Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'impor'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Pemerintah telah menurunkan batasan (threshold) bea masuk dan pajak untuk barang kiriman. Dari yang awalnya maksimal US$ 75, kini diturunkan menjadi maksimal US$ 3. Apa alasan pemerintah menerapkan penurunan batas barang kena bea masuk hingga sebesar itu? Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi mengatakan ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangannya. Pertama, untuk melindungi industri kecil menengah dalam negeri. "Ini pemerintah ngasih ruang yang besar terhadap industri dalam negeri sehingga kami berharap Indonesia bisa menikmati pasar sendiri atau bermain di rumah sendiri, menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ungkap Heru di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019). Kedua, untuk menciptakan perlakuan perpajakan yang adil (level playing field) antara hasil produksi dalam negeri dengan produk-produk impor. "(Aturan) ini untuk mengeliminasi kesenjangan antara produk dalam negeri yang membayar pajak dengan produk impor yang masih membanjiri pasaran Indonesia," katanya. Diturunkannya bea masuk menjadi US$ 3 dianggap sudah pas lantaran barang-barang impor yang dominan masuk disebut berada dikisaran US$ 3,8. Sehingga nilai US$ 75 dianggap terlalu tinggi. "Mayoritas barang impor yang masuk di bawah US$ 75 dan nilai yang paling banyak diperdagangkan oleh e-commerce itu US$ 3,8," jelasnya.
  2. Penghapusan bea impor termasuk permainan komputer, GPS, dan peralatan kesehatan. Organisasi Perdagangan Dunia, WTO, mengatakan para anggotanya sepakat untuk menghapuskan bea impor senilai US$1,3 triliun untuk produk-produk teknologi. Dirjen WTO, Roberto Acevdeo, menyambut baik langkah yang menurutnya akan menciptakan lapangan kerja dan menurunkan harga produk teknologi. "Menghapuskan tarif perdagangan sebesar ini akan memiliki dampak besar," tambahnya. Kesepakatan Jumat 24 Juli itu mencakup 200 produk dengan nilainya mencapai sekitar 7% dari total perdagangan dunia saat ini. Tahun depan masing-masing negara akan mulai mengurangi bea atas produk-produk tersebut, antara lain layar sentuh, permainan komputer, GPS, dan peralatan kesehatan. "Ini lebih besar dari perdagangan global dalam produk-produk otomotif atau perdagangan tekstil, pakaian, besi, dan baja jika digabungkan," seperti tertulis dalam pernyataan WTO. Rincian kesepakatan menyeluruh baru akan diungkapkan pekan depan namun WTO mengatakan bahwa penghapusan bea akan dicapai dalam waktu tiga tahun. Kesepakatan ini merupakan perluasan dari sebuah pakta yang dicapai tahun 1996 oleh 81 anggota WTO, yang disebut dengan Kesepakatan Teknologi Informasi, ITA. Tahun 2012 lalu, para negara anggota berpendapat bahwa kondisi baru untuk ITA dibutuhkan karena inovasi dan perkembangan teknologi yang drastis.
×
×
  • Create New...