Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'keracunan'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 2 results

  1. Kapan Anda terakhir mengganti lap di dapur? Sebuah penelitian baru mengklaim lap dapur yang kotor dapat mendorong pertumbuhan patogen dan menyebabkan keracunan makanan. Fakta mengerikan ini adalah temuan para ilmuwan di University of Mauritius. Mereka menunjukkan, ada beberapa faktor yang berdampak dalam hal pertumbuhan patogen di lap dapur. Akibatnya tidak main-main, karena berpotensi menyebabkan keracunan makanan. "Studi kami menunjukkan bahwa komposisi keluarga dan praktik higienis di dapur mempengaruhi beban mikroba dari lap dapur," kata Susheela D. Biranjia-Hurdoyal, penulis utama studi tersebut dalam sebuah pernyataan. Lanjutnya, "Kami juga menemukan bahwa pola makan, jenis penggunaan dan lap dapur yang lembap bisa menjadi sangat penting dalam menentukan pertumbuhan patogen potensial yang bertanggung jawab atas keracunan makanan," katanya. Hal ini terbukti dari 49 persen lap dapur yang jadi sampel penelitian. Semakin banyak anggota keluarga, terutama anak-anak, semakin pesat pula peningkatan pertumbuhan bakteri di lap dapur. Independent melaporkan, lap dapur multiguna yang dipakai untuk menyeka peralatan, mengeringkan tangan, memegang peralatan panas, membersihkan permukaan, memiliki jumlah bakteri yang lebih tinggi daripada lap yang hanya dipergunakan untuk satu keperluan. Selain itu, lap yang lembab juga memiliki jumlah bakteri yang lebih tinggi daripada lap kering. Dari 49 sampel yang positif untuk pertumbuhan bakteri, 36,7 persen memiliki E. coli (Escherichia coli), 36,7 persen memiliki Enterococcus spp, dan 14,3 persen memiliki S. aureus. Meski ada jenis E. coli tidak berbahaya, tetapi beberapa serotipe dapat menyebabkan keracunan makanan yang serius. "Dalam studi ini, kami menyelidiki peran potensial dari lap dapur dalam kontaminasi silang di dapur dan berbagai faktor yang memengaruhi profil mikroba dan beban lap dapur," jelas Biranjia-Hurdoyal yang adalah dosen senior Departemen Ilmu Kesehatan University of Mauritius. Untuk studi yang dipresentasikan pada pertemuan, ASM Microbe 2018 ini, ia mengumpulkan 100 lap dapur yang telah digunakan selama satu bulan. Para peneliti membudidayakan bakteri dan mengidentifikasinya dengan tes biokimia standar. Mereka juga menentukan beban bakteri pada lap. S. aureus terisolasi pada tingkat yang lebih tinggi pada keluarga dengan status sosial ekonomi rendah dan mereka yang memiliki anak. Risiko memiliki E. coli ditemukan lebih tinggi pada lap lembap daripada yang kering, lap multiguna ketimbang lap sekali pakai, dan lap miliki keluarga dengan pola makan non-vegetarian. E. coli dan S. aureus terdeteksi pada prevalensi yang secara signifikan lebih tinggi pada keluarga dengan pola makan non-vegetarian. E. coli adalah flora normal usus manusia dan dilepaskan dalam jumlah besar melalui kotoran manusia. Kehadiran E. coli menunjukkan kemungkinan kontaminasi tinja dan kurangnya praktik kebersihan. "Data menunjukkan bahwa praktik tidak higienis saat mengolah makanan non-vegetarian adalah hal yang umum terjadi di dapur," kata Biranjia-Hurdoyal. Kehadiran patogen potensial dari lap dapur menunjukkan bahwa mereka mungkin bertanggung jawab atas kontaminasi silang di dapur yang dapat menyebabkan keracunan makanan. "Lap lembap dan multiguna di dapur sebaiknya dihindari. Keluarga besar dengan anak-anak dan anggota lanjut usia harus sangat waspada terhadap kebersihan di dapur," tegasnya. Agar terhindar dari masalah kesehatan, Anda bisa menjajal tip dari BBC untuk menjauhkan kuman dari dapur. Pertama dan terpenting, ganti lap dapur secara rutin. Bisa setiap hari, atau setelah Anda memasak. Anda bisa menggunakan lap sekali pakai atau tisu kertas untuk mencegah penyebaran kuman. Opsi lain yang lebih ramah lingkungan adalah lap yang bisa dipakai ulang, tapi perlu dicuci dengan air hangat bersuhu 60 derajat Celsius. Sikat-sikat di dapur juga perlu dibersihkan setiap habis pemakaian. Gunakan detergen dan air hangat. Sebelum memasak, pastikan permukaan meja dapur bersih. Gunakan talenan terpisah untuk makanan mentah dan yang tak perlu dimasak. Terakhir, cuci dan keringkan tangan setelah memasak. Langsung bersihkan meja dapur setelah masak.
  2. Pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan adalah langkah awal yang dapat anda lakukan untuk memblokir racun makanan tersebut terserap dalam tubuh. Makanan yang mengandung racun, terdapat dari berbagai bahan kimia seperti zat aditif pada makanan atau agen infeksi (seperti bakteri , virus , parasit) dan menimbulkan gejala pada tubuh. Gejala gejala keracunan yang mungkin timbul ini, terjadi pada saluran pencernaan yang menyebabkan muntah atau diare. Namun dapat pula melibatkan melibatkan organ lain seperti fungsi pankreas, ginjal, otak atau otot. Langkah langkah Mengatasi Keracunan Makanan Dalam kebanyakan kasus keracunan makanan, diperlukan penanganan awal sebelum membutuhkan pengobatan medis. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari dehidrasi karena akan memperlambat pemulihan. Dehidrasi terjadi karena tubuh akan kehilangan cairan melalui muntah dan diare .Berikut ini adalah pertolongan pertama mengatasi keracunan makanan : 1. Konsumsi Oralit Oralit direkomendasikan untuk orang yang rentan terhadap efek dehidrasi, seperti anak-anak. Larutan oralit ini akan akan di minum untuk membantu tubuh mengganti garam, zat gula (fungsi karbohidrat) dan mineral penting lainnya yang hilang karena dehidrasi. Namun untuk beberapa kondisi seperti gangguan fungsi ginjal, mungkin akan tidak cocok pada beberapa jenis garam oralit. Tanyakan apoteker atau dokter untuk saran oralit yang aman bagi anda. 2. Mengendalikan Mual dan Muntah Hindari makanan padat Konsumsi makanan ringan tanpa rasa seperti biskuit asin, pisang, nasi atau roti Jangan makan makanan berminyak, pedas atau makanan manis Jangan mengkonsumsi obat anti mual yang digunakan untuk cara mengatasi mabuk lau atau obat anti diare tanpa resep dokter 3. Perawatan diri sendiri Untuk mengatasi gejala keracunan makanan dan mempercepat pemulihan harus dilakukan : Istirahat yang cukup Jangan makan terlalu banyak ketika tubuh terasa baikan - hal ini dikarenakan usus membutuhkan waktu pemulihan. dan menyebabkan diare Konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti buah pisang yang kaya manfaat roti, kerupuk, pisang sampai mulai terasa lebih baik Menghindari minuman alkohol, bahaya merokok, kafein (kopi), makanan pedas dan berlemak karena mereka akan membuat kondisi menjadi lebih buruk. Kapan Pengobatan Keracunan Membutuhkan Pertolongan Medis ? Dalam beberapa kondisi keracunan makanan tertentu, dapat menimbulkan gejala yang lebih parah sehingga memerlukan pertolongan medis, seperti berikut ini : Kondisi ini telah berlangsung selama lebih dari 3 hari Setelah mengkonsumsi berbagai jenis makanan laut atau jenis jamur tertentu Disertai kenaikan suhu tubuh atau demam Tinja berwarna gelap atau BAB berdarah Muntah berkepanjangan yang menurunkan cairan turun Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat seperti mulut kering, buang air kecil menurun, pusing, kelelahan atau meningkatnya denyut jantung dan denyut sistem pernafasan Segeralah mengunjungi dokter jika telah menunjukkan tanda-tanda keracunan makanan yang berbahaya. Pengobatan media pertama yang biasa diberikan adalah dengan memberikan cairan dan nutrisi melalui selang yang dialirkan melalui sistem peredaran darah (infus). Setelah penyebab keracunan makanan adalah bakteri, sejumlah obat antibiotik mungkin akan diberikan dan juga untuk gejala keracunan makanan yang cukup parah atau berlangsung lebih dari 3 sampai 4 hari.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi