Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'hutan'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 4 results

  1. Penegakan hukum diharapkan bisa mengatasi masalah yang berulang ini
  2. Tak mau kalah dengan langkah Polri atas penindakan tegas terhadap oknum pembakar hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) juga bertindak memeriksa beberapa perusahaan yang terancam dikenai sanksi penarikan izin usaha. Menteri Siti Nurbaya mengatakan, ada 14 perusahaan yang sedang diproses, sembilan diantaranya terancam dijerat pasal perdata. Oknum yang diincar adalah sekelas direksi dan pemilik perusahaan. "Enggak pakai pengadilan, langsung (ditetapkan), sudah ketahuan, enggak sampai sebulan (lama proses), rencana minggu ini dikeluarin (nama-nama perusahaan yang diperiksa)," ungkap Siti di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015). Siti melanjutkan, diantara perusahaan yang diperiksa juga ada yang berasal dari Malaysia. Untuk yang dari Singapura, pihaknya masih menunggu proses lanjutan sebelum akhirnya ditetapkan terlibat. "Ada dari Malaysia, sudah ketahuan, Singapura masih cari. Di Riau 29 sedang teliti, masa enggak ada dari Singapura? Tapi harus ada berita acara, tanda tangan dan lainnya," ungkapnya. Perbedaan dengan hukuman yang diberikan kepolisian, lanjut Siti, hukuman dari pihaknya bersifat administratif, yang dikenakan langsung ke perusahaan terkait. Perusahaan yang melanggar berpotensi terkena sanksi pembekuan usaha hingga paling berat pencabutan izin usaha atau blacklist. "Ada UU-nya, yang kelihatannya paling banyak duluan mungkin sanksi pembekuan, tapi kalau izin lingkungannyaa menurut UU boleh dicabut menteri, kalau dicabut kalau usahanya perkebunan itu tidak bisa operasi juga," tegasnya.
  3. Kebakakaran hutan bukan hanya menjadi persoalan Indonesia saja. Negara maju seperti Amerika Serikat juga mengalami kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun. Diketahui, saat ini lima negara bagian di Negeri Paman Sam harus berjuang melawan lebih dari 10 kebakaran hutan utama yang melahap lahan 28.328 kilometer persegi. Bahkan, setiap tahun situasi kebakaran makin buruk. Laporan menyebutkan, rata-rata jumlah kebakaran yang terjadi setiap tahun mencapai 78 persen sejak 1980-an. Problem ini menjadi tantangan dalam menaklukkan kebakaran tersebut. Melihat problem akut tersebut, Presiden dan Chief Operating Officer Nerwe Technologies, Joe Cecin mengusulkan perlunya pendekatan teknologi. Apalagi, kata dia, saat ini era ledakan data (big data) bisa dimanfaatkan untuk pencegahan kebakaran hutan. Cecin mengatakan 'demam' drone bisa dimanfaatkan untuk membantu mengatasi kebakaran hutan. Perangkat terbang tanpa awak itu bisa dimanfaatkan untuk memantau titik kebakaran secara real time. Drone juga memiliki keunggulan dan keleluasaan untuk merekam titik kebakaran, sehingga informasi ini sangat berguna bagi petugas untuk melakukan tindakan penanganan yang tepat. "Mendapatkan gambar udara yang lengkap secara efektif menekan biaya, dan tanpa membahayakan manusia. Ini juga dapat meningkatkan efektivitas pemantauan kebakaran secala lebih dini serta mengurangi dampak bagi kehidupan dan properti," ujar Cecin. Sentuhan teknologi yang bisa digunakan yaitu Machine Learning. Ini merupakan pendekatan berbasis data yang memprediksi atas terjadinya sesuatu di masa depan. Cecin mengatakan dengan memanfaatkan Machine Learning, maka petugas bisa lebih awal untuk bisa mencegah terjadinya kebakaran hutan. "Dengan gambar dan video yang diambil oleh drone dan kamera yang ditempatkan scara strategis di daratan, pemadam kebakaran bisa melangkah melampaui teknis pemetaan atau sistem informasi geografis (GIS)" ujar Cecin. Pendekatan Machine Learning, kata dia, sudah digunakan oleh lembaga keamanan dan penegak hukum dalam mencari target mereka atau menemukan ancaman terdekat. Teknologi ini juga telah digunakan para merek pakaian olahraga untuk melihat seberapa sering logo mereka digunakan oleh publik. Cara lain yang bisa ditempuh dalam penanganan kebakaran hutan, menurut Cecin, yaitu memasang sensor pada jaringan yang dirancang khusus untuk memantau kondisi hutan. Sensor ini mendeteksi perubahan hutan secara lebih awal dan memprediksi apa yang akan terjadi dengan bekal data dari berbagai platform, misalnya pemantauan udara atau data lainnya. Gagasan ini sudah diujicoba di Eropa dan diklaim cukup sukses. Peneliti di University of California San Diego, AS juga sudah menerapkan pendekatan sensor ini dalam menangani kebakaran hutan di California. Sistem ini disebutkan bisa memberikan analisa real time. Cecin mengatakan media sosial juga bisa dimanfaatkan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan. Dengan pantauan posting di media soaial bisa menjadikan bekal bagi petugas untuk mengetahui titik api atau asap. "Ini menciptakan sistem peringatan dini saat kebakaran mulai atau sudah menyebar. Ini bisa menjadi sangat berguna, mengingat semakin banyak orang memilih di sekitar pingiran lahan hutan yang berisiko," ujar dia. Salah satu bukti kontribusi media sosial yaitu kasus Smokey Bear, gerakan kampanye peduli kebakaran hutan di AS, yang berhasil mendidik penduduk sekitar hutan dalam kampanye pencegahan kebakaran. Cecin mengatakan petugas bisa memanfaatkan media sosial untuk iklan layanan masyarakat dengan target pengguna spesifik. Misalnya di Facebook, petugas bisa mengedukasi pengguna muda untuk ikut terlibat peduli menjaga hutan dari kebakaran.
  4. Kebakaran hutan merupakan salah satu penyebab kerusakan hutan yang paling besar dan bersifat dan bersifat sangat merugikan. Perbaikan kerusakan hutan akibat kebakaran memerlukan waktu yang lama, terlebih lagi untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan beberapa hal yang dapat menyebabkan kebakaran huta seperti berikut ini. Memperhatikan wilayah hutan dengan titik api (hot spot) cukup tinggi terutama lahan gambut di musim panas dan kemarau yang berkepanjangan. Dilarang membuka ladang atau lahan pertanian dengan cara membakar hutan. Dilarang meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan. Tidak membuat arang di hutan. Tidak membuang puntung rokok sembarangan di dalam hutan. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi kemungkinan atau terjadinya kebakaran hutan. Membuat menara pengamat yang tinggi berikut alat telekomunikasi. Melakukan patroli keliling hutan secara rutin untuk mengatasi kemungkinan kebakaran. Menyediakan sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan. Melakukan pemotretan citra secara berkala, terutama di musim kemarau untuk memantau wilayah hutan dnegan titik api cukup tinggi yang merupakan rawan kebakaran. Apabila terjadi kebakaran hutan maka cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan adalah sebagai berikut. Melakukan penyemprotan air secara langsung apabila kebakaran hutan bersekala kecil. Jika api dari kebakaran bersekala luas dan besar, kita dapat melokalisasi api dengan membakar daerah sekitar kebakaran dan mengarahkan api ke pusat pembakaran, yaitu umumnya dimulai dari daerah yang menghambat jalannya api seperti sungai, danau, jalan, dan puncak bukit. Melakukan penyemprotan air secara merata dari udara dengna menggunakan helikopter atau pesawat udara. Membuang hujan buatan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy