Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'kaki ular'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 1 result

  1. Sebuah fosil reptilia berusia 90 juta tahun menjadi kunci jawaban atas hilangnya kaki ular. Hasil pindaian CT Scan tulang telinga dalam Dinilysia patagonica ini mengisi ruang kosong dalam sejarah evolusi ular. “Bagaimana ular kehilangan kaki telah menjadi pertanyaan besar bagi para peneliti. Fosil telinga dalam ini mengungkap banyak informasi yang berguna,” kata Hongyu Yi, ketua tim peneliti dari University of Edinburgh’s School of GeoSciences seperti dilansir dari Science Daily, Sabtu, 28 November 2015. Pertama-tama, para peneliti membandingkan model 3 dimensi virtual dari fosil telinga ini dengan model telinga kadal dan ular saat ini. Mereka menemukan adanya kesamaan struktur, terutama bagi spesies yang menghabiskan waktunya di dalam liang. Bentuk ini tak ditemukan dalam spesies yang tinggal di air ataupun permukaan tanah. Temuan ini sekaligus membantah teori yang mengemukakan kalau ular menghilangkan kaki untuk hidup di air. Para peneliti menyimpulkan, perubahan fisik ini terjadi karena nenek moyang ular menyesuaikan diri untuk berburu di liang-liang. Nenek moyang ular dipastikan merupakan reptil yang tinggal di dalam liang. Mark Norell dari American Museum of Natural History, yang juga terlibat dalam penelitian ini, mengatakan teknologi berperan sangat besar dalam pencerahan ini. “Hal ini tentu mustahil terjadi sepuluh tahun lalu. CT Scan merevolusi bagaimana kita mempelajari hewan purba,” kata dia. Ia berharap, metode serupa dapat memberi penjelasan lebh baik tentang evolusi spesies lain seperti kadal, buaya, dan kura-kura. Dinilysia patagonica sendiri juga ditetapkan sebagai ular liang terbesar yang ada. Ia berukuran 2 meter, dengan struktur fisik hampir menyerupai ular moderen. Para peneliti masih mencari spesies purba lain, yang diduga menurunkan model tubuh tak berkaki seperti ular saat ini.
×
×
  • Create New...