Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'indosat'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Indosat Ooredoo mengaku sudah menerbangkan balon Internet Google untuk melakukan uji coba kelayakan. "Project Loon sekarang sedang kita uji di daerah-daerah jangkauan kita, seperti Sulawesi dan Kalimantan. Sejauh ini bagus, tapi masih banyak skenario yang dilakukan hingga testing selesai pada Agustus 2016," kata Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo. Uji coba yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo untuk Project Loon sendiri sudah berlangsung sejak Januari 2016. Hingga saat ini, namun Indosat Ooredoo mengaku belum mau membeberkan bagaimana hasilnya sejauh ini. Penujiannya sendiri dijadwalka berlangsung hingga Agustus 2016, dan jika tidak halangan bukan tidak mungkin balon Internet itu akan mulai dikomersilkan sebagai layanan LTE di daerah terpencil. "Target testing sukses, kalau komersial masuk akal, kita bisa memberikan layanan LTE tanpa putus," lanjutnya. Selain Indosat Ooredoo, balon Internet Google juga akan diuji oleh Telkomsel dan XL Axiata. Tujuan ketiganya sama, yakni menyebarkan Internet berbasis LTE di pelosok Indonesia.
  2. President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli, sebagai nomor satu di Indosat, tampaknya sedang berusaha keras dalam menjaga 'rumahnya' dari terjangan badai. Perusahaan yang ia pimpin sedang diisukan oleh kabar tak sedap, yakni isu penyadapan. Ia mengemukakan, sebagai operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, maka harus menanggung risiko yang besar pula, termasuk isu tentang penyadapan. "Itu konsekuensi dari pemain yang mendominasi, yang disadap kan pejabat pemerintah. Pemerintah kebanyakan ada di mana, pelanggannya siapa, itu yang akan disadap. Jadi, oleh kerena itu yang kecil nggak disebutin," kata dia kepada VIVA.co.id di kantor Indosat, Jakarta, Senin 9 Maret 2015. Maka dari itu, Alex Rusli tak heran Indosat menjadi incaran dari isu penyadapan. Indosat sebagai salah satu dari tiga pemain operator terbesar di Indonesia, menjadi target operasi oleh segelintir pihak lain yang ingin menguping informasi para pelanggannya. "Sekarang yang ditargetin adalah operator besar, makanya disebutin Telkomsel, Indosat. Itu yang besar-besar kan, padahal (itu isu) sudah lama. Kecil kemungkinan untuk pemain kecil," kata dia. Sebelumnya diketahui, Telkomsel dan Indosat diduga dimata-matai oleh badan intelijen negara asing. Kabar tersebut menyeruak, bersumber dari dokumen mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), Edward Snowden. Dokumen menuliskan badan intelijen Selandia Baru (GCSB) bekerja dengan badan intelijen Australia (ASD) memata-matai perusahaan telekomunikasi Indonesia, termasuk Telkomsel dan Indosat. Kedua badan intelijen itu, kemudian menyusup ke jaringan operator Indonesia untuk 'menguping' segala percakapan pada sejumlah pejabat Indonesia sejak tahun 2009.
  3. Kejaksaan Agung menyatakan alasan eksekutor sampai saat ini belum mengeksekusi PT Indosat adalah karena ada dua putusan yang berbeda antara Mahkamah Agung (MA) dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). "Ada dua putusan mengenai hal itu, mana yang mau dipakai. Kan begitu," kata Jaksa Agung Muda pada Pidana Khusus R Widyopramono di Kejaksaan Agung. Karena itu, dia menambahkan, jaksa eksekutor mesti berhati-hati sebelum bertindak. Kejaksaan terus memperhatikan faktor-faktor lain dan mendengarkan masukan-masukan untuk menghindari masalah. Menurutnya, Kejaksaan bisa digugat balik jika salah mengambil keputusan. "Gugatan-gugatan yang akan timbul itu saya hindari. Saya tidak mau menyelesaikan masalah malah timbul masalah," kata Widyo. Sebelumnya, bekas Direktur Utama PT IM2, Indar Atmanto dinyatakan bersalah atas kasus tuduhan korupsi pengadaan jaringan 2,1 GHz/3G PT Indosat dan divonis 8 tahun penjara. Ia kemudian dipaksa masuk ke LP Sukamiskin setelah upaya kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA). Selain vonis penjara, Indar juga harus membayar denda Rp300 juta subsider kurungan 6 bulan. Dalam putusan kasasi, MA juga menghukum IM2 untuk membayar uang pengganti Rp1,3 triliun. Kejaksaan Agung selaku eksekutor memerintahkan IM2 untuk membayar uang pengganti tersebut. Namun, setelah itu Indosat dan terpidana mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta terkait hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyebutkan adanya kerugian Rp1,3 triliun dari dugaan korupsi kerjasama antara Indosat dengan IM2. Hasilnya, PTUN mengabulkan gugatan itu dan menyatakan hasil audit BPKP tidak bisa digunakan sebagai alat bukti. Tuduhan itu bermula pada 2007 lalu, saat Indosat mendapat tambahan frekuensi 3G bersama XL dan Telkomsel. Indosat kemudian memanfaatkan frekuensi ini melalui anak usahanya, IM2. IM2 sendiri dianggap kejaksaan tidak memiliki izin memanfaatkan frekuensi tersebut, karena memang tidak mengikuti lelang frekuensi. Sementara itu, penyedia layanan internet mengkritik tuduhan korupsi yang dilimpahkan kepada Indar. Mereka menilai tuduhan atas Indar yang sejatinya dilontarkan merupakan pola bisnis legal dan sedang digunakan oleh penyedian internet lain.
  4. Gemalto merupakan salah satu produsen chip untuk kartu dan ponsel (kartu SIM) terbesar di dunia. Dari kartu SIM yang pernah dibuat oleh perusahaan berbasis di Belanda, itu ada yang dipakai oleh operator Indonesia. Dalam dokumen terbaru yang dibocorkan oleh whistleblower Edward Snowden mengindikasikan Amerika Serikat (AS) dan Inggris sudah berhasil menembus sistem pembuat chip itu dan melakukan mata-mata. Snowden juga menyebutkan bahwa, setidaknya ada 450 operator yang sukses disadap dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan operator besar di AS seperti AT&T, T-Mobile, Verizon dan Sprint menjadi korbannya. "Sejauh ini kartu SIM kami tidak dibuat oleh Gemalto," kata GM Corporate & Communication Manager XL, Tri Wahyungingsih. Hal agak berbeda justru dikatakan oleh operator terbesar di Indonesia, Telkomsel. Vice President (VP) Corporate Communicion Adita Irawati, memang mengakui secara langsung bahwa Gemalto membuat beberapa kartu SIM miliknya. "Iya, kami memang memakai Gemalto di samping vendor-vendor lainnya. Namun yang perlu dipertegas, kita selalu menjunjung tinggi GCG (Good Corporate Governance) dan patuh pada ketentuan yang berlaku dalam memilih vendor," jelasnya. Sementara itu pihak Indosat, juga mengakui bahwa beberapa kartu SIM miliknya diproduksi oleh Gemalto. Sayangnya, Adrian Prasanto, Division Head Public Relations Indosat, tak mau menyebut lebih detil mengenai bentuk kerja sama dengan produsen tersebut. "Kendati kita menggunakan Gemalto untuk membuat kartu SIM tersebut. Kita sangat yakin, bahwa pada dasarnya perusahaan tersebut menjaga segala bentuk kerahasiannya dengan benar," tambah Pras--sapaan akrabnya. Sebelumnya diberitakan, walaupun secara tersirat tidak disangkal oleh pihak Gemalto, perusahaan tersebut masih akan melakukan investigasi. Apalagi memang, sebelumnya mereka mengakui ada serangan ilegal ke sistemnya. "Saat ini kita tidak dapat membuktikan hubungan antara upaya terakhir tersebut dan apa yang dilaporkan kemarin," kata pihak Gemalto. Dalam situs yang ditelesuri, Gemalto juga pernah menjalin PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) untuk mengelola sistem internet banking miliknya pada pertengahan tahun 2014 lalu.
  5. Dengan menggandeng bank ternama asal Timur Tengah, Qatar Nasional Bank (QNB), Indosat meluncurkan kartu ATM mobile money di Indonesia yang terintegrasi dengan layanan Dompetku. Layanan uang elektronik dari Indosat, Dompetku ini diklaim sebagai mobile money provider pertama di Indonesia yang memiliki layanan kartu ATM. Layanan ini menggunakan nomor seluler yang berfungsi sebagai akun Dompetku sekaligus nomor rekening QNB yang terhubung dengan jaringan ATM Bersama. "Ini akan memberi manfaat bagi pelanggan, terutama untuk kemudahan penarikan tunai," ujar President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli di Djakarta Theater. Layanan ini juga diluncurkan sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kualitas akses perbankan bagi para konsumen. "Mobile money di indonesia sudah cukup lama bejalan. Dompetku berupaya untuk jadi pilihan bagi kustomer agar dapat melakukan transaksi lebih fleksibel," ujar Alex. Dompetku beserta mesinnya yang baru saja diluncurkan dapat digunakan dalam melakukan berbagai transaksi seperti pembayaran tagihan listrik, pengisian pulsa, dan pengiriman uang elektronik lintas operator seluler. Penggunaan kartu ATM ini juga dapat digunakan di berbagai layanan publik dan modern market seperti Commuter Line, Alfamart, Indomart dan 7Eleven. Alex menambahkan layanan ini merupakan solusi dalam pengaplikasian prinsip cashless karena uang yang digunakan bersifat elektronik bukan secara fisik. Sehingga, dapat membantu pemerintah memperluas penggunaan e-money di Indonesia.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy