas, atau yang oleh Maslow disebut sebagai the needs to love and belonging, seringkali menjadi alasan mengapa pelanggan tidak berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan pesaing, walaupun harga pesaing lebih murah, bahkan jika pelayanan pesaing lebih baik. Ikatan ketiga yang sering dianggap orang sebagai ikatan paling kuat adalah ikatan struktural (structural bonding), dimana perusahaan membangun sesuatu yang melibatkan investasi untuk menjamin kustomisasi layanan pada pelanggan. Ada sebuah perusahaan kargo yang saya kenal membuka kantor agen pengiriman di sebelah gudang pelanggan utamanya agar dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat. Sebuah bank dapat memberikan ikatan struktural dengan cara membuka ATM di daerah yang dekat dengan pelanggan utama, menginvestasi mesin agar dapat melakukan pembayaran menggunakan kartu, dan investasi lain yang menjaga pelanggan untuk berpaling ke lain hati. Demikianlah untuk menciptakan komunitas yang loyal, suatu perusahaan hendaknya tidak hanya berfokus pada produk dan layanan yang baik, namun perlu cantik dalam mengemas ikatan finansial, emosional dan struktural. Agar siapa tahu perusahaan muncul di acara infotainment, ada banyak orang yang membela.
  9. Di era digital sekarang, jujur, untuk membentuk sebuah komunitas sangat mudah. Tinggal mencari kesamaan rasa suka, hobi maupun keinginan dalam hal bersama. Tapi tunggu dulu, meski begitu mudah membentuknya, cepat juga kehilangannya. Sebagai makhluk sosial, interaksi antar sesama merupakan kodrat yang tak pernah hilang dari muka bumi ini. Nenek moyang kita sudah membuktikan itu semua. Berkumpul adalalah hal terbaik yang bisa dilakukan manusia. 1. Bosan dengan kegiatan itu-itu saja 2. Anggota mulai hilang, ini wajar 3.Sulir Regenerasi 4. Kebanyakan Narsis Semoga, 4 alasan ini bisa menjadi acuan sedikit meski tak begitu berpengaruh. Kami percaya, semua orang memiliki cinta tapi tidak semua memiliki komitment.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy