Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'kesaksian'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi... Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern. Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan. Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu. Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu. “Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu” Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata: “Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.” Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata: “Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?” Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!” Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal. Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu. Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata: “Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!” Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “Sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan. Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi. Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru. Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”. Saudara dalam Yesus, Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi. Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net. Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP! Haleluyah!! Sumber: http://yehudaministry.blogspot.com/2013/07/kesaksian-rahasia-besar-dibalik-tsunami.html
  2. JANTUNGNYA TELAH TERTEMBUS PELURU, NAMUN IMAN-NYA MENYATAKAN BAHWA IA TELAH LOLOS DARI PERBUDAKAN MAUT!!! Inilah transkrip Andrew Chan yang berisikan kesaksiannya di Penjara Kerobokan, Bali - transkrip ini diberikan kepada saya, Sharon McBride melalui pendeta kawan saya. Andrew juga mengizinkan hal ini saya ceritakan kembali bagi anda semua. “Saya bertumbuh dalam keluarga yang menganut kepercayaan yang lama dan tidak banyak mengenal ke Kristenan. Hingga suatu hari saya ditangkap di bandara Bali pada tanggal 17 April 2005, saya ditangkap di pesawat yang membawa saya, diinterogasi di bandara dan dibawa ke kantor polisi. Mereka kemudian melemparkan saya kedalam sel penjara dan membentak-bentak saya. Saya berpikir mereka akan membunuh saya. Karena saya tidak ingin disiksa kemudian saya ingin melakukan pencobaan bunuh diri. Rasa takutlah yang membuat saya ingin mengakhiri hidup saya, karena apabila hal itu terjadi pada diri saya pastinya saya tidak akan mampu menghadapinya. Akibatnya saya mengambil baju yang saya kenakan dan melilitkan-nya pada leher saya. Saya memanjat dan menggantungkan lilitan baju tersebut pada palang kayu di atas kepala saya dan bersiap-siap untuk menjatuhkan diri. Pada saat itulah saya teringat tentang kisah adanya surga dan neraka, dari kelas pengajaran di sebuah gereja yang beberapa kali saya pernah hadiri oleh karena diajak Lukas, kawan dekat keluarga kami.” Ketika saya hendak menjatuhkan diri saya mulai berpikir bahwa tindakan tersebut justru akan menyebabkan saya masuk ke dalam neraka dan bukannya surga, akibatnya saya mengurungkan niat saya untuk bunuh diri, kemudian melepaskan ikatan yang melekat dileher saya dan turun kembali. Hari berikutnya saya meminta Alkitab pada penjaga yang menjagai saya. Saya sungguh menginginkan Alkitab. Tetapi penjaga tersebut malah marah-marah dan menjawab permintaan saya dalam bahasa Indonesia yang tidak saya mengerti. Hari berikutnya saya dipanggil keluar dari sel tempat penahanan saya, dan kepada saya diberikan sebuah Alkitab versi King James. Ketika saya mulai membuka Alkitab, saya mendapati tertera nama Lukas si pengirim, dan tanda tangannya. Saya mulai berpikir: “Bagaimana mungkin hal ini terjadi?”, “Bagaimana mungkin Lukas mengetahui tentang keberadaan saya dan mengirimkan Alkitab ini dengan begitu cepat?” Yang saya ketahui tentang Lukas pad saat itu, ia adalah seorang Kristen yang taat. Setelah itu saya mulai membaca kitab Kejadian pasal 1 dan 2, tapi karena saya tidak dapat mengertinya kemudian Alkitab saya tutup kembali. Hari berikutnya ternyata Lukas datang mengunjungi saya di Kantor Polisi. Ia sengaja terbang dari Austarlia untuk datang mengunjungi saya, dan kemudian ia bertanya: “Sudahkah kamu membaca Alkitab yang telah saya kirimkan kepadamu?”. Saya menjawab bahwa saya sudah membacanya tapi saya tidak mengerti isinya. Ia memberikan dorongan agar saya membaca mulai dari Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Akhirnya saya membaca isi dari ke empat Injil tersebut. Hari berikutnya Lukas datang berkunjung dan bertanya kembali: “ Sudahkah engkau membaca ke empat Injil tersebut?” Saya katakan bahwa saya sudah membacanya, kemudian ia bertanya: “Apa yang dapat engkau dapatkan dari bacaan tadi”. Saya menjawab: “Saya gak dapat apa-apa dari padanya”. Kemudian sebelum Lukas meninggalkan saya, ia berkata: “Sebaiknya engkau baca kembali isi dari ke empat Injil tersebut”. Jadi kemudian saya membacanya kembali. Kali ini pembacaan saya memakan waktu selama empat hari dengan pertanyaan yang sama dan jawaban yang sama. Pada akhir hari yang ke empat, Lukas datang kembali dengan sebuah pertanyaan yang berbeda:”Apakah engkau meminta pertolongan dari Tuhan agar Ia memberikan pengertian pada saat engkau membaca kitab Injil tersebut?”. Saya menjawabnya: “Tidak”. Akhirnya ia menantang saya dengan berkata: “Sebaiknya engkau berdoa dan meminta pertolongan agar engkau dapat mengerti isinya. Jikalau Ia tidak menolongmu, maka besok pagi saya akan datang kembali kepadamu dan mengambil kembali Alkitab itu dari tanganmu dan kita akan membuangnya bersama-sama.” Tetapi saya berkata bahwa saya tidak tahu bagaimana caranya berdoa kepada Tuhan, karena memang saya belum pernah berdoa sebelumnya. Kemudian Lukas menerangkan kepada saya bahwa berdoa itu seperti halnya kita bercakap-cakap dengan Tuhan dan memohon pertolongan kepadaNya. Pada kali ini, saya membaca kembali Injil Matius hingga Injil Markus pasalnya yang ke sebelas dan kemudian Tuhan berbicara kepada saya dan menolong saya untuk mengerti. Di dalam Markus pasalnya yang ke sebelas, saya menemukan dua hal yang menantang hidup saya. Pertama dalam kitab Markus 11:12-14, dikatakan: “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania. Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun, ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapatkan apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, ia tidak mendapatkan apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka katanya kepada pohon itu: ”Jangan seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-muridNya-pun mendengarnya.” Hidupku seperti halnya pohon ara itu yang tidak berbuah dan sedang sekarat. Hidupku sungguh tidak berarti dan tidak berguna. Namun saya merasakan bahwa Allah mengatakan bahwa Ia ingin mengubah hidup saya, berbalik kepadaNya dan menjadikan hidup saya berbuah. Hal yang kedua Allah berbicara kepada saya bahwa milikilah iman yang tidak goyah di dalam Dia. Ia berbicara kepada saya melalui Markus 11:20-24: ”Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-muridNya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kau kutuk itu sudah kering.” Yesus menjawab mereka: ”Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah kedalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apapun yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Allah telah menyatakan kepada saya bahwa segala sesuatu adalah mungkin dan yang saya lakukan adalah percaya kepadanya tanpa ragu dan, itulah keputusan saya untuk saya lakoni. Sebelum datangnya keputusan akhir dari Sidang Pengadilan dilakukan, saya telah memohon kepada Tuhan: “Tuhan kalau Engkau bebaskan saya dari tuntutan ini, maka saya akan melayaniMu seumur hidup saya. Jadi ketika sang hakim mengetuk palunya dan memutuskan saya untuk menjalani hukuman mati, sungguh hal itu membuat saya menjadi sangat terkejut dan hal ini kemudian hal tersebut saya ceritakan kepada Lukas. Dengan lembut Lukas menepuk dada saya, seraya berkata: “Ia telah membebaskanmu! Di sini di dalam hatimu. Ia telah melepaskan engkau,” Di saat itulah saya mengerti. Saya memang berada dalam penjara, namun hatiku telah terbebas. Saya telah menemukan keselamatan sejati melalui Yesus di dalam penjara, dan berita tentang keselamatan dalam hidupku aku beritakan dan dinding penjara ini tidak dapat menghalangi pemberitaanku. Andrew Chan terpidana hukuman mati, Penjara Kerobokan, Bali. Andrew Chan telah pergi ke rumah Bapa, pada hari Rabu dini hari, 29 April 2015. Sekalipun ia telah mati namun imannya tetap hidup, sekalipun ia telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan dunia dan dihukum mati. Namun dalam pemandangan Allah ia telah dibenarkan oleh karena karya Kristus di atas kayu salib yang telah mati bagi orang-orang berdosa, seperti dikatakan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada yang memegahkan diri”.(Ef. 2:8)
  3. Di video ini menceritakan tentang kesaksian wanita cantik yang selama hidup nya sombong karna kecantikannya. Dan ketika Tuhan bertindak, semua hancur dalam hitungan detik.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy