Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'kemenkes'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN
  • Anak Jaksel's Anak Jaksel

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih berada di Indonesia. Data menunjukkan bahwa COVID-19 masih pada situasi penularan yang belum terkendali. Sebanyak 18.496 orang terkonfirmasi positif COVID-19, Selasa (19/5). Sejumlah provinsi dan kabupaten/kota menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun demikian, berdasarkan data kasus baru sebelum dan sesudah PSBB, belum terdapat informasi yang menggembirakan. Terdapat daerah dengan penambahan kasus baru turun konsisten namun tidak drastis, ada juga daerah yang penambahan kasusnya tidak berubah seperti sebelum PSBB. Salat Idul Fitri sebentar lagi pun akan dilaksanakan. Meskipun salat Idul Fitri dihukumi sunnah muakkadah (Sunnah yang dikuatkan), namun ketika ditinggalkan akan meninggalkan rasa yang berbeda di hati kalangan umat Islam. Selain memang hadirnya setahun sekali, salat Idul Fitri merupakan awal rangkaian silatuhrahmi tahunan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Fatwanya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan salat Idul Fitri Saat Pandemi COVID-19 telah memberikan panduan dalam pelaksanaan salat Idul Fitri tersebut. Situasi Pandemi COVID-19 yang kecenderungannya terus meningkat dan belum adanya jaminan kawasan terkendali, masyarakat dianjurkan untuk beribadah salat Idul Fitri di rumah, baik secara berjamaah dengan keluarga maupun sendiri. Hal ini pun sesuai dengan panduan MUI bahwa salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid) karena penyebaran COVID-19 belum terkendali. Kualitas ibadah pun bisa diraih dengan menghadirkan kekhusyu’an dan keikhlasan bahwa ibadah di rumah ini sebagai upaya mencegah wabah yang mendera. Protokol kesehatan pada saat di rumah saja, yaitu senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di air yang mengalir sebelum dan sesudah aktivitas, menerapkan etika batuk pada saat batuk & bersin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih 8 gelas sehari, beraktivitas fisik selama 30 menit/hari, menggunakan peralatan makan sendiri, dan tidak merokok. Pada saat diluar rumah selalu Physical Distancing (jaga jarak) 1-2 meter, selalu memakai masker, dan CTPS (menggunakan hand sanitizer). Seusai salat Idul Fitri di rumah, tradisi yang baik dan dilestarikan di negeri kita yaitu beranjangsana ataupun halalbihalal bisa dilaksanakan. Anjangsana atau pun halalbihalal tersebut, dapat dilakukan melalui daring yaitu menggunakan sarana telekomunikasi yang dimiliki. Sehingga, di rumah saja pada saat Idul Fitri sangat ditekankan. Saling menjaga diri, keluarga, kerabat, dan yang lainnya dari ancaman wabah merupakan hal yang utama. Semoga kita semua terhindar dari COVID-19. Mari kita menyongsong hari kemenangan dengan melakukan protokol kesehatan.
  2. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan masyarakat harus tetap tinggal di rumah, menghindari bepergian, dan tidak mudik sebagai cara mencegah diri tertular atau menularkan virus korona. “Tetap tinggal di rumah, karena kita tidak pernah tahu siapa orang di luar rumah yang membawa virus,” pria yang akrab disapa Yuri di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (25/4). Yuri menuturkan banyak sekali orang tanpa gangguan atau gejala membawa virus penyebab Covid-19 di dalam tubuhnya. Mereka sama sekali tidak memiliki keluhan sakit. Dikarenakan ketidakmampuan diri dalam mengenali orang-orang tanpa gejala secara kasat mata, dia menyarankan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Sebisa mungkin menghindari kontak atau bertemu langsung dengan orang lain selama pandemi Covid-19. “Kita tidak bisa membedakan orang-orang seperti ini dengan mata biasa. Oleh karena itu, jangan bepergian, jangan mudik,” ungkapnya. Dengan diam di rumah, menjaga jarak, tidak bepergian, dan tidak mudik, setidaknya upaya ini dapat melindungi diri agar tidak tertular Covid-19 atau menularkan penyakit itu ke orang lain. “Kita harus memastikan kita tidak tertular atau malah mungkin kita yang menjadi sumber, (jadi) kita tidak menularkan ke orang lain,” tuturnya. Saat bepergian, potensi penularan Covid-19 akan meningkat. Penularan bisa saja terjadi di manapun seperti saat berada di dalam kendaraan umum, terminal, stasiun, bandara, tempat peristirahatan (rest area) dan toilet umum sepanjang perjalanan. “Mungkin dan akan sangat mungkin kita akan bertemu dan terpaksa kontak dekat dengan orang lain yang tanpa gejala atau orang yang gejalanya sangat ringan di perjalanan,” ujarnya. Ketika sampai di rumah atau kampung halaman, maka yang dikhawatirkan adalah virus yang didapat saat perjalanan menyebar ke anggota keluarga di rumah atau di kampung halaman.
  3. Pemerintah kembali memperbarui kasus positif corona di Indonesia. Juru bicara penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, juga membeberkan jumlah spesimen yang sejauh ini sudah diperiksa. Dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (21/4), Yurianto sempat menyebut spesimen yang diperiksa sebanyak 503.701 spesimen. Jauh melonjak dari hari sebelumnya, 47.478 spesimen. Data ini jugalah yang disampaikan oleh BNPB melalui grup-grup wartawan. Namun, ketika dikonfirmasi, Yurianto mengklarifikasi adanya salah data itu. "Sorry, 50.370," kata Dirjen P2P Kemenkes itu melalui pesan singkat mengklarifikasi. Sementara jumlah orang yang diperiksa sejauh ini adalah 46.173 orang. Meningkat dari hari sebelumnya, 42.219 orang. Dari data ini, ada 7.135 orang terkonfirmasi positif corona. Sementara 39.038 orang negatif corona. Jumlah kasus yang sembuh juga meningkat sebanyak 95 orang. Jadi sejauh ini ada 842 pasien yang sembuh. Kasus meninggal juga bertambah sebanyak 26 orang. Sehingga total ada 616 pasien yang meninggal.
  4. Pemerintah memutuskan untuk melakukan isolasi atau karantina di rumah masing-masing pasien positif virus corona (COVID-19). Namun tidak semua pasien positif COVID-19 yang akan diisolasi di rumah. Juru Bicara Pemerintah RI untuk COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan kasus positif Corona saat ini tak harus menjalani isolasi di rumah sakit. Dia mengatakan, apabila ada pasien positif corona tanpa gejala, akan diisolasi di rumah secara mandiri. "Sudah barang tentu tracing semakin masif, semakin gencar, maka kasus positif yang kita temukan semakin meningkat. Kita memutuskan untuk kasus positif tidak semua harus diisolasi di rumah sakit. Isolasi di rumahnya secara mandiri. Pedoman karantina diri sudah dibuat dan diunggah Kementerian Kesehatan.," kata Yurianto, di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (16/3/2020). Ia menambahkan pedoman isolasi mandiri pasien di rumah sudah diunggah di situs resmi Kementerian Kesehatan. Dia menyebut di situs itu juga disampaikan informasi terkait jumlah pasien dalam pengawasan hingga dalam pemantauan. "Pedoman bagaimana isolasi diri, bagaimana karantina diri sudah dibuat Kemenkes dan sudah diunggah di web Kemenkes," paparnya. Untuk saat ini, pemerintah akan secara masif melakukan tracing selain di Jakarta. Dia mengatakan, tracing yang dilakukan pemerintah tak lagi mengenal batas.
×
×
  • Create New...