Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'jejaring sosial'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 16 results

  1. Masalah bertubi-tubi menerjang Facebook. Belum beres dengan skandal penyalahgunaan 50 juta data penggunanya, kini sang raksasa media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut kembali diterpa perkara baru. Masalah ini berakar sejak 2016. Facebook pernah membuat memo internal perusahaan yang diedarkan ke karyawan secara tertutup. Memo tersebut, ditulis oleh salah seorang wakil direktur Facebook bernama Andrew Bosworth pada 2016. Yang memicu kontroversi tentu adalah isinya. Diketahui, memo ini dimuat pertama kali via BuzzFeed News. Dalam memo itu, Boz--panggilan karib Bosworth--mengklaim kalau Facebook cuma memiliki satu misi untuk menguntungkan perusahaan, yakni menghubungkan semua penggunanya menjadi komunitas besar. Tentu, semakin besar jumlah pengguna, semakin banyak pula keuntungan yang dikantongi Facebook. Namun, Boz malah menekankan cara ini bisa dilakukan bisa dengan apa saja, yang penting caranya baik secara de facto. Bisa disimpulkan, Facebook dapat menghalalkan segala cara untuk meraup untung. "Mungkin kita butuh mengorbankan hidup untuk mengekspos seseorang yang di-bully, atau juga mungkin kita juga bisa mengekspos seseorang yang mati terkena serangan teroris. Mau bagaimana pun, itulah yang kita lakukan. Sejelek apa pun isunya, kita harus menghubungkan orang. Titik. Itulah kerjaan kita untuk menumbuhkan pengguna," tulis Boz. Sontak saja, memo tersebut memicu kontroversi dan pertanyaan soal kesigapan Facebook menangani informasi dan data pribadi pengguna, apakah mereka benar-benar menjaga kerahasiaan data pengguna, atau cuma sekonyong-konyong memikirkan angka demi keuntungan belaka?
  2. Media sosial saat ini kembali mempertemukan orang-orang yang lama tidak berkomunikasi. Ada banyak hal yang membuat mereka jarang bertemu bisa karena jarak atau kesibukan lainnya. Salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia adalah Facebook. Alih-alih menggunakan Facebook untuk menghubungkan tali silaturahmi, Rani (26) malah mendapatkan hal mengejutkan dari Facebook. Dia dicerai oleh suaminya karena prahara dari Facebook. Lho, kok bisa? Cerita Rani kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Sabtu (2/1),"Saya bertemu dengan mantan pacar saya sewaktu SMA, saya sendiri tidak sadar bahwa perbincangan kami melalui facebook kemudian menjadi akrab dan semakin dekat," ujarnya. Kejadian itu bermula dari Rani yang kembali memutuskan untuk mengaktifkan facebook miliknya yang sudah cukup lama dia nonaktifkan. Setelah jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg kembali dia gunakan, sang mantan kekasih pun muncul seketika dalam sebuah obrolan. Rani pun menanggapi dan akhirnya mereka menjalin komunikasi yang cukup akrab melalui facebook. Bukan hal mudah bagi Rani untuk tidak kembali akrab dengan mantan kekasihnya itu. Sebab sebelumnya mereka telah menjalin hubungan selama 6 tahun, namun harus kandas karena perbedaan keyakinan dan kemudian Rani pun dilamar oleh suaminya yang sekarang ini. "Kami bertengkar hebat, tapi saya sadar saya memang bersalah, saya menyesal kenapa saya membuka kembali akun facebook saya yang sudah lama saya tutup dan membuat saya kehilangan suami saya," lanjut wanita yang bekerja sebagai pegawai salah satu perusahaan swasta di Cilacap ini. Meski hubungan yang dijalinnya dengan mantan kekasihnya itu hanya sebatas komunikasi melalui obrolan di facebook saja, namun sang suami merasa itu adalah bentuk penghianatan yang membuatnya memutuskan untuk menceraikan Rani. Rasa cemburu dari sang suami memang tidak terbendung yang membuat keputusan cerai pada tanggal 20 Desember 2015 itu benar-benar terjadi.
  3. Facebook dilaporkan tengah mengujicoba fitur baru yang keren atau boleh jadi menyeramkan. Fitur yang ada di aplikasi Messenger ini disebut 'Photo Magic'. Apa kelebihannya? 'Sihir' dari fitur ini memungkinkan pengguna untuk menemukan nama teman-teman di Facebook hanya dengan melakukan scan di album foto dan bahkan tanpa harus mengunggah foto tersebut. Cara kerjanya seperti ini, Facebook Messenger yang sudah disematkan dengan fitur Magic Photo ini akan meminta izin untuk memulai pemindaian. Setelah itu Photo Magic akan menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk membantu mengenali akun anggota Facebook. Seperti dikutip dari The Next Web, artinya juga foto yang dipindai merupakan anggota di dalam lingkaran pertemanan, karena memang sifatnya hanya membantu mengenali saja. Katakanlah seperti ini, ketika pengguna mengambil foto dengan rekan-rekan di suatu acara, setelah foto diambil fitur ini akan memberitahu apakah ingin dikirimkan kepada rekan dalam lingkar pertemanan yang sama. Akurasi memindai foto tergantung pada perangkat pengguna: untuk pengguna Android, scan akan terjadi setiap kali foto diambil. Sementara bagi pengguna iOS akan terjadi dalam jeda waktu tertentu. Selain itu fitur ini juga hanya akan memindai foto baru dan tidak bisa yang lama. Dengan mengizinkan fitur ini, maka pengguna harus kehilangan privasi dari Facebook, karena itu jejaring sosial ini masih mengizinkan fitur tersebut untuk dimatikan. Fitur Magic Photo saat ini hanya tersedia untuk pengguna Android Australia dan iOS akan menyusul kemudian.
  4. Ramai diberitakan bakal mengeluarkan tombol Dislike pada pertengahan September lalu, Facebook akhirnya menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Facebook Inc's mengumumkan bahwa kreasi terbaru mereka adalah dengan memberikan pilihan ekspresi emosi lebih banyak. Love, happiness, anger dan sadness bakal menjadi simbol baru yang dimiliki Facebook. Kemunculan simbol-simbol tersebut pun telah diumumkan oleh Facebook melalui akun milik Wakil Presiden Produk di Facebook, Chris Cox, kemarin, Kamis (8/10), waktu setempat. Cox menuliskan postingannya sebagai pilot test dari 'Reactions', nama fitur baru tersebut. Sedangkan tombol Dislike yang sebelumnya diprediksi bakal muncul, sama sekali tidak terlihat. CEO Facebook, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah menegaskan bahwa jejaring sosial besutannya itu sedang mengerjakan tombol tambahan yang lebih menunjukkan empati atas sebuah postingan para pengguna Facebook, yang terkadang tidak cocok direspon dengan tombol Like. Kala itu, para pengguna Facebook akhirnya sempat berspekulasi bahwa akan muncul tombol Dislike. Kini, dengan postingan resmi yang dikeluarkan Cox, pengguna facebook dapat melihat bahwa akan ada enam tombol atau ikon baru yang muncul saat pengguna facebook menekan tombol Like dengan agak lama. Facebook mengatakan, penggunaan pertama tombol-tombol empati itu nantinya akan dikeluarkan pertama kali untuk pengguna Facebook di Irlandia dan Spanyol, melalui iOS, Android ataupun pengguna PC. Dari percobaan di Irlandia dan Spanyol nantinya Facebook akan mengambil beberapa masukan atau reaksi untuk melakukan perbaikan fitur baru tersebut. Pengumuman resmi dari Cox itu pun langsung disukai hampir 3400 orang dalam waktu satu jam. "Seperti yang kalian bisa lihat, bahwa ini bukan tombol Dislike, meski kami berharap bahwa fitur baru ini dapat memenuhi harapan banyak orang," katanya
  5. Aplikasi pesan instan atau messenger memang tengah marak di era smartphone seperti sekarang ini. Dengan banyaknya pengembang yang meluncurkan layanan perpesanannya, membuat mereka harus menghadirkan fitur unik dan inovasi baru untuk menarik perhatian pengguna smartphone. Untuk saat ini fitur-fitur umum seperti stiker, panggilan suara, panggilan video dan lain-lain sudah menjadi layanan yang biasa, namun bagaimana jika ada fitur pinjam uang di aplikasi messenger? Baru-baru ini perusahaan asal Tiongkok, Tencent telah meluncurkan layanan pinjam uang untuk aplikasi pesan instannya WeChat. Aplikasi ini pada tahun 2014 lalu memiliki 355 juta pengguna di seluruh dunia. Untuk mempertahankan penggunanya agar terus menggunakan aplikasi pesan instannya, WeChat kini hadir dengan layanan hutang dalam hitungan menit. Layanan pinjam uang yang dimaksud ini bernama Weilidai. Jika diartikan, Weilidai sendiri memiliki arti ‘sedikit pinjaman uang’. Dengan layanan ini, pengguna WeChat dapat meminjam uang dengan jumlah maksimal 200 Yuan atau sekitar 448 ribu Rupiah jika dikonversikan dengan kurs saat ini. Pinjaman uang dari WeChat ini akan dicairkan oleh WeBank, yakni sebuah bank internet yang telah diluncurkan oleh Tencent dan beberapa perserikatan dagang lainnya di Tiongkok. Layanan Weilidai sendiri cukup menarik perhatian, pihak Tencent tidak membebankan jaminan atau agunan apapun untuk menimkati layanan pinjam uang ini. Terbilang cukup berani, mengingat dengan sistem layanan seperti ini dapat menimbulkan penyalahgunaan layanan dari pengguna. Namun untuk saat ini, layanan Weilidai ini hanya tersedia di Tiongkok saja. Entah apakah layanan ini akan hadir di wilayah lain, namun langkah Tencent dalam menghadirkan Weilidai ini cukup mendapatkan banyak perhatian dari para netizen. Banyak pengguna media sosial mengomentari miring tentang layanan dari Tencent ini. Terlebih lagi tidak adanya jaminan apapun akan menimbulkan tindak penyalah gunaan layanan ini.
  6. 1. Kita jadi suka berbagi (share) 2. Masa lalu bukanlah masa lalu 3. Buat penggunanya lebih bahagia 4. Mudahnya ketemu siapa saja 5. Kesadaran akan pentingnya privasi
  7. Facebook terus menunjukkan eksistensinya sebagai jejaring sosial terbesar di Bumi. Sang pendiri sekaligus CEO, Mark Zuckerberg, mengumumkan bahwa layanan itu dipakai 1 miliar pengguna di hari Senin, 24 Agustus 2015. "Pada hari Senin, 1 dari 7 orang di Bumi menggunakan Facebook untuk terhubung dengan teman dan keluarga mereka," tulisnya. "Ketika kami berbicara tentang keuangan, kami menggunakan angka rata-rata, tapi ini berbeda. Ini pertama kalinya kami mencapai prestasi tersebut, dan itu hanya awal untuk menghubungkan dunia." Prestasi ini menggambarkan sukses Facebook menarik pengguna baru di tengah kesulitan perusahaan jejaring sosial lain, termasuk Twitter, dalam menjaring pengguna baru. Menurut laporan CNN Money, sekarang Facebook memiliki sekitar 1,5 miliar pengguna aktif setiap bulan. Sedangkan pengguna aplikasi mobile meningkat hingga 1,31 miliar. Salah satu langkah menambah jumlah pengguna dilakukan Facebook melalui gerakan Internet.org, dengan misi membuat lebih banyak orang menggunakan Internet, namun pada akhirnya misi tersebut tentu akan menguntungkan Facebook. Mereka mengajak perusahaan telekomunikasi bermitra di Internet.org. Di Indonesia, perusahaan telekomunikasi Indosat menjadi mitra mereka. Tetapi kehadiran Internet.org tidak berjalan mulus. Sejumlah pihak menentang kehadiran program atas dasar netralitas jaringan karena halaman web tertentu diberikan akses Internet gratis, sementara halaman web lain tidak digratiskan.
  8. Setelah tahun lalu, Facebook memperbolehkan orang-orang mengisi jenis kelamin tidak hanya dengan pilihan laki-laki dan perempuan, kemarin Facebook mengumumkan bahwa setiap orang diperbolehkan untuk mengisi form jenis kelamin secara bebas. Para pengguna Facebook dapat mengisi jenis kelamin sesuai dengan gender yang mereka inginkan untuk menunjukkan identitasnya. Facebook telah memberikan inovasi dalam hal perkembangan sosial dengan membebaskan setiap orang dalam cara pengenalan diri dengan menyediakan pilihan kustom gender bagi semua pengguna Facebook di seluruh dunia. Sekarang tidak hanya terbatas pada perempuan atau laki-laki, pengguna dapat memasukkan hanya tentang apa pun yang mereka suka ke form yang tersedia apakah itu transgender, transexual atau lumbersexual serta bisa juga menyesuaikan siapa saja yang dapat melihat informasi tersebut. Saat ini telah tersedia hampir 50 pilihan gender yang dapat diisi di Facebook. Namun Facebook juga memberikan pilihan form kosong agar para penggunanya dapat memilih jenis kelamin yang sesuai dengan diri masing-masing. Perubahan ini disampaikan langsung oleh Facebook melalui akun resminya Facebook Diversity yang beralamatkan di https://www.facebook.com/facebookdiversity. Dalam akun tersebut, koordinator Facebook Diversity, Ari Chivukula mengatakan bahwa umpan balik masyarakat pada daftar awal pilihan jenis merupakan langkah positif tapi ada yang jelas menuntut untuk mengambil langkah lebih lanjut. “Kami berpikir tentang hal itu dan memutuskan langkah berikutnya akan memungkinkan bentuk-bebas berekspresi untuk mengidentifikasi diri. Oleh karena itu kami membebaskan form jenis kelamin kosong agar pengguna kami mampu mengidentifikasi seperti yang mereka inginkan dan mengekspresikan jenis kelamin mereka.” kata Ari Chivukala. Chivukala yakin bahwa kehidupan sosial mereka juga tidak akan berpengaruh dalam kegiatan sehari-hari. Dalam akun tersebut mereka menuliskan mereka telah membebaskan setiap orang untuk mengisi data pribadi dan ini berlaku bagi seluruh pengguna Facebook di dunia. Namun, opsi jenis kelamin ini hanya tersedia bagi pengguna Facebook yang mengunakan bahasa Inggris. Sedangkan pengguna Facebook yang menggunakan bahasa lainnya maka tidak akan dijumpai pilihan form kosong tersebut.
  9. Kegandrungan masyarakat Indonesia pada dunia maya membuat negara ini dijuluki sebagai salah satu pasar internet terbesar di Asia. Betapa tidak, jika per Juni 2014 kemarin harian The Wall Street Journal melansir pengguna Facebook di Indonesia telah menembus angka 69 juta orang. Pun hal yang sama juga dialami Twitter Inc yang telah digunakan oleh sedikitnya 50 juta orang Indonesia hingga akhir tahun lalu. Tak ayal, Chief Executive Officer (CEO) Twitter Dick Costolo yang beberapa waktu lalu menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar di bisnis dunia maya. "Indonesia merupakan pertumbuhan terbesar saat ini, dan Indonesia jadi salah satu pasar yang paling meguntungkan," katanya. Akan tetapi, ditengah besarnya pengguna layanan linimassa dan aplikasi internet tak ada satu pun pelaku usaha lokal yang mencuat dan diperhitungkan di bisnis internet domestik. Padahal, Indonesia memiliki bakat untuk menjadi subjek atau pembuat aplikasi (developer). Yang menjadi ironi, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintahan Google Indonesia, Shinto Nugroho menilai masyarakat Indonesia pun hanya berpuas diri lantaran dikenal sebagai pasar internet yang bersar di Asia. "Itu artinya kita (hanya) subjek dong. Padahal raw material-nya (disini) sangat bagus," katanya pada CNN Indonesia saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (29/3). Shinto mengungkapkan, saat ini jumlah aplikasi buatan developer asal Indonesia mencapai ribuan. Namun lantaran tak menggunakan layanan marketing berintegrasi, nama maupun produknya pun tak dikenal banyak banyak orang. Selain itu, tak semua aplikasi yang dibuat juga tak dapat di-publish lantaran terkendala finansial dan masalah lain. Oleh karenanya, ia mengaku agak kesulitan ketika diminta memastikan berapa persen penggunaan aplikasi-aplikasi buatan anak negeri. "Padahal developer lokal itu bisa melihat masalah dengan lebih detail karena mereka memahami konteksnya,” kata Shinto. Disamping kendala-kendala tadi, Shinto bilang, faktor yang juga menjadi penghambat pertumbuhan bisnis aplikasi lokal di Indonesia juga dilatarbelakangi minimnya akses internet di beberapa daerah, lambatnya kecepatan internet hingga ketersediaan data yang teratur dan mumpuni. Berangkat dari hal tersebut, ia pun mendesak pemerintah dan pihak swasta mendukung para developer lokal yang dinilai memiliki kemampuan cukup mumpuni jika dibandingkan developer asing. "Bill Gates juga tidak akan pernah menjadi Bill Gates kalau Amerika bilang internet itu tidak penting," tegas Shinto beranalogi. Berharap Lahir Zuckerberg Lokal Di tengah ironi tadi, Shinto pun masih menyimpan asa bahwa Indonesia memiliki banyak anak muda yang mampu menjadi sosok laiknya Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook. Untuk mengakomodir bibit tersebut, ia menggelar bertajuk “Hack for Impact” hasil kerjasama antara Google Indonesia bersama Pemprov DKI Jakarta. Dari catatannya, lebih dari 50 aplikasi lokal berkompetisi di gelaran ini. Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi pendidikan, kesehatan dan transportasi. Shinto mengatakan, dari setiap kategori yang dipertandingkan akan dipilih satu developer yang berhasil mendekati klasifikasi yang telah ditentukan para juri. Selain diberi hadiah, katanya, para pemenang juga berkesempatan untuk mengembangkan aplikasinya dengan dibantu mentor yang diakomodir oleh Google maupun Pemprov DKI Jakarta. Dari gelaran ini, Kepala Unit Pelaksana Teknis Jakarta Smart City, Alberto Ali pun berharap Hack for Impact dapat menjadi sarana developer lokal mengembangkan bisnis internet Indonesia yang saat ini hanya menjadi pasar bagi aplikasi developer asing. “Siapa tahu di sini ada Mark Zuckerberg-nya Indonesia," tutur Ali.
  10. Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg Facebook meluncurkan jejaring sosial barunya pada Rabu 11 Februari 2015 untuk membantu orang saling terhubung, tetapi kali ini tema besarnya adalah keamanan siber. Jejaring sosial baru itu disebut ThreatExchange, yang dirancang khusus untuk para ahli keamanan siber dan perusahaan keamanan yang ingin berkolaborasi dan berbagi informasi tentang ancaman di dunia maya, bisa berupa ancaman di peranti lunak atau peranti keras. Saat ini situs web tersebut masih dalam versi beta, tetapi telah bermitra dengan Bitly, Dropbox, Pinterest, Tumblr, Twitter, Yahoo, dan tentu saja Facebook. Facebook menegaskan bahwa ThreatExchange merupakan upaya baru untuk membantu mencegah wabah serangan siber yang belakangan ini makin sering memukul perusahaan dan pemerintahan di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, Presiden Barack Obama mengalokasikan anggaran US$ 14 miliar untuk memperkuat pertahanan keamanan siber pada tahun 2016. Obama juga berencana membentuk badan keamanan siber baru bernama Cyber ââThreat Intelligence Integration Center (CTIIC) yang akan menjadi koordinator isu keamanan siber nasional antara instansi pemerintah AS yang memiliki divisi keamanan siber. Seperti diketahui, sejumlah instansi di AS telah memiliki komponen keamanan siber, termasuk NSA, Departemen Keamanan Dalam Negeri, FBI, dan CIA.
  11. Pihak militer Inggris di awal 2015 ini akan membentuk pasukan cyber bertajuk 'prajurit Facebook' dengan nama Brigade 77 yang bakal memantau dunia sosial media. Brigade 77 ini khusus dilatih untuk terlibat dalam perang di dunia maya. Sehingga anggotanya bakal dipilih dengan kriteria psikologis khusus serta paham dengan dunia jejaring sosial. Memiliki basis di Berkshire, Inggris, Brigade ke-77 bakal diperkuat 1.500 prajurit. Seluruh prajurit nantinya akan direkrut dari berbagai unit tentara dan diutamakan pada prajurit yang akrab dengan sosial media dan memiliki keterampilan jurnalistik. Seorang juru bicara dari Militer Inggris juga mengatakan jika Brigade 77 dibuat untuk mengembangkan kemampuan perang dan tantangan konflik modern di era cyber yang kini menjadi aspek pertahanan yang vital. Para prajurit ini nantinya akan mengawasi berbagai macam aktivitas di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, hingga Instagram. Perekrutan anggota Brigade 77 ini sendiri akan dilakukan hingga April mendatang dan akan resmi beroperasi di bulan yang sama. Langkah pembentukan prajurit Facebook dari pihak militer ini juga menjadi bagian rencana besar Inggris untuk memperkuat pertahanan negaranya di dunia Cyber. Sebelumnya, Inggris juga dikabarkan bakal bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk melangsungkan latihan perang cyber. Amerika Serikat dan Inggris telah mengumumkan rencana untuk memulai serangkaian serangan latihan perang cyber untuk memerangi serangan lewat internet. Latihan ini akan dimulai dengan target sasaran industri keuangan yang melibatkan Bank of England dan bank komersial lainnya baik di London dan di Wall Street. Setelah itu, latihan perang cyber antar dua negara ini akan berlanjut dengan menargetkan infrastruktur penting lainnya antar kedua negara yang mana agen Amerika Serikat dan Inggris akan ikut serta dalam latihan perang cyber ini.
  12. Fotografer fesyen Viktorija Pashuta baru-baru ini merilis sebuah rangkaian foto dengan judul What If Guys Were Social Networks? (Bagaimana jika Pria adalah Jejaring Sosial?). Rangkaian foto tersebut menampilkan sejumlah model pria mengenakan pakaian yang senada dengan warna ikon berbagai jejaring sosial popular seperti Twitter, Facebook, Instagram, Tumblr, dan lain-lain. Mengutip Petapixel, setiap model dipilih untuk merepresentasikan 'jiwa' jejaring sosial yang ia wakili. Mereka memiliki gaya dan karakter masing-masing: Facebook digambarkan sebagai pria kasual, Twitter digambarkan sebagai pria klasik, Pinterest sebagai pria kreatif, LinkedIn sebagai pria bisnis, Instagram sebagai priavintage, Flickr sebagai pria berseni, Tumblr sebagai pria hip. an terakhir Google+ sebagai pria inovatif. Demikian dijelaskan oleh Pashuta lewat tulisan blognya. Tentu saja penggambaran ini merupakan pendapat sang fotografer yang sifatnya sangat subyektif. “Inilah yang saya bayangkan tentang penampilan jejaring sosial tersebut jika mereka keluar dari layar komputer ke jalan,” ungkap Pashuta. Untuk melihat rangkaian foto lengkapnya, kunjungi tautan ini.
  13. Satu lagi jejaring sosial populer dunia yang bakal mendirikan kantor perwakilan di Indonesia. Setelah Facebook dan Twitter, kini jejaring sosial lainnya, yakni Path mengikuti langkah serupa. Bahkan mereka pun kini tengah mencari talenta yang cocok untuk bisa dijadikan sebagai Country Manager Path Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Marketing Manager Path Ana Larue. Dia mengatakan kalau pembukaan kantor Path di Indonesia itu akan dilakukan pada awal tahun 2015. Sejauh ini, Larue mengatakan kalau pihaknya belum menemukan kandidat yang cocok, namun dia yakin kalau posisi tersebut akan terisi dalam beberapa bulan mendatang. Bagi para penyedia layanan jejaring sosial, Indonesia memang menjadi negara yang sangat penting. Bukan hanya karena dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar dunia. Masyarakat Indonesia dikenal sangat getol dalam menghabiskan waktunya di jejaring sosial. Malah tak puas dengan satu jejaring sosial, namun beberapa akun di berbagai jenis sosial media sekaligus.
  14. Berbagai jenis jejaring sosial saat ini memang banyak bermunculan. Namun sayangnya, tak semua jejaring sosial yang ada mempunyai sistem keamanan bagus. alah satunya adalah sebuah jejaring sosial bernama MeetMe. Hal ini terbukti karena jejaring sosial tersebut berhasil dibobol oleh para hacker. Aksi pembobolan tersebut ditemukan terjadi pada rentang tanggal 5 hingga 7 Agustus 2014. Namun pihak perusahaan mengungkapkannya kepada publik pada tanggal 15 Agustus setelah mereka melakukan tindakan pencegahan. Tak hanya itu, MeetMe pun telah memberikan notifikasi kepada para pengguna yang terindikasi menjadi korban peretasan. Tak diketahui berapa jumlah user yang menjadi korban aktivitas peretasan para hacker ini. Namun data-data penting seperti nama user, alamat email serta password berhasil dicuri. Pihak Meetme pun menyarankan para penggunanya untuk segera mengganti password yang mereka gunakan. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif. MeetMe merupakan sebuah jejaring sosial dengan jumlah pengguna yang cukup banyak. CEO MeetMe Geoff Cook mengungkapkan kalau mereka berhasil mendapatkan sebanyak 1 juta pengguna MeetMe Mobile pada bulan Juli lalu. Dan tren tersebut terus mengalami peningkatan.
  15. Lady Gaga memang sudah bisa dikatakan sebagai ratunya social network. Saat ini, jumlah followernya di Twitter dan beberapa situs jejaring sosial yang lain sudah mencapai 19 juta orang! Dia juga berhasil memecahkan rekor lewat 1 miliar views di YouTube. Maka, sebuah hal yang wajar jika dia berniat untuk mendirikan situs jejaring sosialnya sendiri. Dan sepertinya niat Lady Gaga ini akan terwujud sebentar lagi. Little Monster (http://littlemonsters.com), begitu nama situs baru yang masih berstatus beta tersebut. Banyaknya jumlah penggemar Lady Gaga diharapkan dapat diharapkan menjadi ‘starter’ dan pondasi awal kesuksesan situs jejaring sosial ini. Tampilan situs ini sangat mirip dengan Pinterest, sebuah aplikasi informasi teknologi mobile yang memungkinkan penggunanya menancapkan “pin” lokasi pada barang-barang yang mereka sukai. Situs milik Lady Gaga ini juga akan menyediakan fitur sharing foto dan video layaknya Facebook. Situs ini juga menyediakan fitur sharing link yang memungkinkan para penggunanya bisa mempromosikan website-website yang ia sukai layaknya Reddit atau Digg. Yang menjadi pertanyaan sekarang apakah situs jejaring sosial ini hanya ditujukan secara eksklusif pada para penggemarnya atau benar-benar bersifat umum? Lalu, mampukah social-network baru ini mampu bersaing dengan dua “monster” pendahulunya: Facebook dan Twitter? Kita lihat saja nanti.
  16. Apa itu Path? Path adalah situs jejaring sosial baru yang dapat digunakan untuk saling bertukar foto atau komentar dengan teman atau kerabat dekat saja. Menurut En. Wikipedia.org, startup ini diluncurkan pada bulan November 2010 lalu. Uniknya, situs jejaring sosial ini hanya memperbolehkan penggunanya memiliki teman atau kerabat sebanyak 150 orang saja. Dave Morin, Co-founder sekaligus CEO Path, mengatakan, "Path dibuat untuk menjaga keamanan serta privasi penggunanya. Mereka akan terbebas dari campur tangan atau komentar orang lain yang tidak begitu akrab dengannya". Morin juga mengatakan bahwa tidak hanya berbagi foto atau komentar saja yang dapat dilakukan pengguna Path, penggunanya dapat juga saling berkirim-kiriman musik atau video secara aman. Menurut Gizmodo.com, Path adalah situs sekaligus aplikasi yang awalnya khusus untuk pengguna iPhone, namun sekarang telah dikembangkan untuk dapat dipakai oleh pengguna Android. Cara kerjanya mirip dengan cara kerja Twitter dan Instagram. Penggunanya dapat secara cepat dan aman mengirimkan foto yang diambil dengan menggunakan kamera iPhone atau smartphonenya, serta tidak terganggu dengan tag dari pihak lain seperti yang sering dialami pengguna Facebook. Path diciptakan oleh gabungan entrepreneur yang telah berhasil sebelumnya, seperti Dave Morin (mantan karyawan Facebook), Shawn Fanning (pencipta Napster), dan Dustin Mierau (pengembang Mac Napster). Setelah mereka menciptakan Path untuk iOS dan Android, kini mereka mengambil ancang-ancang untuk memasuki dunia BlackBerry. Saat ini, Path sudah berhasil mengumpulkan dana untuk pengembangan situs sekaligus aplikasinya sebanyak USD 2.5 juta. Dana tersebut didapat dari banyak pihak, seperti Ron Conway, Index Ventures, First Round Capital, Ashton Kutcher, Kevin Rose, Marc Benioff, Chris Kelly,dan banyak lagi lainnya. Tampilan Path.com sangat sederhana, dan terkesan bukan seperti sebuah situs melainkan mirip dengan wallpaper untuk layar komputer karena tidak terdapat banyak tulisan ataupun tombol di dalamnya. Di ujung atas kanan hanya terdapat satu tombol kecil untuk login. Di bagian kiri bawah, terdapat tiga panel lain, yaitu dua panel untuk mengakses atau melihat video seputar Path, dan satu panel untuk mengunduh aplikasi ini. Apabila Anda seorang pebisnis, mungkin Path adalah aplikasi sekaligus situs yang sangat cocok bagi Anda, karena komunikasi Anda dengan rekan bisnis akan lebih terpusat tanpa ada gangguan dari pihak lain.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy