Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'keuangan'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 4 results

  1. Untuk bisa melanjutkan hidup, banyak orang yang memutuskan untuk ambil pinjaman uang. Bukan sebuah rahasia lagi jika seandainya di zaman modern seperti sekarang ini tuntutan hidup menjadi semakin tinggi. Sehingga banyak sekali diantara masyarakat yang lebih besar pengeluarannya dibandingkan dengan pendapatannya, sehingga jika tidak pandai-pandai dalam mengelola keuangan, maka nantinya akan membuat mereka harus berhutang. Hutang ini sendiri jenisnya ada yang memang baik, karena digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya produktif, misalnya adalah ambil pinjaman untuk membangun sebuah bisnis, tentunya akan ada perputaran uang untuk pemasukan bukan. Namun lebih banyak diantaranya yang sifatnya adalah konsumtif, inilah yang berbahaya, karena hutang untuk kebutuhan konsumtif bukannya menyelesaikan masalah, justru sebenarnya hanya menambah beban atau menciptakan masalah baru. Adapun juga beberapa hal yang patut menjadi pertimbangan sebelum memutuskan ambil pinjaman uang ke bank atau lembaga keuangan, sehingga tidak merugikan debitur nantinya, diantaranya adalah: Besaran suku bunga yang ditetapkan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya lembaga keuangan tidak akan bisa jauh-jauh dari hal yang satu ini, yaitu bunga, karena tujuan utama mereka adalah profit. Namun tidak semua lembaga keuangan memberikan bunga yang nilainya sehat, banyak diantaranya yang menetapkan suku bunga sangat tinggi, sehingga menyebabkan debitur kewalahan dalam melunasi hutang tersebut, bahkan merasa dirugikan. Pilih bank dengan reputasi yang baik, hal ini juga terbilang sangat penting, dimana memang banyak bank yang sebenarnya tidak sehat, mereka selalu melemparkan masalah atau bahkan berlaku curang pada debitur. Untuk itu lihat terlebih dahulu latar belakang dari lembaga keuangan tersebut, begitu juga dengan reputasinya. Selektif dalam memilih produknya, produk pinjaman yang ditawarkan oleh bank sendiri jenisnya begitu beragam, ada yang secara khusus ditujukan untuk dana atau modal bisnis, begitu juga dengan pinjaman untuk kebutuhan kredit motor, kredit rumah dan sejenisnya, berbeda produk maka nantinya akan berbeda pula nilai dan ketentuan yang berlaku, pastikan memilih yang sesuai dengan tujuan. Pertimbangkan juga tenor dan nilai cicilan, jangan asal ambil pinjaman dengan nilai cicilan yang besar sehingga nantinya hutang juga jadi lebih cepat lunas, melainkan lihat juga apakah Anda akan sanggup untuk membayar cicilan tersebut kedepannya, karena bagaimanapun hal ini sangat berhubungan dengan pendapatan yang dimiliki juga kebutuhan hidup yang lainnya. takutnya nanti sudah ambil cicilan yang besar, namun ternyata tidak mampu membayar secara rutin, sehingga justru menimbulkan denda. Dengan demikian nantinya debitur tidak akan menyesali pinjaman uang yang sudah didapatkan dari bank tersebut. Bagaimanapun kedepannya hutang tersebut harus tetap dilunasi apapun caranya, apalagi hutang pada lembaga keuangan semacam ini.
  2. Anda yakin paham dengan kondisi keuangan Anda? Tunggu dulu. Kebanyakan orang memang mengaku paham dan bisa mengontrol kondisi keuangan mereka. Faktanya, mereka tidak tahu apa-apa. Anda dianggap paham dengan kondisi keuangan jika bisa mengidentifikasi lima hal berikut tentang keuangan Anda. 1. Penghasilan Bulanan 2. Biaya Bulanan 3. Kekayaan Bersih 4. Debt-to-Income Ratio 5. Pendapatan yang Diinvestasikan
  3. Ternyata, acara ‘bersih-bersih’ dompet bisa membuat keuangan Anda lebih terkendali! Pernah membayangkan bepergian tanpa dompet? Rasanya tidak. Meski hanya pergi makan ke kantin seberang kantor, dompet tak pernah ketinggalan dibawa. Seperti Verlita, 24 tahun, yang tak pernah lepas dari dompet besarnya. “Saya merasa ada sesuatu yang kurang kalau tak bawa dompet. Takut tiba-tiba butuh uang untuk membeli sesuatu,” akunya. Selama ini, orang menganggap dompet hanya sebagai tempat menyimpan uang. Tak banyak yang tahu fungsinya dalam hal pengelolaan uang. Tak percaya? Coba sekarang tengok isi dompet Anda! Apa saja yang Anda dapat? Bisa jadi, selain uang, mungkin Anda akan menemukan segepok bon dan slip belanja, kartu nama kolega, foto si pacar waktu SD, bahkan uang kertas lusuh yang tersebar di beberapa kompartemen dompet. “Saya selalu menyimpan segala sesuatu di dompet. Mulai dari uang hingga sebutir tablet sakit kepala,” ujar Verlita. Tak heran jika dompet besarnya makin menggembung, tapi bukan berisi uang! Menurut beberapa ahli, dompet yang tertata rapi bisa memicu Anda untuk lebih berhemat. Caranya? “Tiap minggu, luangkan waktu sepuluh menit untuk mengatur isinya. Dompet yang tertata rapi, kunci utama pengendalian uang. Tak heran, Anda jadi lebih banyak menabung,” ujar Laura Pedersen, trader dari Wall Street yang juga pengasuh acara keuangan di teve. Bersama Suze Orman, penulis The Nine Steps to Financial Freedom, ia membeberkan rahasia keuangan ini. Yuk, simak bersama saran jitu para ahli! LANGKAH 1 Sortir Isi Banyak orang tak pernah sekalipun menengok isi dompetnya. Mungkin sesekali, itu pun hanya untuk memeriksa persediaan uang saja. Tak jarang, segala macam benda Anda paksa masuk ke dalam dompet. “Selesai belanja, terkadang saya tak terlalu menghitung uang kembalian. Langsung saya masukkan saja ke dompet, beserta slip belanjaan,” ungkap Verlita. Mungkin ada baiknya sekali-sekali Anda melakukan ‘inspeksi’. Pertama-tama kosongkan isi dompet, lalu letakkan di atas meja. Pilah-pilah dan kelompokkan semua isinya. Misalnya kartu kredit, uang kertas dan receh, kartu ATM, kartu klub belanja, kartu asuransi dan lain-lainnya. Kelompokkan juga benda-benda yang seharusnya tak berada di sana: Guntingan iklan koran atau kartu nama yang sudah tak terpakai. Ada berapa macam kelompok benda di hadapan Anda? Jawabannya sangat bervariasi, tergantung masing-masing orang. “Padahal, sebetulnya hanya lima macam benda saja yang boleh disimpan di dompet,” kata Suze Orman. “Uang tunai, SIM dan KTP, satu kartu kredit, kartu asuransi medis dan sebuah kartu berisi nomor telepon emergency. Hanya itu!” Sekarang Anda bisa sisihkan benda apa yang tak boleh berada di dompet! Selain membuat dompet lebih rapi, acara bersih-bersih ini mungkin memberi ‘kejutan’. Siapa tahu tiba-tiba Anda menemukan selembar Rp 50 ribuan yang terselip di salah satu kompartemen dompet! LANGKAH 2 Pintar Pilih Dompet Tanyakan pada diri sendiri: Apa yang membuat Anda tertarik memiliki suatu dompet? Warna, bahan, ukuran atau merek? Banyak wanita yang memilih dompet besar agar bisa menyimpan buku cheque dan tabungan. Apalagi bagi yang sering bepergian, terkadang paspor bisa terselip di dalamnya. Selebihnya, dompet kecil yang kompak jadi pilihan. “Bentuk atau warna apa pun yang Anda pilih, memang tidak masalah. Namun, dompet yang bagus sebaiknya hanya punya empat slot, dan jangan lebih dari delapan buah. Dalam masing-masing slot. Anda bisa menyimpan kartu kredit, ATM, SIM dan KTR Lihat juga apakah dompet Anda punya dua kompartemen terpisah. Anda bisa menyimpan uang kertas dan slip belanja di sini. Tak kalah penting, sediakan tempat khusus untuk uang receh,” jelas Suze Orman. Sedangkan Laura Pedersen menyarankan untuk beli dompet yang kuat dan awet. Sedikit mahal tak apa-apa, yang penting uang Anda aman di dalamnya. Beli dompet mahal juga akan mendorong Anda untuk selalu menjaga kerapiannya. Harapan yang nyata, Anda jadi lebih semangat mengatur pengeluaran! LANGKAH 3 Seleksi Kartu Kredit Anda pasti sudah sering mendengar ‘aturan main’ kartu kredit. Memang betul, Anda tak perlu berlebihan dengan mempunyai berbagai macam kartu kredit. Sebetulnya, satu kartu kredit saja sudah cukup! “Terlalu banyak kartu kredit membuat uang Anda habis untuk membayar fee setiap tahunnya,” kata Pedersen. Apalagi jika Anda sebetulnya tak terlalu sering menggunakan kartu kredit tersebut. Bisa terbayang ‘kan, berapa banyak uang yang Anda bayarkan untuk sesuatu yang tak perlu? “Hanya punya sedikit kartu kredit membuat Anda terhindar dari tagihan yang membengkak. Biasanya, hal ini terjadi karena belanja impulsif.” Taktik jitu yang harus Anda ketahui: Cukup bawa satu kartu kredit di dompet. Gunakan saat emergency saja. LANGKAH 4 Mengontrol Pengeluaran Sepuluh menit sudah cukup untuk mengatur pengelolaan uang. “Buat daftar seluruh kebutuhan Anda juga jumlah investasi,” ujar Laura Pedersen. Hitung jumlah gaji yang Anda dapat, kurangkan dengan jumlah kebutuhan tersebut. Sisanya adalah extra cash yang bisa Anda pakai setiap bulan. Selanjutnya, tentukan jumlah uang yang Anda perlukan setiap minggu untuk kebutuhan sehari-hari. Jadwalkan kunjungan rutin ke ATM empat kali dalam sebulan. Ambil uang dalam jumlah yang sama, untuk jatah seminggu. Setelah itu, simpan kembali kartu ATM Anda di lemari. “Ini adalah langkah disiplin untuk menahan diri dari godaan,” kata Pedersen. LANGKAH 5 Atur Bon dan Slip Belanja Dompet adalah tempat menyimpan uang, jangan biarkan jadi ‘kantong Doraemon’ yang berisi segala macam benda. ”Coba periksa bon dan slip belanja dengan rutin,” saran Pedersen. Misalnya setiap akhir pekan, keluarkan semua slip yang ada di dompet. Sisihkan dan simpan dalam amplop khusus. Jika suatu saat memerlukannya, Anda tidak perlu lagi mencari-cari ke sana kemari. “Waktu ingin menukarkan kembali baju yang tak cocok, saya tak berhasil menemukan bukti pembayaran yang hilang entah ke mana. Akibatnya, saya terpaksa beli baju baru lagi,” cerita Verlita. LANGKAH 6 Simpan Kartu Belanja di Rumah Saja Tawaran kartu belanja atau kartu kredit dari department store pasti sangat menggoda. Padahal, terlalu banyak menyimpan kartu semacam ini membuat Anda punya kemungkinan menumpuk utang. Selain itu, jika dompet dicuri atau hilang, Anda akan kerepotan mengurusnya. Jika memang sangat penting, jangan tutup begitu saja kartu belanja itu. Trik jitu menghindari nafsu belanja yang tak perlu, simpan kartu itu di rumah. Bawa hanya saat Anda betul-betul ingin belanja. “Menyimpan kartu belanja di rumah akan menyelamatkan Anda dari bahaya belanja tak terencana,” ungkap Suze Orman. LANGKAH 7 Uang Receh Dibuang Sayang Uang receh sering dianggap sepele. Padahal, banyak manfaatnya. Saat belanja, bayar saja semua belanjaan dengan uang kertas. Biasanya, Anda akan mendapat uang kembalian yang juga terdiri dari uang receh. Jangan langsung dianggap remeh. Di malam hari, keluarkan semua uang receh dan masukkan ke celengan. Lakukan setiap hari. Lama-lama, pasti celengan jadi penuh. Lumayan juga ‘kan, saat dipecah di akhir tahun? LANGKAH 8 Dompet Rapi Jali Selain sedap dipandang, dompet yang rapi juga membuat Anda bisa mengendalikan pengeluaran. Setiap hari, luangkan waktu semenit untuk mengatur susunan uang kertas di dompet. “Urutkan berdasarkan besar jumlahnya. Misalnya pecahan seratus ribu, lima puluh ribu hingga seribuan,” kata Orman. Hal ini membantu Anda untuk selalu tahu berapa uang yang tersisa di dompet.
  4. Bank Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri meningkatkan kerja sama layanan keuangan melalui pemanfaatan Data Kependudukan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Data yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri tersebut dapat digunakan oleh BI untuk mendukung efisiensi transaksi keuangan. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama mengenai Pemanfaatan NIK, Data Kependudukan dan KTP Elektronik dalam Layanan Lingkup Tugas Bank Indonesia, bersama Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, H. Irman, bertempat di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin 23 Februari 2015. Dengan pemanfaatan data tersebut, masyarakat akan mendapat beberapa manfaat, antara lain penyaluran kredit dapat terlaksana lebih mudah dan cepat, biaya proses identifikasi calon nasabah menjadi lebih murah, dan potensi terjadinya kejahatan (fraud) dalam transaksi keuangan menjadi berkurang. Penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman mengenai Pemanfaatan NIK, Data Kependudukan dan KTP Elektronik dalam Layanan Lingkup Tugas Bank Indonesia yang telah ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Dalam Negeri pada tanggal 6 Mei 2013. Bagi BI, data dan informasi merupakan elemen penting dalam merumuskan kebijakan dan mengambil keputusan yang tepat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan menjamin keandalan dan kelancaran sistem pembayaran. Selama ini, data yang didapatkan berasal dari survei, laporan, dan pertukaran data dengan berbagai instansi. Namun seperti dinyatakan Deputi Gubernur, Halim Alamsyah, permasalahan mendasar yang ditemui selama ini adalah ketunggalan data, yang kini dapat diatasi dengan adanya digitalisasi data kependudukan melalui sistem biometric. “Bank Indonesia menyadari bahwa data yang dihimpun dan dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri tersebut merupakan salah satu data kunci untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan tugas Bank Indonesia”, ujarnya. Masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat dari kerja sama tersebut melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan oleh Bank Indonesia. Manfaat lain yang dapat dirasakan oleh masyarakat dengan penggunaan data tersebut adalah lebih baiknya pelaksanaan assessment perilaku keuangan sektor rumah tangga, surveillance implementasi kebijakan Loan to Value (LTV), dan Sistem Informasi Debitur (SID) yang lebih akurat karena adanya ketunggalan data kependudukan. Pemanfaatan data secara lebih luas akan dilakukan BI dalam penerbitan Financial Identity Number (FIN). FIN merupakan Nomor yang bersifat unik, yang diberikan kepada seluruh masyarakat termasuk yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan. FIN dapat menyediakan informasi mengenai potensi nasabah secara memadai sehingga lembaga keuangan formal mampu menyediakan produk dan jasa keuangan yang dibutuhkan. Luasnya cakupan data yang dimiliki Kemendagri akan memastikan kelengkapan basis data dalam FIN, dan pada gilirannya akan meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat. Kesepakatan kerjasama yang akan berlangsung hingga 6 Mei 2018 ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan SOP pemanfaatan data, implementasi pemanfaatan data kependudukan oleh Bank Indonesia, serta sosialisasi pemanfaatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi