Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'jakarta'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 71 results

  1. ITS FINALLY HAPPENED! JAKARTA MINOR! GESC - Global Electronic Sports Championship yang merupakan bagian dari Dota Pro Circuit 2018 memberikan Indonesia kesempatan sebagai host dari salah satu rangkaian turnamennya, GESC Jakarta 2018 is coming! GESC Jakarta ini menjadi event internasional Dota2 yang pertama kali diadakan di Indonesia. Event yang akan berlangsung dari tanggal 15-18 Maret 2018 di ICE BSD City ini akan mendatangkan tim-tim tier atas, salah satunya Evil Geniuses. EG sendiri mendapatkan direct invitation, sedangkan 7 tim lainnya akan ditentukan dengan qualifer masing-masing region. Harga tiket pun sudah dikeluarkan oleh pihak GESC sendiri harga tiket diatas masih diluar pajak dan biaya lainnya.
  2. Jakarta - Pameran Cuci Gudang dan Festival Akhir Tahun BigBang Jakarta 2017 memasuki hari kelima, selain ada HUT ke-6 JKT48 pada tanggal 23 Desember 2017, pada tanggal 26 Desember 2017 juga menjadi momen spesial bagi group band legendaris SLANK dan para Slankers seluruh Indonesia. Pasalnya setelah lima tahun tidak tidak merayakan hari jadinya, group yang digawangi Kaka, Bimbim, Ridho, Abdee, dan Ivanka ini akan melakukan pementasan di panggung BigBang Jakarta 2017 yang bertepatan dengan ulang tahun SLANK yang ke 34 tahun. Acara HUT SLANK yang bertajuk “34 Tahun SLANK Rock and Roll Terus” tersebut berlangsung selama kurang lebih 3 Jam SLANK membawakan lagu-lagu andalan mereka, mulai dari Virus, Tong Kosong, Mars Slankers dan lain sebagainya. Selain dihadiri ribuan Slankers dari berbagai penjuru Indonesia, sederetan nama pejabat tinggi, budayawan, dan musisi juga terlihat menghadiri HUT SLANK tak ketinggalan juga VTR ucapan selamat ulang tahun melalui big screen di panggung disela-sela perform SLANK. Tak kalah spesialnya, BigBang Jakarta menghadirkan pameran Lego berukuran besar dan terbesar serta menghabiskan biaya hingga ratusan juta dalam pembuatannya yang mengusung tema Wonderful Indonesia dengan menampilkan berbagai bangunan bersejarah seperti Rumah Gadang, Masjid Istiqlal, Gedung Merdeka, Gedung Sate, Klenteng Sam Po Kong, Bunaken, Komodo, Gereja Katedral hingga ragam bentuk budaya dan ikon Nusantara. Lego-lego yang dipamerkan di BigBang Jakarta tepatnya berada di Hall C1 JiExpo Kemayoran tersebut pembuatanny rata-rata memakan waktu selama 1 hingga 3 bulan.
  3. Partner

    The SIGIT 2

    From the album: JOOX FESTIVAL HURA CERIA 2017

    © JOOX FESTIVAL HURA CERIA 2017

  4. From the album: JOOX FESTIVAL HURA CERIA 2017

    © JOOX FESTIVAL HURA CERIA 2017

  5. Partner

    BigBang Jakarta

    BigBang Jakarta 2017 menjadi pusat perayaan akhir tahun 2017 yang spektakuler dengan mengusug tema Year End Festival and Final Clearance Exhibition. Selain menjadi pusat perayaan malam tahun baru yang dimeriahkan dengan ragam hiburan; pesta kembang api dan laser show. BigBang Jakarta juga menjadi salah satu “pameran cuci gudang festival akhir tahun” terbesar terlengkap dan yang pertama di akhir tahun 2017. BigBang jakarta 2017 memiliki 4 program inti yakni : The Biggest Year End Sale an Clearance The Biggest Year End Entertainment The Biggest Year End Local and International Festival The biggest Year End Competition and Community Gathering Untuk pameran cuci gudang, BigBang Jakarta secara khusus menghadirkan merek-merek ternama dengan diskon spektakuler dan reward menarik seperti Electornic City, NIKE, GAP, Blibli.com, Sriwijaya Air dan masih banyak lagi. Pameran lego terbesar yang dilengkapi dengan kompetisi lego juga hadir di event BigBang Jakarta ini. Selain Pameran cuci gudang, terkait dengan the biggest year end entertainment dan festival BigBang Jakarta akan menghadirkan Group Band papan atas indonesia setiap harinya. Grup yang akan tampil diantaran JKT48, ARMADA, KAHITNA, SLANK, SHEILA ON 7, S.I.D, FOURTWNTY, PAYUNG TEDUH, dan ditutup dengan STEVEN JAM. Diantara pengisi acara tersebut akan ada dua penampilan khusus dari JKT48 yang akan menjadi penampil utama sekaligus merayakan HUT JKT48 ke 6 Tahun, dan juga SLANK yang akan merayakan ulang tahun ke-34 tahunnya. BigBang Jakarta 2017 akan dilaksanakan dari 22Desember sampai dengan malam perayaan tahun baru sebagai akhir dari rangkaian acara. Novalthy Hetharia selaku komisaris dan juga direktur operasional PT EXPO INDONESIA JAYA menargetkan 100.000 pengunjung setiap harinya serta diikuti oleh 1000 exhibitor dari berbagai perusahaan. BigBang Jakarta kedepannya tak hanya digelar di jakarta, melainkan di berbagai kota besar di Indonesia secara rutin dan setiap akhir tahun. Penggagas program BigBang Jakarta yang juga direktur utama PT EXPO INDONESIA JAYA, Bapak Indra memaparkan bahwa target utama dari pengunjung BigBang ini adalah keluarga yang tinggal di Jabodetabek yang juga merayakan Natal maupun Tahun Baru di Jakarta.
  6. Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sekaligus petahana berdasarkan hasil quick count hasil pemungutan suara dinyatakan kalah. Pemenangnya adalah pasangan nomor urut tiga, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menunjukkan pasangan Basuki dan Djarot hanya meraih 44,14 persen suara, sedangkan pasangan Anies dan Sandiaga meraih 55,86 persen suara. Data masuk sebanyak 96,29 persen. Hasil quick count Penelitian dan Pengembangan Harian Kompas menunjukkan pasangan Basuki dan Djarot hanya meraih 41,87 persen suara, sedangkan pasangan Anies dan Sandiaga meraih 58,13 persen suara. Data masuk sebanyak 94,7 persen. Kendati dinyatakan kalah, namun pemenang sah adalah yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta berdasarkan hasil real count. Kekalahan pasangan petahana telah diprediksi sejumlah lembaga survei dan konsultan politik, sebelumnya. Saat pemungatan suara putaran pertama, pasangan Ahok, sapaan Basuki dan Djarot malah menang. Lalu, apa sebenarnya penyebab petahana kalah pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022? Peneliti dari lembaga survei sekaligus konsultan politik LSI Denny JA, Adjie Alfaraby dan Ardian Sopa pernah membeberkan sebelumnya. Berikut lima penyebab kekalahan pasangan petahana (incumbent) ini berdasarkan hasil riset LSI Denny JA yang dirangkum Tribun-Timur.com: 1. Kesamaan Profil Pemilih Pendukung, termasuk partai politik pengusung pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang kalah pada putaran pertama lebih banyak mengalihkan dukungan kepada pasangan Anies dan Sandiaga. Hal ini didasari kesamaan profil pemilih. 2. Kebijakan Tak Pro Rakyat Akibat kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang dinilai tak pro kepada rakyat. Kebijakan tersebut, antara lain berupa penertiban kawasan pemukiman dan reklamasi di pantai Jakarta Utara. 3. Sentimen Anti-Ahok Faktor sentimen anti-Ahok karena kapitalisasi isu agama dan primordial. Ahok dianggap tak pas untuk memimpin pemerintahan DKI Jakarta karena bukan pemeluk agama yang mayoritas dipeluk warga DKI Jakarta. Berdasarkan asil riset LSI Denny JA, sekitar 40 persen pemilih yang beragama Islam di DKI Jakarta tidak bersedia dipimpin oleh Ahok yang non-Muslim. Mereka berupaya keras agar Ahok kalah dan tidak memimpin lagi DKI Jakarta. Selain itu, dia juga berasal dari kelompok etnis minoritas. 4. Kasar dan Arogan Karakter Ahok yang kasar dan arogan. Sikap mantan Bupati Belitung Timur itu dianggap bukan tipe pemimpin yang layak memimpin Jakarta karena omongannya kerap dianggap kasar. Puncaknya, ketika dia blunder soal ayat suci Alquran. Belum lagi sikapnya yang dinilai tidak konsisten, suatu ketika mencerca partai politik dan hanya ingin maju lewat jalur independen. Namun, selanjutnya ia berjuang mencari dukungan partai politik. 5. Kompetitor Baru Hadirnya kompetitor baru yang menjadikan pemilih memiliki alternatif dalam memilih pemimpin DKI Jakarta. Pasangan Anies dan Sandiaga, serta pasangan Agus dan Sylviana menjadi alternatif pemilih yang pro maupun kontra Ahok.
  7. Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Provinsi DKI Jakarta makin seru. Bukan hanya isu dan tokohnya berskala nasional, tetapi karena trend terkini kandidat petahana berpeluang besar kalah. Setidaknya tiga survei mengkonfirmasi kecenderungan yang mengejutkan itu. Survei Indikator Politik Indonesia pimpinan Burhanuddin Muhtadi menyebut elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat melorot tinggal 26,2 persen, dan kecenderungannya terus merosot. Agus Harimurti-Sylviana Murni menyodok dengan elektabilitas teratas (30,4 persen), sementara Anies Baswedan-Sandiaga Uno menempel ketat Basuki-Djarot (24,5 persen). Komposisi itu masih bisa berubah karena responden yang belum menentukan/merahasiakan pilihan masih tinggi (18,9 persen). Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA mengungkap hasil lebih mencengangkan, karena elektabilitas Basuki-Djarot anjlok (10,6 persen) pascakasus penistaan agama Islam. Posisi Anies-Sandi teratas (31,90 persen), diikuti Agus-Sylvi (30,90 persen), dan responden yang belum menentukan pilihan cukup tinggi (26,60 persen). LSI menemukan faktor sentimen keagamaan sangat menentukan pergeseran perilaku pemilih di Jakarta. Kurangnya sensitivitas petahana membuat elektabilitasnya merosot tajam, nyaris tak tertolong. Survei terkini dari Poltrack Indonesia pimpinan Hanta Yudha menempatkan Agus-Sylvi 27,92 persen di posisi teratas, diikuti Basuki- Djarot (22,00 persen), dan Anies-Sandi (20,42 persen). Responden yang belum menentukan pilihan tetap tinggi (29,66 persen) sehingga masih sulit diprediksi kandidat yang akan lolos ke putaran kedua, apalagi pemenang pilkada. Selisih elektabilitas antar kandidat juga sangat ketat, masih berada dalam jangkauan margin of error. Anomali. Survei Indikator menunjukkan gejala anomali, karena mayoritas responden menyatakan puas dengan kinerja Pemprov DKI (69%) dan mayoritas responden yang sama juga percaya tidak boleh dipimpin oleh kandidat non-Muslim (52,6%). Keanehan itu disebut Yurgen Alifia (Selasar, 28/11) sebagai gejala doublethink (berpikir ganda/kontradiktif), mengutip kategori George Orwell tentang disonansi kognitif. Yurgen, kandidat master di Oxford University dan mantan wartawan televisi, menilai sikap kontradiktif pemilih karena hasil propaganda elite politik yang mendukung kandidat penantang. Termasuk para pemuka opini yang mengeksploitasi isu primordial/agama, dan hal itu dipandang negatif bagi perkembangan demokrasi yang rasional. Sebenarnya, jika kita bisa menyelami suasana kejiwaan pemilih –dan itu sudah dicoba oleh LSI melalui wawancara kualitatif– tidak ada keanehan dan anomali politik. Burhan terlalu berpikir linier, bahwa kepuasan responden akan mengarah pada pilihan dan kepercayaan baru untuk kandidat petahana. Padahal, bisa saja responden menilai keberhasilan kinerja pembangunan di Jakarta adalah hasil kerja kolektif (birokrasi Pemprov) dan bukan prestasi pribadi Basuki. Dalam konteks itu, para pemilih di Ibukota justru makin rasional, sebab mereka tahu anggaran (APBD) DKI Jakarta sangat besar dan aparat serta infrastruktur Pemprov cukup lengkap sehingga siapapun yang menjabat Gubernur dengan mudah dapat menjalankan tugas rutinnya. Ibaratnya, Basuki tidur saja atau ngomel-ngomel saban hari, program di Jakarta terus berjalan: pasukan oranye tetap membersihkan jalan dan sungai, para Lurah melayani pembuatan KTP dan izin domisili, para dokter dan perawat melayani warga di puskesmas dan seterusnya. Yurgen Alifia berspekulasi terlalu jauh dengan menyudutkan pemilih yang berpikir dan berperilaku ganda, tanpa menunjukkan bukti tambahan di luar survei. Padahal, di masa transisi pasca-Reeformasi sudah terlalu banyak kita menyaksikan ‘anomali’ dari kacamata politik linier. Misalnya, dalam pemilihan umum, warga diajarkan untuk “menerima uang/bingkisan (money politics), tetapi jangan pilih partai/kandidatnya”. Tidak tanggung-tanggung, para aktivis Organisasi Nonpemerintah yang kritis mengkampanyekan: “Ambil saja uangnya, jangan pilih partai/kandidatnya!” Jakarta Unfair. Jika sekarang, pemilih di Ibukota bersikap to the point, menikmati pelayanan Pemprov DKI dan menolak kandidat Basuki, apakah masih disebut ‘anomali’? Atau, justru itu konsekuensi sikap rasional-kalkulatif sebagai dampak dari kampanye Ornop yang kritis. Kita tahu saat ini Basuki tak hanya berhadapan dengan warga yang kecewa dengan berbagai kebijakan diskriminatifnya, tetapi juga mendapat tentangan keras dari Ornop yang dipelopori LBH Jakarta, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Urban Poor Consortium (UPC), dan lain-lain yang mengkritik keras tindakan penggusuran paksa dan pembangunan reklamasi pulau di Teluk Jakarta. Para aktivis jurnalis independen juga membuat film dokumenter Jakarta Unfair yang diputar di kampung-kampung dan kampus-kampus untuk menyadarkan publik betapa berbahaya arogansi kebijakan Basuki. Setelah dua tahun berkuasa, warga kini bisa melihat perbedaan yang mencolok dari gaya kepemimpinan Basuki (2014-2016) dengan Joko Widodo (2012-2014) yang digantikannya. Sebagian besar warga Jakarta pada Pilkada 2012 memilih Jokowi, bukan Basuki, dan sekarang menyaksikan betapa Basuki tidak bisa diandalkan untuk menunaikan “Janji-janji Jokowi”. Di sinilah kontradiksi yang parah, mengguncang kesadaran pemilih di lapisan memori terdalam. Jadi, bukan anomali atau kontradiksi sikap di permukaan seperti disimpulkan Yurgen dan Burhan. Pertanyaannya kemudian, faktor apakah yang menyebabkan pergeseran dahsyat itu sehingga di permukaan tampak seperti kontradiksi perilaku pemilih? Yurgen membantah faktor agama yang menyebabkan perubahan sikap pemilih, dengan merujuk survei-survei sebelumnya (SMRC dan Populi). Riset lebih serius dilakukan oleh Ken Miichi (Associate Professor pada Iwate Prefectural University, Jepang) yang mengkaji peran agama dan etnisitas dalam Pilkada DKI 2012 (Jurnal Current Southeast Asian Affairs, 2012). Riset itu membandingkan hasil Pilkada DKI dengan komposisi demografi Jakarta dan sikap pemilih. Jadi, bukan sekadar prediksi atau spekulasi. Komposisi Jakarta. Kita semua tahu, Pilkada DKI 2012 diikuti oleh empat pasangan kandidat, yaitu: Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (diusung PD dan PAN), Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (PDIP dan Gerindra), Hidayat Nurwahid-Didik Rachbini (diusung PKS dan PAN yang terbelah), Alex Noerdin-Nono Sampurno (Golkar dan PPP). Pilkada berlangsung dua putaran, dengan hasil putaran pertama: Fauzi-Nachrowi (34,1 persen), Jokowi-Basuki (42,6), Hidayat-Didik (11,7), dan Alex-Nono (4,7). Lalu, pada putaran kedua, Foke-Nara (46,2) dikalahkan Jokowi-Basuki (53,8) dengan selisih cukup ketat (7,6). Sebelum mengecek alasan pemilih memberikan suara kepada kandidat jagoannya, kita perlu mengetahui komposisi warga Jakarta berdasarkan etnik dan agama. Ken Miichi menyajikan data yang menarik dari perbandingan komposisi etnik pada tahun 1960 dengan tahun 2000. Data tahun 1960 bersumber dari penelitian Lance Castle (peneliti dari Australia) dan data 2000 bersumber dari sensus nasional Komposisi etnik Jakarta menurut Ken Michi di tahun 1960 (dalam prosentase), Jawa (25,4), Betawi (22,9), Sunda (32,9), Chinese (10,1), Batak (1,0), Minang (2,1). Dan tahun 2000, Jawa (35,2), Betawi (27,6), Sunda (15,3), Chinese (5,5), Batak (3,6), Minang (3,2). Sementara itu, komposisi agama warga Jakarta berdasarkan sensus adalah: Islam (85,36), Protestan (7,54), Katolik (3,15), Budha (3,13), Hindu (0,21) dan Konghucu (0,06). Warga Betawi, Jawa, Sunda dan Minang kebanyakan beragama Islam. Warga Batak mayoritas Kristen, sedang warga Chinese mayoritas memeluk Budha atau Konghucu. Berdasarkan exit poll yang direkam Majalah Tempo (2012), alasan pemilih memberikan suara kepada kandidat pilihannya adalah sebagai berikut. Alasan pemilih mendukung Jokowi-Basuki terutama karena: dipandang memprioritaskan kepentingan publik (32,7), suka dengan program alternatif yang ditawarkan (31,9), dan kejujuran (12,2). Sementara itu, alasan pemilih mendukung Fauzi-Nachrowi terutama karena: program yang sudah dijalankan (31,7), mewakili kesamaan agama (25,9) dan memprioritaskan kepentingan publik (9,2). Di situ terlihat kesamaan sikap pemilih karena prioritas kepentingan publik dan suka dengan program kandidat, jadi pemilih Jakarta dapat dikatakan relatif rasional. Namun, Jokowi memiliki kelebihan karena dipandang jujur, mungkin karena pemilih belum mengetahui jelas rekam jejak mantan Walikota Solo (periode 2005-2012) itu. Sedangkan pendukung Fauzi Bowo cukup besar yang berdasarkan kesamaan agama (25,9), bandingkan dengan Jokowi yang hanya didukung (0,5) karena kesamaan agama. Kesamaan etnik/suku tidak terlalu signifikan, karena memilih Jokowi hanya 4,9 dan memilih Foke hanya 4,6 persen. Mengapa Foke dipersepsi publik lebih agamis/Islamis, dengan asumsi mayoritas pemilih Jakarta beragama Islam? Lalu, mengapa Foke tetap kalah, meskipun didukung mayoritas pemilih Muslim? Itu pertanyaan yang menarik, apalagi bila dibandingkan dengan alasan pemilih pada Pilkada DKI 2007 yang menghadapkan Fauzi Bowo-Prijanto (diusung 20 partai besar dan kecil) dengan lawannya Adang Daradjatun-Dani Anwar (hanya diusung oleh PKS). Berdasarkan exit poll LSI 2007, maka pemilih mendukung Fauzi-Prijanto karena: kapabilitas kandidat (28,5), karakter kandidat (19,5), suka dengan program atau isu kampanye (18,1), kesamaan latar belakang agama-suku-dll (7,5), ikut dukungan partai (6,9), dan lain-lain (19,4). Terlihat pergeseran sikap pemilih Foke dari segi kesamaan agama-suku, pada pilkada 2007 hanya 7,5 persen, namun pada pilkada 2012 melonjak menjadi 25,9 persen. Apakah itu dukungan yang wajar karena pemilih Jakarta makin relijius, ataukah terjadi proses “religionisation” (agamaisasi) di masa kampanye, sebagaimana dinyatakan Ken Miichi, sambil mengutip konsep Robert Hefner. Fauzi Bowo pada pilkada 2007 dipersepsi bersifat moderat dan inklusif, merangkul semua golongan. Sementara penantangnya (Adang-Dani) dipersepsi (melalui kampanye media) bersifat “radikal dan militan” sehingga mengancam kemajemukan warga Jakarta. “Jika Adang-Dani yang didukung PKS menang, maka Jakarta akan berubah menjadi kota Taliban”, begitu propaganda massif tersebar di lapangan, menakut-makuti warga Jakarta bahkan sampai hari tenang. Tetiba, pada pilkada 2012, wajah toleran Foke berubah menjadi “militan dan intoleran” karena dinilai terlalu dekat/mengakomodir kelompok-kelompok garis keras. Foke memenangi pilkada 2007 karena mensiasati isu SARA dengan menyudutkan lawannya (Adang-Dani) dalam stigma negatif. Pada pilkada 2012, Foke terjebak permainannya sendiri dan dikalahkan Jokowi yang dengan cerdik membalikkan isu SARA serupa. Jadi, kita lihat dalam konteks Pilkada Jakarta, isu SARA bukan strategi jitu untuk memenangkan kandidat, tetapi efektif menyudutkan dan mengalahkan lawan dengan stigma negatif. Sekarang, bagaimana dengan Pilkada 2017? Apakah isu SARA masih bisa dipakai untuk menjegal kandidat pilihan atau lawan politik? Basuki masih punya waktu dua bulan untuk mengubah keadaan, menjalani proses hukum atas dugaan penistaan agama (bisa diputuskan bersalah atau bebas) dan berperilaku seperti korban (playing victim) atas fitnah dan tekanan massa. Agus Harimurti dan Anies Baswedan bisa terjebak dengan permainan isu sensitif itu, jika tak waspada, terutama para relawan pendukungnya yang bersemangat di lapangan dan ranah media sosial. Dalam kaitannya dengan Aksi Damai 4 November 2016 (411) yang mendesak Polri agar menahan Basuki sebagai tersangka kasus penistaan agama, Agus berkomentar positif, karena itu bagian dari hak demokrasi, menyampaikan pendapat (31/10/2016). Sementara Anies terlihat menjaga jarak obyektif dari aksi 411, tetapi memberi nasihat kepada Basuki saat berjumpa dalam acara talk show Mata Najwa (26/11/2016). “Kata-kata dapat merenggangkan hubungan, kata-kata dapat mempersatukan hubungan. Seperti apa yang terjadi dengan pak Basuki kan seperti itu, diungkapkan lalu disesali. Dan, efeknya luar biasa,” ujar Anies, disambut tepuk tangan audiens. Pengamat yang obyektif menganalisis berbagai survei politik dalam sejarah Indonesia kontemporer, tak kan meremehkan faktor SARA. Bahkan, unsur SARA bisa menjadi pembentuk identitas nasional atau memperkuat afiliasi politik. Dengan pemahaman SARA yang tepat, terutama agama, orang tak akan mengalami anomali atau doublethink.
  8. Bantuan itu memberikan keuntungan politik bagi saingan Ahok.
  9. Jakarta, 31 Oktober 2016 – Setelah sukses dengan Game Prime 2016 Surabaya yang menghadirkan kurang lebih 800 peserta dari berbagai kalangan, gelaran Game Prime 2016 akan berlanjut bulan November 2016 mendatang. Bertajuk BEKRAF Game Prime 2016, acara ini menurut rencana akan digelar selama dua hari penuh, 29 dan 30 November 2016 di Balai Kartini, Jakarta. BEKRAF Game Prime 2016 merupakan acara puncak dari Game Prime 2016 di Surabaya yang sebelumnya diadakan tanggal 22 Oktober 2016 kemarin di PENS. BEKRAF Game Prime 2016 sendiri merupakan proyek kolaborasi terbesar antara Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Duniaku Network, Asosiasi Game Indonesia (AGI), Dicoding, GemuGemu, KotakGame, Toge Productions, GCM dan IndieGames.com. Event ini juga didukung secara penuh oleh Futurist Foundation, Yayasan Futurist Indonesia, GCM Sdn Bhd, Uber, dan Go-Life sebagai partner strategis, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai partner dari pemerintah. BEKRAF Game Prime 2016 disponsori oleh BEKRAF, Unity, Freakout, VMax, Forest Interactive, Gameloft, Krunchisoft, PT. Garena Indonesia, Megaxus. Jika di Surabaya lebih kental dengan tema teknis dan bertujuan untuk memunculkan talenta-talenta baru di industri game, di BEKRAF Game Prime 2016 akan lebih banyak tema dan materi dari segi bisnis dan kolaborasi. Bagi yang ingin belajar dari para ahli, akan ada sesi lecture dan diskusi panel yang menghadirkan beberapa praktisi industri game, baik dari dalam maupun luar negeri. Ada juga diskusi panel yang menghadirkan lebih dari satu pembicara dalam satu panggung. Beberapa topik yang tersedia antara lain: Reality Check: Are We in the Right Direction? Tema utama dalam BEKRAF Game Prime 2016 yang akan dibawakan oleh Andi Suryanto (Lyto), Narenda Wicaksono (Dicoding), Triawan Munaf (BEKRAF). Tighting the Knot: Support from Government, Investor, Community, Ecosystem. Bagaimana dukungan dari para stakeholder saat ini untuk membawa industri game agar lebih maju di masa yang akan datang? Semuanya akan dikupas dalam diskusi panel yang akan dibawakan oleh Hari Sungkari (BEKRAF), Eva Muliawati (AGI), Frida Dwi (Game Dev ID), dan Samuel Abrijani (Kominfo). Designing Addictive Games, What is Really Matter. Apa yang membuat sebuah game menjadi adiktif dan bisa membuat betah para pemainnya? Ikuti panel yang akan dibawakan oleh Anton Soeharyo (Touchten) dan Irwanto Widyatri (Tebak Gambar) ini. Post Mortem: Indonesian Games in Google Play Store Top Rank. Tahu Bulat dan Tebak Gambar. Tentu banyak dari kamu yang ingin tahu apa "resep" yang membuat mereka bisa bertahan lama di puncak peringkat Google Play Store. Jangan lewatkan panel yang akan dibawakan oleh Eldwin Viriya (Own Games) dan Irwanto Widyatri (Tebak Gambar) ini. 360 Degree Introduction Courses: Crafting Your 1st Mobile Game. Sesi bagi kamu yang akan memulai karir di industri game, dan akan membuat game mobile pertamamu. Sesi ini akan dibawakan oleh Adam Ardisasmita (Arsanesia). Dan masih banyak lagi! Selain sesi sharing dan diskusi panel, ada juga berbagai macam workshop yang bisa diikuti untuk meningkatkan skill di bidang game development. Diharapkan setelah mengikuti workshop, peserta sudah memiliki portofolio sendiri. Lalu jangan lewatkan juga untuk mencicipi berbagai macam game terbaru hasil karya developer Indonesia di arena Showcase yang sudah disiapkan. Bukan hanya game digital, arena bermain board game yang terbukti ramai di Game Prime 2016 Surabaya juga akan hadir lagi di acara ini, tentunya dengan konten lebih banyak dan area lebih besar! Ada banyak konten baru dan menarik yang tidak ada di Game Prime 2016 Surabaya bakal hadir di BEKRAF Game Prime 2016 ini. Pertama ada VR Play Area, dimana pengunjung bisa merasakan serunya bermain di dunia Virtual Reality dengan berbagai macam jenis game yang dapat dicoba. Lalu ada juga Artist Alley, dimana pengunjung bisa menikmati pameran hasil karya para artist dan ilustrator berbakat dalam negeri, atau bahkan membawa pulang karya mereka! Setelah lelah berkeliling, Relaxing Area yang didukung oleh Go-Massage siap memanjakan pengunjung untuk melepaskan lelah sehingga siap "berpetualang" kembali. Bagi developer yang selama setahun terakhir sudah aktif merilis game, jangan lewatkan Game Dev Award, penghargaan prestisius bagi game-game dan developer terbaik Indonesia selama satu tahun terakhir. "Tema Reality Check: Are We On The Right Direction ini kita angkat agar membuat kita paham siapa sajakah pemain utama industri, sudah di manakah posisi mereka, sedang ke mana dan apa yang bisa kita lakukan untuk bersaing di industri," ungkap Robi Baskoro, General Coordinator dari Game Prime 2016 ini. "Dengan acara ini, kita harapkan ekosistem industri game bisa tahu koordinat masing-masing dan mengambil langkah yang konstruktif untuk berkembang jauh lebih cepat dan tepat," harapnya. Pendaftaran BEKRAF Game Prime 2016 sendiri sudah mulai dibuka melalui Dicoding dan Eventbrite. Untuk mengikuti acara ini, bisa mendapatkan tiketnya gratis melalui tautan di bawah ini. Dicoding: https://www.dicoding.com/events/295 Eventbrite: https://www.eventbrite.com/e/bekraf-game-prime-2016-jakarta-tickets-28781837250 Selain pendaftaran untuk umum, pendaftaran untuk startup dan developer game yang ingin membuka booth dan memamerkan karya di BEKRAF Game Prime 2016 juga sudah dibuka. Bagi yang ingin mendaftarkan startup-nya, bisa melalui tautan di bawah ini. Nantinya semua startup yang terdaftar akan dikurasi dan yang lolos akan mendapatkan kesempatan untuk berpameran di event ini. Pendaftaran Booth BEKRAF Game Prime 2016 Jakarta Untuk informasi lebih lanjut mengenai BEKRAF Game Prime 2016 Jakarta dan juga mengetahui jadwal lengkapnya bisa langsung mengunjungi website resminya di http://gameprime.asia atau menghubungi ricky.setiawan@duniaku.net. Tentang Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Tentang Duniaku.net Tentang Asosiasi Game Indonesia
  10. WNI Diaspora di AS untuk kedua kalinya mendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017. Ini adalah acara kedua mereka mendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017. Alasan mereka mengadakan acara ini karena mereka sangat prihatin sekali dengan keadaan di tanah air akhir-akhir ini. Utomo Lukman salah seorang relawan Teman Ahok Los Angeles yang juga anggota PDI Perjuangan mengatakan bahwa "NKRI hidup dengan berlandaskan Pancasila. Mari kita semua bersatu padu. Jangan sampai terpecah belah." Acara yang didahului dengan nyanyian Indonesia Raya dipimpin oleh relawan Ahok, Yanti Walter, ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat seperti Buce Lie, wakil dispora Los Angeles. Beliau juga mengatakan sangat prihatin sekali dengan keadaan di tanah air dan tidak mengerti apa yang sebenarnya sebenarnya terjadi. “Sangat disayangkan kalau memang itu karena ketidaksukaan pada Ahok karena UU di Indonesia jelas-jelas menyatakan bahwa siapa yang lahir di Indonesia artinya adalah Indonesia,” kata Buce. Pertemuan di Food Court Hongkong Plaza, West Covina ini diselenggarakan Oleh Utomo Lukman, Erwina Hawadi, Jeffrey Sangari, Ina Herkata, Toar Lumingkewas, Eki Gondosaputro, dan Prima Bernardus atas initistif mereka dan permintaan masyarakat Indonesia Los Angeles yangg resah melihat keadaan di tanah air. "Pada prinsipnya kita tidak ingin melihat NKRI terpecah belah" kata Toar. Erwina menambahkan "Kita kan juga jadi gelisah membaca berita dari tanah air yang ujung-ujungnya malah saling berantem, dan adu domba. Hati-hati, ini juga sudah masuk berita dunia lho. Pasti ada yang tepuk tangan melihat kita pada berantem." Pertemuan ini ditutup dengan doa bersama untuk keutuhan NKRI dan dukungan mereka kembali kepada Ahok-Djarot untuk memimpin Jakarta. Pesan masyarakat Indonesia yang hadir pada pertemuan di Los Angeles, California ini adalah agar Ahok tetap tabah, sabar, dan terus bekerja keras untuk kemakmuran ibu kota Jakarta. [www.voaindonesia.com]
  11. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini masih terbuka jika Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama ingin mencari nominasi partai sebagai calon untuk pemilihan gubernur tahun depan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, yang merupakan politikus PDI Perjuangan, mengatakan bahwa masih ada kesempatan bagi Ahok untuk menjalankan dengan dia dalam pemilihan dengan dukungan dari PDI-P sebagai awalnya direncanakan sebelum Ahok menyatakan dirinya sebagai calon independen. Tapi Djarot menekankan bahwa partai untuk membuat keputusan tentang pencalonannya. “Ini akan menjadi keputusan PDI-P untuk memasangkan dia dengan setiap calon. Saya akan menerima tugas partai apakah sebagai [calon] gubernur atau wakil gubernur, “tambahnya. Dia mengatakan, pihaknya akan mendeklarasikan pencalonan gubernur Jakarta pada bulan Agustus. Juru bicara Teman Ahok (Friends of Ahok) Singgih Widyastono mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa Ahok akan membuat keputusan pada hari Rabu apakah akan menjalankan sebagai calon independen atau sebagai calon nominasi dari tiga partai politik – Partai Golkar, Hanura dan Partai NasDem. PDI-P, partai terbesar di dewan kota dengan 28 kursi, adalah satu-satunya partai mampu untuk nama pasangan calon gubernur dalam pemilu tanpa kerja sama dengan partai-partai politik lainnya. ambang batas 22 kursi untuk satu partai atau koalisi partai-partai politik untuk mengajukan calon. Sementara itu, Teman Ahok telah mengumumkan bahwa kelompok bisa menerima keputusan apapun yang dibuat oleh Ahok meskipun relawan telah mengumpulkan 1 juta salinan kartu identitas pemilih, lebih dari cukup untuk memenuhi kriteria untuk menjalankan sebagai calon independen. Pada bulan Maret, Ahok mengumumkan rencananya untuk menjalankan sebagai calon independen dan menjabat Kepala Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Jakarta Heru Budi Hartono sebagai pasangannya.
  12. Kakorlantas Mabes Polri Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan pada arus balik nanti pemudik akan digratiskan biaya jalan tol ketika terjadi kepadatan kendaraan yang sudah mencapai 5 kilometer (km). Hal itu dilakukan untuk mengurai antrean panjang di gerbang tol. "Pembagian prioritas dari arah timur begitu kemacetan sampai 5 kilometer akan saya buka gratis. Tapi jika seperempat jam lancar akan dibuka pembayaran lagi," kata Agung di Gedung NTMC, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (7/7/2016). Agung mengungkapkan, menggratiskan biaya jalan tol sudah disepakati oleh seluruh instansi terkait. Selain itu, dirinya juga menjamin hal tersebut akan terlaksana. Namun, apabila terjadi kesalahan teknis dirinya siap menanggung biaya tol dengan gaji kerjanya. "Sudah sepakat gratis kalau macet. Kalau tidak, akan saya tanggung dengan gaji saya satu tahun," kelakar Agung kepada para awak media. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sempat memberikan usulan untuk menggratiskan biaya jalan tol jika kembali terjadi kemacetan panjang seperti arus mudik lalu.
  13. 1. Gaji tinggi sih, tapi biaya hidup lebih tinggi lagi 2. Yay, gaji naik! Tapi biaya sembako naiknya juga nggak kira-kira 3. Salah dikit doang, eh dicaci maki tiga hari tiga malam. Ya udahlah ya tutup kuping aja sih 4. Minta cuti sama kayak cari jodoh, susah! 5. Nggak ikutan demo? Ah, nggak setia kawan! 6. Bakalan punya kalimat basi tapi sakti banget buat alasan kalau terlambat: "Maaf, banjir!" 7. Desak-desakan di Transjakarta jadi makanan sehari-hari 8. Jam kerja sih 9 to 5, kenyataannya jam 7 sampai jam 7 gara-gara macet 9. Hafal banget sama tanggal muda, jadwal gajian, sampai jadwal THR dan bonus-bonus, itu juga kalau dapat 10. Niatnya pengen menghibur diri, jalan-jalan saat malam minggu, tapi yang ada malah macet dimana-mana. Bete! 11. Punya jadwal kongkow rutin setiap bulannya setelah pulang kantor: awal bulan di kafe, tengah bulan restoran kaki lima, akhir bulan di warung amigos (agak minggir got sedikit), syukur bisa melipir ke warteg 12. Pulangnya udah malam banget, eh bukan pacar yang nunggu malah tumpukan pakaian kotor menanti buat dicuci. Nasib! 13. Selalu nyisihin uang gaji buat beli tiket yang harganya gila-gilaan menjelang lebaran. Belum lagi mesti ngantri panjang banget demi dapetin tiket pulang kampung. Duh, kembalikan aku ke rahim ibuku aja deh! 14. Bakalan sering ketemu sama orang-orang yang suka pura-pura tidur di TransJakarta atau KRL 15. Pulang kantor naik bus atau angkot, bakalan sering ketemu sama pengamen yang disilet-silet tapi nggak luka, udah gitu maksa mesti bayar kalau nggak disumpah serapahin plus bonus ditabok kalau beruntung.
  14. Stadium tutup, di mana lagikah club paling heboh, seru dan pasti paling “happening” untuk berpesta dan bergoyang hingga tengah malam? Yang pasti, beberapa tempat “happening” itu kini bisa ditongkrongi di daerah Jakarta Selatan dan Pusat, yang notabene pusatnya kawasan perkantoran Jakarta. Artinya, selepas jam kantor, tinggal langsung “loncat” ke TKP. Ingin tahu dimana saja tempatnya, baca langsung! Empirica Empirica adalah salah satu club yang berada di jantung pusat perkantoran Jakarta. Bagi yang ingin melepas kepenatan setelah beberapa hari fokus pada pekerjaan, dapat langsung “loncat” keclub yang berada di bawah manajemen Ryst Group ini. Empirica yang terletak di kawasan SCBD ini menampilkan ruang persegi panjang yang dijejeri sofa meja dan bar super panjang di salah satu sisinya. Jika dilihat sepintas mirip gudang tua, tetapi diperhatikan lebih detail akan terlihat berkelas dengan sentuhan serba putih di setiap interior ruangan. Yang membuat Empirica jadi club favorit adalah dekorasi tata lampu ciamik dan kecanggihan proyektor tiga dimensi (3D projection mapping) yang memang hadir di Jakarta pertama kali di tempat ini. Dengan proyektor ini, dinding sebelah kiri bisa dipetakan dengan gambar tiga dimensi sehingga pengunjung akan mendapat pengalaman clubbing unik di Empirica. Fable 'Memasuki Fable ibarat memasuki dunia berbeda…' Dengan lorong gua berdinding batu hingga ruang utama yang berkesan megah, mewah sekaligus misterius, memasuki Fable ibarat memasuki dunia berbeda! Ide desain interior Fable yang namanya terinspirasi dari film “Harry Potter” ini adalah taman rahasia di tengah kota ibarat ibarat di dalam dongeng anak-anak. Club di bawah bendera grup All-In Entertainment ini terletak di lantai dua Fairground SCBD dan bisa menampung sekitar 800club-goers. Yang membuat tempat ini selalu penuh adalah penampilan DJ sering didatangkan dari luar negeri seperti seminggu lalu dimana klab ini menghadirkan DJ Felli dari Las Vegas. Club ini dikenal memiliki banyak variasi minuman beralkohol, yang kabarnya mencakup hingga 120 macam. Variasi cocktailsfavorit di sini adalah Nutella Passion cocktail yang mencampurkan tiga jenis minuman alkohol dengan sirup hazelnut. Exodus Exodus bisa dibilang salah satu club baru yang sedang naik daun sekarang ini. Dibuka belum setahun, Exodus adalah clubpengganti Kampus yang tutup dua tahun lalu dan dikelola oleh Stadium grup. Exodus sebenarnya gabungan tiga tempat yang terletak di beberapa lantai di Kuningan City. Club-nya sendiri terletak di lantai lima dan menawarkan musik R&B dan House. Desain interior terlihat canggih dengan layar LED di sepanjang dinding dan sofa besar di mana jika ingin mendapatkan spot tempat duduk di salah satu sofa tersebut, minimum tiga juta perak garansi untuk pemesanan F&B. Selain sofa, ada juga beberapa meja untuk sekedar nongkrong tanpa harus mengeluarkan koceksebanyak di atas. Colosseum Setelah Stadium ditutup, penikmat clubbing di daerah Kota tidak usah pusing karena di lokasi sama, ada club malam seru Colosseum. Klab yang buka pertengahan November tahun lalu berkapasitas dua ribu pengunjung dan seperti club malam lainnya menampilkan kemewahan tata lampu dan suara yang diatur langsung oleh ahli tata lampu terbaik dunia. Dikelola oleh Alexis group dan mengambil lokasi yang sama dengan club 1001 (ceng-id) dua tahun yang lalu, bisa dipastikan tempat ini juga bakal menjadi salah satu club malam terpanas di Jakarta. Apalagi dengan bantuan tata lampu yang memang terbilang dashyat itu. New Stingray Club Salah satu club malam yang sering diserbu hotel di dalam hotel adalah New Stingray Club yang bersituasi di Crowne Plaza Hotel.Club ini dulunya bernama Kama Sutra dan seiring dengan perubahan tim pengelola baru, namanya pun kini menjadi New Stingray Club. Club yang bisa menampung sekitar 700 pengunjung ini akan merasakan nuasa hijau di dalam club karena tata lampu hampir di semua ornamen interior mereka berwarna hijau. Agar terlihat beda dan mencoba membidik segmen yang berbeda, Stingray menampilkan penampilan dan permainan musik di meja putar dalam berbagai macam aliran musik mulai dari klasik disco, R&B hingga yang sedang populer sekarang ini.
  15. Gimana menurut kamu?
  16. Perjalanan panjang menuju DKI I memunculkan berbagai macam nama baik petahana maupun calon baru, diiringi dengan persaingan antar pendukung masing-masing kubu. Di Washington DC, teman Ahok dan Sahabat Sandiaga Uno menggelar dukungan terbuka bagi jagoannya.
  17. Bakal calon gubernur DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut ada yang terus berusaha mengganjal niatnya maju di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2017 melalui jalur independen. Pihak itu tentu saja adalah lawan politiknya yang tak lagi menghendaki Ahok memimpin Jakarta. Setelah gagal memasukkan syarat yang memperberat calon independen, kini muncul isu bahwa dukungan fotokopi kartu tanda penduduk harus bermeterai. Ahok merasa jika semua dukungan harus bermeterai tentu akan memberatkan. Ilustrasinya, satu meterai berharga Rp 6.000 sehingga bila 1 juta dukungan, maka butuh Rp 6 miliar. Ahok mengaku saat ini tak mau ambil pusing dengan persyaratan calon independen di Pilgub DKI. Termasuk jika dia gagal maju Pilgub DKI hanya gara-gara KTP dukungan tak bermeterai. Dia pun mempersilakan calon lain 'mengambil' jabatan gubernur DKI Jakarta. Toh hingga kini Ahok tak melihat program-program yang ditawarkan oleh para calon tersebut selain hanya ingin mengganjal langkahnya maju Pilgub DKI. "Orang pengin banget jadi gubernur. Orang enggak pernah kasih program apa kalau jadi gubernur. Saya sampai hari ini enggak dengar programnya apa. Jadi kalau mau jadi gubernur, ambil aja deh. Kalau cuma gara-gara KTP saya enggak bisa ikut (Pilgub DKI)," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2016). Ahok pun memilih berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI yang akan berakhir pada 2017 nanti. "Saya sampai Oktober 2017 saya berusaha semampu saya, habis itu silakan pesta pora," kata dia. Soal persyaratan bermeterai di fotokopi dukungan ini sebenarnya sudah dijelaskan oleh Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay. Menurut dia meterai disertakan dalam satu bundel dukungan kolektif per desa atau kelurahan bukan satu meterai untuk satu surat pernyataan dukungan per orang. "Jadi setiap bundel dukungan untuk satu desa, mereka perlu mereka meletakkan meterai dan ditandatangani bakal calon di atas meterai tersebut. Jadi bukan satu meterai untuk satu orang yang memberikan pernyataan dukungan," ujar Hadar.
  18. Awal 2016 menjadi tahun terakhir bagi esia dalam melayani pelanggannya, setidaknya di luar pulau Jawa. Operator CDMA nasional itu mengumumkan penutupan layanan di tanah air secara bertahap sejak 1 Januari 2016. Kalau tahun lalu operator yang identik dengan warna hijau itu resmi menghentikan layanan akses data, maka tahun ini giliran layanan dasar, voice dan SMS. Pelanggan di beberapa kota sudah benar-benar tidak bisa menggunakan nomor esia mereka. Bagi pelanggan yang masih ingin menggunakan nomornya, dianjurkan untuk beralih ke jaringan Smartfren, dengan mengganti kartu esia dengan kartu Smartfren di gerai esia, beserta sisa pulsa yang dimiliki. Berikut petikan pengumuman pada website resmi myesia.com: Pelanggan Yang Terhormat, Penghentian layanan Esia di beberapa kota telah dilakukan secara bertahap mulai 1 Januari 2016. Silakan datang ke Gerai Esia terdekat untuk menukarkan kartu Esia Anda dengan kartu perdana Smartfren secara gratis berikut sisa pulsa Esia Anda. Adapun daftar kota di pulau Jawa yang layanannya sudah distop adalah Semarang, Solo, Klaten, Wonogiri, Yogyakarta, Boyolali, Purwokerto, Cilacap, Tegal, Magelang, Salatiga, Surabaya, Mojokerto, Jember, Malang, Pasuruan, dan Kediri. Sementara kota-kota di luar pulau Jawa adalah Denpasar, Mataram, Makasar, Manado, Banjarmasin, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan, Padang, Bukittinggi, dan Batam. Lalu bagaimana dengan layanan esia di Jakarta? Kepada Selular.ID, Teguh Anantawikrama, Chief Regulatory Officer Bakrie Telecom, menyampaikan bahwa layanan voice dan SMS esia di Jakarta dan seluruh wilayah Jawa Barat, serta Banten, tidak akan ditutup. “Kami masih beroperasi normal di area Jakarta, Jabar, dan Banten. Pelanggan tetap bisa menikmati layanan voice dan SMS dari esia, kecuali akses data,” ujarnya. Sementara kota-kota di luar pulau Jawa adalah Denpasar, Mataram, Makasar, Manado, Banjarmasin, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan, Padang, Bukittinggi, dan Batam. Lalu bagaimana dengan layanan esia di Jakarta? Kepada Selular.ID, Teguh Anantawikrama, Chief Regulatory Officer Bakrie Telecom, menyampaikan bahwa layanan voice dan SMS esia di Jakarta dan seluruh wilayah Jawa Barat, serta Banten, tidak akan ditutup. “Kami masih beroperasi normal di area Jakarta, Jabar, dan Banten. Pelanggan tetap bisa menikmati layanan voice dan SMS dari esia, kecuali akses data,” ujarnya.
  19. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok bakal maju pada Pilkada DKI lewat jalur independen, tidak menggunakan kendaraan partai politik. Meski telah mengambil jalur independen, suara Ahok masih tetap unggul dibanding bakal calon yang lainnya. Hal ini, berdasarkan hasil survei Sinergi Data Indonesia (SDI), yang melibatkan 500 responden di seluruh wilayah DKI, minus Kepulauan Seribu. Ahok unggul dibanding bakal calon gubernur DKI lainnya, yakni Sandiaga Uno, Yusril Izha Mahendra, Adhyaksa Dault, Roy Suryo, Ahmad Dhani, Biem Benyamin, Anis Matta, Djarot Saeful Hidayat, dan Boy Sadikin. "Suara Ahok masih lebih tinggi dibanding akumulasi total suara penantang. Dimana mendapatkan 39,2%. Sedangkan calon lainnya 35,6%, dan yang masih ragu atau memilih tidak menjawab sebesar 25,2%," ujar Direkur SDI Barkah Patimahu di Jakarta, Minggu 13 Maret 2016. Barkah menjelaskan, mantan Bupati Belitung Timur itu meraih suara tertinggi, karena secara umum, Ahok dinilai baik dalam menjalankan birokrasi dan pelayanan publik, serta disiplin kerja. "Sebanyak 72,20%, responden menyatakan baik. Yang mengatakan tidak baik atau buruk hanya sebesar 14,8%. Sedangkan yang menyatakan sangat buruk hanya 10,40%, dan sisanya sebanyak 2,60% memilih tidak tahu atau tidak menjawab," papar dia. Jika mengacu data dari relawan TemanAhok, jumlah KTP yang sudah dikumpulkan sudah terkumpul 784.977 KTP, yang mendukung mantan politikus Partai Golkar dan Gerindra itu.
  20. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menangkap enam bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB). "Melanggar rute setelah dilarang masuk Jakarta," kata Kepala Dinas Perhubungan Andriyansah, Senin, 7 Maret 2015. Enam bus tersebut kini dikandangi Dishub. Ada beberapa alternatif untuk menyiasati permasalahan ini. Andriyansah menuturkan akan mencoba berkoordinasi dengan enam operator APTB, Transjakarta, dan Dishub. Rencananya, Dishub akan mengajak APTB bergabung dengan Transjakarta. Dishub juga sedang mengupayakan percepatan bantuan 600 bus dari Kementerian Perhubungan. Tujuannya untuk mengatasi jumlah penumpang yang menumpuk. Selain itu, Dishub menyiapkan bus pengganti APTB. "Sudah ada 31 bus Scania yang kalau dikonversi dengan single setara dengan 62 bus. Juga ada 50 bus dari TransJabodetabek untuk mengganti rute APTB," ujar Andriyansah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang bus APTB melintasi rute Jakarta. Pelarangan ini dilakukan setelah pihak operator APTB dan PT Transportasi Jakarta gagal sepakat soal besar pembayaran tarif per kilometer. Mulai 5 Maret 2016, APTB kembali dilarang masuk Jakarta.
  21. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan belum menemukan titik temu dengan operator Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB). Ahok mengaku tawarannya kepada APTB untuk bergabung dengan Transjakarta dan tarif hanya Rp 3.500 belum disetujui. "Kami ingin menawarkan setiap warga yang naik APTB cukup Rp 3.500, biar orang Tangerang, Bekasi, Depok, hanya bayar 3.500. Harapan kami juga biar dia bisa lepasin orang naik motor," kata Ahok di Balai Kota, Senin, 7 Maret 2016. Ahok menyebutkan selama ini APTB selalu menjemput penumpang di tengah jalan dan kerap masuk luar jalur Transjakarta seenaknya. Beberapa kali teguran pun dinilai Ahok tidak digubris oleh APTB. Tawaran tarif per kilo meter yang diajukan Pemda DKI pun juga ditolak. "Eh, masih gak mau. Kan ngeyel namanya," kata Ahok. Ahok menegaskan jika APTB masih berkukuh tidak menerima tawaran dari Pemda DKI, maka rute Transjakarta akan diperpanjang hingga luar Jakarta dengan tarif hanya Rp3.500. Ahok menilai, penumpang pelan-pelan akan meninggalkan APTB karena tarifnya yang lebih mahal dibanding Transjakarta. Pemda DKI akan menerima bantuan 600 bus dari Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat ini. Seluruh bus tersebut menurut Ahok telah dipersiapkan, namun masih terkendala dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Mulai hari ini, bus APTB dilarang masuk wilayah Jakarta. Ahok mengancam akan menangkap bus APTB yang masih membandel memasuki perbatasan Kota Jakarta. "Paling kita tangkap, kita derek kalau (mereka) macam-macam. Mobil derek kita kuat derek bus loh. Tenang aja," kata Ahok.
  22. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuka Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Duri Kembangan, di Rusun Daan Mogot, Jakarta Barat. Ahok sempat disuguhi berbagai makanan dari hasil perkebunan hidroponik yang digarap warga. Setelah membuka RPTRA, Ahok berkeliling ke sekitar rumah susun. Ada sederet tanaman hidroponik yang sudah bisa dipanen. Bersama sang istri Veronica Tan, Ahok memanen beberapa tanaman sayur yang ada. Pria berkaca mata itu lalu bergeser ke meja makanan. Beberapa menu sudah siap disantap seperti sayur lodeh, tahu bacem, dan ayam rica-rica. Mantan Bupati Belitung Timur itu diambilkan mangkuk plastik kecil dan mengambil sendiri sayur lodeh yang ada. Ahok memanggil sang istri yang sedang berbincang dengan para ibu-ibu PKK yang ada. Dibalut pakaian serba coklat, Veronica pun ikut mencicipi. "Enak nih. Bener. Enak, mau coba enggak?" kata Ahok setelah mencicipi sayur. Menoleh ke kiri, perhatian Ahok tertuju pada sebuah makanan. Lalu, Ahok menggunakannya sebagai bahan untuk menggoda para ibu di depan sang istri. Ahok dikenal sebagai pemimpin yang tegas saat bekerja. Di rumah, dia tidak bisa melawan sang istrinya, Veronica Tan. Tapi, bukan berarti dia genit lho. Ahok hanya teringat, biasanya bahan kimia berbahaya ditemukan dalam makanan itu. "Ini tahunya ada formalin enggak nih? Aduh musti dicek dulu nih. Jangan sampai ada yang berformalin ini," goda Ahok. "Tenang aja pak, ini aman," sahut para ibu. Usai mencicipi makanan, Ahok melanjutkan perjalanan mengelilingi RPTRA dan Rusun Daan Mogot.
  23. Penyisiran dilakukan Tim Gabungan dari pihak kepolisian, PLN, Telkom, dan Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat. Terdiri dari 10 petugas, 4 kepolisian, 2 petugas PLN, 2 petugas Telkom, dan 2 petugas Sudin Tata Air. Penyisiran berlangsung selama 180 menit. Penyisiran dilakukan dua tahapan. Tahap pertama, petugas menyisir gorong-gorong dari depan Kementerian ESDM sampai ke area Taman Monas Pintu Barat. Taha kedua, petugas menyisir dari depan Kementerian ESDM sampai depan Gedung BI di Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. 25 barang bukti ditemukan dari hasil penyisiran yang berlangsung sejak pukul 17.30 sampai dengan pukul 20.00 WIB. Temuan lengkapnya, 1 botol mizone, 1 bungkus nasi jago (kosong), 3 buah senter kepala, 1 buah tempat gergaji besi, 2 buah potongan kabel, 4 buah batre ABC, 1 buah kabel terbakar (di atas tutup gorong-gorong). Selain itu ditemukan juga 6 buah tutup senter kepala, 1 pasang sarung tangan, 1 gelas paku, 1 pembungkus kabel, 1 kabel utuh, 1 serabut kabel, 1 kulit kabel. Temuan-temuan itu bukan tanpa perjuangan. Permukaan air yang cukup tinggi dan sulitnya petugas bernafas di dalam gorong-gorong, menjadi hambatan untuk menemukan barang-barang bukti tersebut. Terlihat bagaimana Tim Gabungan bernafas terengah-engah saat keluar dari pintu gorong-gorong. Bukan hanya itu, untuk menutup kembali pintu gorong-gorong, dua petugas Sudin PU Tata Air harus menggunakan alat tambahan berupa linggis. Cerita seorang petugas Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat, Joko, di gorong-gorong dipenuhi dengan lumpur, sehingga membuat dirinya sulit melangkahkan kakinya. Di tengah gelapnya gorong-gorong, Joko juga harus menundukkan kepalanya saat berjalan. Alasannya, batas antara tanah dengan batas atas gorong-gorong berkisar 1,5 meter. "Banyak lumpur. Batasnya, buat kepala saya mentok," ujar Joko. Kedalaman air di gorong-gorong sebatas pinggang orang dewasa. Selain itu airnya pun membuat badannya gatal-gatal. "Bau di dalam menyengat banget," keluhnya. Hal serupa dialami rekannya, Mujamir. Petugas Sudin Tata Air Jakarta Pusat tersebut harus menggaruk-garuk badannya setelah melakukan penyisiran di tengah kegelapan. "Wah di dalam lumpurnya dalam mas. Airnya dalam, mana gatel. Ini pasukan semua masih gatel-gatel," ucap dia. Selain itu di dalam gorong-gorong pun ia sulit bernafas akibat terbatasnya udara. "Pengap. ventilasi udaranya tidak ada. Susah jalan karena ketinggian air di dalam saluran sepinggang," ujar Mujamir. Sepuluh petugas yang melakukan penyusuran ini mengenakan sejumlah perlengkapan untuk keselamatan. Di antaranya helm dan sepatu keselamatan, rompi pelampung dan celana panjang, sarung tangan karet, cat semprot, senter, headlamp dan masker.
  24. Halte Bis Singapura Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambah halte bus hingga 2.000 halte mulai tahun depan. Penambahan jumlah halte ini untuk mengimbangi terus bertambahnya armada bus kota baru yang terintegrasi dengan bus Transjakarta. Terakhir sebanyak 320 bus pengumpan (feeder) diluncurkan hasil kerja sama antara Koprasi Angkutan Jakarta (Kopaja) dan PT Transjakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, lelang pembangunan halte itu juga akan dibuka bagi perusahaan iklan. "Mungkin nanti dalam satu kali lelang pada perusahaan iklan, ada 1.000 hingga 2.000 lokasi," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/12). Perusahaan iklan yang berminat untuk membangun halte bisa membuat sebuah konsorsium yang akan bersama-sama membangun halte tersebut. Ahok ingin halte yang terbangun nanti seperti halte bus modern seperi di Singapura. Selain bentuknya yang modern, halte juga memuat informasi lengkap soal rute dan jadwal operasional bus. "Nanti juga akan ada petunjuk waktu kapan bus-bus akan datang, itu akan dibangun seperti itu semua," ujarnya. Dengan adanya halte itu, penumpang tak bisa sembarangan tempat memberhentikan atau turun dari bus kota. Sementara itu Direktur Utama PT Transjakarta ANS Kosasih mengatakan, bus pengumpan yang sudah diluncrukan akan bertarif sama dengan Transjakarta, yaitu Rp3.500 per penumpang. Tarif tersebut akan sama di manapun penumpang naik. Khusus untuk rute yang akan dilalui, Kosasih menjelaskan belum ada penetapan resmi terkait hal tersebut. Alasannya adalah karena penentuan rute harus dibicarakan lebih lanjut dan difinalisasi dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Namun begitu, Kosasih mengatakan pihaknya telah menawarkan lima rute yang nantinya akan dilalui oleh bus-bus tersebut. Rute yang ditawarkan itu adalah Monas - Pantai Indah Kapuk, Ragunan - Monas, Ragunan - Dukuh Atas, Lebak Bulus - Senen, dan Blok M - Manggarai.
  25. Ahmad Dhani menyatakan kesiapannya untuk menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Bahkan ia rela menjual sebagian hartanya untuk dapat terpilih menjadi Gubernur. Dhani siap merelakan sebagian harta yang dimilikinya, karena ia menganggap tak sedikit materi yang akan dikeluarkan untuk segala proses terjun ke dunia politik. Seperti halnya survei ataupun sosialisasi kepada masyarakat membutuhkan biaya yang besar. "Siapin uang yang banyak. Bila perlu sampai jual-jual barang. Karena ternyata butuh uang banyak untuk menjadi bakal calon gubernur. Harus ada uangnya untuk bikin survei atau sosialisasi," ujar Ahmad Dhani di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016). Tak tanggung-tanggung, suami Mulan Jameela ini bahkan rela untuk menjual kendaraan roda empatnya yang cukup mewah. "Saya siap jual barang dan mobil," paparnya. Bos RCM ini pun tak permasalahkan jika ia harus merelakan sebagian harta demi tercapainya keinginan Dhani. Pentolan grup Dewa 19 ini juga sudah meminta restu kepada anaknya untuk menjual mobilnya. "Enggak masalah lah kan mobil saya bukan mobil Al kecuali mobil mereka. Iya sudah bilang ke mereka untuk itu," tukasnya.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy