Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ilegal'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Tim SAR mengevakuasi jenazah pendaki Gunung Mas, Bogor Dunia pendakian Tanah Air kembali berduka. Edward (20), pendaki yang merupakan mahasiswa di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta, meninggal dunia saat mendaki kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/12). Edward yang mendaki bersama 16 rekannya diduga tewas akibat mengalami hipotermia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para mahasiswa tersebut berniat mendaki Gunung Gede melalui jalur Gunung Mas, yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tersebut. Proses evakuasi jenazah Edward akhirnya berhasil dilakukan pada Selasa siang dengan melibatkan Tim SAR gabungan dari Muspika Cisarua, Tagana, RAPI dan Orari. "Sekitar pukul 14.30 seluruh tim evaluasi dan korban pendakian yang meninggal telah kembali dari gunung. Korban meninggal langsung dibawa ke RSPG Cibeureum, Cisarua, Puncak," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusril Yinus. Kepala Resor Cisarua Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP), Tarya Nuryahya mengungkapkan bahwa para mahasiswa tersebut tidak berkoordinasi dengan pihak pengelola Gunung Mas untuk melakukan pendakian, sehingga pendakian mereka bisa dikategorikan ilegal. "Mereka lewat pos depan, beli tiket juga. Tapi tidak bilang untuk mendaki. Jadi mereka masuk secara ilegal,” ujar Tarya. Selain itu, jalur yang digunakan oleh para mahasiswa itu bukanlah jalur resmi untuk pendakian, melainkan termasuk kawasan hutan lindung Gunung Mas. "Bukan, ini bukan jalur untuk pendakian resmi. Ini hanya kawasan hutan lindung Gunung Mas yang berbatasan langsung dengan Gunung Gede-Pangrango," kata Tarya. Kurangnya Persiapan Kondisi cuaca yang sedang tidak bersahabat dan angin kencang memang menjadi momok menakutkan bagi para pendaki yang tidak mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, seringkali para pendaki melupakan hal-hal mendasar yang harus disiapkan sebelum pendakian. Akibatnya, nyawa bisa jadi taruhannya. Salah satu pendaki Indonesia yang telah mendaki tujuh puncak tertingi di dunia, Iwan Irawan atau akrab disapa Kwecheng menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya atas insiden yang mengakibatkan meninggalnya salah satu pendaki asal Jakarta tersebut. Ia juga menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh tiap pendaki sebelum melakukan pendakian untuk menghindari kecelakaan fatal. "Kondisi fisik yang prima adalah modal awal. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan petualangan serta kemampuan perencanaan perjalanan juga mutlak disiapkan oleh setiap pendaki," ujarnya. Kwecheng menambahkan, “Persiapan fisik serta pendampingan oleh orang yang berpengalaman bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi resiko terburuk saat menghadapi kondisi yang tak menguntungkan saat pendakian.”
  2. Kejadian yang mencoreng citra TKI di luar negeri, yang secara tidak langsung juga mencoreng negara Republik Indonesia kembali terjadi di Taiwan. Setelah sebelumnya seorang TKW terekam oleh kamera CCTV sedang menyiksa pasien wanita, kini kejadian yang lebih memalukan, yang langsung dikorelasikan oleh media setempat mencerminkan watak Indonesia yang korup menjadi perbincangan hangat karena diberitakan oleh stasiun televisi setempat. Kejadian ini terjadi di Hsinchu, saat kepolisian Hujing mengadakan patroli pada tengah malam 24 Agustus 2015. Mereka berhasil menangkap 3 TKW ilegal asal Indonesia yang berpakaian seksi, karena mereka tak ingin dipulangkan, mereka mencoba merayu dan menyuap polisi, saat itu juga polisi membentak mereka agar menghormati tugas sebagai polisi. "Nona, kamu mengambil uang untuk apa? Kamu ada apa mengeluarkan uang?" Mengetahui hendak dibawa ke kantor polisi, ketiga TKW kaburan tersebut memutar otak, mengambil uang untuk mencoba menyuap polisi. "Kamu mengambil uang untuk apa? Salah satu TKW tersebut berkilah: "Saya tidak mengambil uang". Sang Polisi dengan tegas memerintahkan agar uang tersebut diperlihatkan. "Uang ditanganmu itu perlihatkan kepada saya" Saat polisi melihat sebuah mobil yang mencurigakan, saat dihentikan terlihat 3 orang TKW ilegal, berpakaian sangat seksi, para TKW ilegal tersebut memohon agar dilepaskan. TKW ini merengek "Setahun lagi aja boleh, tidak?". Namun ia langsung dibentak oleh polisi, "Kamu jangan sentuh baju saya, tidak boleh, tetap tidak boleh!". Polisi itu bertanya lagi, "Apakah hidupmu di Indonesia tidak nyaman?". Karuan saja sang TKW mengambil peluang ini untuk berkilah, "Tidak nyaman, benar benar tidak nyaman". Sungguh memalukan, ketiga wanita manja tersebut tak pernah menyerah untuk terus menerus memohon kepada polisi untuk melepaskannya, bahkan terlihat seperti rela melakukan apa saja agar dibebaskan, petugas membentak agar mereka menghormati polisi. https://youtu.be/fjKXxIWtLGk
  3. Penyedia jasa internet di Australia diminta mengungkap nama dan alamat pengunduh film Dallas Buyers' Club. Pengadilan Federal Australia memerintahkan penyedia jasa internet (ISP) untuk menyerahkan data rinci pelanggan mereka yang dituduh mengunduh sebuah film Amerika secara ilegal. Dalam putusan yang bersejarah ini, enam perusahaan internet diperintahkan mengungkap nama dan alamat para pengunduh film The Dallas Buyers Club. Kasus ini didaftarkan oleh perusahaan Amerika yang memiliki hak terhadap film yang diedarkan tahun 2013 itu. Pengadilan menyatakan bahwa data itu hanya akan digunakan untuk mengamankan "kompensasi untuk pelanggaran" hak meggandakan film tersebut. Dalam kasus yang disidangkan bulan Februari lalu, pemohon menyatakan telah mengidentifikasi 4.726 pengunjung unik yang membagikan film itu dengan menggunakan BitTorrent, sebuah aplikasi berbagi data antar pengguna. Mereka mengatakan hal ini dilakukan tanpa ijin pemegang hak menggandakan film tersebut. Putusan ini hadir di tengah-tengah upaya pemerintah Australia untuk memberantas pembajakan lewat internet. Australia merupakansalah satu negara dimana penduduknya banyak melakukan pengunduhan materi digital secara ilegal. Lambatnya peredaran film dan acara TV serta mahalnya harga materi digital di sana menjadi faktor bagi tindakan tersebut. Matthew McConaughey dan Jared Leto menerima penghargaan untuk film Dallas Buyers' Club. Pencegahan Perusahaan penyedia jasa internet dalam kasus ini termasuk iiNet yang merupakan yang terbesar di Australia. iiNet menyatakan mengumumkan data konsumen merupakan pelanggaran terhadap privasi dan mengarah pada apa yang dikenal di Amerika sebagai "penagihan spekulatif". Itu terjadi saat pemegang akun diancam dengan tuntutan hukum yang bisa berakibat kerugian besar, kecuali jika mereka bersedia membayar penyelesaian dalam jumlah lebih kecil. Hakim Nye Perram memutuskan informasi tentang pelanggan ini dapat diungkapkan dengan syarat hanya digunakan guna mengkompensasi pelanggaran hak cipta. Menurut Hakim Perram, putusan ini penting untuk mencegah pengunduhan ilegal. Kasus ini sampai ke pengadilan setelah perusahaan pemilik film itu, Dallas Buyers Club LLC,menghubungi iiNet dan penyedia jasa internet lainnya untuk mengungkap informasi tentang pengunduh film itu. Para penyedia jasa internet itu menolak.
  4. Keith Sapsford jatuh dari pesawat Japan Airlines rut Sydney-Tokyo pada Februari 1970 setelah terbang ilegal di ruang roda pesawat. Mario Steve Ambarita (21) menghebohkan dunia karena menyelinap ke dalam rongga roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 tujuan Pekanbaru-Jakarta. Dia mengatakan, motivasinya untuk menumpang secara ilegal pada pesawat tersebut adalah karena ingin melihat Jakarta. Sebuah keberuntungan bahwa dia selamat. Meski demikian, jari-jarinya membiru serta telinganya mengalami pendarahan. Apa yang mungkin terjadi kepadanya saat meringkuk di rongga roda pesawat? Apa yang akan terjadi pada tubuh kita jika mengikuti jejaknya? Satu kemungkinan terburuk terbang secara ilegal di rongga roda pesawat adalah terlempar ke daratan. Kasus terlempar ke daratan paling fenomenal adalah yang diabadikan fotografer amatir asal Australia, John Glipin. Dia mengabadikan foto remaja berusia 14 tahun bernama Keith Sapsford yang menumpang secara ilegal di rongga roda pesawat Japan Airlines rute Sydney-Tokyo pada Februari 1970. Ia terempas ke daratan begitu pesawat lepas landas. Sangat tragis. Kasus jatuh dari pesawat lain terjadi di Inggris. Dilaporkan The Guardian, 25 April 2013, potongan-potongan tubuh Jose Matada ditemukan di barat London. Dia diduga menumpang di rongga pesawat British Airways sebelum akhirnya jatuh saat pesawat akan mendarat. Jika tak jatuh, kemungkinan yang akan terjadi jika menumpang di rongga roda pesawat adalah tersiksa hingga bisa berujung kematian. Menjadi penumpang secara ilegal di rongga roda pesawat, atau stowaway, membuat seseorang mengalami hypoxia dan hipotermia. Ketika pesawat naik ke ketinggian, proporsi oksigen memang tidak berubah, tetapi tekanan akan mengalami perubahan. Perubahan tekanan akan memengaruhi jumlah oksigen yang dapat diserap oleh tubuh. Keterbatasan menyerap oksigen menyebabkan tubuh kekurangan senyawa unsur penting itu, disebut hypoxia. Kondisi hypoxia, seperti diberitakan Livescience, 12 September 2012, akan menyebabkan rasa lemas, tremor, hilang kesadaran, tak mampu melihat, dan kematian. Manifestasi dari hypoxia dapat berupa badan yang membiru akibat kekurangan oksigen. Itulah yang mungkin terjadi terhadap Mario. Telinga berdarah dapat terjadi akibat berada di daerah bertekanan ekstrem, seperti di ketinggian. GA 177, menurut VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto, terbang selama 1 jam 10 menit dari Pekanbaru ke Jakarta dengan ketinggian jelajah 30.000 kaki-40.000 kaki. Pada ketinggian itu, suhu diperkirakan berkisar antara -45 hingga -65 derajat celsius. Dalam kondisi suhu sangat rendah, tubuh bisa mengalami hipotermia hingga akhirnya mati membeku. Panas dari mesin pesawat dan gesekan dengan udara kemungkinan bisa memberikan kehangatan, tetapi itu tak cukup untuk mengatasi hipotermia. Memang, ada kasus orang selamat setelah menjadi stowaway. Yahya Abdi, remaja berusia 16 tahun dari Etiopia, selamat setelah menjadi stowaway di pesawat Boeing 737 yang terbang dari San Jose ke Hawaii dalam waktu 5,5 jam. Namun, persentase orang selamat setelah stowaway hanya 24 persen. Dengan demikian, menjadi stowaway bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan alasan apa pun. Langkah Mario dan yang lainnya tak perlu ditiru.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy