Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'iran'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN
  • Anak Jaksel's Anak Jaksel

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Iran membantah tuduhan yang menyebutkan bahwa pesawat Ukraina yang jatuh di Bandara Imam Khomeini disebabkan oleh tembakan rudal. Teheran menganggap tuduhan itu tidak masuk di akal, sebab beberapa penerbangan domestik dan internasional juga terbang di wilayah itu di ketinggian 2.440 meter pada saat yang sama. "Kisah tentang rudal yang menabrak sebuah pesawat sama sekali tidak benar. Rumor seperti itu tidak masuk akal," Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran sekaligus Wakil Menteri Transportasi, Ali Abedzadeh, seperti dilansir AFP pada Kamis (9/1). Pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh tidak lama setelah lepas landas pada Rabu (8/1) pagi waktu setempat. Seluruh 176 penumpang dan kru pesawat jenis Boeing 737 itu tewas di tempat. Iran telah menemukan kotak hitam pesawat itu namun menolak untuk diberikan kepada Amerika Serikat demi diselidiki. Teheran ingin kotak hitam itu diselidiki di negara selain AS. Laporan yang dirilis otoritas penerbangan Iran mengungkapkan bahwa pesawat itu sempat berputar balik ke arah bandara sebelum jatuh. Pilot dilaporkan tidak mengirimkan pesan radio terkait kemungkinan kerusakan pesawat. Investigasi yang dilakukan Teheran tak mengungkapkan lebih lanjut kecelakaan mendadak yang menimpa pesawat nahas tersebut. Berdasarkan sumber intelijen, media AS menyebut itu jatuh karena tembakan rudal militer Iran. Tuduhan itu muncul ketika ketegangan antara Teheran dan Washington kembali memanas terutama setelah serangan drone AS menewaskan jenderal Iran, Qasem Soleimani, di Irak. Kanada juga mengamini laporan AS itu. Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan negaranya memiliki data dari berbagai sumber intelijen menunjukkan pesawat itu jatuh akibat tertembak rudal Iran.
  2. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengatakan akan melibatkan pemerintah Ukraina dan Boeing untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat pada Rabu (8/1) pagi waktu setempat. Dilansir kantor berita IRNA, Mousavi juga mengatakan pihaknya juga terbuka jika para ahli dari negara-negara asal korban tewas untuk ikut serta melakukan investigasi. Pernyataan ini berbanding terbalik dengan sikap Iran yang sebelumnya berkeras tidak akan melibatkan Boeing untuk proses investigasi, kendati dua kotak hitam sudah ditemukan. Dalam kesempatan yang sama, Mousavi juga mendesak PM Kanada Justin Trudeau atau pemerintah negara lain untuk terlibat dalam proses penyelidikan. Mansour Darajati, Direktur Pelaksana Kantor Gubernur Teheran yang bertanggung jawab atas manajemen krisis mengatakan tim penyelamat telah menyelesaikan proses pencarian jenazah. Ia juga melaporkan seluruh jenazah sudah tidak utuh. Pesawat Boeing 737 milik maskapai Ukraina International Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Iran. Pesawat yang membawa 176 penumpang dan kru itu dinyatakan tewas. Laporan yang dirilis otoritas penerbangan Iran mengungkapkan bahwa pesawat sempat berputar balik ke arah bandara sebelum jatuh. Hanya saja pilot dilaporkan tidak mengirimkan pesan radio terkait kemungkinan kerusakan pesawat. Namun, sumber intelijen media AS mengungkapkan pesawat jatuh lantaran terkena tembakan rudal militer Iran. Tuduhans erupa diamini oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang mengklaim pihaknya memiliki data dari berbagai sumber intelijen yang menunjukkan pesawat itu jatuh setelah tertembak rudal Iran.
  3. Meski mungkin tak terlintas di benak banyak orang untuk liburan di Iran jika diberikan kesempatan. Tapi yang harus Anda ketahu adalah, mencari pasangan hidup di Negara ini ternyata semudah menjentikkan jemari tangan. Tak hanya dipermudah dalam mencari pasangan tapi juga peraturan-peraturan lain tentang pernikahan yang akan membuat bahagia kaum pria tentunya. Kurang modal nikah? Negara akan bantu Les kontrasepsi sebelum dapat surat nikah Mudahnya kawin kontrak Poligami dilegalkan Mendapat gadis perawan bukan hal sulit
  4. Model rambut 'spike' adalah model rambut pria yang paling digemari di 2014 dan 2015. Namun jangan pernah pergi dengan model rambut itu jika jalan-jalan ke Iran. Soalnya, persatuan tukang pangkas rambut di negara Para Mullah ini sepakat mengharamkan model rambut tersebut. Mereka menganggap model rambut meruncing ke atas itu mirip dengan para pemuja setan. "Gaya rambut penyembah iblis sekarang dilarang," kata Mostafa Govahi, ketua tukang pangkas rambut Iran, dikutip kantor berita ISNA, Rabu 6 Mei 2015. Govahi menambahkan, semua tukang pangkas rambut yang kedapatan memotong rambut dengan gaya spike akan diberi sanksi hingga izin usahanya dicabut. Menurut Govahi, gaya rambut spike adalah gaya rambut 'Barat' dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Tidak hanya model rambut spike, tatto dan segala bentuk hiasan tubuh lelaki lainnya, seperti perawatan ultraviolet dan cabut alis, juga dilarang di Iran. Di Iran, penata rambut laki-laki dan perempuan memiliki organisasi perserikatan masing-masing.
  5. Organisasi HAM menyebut RUU tentang pelarangan KB merendahkan kaum perempuan di Iran. Pemerintah Iran dilaporkan tengah merancang undang-undang untuk melarang sterilisasi atau keluarga berencana. Dalam RUU ini antara lain disebutkan bahwa pemerintah akan mendorong kaum ibu punya lebih banyak anak dan sterilisasi akan dilarang. Sedang disusun pula RUU yang membuat kaum perempuan yang tidak punya anak lebih sulit mendapatkan pekerjaan. Organisasi hak asasi manusia, Amnesty International, mengkritik RUU dengan mengatakan produk hukum ini nantinya hanya akan mendudukkan kaum perempuan di Iran 'sebagai pembuat bayi saja'. Amnesty juga mengatakan RUU ini mengancam hak-hak kaum perempuan. "Pemerintah mempromosikan budaya yang berbahaya, budaya yang akan menghapus hak-hak perempuan. Mereka memandang perempuan sebagai pabrik bayi," kata Hassiba Hadj Sahraoui, deputi direktur Amnesty untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. "Pemerintah harus mengakui bahwa perempuan juga manusia yang punya hak-hak asasi. Pemerintah jangan menambah undang-undang yang mengekang perempuan," katanya. Hingga beberapa tahun lalu Iran mencoba untuk mengatur jumlah populasi dengan mensubsidi alat-alat kontrasepsi, namun kebijakan ini diubah. Amnesty memperingatkan ditutupnya akses terhadap alat-alat kontrasepsi bisa meningkatkan jumlah 'kehamilan yang tidak diinginkan' yang pada gilirannya akan memaksa kaum perempuan harus menjalani aborsi yang tidak aman.
  6. Berdasarkan hukum qishash di Iran, menghilangkan mata seseorang akan dihukum dengan cara yang sama. Seorang pria di Iran dihukum dengan dicungkil matanya sebagai bentuk hukuman qishash. Sebelumnya, pria ini dinyatakan bersalah karena menyiram seorang pria lainnya dengan air keras sehingga membutakan kedua matanya. Diberitakan harian lokal Hamshahri yang dikutip The Guardian, Kamis (5/3), tindakan ini dilakukan di dalam penjara Rajai Shahr, kota Karaj, terharap pria yang tidak disebut namanya tersebut pada Selasa lalu. Pria itu dibuat tidak sadarkan diri sebelum tim medis mencungkil keluar mata kirinya. Mata kanannya juga akan dicungkil, namun ditunda. Hukuman ini dilakukan lima tahun setelah pria tersebut membutakan mata dan merusak wajah pria lainnya dengan air keras. Selain dibutakan, menurut peraturan di negara Syiah Iran, pelaku juga harus membayar denda dan dipenjara 10 tahun. Seharusnya ada satu lagi tersangka penyiraman air keras yang akan dicungkil matanya tahun ini, namun ditunda. Pria bernama Hamid ini sebelumnya akan dicungkil mata kirinya dan dipotong telinganya setelah membuat Davoud Roushanaei mengalami hal yang sama akibat siraman air keras tahun 2005 lalu. Roushanaei mengatakan hukuman tersebut ditunda karena ayah Hamid meminta waktu lebih lama. Roushanaei akhirnya memberikan waktu dua bulan tambahan, dan akan berakhir pada 20 Maret mendatang. Sebelumnya hukuman terhadap Hamid juga sempat tertunda sekali karena dokter menolak melakukannya. Organisasi Iran Human Right yang berbasis di Norwegia memuji tindakan dokter yang menolak melakukan hukuman yang menurutnya brutal dan tidak manusiawi tersebut. Menurut organisasi ini, menyetujui hukuman itu merupakan pelanggaran bahwa kode etik dan sumpah para dokter. Hukuman seperti ini bukan hal yang baru. Ameneh Bahrami, wanita Iran, disiram seember air keras yang merusak wajah cantiknya dan membutakan matanya pada tahun 2004. Pelakunya, Majid Mohavedi, mengaku melakukan itu karena sakit hati cintanya ditolak. Tepat di saat mata Mohavedi akan dicungkil pada 2011, Bahrami memaafkannya, sehingga hukuman tidak jadi dilaksanakan. Keputusan Bahrami ini menuai pujian.
  7. Apa yang terjadi jika pengadilan yang tidak fair memiliki kuasa mencabut nyawa? Ironi besar karena hukuman mati justru sebagian besar dipertahankan oleh negeri yang tidak memiliki sistem peradilan yang baik. Indonesia dan Arab Saudi, dua dari negara-negara yang mewakili wajah dunia yang masih mempertahankan hukuman mati. Sebuah praktek yang mulai ditinggalkan karena dianggap merenggut hak paling asasi yakni hak hidup manusia. Januari 2011, pengadilan Taiwan mengaku bersalah menjatuhkan hukuman mati. Chiang Kuo-ching, prajurit angkatan udara dituduh memperkosa dan membunuh seorang anak. Di tahanan, dia disetrum dan dipukuli: dipaksa mengaku bersalah. Hampir lima belas tahun setelah dieksekusi di hadapan regu tembak, terungkap bahwa Kuo-ching tidak bersalah. Penyiksaan di tahanan dan pengadilan yang tidak fair, adalah gejala yang banyak kita temukan di sejumlah negara, yang ironisnya, justru masih mempertahankan hukuman mati. Akhir 70an, pengadilan Indonesia menjatuhkan vonis bersalah atas Sengkon dan Karta. Sama seperti kisah di Taiwan, Sengkon dan Karta yang tak tahan disiksa polisi, akhirnya mengaku sebagai pelaku pembunuhan. Mereka memang tidak dihukum mati seperti Kuo-ching, tapi mereka sama-sama adalah korban peradilan sesat. Lantas bagaimana bisa, sebuah sistem peradilan yang korup dan tidak adil, diberi kewenangan mencabut nyawa manusia? Para pendukung hukuman mati menganggap kejahatan berat memang pantas dihukum mati, dengan alasan keadilan dan juga menciptakan efek jera. Tapi argumen itu lemah. Rasa keadilan bisa terpenuhi dengan menjatuhkan hukuman kumulatif penjara hingga ratusan tahun. Di lain pihak, bukti menunjukkan bahwa hukuman mati tidak menimbulkan efek jera. Di Eropa yang tidak menerapkan hukuman mati, terbukti tingkat kejahatannya rendah. Sebaliknya negara yang masih menerapkan hukuman mati, tingkat kejahatannya sangat tinggi, termasuk Indonesia. Negara dengan Hukuman Mati Terbanyak Cina Negeri tirai bambu, Cina, termasuk yang paling getol menjalankan eksekusi mati. Tahun 2013 saja tercatat sebanyak 2400 tahanan menemui ajal di tangan algojo. Kendati mayoritas penduduk mendukung hukuman mati, suara-suara yang menentang mulai bermunculan. Kekhawatiran terbesar adalah lembaga yudikatif yang tidak jarang menghukum individu yang tak bersalah. Iran Lebih dari 370 tahanan tewas lewat eksekusi mati tahun 2013 silam. Iran memiliki tiga metode eksekusi, yakni tembak mati, hukuman gantung atau rajam. Sama seperti di Cina, hukum di Iran mewajibkan pelaksanaan hukuman mati di depan publik. Negeri para Mullah ini berulangkali memicu kontroversi lantaran menghukum mati jurnalis, aktivis HAM atau individu dengan dakwaan yang tipis. Irak Hukuman mati di Irak terutama marak digunakan sebagai instrumen kekuasaan pada masa diktatur Sadam Husein. Tahun 2013 Irak mengeksekusi 177 tahanan yang sebagian besar tersangka teroris. Sementara 1.724 lainnya masih mendekam di penjara dan menunggu regu penembak beraksi. Tahun lalu PBB mendesak Irak menangguhkan hukuman mati lantaran dinilai berpotensi memicu konflik horizontal. Arab Saudi Lebih dari 80 tahanan tewas di tangan algojo di Arab Saudi 2013 lalu, termasuk di antaranya tiga remaja yang berusia di bawah 18 tahun. Metode hukuman mati yang paling sering digunakan di jantung teluk ini adalah pemenggalan kepala. Kasus yang berujung vonis mati berkisar antara pembunuhan, penyeludupan hingga praktik dukun. Amerika Serikat Sedikitnya 80 vonis hukuman mati dijatuhkan tahun 2013 di Amerika Serikat. Saat yang bersamaan 39 tahanan dieksekusi dengan menggunakan suntikan racun. Metode pilihan AS mendulang banyak kontroversi karena dinilai tidak efisien melumat nyawa terhukum. Terakhir seorang tahanan sekarat selama 39 menit setelah mendapat suntikan racun. Indonesia Kehadiran pemerintahan baru di bawah Joko Widodo tidak mengubah banyak dalam praktik hukuman mati di Indonesia. Sebaliknya orang nomer satu di Istana Negara itu berjanji akan segera melaksanakan sejumlah eksekusi yang tertunda. 2013 lalu Indonesia menghukum mati lima tahanan, kebanyakan tersangkut kasus penyeludupan obat-obatan terlarang.
×
×
  • Create New...