Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'kemerdekaan'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 12 results

  1. eunike_grace

    Fakta-Fakta Tentang Kemerdekaan Indonesia

    Sebagai hari kemerdekaan, tentunya Tanggal 17 Agustus patut untuk dirayakan oleh segenap rakyat Indonesia sebagai bukti terima kasih atas segala perjuangan pahlawan-pahlawan negara dalam mengusir penjajah dari Tanah Air. Eits tapi ndral tahu enggak beberapa fakta menarik seputar proklamasi kemerdekaan Indonesia. 1. Soekarno Lagi Sakit Siapa sangka sewaktu membacakan teks proklamasi, Bung Karno sedang dalam keadaan sakit. Disebutkan kalau Bung Karno terkena ginjal malaria tertiana. Ditambah Bung Karno juga sempat begadang untuk menyusun konsep proklamasi. Namun dengan tekad tinggi mengumumkan kemerdekaan Indonesia, Soekarno tetap semangat untuk membacakan teks proklamasi di depan jutaan rakyat Indonesia. 2. Bendera Dari Seprai Karena tanpa persiapan yang matang dan serba mendadak, jendral tau enggak kalau bendera pusaka sang saka merah putih terbuat dari bahan-bahan yang enggak lazim. Warna putihnya dari kain seprai dan warna merah berasal dari kain tukang soto! 3. Dilaksanakan Sangat Sederhana Tau enggak ndral kalau upacara kemerdekaan Indonesia tahun 1945 berjalan sangat sederhana. Bahkan tiang benderanya pun terbuat dari batang bambu yang ditanam hanya beberapa menit sebelum upacara berlangsung. 4. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah Naskah asli teks proklamasi yang ditulis oleh Soekarno dan didikte oleh Bung Hatta ternyata ditemukan di tempat sampah. Naskah historis tersebut ditemukan oleh wartawan BM Diah di sebuah keranjang sampah sekitar rumah Laksamana Maeda setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Setelah disimpan selama 46 tahun oleh BM Diah, pada tahun 1992 naskah bersejarah tersebut diserahkan kepada presiden Soeharto. 5. Orang-orang di balik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Bukan cuma Bung Karno dan Bung Hatta loh yang berjasa dalam menyelesaikan teks proklamasi yang pada akhirnya dibacakan di depan rakyat Indonesia. Pada saat penyusunan naskah proklamasi, sahabat-sahabat Soekarno seperti Achmad Soebardjo, Sajuti Melik dan Soekarni disertakan untuk sama-sama berkontribusi merumuskan naskahnya. Nah sekarang pengetahuan sejarah Loopers makin bertambah dong setelah mengetahui fakta-fakta menarik seputar proklamasi kemerdekaan Indonesia.
  2. Tak hanya di tanah air, upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2015 juga dilakukan di AS. Sebagian warga yang berkumpul di kediaman Dubes RI untuk AS ini bahkan datang dari luar negara bagian untuk merasakan langsung nuansa peringatan HUT RI ke-70. Selengkapnya ikuti liputan Tim VOA.
  3. PhotoGophy

    Bung Karno Memaknai Kemerdekaan Nasional

    Apa merdeka itu? Professor Driyarkara, salah satu pemikir besar Indonesia, memaknai kemerdekaan sebagai kekuasan untuk menentukan diri sendiri untuk berbuat atau tidak berbuat. Dengan demikian, kata Prof Driyarkara, subjek yang merdeka itu harus punya kekuasaan untuk menguasai diri sendiri dan perbuatannya. Tentu saja, kemerdekaan tidak sama dengan keliaran. Sebab, kemerdekaan bagi seseorang tidak boleh berlawanan dengan kodrat kemanusiaan. Prof Driyarkara memberi pengertian merdeka bagi individu. Nah, lantas apa makna kemerdekaan bagi sebuah bangsa? Bung Karno punya rumusan cukup lengkap soal ini. Kita sering mendengar ungkapan Bung Karno: kemerdekaan hanyalah jembatas emas. Apa pula maksudnya itu? Keterjajahan Bagi Bung Karno, selama rakyat belum mencapai kekuasaan politik atas negeri sendiri, maka sebagian atau semua syarat-syarat hidupnya, baik ekonomi, sosial, maupun politik, diperuntukkan bagi kepentingan-kepentingan yang bukan kepentingannya, bahkan berlawanan dengan kepentingannya. Artinya, bangsa yang tidak merdeka sudah pasti tidak bisa berkuasa untuk dirinya sendiri. Jangankan itu, mengatur rumah-tangganya sendiri mereka kehilangan kekuasaan. Akibatnya, rakyat yang terjajah selalu terikat dan terperangkap oleh kepentingan-kepentingan yang tak menyangkut kepentingannya. Soekarno menjelaskan, rakyat yang terjajah tak bisa menemukan dirinya sendiri. Rakyat terjajah itu tak bisa berpribadi sendiri. Dalam segala hal, kata Bung Karno, rakyat terjajah itu selalu menjadi embel-embel bangsa penjajah (kolonialis atau imperialis). Kemerdekaan Nasional verus Neokolonialisme Menurut Bung Karno, kemerdekaan adalah kebebasan untuk merdeka. Artinya, setiap bangsa merdeka harus punya kebebasan untuk menentukan politik nasionalnya sendiri, untuk merumuskan konsepsi nasionalnya sendiri, tanpa dirintangi atau dihalang-halangi oleh tekanan-tekanan atau campur tangan dari luar. Pendek kata, bagi Bung Karno, kemerdekaan nasional adalah suatu “kebebasan untuk menjalankan urusan politik, ekonomi, dan sosial kita sejalan dengan konsepsi nasional kita sendiri.” Di sini, sebuah bangsa merdeka punya kebebasan melakukan apapun untuk emansipasi nasionalnya. Asalkan, kebebasan itu tidak menggangu atau merugikan kepentingan nasional bangsa lain. Dengan defenisi di atas, kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah sekarang kita masih bangsa Merdeka? Tidak. Sebab, saat ini bangsa kita tidak punya kebebasan untuk menjalankan urusan politik, ekonomi, dan sosial sesuai dengan konsepsi nasional kita, yaitu Pancasila dan UUD 1945. Hampir semua kebijakan ekonomi dan politik kita didiktekan dari luar. Corak kebudayaan kita juga sangat ditentukan dari luar. Dan, Bung Karno sudah menjelaskan itu. Katanya, imperialisme yang “overheersen” (memerintah) bisa saja menghilang, namun imperialisme yang “beheersen” (menguasai) masih bercokol. Apa maksudnya? Begini, kata Bung Karno, sekalipun suatu negara berhasil memproklamirkan kemerdekaan, namun kekuatan kolonialisme lama tidak akan serta-merta menghilang. Kolonialisme lama, dengan sokongan kolonialisme global, akan terus-menerus melemahkan kemerdekaan negara baru itu. Kekuatan kolonialisme lama akan mempertahankan kepentingannya. Terutama sekali kepentingan ekonomis. Bahkan, sekalipun negara itu sudah merdeka, tetapi praktek kolonialisme juga terus berlanjut. Bahkan, kolonialisme itu bertransformasi dalam bentuk-bentuk yang lebih halus. Nah, praktek inilah yang biasa disebut neokolonialisme. Konferensi Anti-kolonial di Leipzig, Jerman, pada tahun 1961, berusaha menyuguhkan defenisi mengenai neo-kolonialisme. Dokumen konferensi itu menyebutkan, “neo-kolonialisme adalah bentuk tipikal dan yang utama dari politik kolonial imperialis dalam syarat-syarat historis pada zaman peralihan dari kapitalisme ke sosialisme. Khususnya pada periode keruntuhan dan kehancuran sistem kolonialisme langsung.” Lalu, konferensi Dewan Setia-Kawan Asia-Afrika di Bandung, Jawa Barat, tahun 1961, menyebut neokolonialisme sebagai bentuk baru dari imperialisme, khususnya imperialisme AS. Lebih lanjut, dikatakan, neokolonialisme adalah “bentuk penguasaan tidak langsung serta halus melalui bidang politik, ekonomi, sosial, militer, dan teknik. Hal ini dilakukan dengan berbagai cara: penciptaan rezim boneka melalui pemaksaan (kudeta militer) atau pemilihan-pemilihan yang direkayasa; menciptakan pertikaian diantara massa rakyat di negara bekas jajahan (kelanjutan divide et impera); menghasut pemisahan satu bagian wilayah bekas jajahan dengan dalih self determination; penciptaan kekacauan atau subversi; memperkuat kepentingan ekonomi melalui perdagangan dan investasi; blokade atau embargo ekonomi. Kemerdekaan Nasional sebagai jembatan emas Nah, sejak awal, Bung Karno sudah merumuskan bahwa kemerdekaan hanyalah jembatan emas. Kita bisa melihat uraiannya pada tulisan “Mencapai Indonesia Merdeka”, yang diterbitkan pada tahun 1933. Di situ disebutkan, tujuan pergerakan nasional kita mestilah mengarah pada pencapaian masyarakat adil dan sempurna, yang di dalamnya tidak ada lagi penghisapan. Artinya, masyarakat yang hendak kita tuju adalah masyarakat tanpa imperialisme dan kapitalisme. Manifesto Politik Indonesia, yang disusun tahun 1959, dengan terang-benderang mengatakan, “hari depan Revolusi Indonesia bukanlah menuju kapitalisme dan sama sekali bukan menuju ke feodalisme, akan tetapi menuju ke Sosialisme yang disesuaikan dengan kondisi yang terdapat di Indonesia, dengan Rakyat Indonesia, dengan adat-istiadat, dengan psikologi dan kebudayaan Rakyat Indonesia.” Jadi, itulah tujuan kita. Sedangkan kemerdekaan nasional, kata Bung Karno, hanyalah jembatan menuju cita-cita itu. Pada 17 Agustus 1945 sudah memproklamirkan kemerdekaan nasional kita. Akan tetapi, seperti dikatakan Bung Karno, itu baru sebatas “kemerdekaan politik”. Nah, menurut Bung Karno, kemerdekaan politik itu sebetulnya hanya “alat”. Ya, tentu saja, alat untuk mencapai kemerdekaan sepenuh-penuhnya: kemerdekaan di lapangan ekonomi, sosial, dan budaya. Supaya kemerdekaan politik itu tidak disabotase oleh imperialisme, ataupun oleh kaum borjuis dan feodal di dalam negeri, maka kekuasaan politik indonesia pasca merdeka haruslah dipegang oleh kaum marhaen atau massa-rakyat Indonesia. Dalam kerangka itu Bung Karno berpesan: “Dalam perjuangan habis-habisan mendatangkan Indonesia Merdeka, kaum Marhaen harus menjaga agar jangan sampai nanti mereka yang kena getahnya, tetapi kaum borjuis atau ningrat yang memakan nangkanya.” Lantas, apa senjata marhaen agar kekuasaan politik itu tetap di tangan mereka? Di sini, Bung Karno mengajukan dua konsepsi besar, yaitu sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi. Konsep sosio-nasionalisme merupakan antitesa dari nasionalisme borjuis dan nasionalisme ke-ningratan. Sosio-nasionalisme mendasarkan dirinya pada kekuatan sosial-massa rakyat. Sosio-nasionalisme ini menempatkan perikemanusiaan atau internasionalisme sebagai pijakannya. Dengan begitu, sosio-nasionalisme menentang habis-habisan chauvinisme dan fasisme. Sedangkan konsep sosio-demokrasi merupakan antitesa dari demokrasi borjuis atau demokrasi parlementer Eropa. Demokrasi borjuis, yang tipikalnya mengacu pada hasil Revolusi Perancis, hanya menaikkan kaum borjuis ke singgasana kekuasaan. Selain itu, demokrasi borjuis itu hanya memberikan demokrasi politik, namun tidak ada demokrasi di bidang ekonomi. Akibatnya, sekalipun kaum buruh terlibat dalam perwakilan parlementer, namun secara klas mereka tetap ditindas dan hisap oleh kaum kapitalis di pabrik-pabrik. Nah, konsep sosio-demokrasi ini menghadirkan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi sekaligus.\ Dengan kedua konsep itu, sosio-nasionalime dan sosio-demokrasi, Bung Karno yakin bangsa Indonesia bisa sampai pada tujuannya: masyakarat adil dan makmur alias sosialisme ala Indonesia. Ingat, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi itu sebetulnya roh Pancasila. Sosio-nasionalisme adalah penggabungan sila perikebangsaan dan perikemanusiaan. Sedangkan sosio-demokrasi adalah perkawinan demokrasi alias mufakat dengan keadilan sosial. Jadi, Pancasila itu sebetulnya dirancang sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia agar tidak tersesat menuju cita-cita sosialisme tadi.
  4. Seperti yang sudah diketahui dalam buku-buku sejarah, Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Kembali melihat ke belakang, ke jaman penjajahan yang memunculkan pejuang nasional. Pejuang yang mayoritas hanya rakyat kecil, tanpa pamrih, dengan jiwa dan raga mempertahankan Indonesia, mengorbankan diri untuk merebut kemerdekaan. Untuk siapakan kemerdekaan itu kalau pada akhirnya mereka mati di medan perang?. Yaitu untuk anak cucu dan generasi penerus bangsa ini, Indonesia. Para pahlawan tidak pernah menyerah untuk mengobarkan semangat rakyat kecil, dimana mereka bukan pasukan tentara dan bukan orang berpendidikan tinggi kala itu tapi mereka menjadi pahlawan yang berani berkorban untuk masa depan bangsa. Rakyat sipil yang dibantai di Rawa Pening, rakyat sipil yang dengan bambu runcing melawan meriam pasukan Inggris, rakyat yang lebih baik mati daripada tunduk di bawah penjajah. Dan akhirnya perjuangan yang menjadikan Indonesia merdeka. Kemerdekaan yang Lapuk Perkembangan jaman dan kehidupan sosial telah merubah arti Kemerdekaan Bangsa. Pada masa penjajahan, siapa musuh Indonesia? - penjajah. Pada masa sekarang ini, siapa musuh Indonesia? - Bangsa Indonesia sendiri. Semboyan dan Pancasila kini hanya menjadi formalitas negara. Dasar negara sudah lapuk termakan perkembangan jaman. Pemahaman yang tidak tepat menjadikan bangsa ini mudah terprovokasi oleh pihak lain yang menginginkan ketidakharmonisan bangsa. Dalam dasar negara ada semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Hal yang sangat mudah, bahkan sangatlah terlalu mudah sekali untuk memprovokasi dan menjadi akar ketidakharmonisan bangsa adalah tentang unsur SARA (Suku Agama Ras dan Budaya). Melawan Penjajah dan Bangsa Sendiri Apakah Indonesia sudah merdeka? Dulu iya, sekarang meragukan. Jika rakyat Indonesia mengenal pancasila sebagai dasar negara, jika rakyat indonesia bisa memahami sila ke-3 Persatuan Indonesia. Apakah sudah merdeka jika antar bangsa sendiri saling berperang?. Tawuran pelajar yang menjadi jawaban atas pencarian jati diri pemuda yang dilakukan oleh generasi muda yang (harusnya) berpendidikan. Tawuran suporter yang mementingkan ego dari masing-masing daerah yang harusnya tidak perlu dilakukan dalam sebuah permainan olah raga. Pembakaran dan perusakan tempat ibadah dengan tujuan mengadu domba karena unsur agama adalah unsur sensitif yang mudah terprovokasi. Bandingkan dengan perang para pejuang nasional melawan penjajah Belanda, Jepang dan Inggris, perjuangan pahlawan merebut Irian Barat, perjuangan merebut kemerdekaan untuk saat ini. Jika dahulu para rakyat sipil yang tidak bersekolah, mereka mengerti jika penjajah harus diusir. Namun sekarang orang-orang yang justru berpendidikan berperang melawan bangsa mereka sendiri karena egoisme. Persatuan yang Dibedakan Semua agama adalah sesuatu yang baik, untuk itulah ada 5 agama yang sudah resmi di Indonesia. Jika agama mengajarkan kekerasan, adu domba, permusuhan, apakah itu agama?.Jika sesuatu yang baik itu berbeda dengan yang kita yakini, dimana yang salah? kekerasan yang pernah dilakukan atas etnis Cina beberapa tahun yang lalu sungguh miris. Tak jarang etnis Cina-pun menjadi bahan sindiran. Orang dibenci karena etnis berbeda, agama yang berbeda, suku yang berbeda bahkan karena suporter yang berbeda. Semua itu akhirnya menjadi aksi anarkis yang berawal dari provokasi dari diri masing-masing. Masihkah ragu untuk bilang "aku bukan golongan ini, aku bukan golongan itu, aku Indonesia"?. Permusuhan itu hanya formalitas dalam suatu golongan untuk saling menunjukkan golongannya. Bagaimana Kemerdekaan? Rakyat yang kontra dengan pemerintahan ramai-ramai demokrasi, menjatuhkan dan menjelekkan pemimpin negara yang sedang berjuang dengan caranya mencoba membangun sebuah negara, bukan membangun sebuah kampung yang tentunya merupakan tugas berat bagi seorang pemimpin. Kejelekan memang mudah dicari, namun apakah ada yang mencari dan menganalisa kebaikannya?. Kemerdekaan bukan sekedar mengibarkan bendera di lapangan, dalam laut, dia atas gunung. Kemerdekaan bukan sebuah formalitas untuk mengibarkan bendera merah putih jika arti merdeka yang sebenarnya tidak ada dalam prakteknya. Jika bertemu sesama orang Indonesia yang berbeda saja memunculkan permusuhan?, apa itu namanya Kemerdekaan Indonesia? Kemerdekaan bangsa adalah ketika memendam ego masing-masing untuk membangun Bangsa, menghargai setiap perbedaan dan hidup berdampingan dengan damai, bekerja sama memajukan Negara, bersatu tanpa bermusuhan dengan bangsa sendiri. Bukahkah itu lebih baik daripada mencemooh setiap kesalahan tanpa mencoba memperbaiki?. Indonesia bukanlah Islam, bukan Katholik, bukan Kristen, Hindu dan Budha. Indonesia bukan suporter dari kota A, kota B dan kota lainnya. Indonesia adalah Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Semboyan. Selama Persatuan Indonesia menjadi perbedaan dan selama perbedaan berusaha untuk disamakan dengan cara anarkis, Indonesia tidak akan pernah merdeka. Dan jika Indonesia dijajah lagi, apakah perbedaan itu masih penting?.
  5. BincangEdukasi

    Fakta Unik Seputar Proklamasi 17 Agustus 1945

    Setiap tanggal 17 Agustus kita selalu memperingati Hari Proklamasi, termasuk merayakannya dengan mengikuti banyak perlombaan seperti balap karung, tarik tambang atau panjat pinang. Tetapi apakah kamu benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada hari yang sakral itu? Berikut ini 10 fakta unik seputar Proklamasi 17 Agustus 1945 yang perlu kamu tahu. (Dihimpun dari berbagai sumber termasuk apakabardunia.com dan wikipedia.com). 1. Soekarno Sedang Sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan Soekarno, proklamator kemerdekaan Indonesia. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00 (2 jam sebelum pembacaan teks Proklamasi), ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. “Pating greges”, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. “Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya; masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai. 2. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Dibuat Sangat Sederhana Bendera Merah Putih yang dijahit Ibu Fatmawati dikibarkan setelah kumandang proklamasi. Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor, dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Bahkan konon katanya, katrol tiang bendera dibuat dari gelas bekas sahur Moh. Hatta. Tetapi itulah, kenyataan yang terjadi pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama lebih dari 300 tahun! 3. Bendera dari Seprai Pengibaran bendera seusai Proklamasi disaksikan Soekarno – Hatta. Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI. Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto! 4. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah Naskah proklamasi yang ditulis Soekarno. Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari. 5. Negatif Film Foto Kemerdekaan Disimpan di Bawah Pohon Berkat kebohongan Frans Mendoer. Peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar. Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang? 6. Proklamator sebenarnya bukan hanya Soekarno-Hatta Tanpa peristiwa Rengasdengklok takkan ada proklamasi 17 Agustus 1945 Pada saat penyusunan naskah Proklamasi yang hadir di tempat itu dan ikut rapat tentu bukanlah Soekarno dan Hatta saja melainkan ada sahabat-sahabat mereka seperti Achmad Soebardjo, Sajuti Melik dan Soekarni. Namun usul Bung Hatta supaya semua yang hadir di rapat tersebut menandatangi teks proklamasi tersebut ditolak oleh Soekarni, salah satu pemuda yang hadir pada penyusunan naskah. Oleh karenanya, Bung Hatta menggerutu, “Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau.” 7. Ada dua jenis naskah proklamasi yaitu naskah proklamasi klad (ditulis tangan) dan naskah proklamasi otentik (diketik Sayuti Melik). Ketika diketik, beberapa kata yang mengalami perubahan setelah diketik adalah sebagai berikut: Kata “Proklamasi” diubah menjadi “P R O K L A M A S I”, Kata “Hal2″ diubah menjadi “Hal-hal”, Kata “tempoh” diubah menjadi “tempo”, Kata “Djakarta, 17 – 8 – ’05″ diubah menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05″, Kata “Wakil2 bangsa Indonesia” diubah menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”, Pada naskah Proklamasi Klad memang tidak ditandatangani, sedangkan pada naskah Proklamasi Otentik sudah ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Naskah Proklamasi Klad Naskah Proklamasi Otentik 8. Tentu saja saat itu, Soekarno sebagai orator ulung tidak langsung membacakan naskah proklamasi, namun berpidato terlebih dahulu. http://youtu.be/8JyKAFVBEIE Berikut adalah pidato selengkapnya: 9. 17 Agustus 1945 jatuh pada hari Jumat, dan merupakan hari ke-8 Ramadhan pada tahun tersebut. [Sayuti Melik diminta oleh Bung Karno untuk mengetik naskah yang sudah disetujui hadirin. Ia ditemani oleh BM Diah saat mengetik naskah. Terakhir adalah ruang Pengesahan dan Penandatangan Teks Proklamasi (Dewi/detikTravel)] Sayuti Melik diminta oleh Bung Karno untuk mengetik naskah yang sudah disetujui hadirin. Ia ditemani oleh BM Diah saat mengetik naskah. (Dewi/detikTravel) 10. Dokumentasi Proklamasi Pembacaan doa setelah proklamasi, didokumentasikan oleh Frans Mendoer. Dokumentasi saat hari kemerdekaan di dokumentasikan oleh Mendoer bersaudara. Kakak beradik tersebut merupakan seorang fotografer. Alexius Imprung Mendur yang menjabat sebagai kepala bagian fotografi di kantor berita Jepang Domei, sedangkan Frans Sumarto Mendoer adalah fotografernya. Menurut Wikipedia, mereka berdua merupakan anggota dari enam Indonesia Press Photo Service pada 2 Oktober 1946. Tambahan: Jika pada tanggal 17 Agustus 1945, lahir negara Indonesia justru pada tanggal yang sama 7 tahun sebelumnya, Indonesia kehilangan pencipta lagu Indonesia Raya, WR Soepratman.
  6. BincangEdukasi

    Isi Teks Proklamasi yang Asli

    Teks Proklamasi dibacakan saat Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, 69 tahun yang lalu. Sejak itu dalam setiap peringatan HUT RI maka teks tersebut dibacakan kembali, guna mengingatkan seluruh bangsa bahwa Indonesia berhasil meraih kemerdekaan adalah dengan usaha dan perjuangan dari seluruh rakyat. Bukan hanya usaha dari satu golongan saja. Pengorbanan untuk meraih kemerdekaan tersebut pun bukan kecil, melainkan dengan nyawa jutaan pejuang, harta yang tak sedikit, juga air mata dan banyak hal lagi. Perlu diketahui oleh generasi muda saat ini, bahwa penyusunan naskah teks Proklamasi yang dibacakan oleh Bapak Proklamator, Ir Soekarno – Hatta dahulu, tidak sembarang menyusun. Walau sedikit dan singkat, namun teks Proklamasi itu begitu bermakna sebagai tonggak kemerdekaan. Naskah asli teks Proklamasi ditulis dengan tangan oleh Bung Karno, yang juga melalui buah sumbangan pikiran dari Bapak Muhammad Hatta, dan A. Soebardjo. Demikian ini bunyi aslinya: Proklamasi Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, 17 – 8 – ’05 Wakil2 Bangsa Indonesia. Demikian bunyi asli teks Proklamasi, yang masih memakai tahun Jepang saat itu (karena sedang dijajah Jepang) yaitu tahun 2605. Sedangkan setelah diketik kembali oleh Sayuti Melik, maka terjadi perubahan di nama yang bertanda-tangan, yaitu “Atas nama Bangsa Indonesia Soekarno – Hatta” Demikian perbedaan dari naskah Teks Proklamasi asli dengan yang telah diketik oleh Sayuti Melik, seorang pemuda yang ada di tempat tersebut saat itu.
  7. BincangEdukasi

    Sejarah Singkat Tentang Kemerdekaan Indonesia

    Berawal dari pecahnya “Perang Asia Timur Raya “ , dan Amerika menyatakan perang kepada Jepang karena serbuan tentara Jepang di Pusat Pertahanan Amerika Serikat “Pearl Harbour” pada tgl 8 Desember 1941. Tentara Jepang dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya semakin agresif beraksi mendarat di wilayah Indocina ,Filipina , Malaya dan Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda ikut ikutan Sekutu menyatakan perang dengan Jepang. Jepang mendarat ke Indonesia dengan tujuan melumpuhkan pasukan Belanda .Pendaratan pertama tentara Jepang di Tarakan kemudian merambah ke daerah Balik Papan,Manado, Ambon, Makasar, Pontianak dan Palembang. Daerah daerah di Jawa juga dikuasainya ,pada tgl 1 Maret 1942 ,Jepang mendarat di BAnten, Indramayu dan Rembang. Wilayahnya semakin meluas dengan dikuasainya Batavia tgl 5 Maret 1942 , dan semakin merajalela ke wilayah Surakarta, Cikampek, Semarang dan Surabaya . Belanda semakin terdesak dengan penyerangan Jepang dan Ooh akhirnya Pemeritah Hindia Belanda menyatakan “menyerah tanpa syarat” Masyarakat Indonesia pada awalnya menyambut dengan ramah kedatangan militer Jepang , dapat dilihat dari sikap kooperatif tokoh tokoh Nasional kita Ir. Soekarno dan Moh Hatta. Pemerintahan Jepang mulai aktif merangkul rakyat dengan pembentukan organiasasi masyarakat , yang sebenarnya “ada udang di balik batu” sebenarnya dibalik itu untuk kepentingan Jepang di Perang Dunia II. Organisasi itu antara lain :Gerakan Tiga A, Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), Jawa Hokokai, Seinendan, Keibodan, Fujinkai, Heiho, MIAI, Pembentukan BPUPKI BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan RI) dibentuk pada th 1943 dibawah pemerintah Perdana Menteri Tojo, bertugas untuk mempelajari dan menyelidiki hal hal yang penting dan perlu bagi pembentukan pemerintah Indonesia. Dalam perkembangannya selanjutnya BPUPKI dibubarkan dan diganti nama oleh tokoh pejuang kita , dari BPUPKI menjadi PPPKI atau dikenal dengan Docoritsu Junbi Inkai, dengan penggantian nama ini terkesan bahwa organisasi PPPKI bukan bentukan Jepang tetapi hasil kesepakatan dan perjuangan para tokoh kemerdekaan Indonesia. Peristiwa penting yaitu pertemuan Soekarno ,M Hata dan Rajiman Wedyodiningrat dengan Jenderal Terauchi di Dalat menyampaikan bahwa pemerintah Jepang telah memutuskan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia yang wilayahnya meliputi bekas wilayah Hindia-Belanda. KEKALAHAN JEPANG DAN KEMERDEKAAN INDONESIA Pasukan Jepang mulai melemah, kekalahan dan kekalahan diperolehnya dan Amerika semakin kuat ,apalagi setelah menarik pasukannya yang ada di Eropa. Serangan Jepang dapat dihentikan oleh tentara Amerika antara lain pada bulan Mei 1942 di pertempuran Laut Koral dan Juni 1942 di Pertempuran Midway. Jepang semakin klepek klepek karena Amerika mengamuk sehingga pada tgl 6 Agustus 1945 AS menjatuhkan Bom Atom pertamanya di Hiroshima . Amerika belum puas juga dan tiga hari kemudian tanggal 9 Agustus Bom Atom kedua mendarat kembali di kota Nagasaki, dua pusat kota pemerintahan Jepang menjadi hancur rata dengan tanah. Akhirnya Ohhhh Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tgl 14 Agustus 1945. Penyerahan kalah itu dilakukan di kapal Missouri pada tanggal 2 September 1945 oleh Kaisar Hirohito(Jepang) dan Jendral Douglas Mc Arthur(Sekutu) Berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu tidak dapat disembunyikan, dengan perjanjian Post Dam Jepang menyerahkan kekuasaannya kepada Sekutu dan otomatis di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan . Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dengan memproklamasikan KEMERDEKAAN INDONESIA.
  8. Hari Kemerdekaan Indonesia adalah hari yang menandai saat Indonesia dinyatakan merdeka dari Belanda. Hari ini diisi dengan pesta dan perayaan dimana-mana. Terlepas dari itu, kenyataan bahwa Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari Pemerintah Belanda pada tanggal 17 Agustus 1945, pada tanggal 15 Agustus 2005 bahwa Belanda menerima tanggal ini sebagai tanggal resmi untuk kemerdekaan Indonesia. Persiapan untuk Hari Kemerdekaan mulai jalan terlebih dahulu sebelum perayaan dimulai. Adanya dekorasi tergantung di seluruh kota dengan bangunan istana Presiden dihiasi dengan warna merah dan putih. Kelompok orang mengatur kegiatan pelayanan masyarakat di mana daerah pemukiman dibersihkan. Asosiasi lingkungan mengkoordinasikan kegiatan khusus untuk anak-anak dan bahkan meminta sponsor untuk hadiah untuk anak-anak. Orang-orang diminta untuk mengibarkan bendera di tempat tinggal mereka selama periode waktu tertentu. Ada banyak peringatan pada saluran TV lokal menunjukkan perjuangan kemerdekaan. Pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus, perayaan dimulai dengan upacara bendera di istana presiden. Perayaan ini diikuti oleh siswa SMA yang dipilih dari seluruh negeri dengan menampilkan pertunjukan pengibaran bendera Sangsaka Merah Putih di istana presiden. Upacara yang dipimpin oleh presiden dan dihadiri oleh kelompok-kelompok yang berbeda, pejabat, tentara, beberapa tamu negara, veteran, dan tak ketinggalan juga masyarakat Indonesia meyaksikan acara tersebut lewat televisi. Suatu hal yang unik tentang perayaan hari ini di Indonesia adalah bahwa semua upacara yang dilakukan secara serentak di semua wilayah, dari sekolah ke kantor-kantor resmi pemerintah. Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia adalah sangat penting bagi bangsa dan sejarah Indonesia. Ini adalah peristiwa besar bagi rakyat Indonesia dengan lahirnya negara dan bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dari kekuasaan asing. Hari ini adalah hari dimana bendera Indonesia diresmikan. Bendera merah putih berarti sangat penting bagi negara dan warga negara Indonesia, warna merah yang berarti keberanian dan putih sebagai kemurnian. Bendera ini dikibarkan dengan kehormatan terbesar dan hormat sebagai tanda patriotisme dan nasionalisme sejati. Hari Kemerdekaan tidak hanya dilakukan di darat tetapi juga di laut dan di udara untuk menunjukkan bahwa darat, laut dan udara Bangsa tidak lagi milik pemerintahan kolonial melainkan milik bangsa dan rakyat Indonesia.
  9. Setelah meluncurkan tiga hashflag bertema Ramadan dalam menyambut datangnya bulan puasa lalu, Twitter Indonesia kembali meluncurkan hasflag baru. Kali ini Twitter meluncurkan hasflag spesial untuk merayakan hari ulang tahun ke-70 negara kita tercinta, Republik Indonesia. Selain ikut memeriahkan HUT RI ke-70, hasflag ini juga merupakan sarana bagi pengguna Twitter untuk mengekspresikan kebanggaan mereka kepada Tanah Air. Hasflag spesial tersebut adalah #Indonesia dan #RI70. Nah pas jendral menuliskan tagar #Indonesia, maka emoji yang muncul adalah bendera Merah Putih. Sedangkan saat menulis tagar #RI70 maka logo Merdeka 70 lah yang akan muncul. “Twitter selalu menjadi platform yang dituju banyak orang untuk berinteraksi melalui percakapan terbuka secara langsung mengenai passion mereka, beragam aktivitas kebudayaan, serta berbagai kejadian yang sedang berlangsung, dan kami yakin bahwa percakapan mengenai #RI70 akan memuncak dalam minggu ini.” Ungkap Media Partnerships Manager Twitter Indonesia. “Emoji ini akan menjadi sebuah cara yang menyenangkan serta warna-warni dalam menyatukan Indonesia saat hari kemerdekaan. Kami berharap emoji spesial ini semakin meningkatkan semangat nasionalisme dan persatuan bagi masyarakat Indonesia,” tambahnya. Nah jadi tunggu apa lagi gaes, yuk pake hasflag #Indonesia dan #RI70 di Twitter buat ikut menyambut perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-70
  10. BincangEdukasi

    Kemerdekaan itu apa sih?

    Merdeka berarti bebas. Ya bebas dari jajahan, bebas dari penindasan resim kolonial bangsa lain. Dimerdekakan berarti dibebaskan dari belenggu para penjajah. Sekarang sungguhkah kita sebagai bangsa telah merdeka ? Kalau ditanyakan kepada anak-anak, mungkin jawaban mereka adalah ; ‘’ya’’ bapak dan ibu guru bilang kita ikut upacara 17 Agustus karena pada tanggal itu bangsa kita merdeka. Tapi kalau ditanyakan kepada para petani, para buruh, ya kepada kalangan rakyat kebanyakan, apakah kita sudah merdeka ? Kemungkinan jawaban terbanyak dari mereka adalah ; ‘’kata siapa ?’’ Mereka akan katakan juga apa itu merdeka ? Mencoba memahami apa makna kemerdekaan itu, maka saya sampai pada satu kesimpulan ; kemerdekaan berarti kebebasan dan kesejahteraan. Dan dalam pemahaman sebagai rakyat yang terus berupaya berjuang sesuai kemampuan untuk sungguh-sungguh merdeka, dalam keterbatasan berpikir saya menemukan hakekat yang sesungguhnya dari kemerdekaan itu, yakni merdeka berarti terlepas dari semua belenggu kehidupan sebagai pribadi dan sebagai bangsa. Jadi kita sabagai bangsa, pada setiap peringatan dalam berbagai bentuk kegiatan perayaan tujuh belas agustus haruslah menjadi suatu momentum perenungan bagi bangsa dan pemerintah Indonesia. Merenungi sudah sejauh mana perjuangan melawan ketidak adilan. Merenungi perjuangan melepaskan diri dari kemiskinan dan kebodohan. Bukan sebagai kesempatan untuk bersorak dan berhura-hura.
  11. Ternyata selain kehidupan sehari-hari kita, waktu proklamasi ada fakta menarik loh: Soekarno sakit saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus ’45. Ternyata, 2 jam sebelum pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI pada pukul 10.00 tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno masih tidur pulas di kamarnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Cikini-Jakarta Pusat akibat serangan penyakit malaria tertiana. Suhu badannya sangat tinggi setelah semalam begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Setelah dokter pribadinya yang bernama dr. Soeharto datang dan mengalirichinineurethan intramusculair di darahnya dan menenggak pil brom chinine, ia tertidur pulas hingga pukul 09.00 WIB. Dan kemudian baru pada pukul 10.00 WIB memproklamasikan Kemerdekaan RI.Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI sangat sederhana. Ternyata Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI berlangsung sangat sederhana; tanpa protokol, tak ada korps musik dan konduktor, tak ada pancaragam dan tiang berdera dari bambu kasar yang ditancapkan beberapa menit sebelum upacara.Naskah asli Proklamasi ditemukan di tempat sampah. Ternyata, naskah asli Proklamasi Kemerdekaan RI yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didekte oleh Bung Hatta pada mulannya tidak disimpan oleh Pemerintah Indonesia. Naskah itu justru disimpan dengan baik oleh seorang wartawan bernama BM. Diah. Konon, Diah menemukan naskah asli itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945 dini hari. Diah menyerahkan naskah itu kepada Presiden Soeharto setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.Sang Saka Merah Putih dari seprai dan kain milik tukang soto. Ternyata bendera resmi pertama RI itu, kain putihnya terbuat dari kain seprai dan merahnya dari kain milik tukang soto.Palestina yang pertama kali mengakui Kemerdekaan RI. Ternyata, ketika tak ada satu negara di dunia pun yang secara berani dan tegas mengakui Kemerdekaan RI, Syekh Muhammad Amin al-Husaini (Mufti Palestina) hadir sebagai yang pertama memberikan pengakuan dan ucapan selama atas Kemerdekaan RI. Tak hanya itu, beliau juga mendesak negara-negara Timur Tengah untuk mengekui Kemerdekaan Indonesia sehingga berhasil meyakinkan Mesir, Suriah, Irak Libanon, Yaman, Arab Saudi dan Afghanistan. Fakta terakhir ini seharusnya membuat bangsa ini juga memperjuangkan Kemerdekaan Palestina dari penjajahan Zionis-Israel.
  12. Simpati dan ketulusan menolong seringkali melintasi batas nasionalisme. Salah satu contoh nyata yakni kisah dari seorang pilot berkebangsaan Amerika yang ikut terlibat aktif saat awal kemerdekaan Indonesia. Namanya Robert Earl Freeberg atau akrab dipanggil Bob, pilot bayaran berkebangsaan Amerika Serikat ini gagah berani terbang menembus blokade udara Belanda. Di mata Presiden Soekarno, Bob adalah orang yang idealis. Dia ditakdirkan datang untuk membantu perjuangan rakyat Indonesia. Ia belasan kali menjalankan operasi "Black Flight" atau penerbangan gelap menyelundupkan candu dan berbagai hasil alam Indonesia untuk ditukar senjata atau uang di luar negeri. Hasil penyelundupan itu digunakan pemerintah Soekarno untuk membiayai negara di masa sulit awal kemerdekaan. "Seorang pemuda pada suatu hari muncul entah darimana dan memperkenalkan dirinya. Namaku Bob Freeberg. Aku orang Amerika. Aku seorang pilot dan menaruh simpati pada perjuangan anda. Bantuan apa yang dapat kuberikan?" demikian Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams. Bob adalah mantan penerbang tempur Angkatan Laut Amerika Serikat saat perang dunia ke II. Setelah perang berakhir, pria asal Kansas ini menjadi pilot carter CALI (Commercial Air Lines Incorporated) Filipina. Dia bertemu Opsir Udara III Petit Muharto Kartodirdjo di Singapura dan segera menyatakan kesediaannya untuk melakukan penerbangan untuk membantu Indonesia. Bob kemudian menabung dan membeli sebuah pesawat angkut DC-3 Dakota. Dia memberi nama pesawat itu RI-002. Kenapa bukan RI-001? Bob berpendapat nama RI-001 selayaknya diberikan untuk nama kehormatan pesawat pertama yang dimiliki Indonesia. Ketika Bob disewa, Indonesia tak punya satu pun pesawat angkut. Bob membantu menyelundupkan emas, candu, perak, kina dan karet dari Indonesia ke luar negeri. Lalu dia membawa senjata, pakaian dan obat-obatan dari luar negeri ke Indonesia. Bob juga banyak membantu TNI untuk melakukan operasi militer. Dialah pilot operasi penerjunan pertama yang dilakukan Angkatan Udara Republik Indonesia. Pada 17 Oktober 1947, Bob menerbangkan RI-002 dari Bandara Maguwo ke Kotawaringin, Kalimantan Tengah. TNI menerjunkan 12 prajurit AURI untuk menembus blokade Belanda dan mengobarkan perlawanan di sana. Bob pula yang mengantar Soekarno berkeliling Sumatera guna meminta sumbangan rakyat untuk membantu perjuangan RI. Rakyat Aceh kemudian menyumbang 20 Kg emas yang kemudian dibelikan pesawat Dakota dengan nama Seulawah atau Gunung Emas. Pesawat ini yang kemudian diberi nomor registrasi RI-001. Bob memang seorang pilot bayaran. Tapi dia terlibat secara emosional dalam perjuangan bangsa Indonesia. Bob tak bisa menerima perlakuan sewenang-wenang Belanda terhadap rakyat Indonesia. Dalam surat-surat yang dikirimkan ke keluarganya di AS, Bob selalu menggambarkan penghormatannya untuk rakyat Indonesia. Sayangnya nasib Bob berakhir tragis. Pesawatnya jatuh saat mengirim emas 20 kilogram ke Palembang. Tanggal 29 September 1948, pesawat Dakota milik Bob jatuh di belantara hutan. Diduga pesawat itu ditembak jatuh pesawat pemburu Belanda. "Dia mengalami kecelakaan saat aku mengirimnya ke Palembang untuk membawa uang untuk membantu gerilya di Sumatera. Tak pernah aku akan melupakan kawanku orang Amerika, Bob Freeberg," kata Soekarno.
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi