Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'kenapa'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Katanya, yang bener itu cowok suka sama cewek. Tapi nyatanya ada juga cowok yang suka sama cowok. Kalo begini kejadiannya berarti ada yang salah sama dia. Terus kenapa sih cowok bisa jadi gay? Kata Dra. Dharmayati Utoyo Lubis, M.A, Ph.D, psikologi klinis UI, menurut teori psikologi ada beberapa penjelasan kenapa orang bisa jadi gay. "Teori pertama bilang kalo gay terjadi karena ada yang nggak beres pada fase perkembangan seseorang. Untuk kasus gay, biasanya ketidakberesan itu terjadi pada fase phalic. Pada fase ini seseorang sedang belajar tentang identitas dan tanggung jawab gender. Jadi yang cowok beridentifikasi dengan laki-laki, dalam hal ini bapaknya. Sementara yang cewek beridentifikasi perempuan yaitu ibunya. Nah, kalau selama proses identifikasi ini dia tidak menemukan sosok yang bisa membuat penilainnya terhadap identitas antar jenis kelamin dengan baik, jadinya penilaian dia menjadi berbeda," jelas Dharmayati. Maksudnya kalau cowok nggak nemuin sosok cowok yang bisa ngasih liat gimana seharusnya cowok berpikir, bersikap, dan berperilaku, penilaian dia terhadao sosok cowok jadi berbeda dengan cowok pada umumnya. Gitu juga terhadap cewek, kalau si cowok ini nggak nemuin sosok cewek yang bisa ngasih liat gimana seharusnya cewek berpikir, bersikap, dan berperilaku, penilaian dia terhadap sosok cewek juga jadi berbeda dengan cowok pada umumnya. "Dalam teori di atas sebetulnya kalau dicermati ada tergabung teori lain, yaitu teori belajar. Teori belajar intinya mau mengatakan kalau seseorang itu bisa jadi gay karena proses belajar. Proses belajar ini secara lebih luas bisa juga diaplikasikan ke lingkungan. Misalnya belajar dari alat-alat komunkasi audio visual. Belajar dari orang lain. Termasuk belajar coba-coba," terang Dharmayati lagi. Belajar dari alat-alat komunikasi audio visual bentuknya seperti nonton film, acara televisi yang berbau gay. Kalau yang dimaksud dengan belajar dari orang lain, misalkan ada seorang tokoh yang sosoknya dikagumi. Dia adalah seorang gay yang berprestasi dan punya banyak kelebihan. Nah, karena yang lebih keliatan prestasi dan segambreng kelebihannya itu, penilaian kita terhadap gay jadi berbeda. Nggak masalah jadi seorang gay, yang penting berkualitas. Penilaian kayak gini sedikit banyak ngaruh ke kita juga tentang hakikat gay. Tapi, kalian nggak perlu was-was atau langsung ngejudge macem-macem kalau tau punya temen cowok. "Ada satu lagi yang mau saya kasih tau. Saya cuma mau ingatkan gay itu bukan penyakit. Being a gay is a choice. Kalau kamu memang mau jadi gay itu adalah pilihan kamu. Tapi kalau nggak, itu juga pilihan kamu. Semua orang punya hak untuk memilih menjadi gay," tandasnya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy