Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'imlek'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Tahun Baru China atau yang akrab disebut Imlek menjadi momen penting bagi mereka yang merayakan dan sering diisi oleh aktivitas bersama keluarga. Imlek juga identik dengan memberikan tanda bakti terhadap orang tua. Ini terlihat dari kebiasaan mereka yang mudik membawa oleh-oleh seperti baju, alat-alat elektronik, dan daging. Selain itu, Imlek juga punya makna khusus karena karena hal-hal yang dilakukan pada awal tahun diyakini bisa mempengaruhi keberuntungan sepanjang tahun. Berikut beberapa pantangan menjelang Tahun Baru Imlek dan dan alasan di baliknya: 1. Tak boleh meminum obat Meminum obat atau obat herbal di hari pertama Tahun Baru jadi pertanda akan sakit sepanjang tahun sehingga tabu dilakukan. Bahkan di beberapa tempat di China, orang-orang akan memecahkan pot-pot obat mereka ketika bel tahun baru berdentum pada tengah malam, dengan harapan kebiasaan itu bisa menyembuhkan penyakit di tahun yang baru. 2. Tak boleh membersihkan rumah Kegiatan menyapu atau membersihkan rumah diasosiasikan dengan "membuang keluar" kemakmuran dan keberuntungan. Oleh karenanya, orang-orang China yang menyambut Tahun Baru Imlek akan membersihkan rumah mereka sebelum perayaan tahun baru itu sendiri. Bahkan, semua alat pembersih rumah pun harus disingkirkan dan disembunyikan sebelum malam Tahun Baru, atas dasar kepercayaan bahwa keberadaan alat pembersih dalam rumah bisa mengurangi keberuntungan seseorang. Meski membersihkan rumah masih diperbolehkan pada sehari setelah Tahun Baru, disarankan sampah yang terkumpul tidak melewati pintu depan rumah. Melanggar ini dipercaya akan membawa kematian pada salah seorang anggota keluarga. 3. Tak boleh makan bubur Bubur diasosiasikan dengan makanan orang miskin sehingga memakannya dipercaya bisa membawa pengaruh buruk pada keuangan. 4. Tak boleh bercerita tentang hantu Kisah seputar hantu dan kematian juga dihindari pada malam Tahun Baru agar hal-hal buruk terkait kematian tidak terjadi pada tahun berikutnya. 5. Tak boleh keramas dan mencuci baju Salah satu pantangan lainnya adalah tidak boleh mencuci baju pada hari pertama dan kedua Tahun Baru, karena dua hari tersebut dirayakan sebagai ulang tahun Shuishen, Dewa Air. Sedangkan rambut tidak boleh dicuci pada hari pertama tahun baru Imlek. Pada bahasa Mandarin, rambut memiliki pengucapan yang serupa dengan kata "fa" yang berarti "menjadi kaya." Oleh karenanya, keramas atau mencuci rambut diasosiasikan dengan "mencuci" keberuntungan dan kemakmuran. 6. Tak boleh menangis Menangis pada Tahun Baru Imlek dipercaya akan mendatangkan kesedihan sepanjang tahun. 7. Tak boleh meminjam uang Meminjam uang menjelang Tahun Baru Imlek diasosiasikan dengan kehilangan harta. Keberuntungan dipercaya bisa hilang, baik bagi penagih utang maupun peminjam. Menurut kepercayaan, memperbolehkan orang lain meminjam atau meminta uang juga diasosiasikan dengan kehilangan atau direbutnya harta dan rezeki oleh orang lain. 8. Tak boleh jual beli buku Dalam bahasa Kanton, buku memiliki pengucapan yang sama dengan kata kehilangan. Kegiatan membeli dan menjual buku juga dilarang karena diasosiasikan dengan kehilangan keberuntungan sepanjang tahun. Walau demikian, tidak ada batasan untuk membaca saat perayaan Imlek. 9. Dilarang memberi hadiah jam, payung, cermin atau sepatu Dalam bahasa Mandarin, istilah "memberi jam" memiliki pengucapan yang serupa dengan "melayat." Sedangkan payung diasosiasikan dengan perpisahan. Cermin sendiri dipercaya memiliki kekuatan untuk menarik roh-roh jahat, dan sepatu memiliki konotasi negatif. Daripada memberi hadiah berupa barang-barang tersebut, memberi hadiah berupa amplop merah yang berisi uang akan lebih diapresiasi dan dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan bagi penerimanya. 10. Tak boleh mengenakan baju dengan warna hitam putih Hitam dan putih adalah dua warna yang diasosiasikan dengan kegiatan melayat dan perasaan berduka. Oleh karenanya, hindari mengenakan pakaian dengan dua warna tersebut. Di sisi lain, mengenakan baju berwarna merah dan memasang dekorasi berwarna merah di dalam rumah merupakan sesuatu yang disarankan. Asal usul warna merah membawa keberuntungan sendiri bisa dirunut pada sebuah legenda tentang mahluk bernama Nian yang ditakuti manusa. Suatu saat, makhluk tersebut mengobrak-abrik suatu kampung dan satu-satunya rumah yang luput dari Nian adalah rumah yang memasang kain merah di pintunya. Dari legenda ini, warna merah diyakini membawa perlindungan dan keberuntungan.
  2. Penyewaan pacar telah memicu kritikan sejumlah netizen di media sosial dan para ahli hukum yang mempertanyakan moralitas dan legalitas bisnis tersebut. Di saat jutaan orang China mudik untuk merayakan libur Tahun Baru Imlek bersam keluarga mereka, Luoluo yang berusia 24 tahun sibuk menjawab pesan aplikasi seluler dari pria-pria putus asa yang mencari pacar kilat yang bisa disewa untuk ditunjukkan kepada orangtua mereka. Saat mudik dalam masa liburan tersebut, yang dimulai Jumat (27/1), para lajang sering menjadi sasaran ceramah dari sanak saudara yang menekankan pentingnya pernikahan dan mempertahankan garis darah keluarga. Beberapa lajang akhirnya menyewa pacar palsu untuk menenangkan orangtua mereka. Namun ledakan penggunaan ponsel pintar dalam beberapa tahun terakhir berarti bahwa sekarang orang dapat membayar kencan seperti itu lewat beragam aplikasi seluler, hanya lewat beberapa klik. "Lebih dari 1.000 pengguna aplikasi kami telah mendaftar sebagai pacar untuk disewa pada libur Tahun Baru," kata Cao Tintian, pendiri aplikasi pacar sewaan Hire Me Plz, kepada Reuters. Para pelanggan aplikasi membayar sekitar 1 yuan (US$0,15) sampai 1.999 yuan per jam untuk kencan makan malam, mengobrol, satu permainan mah-jong atau bahkan pijat kaki. Harga melonjak sekitar Tahun Baru, dengan ribuan lajang menarik berusia 20an seperti Luoluo meminta honor 3.000 yuan sampai 10.000 yuan per hari. "Saya masih mencari orang-orang untuk memenuhi slot waktu saya," ujar seorang perempuan dari provinsi Sichuan, yang tinggal memiliki dua slot setengah hari untuk seminggu ke depan. "Tapi hanya untuk mereka yang tinggal di provinsi yang sama. Saya tidak punya waktu untuk bepergian jauh," tambahnya. Selain Hire Me Plz, ada lima aplikasi besear penyewa pacar, yang mendapat uang dengan mengambil komisi, dan juga dari biaya langganan. "Model bisnis kami masih baru, meskipun semakin banyak orang muda yang menerima ide menjual waktu mereka sebagai komoditas," ujar Cao di kantor pusat perusahaan di Beijing, yang memperkirakan bisnis penyewaan pacar ini akan menjadi pasar bernilai miliaran dolar dalam lima tahun. Acara makan malam keluarga besar pada Tahun Baru China di Wuhan, provinsi Hubei. Sejak diluncurkan tahun 2015, Hire Me Plz telah mengumpulkan 700.000 pengguna dan 1,7 juta pengikut di Tencent milik WeChat, jaringan media sosial seluler terbesar di China. Penyewaan pacar -- di dunia maya maupun nyata -- telah memicu kritikan dalam beberapa tahun terakhir, dimana sejumlah netizen di media sosial dan para ahli hukum mempertanyakan moralitas dan legalitas bisnis tersebut. "Tidak ada larangan yang jelas dalam aturan China menyangkut penyewaan pacar. Namun ada risiko-risiko ddi dalamnya, yang juga mungkin melanggar aturan dalam batas-batas tertentu," tulis kantor berita pemerintah China News Services bulan ini, yang mengutip Li Hongzhao, pejabat di Komite Undang-undang Kriminal pada Asosiasi Pengacara Beijing. Li mengatakan terkadang sulit mendefinisikan batas-batas keintiman yang pantas dan kapan tindakan intim itu menjadi serangan seksual. Seks tidak menjadi bagian layanan-layanan yang ditawarkan dalam aplikasi seluler tersebut. Prostitusi adalah ilegal di China. Cao dari Hire Me Plz mengatakan tujuan awal aplikasinya adalah untuk membantu mengatasi masalah kesepian yang dirasakan anak-anak muda yang meninggalkan rumah untuk bekerja sendiri di kota-kota besar. "Saya mencari cara yang lebih efektif untuk mengajak orang kencan. Siapa yang ingin berbincang selama berbulan-bulan via jaringan sosial dan berakhir tanpa apa pun?" Di negara lainnya di Asia, layanan pacar sewaan sebagian besar berbasis laman, seperti Soulmate di Korea Selatan dan Pally Asia di Singapura. Pally Asia, yang menyebut dirinya sarana "menyewa teman", berencana untuk meluncurkan aplikasi dalam semester pertama tahun ini.
  3. Selain kue keranjang, sajian Imlek juga diramaikan dengan hadirnya buah-buahan. Seperti halnya buah jeruk mandarin yang identik dengan Imlek. Buah berwarna oranye ini diyakini masyarakat Tionghoa sebagai pembawa keberuntungan saat menyambut Tahun Baru China. Namun perlu diketahui, sesungguhnya buah jeruk mandarin tidak mutlak harus disuguhkan. Jeruk mandarin bisa diganti dengan jenis jeruk lainnya. "Kalau suguhan jeruk tidak mesti jeruk mandarin. Buah jeruk apa saja bisa, karena buah jeruk itu sendiri melambangkan keberuntungan," jelas Oey Tjin Eng, Humas Perkumpulan Keagamaan dan Sosial Klenteng Boen Tek Bio, kepada Okezone di Tangerang, Minggu (7/2/2016). Lanjut pria yang akrab disapa Eng ini, buah jeruk dilambangkan sebagai keberuntungan, dan tak sekadar jenis jeruk mandarin. Kata dia, asalkan buah yang disuguhkan itu adalah buah jeruk, maka hal itu juga melambangkan keberuntungan. "Jeruk itu buah keberuntungan. Jadi jenis jeruk apa saja diyakini merupakan jeruk pembawa keberuntungan," lanjutnya. Meski demikian, mungkin karena jeruk mandarin ini punya warna oranye cerah dan telah menjadi tradisi dalam perayaan imlek sejak dulu. Karena itu jeruk mandarin kerap terlihat dan seakan menjadi simbol keberuntungan dalam perayaan Imlek.
  4. JERUK jadi salah satu buah yang selalu tersaji di meja makan keluarga Tionghoa saat merayakan Imlek. Jeruk ternyata punya filosofi mendasar yang punya makna baik bagi masyarakat Tionghoa. Ko Kusuma atau akrab disapa Ko Ayung selaku pengurus dari Klenteng Hok Tek Bio, Bogor, Jawa Barat mengatakan bentuk daging jeruk yang berbulir melambangkan manusia harus bisa hidup berdampingan. "Isian jeruk butirnya ada yang besar dan ada yang kecil, maknanya manusia diciptakan beda-beda ada yang kaya ada yang miskin tapi alangkah baiknya kalau semua bisa hidup bersama tanpa melihat status sosial," jelas Ko Ayung. Makan buah jeruk saat Imlek berarti mengingatkan untuk selalu berbuat baik kepada sesama. Tak pandang bulu baik si kaya atau si miskin. Pria ramah berwajah oriental ini juga menjelaskan, masyarakat Tionghoa tidak pernah diajarkan untuk sombong dan memandang orang dengan pilih-pilih. Leluhur selalu mengajarkan untuk mengedepankan kebersamaan. "Apalagi Indonesia punya slogan Bhineka Tunggal Ika, memang seharusnya tidak ada perbedaan," tutupnya diselingi senyum ramah.
  5. Jessica Kumala Wongso (27) tersangka dalam kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin setelah meminum es kopi di Kafe Olivier, Grand Mall Indonesia beberapa waktu lalu, tidak diiznkan untuk melakukan ibadah di wihara. Meski begitu, dia tetap diberi ruangan khusus untuk melakukan ritual sembahyang. "Kami menyediakan ruangan khusus bagi tahanan yang akan merayakan Imlek. Untuk mereka berdoa," kata Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2016). Menurutnya, ruangan tersebut cukup untuk tahanan dan keluarganya berdoa. Sebab, dalam aturan hukum, tahanan memang tidak diizinkan untuk keluar dari ruang tahanan. Berbeda dengan perayaan agama lainnya, Barnabas mengaku, perayaan Imlek memang tidak dilakukan secara besar-besaran lantaran minimnya tahanan yang merayakan hari besar warga Tionghoa tersebut. "Karena Imlek kan tidak banyak. Mereka biasanya hanya merayakan di dalam saja, di ruang kunjungan tahanan," tambahnya. Dikonfirmasi terpisah, kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto mengaku dirinya tak tahu-menahu apakah kliennya akan mendapat kunjungan dari kedua orangtuanya, yakni Winardi dan Imelda Wongso. "Enggak ada kunjungan, ini tanggal merah. Tanya polisi saja," timpal Yudi.
  6. Imlek merupakan perayaan tahun baru seperti halnya pada perayaan tahun baru masehi atau tahun baru hijriah dalam umat Islam. Tahun baru untuk warga Tionghoa ini dirayakan setiap tahunnya, berdasarkan perhitungan kalender tahun China. Pada perayaan ini banyak sekali tradisi yang dilakukan oleh orang-orang keturunan Tionghoa. Biasanya mereka melakukan perayaan di rumah kerabat, di restaurant di kelenteng atau yang lebih meriah di tempat-tempat keramaian. Setiap tradisi tersebut sebenarnya memiliki makna tersendiri tidak sekedar memeriahkan saja. Apa saja tradisi pada perayaan Imlek yang dilakukan orang-orang Tionghoa? Simak tradisinya berikut ini: 1. Membersihkan dan Mendekorasi Ulang Rumah/Tempat Tinggal Dalam tradisi turun temurun orang Tionghoa mendekati Imlek mereka harus membersihkan rumah. Tradisi ini bertujuan untuk membersihkan hal-hal buruk di dalam rumah untuk persiapan menerima keberuntungan pada tahun baru Imlek. Biasanya mereka juga mendekorasi ulang rumah dengan mengecat rumah, menata ulang perabotan. Mereka juga membuat kertas bertuliskan kalimat bijak atau doa yang ditempelkan pada setiap bagian rumah. Dekorasi rumah yang biasanya mereka lakukan juga menambahkan aksen warna merah, dan lampion yang melambangkan sejahtera, keberuntungan dan kekuatan. 2. Pakaian dan Sepatu Baru Tahun baru harus dimulai dengan sesuatu yang baru. Dalam perayaan Imlek terdapat tradisi membeli pakaian atau sepatu baru yang berwarna merah. Mereka akan menggunakan pakaian tersebut pada saat Imlek tiba. Artinya, orang Tionghoa sangat percaya bahwa penampilan baru dan sikap yang baru serta optimis akan penting dalam mencapai masa depan. Mereka memiliki harapan bahwa masa depan mereka akan selalu dalam kemakmuran dan selalu terang. 3. Makanan Khas Imlek Warga Tionghoa biasanya menyiapkan makanan khas yang disesuaikan dengan jumlah shio dalam China yaitu sebanyak 12 jenis. Misalnya ada 12 jenis masakan, 12 jenis kue dan lain-lain. Bahkan makanan-makanan tersebut memiliki arti tersendiri. Seperti lapis legit berarti rezeki yang berlapis-lapis, ikan lambing unsur air, bebak dan ayam utuh sebagai simbol unsur udara yaitu sebagai lambing kehidupan. Ada juga siu me yaitu lambang umur yang panjang dan kemakmuran hidup. 4. Pantang Makan Bubur dan Membalik Ikan Bubur oleh orang Tionghoa dianggap sebagai lambang kemiskinan. Sehingga mereka pantang makan bubur pada saat Imlek tiba. Selain itu mereka juga memiliki pantangan lain seperti dilarang membalik ikan. Artinya saat makan ikan, harus pada salah satu sisinya saja, tidak boleh dibalik untuk mengambil bagian lain. Bagian lain akan disimpan atau dipertahankan. Ikan juga tidak boleh habis pada hari itu namun harus disisakan untuk acara keesokan harinya. Makna pantangan ini adalah untuk menjaga nilai surplus pada tahun berikutnya. 5. Melunasi atau Mengurangi Utang Warga Tionghoa akan segera melunasi atau membayar hutang mereka sebelum tahun baru tiba agar tahun depan tidak ada beban hutang. 6. Barongsai atau Liong Naga Barongsai atau Liong Naga adalah perayaan wajib saat Imlek. Bisanya perayaan ini diadakan di tempat keramaian yang bisa dililhat banyak orang. Perayaan ini merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan dan membawa hoki tersendiri bagi warga Tionghoa. 7. Angpao Angpao disini berupa bingkisan dalam sebuah amplop merah dan berisi sejumlah uang. Harapannya yaitu membawa kegembiraan dan semangat hidup yang akan membawa nasib menjadi lebih baik. Namun, dalam pemberian Angpao juga ada aturannya, tidak sembarang orang/kerabat bisa menerima angpao tersebut. Angpao hanya bisa diberikan oleh orang yang sudah menikah. Bahkan mereka yang sudah bekerja namun belum menikah tidak boleh member angpao karena dianggap bisa menjauhkan jodoh. Angpao bisa diberikan kepada anak-anak dan orang tua. Angpao berhak diberikan pada anak –anak, anak yang sudah bekerja namun belum menikah. Mereka menerima angpao dari paman, bibi, serta orang tua. Sedangkan untuk anak yang sudah menikah hanya menerima angpao dari orangtuanya saja. Isi angpao juga harus diperhatikan karena tidak boleh ada unsur angka 4 misalnya Rp 4.000. Dalam budaya China 4 bearti lambang kesialan atau dalam bahasa China terdengar seperti bermakna “mati”. Angpao juga tidak boleh diberikan dalam jumlah uang ganjil karena berkaitan dengan pemakaman.
  7. Tahun Baru Imlek bagi warga Tiongkok di perantauan juga berarti ajang untuk bertemu keluarga dan kerabat di kampung halaman. Di Tiongkok Daratan, tahun ini diperkirakan akan ada miliaran perjalanan jelang imlek. Tidak heran, tradisi mudik tahunan ini disebut juga sebagai migrasi manusia terbesar di dunia. Diberitakan China Daily awal tahun ini, Imlek yang akan jatuh pada 19 Februari mendatang kembali akan diwarnai oleh mudik massal, atau di Tiongkok dikenal dengan nama Chunyun. Kementerian Transportasi Tiongkok memprediksi, tahun ini akan ada 2,8 miliar perjalanan warga pulang kampung, baik dari udara, darat dan laut. Jumlah ini belum termasuk penggunaan bus dan taksi, dan 3,4 persen lebih besar ketimbang tahun lalu, seperti disampaikan juru bicara Kementerian Transportasi Xu Chengguang. Melihat tradisinya, hiruk-pikuk Chunyun yang artinya "pergerakan musim semi" biasanya akan berlangsung selama 40 hari, yang tahun ini dimulai sejak 4 Februari hingga 16 Maret. Padahal secara resmi libur nasional tahun baru hanya tujuh hari. Polisi mengawal perjalanan pemudik dengan sepeda motor di Provinsi Guangdong, Tiongkok Mereka yang mudik kebanyakan adalah pekerja migran, buruh pabrik dan mahasiswa, diikuti oleh pekerja kantoran. Kepadatan terlihat di stasiun kereta dan bandara. Di jalan-jalan, warga yang memutuskan menggunakan sepeda motor juga menyemut. Perayaan Imlek atau yang dikenal juga dengan nama Festival Musim Semi adalah liburan keluarga paling penting di Tiongkok. Di saat-saat ini, jutaan orang berharap bisa bertemu keluarga dan kawan lama di kampung halaman. Karena pelaku tradisi yang jumlahnya terus naik, Tiongkok harus meningkatkan kapasitas transportasi mereka tiap tahunnya. Tahun ini, beberapa rel kereta yang pembangunannya telah dikerjakan sejak 2014 akan dioperasikan. Perusahaan Perkeretaapian Tiongkok bulan lalu juga juga mengumumkan akan menambah 86 gerbong kereta untuk tujuan Sichuan, Heilongjiang, Zhejiang dan provinsi lainnya pada puncak kepadatan penumpang. Lebih dari 45 juta perjalanan melalui udara diprediksi terjadi tahun ini jelang Imlek, meningkat 8 persen dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah Tiongkok juga meningkatkan pengamanan di stasiun kereta, menyusul penyerangan dengan senjata tajam yang dilakukan oleh kelompok separatis tahun lalu. Calon penumpang di stasiun kereta Hongqiao, Shanghai, Tiongkok, jelang perayaan Imlek, Ada tiga faktor pendorong tradisi Chunyun ini. Pertama adalah tradisi berkumpul keluarga pada Imlek. Kedua, reformasi pendidikan di Tiongkok membuat mahasiswa berdatangan dari daerah ke kampus-kampus favorit di kota-kota besar. Terakhir adalah libur panjang yang jarang terjadi di Tiongkok. Kebanyakan pekerja Tiongkok tidak mendapatkan cuti berbayar, sehingga liburan Imlek sangat dinantikan. Warga Tiongkok sendiri tidak kapok pulang kampung walau harus berdesakan dan menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Bayangan bertemu keluarga sedikitnya menjadi penawar letih di perjalanan. "Saya akan menangis jika harus meninggalkan keluarga saya lagi, karena saya telah bekerja di tempat jauh selama setahun," kata seorang pekerja, dikutip dari Channel NewsAsia akhir pekan lalu.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy