Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'iklan'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • PELACUR
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • KOMUNITAS
    • BELA DIRI
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • NgobasTV
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
  • Ngobas Magz
    • Ruang Meeting
    • Redaksi
    • Tentang Ngobas Magz
    • Berita Ngobas Magz
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Product Groups

There are no results to display.


Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 16 results

  1. Brenda_Christie

    Cara Ngakalin Iklan Facebook Biar Murah

    Biaya iklan adalah hal yang sangat diperhatikan oleh semua marketing. Bahkan perincian yang detail dengan konversi ke dampak yang dihasilkan adalah rutinitas wajib para marketer ataupun pebisnis ketika beriklan. Salah satu medium yang ramai digunakan untuk memasang iklan adalah Facebook. Medium ini memiliki peluang yang amat besar. Data menunjukkan, Facebook memiliki 3 milyar pengguna aktif. Pengguna ini setiap harinya aktif membuka Facebook dengan berbagai kepentingan. Anda, sebagai entrepreneur perlu memahami bahwa kepentingan dari pengguna Facebook ini adalah tambang emas. Pundi-pundi keuntungan bisnis Anda bisa berawal dari sini. Tapi faktanya, banyak yang masih berpikir ribuan kali untuk menangkap peluang ini. Alasannya sederhana, mereka takut membayar biaya iklan yang tinggi di Facebook. Yuk intip cara akalin Iklan biar murah di Facebook berikut ini… Target = Biaya Pernah mendengar satu fakta penting tentang Facebook ads? Mereka menetapkan biaya yang berbeda untuk setiap kategori target iklan yang Anda inginkan. Risetlah dulu target market Anda sebelum mulai beriklan. Beberapa situs marketing, mengatakan ada baiknya Anda melihat kisaran biaya per target yang telah ditentukan oleh Facebook. Kisaran ini biasanya bisa menjadi gambaran Anda untuk melanjutkan analisis target market dan penentuan budgeting iklan. Headline Ada yang menarik dari Facebook ads. Mereka juga memberikan biaya yang berbeda tergantung dari banyaknya tulisan yang Anda buat pada headline iklan. Tantangan membuat iklan di Facebook adalah menciptakan headline yang memikat tanpa perlu menggunakan terlalu banyak kata-kata. Targetpublic.com pernah menuliskan dalam artikel mereka bahwa menulis headline yang baik Anda harus bertanya mengenai dua hal; pertama, siapa yang ingin Anda persuasi? Kedua, apa yang Anda inginkan dari tindakan Anda ini? Jika Anda sudah menjawab dua pertanyaan ini, maka Anda akan mudah menciptakan headline yang efektif dan efisien. Gambar vs Teks Rocco Baldassarre, Founder & CEO of Zebra Advertisement & 1DollarAd.com, menulis di entrepreneur.com bahwa, “The more text you have in an image, the lower your delivery will be.”. Semakin banyak tulisan di gambar iklan Anda, semakin sedikit hal yang bisa Anda sampaikan. Facebook menyusun algoritmanya untuk lebih sering dan mengutamakan iklan yang sedikit menggunakan tulisan. Fokus ke gambar pada iklan juga meningkatkan peluang engagement yang tercipta. Sebab, kebanyakan manusia lebih menyukai gambar daripada tulisan. Begitupun pengguna Facebook. Hindari penggunaan video Beberapa marketer menyarankan penggunaan video ketika ingin beriklan. Memang ada benarnya. Namun, jika tujuan iklan Anda adalah untuk meningkatkan traffic kunjungan ke website Anda, sebaiknya hindari penggunaan video di iklan Facebook. Biaya iklan di Facebook ditentukan dari impresi terhadap iklan. Video di iklan Facebook mayoritas hanya akan membuka peluang engagement berupa like dan komen. Hal ini akan menjauhkan tujuan iklan jika dirancang sebelumnya untuk mengunjungi website brand iklan tersebut. Pilihan warna dan gambar Facebook yang didasari oleh warna biru membuat siapa saja yang ingin beriklan harus berhati-hati. Trik agar iklan dapat dengan mudah menarik perhatian target di Facebook adalah membuat gambar yang memiliki warna kontras dari warna dasar Facebook. Semisal, gambar dengan latar merah atau kuning. Selain itu, gambar dengan ikon manusia seperti perempuan memiliki efektivitas lebih tinggi daripada karikatur atau gambar lainnya. Facebook adalah medium yang sangat baik untuk beriklan. Merencanakan strategi iklan sebelum melakukannya adalah hal yang bijak. Rajin mencari informasi mengenai hal terbaru dari fitur ads pada Facebook akan membantu
  2. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak Anda mau minum susu. Salah satunya adalah mengenalkan ke dia varian susu yang paling enak. Tapi, tak jarang dari anak-anak yang tetap ogah minum susu. Terlebih ketika dia sudah berusia remaja. Banyak dari mereka menganggap minum susu itu cupu dan jika ketahuan masih minum susu, teman-temannya akan mengejeknya. Padahal, mengonsumsi susu sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia. Salah satunya di masa pertumbuhan. Mereka yang masih dalam masa ini, tentu membutuhkan susu agar perkembangan tubuh optimal. Nah, jika anak Anda masih susah juga minum susu, coba beri tahu 5 iklan susu unik ini. Setelah memberinya video-video berikut ini, dijamin anak Anda bakal tertawa sekaligus akan doyan susu tanpa pikir panjang. Okezone coba mengumpulkan 5 iklan susu paling unik dan berikut video-videonya 1. Endingnya bikin sadar Salah satu cara agar anak mau minum susu adalah memberinya pemahan bahwa ketika tidak minum susu, reaksi buruk yang bakal terjadi di tubuhnya. Iklan ini bisa jadi penjelasan yang mudah dimengerti dan dijamin setelah ini anak Anda minta susu! 2. Buat suasana minum susu seindah ini Jika Anda merasa anak Anda susah minum susu karena terlalu banyak tekanan, coba lihat video ini dan terapkan di kehidupan keluarga Anda. Cara yang baik dan menyenangkan tentu akan membuat anak senang minum susu. 3. Lakukan apapun demi susu Iklan ini menyadarkan Anda bahwa penting sekali memulai aktivitas sehari-hari dengan secangkir susu. The Rock rela melakukan apapun demi bisa mendapatkan susu di pagi hari. Ya, segitu pentingnya memang susu! 4. Masa depannya indah Aduh, iklan ini coba memberikan gambaran nyata bahwa ketika laki-laki rutin mengonsumsi susu, maka tubuhnya akan sehat. Tidak hanya itu, jika dilatih terus maka otot tubuh akan terlihat dan pada akhirnya, gadis impian pun akan mendekat. Bukan kah ini manfaat susu yang paling menyenangkan? 5. Jangan remehkan susu Iklan ini memberitahu Anda bahwa dengan minum susu, tulang And akan kuat dan Anda berani melawan penjahat yang mengganggu Anda. Tidak masalah lawannya besar, kalau sudah minum susu pasti dia kalah. So, sudah minum susu hari ini?
  3. dugelo

    Di Whatsapp akan segera muncul iklan

    WhatsApp sudah dibeli oleh raksasa media sosial, Facebook, tahun 2014. WhatsApp mengatakan akan mulai membagi data lebih banyak dengan Facebook dan memberi izin bagi beberapa perusahaan untuk mengirim pesan kepada para pengguna. Langkah ini merupakan perubahan tentang kebijakan perlindungan pribadi yang ditempuh perusahaan ini seejak dibeli Facebook tahun 2014. WhatsApp akan membagi nomor telepon pengguna dengan media sosial tersebut, yang akan menggunakannya untuk memberikan saran dan iklan 'yang lebih relevan'. Namun ada kekhawatiran bahwa keputusan ini akan membuat para pengguna merasa 'dikhianati'. Dengan menggunakan data, maka Facebook akan bisa mencocokkan orang-orang yang saling bertukar nomor telepon namun tidak menjadikan mereka 'teman' di Facebook. Pengguna WhatsApp bisa memilih untuk tidak berbagi informasi dengan Facebook. WhatsApp juga akan membagi informasi tentang kapan seseorang terakhir kali menggunakan layanannya namun tidak akan membagi isi pesan, yang dienkripsi. "Pesan Anda yang dienkripsi akan tetap pribadi dan tidak akan ada yang bisa membacanya. Tidak WhatsApp, Tidak Facebook, dan tidak siapapun," tulis perusahaan ini di blognya. Bagaimanapun pengguna bisa untuk memilih tidak berbagi informasi dengan Facebook dengan cara yang dipaparkan di situs WhatsApp.
  4. c0d1ng

    Billboard Masa Depan

    Billboard LED diyakini bisa menjadi primadona baru media iklan luar ruang. Sifatnya yang atraktif dan dinamis mampu menutup kelemahan billboard konvensional. Tapi, mengapa pasarnya masih jauh di bawah billboard konvensional? Soal harga atau edukasi yang minim? Ratusan orang berkumpul di halaman Times Square, New York. Mereka mengarahkan pandangan ke salah satu billboard besar. Tiba-tiba seorang wanita cantik muncul dari dalam billboard dan mengarahkan kamera polaroid ke arah kerumunan. Setelah memotret, wanita itu memperlihatkan hasil jepretannya ke arah kerumunan orang. Sebagian melambai-lambaikan tangan ke arah billboard. Mereka tertawa dan berteriak melihat wajah mereka ada di dalam billboard tersebut. Inilah cara Forever 21, jaringan ritel fashion, menarik perhatian pejalan kaki di Times Square. Yang digunakan bukan lagi billboard LED biasa, tapi billboardLED interaktif. Menarik perhatian massa memang tidak mudah. Terlebih jika sasarannya adalah masyarakat urban yang supersibuk. Ini juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak pernah ada habisnya bagi perusahaan atau merek. Pilihan media untuk beriklan memang bertambah, namun atensi masyarakat untuk menangkap pesan iklan juga terbagi. Itulah sebabnya media luar ruang—atau dikenal juga dengan sebutan media luar griya—sepertibillboard tidak pernah ditinggalkan oleh advertiser (pengiklan). Media konvensional, terutama TV dan media digital (internet), memang terus bertambah jumlahnya. Tapi, bagi pengiklan media tersebut belum cukup, mereka masih membutuhkan billboard untuk melengkapi aktivitas branding maupun memperkuat kegiatan bauran pemasaran (marketing mix). Dibandingkan TV dan internet, billboard punya keunggulan dalam hal eksposur dan impresi pada suatu lokasi. Billboard memiliki eksposur yang tinggi karena umumnya diletakkan di jalan-jalan protokol atau jalan-jalan yang ramai dilalui orang atau kendaraan. Ukuran yang lebih besar dari jenis iklan lainnya menjadikan billboard berpeluang untuk dilihat banyak orang (impresinya tinggi). Satu lagi keunggulan billboard, sebagai media luar ruang billboard menyatu dengan ruang publik, sehingga siapa pun bisa terpapar media ini. Namun, billboard juga punya kekurangan. Sifat statis billboard menjadi titik lemahnya, sehingga daya tarik iklan yang disajikan lama-lama akan berkurang. Di sisi lain, billboard kurang adaptif terhadap tuntutan dunia bisnis yang serba cepat. Pengiklan tidak bisa dengan segera mengganti materi iklan, karena harus mencetak ulang materi iklan. Kelemahan ini membuat billboard konvensional terasa kurang seirama dengan zaman yang sudah serba terdigitalisasi. Karena itu, untuk menyelamatkan nasib billboard, media luar ruang ini perlu mengadopsi teknologi digital. Billboard LED merupakan sebuah jawaban kesiapan billboard beradaptasi di era yang semakin digital. Billboard LED dirancang untuk memenuhi tuntutan pengiklan akan billboard yang atraktif. Hal ini lantaran materi iklan yang disajikan tidak lagi statis, melainkan gambar-gambar hidup. Teknologi LED memungkinkan hasil kualitas gambar yang tajam, sehingga menyaksikan iklan dibillboard LED tak ubahnya menyaksikan iklan di TV. Billboard LED sudah mulai muncul di beberapa lokasi di Jakarta. Beberapa perusahaan penyedia billboard mulai serius menggarap billboard LED. Rainbow Billboard, Media Indra Buana (MIB), dan Mahaka Advertisingadalah beberapa vendor billboard yang telah memasukkan billboard LED sebagai portofolio bisnis mereka. Kendala Harga Pertumbuhan billboard LED di Indonesia masih biasa-biasa saja, kalau tidak mau dibilang lamban. Padahalbillboard LED di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1990-an. Ada beberapa faktor yang menyebabkanbillboard LED belum tumbuh signifikan. Pertama, billboard LED jauh lebih mahal dibandingkanbillboard konvensional. Untuk billboard LED berukuran 4X8 (meter) misalnya, biaya yang harus dikeluarkan pengiklan menurut Direktur PT Media Indra Buana (MIB) Sofie S. Wulandari, sebanding dengan dua billboardkonvensional berukuran 8X16. Cukup mahal, wajar saja jika hanya perusahaan-perusahaan besar yang sanggup beriklan di billboard LED. Menurut President Director Mahaka Advertising Agoosh Yoosran, mahalnya beriklan di billboard LED disebabkan masih terbatasnya pasokan suku cadang. Panel solar misalnya, masih bergantung pada PLN dan LED raksasa masih harus diimpor. Hal tersebut membuat biaya pasang iklan di billboard membengkak. Kalau dihitung-hitung biayanya berkisar Rp 500 juta–Rp 3 miliar, ini belum menghitung ongkos konstruksi dan pemasangan. Faktor lain yang menghambat pertumbuhan billboard adalah isu hemat energi dan tata ruang. Rainbow Billboard sempat terpukul dengan masalah tersebut, sehingga bisnis billboard LED-nya sempat stagnan. Rainbow pernah memasang billboard LED di kawasan strategis Bundaran HI, Jakarta, pada awal tahun 1990. Namun, hanya bertahan beberapa tahun karena terbentur kendala tata ruang dan gerakan hemat energi dari pemda DKI. Perusahaan vendor billboard bukan tanpa upaya untuk mengatasi berbagai persoalan di atas. Mahaka Advertising, misalnya, mencoba mengatasi kendala harga dengan menawarkan paket ritel. Caranya, satu titik billboard bisa diisi dengan empat merek sekaligus. Jadi, hitung-hitung keempat merek tersebut melakukan tanggung renteng agar biayanya terasa ringan. Soal isu hemat energi, saat ini juga relatif tidak menjadi kendala berarti. Beberapa tahun lalu billboardLED memang dianggap boros listrik. Namun, saat ini billboard LED yang dikembangkan makin hemat listrik. Salah satu contohnya billboard LED yang dikembangkan Mediatronik Indonesia, selain mampu bertahan 100 ribu jam juga dilengkapi dengan fitur pengatur intensitas cahaya. Masih Perlu Edukasi Hingga saat ini kondisi pasar billboard LED di Indonesia seperti balita yang baru belajar berjalan. Padahal jika melihat perjalanan Rainbow yang telah mulai terjun ke pasar ini sejak awal tahun 1990,billboard LED di Indonesia harusnya bisa berlari lebih kencang. Hanya MIB tampaknya yang mulai kelihatan pasarnya. MIB yang menguasai 100 titik LED dan 70 klien berani pasang target kenaikan penjualan sebesar 50% billboard LED tahun ini. Bahkan, MIB mengaku kewalahan melayani permintaan billboard LED. Agar penetrasinya lebih kuat, edukasi pasar mesti digencarkan lagi. Para vendor bisa mengesampingkan persaingan lebih dahulu. Mereka mesti meyakinkan pengiklan bahwa billboardLED lebih mahal bukan karena faktor teknologi semata, tapi juga karena impresinya lebih tinggi daribillboard biasa. Yang juga tidak kalah penting adalah mengubah pandangan iklan billboard LED sama dengan TVC. Meskipun sama-sama mengandung unsur visual, penekanan materi iklan billboard sebenarnya pada repetisi pesan. Beda dengan TVC yang masih mengandung unsur story karena sifat TV sebagai media audio visual. Yayat Supriatna, Pengamat Tata Kota, melihat potensi billboard untuk berkembang di masa depan masih besar. Pertimbangannya, masyarakat semakin cerdas, siapa yang bias mencuri perhatian dengan informasi lengkap akan menjadi kekuatan untuk menguasai pasar media luar ruang. Ibaratnya, LED—secara visual—seperti memindahkan televisi ke ruang publik. Di beberapa lokasi strategis, billboard LED mulai menggusur posisi billboard konvensional. Beberapa lokasi strategis, misalnya, menyinergikan billboard LED dengan bangunan pos polisi atau pos pemantau lalu lintas. Jadi, LED dapat disinergikan dengan lokasi sarana publik.
  5. Baru saja beberapa hari masuk ke Play Store, plug-in anti iklan pertama milik Samsung yang bernama Adblock Fast langsung dihapus oleh Google dari toko aplikasinya karena dianggap melanggar beberapa ketentuan yang berlaku. Adblock Fast merupakan plug-in fitur anti iklan yang dikembangkan dari hasil kerja sama Samsung dengan sebuah rintisan perusahaan bernama Rocketship Apps. Adblock Fast diintegrasikan ke dalam browser bawaan smartphone Samsung Galaxy untuk memblokir iklan yang dianggap mengganggu. Kemudian pengembangnya pun membuka application programming interface (API) miliknya agar pengembang pihak ketiga juga dapat ikut membangun fitur pemblokiran konten yang ada di aplikasi Samsung Internet pada ponsel Galaxy. Menurut developer dari Rocketship bernama Brian Kennish, Google menyebut Adblock Fast melanggar bagian 4.4 dari Developer Distribution Agreement, yang melarang aplikasi atau plugin di Play Store untuk ‘mengganggu’ perangkat, jaringan, atau layanan pihak ketiga. Setelah Google menghilangkan plugin ini, software anti iklan serupa justru bermunculan. Salah satunya Crystal yang merupakan aplikasi pemblokir iklan populer pada platform iOS dan yang terkenal Adblock Plus. Tak jelas apakah Google memang belum menyadari kehadiran aplikasi Crystal dan Adblock Plus, atau memang Rocketship sudah melakukan hal lain yang dianggap pelanggaran oleh Google, Sedangkan Crystal dan Ablock Plus tidak melakukan pelanggaran, seperti yang dikutip dari The Verge, Kamis (4/2/2016). Browser lain juga memungkinkan untuk menambahkan plugin semacam ini, seperti Firefox namun hanya bisa melalui browser itu sendiri. Samsung sejatinya juga dapat mendistribusikan aplikasinya melalui Samsung App yang sudah terinstal pada smartphone Galaxy, namun perusahaan menolak memberikan komentar tentang hal ini. Tentu saja, Samsung merupakan vendor smartphone Android terbesar di dunia dengan jutaan smartphone Galaxy yang beredar di seluruh dunia saat ini. Jika raksasa Korea Selatan itu memblokir iklan-iklan yang ada di ponselnya, tentu hal tersebut akan mengancam kelangsungan bisnis iklan yang ada di sistem operasi Android.
  6. c0d1ng

    Seberapa Serius Sih Ancaman Ad Blocking?

    Fenomena ad blocking atau pemblokiran iklan terjadi dengan cepat dan dampaknya sama besar dengan fenomena video streaming. Para pelaku industri di Asia Pasifik berpendapat bahwa, meskipun jumlah pengguna yang menginstal ad blocker terus meningkat, pemasar dan pengiklan tidak terlalu khawatir tentang hal ini. Benarkah pemasar tidak perlu khawatir dengan fenomena ini? Olivier Legrand (Head of Marketing Solutions, Asia Pacific, LinkedIn) menyuarakan pendapatnya mengenai hal ini. Banyak dari kita mungkin masih ingat tentang Netflix yang kemunculannya tidak dianggap serius oleh kompetitornya. Namun, kita bisa lihat betapa sukses Netflix sekarang. Di Indonesia ada iFlix, perusahaan yang memposisikan dirinya sebagai “Netflix-nya Asia Tenggara”, kehadirannya bisa jadi akan mengguncang dunia industri. Intinya, industri periklanan perlu menanganggapi ad blocking dengan serius dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang akan hilang begitu saja. Jika pengguna mengerti sisi ekonomis dari web dan melihat iklan sebagai bagian dari transaksi yang mendukung terciptanya konten, mereka akan berhenti menginstal ad blocker. Meskipun hal ini terlihat baik secara teori, namun pada kenyataannya hal ini tidak bekerja sebaik yang diharapkan. Bagaimanapun, fenomena ad blocking ini nyata dan kita harus bisa menanganinya sebaik mungkin. Dan semoga kita bisa memberikan pengalaman yang lebih baik kepada para konsumen. Seiring dengan meningkatnya popularitas fenomena ad blocking, akan muncul pemenang dan juga pecundang. Publisher yang paling rentan adalah mereka yang memiliki konten komoditas (hardsell), kurang bermakna, berkualitas rendah dan konteksnya tidak relevan. Mereka yang ingin menang harus lebih berfokus pada pengalaman pengguna. Walaupun sebenarnya hal ini tidak serta merta membuat masalah ad blocking menghilang. Kita bisa lihat dari jumlah publisheryang memasang iklan pada konten berbayar. Sedangkan, mereka yang kurang beruntung terpaksa merelakan sebagian pendapatan mereka untuk memberikan user experience yang lebih baik. Jadi, meski kemunculan ad blocking menjadi ancaman yang sangat serius dan menyita banyak perhatian dari industri kita, hal ini juga menjadi kesempatan besar untuk mengkoreksi adanya ketidakseimbangan. Konteks dan pola pikir orang saat mereka datang ke situs Anda memiliki arti yang sama besarnya dengan jati diri mereka. Publisher yang mampu mencapai keseimbangan ini akan berhasil meraih kesuksesan.
  7. Mozilla ingin terus membuat proyek Firefox menghasilkan keuntungan finansial, dan salah satu caranya adalah menggunakan iklan. Iklan ini akan muncul pada tiles, yang dianggap problematis. Para pengguna tidak menginginkan iklan di produk mereka, dan tentunya merasa tidak nyaman dengan hadirnya banyak iklan di aplikasi yang ditujukan untuk berselancar di internet itu. Tapi dilihat dari sudut pandang Mozilla, mereka ingin menghasilkan uang. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Mozilla sudah tidak mendapatkan uang 240 juta dollar pertahun dari kerjasamanya dengan Google. Firefox tak lagi di atas Google Chrome, dan Google sudah tidak memberikan uang ke Mozilla seperti dahulu kala, jadi Mozilla harus berpikir keras untuk mendapatkan uang dari sumber lain. Nah, iklan-yang-dipasang-di-browser-Firefox lah satu-satunya ide yang muncul di permukaan. Sebenarnya komunitas tidak bisa menoleransi keputusan ini, tapi di sisi lain mereka tidak memiliki kekuatan untuk menolaknya. Suggested Tiles (tiles khusus untuk iklan) sudah tersedia untuk Firefox versi US beberapa waktu lalu, jadi “fitur” ini sebenarnya sudah berjalan aktif. Mozilla menyebut hal seperti ini sebagai “improvisasi pengiklanan digital”, “mempromosikan konten”, “menambah nilai”, dan sebagainya. Alasan-alasan yang mereka sampaikan adalah jargon utama perusahaan. Tapi akhirnya, semua berakhir ke tujuan yang sama: iklan di dalam browser. “Semenjak Agustus, kami telah memasang konten-yang-dipromosikan yang disediakan oleh partner gelombang pertama kami termasuk Yahoo, beberapa media berita top termasuk Fortune Magazine dan Quartz, dan partner yang berorientasi pada misi seperti Make-a-Wish Foundation dan Electronic Frontier Foundation,” tulis Darren Herman. Mozilla mengingatkan pada semua orang, mereka tidak mengumpulkan data pengguna, iklan akan muncul secara transparan dan jelas, dan para pengguna bisa tahu mengapa mereka melihat iklan tersebut (dengan cara melihat history). Walaupun begitu, keputusan Mozilla ini mengundang kekecewaan dan kecaman dari banyak pengguna.
  8. Mendengar kata malware mungkin tidak asing di telinga kita, malware sangat menganggu kinerja perangkat yang terinfeksi oleh malware tersebut, bahkan bisa melumpuhkan kinerja sistem suatu perangkat secara keseluruhan. Namun bagaimana jika perusaahan besar sekelas Yahoo terinfeksi malware? Ya, baru-baru ini perusahaan raksasa tersebut terinfeksi sebuah malware yang menyalahgunakan jaringan iklan yang dimiliki Yahoo sendiri pada situs ads.yahoo.com. Dilansir dari PCMag, seorang senior peneliti keamanan dari Malwarebytes, Jérôme Segura merilis detail serangan dalam skala besar tersebut dan menyebutnya dengan “malvertising”. Serangan ini bermula dari tanggal 28 Juli lalu, di mana iklan yang dipasang oleh para penerbit disisipi oleh serangkaian kode yang berbahaya yang mengarahkan para pengaksesnya ke sebuah server yang tidak aman dan bisa saja melumpuhkan perangkat para pengaksesnya. Segura menambahkan bahwa “malvertising” ini merupakan pembunuh yang diam-diam merusak perangkat yang terinfeksi tanpa harus berinteraksi dengan para pengguna perangkat guna melancarkan eksekusi kode-kode berbahaya tersebut. Cara kerja malware ini tergolong simpel, malware ini memanfaatkan versi Adobe Flash yang telah kadaluarsa sehingga kode berbahaya tersebut berjalan melalui Adobe Flash yang telah kadaluarsa dan hak akses komputer diambil alih oleh para hacker guna mengarahkan akses internet ke situs yang membuat hacker tersebut dibayar akan trafik yang telah didapat. Pihak Yahoo sendiri telah mengeluarkan pernyataan bahwa saat ini Yahoo tengah menyelediki isu tersebut dan telah memblokir pengiklan yang telah disisipi kode berbahaya tersebut. Namun pihak Yahoo sendiri enggan mengatakan berapa banyak penguna yang telah terinfeksi oleh malware ini. Segura sendiri juga menambahkan, bahwa ini juga merupakan salah satu alasan mengapa perusahaan perlu bekerjasama dengan perusahaan lain seperti perusahaan keamanan agar kejadian ini bisa ditangani dengan cepat dan tidak terjadi lagi dilain waktu.
  9. Punya harapan menonton video YouTube tanpa iklan? Jika iya, harapan Anda akan jadi kenyataan, pasalnya empunya Youtube, Google baru saja mengumumkan segera memberlakukan layanan baru yang membuat Anda leluasa menikmati video tanpa iklan. Tapi ada syaratnya, Anda harus rela merogoh dompet lebih dalam setiap bulan. Dalam pemberitahuan melalui surat elektroniknya, YouTube menjelaskan rencana penawaran opsi baru kepada pengunjung berupa layanan berbayar yang akan memberikan akses video tanpa iklan. YouTube juga mengharuskan seluruh YouTube Partners untuk menyetujui syarat baru di Creator Studio Dashboard yang dipastikan segera berlaku pada tanggal 15 Juni 2015 mendatang. Gelagat Google untuk beralih ke sistem berbayar sebenarnya sudah tercium sejak November lalu kala memperkenalkan program berlangganan bergaya musik, Music Key untuk kalangan tertentu. Google sudah menggelontorkan banyak biaya guna membayar talenta dan produser kreatif untuk memproduksi video-video orisinil dan sukses meraup 1 miliar kunjungan. Tak jauh berbeda dengan program barunya ini, YouTube akan menawarkan video tanpa iklan dengan biaya bulanan yang saat ini belum diketahui besarannya. Namun dengan jangkauan audiens yang lebih luas. Pendapatan dari biaya berlangganan itu 55 persennya akan diberikan ke para pemilik video sebagaimana telah disebutkan dalam email pemberitahuan mereka. Jika rencana ini berjalan dengan mulus tanpa hambatan, maka secara otomatis Google akan berhadapan secara langsung dengan layanan serupa seperti Netflix, Hulu dan juga HBO Now. Namun dengan angka kunjungan dan kekuatan penggunanya, rasanya Google tak punya kekhawatiran jika memang harus berada di posisi tersebut. Sementara jika berkaca pada layanan Music Key yang dibanderol $7.99 dari harga normal $9.99 termasuk akses offline, kemungkinan besar harga berlangganan program baru ini akan ditawarkan di kisaran harga tersebut. Bagaimana, bersedia membayar Rp 100-130 ribu untuk mengenyahkan iklan dari akun YouTube Anda ndral?
  10. Menurut saya iklan ini sangat sangat kontroversial karena video ini dimulai mengandung unsur seksualitas, tapi dengan car seperti ini mereka akan lebih cepat dalam mengangkat nama produk mereka. Coba langsung liat videonya ndral: (Offline) 5e3f267dd2d58308bdf6398b08c3c966
  11. CEO Kurio David Wayne Ika mengomentari platform beriklan di perusahaan internet dunia seperti Google, Facebook dan Twitter yang bikin kecanduan. Perusahaan internet dunia seperti Google, Facebook, dan Twitter masing-masing memiliki platform advertising (iklan) sendiri. Platform iklan itu disebut oleh pendiri perusahaan pengepul berita Kurio sebagai platform yang "nyandu." "Bagi advertiser yang sudah merasakan bagaimana beriklan di Google, Facebook, dan Twitter, mereka tahu iklan di situ kayak narkotika," demikian kata CEO Kurio, David Wayne Ika. Mengapa bisa begitu? Sebab menurut David, iklan di Google, Facebook, dan Twitter, pengaruhnya terhadap brand awareness sebuah produk sangat besar. "Bikin kecanduan, karena begitu langsung distop, maka (brand awareness) akan langsung drop," katanya. Karena itu, menurut David, brand-brand saat ini mencoba mengalihkan anggaran mereka dari beriklan di Google, Facebook, dan Twitter menjadi untuk membangun aset mereka sendiri. "Pelan-pelan, mereka (brand) membangun aset sendiri, membangun website dan aplikasi, ujung-ujungnya nanti ke situ," katanya. Menurut David, cara itu adalah cara yang lebih bagus untuk berkomunikasi dengan konsumen, alih-alih memberikan iklan advertorial secara hard sale. Tren beriklan yang sedang dalam masa peralihan itulah yang ditangkap oleh Kurio. David menjelaskan, ke depannya Kurio diharapkan bukan sekadar menjadi aplikasi pengepul berita saja, namun juga bisa dimanfaatkan oleh brand-brand sebagai platform beriklan yang lebih "sopan." Yang dimaksud dengan sopan adalah memberikan suguhan konten yang lebih berkualitas, bukan sekadar advertorial yang hard sale. Sebagai contoh adalah metode iklan native ads, konsumen disuguhi konten yang berisi, sehingga mereka mau membaca dan tidak sadar bahwa materi yang mereka baca sebenarnya adalah iklan. "Contohnya artikel review mobil, gadget, dan sebagainya, kita kan lebih senang membacanya," ujar David. Menurut David, konsumen saat ini sudah bisa membedakan mana konten advertorial yang bagus dan yang sifatnya hard sale. Yang terakhir disebut itulah yang kini kian banyak ditinggalkan. "Kalau banner iklan di mobile site, banyak yang sudah tidak mau klik, mereka makin pintar, bahkan ada yang sampai memasang ad blocker di browser lho," katanya.
  12. Potensi dunia periklanan digital kini kian berkembang pesat. Bahkan bukan tidak mungkin dalam beberapa waktu ke depan, potensi digital advertising bakal menggeser dominasi iklan media elektronik seperti televisi. Jika diperhatikan kembali salah satu kelebihan televisi sebagai media iklan yakni selain jumlah viewer-nya yang sangat tinggi, iklan televisi yang berformat videografi tentu lebih menarik jika dibandingkan iklan digital yang mayoritas masih berbentuk teks atau gambar. Inilah yang memacu para pelaku bisnis periklanan online untuk terus menciptakan inovasi dalam hal format iklan digital yang lebih menarik dan efektif. Seperti yang sedang dikembangkan oleh media sosial Facebook, perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut dikabarkan akan merilis format iklan baru untuk layanan Facebook Ads yakni Cinemagraphs. Bagi rekan-rekan yang akrab dengan dunia desain visual tentu sudah tahu apa itu Cinemagraphs. Dan yang jelas format penggabungan antara foto dan video ini pastinya akan membuat mata kita tak bosan melihatnya. Cinemagraphs, Simple Namun Menarik Sebelum membahas mengenai format iklan terbaru milik Facebook, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu seperti apakah seni visual Cinemagraphs tersebut. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, secara sederhana Cinemagraphs adalah penggabungan antara bentuk visual foto dan video. Lebih detil lagi, Cinemagraphs adalah sebuah karya visual yang pada dasarnya termasuk obyek gambar atau foto. Namun didalamnya disisipi motion pergerakan yang akhirnya nampaknya layaknya video. Porsi bagian yang terlihat sepert videopun juga tidak banyak, melainkan hanya sebagai pemanis agar foto tersebut tampak hidup dan terkesan lebih artistik. Oleh karena itu banyak ahli desain visual yang menyebut Cinemagraphs sebagai karya half-photo half-video atau setengah foto dan setengah video. Yang membuat Cinemagraphs dimasukkan dalam kategori gambar adalah ekstensinya yakni .gif. Sehingga bisa dibilang karya visual tersebut bisa disejajarkan dengan file gambar bergerak namun lebih komplek pembuatannya. Dari segi hasilpun, sudah pasti Cinemagraphs bakal lebih menhipnotis kita untuk terus dan terus melihat detil menariknya. Penggunaan Cinemagraphs Dalam Bidang Periklanan Digital Facebook sebenarnya bisa dikatakan ketinggalan dalam hal pemakaian format Cinemagraphs sebagai iklan digital. Pasalnya format iklan unik tersebut sebelumnya sudah lebih dulu dikembangkan oleh 2 orang ahli dibidang disain dan periklanan yakni Kevin Burg serta Jamie Beck. Kedua seniman inilah yang pertama kali memprakarsai penggunaan Cinemagraphs sebagai media iklan. Salah satu iklan pertama yang mereka buat dengan konsep tersebut adalah iklan produk kacamata brand Armani. Selain itu mereka juga pernah menukangi beberapa proyek iklan online dari beberapa brand besar macam Saks Fifth Avenue, Lincoln Motor Co, dan juga Chopard. Dan tak disangka format iklan tersebut dinilai berhasil menarik perhatian konsumen. Selain itu baik Kevin Burg maupun Jamie Beck juga rutin memposting hasil karya Cinemagraphs pada akun Tumblr milik mereka. Dari situlah semakin banyak brand dunia yang melihat dan terkesan dengan konsep tersebut. Banyak pemain industri periklanan digital yang menyatakan bahwa Cinemagraphs mempunyai potensi yang besar dan bakal banyak digunakan dalam waktu dekat ini, Facebook juga salah satu yang menangkap potensi tersebut. Dipakai Pada Layanan Instagram dan Facebook Ads Dalam salah satu karya Cinemagraphs produk minuman Coca-Cola karya Kevin dan Jamie, ditampilkan gelembung soda dalam sebuah botol Coca-Cola yang terlihat amat segar dan membuat kita haus saat melihatnya. Inilah yang ingin dicapai setiap pengiklan, bahwa iklannya tidak hanya menarik orang untuk melihat namun akan terus menerus melihatnya. Hal tersebut menjadi nilai plus sebuah iklan Cinemagraphs yang diyakini Facebook akan segera booming. Dan tidak menunggu lama, beberapa waktu yang lalu para pengguna #instagram sudah bisa melihat beberapa gambar Cinemagraphs yang tampil di layanan jejaring photo sharing tersebut. Dalam sebuah kesempatan divisi periklanan Facebook menyampaikan keyakinan bahwa nantinya akan semakin banyak brand bisnis yang ingin mencoba memposting gambar dengan konsep serupa. Dan nantinya setelah masa pengembangan yang dilakukan bersama Kevin dan Jamie rampung, Facebook akan semakin mengintenskan penggunaan format tersebut tidak hanya di media sosial Instagram namun juga layanan Facebook Ads. Industri digital memang menuntut penggiatnya untuk selalu berfikir dan bertindak kreatif. Semoga ulasan diatas dapat member inspirasi bagi rekan-rekan semua, utamanya yang terjun dalam bidang industri digital.
  13. Pengguna Facebook merasa terganggu dengan iklan yang ada di linimasa News Feed dan mereka lebih ingin melihat lebih banyak cerita dari teman Perusahaan jejaring sosial Facebook berencana mengubah algoritma untuk mengurangi konten iklan promosi di linimasa News Feed mulai Januari 2015. Keputusan ini diambil setelah Facebook melakukan survei yang mengatakan bahwa pengguna merasa terganggu dengan iklan yang ada di linimasa dan mereka lebih ingin melihat lebih banyak cerita dari teman. "Sekarang kami mengontrol volume konten untuk konten promosi, sehingga pengguna melihat lebih konten yang mereka inginkan di halaman," tulis Facebook dalam publikasi di blog resmi. Dalam hasil survei, Facebook mengatakan pengguna tidak menyukai konten yang mendorong untuk mengikuti undian atau berpromosi tanpa konteks nyata. Pengguna juga tak menyukai konten yang mendorong pengguna untuk membeli produk atau memasang sebuah aplikasi digital. Facebook akan menjadikan linimasa News Feed sebagai tempat yang kompetitif. Semua konten promosi yang tersebar luas secara organik bakal makin sedikit dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, jika sebuah konten ingin tersebar luas di linimasa, tiada cara selain harus membeli iklan dan pada akhirnya akan menguntungkan bagi Facebook. Namun, perusahaan itu memastikan sebagian besar Pages atau halaman penggemar tidak terpengaruh oleh perubahan algoritma ini. Facebook mengklaim perubahan algoritma ini bertujuan meningkatkan relevansi dan memberi pengalaman terbaik bagi pengguna.
  14. Iklan terbesar Google ini akan dipasang sampai bulan Januari 2015. Google menjadi perusahaan pertama yang menyewa papan iklan digital terbesar dan paling mahal di Times Square, New York. Papan iklan digital itu setinggi delapan lantai dan diperkirakan bernilai US$2,5 juta untuk sewa selama empat minggu. Layar seukuran lapangan sepak bola ini dipasang di sisi hotel Marriott Marquis. Sekitar 300.000 pejalan kaki diperkirakan akan melewati papan iklan itu setiap hari. Layar iklan menyala di Times Square merupakan salah satu tempat iklan yang paling terkenal. Iklan sebesar lapangan bola ini seluas lapangan sepak bola dengan tinggi gedung delapan tingkat. Papan iklan baru itu dipasang pada Selasa malam 18 Noveber 2014 dan akan menayangkan karya seni digital selama satu minggu dan kemudian dilanjutkan dengan iklan Google. Papan iklan ini menampilkan karya seni dalam satu minggu. Ratusan turis menyaksikan saat layar dipasang. Layar itu juga disambung ke kamera untuk memungkinkan konten interaktif. Setelah karya seni dipasang, akan dimulai dengan iklan-iklan Google. Perusahaan teknologi raksasa Amerika itu dilaporkan menyewa layar iklan itu sampai Januari 2015.
  15. Google mengumumkan proyek terbaru mereka yang menawarkan opsi bagi pengguna internet untuk membayar untuk mengunjungi situs web sehingga tak lagi diganggu iklan. Proyek yang dinamai Contributor ini, pengguna web bisa membayar tarif bulanan sekitar US$1 (Rp12.000) hingga US$3 (Rp36.000) untuk mengakses semua situs tanpa iklan. Ketika mereka sudah membayar, pengguna akan melihat ruang iklan diganti dengan gambar piksel pada situs-situs yang berpartisipasi. Sejauh ini, sejumlah pengelola situs menyatakan ketertarikannya, termasuk ScienceDaily, Urban Dictionary, WikiHow, Mashable, dan Imgur untuk mengetes sistem ini. Akses ke layanan saat ini hanya bisa dilakukan dengan undangan dan situs yang tertarik dapat mendaftar untuk berada di daftar tunggu. Contributor menggambarkan layanan mereka sebagai "sebuah percobaan dalam cara-cara tambahan untuk mendanai web". "Internet, sata ini, didanai sebagaian besar oleh iklan. Tetapi bagaimana jika ada cara lain untuk secara langsung mendukung orang-orang yang membuat situs yang Anda kunjungi setiap hari?" kata mereka. Sebagian dari uang tersebut masuk ke Google dan sebagian ke situs web.
  16. PusatInformasi

    Iklan Pizza paling norak sedunia

    Iklannya bentaran doang, cuma 37 detik tapi bisa bikin trauma seumur hidup kalo ditonton berkali kali. Gue aja nonton sekali udah kaya ngelakuin hal paling bodoh di idup gue deh, mau2nya gue nonton iklan begituan. Lagian ga mungkin beli juga sih, David’s Pizza tuh adanya di California. Jauh aja, udah gitu diundang pake iklan yang hina banget deh pokonya hahaha Awal videonya tuh ada cowo negro di close up gitu selayar, ya emang cuma dia seorang sih bintang iklannya. Terus mulai deh dia nyanyi pizza pizza gitu, kurang lebihnya dia bilang pengen makan pizza lah. Lagunya jadul abis, gambarnya juga jadul, apalagi gambar pizzanya selewat doang dan ga bikin kepengen. Sisanya ya si cowo itu aja joget2 ga jelas sambil nyanyi dengan suara seadanya juga. Baru terakhir aja dia nyebutin David’s Pizza. Tobat deh gueee... Ada ya orang tega bikin iklan kaya gitu ckckck.. Ada juga orang yang mau nonton iklannya, yaitu gue huhu..
×

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi