Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ilmiah'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Masyarakat kerap memaklumi fenomena ukuran tubuh yang melebar setelah menikah. Ternyata, terdapat penelitian baru yang mencari alasan ilmiah pernikahan membuat gemuk. Studi itu melaporkan, ketika salah satu pasangan mengalami kegemukan, risiko yang lain menjadi obesitas, adalah dua kali lipat. “Orang-orang dengan barat badan normal yang pasangannya obesitas saat menikah, cenderung mengalami kegemukan,” kata Laura Cobb, pemimpin penelitian dari Universitas Johns Hopkins di Baltimore. “Hal ini menunjukkan, perubahan pada salah satu pasangan cenderung juga akan tercermin pada pasangan lain, mungkin karena perubahan yang sama dalam diet, aktivitas fisik, atau perilaku lain yang menyebabkan obesitas,” kata Cobb, seperti dilaporkan oleh Reuters. Sudah banyak penelitian menghubungkan pernikahan dengan kenaikan berat badan. Para ilmuwan dengan kuat menghubungkan obesitas dengan berbagai penyakit, misalnya jantung, diabetes, dan kanker tertentu, yang kemudian diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology. Untuk melakukan studi ini, para peneliti mengikuti hampir 4.000 pasangan selama lebih dari 25 tahun, yang dimulai antara tahun 1987 dan 1989. Di awal penelitian, 23 persen laki-laki dan 25 persen perempuan mengalami obesitas. Laki-laki tidak obesitas yang istrinya mengalami obesitas, memiliki kemungkinan sekitar 78 persen menjadi gemuk selama periode itu, dibandingkan dengan suami yang istrinya tidak mengalami banyak kenaikan berat badan, menurut temuan penelitian. Suami yang menjadi gemuk dikaitkan dengan 89 persen meningkatnya risiko obesitas pada istri-istri mereka. Ketika pasangan dapat mengatasi masalah berat badan, pasangan mereka pun lebih mungkin menjadi non-obesitas. Bukan hal aneh, pasangan menikah membentuk kebiasaan bersama dari waktu ke waktu yang bisa memengaruhi berat badan mereka, kata Ivanka Prichard, peneliti penurunan berat badan dari Universitas Flinders di Adelaide, Australia. “Seiring waktu, kesamaan pola makan, terutama makanan-makanan yang tidak sehat, dapat menyebabkan perubahan berat badan,” kata Prichard. Selain itu, ada juga berbagai tekanan dalam kehidupan yang bisa berdampak pada obesitas, misalnya memiliki anak, pekerjaan, pengetahuan kesehatan bersama, atau masalah keuangan. Sama dengan kebiasaan yang tidak sehat, pilihan gaya hidup sehat juga bisa menular dalam pernikahan, kata Debra Umberson, direktur Pusat Penelitian Populasidi Universitas Texas di Austin.
  2. Minuman Coca-Cola dan permen Mentos jika dicampur bisa menyebabkan ledakan. Sudah banyak orang yang membuktikan fenomena ini dan mengunggah rekamannya ke YouTube. Namun, tak banyak yang tahu penjelasan pastinya. Sebotol Diet Coke ukuran satu liter yang baru dibuka dimasuki sebutir Mentos. Tiba-tiba, botol tersebut menyemburkan soda dengan kencang ke atas, seperti air mancur. Tingginya bisa mencapai 10 meter! Bahkan, jika satu selongsong Mentos dimasukkan ke botol Diet Coke, botol ditutup lalu dikocok-kocok dan dilempar, botol tersebut bisa melambung tinggi seperti roket! Orang-orang awam berspekulasi bahwa hal ini disebabkan oleh Coca-Cola yang bersifat asam. Namun, eksperimen program Mythbusters di Discovery Channel pada 2006 menyebutkan bahwa zat kimia yang bertanggung jawab dalam fenomena ini adalah gum arabic dan gelatin dalam Mentos, serta kafein, potassium benzoate, dan aspartam dalam Coca-Cola. Simpang-siurnya penjelasan mengenai fenomena Diet Coke/Mentos menggerakkan Tonya Coffey, ahli fisika dari Appalachian State University di Amerika Serikat, untuk melakukan percobaan dengan para muridnya. Mereka mengetes Diet Coke dengan Mentos mint dan buah, permen mint merek lain, sabun pencuci piring, garam meja, serta pasir. Mereka juga membandingkan reaksinya dengan cairan berbuih lain seperti Coca-Cola bebas kafein dan gula serta air soda dan air tonik. Semua reaksi dilakukan di botol yang dimiringkan 10 derajat dari posisi vertikal. Tim peneliti mengukur jumlah massa yang berkurang akibat semburan tersebut dan pengaruh kekasaran permukaan permen. Hasilnya, Diet Coke menyebabkan ledakan yang paling kencang dengan Mentos mint atau buah. Seperti ditulis di American Journal of Physics edisi 2008, semburan tersebut bisa mencapai tujuh meter secara horizontal. Namun, penggunaan Diet Coke bebas kafein juga sama hebat efeknya. Artinya, bukan kafein yang mendorong reaksi tersebut, setidaknya dalam kadar normal di minuman. Pengukuran pH Coca-Cola sebelum dan sesudah eksperimen menunjukkan bahwa keasamannya tidak berkurang. Pembuktian ini membantah anggapan bahwa reaksi asamlah yang mendorong munculnya air mancur tersebut. Kekuatan semburan justru bergantung pada faktor-faktor lain yang memengaruhi kecepatan perkembangan gelembung karbon dioksida. Permukaan Mentos yang kasar dan berlubang-lubang mendorong pertumbuhan gelembung karena secara efisien mengganggu daya tarik kutub antara molekul air. "Molekul air senang berdekatan dengan molekul air lain. Jadi pada dasarnya apapun yang Anda masukkan ke soda yang mengganggu jaringan molekul air bisa berperan sebagai tempat bertumbuhnya gelembung. "Jika Anda punya permen kasar dengan rasio area permukaan yang tinggi dibanding volume, semakin banyak tempat untuk berkembangnya gelembung," jelas Coffey. Tegangan permukaan yang rendah juga membantu gelembung berkembang dengan cepat. Percobaan membuktikan bahwa tegangan permukaan di air yang mengandung pemanis aspartam lebih rendah daripada air berpemanis gula. Karena itulah, Diet Coke menyebabkan semburan yang lebih dramatis dibanding Coca-Cola klasik. Faktor lainnya adalah permukaan Mentos yang mengandung gum arabic, surfaktan yang semakin mengurangi tegangan permukaan dalam cairan. Permen mint berpermukaan kasar tanpa surfaktan tidak menciptakan semburan sehebat itu. Mentos juga padat dan dapat tenggelam dengan cepat, sehingga dengan cepat menciptakan gelembung yang mendorong bertumbuhnya gelembung lain saat naik. Mentos yang dihancurkan tenggelam lebih lambat, sehingga menciptakan air mancur kecil yang hanya tersembur sejauh 30 cm.
  3. Selain berbisik, manusia juga bisa teriak dalam keadaan tertentu. Ada yang saking bahagianya, mereka teriak untuk mengekspresikan kebahagiaannya. Selain itu, kita juga teriak karena emosi atau rasa marah yang sudah tidak tertahan lagi. Frekuensi seseorang untuk teriak memang tidak bisa disamaratakan. Akan tetapi, sudah tahukah kamu tentang fakta teriakan yang sering kamu lontarkan? 1. Respons alami akan perasaan negatif Ketika kamu merasa takut, cemas, atau panik tubuh kamu merespons keadaan tersebut dengan teriakan. Berdasarkan salah seorang psikolog Universitas Tech di Texas, teriakan merupakan respons alami yang dikeluarkan oleh manusia ketika merasa ketakutan. Ketika kamu takut, secara otomatis tubuh kamu memunculkan pertahanan dengan teriakan. 2. Teriakan merupakan sebuah evolusi Sebuah riset yang dilakukan oleh psikolog asal Universitas Emory, Amerika Serikat, teriakan merupakan sebuah evolusi sejarah. Bahkan sang psikolog, Harold Gouzoules, mempercayai bahwa teriakan merupakan bagian dari cara manusia untuk bertahan. 3. Manusia bisa membedakan berbagai macam teriakan Tubuh kita ternyata bisa membedakan berbagai jenis teriakan dari orang lain. Seperti teriakan kebahagiaan atau teriakan akibat rasa sakit. Meskipun sebenarnya kemampuan seperti ini sangat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Berdasarkan penelitian, hal ini bisa terjadi karena kemampuan empati kita terhadap orang lain. 4. Teriakan sebagai terapi untuk mengatasi stres Sebuah riset mengungkap bahwa teriak bisa mengatasi stres. Jadi, ketika kamu sedang merasa penat dan tertekan, teriak merupakan hal yang bagus. Agar tidak menganggu orang lain, kamu bisa melakukan di pantai atau di tempat umum yang sempit. Jadi, dengan teriakan, dijamin masalah kamu makin ringan.
  4. Para ilmuwan mencoba mengungkap sisi ilmiah di balik jabat tangan manusia. Seperti apa? Sebuah studi terbaru oleh tim ilmuwan menyatakan bahwa dengan jabat tangan manusia saling mengirim 'pesan kimiawi', demikian lansir NewScientist. Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Noam Sobel dari Weizmann Institute of Science di Rehovot, Israel, menunjuk bahwa manusia suka mencium tangan sendiri setelah berjabat tangan dengan orang lain. Sobel beserta timnya percaya bahwa berjabat tangan adalah merupakan salah satu sarana pengiriman pesan kimiawi antar manusia. Simak detail penjelasannya dalam video di bawah ini:
  5. Berbicara mengenai misteri dibalik singkatnya waktu, tentu mengundang cukup banyak rasa penarasan di hati Anda sebagai para pencinta kumpulan misteri. Sudah kita ketahui pada umumnya bahwa waktu bergulir setiap harinya dengan pergantian antara siang dan malam dalam hitungan 24 jam. Tidak ada yang berubah sebenarnya dengan pola waktu tersebut, hanya saja terkadang timbul petanyaan dalam alam bawah sadar yang menyatakan ‘Mengapa waktu terasa begitu cepat? Memang perlu kita sadari bahwa waktu adalah salah satu bagian yang paling berharga dalam kehidupan, entah dalam kehidupan dunia atau mungkin untuk menunjang kehidupan di masa yang akan datang nanti, termasuk akhirat. Itu sebabnya terkadang manusia merasa memiliki waktu yang begitu singkat, karena semakin penuh kesibukan kesehariannya, maka semakin singkatlah waktu yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya. Pernahkah sebelumnya Anda mendengar hubungan antara singkatnya waktu dengan akhir jaman? Mungkin sebagian orang pernah mendengar penyataan yang menyatakan bahwa singkatnya waktu merupakan pertanda dari kemunculan akhir jaman. Hal ini bahkan dipertegas dalam salah satu hadists yang pernah diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang mana hadits tersebut mengungkapkan bahwa waktu akan berlalu semakin cepat. Sementara hari Akhir atau hari Kiamat akan datang pada waktu tersebut, yaitu pada waktu yang terasa begitu singkat. Teori Ilmiah Waktu Waktu yang terasa begitu singkat, ternyata bukan hanya bermula dari perasaan yang dimiliki manusia saja, akan tetapi sudah terbukti baik secara ilmiah. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Harun Yahya, yang menyatakan bahwa terdapat frekuensi dasar yang bermula dari getaran alami antara permukaan bumi dan ionosfer konduktif. Frekuensi dasar ini dikenal dengan detak jantung dunia, dan diketahui sebagia Resonansi Schumann. Teori Resonansi Schumann ini ditemukan oleh fisikawan yang berasal dari Jerman, yaitu Winfried R. Schumann di tahun 1952. Melalui teori tersebut, alam serta segala bentuk kehidupan dan efek yang dimilikinya dapat terjaga dan diukur secara terus menerus. Kaitan antara waktu yang begitu singkat dengan teori ilmiah tersebut adalah ketika diketahui, mengenai percepatan yang mengalami perubahan dari bumi ini melalui teori tersebut. Perubahan yang didapat melalui laporan dari Resonansi Schumann, setiap tahunnya ternyata frekuensi yang terdapat disana menunjukan bahwa waktu berjalan semakin cepat dalam perubahannya. Meskipun dalam pola waktu tetap berjalan 24 jam selam 1 hari. Akan tetapi, waktu tersebut justru terasa seperti 16 jam dalam 1 hari atau bahkan terasa kurang. Meskipun teori tersebut sudah membuktikan bahwa waktu berjalan semakin cepat dan singkat, tetapi pada dasarnya ilmu pengetahuan belum bisa menjelaskan mengapa frekuensi tersebut mengalami perubahan yang begitu signifikan. Waktu dan Kehidupan Sebagai Tanda Kemunculan Akhir Jaman Penjelasan di atas yang mengungkapkan teori waktu sebagai tanda akhir jaman, memang sudah cukup terbukti dengan perubahan akan percepatannya tersebut. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan waktu yang kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengingat bahwa waktu yang semakin singkat merupakan tanda dari munculnya akhir jaman, tentu merupakan bentuk konsekuensi yang harus diperhatikan atas kesibukan kita selama di dunia yang mungkin kerap kali melupakan nama Tuhannya (Allah SWT). Kemajuan dalam sistem kehidupan yang selama ini muncul dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari kehidupan politik, ekonomi, sosial, pendidikan, dan bahkan kehidupan lainnya, merupakan satu bentuk sekularisme yang merupakan tanda-tanda akhir jaman. Mengapa dikatakan demikian? Karena pada sekularisme merupakan titik awal bagi kemunculan nilai materialisme dalam kehidupan kita, yang mana materialisme ini membawa manusia pada keserakahan atas kehidupan dunia, pada masa inilah manusia bertahan hidup tanpa adanya nilai moral dan hati. Oleh sebab itulah dunia tersebut sudah dikatakan tidak mengingat nama tuhannya (Allah) barang sedikit pun. Kemajuan jaman sekarang ini terbukti dengan penggunaan barang-barang elektronik yang semakin canggih, yang mana tugas dalam keseharian pun, seperti halnya memasak, mencuci, dan lain sebagianya dapat dilakukan dalam waktu yang begitu singkat. Bahkan dalam bentuk perjalanan pun kini orang tidak perlu menghabiskan waktu yang lama, karena alat transportasi kini semakin canggih dan beraneka ragam. Sehingga dapat mempersingkat waku perjalanan mereka. Hal ini seperti yang sudah diungkapkan oleh Rasulullah SAW dengan penggunaan kata ‘kendaraan’ dalam haditsnya yang menyatakan bahwa tanda dari hari kiamat adalah dengan waktu yang begitu singkat, dan waktu cepat berlalu dengan adanya ‘kendaraan’ tersebut. Dengan demikian pertanda akhir jaman yang sudah diungkapkan oleh Nabi Muhammad SAW pun memang sudah benar adanya, bahkan pengungkapan tersebut tidak hanya dalam bentuk hadits semata, melainkan sudah terbukti dengan adanya teori ilmiah, juga bentuk kehidupan yang manusaia kini rasakan dalam kesehariannya. Dimana waktu tersebut manusia rasakan dengan begitu singkat, ketika hari-hari terlewati dengan begitu saja, dimulai dari bangun tidur, sarapan, melakukan kegiatan, hingga malam kembali datang, kemudian kembali pulang ke rumah untuk beristirahat, dan begitu seterusnya. Sehingga terkadang manusia lupa bahwa mereka memiliki waktu untuk bernafas.
  6. Banyak dari kita umat muslim yang kurang mengetahui betapa bermanfaat dan bergunanya melakukan sholat 5 waktu,namun kita terkaadan lebih memeilih meninggalkan sholat untuk urusan-urusan dunia. Dan ternyata sholat sangat membantu meningkatkan kesehatan tubuh kita slah satu gerakan sholat yang dapat membantu meningkatkan kesehatan adalah sujud,mau tau manfaat dari sujud dala sholat..??yuk baca selengkapnya... Berikut adalah manfaat sujud 1. Mengalirnya darah ke otak Aliran getah bening dipompa kebagian leher dan ketiak. Posisi jantung diatas otak menyebabkan darah yang kaya akan oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Karena itu lakukan sujud dgn tuma'ninah agar darah mencukupi kapasitasnya ke otak. (Dr. Fidelma, neurolog dari Amerika) 2.Memacu kecerdasa otak Apabila otak mendapatkan pasokan darah dan kaya oksigen, maka dapat memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tuma'ninah dan terus menerus dapat memacu kecerdasan. (Prof. Sholeh, risetnya telah mendpt pengakuan dari Harvard Univesity, AS) 3. Menjaga Oragan-organ Melatih kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada, dimana terjadi kontraksi pada otot tersebut. Kebiasaan sujud mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali/fiksasi. 4.Mencegah radiasi Radiasi yang g ditimbulkan oleh teknologi listrik dapat memberikan efek samping dan membahayakan organ² tubuh, terutama otak. Dimana kalau dibiarkan akan menimbulkan penyakit kejang otot, radang tenggorokan, mudah lelah, stress,migrain, hingga pikun di usia dini.Nah ketika sujud, kelebihan ion² positif yang ada di dalam tubuh kita akan mengalir ke bumi, karena bumi adalah tempat ion2 negatif. Maka terjadilah proses netralisasi radiasi listrik dan magnet tersebut. Sujud yang sempurna adalah dengan menempelkan 7 anggota badan (dahi,hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua kaki) ke bumi.(Dr. Muhammad Dhiyaa'uddin Hamid, dosen jurusan Biologi dan ketua department radiasi makanan pd Lembaga Penelitian Tekhnologi Radiasi)

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy