Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'kiamat'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Beberapa skema terkait kehancuran Bumi menurut peneliti adalah Bumi bertabrakan dengan planet lain atau ditelan oleh lubang hitam. Selain itu, ada kemungkinan asteroid bisa menghantam Bumi. Skenario kehancuran dunia tersebut juga ditambah dengan matahari. Proses terjadinya kehancuran Bumi ini tidak singkat, melainkan melalui beberapa tahap. Peneliti Jillian Scudder, seorang astrofisika di University of Sussex mengatakan, Bumi akan merasakan perjalanan hari yang lebih cepat. Matahari bertahan dengan cara membakar atom hidrogen ke dalam atom helium pada intinya. Kenyataannya, matahari membakar 600 juta ton hidrogen setiap detik. Karena inti matahari jenuh dengan helium ini, maka terjadi penyusutan, menyebabkan reaksi fusi nuklir untuk mempercepat, sehingga matahari akan mengeluarkan energi lebih besar. Faktanya, untuk setiap miliar tahun matahari membakar hidrogen dan mendapatkan 10 persen kekuatan lebih terang. Dengan pertambahan 10 persen itu, mungkin terdengar tidak terlalu besar, namun perbedaan itu bisa menjadi bencana besar bagi planet Bumi. "Prediksi bahwa apa yang sebetulnya akan terjadi pada Bumi karena matahari semakin terang satu miliar tahun berikutnya adalah belum pasti," kata Scudder. Secara umum, meningkatnya panas dari matahari akan menyebabkan lebih banyak air menguap dari permukaan. Dengan demikian, uap air akan tertahan di atmosfer. Air akan bertindak sebagai gas rumah kaca, yang menjebak lebih banyak panas, dan mempercepat penguapan. Energi tinggi dari matahari bisa membombardir atmosfer dan memecah molekul serta memungkinkan air untuk lenyap. Ini akan menyebabkan Bumi mengalami krisis air.
  2. Kabar tentang hari terjadinya kiamat lagi-lagi berembus. Kali ini kelompok End Times Propechies menyebut bahwa 29 Juli 2016 akan menjadi akhir dari kehidupan di dunia. End Times Propechies menjelaskan penyebab kiamat 29 Juli dengan mengunggah video berdurasi 17 menit berjudul “Why The World Will End Surely On 29 July 2016.” Kelompok yang dikenal gemar mengembuskan isu kiamat itu memprediksi, bergesernya kutub magnetik Bumi akan memulai serentetan peristiwa yang menyebabkan berkahirnya kehidupan di dunia. "Pergeseran kutub akan membuat bintang berlomba di langit dan ketidakstabilan Bumi akan menarik atmosfer yang membentuk gulungan awan," jelas video tersebut. Pergeseran kutub Bumi merupakan fenomena geomagnetik di mana Kutub Utara perlahan-lahan bergerak ke kutub magnetik utara yang disebabkan pergeseran besi cair di inti Bumi. Dikutip dari Inquisitr, Selasa (19/7/2016),iIlmuwan membuktikan bahwa Bumi telah mengalami perputaran geomagnetik secara penuh setiap 780 ribu tahun. Alih-alih bergeser secara mendadak, kutub magnetik akan bergerak perlahan di muka Bumi selama ribuan tahun. Sejak pertama kali ilmuwan mulai mencatat pergerakannya, kutub telah bergeser sejauh 965 kilometer. Pergerakan kutub magnetik utara telah meningkat pada Abad ke-20 dan saat ini telah bergeser sekitar 64,3 kilometer per tahun. NASA memperhatikan bahwa pergerakan itu akan bertambah cepat antara 14 Juli hingga 19 Agustus. Tampaknya hal itu menjadi dasar ilmiah yang dijadikan kelompok 'peramal' itu atas klaim kiamat. Badan antariksa Amerika Serikat tersebut mengonfrimasi bahwa pergeseran kutub geomagnetik memang sedang berlangsung. Namun mereka mengatakan, kita tak perlu panik karena penduduk Bumi sulit untuk melihatnya. "Kondisi yang menyebabkan berbaliknya kutub tak sepenuhnya dapat diprediksi. Tak ada catatan geologi yang menunjukkan bahwa skenario kiamat yang berhubungan dengan berbaliknya kutub harus ditanggapi dengan serius," ujar NASA. Sementara itu End Times Prophecies mengkhawatirkan bahwa bergesernya kutub akan melemahkan medan magnet secara temporer yang melindungi makhluk Bumi dari radiasi Matahari. Teori lain menyebutkan, bergesernya kutub akan mengubah rotasi Bumi yang menyebabkan kekacauan parah. Namun sekali lagi, NASA meminta kita agar tidak khawatir. "Walaupun medan magnet melemah, atmosfer Bumi yang tebal mampu melindungi dari partikel Matahari," jelas NASA. Penting untuk diingat bahwa berbaliknya kutub magnetik Bumi secara utuh membutuhkan waktu ribuan tahun, sehingga proses tersebut bertanggung jawab atas semua perubahan cuaca dratis dan aktivitas seismik. Menurut NASA, satu-satunya hasil dari pergeseran kutub adalah berubahnya arah kutub sehingga alat penunjuk arah atau kompas harus diperbaiki.
  3. Kiamat Kubra adalah kiamat besar yang nantinya akan meluluhlantahkan alam semesta. Meski ditengah merebaknya berita tentang indikasi akan terjadinya kiamat yang tidak lama lagi, namun ternyata ilmuan memiliki analisa lain. Menurut mereka kiamat besar baru akan terjadi sekitar 22 miliar tahun lagi. Pada kehancurannya nanti, alam semesta akan mengalami peristiwa yang disebut Big Rip. Pada peristiwa ini bumi beserta galaksi lainnya akan disedot ke lubang hitam yang konon akan mengakibatkan akhir kehidupan yang berada di seluruh galaksi. Sebuah model teoritis baru menunjukkan bahwa alam semesta mengembang, semuanya, dari galaksi, planet dan partikel atom untuk ruang-waktu itu sendiri, pada akhirnya akan terkoyak sebelum menghilang dari pandangan Karya terbaru menunjukkan bahwa percepatan ini dapat menjadi lebih cepat dan lebih cepat sampai setiap titik dalam ruang itu sendiri bergerak terpisah pada tingkat yang tak terbatas - di mana titik Big Rip terjadi. Peneliti Vanderbilt University di Nashville, Dr Marcelo Disconzi mengatakan, timnya menemukan formula matematika yang bisa mendukung teori Big Rip. Dengan formula tersebut tim ahli kemudian memperhitungkan kapan akan terjadi kiamat besar. Hasilnya, kejadian yang mengakhiri kehidupan tersebut baru akan terjadi 22 miliar tahun lagi. "Ketika Big Rip terjadi, konstituen materi akan memisahkan diri satu sama lain. Anda akan melihat semua atom yang terkoyak. Tidak bisa dibayangkan peristiwa ini merupakan kejadian dramatis namun mengerikan secara bersamaan" kata Dr Marcelo Disconzi. Akan tetapi menurut mereka ini akan membutuhkan kajian lebih lanjut. Big Rip mungkin saja terjadi dengan mengembangkan berbagai macam kemungkinan. Selain teori ini, mereka juga mempelajari ilmu teori Supernova.Teori ini bergantung pada sebuah asumsi bahwa alam semesta memang akan terus berkembang lebih cepat, yang akhirnya nanti akan menyebabkan Big Rip. Salah satu penyebab Big Rip adalah cairan lengket dari ruang angkasa yang memiliki tingkat viskositas dan dapat melakukan perjalanan lebih cepat dari kecepatan cahaya. Alam semesta juga terus mengalami perkembangan sehingga semakin lama usianya semakin menua. Namun demikian, mereka menyadari penemuan mereka masih dalam tahap asumsi dan praduga. Teori Big Rip bisa saja terjadi, namun untuk menuju proses peristiwa tersebut justru memakan waktu yang begitu lama dan tidak ditentukan. Teori Big Rip ini pertama kali diungkapkan pada tahun 2003. Secara penjelasan harafiah, semesta akan berakhir di dalam Big Rip ketika alam semesta akan mengembang dan pada akhirnya robek terpisah.
  4. Sejumlah ilmuwan asal Denmark mengungkapkan bagaimana alam semesta akan berakhir. Dikatakan proses kiamat atau keruntuhan alam semesta saat ini telah dimulai. Menurut studi yang dilakukan fisikawan University of Southhern Denmark, keruntuhan alam semesta ini ditunjukkan oleh adanya perubahan radikal. Dilansir International Business Times, peneliti mengatakan perubahan radikal itu terjadi saat gelembung muncul pada medan Higgs. Sebagaimana diketahui medan Higgs merupakan bidang energi yang tak terlihat yang hadir di seluruh alam semesta. Jika gelembung ini membesar, kata peneliti, maka kecepatannya akan berkembang pada kecepatan cahaya. Walhasil, kekuatannya dapat menelan segala sesuatu yang disentuh gelembung. Kondisi ini akan membuat alam semesta kacau balau. Memang teori berakhirnya alam semesta ini bukanlah hal yang baru, tapi beberapa fisikawan Denmark itu mengklaim telah membuktikan teori itu dengan model matematik. “Banyak teori dan kalkulasi untuk memprediksi seperti fase transisi, tapi ada beberapa ketidakpastian dalam hasil kalkulasi sebelumnya,” ujar Frederik Colding Krog, PhD, pimpinan studi yang juga peneliti di Pusat Kosmologi dan Fisika Partikel Fenomenologi University of Southern Denmark. Krog menegaskan, tim telah melakukan perhitungan yang lebih tepat dan menyimpulkan dua hal penting. “Yaitu, alam semesta kemungkinan besar akan runtuh, dan keruntuhan itu terjadi lebih cepat daripada kalkulasi yang lama,” kata dia. Dia menambahkan, fase transisi telah dimulai pada suatu tempat di alam semesta dan menyebar. “Berakhirnya alam semesta telah dimulai pada suatu tempat dan saat ini tengah menelan ke seluruh alam semesta. Mungkin itu dimulai dari sekarang, bisa jadi di sini atau mungkin jauh dari sini. Kami tak tahu pastinya. Ini teori kami,” jelas Krog.
  5. Sebuah peristiwa katastropik alam semesta yang disebut 'imminent' bakal terjadi. Apakah ini tanda-tanda alam semesta akan hancur? Para ilmuwan memprediksi jika runtuhnya alam semesta atau kiamat akan berlangsung lebih cepat dari yang diharapkan. Menurut sebuah studi baru, galaksi bisa hancur dalam puluhan miliar tahun, secara kosmologis. Jika para ilmuwan benar dengan teori mereka, mungkin dapat menjelaskan keberadaan energi gelap yang menyebabkan ekspansi alam semesta dipercepat. Peristiwa katastropik alam semesta Banyak fisikawan teoritis, percaya bahwa alam semesta akan berakhir suatu hari nanti. Ada tiga teori yang mendasari hal ini yaitu: The Big Cruch Materi alam semesta yang hancur, akan membusuk menjadi radiasi. The Big Rip Nemanja Kaloper dari Universitas California, mengatakan jika petunjuk kehancuran alam semesta ditemukan di energi gelap. Materi alam semesta diprediksi hancur lebih cepat Energi gelap adalah kekuatan misterius yang dapat diamati, yang menunjukkan bagaimana alam semesta berkembang. Pada suatu masa, dimana alam semesta akan berhenti berkembang, dan mencapai titik kritis sehingga mulai menyusut dan hancur.
  6. Dalam pengumumannya, sekelompok ilmuwan dari 'Bulletin of the Atomic Scientists menyatakan waktu dunia menuju kiamat hanya '3 menit'. Cuaca yang tidak menentu, bom, meriam, serta nuklir terus bergema di muka bumi akibat pertikaian antara manusia membuat sekelompok ilmuwan dari 'Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) memutuskan untuk mengubah waktu 'Jam Kiamat'. Yakni 23.57 atau 3 menit menuju pukul 24.00. Jeda waktu 3 menit ini lebih cepat dari 'Jam Kiamat' yang ditentukan sebelumnya, yakni pada 23.55 atau 5 menit menuju tengah malam, momen yang kerap disebut waktu terjadinya serangan nuklir. 'Jam Kiamat' atau yang juga disebut sebagai 'Doomsday Clock' merupakan jam simbolis yang mewakili hitung mundur berosilasi yang diluncurkan sejak tahun 1947 oleh Science and Security Board atau Dewan Ilmu Pengetahuan dan Keamanan BAS di University of Chicago, Amerika Serikat Band cadas Linkin Park menganalogikan peringatan 'Jam Kiamat' ini dalam albumnya Minutes to Midnight lewat single What I've Done yang bertemakan tanda-tanda kehancuran dunia. Dalam pengumumannya, BAS menyatakan waktu dunia menuju kiamat hanya '3 menit'. Makna '3 menit' yang dimaksud bukan 3 menit yang sebenarnya, melainkan peringatan bahwa tenggat waktu dunia saat ini hingga hari kiamat terbilang singkat. Para ilmuwan yang tergabung dalam kelompok tersebut menilai situasi dunia saat ini sudah cukup memprihatinkan. Dengan ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil yang semakin tinggi, kurang kesadaran atas dampak pemanasan global serta lambatnya penanganan atas maraknya senjata nuklir. Terlebih, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyebut, 2014 sebagai tahun paling panas. Yang terpanas sejak pertama kali pencatatan suhu itu dilakukan pada 1880 silam. "Kami kira belum begitu terlambat bagi kita semua untuk melakukan tindakan, tapi pemanasan bumi ini juga terjadi begitu cepat," ujar Direktur Eksekutif BAS di Washington DC. "Kami mengubah jam ini agar kita semua melakukan tindakan." Oleh karena itu, ilmuwan senior dari Stockholm Environment Institute, Sivan Kartha menegaskan seluruh masyarakat dunia perlu ikut serta mengurangi tindakan yang bisa menambah efek rumah kaca. "Jika tidak, maka suhu rata-rata global bisa mencapai 3 sampai 8 derajat Celcsus," ujar dia. Kartha menilai masih ada sejumlah orang yang mengabaikan hal ini. Untuk itu, ia kembali memperingatkan "permukaan Bumi bisa segera berubah pada masa mendatang." Sharon Squassoni, anggota BAS lainnya yang juga Direktur Center for Strategic and International Studies menyarankan perlu adanya pengurangan pengembangan nuklir. Namun kata dia, sejumlah negara saat ini justru malah meningkatkannya, seperti Rusia, India, dan Pakistan. "Pembuatan senjata-senjata nuklir ini memakan banyak waktu, tenaga, uang untuk melindungi mereka yang mengembangkannya," ujar Squassoni. Dengan pengumuman ini, waktu 'Jam Kiamat' terhitung sudah mengalami perubahan sebanyak 21 kali. Saat pertama kali dimunculkan pada 1947, waktu jam ini ditetapkan pada 7 menit menuju tengah malam atau 23.53. Pada awalnya, 'Jam Kiamat' yang menggantung pada dinding kantor Bulletin di University of Chicago ini menggambarkan ancaman perang nuklir global, namun sejak tahun 2007 jam tersebut juga mencerminkan perubahan iklim dan perkembangan baru dalam ilmu pengetahuan yang dapat menimbulkan bahaya yang tidak dapat diatasi.
  7. Pernahkah membayangkan kiamat akan seperti apa? Bumi tidak seaman yang kita kira. Berikut delapan hal yang berpotensi menyebabkan kiamat. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan kiamat di planet kita. Ilmuwan memberikan detail mengenai hal itu dan berikut delapan hal tersebut. 1. Serangan sinar gamma Saat supenova meledak, ledakan itu menghasilkan sinar gamma. Jika ada ledakan dekat bumi paling tidak berjarak 30 juta tahun cahaya maka kan berbahaya. “Sinar ini dapat merusak atmosfir bumi dan menghasilkan kebakaran global, membakar atmosfir dan membunuh spesies hidup tersisa dalam beberapa bulan bahkan yang hidup di bawah air sekalipun,” kata Annie McQuade, penulis buku mengenai bencana global. Untungnya, ledakan luar biasa ini jauh dari planet Bumi. 2. Virus mematikan serang manusia Dalam buku karangan John Barnes dijelaskan bagaimana ‘virus pikiran’ dapat menghancurkan dunia. Dalam bukunya yang lain, Barnes memperkenalkan nano-reconstructor (alat yang dapat mengubah pikiran orang) dan dapat digunakan untuk memerintahkan otak untuk melakukan hal jahat. Serupa, Profesor aeronautics dan astronautics di Purdue University, Barrett Caldwell mengatakan hal ini lebih dikenal sebagai ‘penyakit psikogenik masal’ di mana membuat orang terinfeksi menjadi pendiam dan terisolasi. Hingga saat ini belum ada perlindungan untuk mencegah serangan virus pikiran ini. “Contoh terkerennya adalah genosida di Rwanda,” kata Howard Davidson, fisikawan dan profesor Standford. 3. Kutub utara dan selatan bertukar tempat Setiap beberapa ratus tahun, kutub magnet Bumi terbalik. “Masalahnya bukan terletak pada perubahan tempatnya, namun medan magnet bumi ini akan menarik radiasi matahari di sekitar kutub,” jelas penulis buku Implied Spaces, Walter Jon Williams. “Jadi, jika kutub bertukar tempat maka banyak penduduk yang akan terbakar.” 4. Semesta terus berkembang Hal ini disebut ‘cabikan besar’. Energi gelap memaksa semesta berkembang dan mengakibatkan partikel atom tidak bisa bertemu dan berinteraksi lagi. Hal ini akan menyebabkan segala materi terpisah begitu saja. Proses ini membutuhkan waktu ribuan tahun, tidak ada cara mencegah peristiwa ini. 5. Eksperimen ilmuwan terlalu jauh Sejarah menunjukkan, bahaya terbesar bagi manusia adalah dirinya sendiri. Seiring perkembangan eksperimen manusia, mendorong munculnya bahaya bagi dunia. “Kesalahan terbesar eksperiman bukanlah eksperimennya melainkan manusia yang menggunakan hasil eksperimen tersebut,” kata Williams. 6. Gunung api super meratakan planet Gunung api super di Asia Tenggara membakar India 73 ribu tahun silam dan menyebabkan musim dingin vulkanik selama dua dekade dan memusnahkan 75% ras manusia. Tiga dari enam gunung api bahaya saat ini ada di Amerika Serikat (AS) di mana gunung tersebut mungkin menyebabkan ‘bencana vulkanis’ itu. Jika gunung itu meletus, tidak ada yang bisa menghentikannya. Letusan gunung bisa terjadi dari beberapa gunung sekaligus. 7. Komputer mengambil alih semuanya Satu lagi katalisme ciptaan manusia yang saat ini sudah terjadi. Seiring kemajuan komputer, pada akhirnya komputer akan mengambil alih semua pekerjaan manusia. Ancaman yang lebih berbahaya lagi berasal dari Artificial Intelligence (AI). “AI secara kualitatif lebih baik dari manusia,” kata McQuade. “AI dapat belajar dengan cepat dan dengan mudah melampaui ‘intelejensi’ manusia.” 8. Batuk menyebar di seluruh dunia Salah satu penyebab paling sederhana lainnya adalah batuk. Flu mematikan dapat menyebar di seluruh dunia dengan sangat cepat. “Flu selalu menjadi ancaman kapanpun terutama penyebarannya yang cepat sekali,” kata William. “Masalah lainnya adalah rumah sakit sekarang terlalu mengandalkan antibiotik sehingga mengabaikan prosedur sterilisasi,” tambahnya. Untungnya, ilmuwan berhasil mengembangkan vaksin virus flu berbahaya ini. Cara paling mudah melawan potensi ini adalah menjaga kebersihan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy