Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'jogja'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Penerjun payung wanita bernama Wica Milanti Ayuningtyas (24) meninggal dunia. Ajang tahunan Jogja Air Show yang digelar di Pantai Depok, Bantul Yogyakarta, 25-27 Maret 2016 memakan korban. Sabtu (26/3), seorang penerjun payung wanita bernama Wica Milanti Ayuningtyas (24) meninggal dunia di Rumah Sakit Harjolukito setelah sebelumnya gagal mendarat di tempat yang disediakan dan mendarat di laut. Wica yang beratraksi bersama puluhan penerjun payung lainnya pada Sabtu pagi pukul 08.00 WIB. Saat kejadian sebelum mencapai titik pendaratan, tiba-tiba parasut yang membawa Wica malah mengarah ke arah laut, 100 meter dari titik pendaratan yang disediakan. Tim SAR yang melakukan pertolongan kemudian memberikan perawatan pertama di Pos Medis yang disediakan panitia acara. Korban yang merupakan anak dari petugas di Rumah Sakit Angkatan Udara Harjolukito kemudian dirujuk ke Klinik Rahma Husada, Bantul sebelum dibawa ke RSAU Harjolukito. Juru Bicara Landasan Udara Adi Sucipto, Mayor Sus Giyanto membenarkan adanya insiden yang menewaskan peserta Jogja Air Show tersebut. "Jenazah almarhum Wica Milanti Ayuningtyas, sekarang dalam proses perawatan, rencana akan dimakamkan esok hari, sementara kita tunggu proses keterangan Danlanud, ada perkembangan kita laporkan," tulis Mayor Sus lewat pesan singkat kepada awak media. Belum ada keterangan resmi mengenai kelanjutan Jogja Air Show yang masih menyisakan sehari lagi.
  2. Di daerah Joglosemar (Yogyakarta, Solo, dan Semarang), Candi Borobudur ada di tengah sebagai magnet (untuk menarik wisatawan) Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko berharap konsep Great Yogyakarta diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan paket wisata Great Yogyakarta yang ditawarkan untuk para wisatawan. "Di daerah Joglosemar (Yogyakarta, Solo, dan Semarang), Candi Borobudur ada di tengah sebagai magnet (untuk menarik wisatawan)," kata Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Lailly Prihatiningtyas usai acara pembukaan Jogja Travel Mart 2015 di Candi Ratu Boko, Yogyakarta, Minggu (23/8/2015) malam. Ia mengatakan konsep Great Yogyakarta harus dianggap sebagai satu kesatuan. Ia beralasan dengan Candi Borobudur sebagai magnet, tiga daerah yaitu Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Solo dapat terkena imbas dampak kunjungan wisatawan. "Kita sudah punya kesamaan visi dalam mengembangkan pariwisata. Sesuai yang dicanangkan dinas pariwisata Yogyakarta. Fokusnya Borobudur sebagai magnet," katanya. Lailly menjelaskan arah pengembangan kawasan Candi Borobudur yaitu budaya sebagai daya tarik bagi wisatawan. Ia memposisikan Borobudur sebagai "Center of Knowlegde" bagi para wisatawan agar lebih lama tinggal di sekitar Candi Borobudur. "Kalau (wisatawan) suka Borobudur nanti bisa berhari-hari tinggal. Saya sendiri belajar dua tahun belum selesai," katanya. Sebelumnya, Lailly mengatakan target kunjungan Candi Borobudur pada tahun 2015 adalah sebanyak 3,6 juta. Ia juga mengatakan hingga pertengahan tahun 2015, sekitar 240 ribu wisatawan mancanegara mengunjungi Taman Wisata Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
  3. Biar anda yg menilai mana yg salah dan yg mana yg benar, lihat video di bawah:
  4. Blusukan ke Jogja memang tak akan pernah ada habisnya. Tak melulu menjelajah kotanya, kamu juga bisa bertandang ke kabupaten-kabupaten lain di daerah istimewa yang menyimpan beragam potensi ini. Yup, kuliner lokal adalah salah satu yang tak boleh kamu lewatkan. Meski dikenal karena gudeg dan bakpia, Jogja ternyata punya ragam kuliner tak biasa yang sudah pasti menggugah selera. Mulai dari serangga hingga mamalia, kuliner ekstrem macam ini bisa kamu temui di Jogja. Nah, mau tahu makanan apa saja yang bisa kamu cicipi di sana? Simak artikel ini, yuk! 1. Nikmati Gurihnya Sate Kuda Gondolayu yang Bisa Kamu Temukan di Timur Area Tugu Yogyakarta Seporsi nasi hangat, sate kuda, dan lalapannya yang begitu menggoda Warung Sate Kuda Gondolayu terletak di pusat kota Jogja dan sangat mudah dijangkau. Bila kamu biasa jalan-jalan di area Tugu Yogyakarta, berjalanlah sedikit ke arah Timur. Maka, kamu akan menemukan sebuah jembatan dengan plang nama “Sate Kuda Gondolayu”. Kelezatan sate kuda ini memang sudah tersohor. Bahkan, beberapa orang terkenal seperti Bondan Winarno, Bambang Pamungkas, dan Ade Rai pun pernah mampir ke warung sederhana ini. Tekstur daging kuda mirip dengan daging sapi dan tidak alot. Dari segi kesehatan, sate kuda juga aman dikonsumsi bagi mereka yang memiliki tensi tinggi lantaran daging kuda cenderung bebas lemak. 2. Rasakan Renyah dan Gurihnya Walang Goreng Khas Gunung Kidul Walang goreng yang mirip udang goreng Dalam bahasa Jawa, “walang” berarti belalang. Ya, kebiasaan menyantap belalang memang bukan hanya terjadi di Thailand saja. Masyarakat asli Gunung Kidul pun melakoni hal yang sama. Di sepanjang jalan menuju area wisata di Gunung Kidul, banyak pedagang menjajakan kuliner ini. Belalah biasanya dijadikan oleh-oleh bagi pelancong asal luar Jogja. Soal rasa? Jangan salah! walang goreng memiliki rasa yang mirip dengan udang. Sayangnya, kamu yang memang memiliki alergi terhadap udang, tidak diperkenankan menyantap kuliner bercita rasa gurih dan renyah ini. Dan jika ingin menjadikan walang goreng sebagai oleh-oleh, kini banyak penjaja walang yang telah menyediakan kudapan ini dalam kemasan toples, lho! 3. Lezatnya Mangut Welut Bu Surani dan Segarnya Sambel Welut Pak Sabar Jelas Tak Boleh Kamu Lewatkan Sambel welut Pak Sabar yang menggugah selera. Kuliner welut, atau belut dalam Bahasa Indonesia, memang sudah lekat dengan masyarakat Jogja. Belut sendiri masih banyak ditemui di daerah Bantul dan Sleman, yang notabene masih memiliki lahan persawahan yang luas. Sebut saja Mangut Welut Bu Surani yang terletak di daerah Godean, Sleman. Mangut Welut Bu Surani buka mulai sore sampai malam hari. Seporsi mangut welut yang kamu pesan terdiri dari nasi putih, belut dengan kuah santan, dan krecek yang begitu lezat. Meski kelihatannya sederhana, namun Sri Sultan Hamengku Buwana IX kabarnya kerap menyambangi warung ini sejak tahun 1947 silam. Berbeda dengan mangut welut Bu Surani, Warung Sambel Welut Pak Sabar di Bantul justru menyajikan belut dengan mode menu lesehan. Menu belut yang disediakan adalah sambel belut, belut goreng, dan oseng belut. Sambel belut yang jadi primadona di warung ini diolah bersama cabai rawit, parutan kelapa, dan kencur. Semuanya dijadikan satu dan diuleg sehingga selain pedas, rasa segar muncul karena perpaduan kencur dalam olahan ini. Akan semakin nikmat karena sajian ini juga dipadukan dengan rebusan daun singkong. 4. Aneka Olahan Sidat di Warung Bu Is Tak Hanya Nikmat, Tapi Juga Sehat dan Tergolong Penganan Langka Menu olahan Warung Bu Is, rica-rica sidat. Sidat hampir mirip dengan belut. Namun, sidat memiliki bentuk tubuh yang lebih panjang dan bahkan bisa mencapai satu meter. Tidak seperti di Korea atau Jepang yang terbiasa makan unagi, sidat masih merupakan makanan yang ekstrim dan terbilang langka di Indonesia. Nah, Warung Bu Is menyediakan aneka olahan sidat, seperti rica – rica sidat, sidat goreng, mangut sidat, dan sidat kukus. Harga sidat yang kaya protein, vitamin D, vitamin E, dan asam amino ini, dibanderol Rp 25.000,00. Mungkin kelihatannya agak mahal ya, namun harga ini setara dengan kelangkaan dan nikmatnya panganan sidat yang kamu santap. Buat kamu yang ingin mencoba, bisa langsung meluncur ke Warung Bu Is di Jl. P. Purboyo, Kios Warak No.1, Sumberadi, Mlati, Sleman. 5. Saat Bervakansi Ke Jogja, Menu Sate Landak di Warung Ibu Nur Ika Bisa Kamu Nikmati Kelezatannya Sate Landak Sate landak dan pelengkapnya Siapa sangka hewan landak yang berduri, memiliki daging yang empuk? Warung Sate Landak Ibu Nur Ika adalah buktinya. Warung sate landak yang terletak di Jalan Magelang km 9 ini tak hanya menyajikan menu sate. Olahan landak lainnya seperti sate hati, rica-rica landak, dan rica-rica buntut juga tersedia. Kamu pun cukup merogoh kocek mulai sekitar Rp 15.000,00. Meski belum dikenal luas, daging landak sebenarnya memiliki segudang manfaat. Dagingnya berguna untuk obat asma dan penyakit hati. Selain itu, konon daging landak juga mampu meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh. Penderita kolesterol pun tak perlu ragu menyantap sate landak, karena kadar kolesterol pada landak terbilang rendah. 6. Jangan Ragu Menjajal Menu Kepompong Ulat Goreng yang Kaya Protein di Warung Lesehan Pari Gogo Kepompong ulat daun jati goreng, kaya protein. Kepompong ulat daun jati goreng, kaya protein. Apabila kamu berjalan-jalan ke Gunung Kidul, sempatkanlah bertandang ke Warung Lesehan Pari Gogo. Warung yang dahulu bernama Warung Mbah Jirak ini menyediakan kepompong ulat goreng. Kabarnya, kelezatan kepompong ulat goreng ini berhasil membuat Sri Sultan menjadi pelanggan tetap di warung ini lho! Kepompong ulat dalam olahan ini bukanlah sembarang kepompong. Kepompong yang digunakan adalah kepompong dari pohon jati. Sama seperti belalang, kepompong goreng merupakan makanan tradisional masyarakat Gunung Kidul. Keduanya sama-sama muncul di musim hujan dan bisa mengakibatkan alergi bagi mereka yang tak biasa menyantapnya. Nah, dari sekian deretan kuliner tak biasa asal Jogja ini, mana saja yang pernah kamu coba?
  5. Kuliah di Jogja identik dengan kuliah di UGM, berkonvoi ramai-ramai bareng teman satu jurusan atau satu organisasi ke pantai atau makrab ke kaliurang. Itu merupakan sedikit gambaran bagaimana rasanya menjadi mahasiswa di kota Yogyakarta, baik itu mahasiswa perantauan atau asli Jogja hampir semua memiliki kesamaan dalam setiap aktivitas yang pernah mereka lakukan selama masa-masa kuliah, kalau menurut saya tulisan mengenai 123 Fakta Unik Mahasiswa Jogja dari bang ariesadhar ini sangat menyentuh sekali, bikin kita tertawa sendiri kalau ingat hal-hal yang disebutin. Kalau kamu mahasiswa jogja atau calon mahasiswa Jogja wajib baca artikel ini. 1. Mahasiswa Jogja adalah lulusan sekolah menengah (ya iyalah!) 2. Mahasiswa Jogja justru lebih banyak yang tinggal dan kuliah di Sleman 3. Atau Bantul 4. Dan tetap ngaku-ngaku kuliah di Jogja! 5. Sebagian mahasiswa Jogja adalah perantauan 6. Baik itu merantau dari Muntilan 7. Atau Sintang 8. Atau bahkan dari Merauke 9. Hingga Filipina 10. Sebagian mahasiswa Jogja yang perantauan adalah lulusan SMA-SMA yang juga ada di Jogja 11. Jadi intinya mereka merantau sejak SMA 12. Pada intinya mereka gagal move on 13. Tak bisa ke lain kota 14. Mahasiswa Jogja yang perantauan umumnya mudik waktu libur semester 15. Atau pada libur lebaran 16. Kecuali mahasiswa yang kere (kayak saya dulu) 17. Makanya, kalau libur lebaran, daerah kampus sepi nyenyet 18. Padahal Malioboro macet total 19. Sebagian mahasiswa Jogja datang tanpa pengetahuan bahasa Jawa 20. Jenis mahasiswa yang ini adalah korban jebakan betmen boso jowo 21. Semisal, “Kulo segaw*n” 22. Atau, “Ayo, k*nt*” 23. Sebagian mahasiswa Jogja tempoe doeloe pernah ke lantai atas gedung perpus UGM, cuma mau kirim-kirim salam di Swaragama 24. Atau SMS kirim-kirim salam ke Geronimo 25. Mahasiswa Jogja pasti familar dengan soundtrack acara memori di Yasika 26. Dan juga tagline GCD FM Bukit Pathuk Gunungkidul, radio yang sebaiknya anda tahu! Ting tung ting tung! 27. Harap maklum, hanya punya radio sebagai hiburan di kos-kosan28. Sebagian kecil mahasiswa Jogja yang perantauan tinggal di rumah saudaranya 29. Sebagian besarnya kos 30. Ada yang juga di asrama 31. Yang jelas nggak ada yang nginep di hotel 32. Oh, kecuali yang mahasiswa S2 ya! 33. Sisanya, tentu saja asli Jogja 34. Yang asli Jogja umumnya pernah tidur siang di kos-kosan temannya 35. Atau nginep 36. Yang ngekos pernah numpang makan di rumah temannya 37. Atau numpang tidur 38. Ehm, selain di kos-kosan teman, kadang-kadang juga di kos-kosan pacar 39. Bisa dilihat dari hadirnya sandal wanita di kos pria 40. Dan sandal pria di kos wanita 41. *kenyataan memang kadang bikin geleng-geleng* 42. Belum sah jadi mahasiswa Jogja kalau belum pulang dinihari 43. Dengan alasan, “dolan!” 44. Mahasiswa Jogja pasti pernah makrab di Kaliurang 45. Atau sekitar Kalikuning 46. Ya pokoknya ngadem di kaki Merapi47. Mahasiswa Jogja pernah ke pantai 48. Biasanya sih naik motor rame-rame 49. Mahasiswa Jogja pasti tahu Terban 50. Dan juga Shopping 51. Atau setidaknya Toko Buku Social Agency 52. Yang nggak pernah ke 3 tempat itu, pasti anak horangkayah53. Mahasiswa Jogja pasti pernah ke Sunday Morning 54. Kalau nggak? Nggak gaul 55. Padahal cuma ngeceng doang56. Mahasiswa Jogja, utamanya yang lelaki, pasti pernah ke burjo 57. Bahkan kenal dengan Aa burjonya 58. Kadang malah punya nomor HP Aa-nya 59. Lalu galau waktu Aa-nya mudik lebaran bisa sampai 2 minggu 60. Mahasiswa Jogja, pasti pernah ke angkringan 61. Bahkan kenal dengan Mas-Mas Angkringannya 62. Kadang malah punya nomor HP Mas-Mas-nya 63. Mahasiswa Jogja pernah kalap pesan makanan di angkringan 64. Tapi pernah pesen teh anget segelas, terus ngobrolnya 4 jam 65. Mahasiswa Jogja mestinya tahu angkringan Tugu 66. Termasuk kopi joss-nya! 67. Mahasiswa Jogja pasti tahu kepanjangan dari Intel Goreng 68. Atau Tante Rebus 69. Kalau nggak tahu, pasti juga anak horangkayah 70. Mahasiswa Jogja masa lalu pasti heran dengan ramainya selokan Mataram sekarang 71. Mahasiswa Jogja masa kini pernah makan di salah satu destinasi di sepanjang selokan Mataram72. Mahasiswa Jogja selalu nongkrong di fotokopian pada masa menjelang ujian 73. Tidak semua mahasiswa Jogja pernah ke Gembira Loka 74. Tapi hampir semuanya pernah ke Alkid 75. Sebagian mahasiswa kere akan mampir beli awul di Sekaten 76. Sebagian mahasiswa Jogja pernah foto berlatar Tugu 77. Kalau mahasiswa Jogja jadul pernah duduk di Tugu 78. Yang masa kini iri hati, soalnya udah nggak boleh 79. Belum afdol jadi mahasiswa Jogja kalau belum pernah kena cegatan 80. Ketiklah ‘fakta mahasiswa jogja’ di Google dan yang keluar kebanyakan tentang seks bebas 81. Mahasiswa Jogja nggak pernah pesan ‘es teh manis’ 82. Karena di Jogja ‘es teh’ sudah berarti ‘es teh manis’ 83. Sebagian mahasiswa Jogja memulai karier enterpreneur-nya sewaktu kuliah84. Mahasiswa Jogja memenuhi antrean ATM di kampus-kampus pada tanggal muda 85. Mahasiswa Jogja kepepet akan mendatangi ATM 20 ribu 86. Selalu ada mahasiswa Jogja yang ke kampus dengan naik sepeda 87. Dan selalu ada yang ke kampus dengan diantar supirnya 88. Adalah mahasiswa Jogja tempoe doeloe jika masih berangkat kuliah naik angkot warna kuning89. Mahasiswa Jogja yang dari rantau, kebanyakan stres pada makanan Jogja 90. Soalnya rata-rata manis 91. Kayak kamu! #eh 92. Apalagi mahasiswa Jogja yang berasal dari Sumatera atau daerah lain yang terbiasa dengan makanan gurih 93. Kalau mahasiswa Jogja ditanya “kuliah dimana?”, lalu dijawab “Jogja!”, pasti dikira kuliah di UGM 94. Padahal ada banyak universitas, institut, akademi, dan sekolah tinggi di Jogja 96. Ya mau gimana lagi, udah trademark-nya sih 97. Buku Oom Alfa adalah cerita seorang mahasiswa Jogja #faktapenting2014 98. Sepeda motornya mahasiswa Jogja bervariasi mulai dari Pitung sampai Ninja dan CBR terbaru 99. Sebagian mahasiswa Jogja pernah bikin duplikat kunci di dekat De Britto 100. Kalau pas orangtua datang ke Jogja, pasti ujung-ujungnya adalah jalan-jalan ke Malioboro 101. Atau Candi Prambanan 102. Atau Borobudur 103. Yang jelas bukan ke Sarkem104. Sebagian mahasiswa Jogja tahu tempat dugem 105. Tapi nggak pernah masuk, soalnya kere 106. Selalu ada mahasiswa Jogja yang sampai lulusnya nggak bisa ngomong pakai bahasa Jawa 107. Kalau udah mau lulus, mahasiswa Jogja mendadak mellow saat mendengar “Yogyakarta”-nya KLA Project 108. Sudahlah jauh-jauh ke Jogja buat sekolah, tapi kadang kalau nyari dana malah kudu NGAMEN! 109. Lokasi ngamen favorit adalah sekitar Jakal atau Sunmor 110. Atau tempat lain yang punya tempat makan berderet-deret 111. Biasanya ngamennya keroyokan alias rame-rame 112. Makanya pengamen di Jogja yang ramean itu kece-kece, lha mahasiswa je! 113. Mahasiswa Jogja ngerasa paling kece kalau sudah ke Alkid lalu foto pakai sepeda tandem 114. Atau ngerasa paling update kalau sudah melakukan tradisi “Masangin” 115. Itu loh, jalan dari satu beringin ke beringin lain dengan mata tertutup 116. Saking populernya, sampai ada penyewan tutup mata segala117. Kalau pas 16 Agustus malam, mahasiswa Jogja yang ngekos bakal kelaparan karena pemilik warung makan dan angkringan pada Tirakatan 118. Mau ke McD nggak punya duit pula 119. Mahasiswa Jogja kalau kefefet pasti beli bensinnya eceran 120. Cuma seliter pulak!121. Tidak ada mahasiswa Jogja yang tidak tahu Toko Merah 122. Tapi kayaknya nih, 80,3% mahasiswa Jogja belum pernah ketemu Sultan 123. Seperti kata Anies Baswedan, bagi yang pernah hidup di Jogja, pasti merasa bahwa setiap titik di Jogja adalah romantis! Jogja memang selalu istimewa.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy