Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'kecewa'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah dinilai berhasil melindungi lebih dari 155 juta penduduk Indonesia atau sekitar 60 persen dari keseluruhan penduduk di Nusantara. Namun, BPJS Kesehatan yang merupakan badan yang dipercaya untuk mengurus program JKN, masih dinilai tidak baik dan tidak efektif dalam pelaksanaannya di lapangan. Bisa dilihat dengan banyaknya pemberitaan mengenai kualitas pelayanan klaim BPJS Kesehatan yang tidak memuaskan di beberapa rumah sakit. Hal tersebut disebabkan oleh defisit keuangan JKN. Untuk melindungi 60 persen peserta BPJS Kesehatan, dana total untuk belanja kesehatan penduduk Indonesia hanya 20 persen saja. Itu berarti tingkat perlindungan masih rendah, yaitu hanya sepertiga saja. Tidak heran jika kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia masih buruk. Dr. Togar Sialagan, MM, M.Kes, Kepala Litbang BPJS Kesehatan mengatakan, kurang maksimalnya pelaksanaan program ini karena masalah defisitnya anggaran. "Pemasukan dari iuran setiap tahun sudah dinaikan, tetapi masih saja terjadi defisit," katanya saat ditemui diacara 'Diskusi Kaleidoskop Kesehatan 2015, Jaminan Kesehatan dan Rokok' di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat. Rabu, 23 Desember 2015. Ia juga menambahkan salah satu penyebab terjadinya defisit karena banyak pengguna yang menggunakan rujukan ke rumah sakit besar untuk masalah kesehatan yang ringan, seperti influenza dan flu. Menurut Prof. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr. PH selaku Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, selain masalah itu, banyak para pegawai BPJS Kesehatan dan pejabat pemerintah yang tidak menggunakan JKN. Malahan menggunakan asuransi swasta. "Harusnya para pejabat pemerintah dan karyawan BPJS menggunakan JKN, untuk memahami dan mengetahui baik atau buruknya layanan tersebut," ujarnya saat ditemui di acara yang sama. Ia menambahkan dengan pemahaman dan penghayatan, diharapkan dapat membuka mata mereka dan mau mengupayakan dana yang mencukupi untuk meningkatkan kualitas JKN. Hasbullah juga memberikan solusi untuk menutupi defisit dari JKN tersebut dengan menaikan harga dan cukai rokok yang nantinya dialirkan untuk menutupi defisit dan memperbaiki kualitas JKN. Pihaknya telah melakukan survei kepada pengguna BPJS Kesehatan yang merokok. Isinya menunjukkan bahwa kenaikan harga rokok sebesar 30 persen atau menjadi Rp20.000 per bungkus tidak akan mengurangi konsumsi masyarakat terhadap rokok. "Para responden setuju menaikan harga dan cukai rokok untuk membiayai defisit BPJS Kesehatan," tambahnya. Ia yakin mekanisme ini adalah cara yang paling andal untuk meningkatkan dana JKN.
  2. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah memastikan diri hadir di perayaan Tahun Baru 2016 yang akan diadakan di Pantai Ancol, Jakarta Utara. Namun Ahok dibuat kecewa lantaran tidak bisa menyaksikan musisi idolanya beraksi. Musisi idola yang dimaksud adalah penyanyi senior Iwan Fals. Kabarnya, Iwan Fals tidak mendapat izin dari kepolisian untuk sumbang suara di perayaan pergantian tahun. "Saya padahal sudah siap-siap untuk bisa menonton Iwan Fals, inginnya Iwan Fals karena lebih bagus," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta kemarin. Menurut Ahok, pihak kepolisian mempertimbangkan faktor keamanan seandainya Iwan Fals tetap manggung di Ancol. Seperti diketahui, setiap kali Iwan Fals manggung penonton yang ingin menyaksikan hampir dipastikan akan membludak. Tidak mau keamanan perayaan terganggu polisi pun, kata Ahok, tidak memberi izin. "Itu ada di laporan pihak Ancol, katanya tidak dapat izin," ujarnya. Meski batal untuk menyaksikan Iwan Fals, Ahok tetap akan menghadiri perayaan Tahun Baru 2016 di Ancol. Alih-alih menonton Iwan Fals, Ahok pun siap untuk menyaksikan persembahan lagu yang nanti akan disuguhkan oleh band Noah. "Iya (nonton Noah)," kata Ahok. Sebelumnya Ahok memutuskan untuk tidak mengadakan panggung perayaan Tahun Baru 2016 di Bundaran Hotel Indonesia. Dia beralasan, pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di sepanjang Jl. Jenderal Sudirman menjadi alasan perayaan Tahun Baru 2016 tidak difokuskan di Bundaran HI. "Ini kita sedang membangun MRT dan saya takut ada apa-apa, apalagi ada lubang dalam yang begitu banyak. Itu bisa membuat masalah," kata Ahok Ahok menjelaskan bahwa setelah pembangunan MRT selesai maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pelebaran trotoar di sepanjang jalan yang dilalui MRT tersebut. Pelebaran sebanyak 10 meter di kanan dan kiri jalan protokol tersebut akan dilakukan jika MRT sudah benar-benar selesai dilaksanakan. Jika itu sudah dilakukan maka perayaan semacam tahun baruan akan kembali dilaksanakan di Bundaran HI. "Jika itu sudah selesai barulah kita semua kumpul lagi di Bundaran HI. Jadi sepanjang jalan dari Bundaran HI hingga Monas akan ada trotoar lebar untul jalan," kata Ahok.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy