Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'judi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Kota Las Vegas setahun ini mencatat rekor dalam jumlah pengunjung. Tetapi ternyata, sebagian besar tidak datang untuk berjudi seperti stereotip pengunjung ke Las Vegas selama ini. Sejak resesi 2008, Vegas memang telah berubah menjadi tujuan wisata yang lebih 'ramah keluarga'. VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com Ngobas: http://ngobas.com
  2. Beberapa sudut Kota Jakarta tetap saja "panas" dan berdenyut. Sebuah siklus sosial yang tetap hidup. Jakarta memang tak pernah "mati" dari kehidupan malam, terutama bagi mereka yang doyan dengan dunia hiburan dan perjudian. Datanglah ke Kabuki, Hotel Prinsen Park, Kawasan Lokasari di Jakarta Barat. Lalu, Pelangi dan Raja Kota di Jalan Hayam Wuruk, termasuk Raja Mas di Kawasan Glodok, Jakarta Barat. Siapa pun bisa gambling dan mengadu nasib di tempat usaha milik Rudi atau kalangan penjudi sering memanggilnya dengan sebutan Rudi Raja Mas. Cukup dengan menitipkan Rp 1 juta di pintu masuk sebagai deposit, pengunjung bisa terlibat dalam kegiatan di dalam. Pernah menonton film God of Gamblers? Persis begitulah suasana di dalamnya. Ada puluhan meja rolet, kasino, dan ratusan mesin mickey mouse. Puluhan pekerja, dan ada juga puluhan penjaga berbadan tegap dengan rambut potongan cepak. Kabarnya, dari tiga lokasi perjudian itu, Rudi bisa menyedot Rp 5 miliar dana segar per malam. Hitung saja kalau di dikalikan 30 hari. Maka, tak kurang dari Rp 150 miliar per bulan. Hatta, berjudi bukanlah hal yang sulit di Jakarta. Riwayatnnya memang sudah ada sejak zaman Belanda. Setelah Gubernur Ali Sadikin mengeluarkan izin judi pada pertengahan tahun 1967, berlombalah orang membuka bisnis yang menurut ajaran agama tergolong haram jadah. Ketika itu para penjudi alias junket sudah menghambur-hamburkan rupiah di beberapa lokasi perjudian. Misalnya di Petak IX, Copacobana, Jakarta Theatre, dan Lofto Fair Hailal. Muncullah beberapa pengusaha Indonesia keturunan Cina yang jadi primadona di bisnis ini. Sebut saja Yan Darmadi. Semasa Gubernur Ali Sadikin, Yan berhasil meraup Rp 1,5 miliar. Selain memiliki saham di empat lokasi perjudian tadi, Yan juga disebut-sebut membuka kasino di Surabaya pada tahun 1980. Konon, seperempat penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Buaya itu berasal dari Yan Darmadi. Tapi, kondisi tersebut tak lama bertahan. Setahun kemudian (1981), Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo mencabut kembali izin tersebut. Toh, jaringan mafia judi di Jakarta bukannya terputus, melainkan malah meluas ke seluruh Indonesia dalam konfigurasi Sembilan Naga. Jaringan ini mirip dengan Triad di Hong Kong dan Makau. Merekalah yang menguasai dan mengatur lokasi perjudian. Mereka membentuk satuan "pengamanan" yang mengikutsertakan jasa centeng amatir sampai jenderal profesional. Kini ada sedikitnya 44 lokasi perjudian di Jakarta (lihat tabel). Mulai dari kelas kakap hingga kelas teri. Dari yang terbuka, seperti toto gelap (togel), sampai yang tertutup (kasino dan rolet). Semua itu bertebaran di setiap sudut Jakarta. Sementara kota-kota besar lainnya, seperti Medan, Riau, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya dan Manado, juga tak kalah gesit. Menurut mantan raja judi Anton Medan, tempat bermain judi terbesar di Jakarta kini ada di Gedung ITC Mangga Dua, Jakarta Barat. Di situ, beberapa bandar besar seperti Tomy Winata, Engsan, Yasmin, Chandra dan David berkolaborasi membangun usaha dan jaringan. Baik untuk wilayah Jakarta maupun seluruh Indonesia. Termasuk pengaturan upeti bagi sejumlah oknum pejabat tinggi TNI, Polri, Pemda DKI, ormas pemuda dan kemasyarakatan, serta wartawan. Dari lokasi itu, para bandar bisa meraup Rp 10 miliar-Rp 15 miliar per malam. Setelah dipotong modal pemilik saham, sisanya di bagikan ke seluruh jaringan pengamanan tadi. Ada yang per sepuluh hari, per bulan, atau per minggu. Untuk Jakarta, ada sejumlah nama dan kawasan perjudian potensial yang bisa disebut sebagai jaringan "Sembilan Naga" tadi. Selain Tomy Winata, Engsan, Yasmin dan David, masih ada Apow, pemilik rumah judi mickey mouse (MM) di Pancoran (Glodok), Jalan Boulevard (Kelapa Gading), Kasturi di Mangga Besar, Ruko Blok A di Green Garden serta di Jalan Kejayaan, Jakarta Barat. Nah, dari tiga lokasi itu, ia minimal meraup Rp 2 miliar setiap malam. Di beberapa lokasi lain, Apow juga membangun jaringan usaha sejenis dengan Juhua dan Ali Oan di Asemka, Jakarta Barat, serta di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Setingkat Apow, ada Rudi Raja Mas. Nah, taipan ini tergolong hoki. Lokasi kasino, rolet serta MM-nya terletak di Stadium dan Pelangi di Kawasan Hayam Wuruk. Kabuki Hotel Prinsen Park di Lokasari, Jakarta Barat, serta di Jalan Kunir, Jakarta Utara, termasuk yang di Pulau Ayer, juga mulai membawa keuntungan besar baginya. Kabarnya, dari semua itu, ia bisa menarik Rp 10 miliar per malam. Rudi tak sendirian. Untuk usaha di Pulau Ayer misalnya, ia menggaet Haston, Arief, Cocong, Edi P. dan Umar. Sementara untuk lokasi di kompleks perjudian kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Rudi bekerja sama dengan Tomy Winata, Arief, dan Cocong. Dibandingkan dengan lokasi perjudian lain di Jakarta, gedung berlantai dua di Jalan Kunir I ini relatif agak sulit ditembus, terutama bagi mereka yang belum akrab dengan "kaki tangan" pemilik lokasi itu. Selain ditutup dengan pagar seng, tempat usaha itu juga dikawal puluhan tukang pukul. Nah, dari sejumlah lokasi perjudian yang ditelusuri FORUM, permainan kasino memang relatif banyak diminati penjudi. Permainan ini menggunakan piringan berlubang-lubang kecil yang dapat diputar dan dilengkapi dengan sebuah bola kecil. Setiap pemain memasang koin di meja berangka 0-38, yang terbagi dalam tiga bagian berdasarkan kelipatan bayarannya. Bagi pemilik koin yang angkanya sama dengan tempat bola, ialah sang pemenang. Selain jaringan "Sembilan Naga" yang bermarkas di Jakarta tadi, di pentas judi nasional ada beberapa nama lainnya yang juga termasuk dalam jaringan tersebut. Misalnya Wang Ang (Bandung), Pepen (Manado), Dedi Handoko (Batam, Tanjung Pinang dan sekitarnya), Jhoni F. (Surabaya), Olo Panggabean (Medan dan Aceh), dan Firman (Semarang). "Mereka inilah yang menguasai jaringan mafia judi di beberapa titik di Indonesia. Bahkan, kabarnya sudah masuk dalam jaringan mafia judi Hong Kong dan Singapura," kata sumber FORUM di Markas Besar Polri. Pasar Atom, Andika Plaza, dan Darmo Park merupakan daerah perjudian elite di Kota Surabaya. Jenisnya kasino dan bola tangkas. Tapi, tak semua orang bisa masuk ke arena itu karena dijaga ekstra ketat. Salah satunya dengan memakai sistem "kartu anggota". Selain Jhoni F., kabarnya YE alias W, yang dulu tak aktif, kini kambuh lagi. Malah, ia kembali menjalin hubungan dengan Rudi Raja Mas dan Chandra di Jakarta. Rata-rata per bulannya, omzet yang masuk minimal mencapai Rp 5 miliar. Sementara di beberapa kota besar di Sumatra, seperti Medan, Pekanbaru, Palembang dan Jambi, judi buntut sudah beroperasi selama puluhan tahun tanpa hambatan berarti dari aparat keamanan. Di Medan, misalnya, bisnis yang paling terkenal adalah kupon togel Singapura serta permainan judi KIM yang dikelola Olo Panggabean. Mereka mengedarkan kupon-kupon melalui agen setiap Senin, Kamis, Sabtu dan Minggu. Dalam sekali putaran, Olo kabarnya menerima bersih sekitar Rp 2 miliar. Operasi mereka berjalan lancar-lancar saja. Kalau pun ada gertakan dari pemerintah, biasanya tak lama kemudian akan "aman" lagi. Pernah sekali waktu, para bandar judi sempat kaget ketika pada Mei 2000, Preiden Abdurrahman Wahid--waktu itu masih berkuasa--menuding Tomy Winata sebagai dalang judi di atas kapal pesiar. Namun belakangan tudingan itu ditarik melalui Jaksa Agung Marzuki Darusman. Pemilik kapal itu, kata Marzuki, adalah Rudi Susanto. Ialah kabarnya yang menggelar perjudian di atas kapal pesiar di lepas pantai teluk Jakarta yang menghebohkan itu. Sumber FORUM menyebutkan, sekali berlabuh, usaha Rudi Susanto tadi bisa mencetak duit sedikitnya Rp 500 miliar bersih. Sayangnya, banjir rupiah yang didapat para bandar judi seperti Rudi Susanto dan kawan-kawannya, jarang sekali disimpan di Indonesia. "Setelah itu, mereka beli dolar dan langsung mentransfer ke salah satu bank asing di luar negeri," kata sumber FORUM di Bursa Efek Jakarta. Maraknya praktek perjudian di Indonesia tentu tak terlepas dari sebuah riwayat hitam bangsa ini. Apiang Jinggo alias Yan Darmadi adalah pemilik Peta Sembilan dan Kopabana, dan boleh dibilang sebagai raja judi pertama (era Orde Lama). Apiang memang sempat berkibar beberapa tahun, saat Ali Sadikin melegalkan judi di Jakarta. Namun, setelah keluar kebijakan pemerintah yang melarang judi, bisnisnya kabarnya sempoyongan. Tapi, kondisi itu tak berlangsung lama. Meski ada larangan, operasi bawah tanah tetap saja jalan. Nah, generasi kedua, diwarisi Robert Siantar dan Abah. Sedangkan Sie Hong Lie, Liem Engsan alias Hasan, Apyang alias Atang Latif, serta mendiang Nyo Beng Seng alias Darmansyah, termasuk Anton Medan sendiri, adalah generasi ketiga. "Waktu itu saya menguasai tujuh lokasi di Jakarta. Sisanya di Batam, Jambi dan Medan," kata Anton Medan. Sedangkan Tomy Winata, Rudi Raja Mas, dan sederet nama lainnya tadi adalah pewaris generasi keempat. Di luar nama-nama tadi, masih ada tokoh lain yang beroperasi sampai ke mancanegara. Sebut saja Sie Hong Lie, ia memiliki usaha judi Lotere Phom Penh di Kamboja. Juga peternakan, pacuan kuda, serta bukit timah di Singapura dan Penang, Malaysia. Selain itu, ia memiliki dua kapal pesiar, Delfin Star dan Lido Star, yang bermarkas di Singapura. Ada lagi nama Apyang, selain mengelola judi di Chrismast Island, Australia, bersama Robby Sumampouw, ia juga membuka bank, properti, dan hotel di Jakarta. Sementara mendiang Nyo Beng Seng punya jaringan judi di Genting Highland (Malaysia), Las Vegas (AS), Macau dan Perth, Australia. Usaha di Indonesia adalah perusahaan rekaman Irama Tara. Mengapa mereka bisa begitu aman dan kuat? Menurut Anton Medan, semua itu tak terlepas dari jaringan pengamanan alias beking yang dibangun. Biasanya, setiap pergantian pucuk pemimpin TNI, Polri atau Gubernur DKI, para gembong itu kerap mencari jalan masuk sebagai partner. Maklum sajalah, sebagai pemimpin, tentu mereka membutuhkan dana operasional yang tak sedikit. Nah, pundi yang paling aman dan sulit terlacak adalah dari sektor 303 ini. Uang yang mirip-mirip dana nonbudgeter bagi para pemimpin TNI, Polri, Pemda DKI, tokoh ormas dan OKP, termasuk wartawan, itu justru ada di bandar 303 ini. Akses ke para petinggi itu tidaklah sulit. Sebab, begitu ada sinyal mau dipromosikan sebagai salah satu petinggi, para bandar itu langsung mengirimkan kurir sebagai salam perkenalan. Hubungan itu terus terjalin secara alamiah pula. "Makanya, mustahil kalau ada jenderal yang bilang tak pernah makan duit judi," kata Anton. Upeti yang disalurkan juga tergolong tak sedikit. Untuk oknum perwira tinggi TNI dan Polri misalnya, perbulan Rp 15 miliar. Sementara setingkat di bawahnya Rp 10 miliar. Turun ke bawahnya lagi, Rp 5 miliar. Begitulah seterusnya. "Itu belum termasuk permohonan bantuan dalam bentuk barang seperti mobil dan komputer," ujar sumber di Mabes Polri. Begitu juga dengan pejabat tinggi di Pemda DKI Jakarta. Masih menurut Anton, upetinya bisa Rp 10 miliar per bulan. Sementara Ketua OKP dan ormas, berkisar Rp 200-500 juta per bulan. "Yang berat itu kan dari kalangan aparat. Mulai dari Polsek dan Koramil hingga jenderal. Dana operasionalnya lumayan besar," kata salah seorang bandar kepada FORUM. Makanya, unjuk rasa masyarakat antijudi tak pernah disambut selayaknya. Maka jangan pernah mimpi, masalah judi tuntas. Yang perlu dicermati Pemerintahan Megawati sebenarnya ialah, menegosiasikan Judi dengan tokoh agama. Daripada hasil judi masuk mulut setan-setan backing judi tadi (cukong, preman dan jenderal korup sebaiknya JUDI dilegalkan saja di Indonesia) Agar pemerintah mendapat tambahan income tak kunjung kering yg dapat membangun fasilitas sosial yang digunakan bagi kepentingan rakyat banyak khususnya yg miskin. Kita tahu, semua orang ingin matinya masuk sorga. Nah yang tidak ingin masuk sorga silahkan main judi. Gampang kan?
  3. Memang kalau kita memikirkan kota apa yang paling besar dalam perjudian, Las Vegas pasti merupakan salah satu yang keluar dalam pikiran setiap orang. Namun ternyata jika dilihat lebih jauh, kota di Amerika Serikat itu bukanlah salah satunya tempat perjudian terbesar di bumi ini. About Us. MemberJudi – Karena ternyata dalam catatan Fakta, Masih banyak negara yang menjadi lokasi perjudian besar namun sama sekali tidak pernah masuk sebagai kandidat dalam pikiran masyarakat luas kebanyakan. Dibawah ini adalah urutan tempat perjudian terbesar didunia (Diurutkan Dari Yang Terbawah) 10. Spanyol Spain Casino Rata-rata kalah taruhan: USS418 (Rp3,76 juta) per satu orang dewasa Perjudian di Spanyol telah dilegalisasikan sejak tahun 1977 dan permainan judi melalui mesin menyusul pada 1981. Penduduk Spanyol memang terkenal suka bertaruh untuk segala hal, mulai dari sepakbola, kartu, hingga lotere. Permainan lotere yang terkenal di negara ini adalah Lotere Natal Spanyol yang dikenal dengan nama El Gordo atau The Fat One, lotere tersebut adalah salah-satunya undian lotere di dunia dengan hadiah terbesar yaitu mencapat USS1 Miliar atau setara engan Rp9 triliun. Bisnis lotere yang dilakukan Loterias y Apuestas del Estado telah memperoleh pendapatan sekitar US$10 miliar Euro atau USS14,4 miliar (Rp129,6 triliun) pada tahun lalu. IBCBET. 9. Yunani Greece Casino Rata-rata kalah taruhan: USS420 (Rp3,78 juta) per orang dewasa. Negara Yunani memang memiliki legenda cerita tentang pejudi terkenal Nicholas “Nick the Greek” Dandolos. Namun sayangnya Dandolos mati sebagai orang miskin pada usia 83 di tahun 1966, setelah kehilangan uang kemenangannya yang ditaksir mencapai USS500 juta (Rp4,5 triliun) pada tahun 2009. 9NagaTangkas. Lotere menjadi salah-satu perjudian terfavorit di Yunani, Pada tahun 2010 permainan lotere yang bernama Joker telah mencatatkan hadiah jackpot terbesar yaitu 19 juta Euro. Jangan salah negara Olympia ini juga ternyata memiliki perusahaan perjudian terbesar di Eropa yang bernama OPAP dengan kapitalisasi pasar mencapai 4,1 miliar Euro. Upaya privatisasi perusahaan ini rencananya dilakukan pada 2012 dan diharapkan bisa membantu pemerintah membayar sebagian utang negara. 8. Norwegia Norwegia Casino Rata-rata kalah taruhan: USS448 (Rp4,03 juta) per orang dewasa Lotto, kartu gosok, mesin poker, dan taruhan sepakbola adalah beberapa permainan judi favorit yang digemari masyarakat Norwegia. Dalam sebuah survei lapangan yang dilakukan pemerintah pada tahun 2008, sebanyak 88 persen masyarakat Norwegia mengaku menjadi penjudi seumur hidup. Hasil survei juga menemukan fakta bahwa proses kecanduan judi terjadi pada generasi muda yang sebelumnya pernah bermain permainan judi mesin. SBOBET. Fakta itu tidak nampaknya membuat pemerintah berupaya untuk mengurangi aktifitas perjudian masyarakat. Pemerintah Norwegia pernah berusaha mengurangi mesin poket menjadi 10 ribu unit dari sebelumnya 22.700 unit pada Juli 2007. Upaya tersebut tampaknya terbuang sia-sia karena tidak mengurangi kecanduan masyarakat Norwegia dalam berjudi. Banyak warga yang beralih ke permainan judi online sehingga memaksa pemerintah memblokir atau menyaring operasional perjudian online. 7. Hongkong Hongkong Casino Rata-rata kalah taruhan: USS503 (Rp4,53 juta)per orang dewasa Perjudian memang termasuk praktik yang melanggar hukum dalam daratan Hongkong. Namun, tempat perjudian terbesar, Macau, menjadi tempat untuk menyalurkan kebiasan berjudi masyarakat dan bisa ditempuh hanya dengan perjalanan selama 1 jam. Pada kuartal I-2011, tercatat sudah setengah juta masyarakat Hongkong mengunjungi Macau. Dalam negara Hongkong, perjudian berupa balap kuda, lotere, dan taruhan sepakbola merupakan bentuk perjudian yang diperbolehkan pemerintah setempat. Tak mengherankan, The Hongkong Jockey Club yang menggelar 700 jadwal pertandingan setiap tahun mampu meraup pendapatan dari lotere dan taruhan hingga USS2,7 miliar (Rp24,3 triliun). Kebiasaan berjudi memang sudah melekat sejak lama dalam masyarakat Hongkong. Berdasarkan penelitian kesehatan yang dilakukan University of Calgary, 1 dari 20 warga Hongkong mengalami kelainan akibat perjudian (gambling disorder). Survei lain dari Hong Kong-based Caritas Addicted Gamblers Counseling Centre menemukan, dari 1.040 pelajar Hongkong yang diwawancara, lebih dari setengahnya sudah diperkenalkan dengan dunia perjudian oleh orangtuanya. Dan 41 persen diantaranya memulai berjudi pada usia 6 tahun. Perusahaan perjudian milik negara, Norsk Tipping yang bangkrut karena melanggar aturan Kementerian Kebudayaan dan persoalan gereja tahun lalu menghasilkan pendapatan USS2,1 miliar (Rp18,9 triliun). 6. Italia Italia Casino Rata-rata kalah taruhan: USS517 (Rp4,65 juta) per orang dewasa Aktivitas berjudi favorit masyarakat Italia adalah permainan elektronik seperti mesin poker. Berdasarkan studi pada tahun 2010 yang dilakukan lembaga konsultan bisnis dan strategi MAG Consulenti Associati, permainan games elektronik menyumbang hampir setengah dari total pendapatan Italia dari perjudian selama semester 1 -2010. Pada periode itu, pendapatan permainan judi mencapai USS22 miliar (Rp198 triliun). Italia juga terkenal sebagai negara yang menemukan permainan judi Baccarat, serta membuka kasino milik pemerintah yang pertama di Eropa, pada tahun 1638, bernama The Ridotto, berlokasi di Venice. Namun, pemerintah Venesia akhirnya memutuskan menutup kasino tersebut pada 1774 sebagai upaya untuk menciptakan kota yang saleh, berdisiplin, dan berperilaku moderat 5. Finlandia Casino Helsinki Rata-rata kalah taruhan: USS553 (Rp4,98 juta) per orang dewasa Berdasarkan penelitian yang dilakukan kementerian urusan sosial dan kesehatan Finlandia tahun 2007, sebesar 41 persen orang dewasa di negara tersebut berjudi setiap pekannya. Batas usia minimal masyarakat yang boleh bermain poker mesin sendiri sudah dinaikan dari 15 tahun menjadi 18 tahun pada Juli 2011. Akan tetapi, kebiasaan itu bukanlah satu-satunya yang dimiliki oleh masyarakat Finlandia ketika berurusan dengan perjudian. Perusahaan perjudian nasional milik pemerintah, Veikkaus, sepenuhnya dijalankan oleh Kementerian pendidikan. Sebagian besar keuntungan dari bisnis ini dialokasikan untuk pendidikan, seni, dan kebudayaan. Perusahaan perjudian yang bergerak di bidang internet, The Paf Group of Finland, memiliki skema imbalan menarik bagi konsumen yang loyal. Jika anda menghabiskan minimal 120 Euro atau USS171,40 (Rp1,54 juta) dan terbukti secara medis mengidap kecanduan berjudi, perusahaan akan menyediakan fasilitas terapi gratis selama 10 kali senilai 2.300 Euro atau US$3.284 (Rp29,56 juta) 4. Kanada Casino Windsor Rata-rata kalah taruhan: USS568 (Rp5,11 juta) per orang dewasa Tahun lalu, lebih dari 75 persen masyarakat dewasa Kanada berjudi menggunakan berbagai jenis bentuk perjudian. Penjudi terbesar berasal dari provinsi Saskatchewan, dimana rata-rata pendapatan dari perjudian per orang mencapai USS841 (Rp7,57 juta) , lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar USS527 (Rp4,74 juta). Jenis perjudian yang banyak disukai masyarakat Kanada adalah lotere, csratch, dan Kartu Kemenangan (win Card). Kecintaan masyarakat Kanada pada permainan lotere membuat pemerintah setempat membuat inisiatif untuk meningkatkan kewaspadaaan bahwa pemberian tiket untuk masyarakt kecil adalah tidak sopan. Usulan ini muncul setelah banyak kritik mengenai orang tua yang memberikan hadiah natal yang didalamnya termasuk tiket lotere. 3. Irlandia Big-Fitzgeralds Rata-rata kalah taruhan: USS588 (Rp5,29 juta) per orang dewasa Industri kasino di Irlandia saat ini sepenuhnya dilarang setelah munculnya aturan larangan permainan perjudian dan lotere pada tahun 1956. Hukum setempat hanya menyarankan anggota klub bonafit yang bisa menyediakan fasilitas kasino. Dibawah undang-undang yang baru, taruhan melalui mesin permainan tidak boleh lebih dari 6 penny (sen Inggris) sedangkan hadiah dibatasi sebesar 10 penny. Tak mengherankan, undang-undang itu tidak bisa ditegakkan dan kini pemerintah setempat sedang menyusun legislasi yang baru. Pemerintah Irlandia telah memberikan lampu hijau untuk pembangunan komplek peristirahan dan olahraga yang mencontek gaya Las Vegas di Tipperary. Untuk pembangunan komplek ini dibutuhkan anggaran sebesar 460 juta Euro atau USS668 juta (Rp6,01 triliun) Dengan rencana pembangunan selama 3 tahun, gedung ini akan dilengkapi oleh hotel, kasino, lapangan golf, arena balap dengan berbagai cuaca, serta replika gedung putih AS. 2. Singapura Singapore Casino Rata-rata kalah taruhan: USS1.174 (Rp10,57 juta) per orang dewasa Singapura memang baru membuka kawasan perjudian lebih lambat dibandingkan negara lain. Namun, kawasan itu kini menjadi areal perjudian terbesar ketiga setelah Macau dan Las Vegas dan bakal menggusur posisi Las Vegas pada tahun ini. Keputusan mendirikan pusat kasino di pusat kota Singapura sempat memunculkan kekhawatiran bahwa masyarakat Singapura akan terjebak pada kebiasan berjudi. Untuk menangkal hal itu, pemerintah telah membuat peraturan pengenaan biaya masuk sebesar 100 dolar Singapura atau USS80,50 (Rp724.500) bagi masyarakat lokal. Otoritas setempat juga telah mengimplementasikan ketentuan Family Exclusion Order, yang mempersilahkan sebuah keluarga untuk menolak kerabat yang akan mengunjungi Kasino. Namun penanganan tersebut tidak lantas menurunkan minat masyarakat untuk berjudi. Presiden Asosiasi Perjudian Amerika (American Gaming Association) Frank Fahrenkopf memperkirakan perjudian di Singapura bakal mencetak pendapatan sebesar USS6,4 miliar (Rp57,6 triliun) pada tahun 2011 atau melampaui Las Vegas yang mencetak pendapatan tahun 2010 sebesat US$5,8 miliar (Rp52,2 triliun). Negara nomor satu dengan aktifitas judi terbesar adalah !! 1. Australia Australia Casino Crown Rata-rata kalah taruhan: USS1.288 (Rp11,59 juta) per orang dewasa Memang mungkin diantara anda tak ada yang mengira jika Australia menjadi negara yang sangat menggilai perjudian, Sampai-sampai sebuah perusahaan perjudian di Australia menawarkan taruhan mengenai, apakah suku bunga bank sentral akan dinaikan atau tidak. Selain itu, Australia juga merupakan satu-satunya negara di dunia yang membolehkan taruhan pada cabang olahraga, Namun uniknya mereka mencegah penjudi menggunakan internet untuk berjudi secara online ketika pertandingan tengah berlangsung. Namun, ketentuan ini kemungkinan akan segera dihapus setelah pemerintah setuju untuk mengkaji kembali ketentuan yang ada setelah lobi intensif dari lembaga olahraga. Mesin poker, yang dikenal dengan nama Pokies, merupakan jenis permainan judi paling favorit di Australia. Menurut komisi produktivitas setempat, permainan ini telah menyebabkan 70-80 persen masyarakat disana terkena kecanduan. Negara bagian New South Wales tercatat memiliki 100 ribu mesin poker atau setengah dari total Australia. Berdasarkan instansi yang menangani minuman keras, permainan, dan balapan setempat, sebanyak 935 penjudi meminta untuk ditolak jika mendatangani kasino antara tahun 2006-2010, namun mereka tertangkap sebanyak 1.249 kali setelah melanggar larangan yang mereka buat sendiri.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy