Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'jawa'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa, Indonesia seringkali berada di bawah balik awan-awan. Baru-baru ini seorang astronaut NASA yang sedang mendiami Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) mengambil foto sebagian jagat Nusantara yang sangat menakjubkan. Kebetulan langit Indonesia sedang terbebas dari amuk hujan badai. Menggunakan lensa 50 mm kamera digital Nikon D4 dan menggunakan efek panorama, astronaut NASA dalam misi Expedition 45 memotret pemandangan Indonesia yang cukup cerah oleh sinar sang surya dengan sedikit aura gelap seperti warna asap di sejumlah area. Melansir situs resmi NASA, warna yang seperti asap itu adalah api yang disebabkan oleh sambaran petir dan pembukaan hutan. Dapat terlihat, astronaut NASA berhasil menangkap gambar dari sebagian pulau Jawa, Bali, Lombok, serta sejumlah pulau kecil di sekitarnya. Bahkan pulau Sumba dan Timor juga terlihat. Foto menakjubkan ini diambil dari jarak sekitar 1.600 kilometer dari ISS pada 25 Oktober 2015. Sementara bayangan paling terang yang dipantulkan oleh sinar Matahari menampilkan Surabaya. Hal memukau lainnya, dari ISS juga bisa diamati sejumlah gunung berapi yang sedang mengeluarkan asap. Mereka adalah Lawu, Kelut, Semeru, Iyang-Argapura, Raung, dan Rinjani. Tim NASA menduga, luapan asap tersebut bisa berujung pada kebakaran. Hal ini kemudian dianggap penting untuk diamati karena gunung berapi tersebut berdiri di atas lapisan udara penuh asap. Setiap hari para astronaut di antariksa mendapat pesan yang isinya berupa peringatan mengenai peristiwa dinamis seperti letusan gunung atau kebakaran, sehingga mereka diharapkan bisa melakukan observasi dari luar angkasa. Foto mengagumkan ini dirilis oleh ISS Crew Earth Observations Facility and the Earth Science and Remote Sensing Unit di Johnson Space Center. Diketahui ISS Program menyediakan laboratorium sebagai bagian dari ISS National Lab yang berguna untuk membantu awak astronaut mengambil gambar Bumi demi kepentingan observasi.
  2. Setiap daerah pasti memiliki masakan khas tersendiri. Setiap jenis makanan dan minuman tradisional pun ternyata punya cerita dan sejarahnya masing-masing. Untuk di Pulau Jawa sendiri, setiap masakan tradisional dengan cita rasa dan bumbu asli rempahnya punya sejarah menarik lho. Penasaran? Yuk, langsung kita simak uraiannya lebih jauh. Joglo Patheya - Legendary Javanese Cuisines menyajikan sejarah masakan khas Jawa, seperti sejo jamblang, sego golong, dan manuk nom. Dari nama-namanya saja sudah unik, ya. Dan, sejarah setiap sajian masakan tersebut ternyata tak kalah menarik. "Sego jamblang adalah makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukkan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah kabupaten Cirebon," kata Rahayu Ningsih, pemilik restoran Joglo Patheya - Legendary Javanese Cuisines di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu 8 April 2015. Lebih lanjut Rahayu menjelaskan juga alasan kenapa sego jamblang dibungkus dengan daun jati. Ternyata dibandingkan daun pisang, nasi yang dibungkus dengan daun jati bisa tahan lebih lama dan terasa pulen. Ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu kualitas nasi tetap terjaga dalam waktu lama. Sejarah sego golong atau yang berarti nasi yang dikepal dan dibulat-bulatkan juga menarik. Menu ini ternyata sangat erat dengan tradisi kuliner masyarakat Jawa yang secara umum memiliki filosofi yang berarti bersatu. Pada masa KGPAA Mangkunegoro I (Pangeran Sabernyawa) dari Pura Mangkunegaran, menu ini juga menjadi favorit beliau. Beliau adalah salah satu pejuang yang bergerilya melawan penjajah selama 16 tahun (1740-1757). "Pada waktu itu, menu ini menggunakan bahan yang cukup sederhana mengingat situasi pada masa itu adalah situasi prihatin dalam masa perjuangan. Terdiri dari nasi putih yang dikepal atau dibulatkan, dengan lauk urap sayuran, suwiran ayam, potongan tempe dan tahu serta sayur bening," jelasnya. Selain itu ada manuk nom. Makanan unik ini sejenis puding yang dibuat dari paduan tape ketan hijau dan telor. Manuk nom disajikan sebagai makanan penutup pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VII, pada tahun 1877-1921. Namun pada era Sri Sultan Hamengku Buwono (1921-1939) manuk nom disajikan sebagai hidangan pembuka. "Seperti namanya manuk nom atau burung muda berbentuk menyerupai burung kecil. Ditata sedemikian rapi dalam wadah berbentuk daun lengkap dengan alas daun pisang, puding ini tampak menggugah selera. Belum lagi dekorasi emping melinjo yang terletak di atas puding tampak seperti sayap dan sangat unik sekali," ucap Rahayu. Selain cita rasanya yang khas, masakan khas Jawa juga menyimpan cerita sejarah penting. Wah, sangat menarik, ya. Yuk kita lestarikan kuliner khas Indonesia ini! sumber: vemale.com
  3. Bagi kamu pengunjung situs berbagi video Youtube mungkin tengah dihebohkan dengan adanya “perang” video antara para suami yang ditinggal istri jadi TKW dengan TKW Taiwan. Keduanya mengupload video saling sindir Perang tersebut bermula saat sekelompok pria yang bercerita ditinggal istri bekerja di luar negeri melalui video dan mengunggahnya ke Youtube. Mereka mengungkapkan betapa bahagianya mereka ditinggal sang istri karena mereka bisa santai-santai di rumah. Merespon video “curhatan suami” tersebut, muncul video tandingan dari tiga wanita yang jadi TKW di Taiwan. Mereka menceritakan betapa enaknya jadi TKW karena gaji yang besar. Dengan logat Jawa, mereka menyindir para suami yang hanya bisa minta uang ke istri yang jadi TKW. “Njajal oh gawe video meneh, ora duwe pulsa njaluk bojomu (Ayo buat video lagi. Kalau nggak punya pulsa minta istrimu),” tantang salah satu wanita yang ada di dalam video. “Em.. njaluk kiriman,” timpal teman si wanita yang juga jadi TKW tersebut. “Mbok kari nggawe video kuwi sing apik sitik (Kalau buat video itu yang bagus sedikit),” kata wanita TKW Taiwan yang pakai jaket hitam. Tidak cukup di situ, kedua video tersebut pun mendapat balasan dari TKW lain yang diunggah Prista Apria Risty. Dalam video balasan tersebut, Prista menyidir para suami dan juga TKW Taiwan yang saling pamer hidup enak. Prita mengatakan bahwa seharusnya para TKW lebih baik berdoa agar nggak dipulangkan ke Indonesia karena ada wacana pemerintah akan menyetop pengiriman TKI. Kepada para suami, Prita pun menyindir agar nggak santai-santai dan mengandalkan uang dari istrinya saja. “Lah mbak-mbak ngomong kepenak saiki. Deweke lho wayaeh ndonga, moga moga sing ning luar negeri ora dibalekne. Kok esih ngomong penak,” katanya. Penasaran? Yuk langsung simak perang videonya berikut ini: Video balasan Prista Apria Risty:
  4. Salah satu kekayaan budaya Indonesia yang terkenal dalam bidang musik adalah seni gamelan. Gamelan banyak ditemui di berbagai daerah Indonesia. Musik gamelan terdapat di Pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok. Tentu saja, varian alat musik yang digunakan berbeda. Baik nama maupun bentuk. Gamelan adalah seperangkat alat musik dengan nada pentatonis, yang terdiri dari : Kendang, Bonang, Bonang Penerus, Demung, Saron, Peking (Gamelan), Kenong & Kethuk, Slenthem, Gender, Gong, Gambang, Rebab,, Siter, Suling. Komponen utama alat musik gamelan adalah : bambu, logam, dan kayu. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa “gamel” yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran “an” yang menjadikannya sebagai kata benda. Sedangkan istilah gamelan mempunyai arti sebagai satu kesatuan alat musik yang dimainkan bersama. Bagi masyarakat Jawa khususnya, gamelan bukanlah sesuatu yang asing dalam kehidupan kesehariannya. Dengan kata lain, masyarakat tahu benar mana yang disebut gamelan atau seperangkat gamelan. Mereka telah mengenal istilah 'gamelan', 'karawitan', atau 'gangsa'. Namun barangkali masih banyak yang belum mengetahui bagaimana sejarah gamelan itu sendiri, sejak kapan gamelan mulai ada di Jawa ?. Awalnya, alat musik instrumen gamelan dibuat berdasarkan relief yang ada dalam Candi Borobudur pada abad ke-8. Dalam relief di candi tersebut, terdapat beberapa alat musik yang terdiri dari kendang, suling bambu, kecapi, dawai yang digesek dan dipetik, serta lonceng. Sejak itu, alat musik tersebut dijadikan sebagai alat musik dalam alunan musik gamelan jawa. Alat musik yang terdapat di relief Candi Borobudur tersebut digunakan untuk memainkan gamelan. Pada masa pengaruh budaya Hindu-Budha berkembang di Kerajaan Majapahit, gamelan diperkenalkan pada masyarakat Jawa di Kerajaan Majapahit. Menurut mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka. Beliau adalah dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana yang berada di gunung Mahendra di daerah Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Alat musik gamelan yang pertama kali diciptakan adalah “gong”, yang digunakan untuk memanggil para dewa. Setelah itu, untuk menyampaikan pesan khusus, Sang Hyang Guru kembali menciptakan beberapa peralatan lain seperti dua gong, sampai akhirnya terbentuklah seperangkat gamelan. Pada jaman Majapahit, alat musik gamelan mengalami perkembangan yang sangat baik hingga mencapai bentuk seperti sekarang ini dan tersebar di beberapa daerah seperti Bali, dan Sunda (Jawa Barat). Bukti otentik pertama tentang keberadaan gamelan ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah yang berdiri sejak abad ke-8. Pada relief-nya terlihat beberapa peralatan seperti suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, termasuk sedikit gambaran tentang elemen alat musik logam. Perkembangan selanjutnya, gamelan dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang dan tarian. Sampai akhirnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden. Gamelan yang berkembang di Jawa Tengah, sedikit berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut apabila dibandingkan dengan Gamelan Bali yang rancak serta Gamelan Sunda yang mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. Menurut beberapa penelitian, perbedaan itu adalah akibat dari pengungkapan terhadap pandangan hidup “orang jawa” pada umumnya. Pandangan yang dimaksud adalah : sebagai orang jawa harus selalu “memelihara keselarasan kehidupan jasmani dan rohani, serta keselarasan dalam berbicara dan bertindak”. Oleh sebab itu, “orang jawa” selalu menghindari ekspresi yang meledak-ledak serta selalu berusaha mewujudkan toleransi antar sesama. Wujud paling nyata dalam musik gamelan adalah tarikan tali rebab yang sedang, paduan seimbang bunyi kenong, saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama. Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang sangat kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu “sléndro”, “pélog”, ”Degung” (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan “madenda” (juga dikenal sebagai diatonis), sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa. Slendro memiliki 5 nada per oktaf, yaitu : 1 2 3 5 6 [C- D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil. Pelog memiliki 7 nada per oktaf, yaitu : 1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E- F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar. Komposisi musik gamelan diciptakan dengan beberapa aturan, yang terdiri dari beberapa putaran dan pathet, dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan dalam unit yang terdiri dari 4 nada. Alunan musik gamelan jawa di daerah Jawa sendiri disebut karawitan. Karawitan adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan alunan musik gamelan yang halus. Seni karawitan yang menggunakan instrumen gamelan terdapat pada seni tari dan seni suara khas Jawa, yaitu sebagai berikut. Seni suara terdiri dari sinden, bawa, gerong, sendon, dan celuk. Seni pedalangan terdiri dari wayang kulit, wayang golek, wayang gedog, wayang klithik, wayang beber, wayang suluh, dan wayang wahyu. Seni tari terdiri dari tari srimpi, bedayan, golek, wireng, dan tari pethilan. Seni gamelan Jawa tidak hanya dimainkan untuk mengiringi seni suara, seni tari, dan atraksi wayang. Saat diadakan acara resmi kerajaan di keraton, digunakan alunan musik gamelan sebagai pengiring. Terutama, jika ada anggota keraton yang melangsungkan pernikahan tradisi Jawa. Masyarakat Jawa pun menggunakan alunan musik gamelan ketika mengadakan resepsi pernikahan. Video
  5. iseng reshare joke yang udah lumayan lama beredar dan sampe sekarang masih buat ane ngakak (semoga kalian juga) Sebelumnya mohon maaf kalo bukan bikinan sendiri Monggo.. Pas sore ono bapak lagi jagongan mbi anak'e.. Pak Kacong : "Le.. Edi.. Tulung pak'e tukokno minuman sing anyes ning warung yo.." Edi : "coca-cola opo seprit,pak?" Pak Kacong : "Coca-cola wae.." Edi : "Sing kalengan opo botolan ?" Pak Kacong : "Botolan.." Edi : "Sing botol gede opo sing cilik?" Pak Kacong : "Ooo cah Asuui !! Wis tukokno banyu wae!!" Edi : "Aqua opo banyu biasa ?" Pak Kacong : "AQUA, cuk!!!!" Edi : "Panas opo sing anyep?" Pak Kacong :" SAPU NDI SAPU,TAK GEPUK'E NDASE BOCAH KI..??!!!" Edi : "Sapu biting opo sapu duk??" Pak Kacong : "Oalaahhh...Kewan tenan kowe ki pancen'e!!" Edi : "Wedus opo Kebo?" Pak Kacong : "WEDUUSSS,Gookk!!!" Edi : "Wedus Cempe opo Bandot??" Pak Kacong : "Setan kowe!!!!" Edi : "Pocongan opo Gendruwo?" Pak Kacong: "Mbuh lah, kono minggat wae lah!!" Edi: "Saiki opi sesuk?" Pak Kacong: "Saiki, dobol!!" Edi: "Bapak melu opo ora??" Pak Kacong : "Asli..suwe2 Tak pateni temenan bocah iki !!" Edi : "Ditusuk nganggo peso apa ditembak nganggo pistul??" Pak Kacong :"Tak tembak !!!" Edi : "Ndase opo wetenge??" *Pak Kacong sekarat kejet2 langsung struk stadium pitulas*
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy