Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'inspirasi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 46 results

  1. abas

    Lola Zieta

    From the album: Lola Zieta

  2. abas

    Lola Zieta

    From the album: Lola Zieta

  3. abas

    Lola Zieta

    From the album: Lola Zieta

  4. Zaman sekarang banyak orang khususnya anak muda yang meyakini bahwa tulus tidaknya cinta itu harus dibuktikan dengan pelukan dan ciuman. Sehingga banyak dari mereka yang menganggap bahwa sentuhan dan hubungan fisik adalah hal lumrah dilakukan sekalipun belum menikah. Padahal pembuktian cinta itu bisa dilakukan dengan banyak cara. Maggie dan Drew, pasangan ini memutuskan untuk menyimpan ciuman pertama mereka untuk hari pernikahan. Dilansir dari faithtap.com, Maggie sudah lama berdoa bisa bertemu pria yang pengertian dan Drew datang sebagai jawaban atas doanya. Dengan keyakinan yang ia anut, ia memutuskan untuk benar-benar menjaga hubungan mereka, terlebih dalam urusan kedekatan intim secara fisik sebelum benar-benar menikah. Lima tahun menjalin hubungan, Maggie dan Drew tak pernah berciuman. Meski banyak orang yang menganggap hubungan tanpa ciuman itu kuno dan ketinggalan zaman, tapi Maggie dan Drew punya keyakinan bahwa menjaga hubungan mereka tanpa ciuman sebelum menikah itu akan membuat mereka berdua makin kuat. Tanpa ada tekanan untuk membuktikan cinta dengan sentuhan fisik, Maggie dan Drew malah punya cara lain yang lebih indah untuk membangun cinta mereka. Kesucian cinta itu dijaga betul-betul dengan kesabaran dan keikhlasan. Hingga pada akhirnya mereka menikah, ada rasa bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Senyuman bahagia Maggie dan Drew menyimpan makna yang dalam. Ada penantian yang begitu dalam yang mereka rasa. Sehingga saat keduanya sah menjadi suami istri, ciuman pertama itu membuat segala sesuatunya jadi terasa lebih istimewa. Meski awalnya mereka terlihat canggung bahkan malu-malu, ada rasa bahagia yang berlipat ganda yang mereka rasa. Ladies, apakah kamu juga akan menyimpan ciuman pertamamu untuk menikah nanti?
  5. Wayne Toh bukan selebriti, aktor, atau politisi. Namun perjuangannya sebagai single parent atau orang tua tunggal yang membesarkan empat anak sendirian sangat menyentuh, dan bisa menjadi inspirasi untuk kita semua. Kali ini TheAsianParent akan menceritakan kisah ayah yang luar biasa ini untuk Anda. Ketika dunia hancur berantakan Sekitar tiga tahun lalu Wayne mengalami cobaan berat dalam hidup ketika istrinya yang berusia 33 tahun tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya dan empat anak mereka, Seth (13), Ethel (11), Tertius (9) dan Elliot (7) demi mencari kebebasan. Seorang ayah yang baru punya anak satu saja sering mengeluh karena capek dan banyak alasan lainnya. Lalu bagaimana dengan merawat empat anak yang terpukul akibat kepergian ibunya? Pada saat yang sama Wayne sedang merintis bisnis baru dan semua wirausahawan tahu bahwa memulai sesuatu dari nol tidak mudah. Wayne sebenarnya memiliki pekerjaan tetap sebagai pengajar kelas fotografi di sebuah SMP di Singapura. Namun penghasilan dari pekerjaan single parent ini tidak cukup untuk membiayai keperluan sehari-hari. Wayne memulai lembaran hidupnya sebagai single parent atau orang tua tunggal dengan rasa frustasi. Ia mengaku, “Di malam hari ketika anak-anak sudah tidur, saya memandang ke arah jendela dan ingin sekali melompati jendela itu untuk mengakhiri penderitaan ini.” Anak-anak sempat menjadi pelampiasan amarahnya dan kadang ia mengunci diri di kamar dan menangis. “Aku tak mengerti mengapa seorang ibu tega meninggalkan anak-anaknya,” ungkap single parent yang tegar ini. Kehilangan sosok ibu juga berakibat pada perilaku anak-anak. Mereka tak mengerti mengapa ibu mereka pergi dan merasa menjadi anak-anak yang tak diinginkan oleh orang tua mereka. Si sulung Seth sempat dua kali minggat dari rumah pada hari-hari pertama ia harus menjalani hidup tanpa kehadiran ibu. Sedangkan Ethel sering kali terbangun dan menangis di tengah malam sambil memanggil-manggil ibunya. Bangkit dari keterpurukan Wayne membutuhkan waktu dua tahun sebelum dapat menerima kenyataan bahwa dirinya adalah orang tua tunggal yang wajib mampu mencari nafkah dan mengasuh anak-anak. Itu memang tidak mudah, namun Wayne tidak punya pilihan lain. Ia berkata pada anak-anaknya, “Ya, Ibu memang telah pergi. Tapi Ayah akan menyayangi kalian sepenuh hati,” Wayne menambahkan, “Sisi positif dari semua ini adalah kini saya menjadi ayah yang terampil. Saya bisa mencari nafkah, memandikan dan meninabobokkan anak-anak. Saya juga mahir dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga.” Itulah kisah Wayne yang kini telah 4 tahun menjadi single parent atau orang tua tunggal. Semoga kisahnya menjadi inspirasi untuk para ayah di luar sana.
  6. Ndral, masih ingatkah kamu tentang sosok gurumu yang paling berkesan dan inspiratif? Pasti ada ya sosok guru atau dosen yang cara mengajarnya atau mungkin kepribadiannya yang meninggalkan kenangan yang tak akan pernah terlupakan di benakmu. Yu Gongmao, guru berusia 41 tahun ini benar-benar sosok pendidik yang sangat menginspirasi. Bahkan kisahnya sudah menyentuh hati para netizen di Cina. Dilansir dari shanghaiist.com, tahun 2012 lalu Yu didiagnosis menderita aneurisma otak akibat faktor genetik Autosomal Dominant Polycystic Kidney Disease (ADKPD). Sejak saat itu, ia menjalani sejumlah operasi pada otak dan kedua matanya. Sayangnya kondisinya terus memburuk. Hingga kemudian ia didiagnosis menderita nekrosis ginjal. Aneurisma (aneurysm) otak atau aneurisma cerebral merupakan kondisi kesehatan akibat terjadinya pelebaran abnormal pembuluh darah di otak, pelebaran ini terutama berkembang di persimpangan arteri besar di dasar otak, di area yang disebut lingkaran willis. (sumber: doktersehat.com) Untuk bisa bertahan hidup, Yu harus menjalani hemodialisis tiga kali seminggu selama satu setengah tahun ke depan sembari menunggu donor ginjal. Dosen dengan tinggi tubuh 175 cm ini berat badannya menurun drastis. Meski penyakitnya parah dan mematikan, Yu tetap mengajar di Wuhan University, Hubei. Meski pihak sekolah menyarankan agar Yu isitrahat saja di rumah, Yu tetap bersikeras terus mengajar. "Ruang kelas memberiku merasa punya tujuan dan dibutuhkan," ungkapnya. Yu dikenal sebagai dosen yang menyenangkan saat mengajar. Di mata para mahasiswanya, Yu dikenal sebagai sosok yang positif dan optimis. Yu juga tak pernah absen mengajar. Hanya saja kadang ia harus berlutut di kursi ketika tubuhnya merasa terlalu lelah untuk berdiri. Yu punya sebuah kotak yang penuh dengan kartu dan surat yang ditulis oleh murid-murid dari segala penjuru Cina dan dunia yang pernah diajarnya dulu. Semua surat itu jadi semangat sendiri untuk Yu bisa bertahan. Ketika ditanya kenapa kenapa masih mau terus mengajar, Yu menjawab, "Saya sangat suka mengajar, saya mencintai mahasiswa-mahasiswa saya dan mereka menikmati kelas saya. Selain itu, semua rekan kerja saya memberi saya semangat jadi saya tak merasa sendirian melawan penyakit ini." Pihak universitas telah membantu membayari sebagian besar biaya pengobatan Yu. Sementara itu para kolega dan murid-muridnya juga membantu mendonasikan uang untuk transplantasi ginjal. Yu optimis sekali dia pasti bisa akan sembuh. “The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.” ― William Arthur Ward Kita doakan semoga Yu bisa segera sembuh dan diangkat penyakitnya, ya Ladies. Seorang pendidik seperti Yu rasanya pasti akan selalu diingat oleh para anak didiknya.
  7. Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal. Karena pagi itu masih sangat sepi, mereka pun duduk-duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmati taman yang hijau nan asri. Sesekali si wanita membuang sembarangan tisu yang bekas dipakainya. Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana dengan mengenakan celana pendek sedang memegang gunting untuk memotong ranting. Si kakek menghampiri dan memungut sampah tisu yang dibuang si wanita itu, lalu membuangnya ke tempat sampah. Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang sampah lagi tanpa rasa sungkan sedikit pun. Kakek tua itu pun dengan sabar memungut kembali dan membuangnya ke tempat sampah. Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantas berkata kepada anaknya,”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu, kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia, jelas ya?” Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, “Permisi, ini taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk kesini ?” Wanita itu dengan sombong menjawab, “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.” Pada waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sangat sopan dan hormat menghampiri si kakek sambil berkata, ”Pak Presdir, hanya mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.” Sang kakek mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu dia berkata tegas, “Manager, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.” Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.” Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak, “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati orang lain, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah". Si wanita tertunduk malu, tanpa berani memandang si kakek. Kakek itu adalah Bob Sadino, yang kedudukannya adalah Presiden Direktur di perusahaan tersebut. Bob Sadino dikenal sebagai pengusaha sukses yang berpenampilan sangat sederhana dan mempunyai ciri khas selalu mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek, bahkan ketika bertemu dengan presiden maupun pejabat negara sekalipun. Beliau lahir pada tanggal 9 Maret 1933, dan telah meninggal dunia karena sakit pada 19 Januari 2015. Gayanya yang nyentrik dengan pola pikir unik dan cenderung keluar dari pakem teori maupun buku teks ekonomi menjadikan Bob Sadino sebagai entreprenuer sejati, yang memberikan inspirasi hebat bagi para generasi penerus bangsa yang ingin menjadi pengusaha sukses.
  8. Wang Guan dan istrinya adalah artis opera nasional, suatu ketika mereka berjumpa sekumpulan anak yatim piatu di kampungnya. Meskipun sangat membebani kehidupannya, mereka berjuang untuk memelihara anak-anak itu, mendidik sehingga mereka bisa menjadi sebuah grup musik mandarin
  9. Fu Fandi adalah seorang gelandangan di kota Shenzhen. Perilakunya yang halus dan kemampuannya dalam bahasa inggris sangat kontras dengan kehidupan keras yang dihadapinya .. Dalam kompetisi ini ia harus menampilkan suatu pentas yang akan dinilai juri, agar juri bersedia bertahan Aku termotivasi banget dengan ini
  10. Karena pertolongan bapak penjual mie 30 tahun yang lalu, kini Prajak berbalik membalas budi kebaikan bapak itu dengan melunasi seluruh biaya rumah sakit. Anak akan melakukan apapun demi melindungi orangtuanya. Hal inlah yang dilakukan bocah laki-laki asal Thailand. Ia terpaksa mencuri obat di sebuat apotik yang tak jauh dari kediamannya. Aksi yang tak pantas mendapat pujian dan mengharukan itu diketahui oleh pemiliki toko. Cacian serta makian dari pemilik apotik pada Prajak Arunthong sontak mencuri perhatian orang-orang yang berada di sekitar. Beruntung, bapak paruh baya yang menjual mie di depan apotik itu mencegah. Ia menghampiri Prajak. "Ibumu sakit?", tanya bapak penjual mie. Prajak hanya bisa mengangguk malu dan ketakutan. Tanpa ragu bapak penjual mie memberikan uang pada pemilik apotik untuk membayar obat-obatan yang telah dicuri Prajak. Bukan hanya itu, ia juga memberikan mie kuah hangat untuk dibawa Prajak pulang. 30 tahun telah berlalu, keadaan penjual mie masih sama seperti dulu. Saat tengah melayani pembeli ia tiba-tiba terjatuh karena sakit. Puteri semata wayangnya segera membawa penjual mie ke rumah sakit terdekat. Biaya pengobatan serta perawatan ayahnya terlalu mahal. Ia tak punya uang sebanyak itu, puterinya hanya menangis memandangi kertas yang bertuliskan total biaya sebesar 792,000 baht. Keputusan menjual toko mie yang telah dirintis bertahun-tahun akhirnya menjadi pilihan. Rupanya Prajak Arunthong kecil telah tumbuh besar menjadi seorang dokter. Ia ingin membalas budi pada bapak penjual mie yang telah menolongnya 30 tahun yang lalu.
  11. Profil Pendiri Tip Top Swalayan Saya lahir pada tahun 1933, di Padang, Sumatera Barat. Alhamdulillah sejak kecil orang tua mendidik saya dengan ajaran Islam yang ketat. Ayah saya berlatar pedagang. Sejak saya kecil, ia juga mendidik saya untuk berdagang. Sekaligus mengajarkan akhlaq berdagang. Suatu saat tanpa disadari, ayah saya kurang mengembalikan uang pembeli. Tetapi pembeli itu diam saja dan berlalu. Lekas dipanggilnya orang itu. Sewaktu saya bertanya mengapa dikembalikan sisa uangnya sedangkan orang itu tidak tahu. Ayah menjawab, Allah Maha Tahu. Sikap demikian akhirnya tertanam dalam hati nurani saya. Sewaktu baru berumur 11 tahun, saya sudah diberinya sejumlah uang. “Kamu mau dagang apa, terserah,” ujarnya lembut. Setiap pulang “berdagang”, saya melaporkan pendapatan saya. “Berapa kamu dapat ? Bagus,” pujinya. Waktu itu saya berinisiatif menjual kelapa. Dengan menggunakan gerobak, saya membeli kelapa di rumah penduduk, dan menjualnya ke pasar dengan jarak tempuh sampai 10 km. Tapi ayah tetap mengutamakan pendidikan formal. “Jangan tinggalkan sekolah.”itu selalu ia tekankan. Lulus SMA saya meneruskan studi ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah lulus, saya bekerja sebagai Direktur BPD. Saya sudah bertekad, suatu saat harus mandiri. Setelah tujuh tahun bekerja di BPD, saya menolak diperpanjang masa jabatan. Saya merasa inilah titik awal permulaan usaha saya. Saya mesti berdiri di atas kaki sendiri. Maka sejak 1967, saya mulai menekuni berbagai bidang usaha. Hingga sepuluh tahun kemudian, sewaktu mencoba bisnis properti kecil-kecilan, saya sadar, usaha itu sudah tidak bisa lagi saya kembangkan. Lalu pada tahun 1978, saya memutuskan keliling Eropa, melakukan “studi banding”, apa sih yang sebaiknya saya kembangkan. Akhirnya saya menemukan, yang pokok diperlukan manusia itu sandang dan pangan. Ternyata siapa yang bergerak di bidang itu, asalkan mempraktekkan teori-teori yang benar, dapat berkembang. Tip Top Dibuka Pada tahun 1979, mulailah saya membuka TIP TOP di Rawamangun. Waktu itu hanya toko kecil, semacam mini market. Saya memulai dari bawah, dari nol. Luas lantainya hanya 400 M2. Saya juga pergi ke pasar-pasar tradisional membeli bawang, cabai langsung sama mbok-mbok penjualnya. Ini berlangsung sekitar dua tahun. Bagi saya ini banyak hikmahnya, saya jadi tahu perputaran arus barang mulai dari bawah. Sejak awal saya sudah mematok mini market itu harus berdasarkan prinsip-prinsip Islami. Bukan hanya tidak menjual daging babi dan minuman keras, tetapi saya juga selektif memilih barang. Misalnya daging sapi atau ayam, kalau harganya terlalu murah, atau tidak jelas memotongnya Islami atau tidak, saya tolak. Bagi saya justru nmencurigakan kalau harganya terlalu murah, dari mana dapat daging itu? Jadi barang-barang yang tidak jelas asal usulnya tak mau saya terima. Saya juga perlu melihat langsung tempat pemotongan hewannya.Saya berusaha memprotect, agar hanya barang yang halal dan thoyyib saja yang dijual. Saya juga mencoba mengikuti bagaimana nabi berdagang, tentunya sepanjang yang saya ketahui. Nabi Muhammad berdagang sesuai dengan hati nuraninya, tidak mau menipu, mencelakakan atau menganiaya orang. Ini saya coba terapkan. Bagi saya kalau sudah cukup untung 2 sampai 3 % jangan mengambil 5 atau 10 %. Setahu saya prinsip dalam Islam itu, carilah pendapatan secukupnya untuk dirimu. Jadi walaupun barangnya halal, tapi kalau harganya mahal, bagi saya tidak baik, dan tidak Islami juga jadinya. Ternyata dasar Islami ini mendapat respon positif dari masyarakat. Tip Top mendapat sambutan di luar dugaan saya. Perkembangannya demikian cepat, bagaikan air bah saja. Lahan seluas 400 M2 itu tidak mencukupi. Tiap tahun saya harus memperluas , dengan membongkar bagian rumah saya di samping mini market. Tahun 1985, Tip Top sudah berubah jadi Pasar Swalayan, dengan luas 3000 M2 dan kenaikan penjualan 20 hingga 30 kali lipat. Berdasarkan pemantauan kami, pelanggannya tidak hanya yang tinggal di Rawamangun saja, tapi meluas hampir di seluruh Jakarta Timur. Saya merasa ini tak lain karena ridlo Allah. Dengan kesadaran ini, saya semakin takut untuk keluar dari jalur Islami. Tawaran dari supplier barang yang tidak Islami, misalnya minuman keras, bukannya tidak ada. Bahkan fasilitasnya mudah dan keuntungannya besar. Saya tetap menolak semuanya. . Ujian Kebakaran Hingga pada Juni 1991, Allah menguji saya. Kebakaran besar tiba-tiba menimpa Tip Top.Semuanya habis terbakar. Inventaris, stok-stok barang, gedung, ludes terbakar semuanya. Tak ada lagi yang tersisa. Hingga menjelang shubuh, api yang mengamuk sejak jam satu malam masih berkobar. Pemadam kebakaran boleh dibilang minim bantuannya, karena sedang terjadi kebakaran juga di Jatinegara. Sewaktu melihat api yang menjilat-jilat itu, saya sempat berfikir, apakah ini hukuman atau cobaan dari Allah. Bagi saya, kalaupun ini hukuman, saya tetap bersyukur. Berarti Allah masih berkenan memperingatkan saya dan masih memberi kesempatan saya memperbaiki diri. Sewaktu api masih mengganas, saya pulang untuk sholat shubuh. Setelah sholat, rasanya muncul cahaya, bahwa ternyata itu bukan hukuman. Tapi cobaan dari Allah. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa pada waktu itu saya dicoba. Pagi hari para karyawan berdatangan. Tak pelak lagi mereka terkejut, sedih, bahkan menangis. Saya hadapi mereka, saya sampaikan apa yang saya yakini. Bahwa kita sedang dicoba oleh Allah, apakah mampu atau tidak kita melewatinya. Kalau mampu, kita akan “naik kelas”. Kalau tidak, malah akan ditutup segala pintu rizki oleh Allah. Sayapun sudah bertekad, harus bangkit kembali. Bangkit dengan Pertolongan-Nya Setelah musibah itu, tanpa saya duga sama sekali, pihak Pemda meminta Tip Top harus berdiri kembali. Jam sepuluh pagi sesudah kebakaran itu, mereka bilang,”Kalau perlu buka saja disini(areal Pemda-red). Kalau pun mau membangun kembali di tempat lama, apa kesulitannya, kami yang akan urus.” Saya sangat terharu. Rasaya mereka kok lebih berkepentingan daripada kami. Wakil Gubernur saat itu menanyakan, berapa karyawan yang teraniaya akibat kebakaran itu. Saat itu ada sekitar 200 karyawan yang menggantungkan hidupnya pada Tip Top. Ternyata ia menyampaikan, mereka akan disantuni Pemerintah DKI. “Kalau soal ijin dan lainnya, saudara tidak usah khawatirkan. Pemerintah DKI akan berada di belakang saudara.” ujarnya pada saya. Itu suatu support luar biasa yang sama sekali tidak saya duga sebelumnya. Tambah kuat keyakinan saya bahwa ini cobaan dari Allah. Masalah-masalah setelah kebakaran rasanya dimudahkan saja oleh-Nya. Hal lain yang juga di luar dugaan saya, adalah mudahnya saya memperoleh pinjaman dalam jumlah sangat besar, buat membangun kembali Tip Top. Pertolongan-pertolongan yang tidak disangka sama sekali, ternyata saya dapatkan dengan mudah. Saya pikir itulah kehendak Allah. Sebagai manusia, saya dengan sendirinya sangat terharu dengan karunia Allah ini. Sekitar dua minggu kemudian, Tip Top dibangun kembali. Di areal lama. Bulan September, separoh dari supermarket sudah dapat dibuka kembali. Saat itu hutang saya kepada supplier mencapai dua milyar lebih. Tapi, Alhamdulillaah, mereka tetap percaya kepada kami. Walaupun hutang itu belum bisa dibayar, mereka tetap mensupli kami dengan barang-barang baru. Pada Februari 1992, keadaan kembali seperti semula,. Setelah enam bulan sebelumnya kami bekerja siang dan malam. Dengan sendirinya kami mengalami berbagai pembaharuan. Bergerak dengan semangat, kemampuan, situasi serta keadaan yang baru. Ternyata para pelanggan juga tidak meninggalkan kami. Akhirnya, masih pada tahun 1992 itu, semua hutang saya pada supplier sudah bisa terbayar. Suatu hal yamg tak saya sangka. Saat itu kembali saya disadarkan, kalau Allah berkenan memberi rizki, dengan mudah saja Ia berikan. . Panti Yatim Piatu Pada tahun 1992, seseorang tiba-tiba menawarkan sebidang tanah seluas dua hektar di Bogor. Awalnya, saya sempat pikir-pikir, apa gunanya. Tapi kembali saya merenung, barangkali Allah mau menguji saya, mampukah saya mengambil manfaat dari tawaran tanah itu. Akhirnya tanah itu saya beli. Pada tahun 1993 saya dirikan Panti Yatim Piatu. Pada tahun itu pula saya dapat membuka cabang. Padahal, terus terang, saya juga tidak tahu dari mana uangnya. Saya juga heran, kok bisa. Padahal baru dua tahun saya terkena musibah. Agaknya itu yang Allah janjikan, kalau engkau dekat dengan-Ku, Aku lebih dekat. Ternyata cabang Tip Top itu pesat perkembangannya. Pada tahun 1999 kami membuka cabang di kawasan Tangerang. Insya Allah pada tahun 2001 kami akan membuka satu atau dua cabang lagi. Di setiap cabang itu, kami tetap menegakkan prinsip awal, yaitu supermarket berjiwa Islami. Terhadap suppiler dan pembeli, sikap jujur tetap saya utamakan. Itu merupakan modal pokok usaha. Supplier mensuply barang puluhan milyar. Bagaimana mungkin mereka percaya, kalau saya tidak jujur. Pernah pula datang seorang pembeli yang mengeluhkan harga barang kami. Menurutnya, ternyata di tempat lain, ada barang serupa dengan harga lebih murah. Boleh jadi kami tertipu, “tertidur” atau pedagang lain berusaha men-cut prinsip kami. Setelah kami cek dan benar harga di sana lebih murah, kami kembalikan selisih harganya kepada pembeli itu. Kini, kami mulai mempunyai anak-anak angkat, mereka ingin bergerak di bidang usaha ini tapi tidak tahu caranya. Mereka kami bimbing, tanpa memperhatikan unsur komersialnya. Kalau sudah berkembang, kami lepas. Sekarang sudah ada beberapa yang sudah bisa dilepas. Bahkan sudah membuka cabang-cabang mini marketnya. Kami berusaha tetap eksis di Indoensia ini. Tentunya nanti akan lebih banyak lagi ”serbuan” pesaing yang masuk, setelah AFTA 2003. Tapi, insya Allah kami bisa menghadapi itu. Dan saya yakin seyakin-yakinnya, Allah akan melindungi usaha-usaha yang diridloi-Nya. Ke depannya, cita-cita saya, saya sangat ingin membuka supermarket di dekat Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Sekali lagi, saya sangat bersyukur, orang tua menganut Islam yang baik dan mengupayakan saya demikian juga. Yang saya sayangkan mereka keburu berpulang, dan belum sempat menikmati hasil kerja keras dan rizki Allah pada saya. Saya belum sempat menyenangkan mereka. Tapi Allah sudah memutuskan. Saya hanya bisa berdoa, mudah-mudahkan mereka mendapat tempat layak di sisi-Nya. Kini, saya mempunyai generasi penerus, putra-putri saya. Insya Allah usaha ini akan jatuh ke tangan yang benar. Jangan sampai goyah membawa prinsip Islam dalam perjalanan selanjutnya. Saya optimis, Insya Allah, usaha-usaha apapun, termasuk swalayan yang berada dalam koridor Islam, akan dapat berkembang terus. Seperti dikisahkan Bapak Rusman Maamoer (pendiri Swalayan Tip Top)
  12. Profil Pendiri Tip Top Swalayan Saya lahir pada tahun 1933, di Padang, Sumatera Barat. Alhamdulillah sejak kecil orang tua mendidik saya dengan ajaran Islam yang ketat. Ayah saya berlatar pedagang. Sejak saya kecil, ia juga mendidik saya untuk berdagang. Sekaligus mengajarkan akhlaq berdagang. Suatu saat tanpa disadari, ayah saya kurang mengembalikan uang pembeli. Tetapi pembeli itu diam saja dan berlalu. Lekas dipanggilnya orang itu. Sewaktu saya bertanya mengapa dikembalikan sisa uangnya sedangkan orang itu tidak tahu. Ayah menjawab, Allah Maha Tahu. Sikap demikian akhirnya tertanam dalam hati nurani saya. Sewaktu baru berumur 11 tahun, saya sudah diberinya sejumlah uang. “Kamu mau dagang apa, terserah,” ujarnya lembut. Setiap pulang “berdagang”, saya melaporkan pendapatan saya. “Berapa kamu dapat ? Bagus,” pujinya. Waktu itu saya berinisiatif menjual kelapa. Dengan menggunakan gerobak, saya membeli kelapa di rumah penduduk, dan menjualnya ke pasar dengan jarak tempuh sampai 10 km. Tapi ayah tetap mengutamakan pendidikan formal. “Jangan tinggalkan sekolah.”itu selalu ia tekankan. Lulus SMA saya meneruskan studi ke Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah lulus, saya bekerja sebagai Direktur BPD. Saya sudah bertekad, suatu saat harus mandiri. Setelah tujuh tahun bekerja di BPD, saya menolak diperpanjang masa jabatan. Saya merasa inilah titik awal permulaan usaha saya. Saya mesti berdiri di atas kaki sendiri. Maka sejak 1967, saya mulai menekuni berbagai bidang usaha. Hingga sepuluh tahun kemudian, sewaktu mencoba bisnis properti kecil-kecilan, saya sadar, usaha itu sudah tidak bisa lagi saya kembangkan. Lalu pada tahun 1978, saya memutuskan keliling Eropa, melakukan “studi banding”, apa sih yang sebaiknya saya kembangkan. Akhirnya saya menemukan, yang pokok diperlukan manusia itu sandang dan pangan. Ternyata siapa yang bergerak di bidang itu, asalkan mempraktekkan teori-teori yang benar, dapat berkembang. Tip Top Dibuka Pada tahun 1979, mulailah saya membuka TIP TOP di Rawamangun. Waktu itu hanya toko kecil, semacam mini market. Saya memulai dari bawah, dari nol. Luas lantainya hanya 400 M2. Saya juga pergi ke pasar-pasar tradisional membeli bawang, cabai langsung sama mbok-mbok penjualnya. Ini berlangsung sekitar dua tahun. Bagi saya ini banyak hikmahnya, saya jadi tahu perputaran arus barang mulai dari bawah. Sejak awal saya sudah mematok mini market itu harus berdasarkan prinsip-prinsip Islami. Bukan hanya tidak menjual daging babi dan minuman keras, tetapi saya juga selektif memilih barang. Misalnya daging sapi atau ayam, kalau harganya terlalu murah, atau tidak jelas memotongnya Islami atau tidak, saya tolak. Bagi saya justru nmencurigakan kalau harganya terlalu murah, dari mana dapat daging itu? Jadi barang-barang yang tidak jelas asal usulnya tak mau saya terima. Saya juga perlu melihat langsung tempat pemotongan hewannya.Saya berusaha memprotect, agar hanya barang yang halal dan thoyyib saja yang dijual. Saya juga mencoba mengikuti bagaimana nabi berdagang, tentunya sepanjang yang saya ketahui. Nabi Muhammad berdagang sesuai dengan hati nuraninya, tidak mau menipu, mencelakakan atau menganiaya orang. Ini saya coba terapkan. Bagi saya kalau sudah cukup untung 2 sampai 3 % jangan mengambil 5 atau 10 %. Setahu saya prinsip dalam Islam itu, carilah pendapatan secukupnya untuk dirimu. Jadi walaupun barangnya halal, tapi kalau harganya mahal, bagi saya tidak baik, dan tidak Islami juga jadinya. Ternyata dasar Islami ini mendapat respon positif dari masyarakat. Tip Top mendapat sambutan di luar dugaan saya. Perkembangannya demikian cepat, bagaikan air bah saja. Lahan seluas 400 M2 itu tidak mencukupi. Tiap tahun saya harus memperluas , dengan membongkar bagian rumah saya di samping mini market. Tahun 1985, Tip Top sudah berubah jadi Pasar Swalayan, dengan luas 3000 M2 dan kenaikan penjualan 20 hingga 30 kali lipat. Berdasarkan pemantauan kami, pelanggannya tidak hanya yang tinggal di Rawamangun saja, tapi meluas hampir di seluruh Jakarta Timur. Saya merasa ini tak lain karena ridlo Allah. Dengan kesadaran ini, saya semakin takut untuk keluar dari jalur Islami. Tawaran dari supplier barang yang tidak Islami, misalnya minuman keras, bukannya tidak ada. Bahkan fasilitasnya mudah dan keuntungannya besar. Saya tetap menolak semuanya. . Ujian Kebakaran Hingga pada Juni 1991, Allah menguji saya. Kebakaran besar tiba-tiba menimpa Tip Top.Semuanya habis terbakar. Inventaris, stok-stok barang, gedung, ludes terbakar semuanya. Tak ada lagi yang tersisa. Hingga menjelang shubuh, api yang mengamuk sejak jam satu malam masih berkobar. Pemadam kebakaran boleh dibilang minim bantuannya, karena sedang terjadi kebakaran juga di Jatinegara. Sewaktu melihat api yang menjilat-jilat itu, saya sempat berfikir, apakah ini hukuman atau cobaan dari Allah. Bagi saya, kalaupun ini hukuman, saya tetap bersyukur. Berarti Allah masih berkenan memperingatkan saya dan masih memberi kesempatan saya memperbaiki diri. Sewaktu api masih mengganas, saya pulang untuk sholat shubuh. Setelah sholat, rasanya muncul cahaya, bahwa ternyata itu bukan hukuman. Tapi cobaan dari Allah. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa pada waktu itu saya dicoba. Pagi hari para karyawan berdatangan. Tak pelak lagi mereka terkejut, sedih, bahkan menangis. Saya hadapi mereka, saya sampaikan apa yang saya yakini. Bahwa kita sedang dicoba oleh Allah, apakah mampu atau tidak kita melewatinya. Kalau mampu, kita akan “naik kelas”. Kalau tidak, malah akan ditutup segala pintu rizki oleh Allah. Sayapun sudah bertekad, harus bangkit kembali. Bangkit dengan Pertolongan-Nya Setelah musibah itu, tanpa saya duga sama sekali, pihak Pemda meminta Tip Top harus berdiri kembali. Jam sepuluh pagi sesudah kebakaran itu, mereka bilang,”Kalau perlu buka saja disini(areal Pemda-red). Kalau pun mau membangun kembali di tempat lama, apa kesulitannya, kami yang akan urus.” Saya sangat terharu. Rasaya mereka kok lebih berkepentingan daripada kami. Wakil Gubernur saat itu menanyakan, berapa karyawan yang teraniaya akibat kebakaran itu. Saat itu ada sekitar 200 karyawan yang menggantungkan hidupnya pada Tip Top. Ternyata ia menyampaikan, mereka akan disantuni Pemerintah DKI. “Kalau soal ijin dan lainnya, saudara tidak usah khawatirkan. Pemerintah DKI akan berada di belakang saudara.” ujarnya pada saya. Itu suatu support luar biasa yang sama sekali tidak saya duga sebelumnya. Tambah kuat keyakinan saya bahwa ini cobaan dari Allah. Masalah-masalah setelah kebakaran rasanya dimudahkan saja oleh-Nya. Hal lain yang juga di luar dugaan saya, adalah mudahnya saya memperoleh pinjaman dalam jumlah sangat besar, buat membangun kembali Tip Top. Pertolongan-pertolongan yang tidak disangka sama sekali, ternyata saya dapatkan dengan mudah. Saya pikir itulah kehendak Allah. Sebagai manusia, saya dengan sendirinya sangat terharu dengan karunia Allah ini. Sekitar dua minggu kemudian, Tip Top dibangun kembali. Di areal lama. Bulan September, separoh dari supermarket sudah dapat dibuka kembali. Saat itu hutang saya kepada supplier mencapai dua milyar lebih. Tapi, Alhamdulillaah, mereka tetap percaya kepada kami. Walaupun hutang itu belum bisa dibayar, mereka tetap mensupli kami dengan barang-barang baru. Pada Februari 1992, keadaan kembali seperti semula,. Setelah enam bulan sebelumnya kami bekerja siang dan malam. Dengan sendirinya kami mengalami berbagai pembaharuan. Bergerak dengan semangat, kemampuan, situasi serta keadaan yang baru. Ternyata para pelanggan juga tidak meninggalkan kami. Akhirnya, masih pada tahun 1992 itu, semua hutang saya pada supplier sudah bisa terbayar. Suatu hal yamg tak saya sangka. Saat itu kembali saya disadarkan, kalau Allah berkenan memberi rizki, dengan mudah saja Ia berikan. . Panti Yatim Piatu Pada tahun 1992, seseorang tiba-tiba menawarkan sebidang tanah seluas dua hektar di Bogor. Awalnya, saya sempat pikir-pikir, apa gunanya. Tapi kembali saya merenung, barangkali Allah mau menguji saya, mampukah saya mengambil manfaat dari tawaran tanah itu. Akhirnya tanah itu saya beli. Pada tahun 1993 saya dirikan Panti Yatim Piatu. Pada tahun itu pula saya dapat membuka cabang. Padahal, terus terang, saya juga tidak tahu dari mana uangnya. Saya juga heran, kok bisa. Padahal baru dua tahun saya terkena musibah. Agaknya itu yang Allah janjikan, kalau engkau dekat dengan-Ku, Aku lebih dekat. Ternyata cabang Tip Top itu pesat perkembangannya. Pada tahun 1999 kami membuka cabang di kawasan Tangerang. Insya Allah pada tahun 2001 kami akan membuka satu atau dua cabang lagi. Di setiap cabang itu, kami tetap menegakkan prinsip awal, yaitu supermarket berjiwa Islami. Terhadap suppiler dan pembeli, sikap jujur tetap saya utamakan. Itu merupakan modal pokok usaha. Supplier mensuply barang puluhan milyar. Bagaimana mungkin mereka percaya, kalau saya tidak jujur. Pernah pula datang seorang pembeli yang mengeluhkan harga barang kami. Menurutnya, ternyata di tempat lain, ada barang serupa dengan harga lebih murah. Boleh jadi kami tertipu, “tertidur” atau pedagang lain berusaha men-cut prinsip kami. Setelah kami cek dan benar harga di sana lebih murah, kami kembalikan selisih harganya kepada pembeli itu. Kini, kami mulai mempunyai anak-anak angkat, mereka ingin bergerak di bidang usaha ini tapi tidak tahu caranya. Mereka kami bimbing, tanpa memperhatikan unsur komersialnya. Kalau sudah berkembang, kami lepas. Sekarang sudah ada beberapa yang sudah bisa dilepas. Bahkan sudah membuka cabang-cabang mini marketnya. Kami berusaha tetap eksis di Indoensia ini. Tentunya nanti akan lebih banyak lagi ”serbuan” pesaing yang masuk, setelah AFTA 2003. Tapi, insya Allah kami bisa menghadapi itu. Dan saya yakin seyakin-yakinnya, Allah akan melindungi usaha-usaha yang diridloi-Nya. Ke depannya, cita-cita saya, saya sangat ingin membuka supermarket di dekat Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Sekali lagi, saya sangat bersyukur, orang tua menganut Islam yang baik dan mengupayakan saya demikian juga. Yang saya sayangkan mereka keburu berpulang, dan belum sempat menikmati hasil kerja keras dan rizki Allah pada saya. Saya belum sempat menyenangkan mereka. Tapi Allah sudah memutuskan. Saya hanya bisa berdoa, mudah-mudahkan mereka mendapat tempat layak di sisi-Nya. Kini, saya mempunyai generasi penerus, putra-putri saya. Insya Allah usaha ini akan jatuh ke tangan yang benar. Jangan sampai goyah membawa prinsip Islam dalam perjalanan selanjutnya. Saya optimis, Insya Allah, usaha-usaha apapun, termasuk swalayan yang berada dalam koridor Islam, akan dapat berkembang terus. Seperti dikisahkan Bapak Rusman Maamoer (pendiri Swalayan Tip Top)
  13. Guest

    Mesin Yang Menyalurkan Buku Gratis

    Vending machine yang biasanya digunakan untuk membeli makanan atau minuman kemasan, kini berisi buku-buku gratis dan menarik bagi anak-anak. Mesin-mesin otomatis tersebut merupakan upaya meningkatkan minat dan keterampilan caba anak-anak yang tinggal di kantong-kantong kemiskinan di ibukota AS. Mari kita simak liputannya dari tim VOA ...
  14. Satu lagi video menarik Unsung Hero. Menceritakan seorang pria yang banyak memberik bagi orang lain. Tidak hanya miliknya tapi jasanya. Seakan menjadi penyelamat semua mahluk hidup disekitarnya. Tidak pernah berkata sial tapi melihat kesempatan ketika air membasahi dirinya dan memberikan kepada yang memerlukan yaitu tanaman. Dia mau membantu orang lain, dia mau berbagi makanan. Bahkan mampu memberi kesempatan seorang anak untuk ke sekolah. Sementara orang lain hanya mengelengkan kepala. Apa yang dilakukan berbuah di kemudian hari. Tanaman terlihat mulai tumbuh dan berkembang. Dia ditunggu dengan senyum si pedagang kaki lima yang selalu dibantu untuk mendorong gerobak. Dia selalu bersembayang, dia tidak mau menjadi orang kaya, dia tidak mau jadi orang terkenal di TV, tetap tanpa dikenal orang lain dan dia tidak mau terkenal. Dia mendapatkan hasilnya setelah itu. Melihat keakbraban dengan pedagang gerobak, merubah anak pengemis untuk bersekolah, sampai seekor anjing yang menurut dengan dirinya. Dia menjadi saksi mata kebahagian orang lain, dia merasakan cinta (dari seorang nenek). Mendapatkan apa yang tidak bisa dibeli oleh uang dan membuat dunia lebih indah https://youtu.be/uaWA2GbcnJU
  15. Rongfeng Membuat Sebuah Plakat Besar Untuk Xingfen Kini si pengusahaberusaha membalas kebaikan yang diterimanya dengan menawarkan uang. Tapi wanita penjual mie itu menolak. "Saya tidak bisa mengambil uang. Bukan itu tujuannya." Dream - Cerita mengharukan ini bisa jadi membangkitkan jiwa kemanusiaan seseorang. Adalah pengusaha China yang dulunya diangkat dari jalanan, kini berusaha membalas kebaikan yang diterimanya dengan menawarkan uang sebesar satu juta yuan (lebih dari US$ 160.000 atau Rp 1,8 miliar). Cerita ini dimulai pada 1993, ketika He Rongfeng yang saat itu masih 17 tahun dipaksa mengemis di jalan-jalan kota Taizhou di Provinsi Zhejiang, China. "Saya dan dua teman saya pergi ke Taizhou mencari pekerjaan. Tapi kami tidak berhasil dan akhirnya menggelandang di jalan-jalan, tanpa uang sepeser pun, kelaparan, dan tanpa sepatu," kenang Rongfeng. "Kami benar-benar jatuh dan tidak punya jalan keluar, hingga kemudian wanita muda ini datang." Wanita itu adalah Dai Xingfen, yang mengelola warung mie dengan suaminya. Xingfen mengajak Rongfeng dan teman-temannya ke apartemen sederhananya. Dia menawarkan mereka makanan dan tempat untuk tidur. Tidak hanya itu, Xingfen kemudian kemudian menghubungi beberapa kenalannya untuk mencari pekerjaan bagi Rongfeng dan teman-temannya di kota lain. Sebelum berpisah, Xingfen bahkan memberi mereka uang untuk ongkos kereta. Tetapi hal terbaik yang diterima Rongfeng dan teman-temannya dari Xingfen adalah sedikit nasihat yang baik. "Dia bilang tidak apa-apa jika tidak memiliki banyak uang, asalkan selalu berusaha untuk menjadi orang baik," kenang Rongfeng yang sekarang berusia 38 tahun. "Dan saya tidak pernah melupakan hal itu." Selama bertahun-tahun, Rongfeng bekerja keras dalam bisnis furnitur dan menjadi pengusaha sukses di kota Shenyang, provinsi Liaoning China. Dia sekarang menjadi chairman Shenyang Jiu Jiu Li Feng Group. Tapi Rongfeng tidak pernah lupa kepada wanita yang memberinya kebaikan untuk pertama kalinya. Dan ketika merasa cukup kaya, Rongfeng memutuskan mencari tahu Xingfen. Tidak sulit baginya untuk menemukan warung mie milik Xingfen. Setelah bertemu penolongnya itu, Rongfeng menawarinya sejumlah besar uang sebagai tanda terima kasihnya. "Kalau bukan karena kebaikan Nyonya Xingfen hari itu, 21 tahun yang lalu, saya tidak akan berada di tempat saya sekarang ini," katanya. Pertemuan keduanya sangat mengharukan. Baik Rongfeng dan Xingfen menangis. Rongfeng mencoba menawarkan uangnya dan bahkan memaksa Xingfen untuk menyimpan beberapa obat dan tonik. Namun Xingfen yang wataknya sederhana, menolak tawaran yang diberikan Rongfeng. "Saya tidak mungkin mengambil uangnya karena saya tidak membantu dia untuk itu," kata Xingfen yang kini berusia 45 tahun. "Dia telah membuat saya sangat puas dan terkejut dengan mengingat saya. Tapi saya tidak bisa mengambil uang. Bukan itu tujuannya." Jadi sebagai gantinya, Rongfeng membuat sebuah plakat besar untuk Xingfen yang berbunyi "Bersyukur Seberat Sebuah Gunung". Xingfen cukup senang dengan plakat itu dan menyebutnya sebagai langkah yang indah.
  16. Seorang pria pemungut barang bekas menjadi terkenal setelah kisahnya perjuangannya membeli perhiasan untuk istrinya tersebar di internet. Supaya bisa membeli kalung emas dan cincin berlian yang diinginkan istrinya, pria bernama Xiong itu rela tinggal di kolong jembatan. Xiong tinggal di kolong jembatan untuk menghindari biaya sewa asrama supaya uangnya bisa beli perhiasan. Xiong sebelum ini tinggal di asrama penampungan gelandangan yang disediakan pemerintah setempat. Namun, untuk berhemat, dia memutuskan untuk tinggal di bawah jembatan. "Di bawah jembatan ini saya dapat menyimpan lima yuan per hari. Saya ingin mengumpulkan uang untuk membeli gelang emas dan cincin berlian untuk istri saya," kata Xiong. Xiong memungut barang bekas dan menyimpannya sebelum menjualnya. "Istri saya sudah berusia 60 tahun lebih. Saya memungut barang bekas dan yang dibuang orang untuk mendapatkan sedikit uang,” katanya. Xiong tinggal sendiri di Beijing, sedangkan istrinya menjadi petani di kampung. "Saya ingin membeli kalung emas dan cincin berlian sebagai hadiah untuk membuktikan dia tidak salah memilih saya sebagai suami."
  17. Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang sedang mengadakan perhitungan dengan ibunya. Anggap saja nama anak ini adalah Reno. Reno berusia 10 tahun, dia sedang kesal karena ibunya menyuruh dia untuk membantu membereskan mainannya yang tercecer di kamar Reno. Reno merasa tidak terima, karena ibunya selalu menyuruh-nyuruh dia. Akhirnya dia terpikirkan sebuah ide. Dia menulis sebuah catatan yang isinya daftar harga yang harus dibayar ibunya, bila sang ibu ingin menyuruh Reno. Dia mulai mencatat harga-harganya : Merapihkan tempat tidur : Rp 10.000,-Membeli kerupuk di warung : Rp 15.000,-Menyiram tanaman : Rp 5.000,-Membereskan mainan : Rp 10.000,-Setelah dia puas dengan daftar harganya, Reno segera menemui ibunya dan menyerahkan catatan tersebut. Sang ibu melihat tulisan anaknya yang masih berantakan itu dengan tersenyum, kemudian ia bertanya,”Reno, kamu ingin ibu membayarmu untuk melakukan semua tugas-tugas ini ?” Reno pun menjawab,” Betul bu, ibu sering menyuruh-nyuruh Reno, Reno kan cape bu, jadi ibu harus membayar bila ingin menyuruh Reno.” Sang ibu hanya tersenyum, kemudian dia membalik kertas tersebut dan mulai menulis : Melahirkan Reno : GRATISMenggantikan popok Reno : GRATISMerawat Reno waktu sakit : GRATISMengantar Reno ke sekolah : GRATISMemasak untuk Reno : GRATISKemudian, sang ibu menyerahkan catatan tersebut kepada Reno, Reno membacanya dengan seksama, lama kelamaan Reno pun menangis. Dia menyadari betapa banyak hal yang telah ibunya kerjakan untuknya dan sang ibu tidak pernah mengeluh bahkan meminta bayaran. Kita seringkali mengeluh apabila orang tua kita meminta bantuan kita, padahal itu adalah masalah-masalah yang sepele. Padahal bila kita ingat kembali, betapa besar pengorbanan mereka untuk kita, sedari kita baru dilahirkan sampai sekarang. Cintailah orang tuamu, sadarilah berapa banyak pengorbanan yang telah mereka berikan untuk kebahagiaan kita.
  18. Game digital tak selamanya dikotakkan sebagai pengusir rasa bosan belaka. Menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, game juga bisa memberi wawasan dengan cara yang menghibur."Saya aja sudah tua begini masih suka main game," kata wanita berjilbab yang akrab disapa Risma ini, di sela-sela diskusi bertema "Accelerating The Future Surabaya As a Creative Hub" pada rangkaian acara Popcon 2015, Jakarta Convention Center.Game yang paling sering dimainkan Wali Kota Surabaya perempuan pertama tersebut adalah "SimCity". Ia menilai game tata kota tersebut sedikit banyak memberi inspirasi dalam membangun Kota Pahlawan."Di situ saya belajar membangun kota dengan komprehensif. Melihat segalanya dalam cara pandang yang multi sektor," ia menjelaskan.Risma mencontohkan, saat akan membangun infrastruktur tertentu, pemerintah harus berpikir tentang pendanaan, fungsi dan dampaknya pada kemaslahatan masyarakat. "Semuanya harus dipikirkan. Masyarakat saya senang atau tidak, dananya ada atau tidak," ia menuturkan.Belajar apapun, kata Risma, bisa melalui media apa saja. Politikus PDIP ini pun mendorong anak-anak muda untuk selalu memanfaatkan teknologi secara tepat guna.Menurut dia, sejak kecil anak-anak perlu dibekali dengan pengetahuan teknologi untuk merangsang kreativitas. "Penggunaannya harus dalam pengawasan. Makanya saya juga menjembatani antara orang tua dengan anak-anak. Generasi muda ini harus dibebaskan sekaligus diarahkan," kata Risma.
  19. Bagi seorang ibu anak adalah segalanya. Mereka menganggap bahwa anaknya tersebut adalah malaikat kecil yang diturunkan oleh Tuhan ke dunia ini. Bahkan demi anak-anaknya seorang ibu rela melakukan apapun. Ia tidak segan-segan memberikan segalanya untuk anak-anaknya. Bahkan ia pun rela menaruhkan nyawanya sendiri untuk anak yang ia cintainya. Dan pernyataan tesrebut bisa kita buktikan sendiri dan kita saksikan ketika seorang ibu mengandung dan melahirkan anaknya. Mengandung dan melahirkan seorang anak itu tidaklah mudah, namun ia tidak pernah mengeluh sama sekali. Meskipun mungkin rasa sakit ia rasakan, tetapi ia tetap kuat dan tegar serta terus berjuang demi kelahiran buah hati tercintanya. Bahkan setelah anaknya lahir, seorang ibu rela berkorban tenaga dan pikiran untuk merawat dan mendidik anaknya. Bangun pagi untuk menyiapkan semua kebutuhan anak-anaknya sudahlah menjadi kebiasaan untuk dirinya. Meskipun kita tahu dirinya dilanda kelelahan tetapi ia tidak pernah menunjukan itu semua. Apapun keadaan dan bagaimanapun keadaan yang dirasakan olehnya maka senyuman tidak pernah luput dari wajahnya. Bahkan meskipun terkadang anak-anaknya sering melakukan kenakalan dan menyakiti hatinya, tetapi ia tidak pernah marah. Dimana kesalahan anaknya tersebut selalu diterimanya dengan lapang dada dan hati yang ikhlas. Dan disetiap hembus nafasnya tentunya akan tersimpan do'a dan harapan untuk kebahagiaan anak-anaknya. Melihat anaknya tumbuh dewasa adalah harapan semua ibu yang ada di dunia ini. Ketika menyaksikan anaknya telah dewasa maka ia akan merasa bahwa perjuangannya selama ini tidaklah sia-sia. Ia akan merasa puas dan bahagia. Terlebih lagi kebahagiaannya akan bertembah ketika menyaksikan anaknya bersanding dengan orang yang akan menjadi pendamping hidupnya. Namun, nyatanya tidak semua ibu yang bisa merasakan hal seperti itu. Pasalnya keadaan dari semua ibu di dunia ini berbeda-beda. Semakin hari seluruh ibu di dunia ini semakin bertambah tua, dan tidak jarang jika kesehatannya mulai terganggu oleh penyakit dan menuntut dirinya tidak bisa melakukan apapunn. Karena keadaan tersebutlah tidak sedikit ibu yang tidak bisa menyaksikan momen bahagia anaknya. Namun lain halnya dengan ibu yang satu ini. Dimana meskipun ibu ini mengalami gangguan kesehatan, tetapi dirinya berjuang untuk sembuh agar bisa menyaksikan pernikahan anaknya. Meskipun kanker payudara semakin hari semakin menggerogoti tubuhnya tetapi ia berusaha untuk kuat dan semuanya ia lakukan karena cinta yang begitu besar kepada anak laki-lakinya tersebut. Berjuang dan Tidak Menyerah Agar Bisa Sembuh Mary Ann adalah seorang ibu yang berjuang melawan kanker payudara dalam tubuhnya. Ia adalah seorang ibu yang berasal dari Dublin. Tiga tahun sudah Mary menderita kanker payudara dan melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya ini. Dalam perjuangannya ini ia tidak pernah menyerah sama sekali. Meskipun kita tahu penyakitnya ini bisa kapan saja merenggut nyawanya, tetapi Mary memiliki keinginan besar agar bisa sembuh. Alasannya untuk sembuh hanyalah satu yaitu karena ia ingin menghadiri pesta pernikahan anak laki-laki yang amat ia cintai, Ryan Manning. Menurut anak wanitanya, Mary tidak peduli bagaimanapun caranya untuk bisa sembuh. Apapun ia rela lakukan untuk bisa datang ke pesta pernikahan anak laki-lakinya tersebut meskipun dirinya harus melakukan kemoterapi lebih banyak. Akhirnya keinginan wanita berusia 61 tahun ini terkabulkan. Anak lelakinya tersebut menikah pada tanggal 15 Sepetember tahun yang lalu. Meskipun keadaanya sangat lemah tetapi ia tidak menunjukan itu semua. Ia berusaha tegar dan kuat demi kebahagiaan anaknya tersebut. Bahkan di pesta pernikahan anaknya itu, Mary berdansa dengan anaknya tersebut. Dansa ibu dan anak ini diiringi oleh sebuah lagu yang berjudul Somewhere Over The Rainbow. Ketika berdansa Mary sangat bahagia, bahkan ia pun seolah-olah melupakan rasa sakit yang ada di dalam tubuhnya. Dansa dalam pesta pernikahan ini bukanlah dansa biasa pada umumnya. Sebab dalam dansa ini ada perjuangan yang sangat besar dari Mary agar bisa berdiri di sana. Dansa yang dilakukan oleh pasangan ibu dan anak yang saling menyayangi ini sebagai tanda bahwa Mary telah melepaskan anaknya tersebut untuk memulai kehidupan yang baru bersama wanita yang dicintainya. Ketika mereka berdansa keduanya menyimpan haru. Bahkan bukan hanya Mary dan Ryan saja, tetapi semua orang yang ada dalam pesta pernikahan ini pun merasakan hal yang sama. Bahkan ada di antaranya beberapa tamu undangan yang menyeka air matanya. Sebelum beberapa bulan putranya tersebut melangsungkan pernikahan, kondisi dari Mary semakin memburuk. Bahkan keadaannya tersebut menuntut dirinya untuk menggunakan kursi roda. Banyak orang yang menyangka bahwa dengan keadaannya seperti ini Mary tidak akan bertahan dalam waktu yang lama dan tidak bisa datang untuk menghadiri pesta pernikahan putranya. Namun berkat usaha dan kegigihan ibu tangguh yang satu ini, akhirnya ia bisa berdiri dari kursi roda dan berjalan pada saat tanggal pernikahan putranya semakin dekat. Dengan keadaannya seperti ini tidak sedikit orang yang merasa heran bagaimana Mary bisa berdansa layaknya orang normal di pesta pernikahan anaknya. Menurut sang putri bahwa hal tersebut sangatlah emosional, terlebih lagi ketika ibunya ini bisa berdiri dari kursi roda. Dan menjelang hari pernikahan, semua keluarganya membantu Mary akan segala sesuatunya. Setelah 3 Hari Pernikahan Putranya, Ibu Tangguh Ini Meninggal Setelah harapan dan impiannya ini terkabulkan, hanya selang beberapa hari dari pesta pernikahan anaknya Mary berpulang dalam keadaan damai. Tepatnya pada tangal 8 September semua keluarga sangat berduka atas berpulangnya sosok wanita dan ibu yang tangguh ini. Kepergian Mary memberikan duka yang sangat mendalam untuk anak-anaknya. Namun meskipun begitu, anak-anaknya tersebut telah banyak mengambil pelajaran dari ibunya. Dimana ibunya sudah memberikan pelajaran sekaligus kenangan yang sangat berarti tentang arti berjuang dan tetap semangat dalam menggapai mimpi dan harapan. "Saya merasa tidak ragu bahwa ibu saya sangat kuat. Dia berjuang dengan keras agar bisa sampai ke titik tersebut," ungkap Ryan. "Kami semua memiliki kenangan yang sangat berharga bersamanya. Dan kami merasa sangat senang, bahkan sangat beruntung karena kami telah bisa memanggilnya dengan sebutan ibu. Nah perlu kita ketahui semua bahwa sumber kekuatan dari seorang wanita terutama seorang ibu adalah anak-anaknya. Oleh sebab itu, bahagiakanlah ibu kita semua dan penuhilah segala permintaannya. Rangkullah ibu kita dalam keadaan apapun, entah itu bahagia ataupun sebaliknya. Sayangilah beliau, karena kita yakin bahwa seorang ibu tidak menginginkan apapun dari anaknya terkecuali kebahagiaan dan kasih sayang dari anaknya sendiri. Apapun keadaan kita, maka itu bukanlah menjadi alasan untuk kita tidak bisa membahagiakan orang tua. Ingatlah kita menjadi seperti sekarang ini itu adalah berkat perjuangan dan pengorbanan orang tua kita. Bahkan mungkin tanpa mereka kita tidak bisa menjadi seperti sekarang ini.
  20. Ternyata wanita itu telah berusaha menyelamatkan anaknya dengan cara bersujud. “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu,” demikian pesan dalam ponsel di selimut bayi. Ini kisah haru setelah terjadi gempa besar di Jepang. Saat tentara dan tim penyelamat jepang mencari satu persatu korban gempa di reruntuhan bangunan, menemukan sebuah keajaiban. Tim penyelamat semula mendatangi reruntuhan sebuah rumah warga. Namun mereka hanya melihat perempuan muda yang tengah bersujud. Tangannya tampak menopang badan agar tidak membenur ke lantai. Sementara pungung dan kepalanya telah tertimpa reruntuhan. Petugas penyelamat tak bisa masuk dalam reruntuhan itu. hanya bisa menggapai dengan tangan. Namun sayang, perempuan muda itu tak menunjukkan tanda-tanda hidup. Sehingga petugas meningalkannya, karena memang prioritas waktu itu mencari korban selamat dulu. Tim penyelamat mendatangi rumah selanjutnya, namun tak menemukan korban selamat. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah tempat perempuan muda itu ditemukan. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, “Anak kecil! Ada anak kecil!” Seluruh tim penyelamat pun mendekat. Mereka bekerja bersama-sama, dengan hati-hati menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Setelah proses pembersihan ditemukan bayi 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Ternyata wanita itu telah berusaha menyelamatkan anaknya dengan cara bersujud. Saat diselamatkan, bayi itu masih tidur pulas. Dokter pun dengan cepat datang ke lokasi. Setelah selimut itu dibuka, ternyata ada sebuah ponsel. “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu,” demikian pesan yang tertulis dalam layar ponsel itu. Ini dia fotonya ndral: Ini adalah kisah nyata Pengorbanan seorang Ibu selama Gempa di Jepang. Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah. Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya. Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal. Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi. Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, “Anak kecil! Ada anak kecil!” Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya. Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.” Ponsel ini berkeliling dari satu tangan ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut menangis. “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu.” Itu artinya cinta ibu untuk anaknya!
  21. Seorang bapak tua berusia kira kira lebih dari 60 tahun berprofesi sebagai penghibur anak anak dengan kostum winny the pooh terpantau di depan Lippo mal Sidoarjo. Bapak tua ini beberapa kali dilaporkan pendengar Suara Surabaya terlihat di sekitaran Sidoarjo. Saat ditanya, namanya Pak Suaedi, tinggal di Driyorejo sebatang kara. Setiap hari sendirian naik angkot ke sidoarjo mencari nafkah di jalanan Sidoarjo. Sudah 2 tahun terakhir menderita stroke. Gate Keeper Suara Surabaya sdh berkoordinasi dengan Dinsos Sidoarjo untuk mencari dan merawat bapak ini. Gak tega ngeliatnya, Tuhan Yang Maha Kuasa pasti akan memberikan umur panjang dan kesehatan kepada bapak tua ini. Dia terus mencari nafkah dan terus berusaha, dia melawan sakit yang sudah dilaluinya dan tidak memikirkan hal itu, karena dia punya keyakinan, dan itu bisa membuat dia semangat mencari nafkah. God Bless Sumber: Media Sosial
  22. Odijo, begitu ia kerap dipanggil. Panggilan sayang anak-anak jalanan di Nairobi, Kenya, kepada seorang guru baik hati yang kerap memberi mereka makan. Kisah Seorang Guru Merawat Anak Jalanan di NairobiClifford Oluoch, sang "odijo" atau guru sekolah dasar di Nairobi yang menghabiskan waktunya tiga bulan belakangan ini untuk memberi makan anak-anak jalanan. Air limbah membanjiri gang. Sisi kanan dan kiri lorong sempit itu disesaki gedung-gedung yang sudah tua. Bau urin memenuhi udara. Sembari kita berjalan sore hari itu, saya mulai melihat bayangan orang-orang di pinggir jalanan tersebut. "Odijo, odijo," seru mereka. Odijo artinya guru dalam bahasa pergaulan di Kenya. Nama itu mereka sematkan pada Clifford Oluoch, seorang guru sekolah dasar di Nairobi yang menghabiskan setiap sore hingga malam selama tiga bulan belakangan untuk memberi makan anak-anak jalanan. “Saya sedang berjalan pulang suatu malam dan melihat anak-anak jalanan menawar harga sebuah bonggol jagung. Saya menawarkan untuk membelikan mereka masing-masing satu jagung, dan lebih banyak lagi anak-anak muncul. Pada akhirnya, saya membeli jagung untuk 25 orang,” katanya. “Mereka bertanya apakah saya akan kembali lagi besok dan melakukan hal yang sama dan saya bilang, ‘Ya’. Saya memenuhi janji saya itu.” Data akurat mengenai jumlah anak-anak tunawisma di Kenya sulit didapat. Namun sebuah laporan Unicef dari tahun 2012 memperkirakan sebanyak 250.000 sampai 300.000 anak-anak menjadi tunawisma di Kenya. Sebagian besar dari mereka berada di kota-kota besar. Kemudian, menurut lembaga amal asal Nairobi, Kenya Children of Hope, 63% anak-anak jalanan di sana telah hidup di jalanan selama lima tahun. Sumber: Natgeo Indonesia
  23. Mimpi seorang sopir taksi merayakan ulang tahun anaknya menjadi kenyataan. Heboh di sosial media, restoran cepat saji KFC memberikan kejutan berupa perayaan ulang tahun kepada sopir tersebut. Mengutip akun Facebook KFC, Senin, 4 Mei 2015, impian merayakan ulang tahun putra sopir taksi bernama Alex Ridwan tersebut rencananya akan diwujudkan pada 6 Mei 2015. Dalam akunnya, KFC menyebutkan akan menggelar perayaan tersebut di KFC Gaplek, Pamulang. Namun detil waktunya belum diketahui secara pasti. Diakui KFC, beberapa hari lalu jagat sosial media memang sempat dibuat haru dengan posting dari penyiar GenFM, Ankatama. Dia memposting perjuangan seorang bapak yang bekerja sebagai sopir taksi yang berjuang mewujudkan mimpi anaknya merayakan ulang tahun di KFC. Alex diketahui menaruh foto anaknya di dashboard taksi sebagai penyemat dirinya mencari tambahan uang untuk sang anak. "Dan KFC pun ikut mewujudkan impian Bapak Alex Ridwan untuk merayakan ulang tahun anaknya di KFC tanggal 6 Mei 2015 nanti," ujar akun KFC tersebut. Keputusan KFC ini pun disambut haru para netizen. Seperti diketahui, netizen dibuat haru dan terenyuh dengan semangat sopir taksi yang gigih banting tulang mencari rejeki demi membahagiakan sang anak. Kisah itu bermula saat seorang netizen, memposting foto seorang sopir taksi tengah memajang foto anak bungsunya di dekat panel speedometer mobil. Kebetulan ia tengah mengguna taksi tersebut. Foto yang diposting oleh akun Ankatama di media sosial Path itu menyebar di pengguna sosmed lainnya. Dalam foto itu, Ankatam memberikan keterangan: "Mewek (nangis) di pagi hari disopiri supir taksi yang majang foto anak bontotnya. Pas gue tanya kenapa taro di situ? Jawabannya..." "Biar semangat cari uangnnya nak, minggu depan dia ulang tahun, saya mau ajak dia makan di KFC. Sama beliin tas sekolah". Foto yang juga diposting di akun facebok One Day One Juz itu banjir komentar dari netizen. Mereka memuji semangat si sopir yang tak lelah demi mencari rejeki halal. Lalu bagaimana dengan kamu? Sopir taksi 36 tahun di Shenzhen menjadi contoh moral yang bagus. Ini karena dia mengembalikan sekitar 300 potong perhiasan emas yang tertinggal di mobilnya. Dikutip Dream dari Shanghaiist.com, Sabtu 11 April 2015, kalung itu beratnya ditaksir sekitar 1 kilogram dan diperkirakan bernilai 250.000 yuan (Rp 520 juta). Penemuan perhiasan itu berawal, ketika salah satu penumpang taxi yang dikemudikan Yang Bojian melihat sebuah tas plastik yang tergeletak di bawah kursi penumpang belakang. Setelah mengantar penumpangnya, Bojian segera memeriksa isi tas tersebut. Alangkah terkejutnya Bojian, karena di dalamnya dia melihat sekitar 300 potong kalung emas. Bojian tahu perhiasan itu bukan milik penumpang yang baru diantarnya, karena saat masuk taksi tidak membawa apa-apa. Tapi ia tidak tahu siapa yang telah meninggalkan tas tersebut. Sopir taksi, yang hanya punya penghasilan 6000-7000 yuan (Rp 12-13 juta) per bulan, mengakui bahwa ia tergoda untuk mengambil kalung-kalung untuk dirinya sendiri. Tetapi ia akhirnya memutuskan untuk menyerahkan perhiasan itu ke pihak berwenang. Bojian mengungkapkan bahwa ia telah bekerja sebagai sopir taksi sejak 2001. Dan selalu mengembalikan barang-barang yang tertinggal di taksinya. Sejauh ini, pemilik kalung-kalung emas tersebut belum diketahui. Kasus barang berharga tertinggal di taksi sering terjadi di Tiongkok. Seorang pengemudi taksi di Shanghai pernah mengembalikan sekantong emas dalam mobilnya yang diperkirakan bernilai satu juta yuan. Dia diberi 200 yuan (Rp 416 juta) sebagai hadiah. Netizen dibuat haru dan terenyuh dengan semangat sopir taksi yang gigih banting tulang mencari rejeki demi membahagiakan sang anak. Kisah itu bermula saat seorang netizen, memposting foto seorang sopir taksi tengah memajang foto anak bungsunya di dekat panel speedometer mobil. Kebetulan ia tengah mengguna taksi tersebut. Foto yang diposting oleh akun Ankatama di media sosial Path itu menyebar di pengguna sosmed lainnya. Dalam foto itu, Ankatam memberikan keterangan: "Mewek (nangis) di pagi hari disopiri supir taksi yang majang foto anak bontotnya. Pas gue tanya kenapa taro di situ? Jawabannya..." "Biar semangat cari uangnnya nak, minggu depan dia ulang tahun, saya mau ajak dia makan di KFC. Sama beliin tas sekolah".
  24. Berikut adalah kumpulan cerita cinta singkat pilihan, yang saya harap tidak hanya membuat kita berpikir, namun juga dapat menghangatkan hati kita dan membuat kita tersenyum. 1. Hari ini, kakekku yang berusia 75 tahun dan telah buta karena katarak selama hampir 15 tahun berkata kepadaku, “Nenekmu adalah hal yang paling indah, bukan?” Aku termenung sejenak dan berkata, “Ya betul. Aku yakin anda rindu melihat kecantikannya setiap hari.” Kakekku menjawab, “Aku masih melihat kecantikannya setiap hari. Bahkan, aku melihat lebih dibanding dahulu ketika aku masih muda”. 2. Hari ini, aku berjalan bersama putriku menyusuri lorong. Sepuluh tahun yang lalu aku menarik seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dari mobil ibunya yang dilalap api setelah mengalami kecelakaan serius. Dokter awalnya mengatakan ia tidak akan pernah berjalan lagi. Putriku datang bersamaku beberapa kali untuk mengunjunginya di rumah sakit, selanjutnya ia pergi menjenguk sendiri. Hari ini, aku melihat anak laki-laki tersebut yang telah dewasa tersenyum lebar, berdiri sendiri di atas dua kakinya di depan altar ketika ia menyempatkan cincin pada jari manis putriku. 3. Hari ini, aku berjalan ke pintu kantorku pada jam 7 pagi (aku seorang penjual bunga) ketika aku menemukan seorang prajurit Angkatan Darat berseragam berdiri di depan menunggu. Dia sedang dalam perjalanan ke bandara untuk pergi ke Afghanistan selama setahun. Dia berkata, “Aku biasanya membawa pulang karangan bunga untuk istriku setiap hari Jumat dan aku tidak ingin membiarkan dia sedih ketika aku pergi.” Dia kemudian menaruh pesanan sebanyak 52 karangan bunga untuk dikirim ke kantor istrinya dan memintaku untuk menjadwalkan satu pengiriman karangan bunga setiap hari jumat sampai ia kembali. Aku memberinya diskon 50% karena membuat hariku begitu spesial dengan melihat sesuatu yang begitu manis. 4. Hari ini, aku mengatakan kepada cucuku yang berusia 18 tahun bahwa tidak ada yang mengajakku ke pesta dansa ketika aku masih SMA, jadi aku tidak hadir. Malamnya, ia muncul di rumahku mengenakan tuksedo dan membawaku sebagai teman kencannya ke pesta dansa. 5. Hari ini, ketika dia terbangun dari koma sebelas bulan, dia menciumku dan berkata, “Terima kasih untuk berada di sini, dan menceritakan cerita-cerita yang indah, dan tidak pernah menyerah padaku … Dan ya, aku akan menikah denganmu.” 6. Hari ini, aku sedang duduk di bangku taman sambil menikmati sandwich makan siangku ketika pasangan tua menarik mobil mereka ke bawah sebuah pohon oak yang berada di dekatnya. Mereka menurunkan kaca jendela dan terdengarlah beberapa musik jazz di radio. Tak lama si pria keluar dari mobil, berjalan memutar ke sisi penumpang, membuka pintu bagi si wanita, mengambil tangannya dan membantunya keluar dari tempat duduknya, membimbingnya sekitar sepuluh meter dari mobil, dan mereka berdansa selama setengah jam di bawah pohon oak. 7. Hari ini, aku mengoperasi seorang gadis kecil. Dia membutuhkan darah berjenis O. Kami tidak memiliki sedikitpun, tetapi saudara lelaki kembarnya memiliki darah berjenis O. Aku menjelaskan kepadanya bahwa ini adalah masalah hidup dan mati. Dia duduk diam sejenak, dan kemudian ia berkata selamat tinggal kepada orang tuanya. Aku tidak berpikir apa-apa tentang hal itu sampai setelah kami mengambil darahnya dan ia bertanya, “Jadi kapan aku akan mati?” Dia berpikir dia akan memberikan hidupnya untuk saudara wanita kembarannya. Untungnya, mereka berdua baik-baik saja. 8. Hari ini, ayahku adalah ayah terbaik dimana aku bisa meminta. Dia suami yang penuh kasih kepada ibuku (selalu membuatnya tertawa), dia selalu hadir menyaksikan permainan musikku sejak aku berusia 5 tahun (aku berusia 17 tahun sekarang), dan dia menafkahi keluarga kami sebagai mandor bangunan. Pagi ini ketika aku sedang mencari sebuah tang di dalam kotak perkakas miliknya, aku menemukan sebuah kertas dilipat kotor di bagian bawah. Itu adalah sebuah jurnal lama dalam tulisan tangan ayahku dengan tanggal persis satu bulan sebelum hari aku dilahirkan. Bunyinya, “Aku berumur delapan belas tahun, seorang pemabuk yang gagal lulus dari perguruan tinggi, masa lalu yang suram, dan korban pelecehan dengan catatan kriminal pencurian mobil. Dan bulan depan, ‘ayah yang masih remaja’ akan ditambahkan masuk ke dalam jurnalnya. Tapi aku bersumpah aku akan membuat hal yang benar untuk gadis kecilku. Aku akan menjadi ayah yang baik yang tidak pernah aku miliki.” Dan entahlah, aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya, tapi dia melakukannya. 9. Hari ini, anakku yang berusia 8 tahun memelukku dan berkata, “Mama adalah ibu terbaik di seluruh dunia!” Aku tersenyum dan sambil menyindir kujawab, “Bagaimana kau tahu itu? Kamu belum bertemu setiap ibu di seluruh dunia ini.” Anakku memelukku semakin erat dan berkata, “Ya aku sudah.. Mama adalah duniaku.” 10. Hari ini, aku memiliki seorang pasien tua yang menderita kasus Alzheimer parah. Dia jarang bisa mengingat namanya sendiri, dan dia sering lupa sedang berada dimana dan apa yang dia katakan beberapa menit sebelumnya. Tapi dengan bentangan beberapa keajaiban (mungkin keajaiban cinta), dia ingat siapa istrinya yang setiap pagi selalu muncul untuk menghabiskan beberapa jam dengannya. Dia biasanya menyambut dengan mengatakan, “Halo istriku Kate yang cantik.” 11. Hari ini, anjing Labrador 21 tahun ku hampir tidak bisa berdiri, tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, dan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyalak. Tapi itu tidak menghentikan dia dari mengibas-ngibaskan ekornya setiap kali aku berjalan ke ruangannya. 12. Hari ini adalah ulang tahun pernikahan kami yang ke-10, tapi karena suamiku dan aku sama-sama baru menganggur, kami sepakat untuk tidak memberikan hadiah satu sama lain. Ketika aku bangun pagi ini, suamiku sudah bangun. Aku menuruni tangga dan menemukan bunga liar yang indah tertata dengan baik di seluruh rumah. Setidaknya ada 400 bunga total dan ia tidak mengeluarkan sepeser pun. 13. Hari ini, pacar SMA ku, yang aku pikir tidak akan pernah melihatnya lagi, menunjukkan foto-foto kami berdua disimpan di dalam helm tentaranya selama ia bertugas selama 8 tahun terakhir. 14. Hari ini, nenekku yang berusia 88 tahun beserta kucing tuanya yang sudah berusia 17 tahun, keduanya adalah buta. Anjing pemandu nenek membawa nenekku berjalan-jalan di sekitar rumah, dimana ini adalah normal. Namun belakangan, dia (anjing itu) telah membimbing kucingnya di sekitar rumah juga. Ketika kucingnya mengeong, dia berjalan mendekati dan menggosok-gosokkan badannya padanya, kemudian kucing itu mengikuti tepat di belakang dia menuju ke arah makanannya, ke kotak sampah, ke ujung lain dari rumah untuk tidur siang, dll. 15. Hari ini, aku menyaksikan dengan ngeri melalui jendela dapur dimana anakku yang berusia 2 tahun jatuh terpeleset dengan kepala pertama masuk ke dalam kolam. Tapi sebelum aku bisa meraihnya, anjing Labrador Retriever kami, Rex, melompat ke kolam, menggigit kerah bajunya dan menariknya ke tempat dangkal di mana ia bisa berdiri. 16. Hari ini, kakakku telah menyumbangkan sumsum tulangnya sebanyak 16 kali untuk membantu mengobati kankerku. Ia berkomunikasi langsung dengan dokterku dan melakukannya tanpa aku meminta atau tanpa sepengetahuanku. Dan hari ini dokter memberitahuku bahwa pengobatan tampaknya berjalan dengan baik. “Sel-sel kanker telah berkurang drastis dalam beberapa bulan terakhir.” 17. Hari ini, aku sedang dalam perjalanan pulang dengan kakekku ketika ia tiba-tiba memutar mobilnya dan berkata, “Aku lupa untuk membawakan nenekmu bunga. Aku akan membelinya di salah satu toko bunga di sudut jalan ini. Hanya sebentar saja.” “Apa yang begitu istimewa tentang hari ini sehingga Anda harus membelikannya bunga?”, tanyaku. “Tidak ada yang istimewa hari ini”, kata kakekku. “Setiap hari adalah istimewa. Nenekmu mencintai bunga dan bunga akan memberikan senyuman di wajahnya.” 18. Hari ini, aku membaca kembali surat bunuh diri yang aku tulis pada sore hari tanggal 2 September 1996, sekitar dua menit sebelum pacarku muncul di pintu dan mengatakan kepada ku, “Aku hamil.” Tiba-tiba aku merasa memiliki alasan untuk hidup. Saat ini dia telah menjadi istriku. Kami sudah menikah dengan bahagia selama 14 tahun. Dan putriku, yang hampir berusia 15 tahun sekarang, telah memiliki dua adik laki-laki. Aku membaca kembali surat bunuh diriku dari waktu ke waktu sebagai pengingat untuk bersyukur – Aku bersyukur bahwa aku mendapat kesempatan kedua dalam hidup dan cinta. 19. Hari ini, dan setiap hari selama dua bulan terakhir sejak aku kembali ke sekolah dengan bekas luka bakar di wajahku setelah dirawat di rumah sakit selama hampir satu bulan karena luka yang aku dapatkan dalam kebakaran rumah, mawar merah selalu ditempelkan di lokerku ketika aku sampai di sekolah di pagi hari. Aku tidak tahu siapa yang datang ke sekolah lebih awal dan meninggalkan aku mawar ini. Aku bahkan datang lebih awal beberapa kali untuk mencoba mencari tahu, tapi setiap kali mawar itu sudah berada di sana. 20. Hari ini adalah peringatan 10 tahun meninggalnya ayahku. Ketika aku masih kecil ia biasa bersenandung sebuah melodi singkat untukku sebelum aku berangkat tidur. Saat aku berusia 18 tahun, ketika ia beristirahat di ranjang rumah sakit bertempur melawan kankernya, peran tersebut berbalik dimana aku bersenandung melodi kepadanya. Aku belum pernah mendengar lagi melodi tersebut sejak lama, sampai dengan tadi malam. Aku dan tunanganku saling melihat satu sama lain di tempat tidur ketika ia mulai bersenandung kepadaku. Rupanya ibunya telah bersenandung kepadanya ketika dia masih kecil. 21. Hari ini, seorang wanita yang harus kehilangan pita suaranya karena kanker terdaftar di kelas bahasa isyarat. Suaminya, empat anak, dua saudara perempuan, saudara laki-laki, ibu, ayah, dan dua belas teman-teman dekatnya juga terdaftar di kelas yang sama agar mereka dapat berkomunikasi dengannya setelah dia kehilangan kemampuannya untuk berbicara. 22. Hari ini, anakku yang berusia 11 tahun fasih berbicara dalam bahasa isyarat karena sahabatnya, Josh, dibesarkan dengan keadaan tuli sejak masih bayi. Aku melihat persahabatan sejati mereka berkembang dan tumbuh selama bertahun-tahun. 23. Hari ini, karena penyakit Alzheimer dan demensia, kakekku biasanya tidak bisa mengingat siapa nenekku ketika dia bangun di pagi hari. Hal ini mengganggu nenekku selama kurang lebih setahun sejak pertama kali terjadi, tapi sekarang dia sepenuhnya mendukung kondisinya. Bahkan, dia memainkan sebuah permainan setiap hari di mana ia mencoba untuk mendapatkan kakekku meminta untuk menikah kembali dengannya sebelum makan malam. Dia belum pernah gagal. 24. Hari ini, ayahku meninggal secara alami pada usia 92 tahun. Aku menemukan tubuhnya beristirahat dengan tenang di kursi malas di kamar tidurnya. Dalam pangkuannya, menghadap tegak, 3 buah foto berbingkai ukuran 8 × 10 foto-foto ibuku yang meninggal sekitar 10 tahun yang lalu. Dia adalah cinta dalam hidupnya, dan tampaknya hal terakhir yang ingin dia lihat sebelum meninggal. 25. Hari ini, aku adalah ibu yang bangga pada anakku berusia 17 tahun yang buta. Meskipun anakku lahir tanpa indera penglihatan, itu tidak menghentikannya dari menjadi seorang mahasiswa kelas A, seorang gitaris (dimana bandnya melampaui 25.000 download dari album pertama mereka), dan pacar dari seorang gadis bernama Valerie. Dan hari ini, adik perempuannya bertanya apa yang dia suka tentang Valerie, dan dia berkata, “Semuanya. Dia cantik.” 26. Hari ini, aku sedang menunggu di sebelah sepasang orangtua. Cara mereka saling memandang … Anda bisa melihat mereka saling mencintai. Ketika sang suami menyebutkan bahwa mereka sedang merayakan ulang tahun mereka, aku tersenyum dan berkata, “Biar kutebak. Kalian berdua telah bersama-sama selamanya.” Mereka tertawa dan si istri berkata, “Sebenarnya tidak, hari ini adalah ulang tahun kami yang ke-5. Kami berdua telah ditinggal pasangan kami masing-masing dan kemudian kehidupan memberkati kita dengan satu lagi anugerah cinta.” 27. Hari ini, ayahku menemukan adik perempuanku hidup, dirantai di sebuah gudang. Dia diculik di dekat Mexico City hampir 5 bulan lalu. Pihak berwenang berhenti mencarinya beberapa minggu kemudian. Ibuku dan aku berpasrah dan merelakan jiwanya untuk beristirahat. Kami menyiapkan acara pemakaman untuknya. Semua keluarga dan teman-teman menghadiri upacara kecuali ayahku. Sebaliknya ia terus mencarinya. Dia mengatakan dia “mencintainya terlalu banyak untuk menyerah.” Dan adikku pulang sekarang karena ayahku tidak pernah melakukannya (menyerah). 28. Hari ini, aku dan kakakku berada dalam kecelakaan mobil yang serius. Kakakku adalah Miss populer di sekolahnya – dia tahu hampir semua orang. Aku sedikit introvert – Aku hanya bermain dengan 2 teman perempuan sepanjang waktu. Kakakku segera memposting kecelakaan kami di Facebook. Dan sementara semua teman-temannya berkomentar, 2 temanku muncul di lokasi kecelakaan sebelum paramedis tiba. 29. Hari ini, tunanganku pulang dari tur terakhir tugasnya sebagai tentara di luar negeri. Kemarin dia hanya pacar aku, atau aku berpikirnya begitu. Hampir setahun yang lalu, dia mengirimkanku sebuah paket. Dia bilang aku tidak diizinkan untuk membukanya sampai ia pulang dalam dua minggu. Tapi kemudian tugasnya diperpanjang selama 11 bulan. Hari ini, ketika dia tiba di rumah, dia mengatakan kepadaku untuk membuka paket tersebut, dan ketika aku menarik cincin itu keluar dari kotak, dia kemudian berlutut dengan satu kaki. 30. Hari ini, anakku yang berusia 12 tahun, Sean, dan aku mampir ke panti jompo bersama-sama untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Biasanya aku datang sendirian melihat ibuku yang sedang menderita Alzheimer. Ketika kami berjalan di lobi, seorang perawat berkata, “Hai, Sean!” Dan kemudian ia mempersilahkan kami masuk. “Bagaimana dia tahu namamu?”, tanyaku. “Oh, aku mampir ke sini setiap hari pada perjalanan pulang dari sekolahku untuk menyapa nenek”, kata Sean. 31. Hari ini, aku menemukan catatan tulisan tangan lama yang ditulis ibuku ketika dia sedang berada di SMA dahulu. Ini adalah kriteria harapan ibuku suatu hari nanti ketika dia menemukan pacar. Daftar ini ternyata merupakan deskripsi yang tepat dari ayahku, yang dia temui di usianya yang ke-27. 32. Hari ini, aku telah menjadi mitra dengan salah satu gadis paling cantik (dan populer) di sekolahku pada kelas laboratorium kimia sejak awal tahun ajaran. Dan meskipun aku tidak memiliki keberanian untuk berbicara dengannya, namun dia benar-benar ramah dan manis. Kami menghabiskan waktu kami di laboratorium mengobrol, tertawa, dan mendapatkan nilai A (dia pintar juga). Dan baru-baru ini kami mulai berbicara sedikit di luar kelas juga. Minggu lalu ketika aku mendengar bahwa dia belum memiliki pasangan pada pesta dansa kami, aku sangat ingin mengajaknya, namun selalu aku urungkan karena aku tidak memiliki keberanian. Kemudian suatu hari pada saat makan siang, dia berlari ke arahku dan secara resmi memintaku untuk mengajaknya ke pesta dansa. Jadi aku lakukan, dan dia mencium pipiku dan berkata,”Ya, aku mau!” 33. Hari ini, pada ulang tahun ke-10 kami, istriku memberiku catatan bunuh diri yang dia tulis ketika ia berusia 22 tahun, tepat pada hari kami bertemu. Dan dia berkata, “Selama bertahun-tahun aku tidak ingin kau tahu betapa bodoh dan tidak stabilnya aku sebelum kita bertemu. Tapi meskipun kamu tidak tahu, kamu telah menyelamatkan aku. Terima kasih.” 34. Hari ini, aku duduk bersama dua anak perempuanku, berusia 4 dan 6 tahun, untuk menjelaskan kepada mereka bahwa kita harus pindah keluar dari rumah kita saat ini (4 kamar tidur) dan masuk ke sebuah apartemen dengan 2 kamar tidur untuk sementara waktu sampai aku dapat menemukan pekerjaan lain untuk dapat membayar sewa yang lebih baik. Putriku saling memandang sejenak dan kemudian putri bungsuku berpaling kepada aku dan bertanya, “Apakah kita semua pindah ke apartemen bersama-sama? “Ya,” jawabku. “Oh, jadi tidak ada masalah besar kalau begitu,” katanya. 35. Hari ini, aku adalah seorang ibu dari 2 anak dan nenek dari 4 cucu. Pada usia 17 tahun aku hamil sepasang anak kembar. Ketika pacar dan teman-temanku mengetahui bahwa aku tidak akan menggugurkan mereka, mereka berpaling dingin padaku. Aku terus menjalani hidupku, bekerja paruh waktu sambil bersekolah, lulus dari SMA dan perguruan tinggi, dan aku bertemu seorang pria di salah satu kelasku yang telah mengasihi anak-anakku seperti anaknya sendiri selama 50 tahun terakhir. 36. Hari ini, setelah aku mendengar bahwa ibuku tidak berangkat bekerja karena flu, aku mampir ke sebuah supermarket dekat rumah dalam perjalanan pulang dari sekolah untuk membeli beberapa kaleng sup. Ayahku ternyata sedang berada di sana. Aku berlari ke ayahku yang sudah berada di garis kasir. Dia membeli 5 kaleng sup, tissue, 4 DVD komedi romantis dan sebuket bunga. Ayah membuat aku tersenyum. 37. Hari ini, aku sedang duduk di balkon sebuah hotel, menyaksikan sepasang kekasih sedang berjalan-jalan sepanjang pantai. Dari bahasa tubuh mereka, aku bisa melihat mereka tertawa dan menikmati kebersamaan mereka. Ketika mereka mendekat, aku menyadari bahwa mereka ternyata orang tuaku. Orang tuaku bercerai 8 tahun yang lalu. 38. Hari ini, aku berusia 17 tahun, tapi aku sudah berpacaran dengan Jake selama 3 tahun, dan tadi malam adalah pertama kalinya kami menghabiskan malam bersama-sama. Kami belum pernah ‘melakukan’, dan kami tidak ‘melakukan’-nya tadi malam. Sebaliknya, kami memanggang kue, menyaksikan dua film komedi, tertawa, bermain Xbox dan jatuh tertidur dalam pelukan masing-masing. Meskipun aku telah dinasihati orang tuaku, tapi ternyata dia adalah seorang pria sejati dan seorang sahabat. 39. Hari ini, ketika aku mengetuk sisi kursi rodaku dan mengatakan kepada suamiku, “Kamu adalah satu-satunya alasan aku ingin terbebas dari alat ini,” dia mencium dahiku dan berkata, “Sayangku, aku bahkan tidak melihat hal itu.” 40. Hari ini, kakek dan nenekku, keduanya berusia 90 tahunan dan telah menikah selama 72 tahun, meninggal karena penyakit tuanya secara alami dengan selisih kurang lebih 1 jam dari yang lainnya. 41. Hari ini, ayahku datang mengunjungiku pertama kali setelah 6 bulan sejak aku memberitahunya bahwa aku seorang gay. Ketika aku membuka pintu, dia mengeluarkan air mata dan memberikanku sebuah pelukan erat dan berkata, “Aku minta maaf, Jason. Aku menyayangi kamu.” 42. Hari ini, adik kecilku perempuan yang menderita autis berbicara kata pertamanya pada usia 6 tahun – namaku. 43. Hari ini, pada usia 72 tahun, atau hampir 15 tahun sejak ditinggal wafat kakekku, nenekku menikah kembali. Dan karena aku masih 17 tahun, aku belum pernah melihatnya begitu bahagia selama ini. Sangat menginspirasi melihat 2 orang jatuh cinta di usia mereka. Tidak pernah untuk terlambat. 44. Hari ini, di sebuah klub jazz di San Fransisco, aku melihat seorang pria dan wanita menikmati minum bersama-sama. Wanita itu kerdil sementara si pria pasti memiliki tinggi 180 cm. Ketika malam semakin larut, mereka turun ke lantai dansa. Pria itu mengambil posisi berlutut sehingga dia dapat melakukan slow dance dengan si wanita. Mereka berdansa selama sisa malam. 45. Hari ini, ketika aku tidur, aku terbangun oleh suara anak perempuanku yang memanggil aku. Aku tidur di sebuah sofa di rumah sakit dimana ia dirawat. Aku membuka mataku untuk melihat senyumnya yang indah. Anakku telah koma selama 98 hari. 46. Hari ini, kakekku menyimpan sebuah foto tua, foto dirinya sedang berpose bersama nenek sambil tertawa bersama-sama pada sebuah pesta tahun 1960. Nenekku meninggal karena kanker pada tahun 1999 ketika aku masih berusia 7 tahun. Malam ini ketika aku masih di rumahnya, kakekku memergoki aku sedang menatap foto tersebut. Dia berjalan, memelukku dari belakang dan berkata, “Ingat, hanya karena sesuatu tidak berlangsung selamanya, bukan berarti itu tidak bernilai.” 47. Hari ini, setelah 2 tahun perpisahan kami, mantan istriku dan aku melupakan perbedaan-perbedaan kami dan bertemu untuk makan malam. Kami tertawa dan mengobrol selama hampir 4 jam. Kemudian sesaat sebelum dia pergi, dia menyerahkan sebuah amplop besar. Di dalamnya terdapat 20 surat cinta yang dia tulis padaku selama 2 tahun terakhir yang tidak pernah dia kirim. Ada catatan post-it catatan pada amplop tersebut yang berbunyi, “Surat-surat dimana saya keras kepala untuk tidak mengirimnya.” 48. Hari ini, ibuku meninggal setelah pertempuran panjang dengan kankernya. Sahabatku tinggal 2000 mil jauhnya dan meneleponku untuk menghibur. Sementara di telepon, ia bertanya, “Apa yang akan aku lakukan jika aku muncul di rumahmu dan memberi pelukan terbesar di dunia?” “Aku pasti akan tersenyum,” jawabku. Tak berapa lama dia membunyikan bel pintuku. 49. Hari ini, kakekku yang berusia 91 tahun (seorang dokter militer, pahlawan perang, dan pemilik bisnis yang sukses) beristirahat di ranjang rumah sakit. Aku bertanya kepadanya apa pencapaian hidup terbesarnya. Dia berbalik, meraih tangan nenekku, menatapnya di mata, dan berkata, “Hidup bersama denganmu.” 50. Hari ini, ketika aku melihat nenek dan kakkeku yang berusia 75 tahun bercanda konyol satu sama lain dan tertawa di dapur, aku merasa sepertinya aku punya bayangan sekilas tentang apa itu cinta sejati. Aku harap merasakannya suatu hari nanti.
  25. Sebanyak 33 UKM Best Practice binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra yang bergerak di bidang manufaktur, agroindustri, dan produk kreatif akan berbagi inspirasi dalam Konvensi UKM mitra YDBA pada 23-24 Agustus 2013 bertempat di Gedung SMESCO Acara yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun yang ke-33 YDBA tersebut mengambil tema 'Inspirasi untuk Berbagi' bertujuan memberikan wawasan baru bagi pengembangan bisnis UKM. F.X. Sri Martono, Ketua Pengurus YDBA mengatakan 33 UKM binaan tersebut akan memberikan berbagai informasi dan pengalaman inspiratif mengenai inovasi yang telah dilakukan. Melalui pameran, para [usaha kecil menengah] dapat mengetahui inovasi yang dilakukan oleh 33 UKM yang masuk dalam kategori pertumbuhan bisnis, peningkatan kualitas produk dan jasa, perusahaan yang ramah lingkungan, pengelolaan SDM, dan penerapan gugus kendali mutu. Selain pameran 33 UKM Best Practice, akan ditampilkan juga pohon industri mobil Toyota, Daihatsu, sepeda motor Honda dan ala berat Patria yang bertujuan memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan. Dengan demikian, akan terlihat jelas bahwa UKM memiliki peran besar dalam industri otomotif. Tidak hanya pameran, di dalam Konvensi UKM tersebut juga akan dilaksanakan berbagai seminar yang membahas tentang kebijakan dan praktek pembinaan UKM untuk mengetahui isu-isu hanya yang terjadi di dunia bisnis. Seminar pada hari pertama akan terbagi dalam tiga sesi, antara lain Seminar UKM sebagai Value Chain Industri Manufaktur, Seminar Produk Kreatif untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi, dan Seminar On Becoming Development Agent for the growth of MSMEs. Adapun seminar di hari kedua terbagi dalam dua sesi, antara lain mengenai Pengembangan Agroindustri, serta Success Story from Grassroots oleh para UKM-UKM Sukses binaan YDBA yang akan dipandu oleh Andy F. Noya. Rencananya acara akan dibuka oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Syarifuddin Hasan, juga akan hadir Menteri Negara Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Para Pejabat Eselon I dan II Kementerian terkait, serta berbagai asosiasi terkait. sumber : www.bisnis.com
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy