Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'inovasi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Tahun 2016 lalu ditandai dengan sejumlah kemajuan penting di bidang teknologi meski ada juga sedikit hambatan. Teknologi mobil swakemudi dan robot dengan kecerdasan buatan semakin berkembang, demikian pula dengan teknologi di bidang kesehatan.
  2. Penyuka anjing bisa meminjam anjing untuk waktu singkat dengan aplikasi baru Berkat aplikasi baru, para penyuka anjing bisa meminjam seekor anak anjing untuk waktu singkat atau bahkan semalam. Aplikasi-aplikasi mobile baru terus bermunculan dan melirik pangsa pasar yang belum tersentuh sebelumnya. Berkat aplikasi baru, para penyuka anjing yang belum siap berkomitmen atau tidak bisa memelihara anjing, bisa meminjam seekor anak anjing untuk waktu singkat atau bahkan semalam. Layanan itu disebut Bark'N'Borrow, dan sistemnya mirip dengan Uber dan Airbnb. Cukup daftarkan diri, identitasnya diverifikasi, cari anjing yang diminati, dan membayar sejumlah biaya. Menurut FOX News, seorang penggunanya, Anna Browne, menyukai anjing jenis corgi tetapi tidak siap memelihara anjing karena apartemennya kecil dan sering pulang larut malam. Dia menggunakan aplikasi itu dan menemukan seorang pemilik anjing yang bersedia meminjamkan corgi-nya. Browne mengatakan kepada Fox, “Pada akhir pekan, saya bisa bermain-main dengan corgi selama beberapa jam saja, rasanya menyenangkan.” Perusahaan itu mengatakan bahwa semua penggunaya terseleksi dengan ketat. CEO dan pendirinya Liam Berkeley mengatakan dalam wawancara dengan Fox News bahwa Bark’N’Borrow dijamin aman karena, “kami memiliki info tempat tinggal, info penagihan, alamat, dan semua rincian pengguna. Perusahaan itu memiliki sekitar 50,000 anggota di seluruh AS. Mulai bulan depan, aplikasi itu akan mulai mengenakan biaya langganan sebesar 4.99 dolar per bulan. [www.voaindonesia.com]
  3. Gerakan farm to table yang mendekatkan konsumen ke proses produksi pangan semakin marak di AS. Kini gerakan tersebut didukung sejumlah inovasi teknologi keluaran perusahaan start up yang bergerak di bidang pertanian dan produksi pangan. Selengkapnya ikuti laporan reporter VOA Patsy Widakuswara.
  4. Utoyo S. Nurtanio, Chief Innovation Officer, PT Trakindo Utama. Foto: Abdul Aziz Nama belakang pria kelahiran Surabaya ini mengingatkan InfoKomputer pada seorang pakar kedirgantaraan Indonesia, Ir Nurtanio. Tak ada hubungan darah di antara keduanya. Tetapi keduanya memiliki persamaan. Kalau Nurtanio adalah pionir industri pesawat terbang di negeri ini, di masa yang berbeda, Utoyo S. Nurtanio diberi amanat merintis budaya inovasi di PT Trakindo Utama. “Itu ada sejarahnya,” tutur Chief Innovation Officer, PT Trakindo Utama itu seraya tersenyum, ketika kami menanyakan perihal nama belakangnya. Rupanya, ayah Utoyo yang kebetulan memiliki kesamaan hobi dan kedekatan personal dengan almarhum Nurtanio begitu terkesan dengan kepribadian dan sepak terjang sang pahlawan dirgantara. Seijin sang empunya nama, disematkanlah nama Nurtanio sebagai nama belakang Utoyo kecil. Selalu ada doa dan harapan besar orang tua di setiap nama anaknya. “Ya, almarhum ayah saya berharap saya akan mewarisi sifat dan karakter beliau,” cerita Utoyo suatu pagi, dalam sebuah wawancara khusus dengan InfoKomputer. Harapan yang sangat wajar, apalagi bila mengingat upaya Nurtanio merintis industri pesawat terbang nasional di saat itu. Jajaran Direksi Dukung Inovasi Tugas merintis juga kini tengah dijalani Utoyo S.Nurtanio. Profesional TI dengan rentang karir lebih dari 20 tahun ini diberi tugas khusus menumbuh-kembangkan budaya inovasi di lingkungan PT Trakindo Utama. Sejak beberapa tahun lalu, huruf “I” pada jabatan Utoyo tidak lagi mewakili kata ‘information’, tetapi berubah menjadi ‘innovation’. Jabatan baru itu diselaraskan dengan visi lima tahunan Trakindo periode 2010-2015, yaitu menumbuhkan budaya inovasi. “CEO kami, Pak Bari Hamami, sangat serius dalam mewujudkan visi tersebut sehingga urusan inovasi ini pun sampai beliau tempatkan di jajaran C-level,” cerita bapak dua anak itu. Pada dasarnya senang memelajari hal-hal baru, Utoyo serta merta pun menerima tugas barunya itu. “Ketika itu saya bilang oke saja, karena saya melihat ini sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menangani suatu hal yang berbeda dengan apa yang selama ini saya kuasai,” tutur arsitek lulusan Universitas Trisakti ini. Namun keyakinan Utoyo tumbuh melihat dukungan yang diberikan oleh sang CEO maupun rekan-rekannya di jajaran direksi. Ia merasa bahwa Trakindo mendukung peningkatan kemampuan dirinya. Kembangkan Kapabilitas dan Infrastruktur Inovasi Membudayakan inovasi bukan pekerjaan semalam. Menghimpun inovasi sebanyak-banyaknya bukan targetnya. “Misi kami adalah menumbuhkan budaya dan mengembangkan capability inovasi Trakindo. Kalau keduanya sudah terbentuk, proses bergulir, saat orang-orangnya come and go, inovasi akan tetap berjalan di perusahaan ini,” tutur Utoyo. Utoyo memulai misinya dengan blusukan. “Saya yakin kalau sebuah perusahaan mampu bertahan selama lebih dari 40 tahun dan terkemuka seperti Trakindo, pasti inovasi sudah ada di perusahaan tersebut,” ujarnya. Dalam blusukan langsung maupun via teleconfrence dengan kantor-kantor cabang Trakindo, ia menemukan bahwa sebenarnya sudah cukup banyak inovasi yang dilakukan karyawan selama ini, tetapi mereka tidak menyadarinya. “Banyak yang bertanya, yang saya bikin ini termasuk inovasi atau bukan ya pak?” Utoyo menirukan ucapan karyawan yang ia temui. Dari situ, penggemar utak atik mobil “jadul” ini berkesimpulan bahwa pemahaman tentang inovasi perlu disamakan terlebih dahulu. Inovasi tidak harus selalu yang hasilnya ‘wah’. “Intinya, berinovasi adalah menciptakan sesuatu yang akan mempermudah hidup orang, pelanggan, karyawan, maupun principal, dan masyarakat sekitar,” tandas Utoyo. Semangat Inovasi di Setiap Aktivitas Dari pemahaman, Utoyo melangkah ke fondasi atau infrastruktur inovasi. Misalnya, menyediakan alamat surel khusus sebagai sarana tanya jawab tentang inovasi dan portal khusus untuk ideas repository. Cara lain yang ia tempuh untuk lebih menggaungkan kampanye inovasi adalah mengadakan ajang khusus. “Sejak dua tahun lalu, kami menggelar Innovation Day. Semua inovasi yang terjaring kami pamerkan di ajang ini. Lalu inovasi tersebut dipresentasikan oleh penggagasnya kepada panel yang terdiri dari jajaran Direksi dan General Manager di hadapan karyawan lainnya. Kami juga melakukan videostreaming (acara tersebut) ke kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia,” tutur Utoyo. Gayung bersambut, upaya menularkan virus inovasi ini boleh dibilang sukses. Buktinya, di tahun pertama hanya ada delapan inovasi yang dilombakan. Namun di tahun berikutnya, Utoyo dan timnya berhasil menjaring hampir 80 inovasi dari berbagai kantor cabang maupun kantor pusat. Menularkan “virus” inovasi tidak bisa dilakukan sekali dua kali. Sebagai Chief Innovation Officer, Utoyo S. Nurtanio membawahi unit Information & Communication Technology, Office of Strategic Managment (mencakup change management), Six Sigma (terkait business process improvement), bisnis digital, dan Corporate Brand Management. Melalui unit-unit tersebut, ia dan timnya setiap saat menyisipkan semangat inovasi dalam setiap aktivitas operasionalnya.
  5. Di tengah persaingan yang semakin ketat, para pelaku perbankan harus mulai mengambil inisiatif untuk melakukan inovasi digital. Pergeseran kebiasaan nasabah dan pelanggan yang bergerak ke arah mobile internet harus dimanfaatkan secara optimal supaya tetap bisa unggul daripada kompetitor. Kesimpulan tersebut disampaikan oleh lembaga konsultasi manajemen The Boston Consulting Group (BCG) berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa CIO terkemuka di Indonesia mengenai manfaat teknologi (technology advantage). “Akan ada gangguan (disruption) yang signifikan maupun kesempatan yang besar selama satu dekade ke depan di sektor pembayaran,” kata Edwin Utama (Partner and Managing Director, BCG Jakarta) dalam keterangan persnya. “Untuk terus memperoleh nilai dari bisnis pembayaran mereka, bank-bank harus mengambil tindakan yang tegas dalam berbagai dimensi: meningkatkan kesempurnaan interface digital, memperluas jangkauan layanan, meningkatkan efektivitas operasi, dan membentuk kemitraan dalam ekosistem pembayaran yang lebih luas. Bank-bank juga perlu mengakui bahwa nilai sektor pembayaran akan semakin cepat terwujud dengan memperdalam hubungan dengan pelanggan, tidak hanya dengan meningkatkan pendapatan secara langsung,” lanjut Edwin. Munculnya smartphone dan aplikasi mobile memberikan kesempatan yang unik kepada bank untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin berkembang, baik untuk menambah maupun meningkatkan frekuensi interaksi yang pada akhirnya akan memperkuat hubungan dengan para pelanggan. Konsumen ingin terus memiliki peningkatan terhadap kendali yang mereka miliki saat melakukan transaksi perbankan serta peningkatan terhadap visibilitas keuangan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, bank dapat menawarkan feature tambahan pada aplikasi mobile banking mereka, seperti kemampuan untuk menolak atau melaporkan transaksi yang dicurigai sebagai penipuan, menerima penawaran yang sesuai dengan keinginan mereka, tebusan reward yang lebih fleksibel, atau kemudahan untuk mengaktifkan atau menutup kartu mereka. Khusus bagi konsumen yang lebih kaya, mereka mengharapkan perlakuan istimewa (misalnya: promosi untuk aplikasi mobile yang sukses seperti Uber atau Go-Jek) dan penawaran yang unik (misalnya: akses pada acara eksklusif) yang dapat secara mudah disampaikan melalui aplikasi mobile banking. Bank juga memiliki akses terhadap data baru yang berharga–seperti informasi location-based context-aware yang dihasilkan dari penggunaan mobile-wallet dan aplikasi mobile banking–yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi penipuan dan memberikan program loyalitas yang bersifat lebih personal. Data-data tersebut dapat menjadi informasi yang sangat berguna. Tapi, bank perlu lebih berhati-hati untuk tidak melewati privasi dari setiap nasabahnya. BCG memperkirakan bahwa dua per tiga dari potensi nilai total big data berada dalam risiko apabila para stakeholder gagal membangun dan menjaga privasi nasabah.
  6. Dalam industri teknologi, perusahaan-perusahaan seperti Apple, Google dan pemain lainnya "dipaksa" untuk terus berinovasi. Namun bagi pendiri Apple, Steve Wozniak, inovasi bukan hanya sekadar membuat produk yang berbeda dan baru. Hal itu disampaikan Woz -sapaan akrab Wozniak-, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, saat berbicara soal inovasi di dalam Apple dan bagaimana Steve Jobs yang juga merupakan pendiri perusahaan tersebut, melihat inovasi. "Level inovasi di Apple sangat tinggi, tapi ada orang-orang yang berpikir inovasi sebagai kategori brand baru," tutur Wozniak. Menurut Woz, inovasi itu sebenarnya adalah memastikan semua aspek dari sebuah produk bekerja dengan baik dan semua orang dapat memahami bagaimana menggunakannya. Jobs, katanya, sangat mengerti dengan gagasan tersebut. "Dengan kata lain, masukkan keseimbangan dari fitur-fitur terbaik dan Anda tidak perlu menjadi kamera top di dunia, prosesor paling cepat di dunia, atau memiliki daya tahan baterai terlama. Anda hanya perlu menjadi yang terbaik di setiap kategori," ungkap Woz. Lebih lanjut, Woz melihat kemiripan Chief Executive Officer (CEO) Tesla, Elon Musk, dengan sejumlah karakteristik Jobs. Ia meyoroti kreativitas Musk dan Jobs dalam berinovasi. "Steve Jobs membuat iPhone dan memastikan bagaimana setiap detail kecil harus tepat baginya. Kemudian iPhone lahir dan menjadi sebuah transformasi yang indah. Sedangkan Elon (Musk) membuat sebuah mobil untuk dirinya, Tesla Model S, dan berhasil mengambil alih dunia," jelas inventor teknologi tersebut
  7. Honda NSX Concept II, salah satu mobil konsep ramah lingkungan yang dipamerkan di ajang IIMS 2014 Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS), para agen pemegang merek (APM) juga terus menunjukkan komitmen mereka dengan melakukan inovasi terhadap produk-produk mobil ramah lingkungan. Beberapa pabrikan memperkenalkan mobil-mobil konsep mereka kepada masyarakat, yang menekankan pada teknologi ramah lingkungan. Sebut saja Honda yang mendatangkan Honda NSX Concept II yang menggunakan Sport Hybrid Super Handling All Wheel Drive (SH-AWD). Ada juga BMW i8 yang merupakan sportcardengan mesin hybrid, serta Subaru Viziv yang fokus pada teknologi Symmetrical AWD. Daihatsu pun memboyong empat mobil konsepnya, yakni Ultra Functional Compact 3 (UFC-3), Cross-over Utility Vehicle 2 (CUV-2), Sport Utility Vehicle (SUV), serta Ayla GT2. Sementara Mitsubishi membawa mobil AR Concept, kemudian ada Suzuki Hustler, Datsun redi-Go, Tata Nexon, dan Tata Zest. Toyota juga tidak ketinggalan dengan menampilkan tiga mobil konsepnya, yaitu FT1 (Future Toyota 1), FV2, dan Toyota FCV (Fuel Cell Vehicle) yang menggunakan bahan bakar gas. Mobil konsep ini bahkan diklaim sebagai mobil hampir tampa emisi karena gas buangnya hanya air. Toyota FV2 sendiri dianggap sebagai personality mobility, karena dirancang untuk berkomuniksai antara si pengendara dan mobil. Mobil konsep ini disebut bisa mengetahui perasaan si pengendara, menyimpan memori pengendara, serta memberikan alternatif hiburan jika suasana hati pengendara sedang galau. sumber: inilah.com
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy