Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'jam tangan'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Bayangkan jika ada sebuah gadget yang dapat menghitung mundur tanggal kematian Anda, pastinya terlihat sangat mengerikan. Namun ada sebuah inovasi baru pada perangkat jam tangan yang dapat meramalkan kapan tanggal kematian sang pengunannya. Ya, jam tangan ini bernama Tikker, yang juga dijuluki sebagai “Jam kematian”. Meski terdengar menyeramkan, namun sebenarnya jam tangan ini dapat membantu Anda untuk mengatur pola gaya hidup yang lebih sehat. Jam tangan kematian ini dirancang oleh seorang penemu asal Swedia, yang mengklaim bahwa jam tangan miliknya dapat menghitung harapan hidup seseorang bahkan dapat menghitung mundur kapan pengguna itu akan meninggal dunia. Jam tangan kematian ini diciptakan oleh, Fredrik Colting. Namun Colting menyebut jam ini sebagai The Happiness Watch atau jam kebahagiaan, karena ia menciptakan jam ini bertujuan agar orang-orang dapat menghargai waktu dan menyayangi diri sendiri. Untuk menggunakan jam tangan ini pun diperlukan persyaratan terlebih dahulu, yakni Anda diminta mengisi Kuesioner yang telah disediakan sebagai basis informasi. Nantinya Anda akan diminta untuk mengisi riwayat kesehatan Anda, termasuk alergi terhadap sesuatu atau penyakit. Tak hanya itu saja, pengguna juga akan ditanya, apakah mereka merokok dan apakah ada kasus riwayat penyakit kanker, diabetes dan penyakit lainnya dalam keluarga mereka. Pengguna juga disodorkan pertanyaan tambahan, seberapa sering mereka berolahraga dan seberapa sering pengguna menimbang berat badan mereka. Setelah semua informasi mengenai diri sendiri sudah dimasikan, usia pengguna akan dikurangi dengan prediksi yang ditetapkan oleh Tikker. Selain dapat memprediksikan batas usia penggunanya, Tikker juga menampilkan waktu lokal serta mulai menghitung mundur kapan pengguna akan meninggal. Setelah selesai melewati kampanye di rowsfounding, kini jam tangan kematian ini sudah dapat diboyong denga harga £49,99 atau sekitar satu jutaan rupiah. kehadiran jam tangan ini memang kontroversial, bayangkan jika ada yang mengatakan kepada Anda bahwa usia Anda tinggal satu tahun lagi, apa yang bakal Anda lakukan untuk mengubah gaya hidup Anda? Jam tangan ini memiliki tiga baris penunjuk waktu, baris paling atas menunjukan tahun, bulan, dan hari. Sedangkan untuk baris kedua menampilkan hitungan mundur jam, menit, dan detik. Untuk baris ketiga menunujan waktu lokal atau waktu yang sedang berjalan saat ini. Kematian adalah hal yang tak bisa dikompromi, kedatangannya sangat tidak bisa diduga-duga dan sangat mustahil untuk ditentukan, bahkan oleh perangkat buatan manusia secanggih apapun. Karena pada dasarnya, kematian hanya milik sang pencipta. Namun hal positif yang dapat kita ambil dari Tikker ini adalah, kita diajarkan untuk menghargai waktu, menjalankan pola gaya hidup yang lebih sehat.
  2. Perusahaan teknologi LG asal Korea Selatan mengumumkan versi baru dari Watch Urbane, sebuah jam tangan pintar berbasis Android Wear yang dibekali konektivitas 4G LTE. Generasi kedua Watch Urbane ini dibekali dengan jaringan seluler sehingga ia dibekali dengan lubang untuk tempat kartu SIM jenis Nano. Dengan demikian, pengguna tak perlu lagi menghubungkan jam tangan pintar dengan ponsel pintar melalui koneksi Bluetooth karena Watch Urbane telah dibekali dengan kartu SIM sendiri sehingga dapat memberi semua notifikasi. Pengguna juga dapat menerima panggilan telepon dari jam tangan, serta terdapat tombol atas dan bawah di tengah tombol utamanya untuk memberi akses cepat ke fitur tertentu. Tombol atas dan bawah inilah yang jadi pembeda Watch Urbane terbaru dengan versi sebelumnya yang hanya dibekali dengan satu tombol tengah. Selain itu, Watch Urbane juga ditingkatkan resolusi layarnya menjadi 348 pixel per inci dan ada dukungan sensor GPS untuk pelacakan lokasi. Sejauh ini, LG belum mengungkap harga dan ketersediaan produk ini dan perusahaan menjanjikan bakal segera mengungkapnya.
  3. Selama ini program jahat Ransomware menjadi momok bagi pengguna komputer PC atau laptop. Tapi belakangan, virus ini telah berkembang dan menyerang perangkat yang lebih kecil, yakni wearable device. Menurut laporan perusahaan keamanan Symantec, virus yang dikenal suka menyandera data dengan meminta tebusan ini mulanya menjangkiti ponsel berbasis Android. Kemudian ia menyerang perangkat yang dipakai di pergelangan tangan, tepatnya saat jam tangan pintar berbasis Android Wear dihubungkan dengan ponsel yang terinfeksi Ransomware. "Kita semua tahu, kebanyakan perangkat wearable seperti jam tangan pintar berbasis Android Wear terhubung (pairing) dengan ponsel Android. Dari situ Ransomware menyerang," kata Halim Santoso Director, Systems Engineering, Symantec ASEAN. Dia tak menyebut secara detail apakah virus Ransomware ini sejenis dengan yang menyerang komputer PC atau laptop pada umumnya. "Tapi saya bisa pastikan caranya dan tujuannya sama dengan ada yang di komputer," jelasnya. Ransomware yang menginfeksi jam tangan pintar atau ponsel Android akan mengunci perangkat dengan password. Setelah itu korban akan diminta untuk membayar tebusan yang biasanya dalam bentuk Bitcoins agar peretas bisa menyembunyikan identitas. Bila terlanjut menjadi korban, lalu apa yang harus dilakukan pengguna? Halim menyarankan agar jangan pernah menuruti kemauan pencuri untuk mentransfer "uang" tebusan. "Jangan pernah melakukannya. Karena ini murni faktor ekonomi. Karena setelah dikirimkan, belum tentu mereka akan mengirimkan kunci password-nya," dia memperingatkan. Karakteristik Ransomware yang ada di Android dan Android Wear ini, ditambahkan olehnya, juga sangat mirip dengan yang ada di komputer PC atau laptop. Pengguna tak bisa menghilangkannya bahkan ketika komputer di-reset atau di-factory reset sekalipun. Satu-satunya cara adalah melakukan pencegahan. "Rutin melakukan backup, karena hanya 20 persen pengguna gadget yang sadar untuk melakukan ini," sarannya. Dia juga menyebut untuk tidak mengunduh dan menginstal file format .APK dari sumber yang tak jelas karena itu juga berpotensi bahaya. Terakhir, jangan lupa untuk menginstal aplikasi antivirus di dalam perangkat pintar.
  4. Saat ini emoji begitu terkenal. Banyak pengguna internet menampilkan emosi mereka dengan memberikan emoji, entah itu di tweet, update status maupun di email. Namun mungkin hal ini, beberapa tahun ke depan akan usang dan digantikan oleh sensor yang ada di smartphone dan jam tangan. Setidaknya hal ini dipercaya oleh Jeff Bonforte, pimpinan Yahoo Mail. Saat ini kita mungkin puas dengan menambahkan emoji di pesan untuk mengekspresikan perasaan. Namun hal ini bisa akan tampak usang dalam beberapa tahun. Oleh karena itu Yahoo ingin menggunakan sensor di smartphone untuk menambahkan emosi dan sensasi di email. Yahoo percaya bahwa wearable devices seperti jam tangan dapat dipakai untuk menunjukkan stres seseorang atau suhu dengan mengambil konten yang ada dalam sebuah email. Jeff Bonforte percaya email dan komunikasi teks akan berubah dalam tahun-tahun mendatang dengan sensor menampilkan lebih banyak emosi dalam pesan. Ia mengatakan bahwa jam tangan pintar yang dipakai di pergelangan tangan bisa menunjukkan stres dan smartphone menjadi dingin jika email seseorang berasal dari tempat yang dingin. Menurutnya pesan harus lebih intim dan itulah yang sedang ia perjuangkan. Namun demikian, sentimen terutama sarkasme sangat sulit untuk diambil dari dalam teks. Contoh seorang pengirim berniat untuk menulis email ramah atau bercanda, tetapi malah diartikan kasar. Sebuah studi tahun 2005 oleh ilmuwan perilaku di New York University menemukan bahwa asumsi yang tidak akurat sering dibuat oleh penerima email. Untuk mengatasi masalah ini Yahoo meyakini berbagai sensor yang sudah ada di smartphone seperti termometer, accelerometer dan giroskop serta monitor denyut jantung dan pedometer di smartwatches dapat digunakan. Dengan memanfaatkan sensor, teknologi pesan emosional bisa menjadi keseharian. Yahoo akan menggunakan Yahoo Mail sebagai ajang pengujian untuk teknologi tersebut karena mengingat bahwa layanan tersebut memiliki sekitar 225 juta orang yang menggunakannya setiap bulan.
  5. Sony telah mengembangkan jam tangan terbuat dari kertas elektronik atau e-paper sebagai bagian dari prakarsa untuk bereksperimen menggunakan bahan-bahan untuk produk mode. Jam tangan bernama Fes Watch itu memiliki desain minimalis dan monokrom, tetapi tidak memiliki fitur-fitur yang ditawarkan oleh jam tangan cerdas atausmartwatch lainnya. Akan tetapi, baterai jam tangan e-paper ini dapat tahan lebih lama dengan perkiraan penggunaan 60 hari. Peranti ini dideskripsikan sebagai gawai yang bersifat "retro dan keren" oleh pakar gawai Stuart Miles dari Pocket-lint. "Perkiraan saya bahwa untuk tahun depan, dunia mode akan memainkan peran besar dalam membentuk industri teknologi. "Memiliki telepon besar dan kotak itu tak apa-apa, tapi jika kita memakai barang, barang itu harus kelihatan bagus," kata Miles. Jam tangan ini serta talinya memiliki tampilan e-paper - yang bisa dibandingkan dengan teknologi yang digunakan dalam e-book seperti Kindle. Ini artinya jam tangan ini bisa berubah-ubah antara beberapa gaya berbeda dan juga desain tali yang berbeda. Salah satu kekurangan menggunakan e-paper bukannya misalnya tampilan kristal likuid (LCD) adalah adanya keterbatasan mengenai fitur yang mungkin dimiliki karena terbatasnya hal-hal yang dapat ditampilkan oleh e-paper. Namun Sony belum mengumumkan kapan akan merilis Fes Watch ini ke pasar.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy